| Konsultasi | Bulletin | Do'a | Fatwa | Hadits | Khutbah | Kisah | Mu'jizat | Qur'an | Sakinah | Tarikh | Tokoh | Aqidah | Fiqih | Sastra | Resensi |
| Dunia Islam | Berita Kegiatan | Kajian | Kaset | Kegiatan | Materi KIT | Firqah | Ekonomi Islam | Analisa | Senyum | Download |
 
Menu Utama
·Home
·Tentang Kami
·Buku Tamu
·Produk Kami
·Formulir
·Jadwal Shalat
·Kontak Kami
·Download Artikel
·Download Murattal

Aqidah
· Saat Semua Dibuka
· Satu Makna Beda Rupa

Firqah (Aliran-aliran)
· JAMAAH ISLAMIYAH MESIR 5
· JAMAAH ISLAMIYAH MESIR 4

Analisa
· Kerancauan Ilmu Hisab Dalam Penentuan Awal & Akhir Ramadhan
· Studi Kritis Seputar Puasa Hari Sabtu

Ekonomi Islam
· KPR Bank Syariah Ternyata Penuh Dengan Riba
· Produk Al-Mudharabah (Bagi Hasil) Dalam Islam Sebagai Solusi Perekonomian Islam

Produk Kami

Informasi!
·Satu Porsi untuk Saudaraku Buka Puasa Ramadhan di Nusantara
·KAJIAN KELUARGA SAKINAH SERI 1
·Buku Fiqih Tingkat SMP/MTS/Ponpes

Liputan Kegiatan
·Konsultasi Islam
·Penyaluran Hewan Qurban
·Santunan Yatim

Konsultasi Online

Ust.Husnul Yaqin, Lc

Ust.Amar Abdullah

Ust.Saed As-Saedy, Lc

Fatwa Seputar Sholat

Berangkatnya Wanita Muslimah ke Masjid

Apa Hukum Shalat Wanita di Masjid

Haruskah Wanita Melaksanakan Shalat Lima Waktu di Dalam Masjid

Wanita di Rumah Berma'mum Kepada Imam di Masjid

Apakah Shalatnya Seorang Wanita di rumah Lebih Utama Ataukah di Masjidil Haram

Manakah yang Lebih Utama Bagi Wanita Pada Bulan Ramadhan, Melaksanakan Shalat di Masjidil Haram atau di Rumah

Shalatnya Kaum Wanita yang Sedang Umrah di Bulan Ramadhan

Apakah Shalat Seseorang di Masjidil Haram Bisa Batal Ketika Ia Ikut Berjama'ah Dengan Imam atau Shalat Sendirian Karena Ada Wanita yang Melintas di Hadapannya?

Bila Terdapat Pembatas (Tabir) Antara Kaum Pria dan Kaum Wanita, Maka Masih Berlakukah Hadits Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam (sebaik-baik shaf wanita adalah yang paling akhir dan seburuk-buruknya adalah yang paling depan)

Apakah Kaum Wanita Harus Meluruskan Shafnya Dalam Shalat

Benarkah Shaf yang Paling Utama Bagi Wanita Dalam Shalat Adalah Shaf yang Paling Belakang

Benarkah Shalat Jum'at Sebagai Pengganti Shalat Zhuhur

Hukum Shalat Jum'at Bagi Wanita

Hanya Membaca Surat Al-Ikhlas

Hukum Meninggalkan Shalat

Hukum Menangis Dalam Shalat Jama'ah

Jika seorang musafir masuk masjid di saat orang sedang shalat jama'ah Isya' dan ia belum shalat maghrib.

Bolehkah bagi kaum wanita untuk berkunjung ke rumah orang yang sedang terkena musibah kematian, kemudian melakukan shalat jenazah berjama'ah dirumah tersebut ?

Apabila seseorang tidak melakukan shalat fardlu selama 3 tahun tanpa uzur, kemudian bertaubat , apakah dia harus mengqodha shalat tersebut ?

Apabila suatu jama'ah melakukan shalat tidak menghadap qiblah, bagaimanakah hukumnya ?

Membangunkan Tamu Untuk Shalat Shubuh

Doa-Doa Menjelang Azan Shubuh

Bacaan Sebelum Imam Naik Mimbar Pada Hari Jum'at

Shalat Tasbih

Hukum Wirid Secara Jama'ah/Bersama-sama Setelah Setiap Shalat Fardhu

Hukum Meninggalkan Shalat Karena Sakit

Jika Telah Suci Saat Shalat Ashar atau Isya, Apakah Wajib Melaksanakan Shalat Zhuhur dan Maghrib

Jika Wanita Mendapatkan Kesuciannya di waktu Ashar Apakah Ia Harus Melaksanakan Shalat Zhuhur

Mendapatkan Haidh Beberapa Saat Setelah Masuk Waktu Shalat, Wajibkah Mengqadha Shalat Tersebut Setelah Suci

Urutan Shalat yang Diqadha

Seorang Wanita Mendapatkan Kesuciannya Beberapa Saat Sebelum Terbenamnya Matahari, Wajibkah Ia Melaksanakan Shalat Zhuhur dan Ashar?

Keutamaan Shaf Wanita Dalam Shalat Berjama'ah

Berkumpulnya Wanita Untuk Shalat Tarawih

Bolehkah Seorang Wanita Shalat Sendiri dibelakang Shaf

Bolehkah kaum Wanita Menetapkan Seorang Wanita Untuk Mengimami Mereka Dalam Melakukan Shalat di Bulan Ramadhan

Wajibkah Kaum Wanita Melaksanakan Shalat Berjama'ah di Rumah

Apa hukum Shalat Berjama'ah Bagi Kaum Wanita

Apakah Ada Niat Khusus Bagi Imam Yg Mengimami Shalat Kaum Pria & Wanita

Shalatnya Piket Penjaga ( Satpam )

Gerakan Dalam Shalat

Hukum Gerakan Sia-Sia Di Dalam Shalat

Hukum Gerakan Sia-Sia Di Dalam Shalat

Keengganan Para Sopir Untuk Shalat Jamaah

Hukum Menangguhkan Shalat Hingga Malam Hari

Hukum Meremehkan Shalat

Hukum Menangguhkan Shalat Subuh Dari Waktunya

Dampak Hukum Bagi yang Meninggalkan Shalat

Hukum Shalat Seorang Imam Tanpa Wudhu Karena Lupa

Hukum Orang yang Tayammum Menjadi Imam Para Makmum yang Berwudhu

Posisi Kedua Kaki Ketika Berdiri Dalam Shalat

Hukum Meninggalkan Salah Satu Rukun Shalat

Jika Ketika Shalat Ragu Apakah Ia Meninggalkan Salah Satu Rukun

Shalat Bersama Imam, Tapi Lupa Berapa Rakaat Yang Telah Dikerjakan

Hukum Shalat di Belakang Orang yang Menulis Tamimah Untuk Orang Lain

Hukum Shalat di Belakang Orang yang Berinteraksi Dengan Tamimah dan Sihir

Mengumumkan Barang Hilang Di Dalam Masjid, Bolehkah?

Seputar Posisi Makam Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam Di Masjid Nabawi

Shalatnya Penjaga Piket/Satpam

Hukum Membaca Al-Qur'an Dalam Shalat Secara Berurutan

Haruskah Imam Menunggu Makmum Masbuk Ketika Ruku

Shalat Dengan Mengenakan Pakaian Transparan

Hukum Pergi Ke Masjid Yang Jauh Agar Bisa Shalat Di Belakang Imam Yang Bagus Bacaannya

Sahkah Shalat Di Belakang Imam Yang Bacaanya Tidak Bagus?

HUKUM BACAAN AL-QUR'AN SEBELUM ADZAN JUM'AT

Meluruskan Barisan Hukumnya Sunat

Shalatnya Piket Penjaga / Satpam

Shalat Fardhu Bermamum Kepada Orang Yang Shalat Sunnat

Keengganan Para Sopir Untuk Shalat Berjama'ah

Bacaan Al-Quran Dengan Pengeras Suara Sebelum Shalat Subuh

Hukum Menangguhkan Shalat Hingga Malam Hari

Imam Menunggu Para Mamum Ketika Ruku

Mendengar Adzan Tetapi Tidak Datang Ke Masjid

Menempatkan Dupa Di Depan Orang-Orang Yang Sedang Shalat

Kapan Dibacakannya Doa Istikharah

Shalat Dengan Mengenakan Pakaian Bergambar

TATA CARA SHALAT DI PESAWAT

Menjama Shalat Dalam Kondisi Dingin

Menghadap Kiblat Ketika Buang Air

Hukum Shalat Bergeser Dari Arah Kiblat

Mendapatkan Najis Di Pakaian Setelah Melaksanakan Shalat

Sahkah Shalat Di Masjid Yang Ada Kuburan Di Dalamnya?

Doa Atau Dzikir Sebelum Adzan

Hukum Membaca Shalawat Kepada Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam Secara Berjamaah Di Setiap Akhir Shalat

Mana Yang Harus Didahulukan Mendengarkan Ta'lim Atau Tahiyatul Masjid?

Hukum Menahan Buang Angin Ketika Melaksanakan Shalat

Sahkah Shalat Seseorang Yang Terbuka Sebagian Kecil Dari Auratnya?

Beberapa Masalah Mengenai Sujud Syukur

Hukum Mengakhirkan Shalat Shubuh Hingga Terbit Matahari

Beberapa Masalah Tentang Shalat Jum'at Bagi Musafir

Aurat Terbuka Ketika Shalat

Wajibkah Mengqadha Puasa yang Tertinggal?

Do'a Qunut

Sunnah Sebelum Melaksanakan Shalat 'Ied

Membaca al-Qur'an di Rumah Selepas Shalat Subuh Sampai Terbit Matahari

Shalat Dua Rekaat Antara Adzan dan Iqamah


Info Khusus

Cinta Rasul

Ada Apa Dengan Valentine's Day ?

Manisnya Iman

Hukum Merayakan Hari Valentine

Adakah Amalan Khusus di Bulan Rajab?

Asyura' Dalam Perspektif Islam, Syi'ah & Kejawen..!!

Ada Apa Dengan Valentines Day?


Kajian Islam
· Ada Apa Dengan Valentine's Day..??
· Mutiara Fiqih Islam
· KITAB TAUHID 3
· Untuk Diketahui Setiap Muslim

SMS Dakwah Hari Ini

Allah berfirman,yang artinya, Tidak ada yang serupa dengan Dia dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.(QS.Asy-Syura:11)

( Index SMS Dakwah )

   


Telah Terbit Buku Fiqih Tingkat SMP/MTS/Ponpes :: Dapatkan !!! Buku-buku Keislaman yang berkualitas dengan harga terjangkau dalam Program Buku Murah Al-Sofwa :: DAPATKAN SEGERA !!! TEBAR BUKU TUNTUNAN THAHARAH & SHALAT Menurut Al-Qur'an & As-Sunnah ::

Kajian Islam


Mengalungkan Ayat-ayat al-Quran di Leher dengan Tujuan Sebagai Tolak Bala

1. Menulis Ayat-ayat al-Quran dan Membawanya Untuk Tolak Bala

Menurut pendapat ulama yang shahih, tidak diperbolehkan menuliskan al-Quran dalam bentuk buku atau huruf-huruf kemudian dikalungkan kepada seseorang, karena al-Quran diturunkan bukan untuk hal itu. Akan tetapi yang dibolehkan adalah membacakannya untuk orang yang mendapat musibah dan sakit.

Adapun menuliskannya dalam bentuk huruf-huruf kemudian dikalungkan kepada orang yang sedang sakit, maka perbuatan tersebut tidak diperbolehkan berdasarkan pendapat ulama yang shahih. Karena tidak berdasar dan cenderung kepada penghinaan kepada al-Quran. Juga karena bisa menjadi wasilah untuk menuliskan yang bukan al-Quran, dari jenis-jenis tolak bala yang dipenuhi kesyirikan dan lafazh-lafazh yang tidak dipahami artinya.

Apabila perbuatan mengalungkan ayat-ayat al-Quran dibolehkan, maka akan merembet kepada tulisan lain selain al-Quran. Akan muncul tulisan-tulisan syirik. Dan inilah yang nyata terjadi di antara para orang-orang bodoh yang sesat. Karena itulah perbuatan ini tidak diperbolehkan dan tidak dibukakan pintu ke arah sana sama sekali. Lebih-lebih lagi bila al-Quran dikalungkan untuk tujuan menolak bala yang belum terjadi atau agar orang lain tertarik kepadanya. Perbuatan ini sama sekali tidak diperbolehkan, tanpa perselisihan antara ulama sebatas yang saya ketahui. [1]

2. Menulis Ayat-ayat al-Quran dan Mengalungkannya di Leher

Telah diriwayatkan dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bahwasanya beliau bersabda,

Sesungguhnya ruqyah, jimat-jimat dan pengasihan adalah kesyirikan. (HR. Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah, Ibnu Hibban dan Al Hakim, dishahihkan oleh Ahmad, Abu Yala dan Al-Hakim).

Diriwayatkan dari Uqbah bin Amir radhiyallahu anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :

Barangsiapa menggantungkan jimat, semoga Allah tidak mengabulkan keinginannya dan barangsiapa menggantungkan wadaah (penangkal penyakit) semoga Allah tidak memberi ketenangan pada dirinya. [2]

Imam Ahmad meriwayatkan dari jalur lain dari Uqbah bin Amir radhiyallahu anhu dengan lafazh :

Barangsiapa mengalungkan jimat, maka ia telah berlaku syirik. [3]

Hadits-hadits lain yang semakna dengan ini banyak jumlahnya.

Jimat adalah sesuatu yang dikalungkan kepada anak-anak atau yang lain dengan tujuan untuk menolak mata jahat, jin, penyakit dan lain-lain. Sebagian orang menyebutnya Hirz atau Jamiah. [4] Jimat ada dua macam:

Pertama: Terbentuk dari nama-nama setan, tulang-tulang, paku, yaitu dengan tulisan-tulisan yang terputus-putus dan sejenisnya. Jenis ini jelas haram, tanpa ada kesangsian sama sekali, dikarenakan banyaknya dalil yang menunjukkan keharamannya.

Menggunakannya termasuk syirik kecil menurut hadits-hadits ini. Namun bisa menjadi syirik besar bila penggunanya menganggap bahwa jimat itulah yang menjaganya dan menyembuhkan penyakitnya, atau menolak bala tanpa ada campur tangan dari Allah dan kehendak-Nya.

Jenis kedua: Terbuat dari tulisan ayat-ayat al-Quran dan doa-doa nabi dan sejenisnya dari golongan doa-doa yang baik. Dalam jenis ini para ulama berbeda pendapat mengenainya. Sebagian membolehkannya dengan alasan tergolong sebagai ruqyah yang diperbolehkan. Dan sebagian lainnya tidak membolehkannya dan berpendapat bahwa jenis ini termasuk haram, dengan dua dasar:

Pertama: Keumuman hadits yang melarang jimat-jimat, ancaman bagi pelakunya dan dihukumi sebagai kesyirikan. Maka tidak boleh mengkhususkan jimat dan membolehkannya kecuali dengan dalil syari, sementara dalil yang menunjukkan pengkhususan tersebut tidak ada.

Adapun ruqyah, telah ada dalil dari hadits-hadits shahih yang menunjukkan, bahwa apabila ruqyah terdiri dari ayat-ayat al-Quran dan doa-doa yang dibolehkan, maka hukumnya boleh, bila diucapkan dengan lisan yang bisa dimengerti dan tidak menganggap bahwa ruqyah itulah yang mendatangkan manfaat. Tapi dengan keyakinan bahwa ruqyah itu hanya sebagai sebab dari datangnya manfaat yang diinginkan. Sabda Nabi shallallahu 'alaihi wasallam:

Diperbolehkan menggunakan mantera (ruqyah) selama tidak mengandung kesyirikan. [5]

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan sebagian shahabat beliau pernah melakukan ruqyah. Beliau bersabda:

Tidak ada ruqyah selain untuk menyembuhkan dari pandangan mata jahat atau gigitan hewan berbisa. [6]

Hadits-hadits dalam masalah ini banyak.

Adapun mengenai jimat, tidak ada satu dalilpun yang mengkhususkannya, maka wajib untuk mengharamkan segala jenis jimat, sebagai pengamalan dari dalil-dalil umum.

Dalil kedua: Menjaga terjadinya kesyirikan. Ini adalah perkara besar dalam syariat Islam. Telah dimaklumi, bahwa apabila kita membolehkan jimat dari ayat-ayat al-Quran dan doa-doa lainnya, maka pintu kesyirikan akan mulai terbuka. Jimat yang diharamkan tersamarkan dengan jimat yang diperbolehkan. Hingga kemudian sangat susah untuk membedakan antara keduanya. Karenanya maka wajib hukumnya untuk menutup pintu yang menuju kepada kesyirikan.

Pendapat inilah yang benar, berdasarkan kejelasan dalil-dalilnya. [7]

3. Menggantungkan Jimat dari al-Quran dan Sejenisnya

Jimat-jimat yang biasa dipakai oleh manusia ada dua jenis:

Pertama: Terbuat dari selain al-Quran.

Kedua: Terbuat dari al-Quran. Dalam hal ini pendapat para ulama terbagi menjadi dua.

Pendapat pertama, tidak boleh memakainya. Inilah pendapat Ibnu Masud dan Ibnu Abbas, dan pendapat yang nampak dari Hudzaifah, Uqbah bin Amir dan Ibnu Ukaim. Diikuti pula oleh para tabiin, di antaranya para shahabat Ibnu Masud. Termasuk Ahmad, dalam suatu riwayat yang dipilih oleh sebagian besar para shahabat dan orang-orang yang datang setelahnya.

Pendapat ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan Imam Ahmad, Abu Dawud dan selain keduanya, dari Ibnu Masud radhiyallahu anhu, ia berkata, Saya mendengar shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :

Sesungguhnya ruqyah, jimat-jimat dan pengasihan itu termasuk syirik. [8]

Syaikh Abdurrahman bin Hasan Alu Syaikh rahimahullah [9] berkata, Inilah yang benar, berdasarkan tiga hal, yang nampak bagi orang yang mau memperhatikan.

Pertama: Keumuman larangan dan ketiadaan dalil yang mengkhususkannya.

Kedua: Menjaga agar tidak terjadi yang tidak diinginkan (saddudz dzariah), karena bisa menyebabkan pemakaian jimat yang bukan dari al-Quran.

Ketiga: Dengan menggunakannya, maka ia bisa menghinakan al-Quran karena jimat itu akan ikut terbawa olehnya ketika buang air besar, istinja dan sejenisnya.

Pendapat kedua: Dibolehkan memakai jimat yang terbuat dari ayat-ayat al-Quran dan doa-doa syari. Ini pendapat Abdullah bin Amr bin Ash, dan yang nampak dari pendapat Aisyah. Pendapat ini diikuti oleh Abu Jafar al-Baqir dan Ahmad dalam suatu riwayat. Sementara hadits yang melarang ditafsirkan sebagai larangan untuk jimat yang mengandung kesyirikan. [10]

Adapun jimat yang terbuat dari selain al-Quran, seperti tulang-tulang, rumah kerang / siput, rambut serigala dan sejenisnya, jelas suatu kemungkaran yang diharamkan dengan dalil nash. Tidak boleh memakainya untuk anak-anak atau selainnya, berdasarkan sabda Nabi shallallahu 'alaihi wasallam:

Barangsiapa menggantungkan jimat, semoga Allah tidak mengabulkan keinginannya dan barangsiapa menggantungkan wadaah (penangkal penyakit) semoga Allah tidak memberi ketenangan pada dirinya. [11]

Barangsiapa mengalungkan jimat, maka ia telah berlaku syirik. [12]

4. Menjama Antara Hadits yang Melarang dan Membolehkan Dalam Masalah Ruqyah

Ruqyah yang dilarang adalah ruqyah yang mengandung kesyirikan atau menggunakan perantara kepada selain Allah, atau dengan lafazh-lafazh yang tidak dimengerti artinya. Adapun ruqyah yang tidak mengandung hal-hal yang tersebut di atas adalah ruqyah yang disyariatkan dan termasuk sebab-sebab kesembuhan yang besar, berdasarkan sabda Nabi shallallahu 'alaihi wasallam:

Diperbolehkan menggunakan mantera selama tidak mengandung kesyirikan. [13]

Dan sabda beliau :

Barangsiapa bisa memberikan manfaat kepada saudaranya, maka hendaklah ia melakukannya. [14] (HR. Muslim dalam kitab Shahihnya).

Tidak ada ruqyah selain untuk menyembuhkan dari pandangan mata jahat atau dari sengatan hewan berbisa. [15]

Maksudnya adalah tidak ada ruqyah yang lebih manjur selain ruqyah untuk menyembuhkan dua penyakit ini. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pernah meruqyah dan diruqyah.

Adapun mengalungkan sesuatu kepada orang sakit atau anak-anak maka ini tidak diperbolehkan. Ruqyah yang dikalungkan semacam ini disebut jimat.

Pendapat yang benar dalam hal ini adalah bahwa jimat termasuk jenis syirik yang diharamkan, berdasarkan hadits Nabi shallallahu 'alaihi wasallam:

Barangsiapa menggantungkan jimat, semoga Allah tidak mengabulkan keinginannya dan barangsiapa menggantungkan wadaah (penangkal penyakit) semoga Allah tidak memberi ketenangan pada dirinya. [16]

Barangsiapa mengalungkan jimat, maka ia telah berlaku syirik. [17]

Sesungguhnya ruqyah, jimat-jimat dan pengasihan itu termasuk syirik. [18]

Sementara itu para ulama masih berbeda pendapat mengenai jimat yang terbuat dari al-Quran atau doa-doa yang mubah, apakah termasuk yang diharamkan pula? Yang benar dalam hal ini bahwa jimat dalam jenis ini diharamkan, berdasarkan dua segi:

Pertama: Keumuman hadits yang melarangnya, yang mencakup jimat dengan Al-Quran maupun dengan selain al-Quran.

Kedua: Mencegah terjadinya kesyirikan. Sesungguhnya apabila jimat dari al-Quran dibolehkan, maka akan tercampur dengan jimat-jimat dari jenis lain dan tersamarkan hingga terbukalah pintu kesyirikan dengan tersebarnya semua jenis jimat. Telah dimaklumi bahwa mencegah sesuatu yang bisa menyebabkan kepada kesyirikan dan kemaksiatan termasuk kaidah syariyah terbesar. [19]

5. Membawa Kitab al-Hisnul Hassin dan Sejenisnya Sebagai Tolak Bala

Membawa buku-buku semisal al-Hasnul Hassin, Hirzul Jausy, Sabatul Uqud dan sejenisnya dengan tujuan untuk menjadikannya sebagai penolak bala, tidak diperbolehkan. [20]

6. Mengkhususkan Surat-surat al-Kahf, as-Sajdah, Yasin, Fushilat, ad-Dukhan, al-Waqiah, al-Hasyr dan al-Mulk Sebagai Ayat-ayat Penyelamat

Setiap ayat dan surat dalam al-Quran merupakan penyembuh hati, rahmat dan petunjuk bagi orang-oang yang beriman serta penyelamat bagi orang yang berpegang teguh dengannya dan mengambil petunjuknya dari kekufuran, kesesatan dan adzab yang pedih.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah menerangkan dengan ucapan, perbuatan dan persetujuannya terhadap diperbolehkan ruqyah [21], tapi tidak ada riwayat dari beliau bahwa beliau mengkhususkan delapan surat dalam al-Quran ini sebagai surat-surat penyelamat. Yang ada justru bahwa beliau memohonkan perlindungan untuk dirinya sendiri dengan surat al-Ikhlas, al-Falaq dan an-Naas, yang beliau baca tiga kali kemudian beliau tiupkan ke kedua telapak tangan setiap kali selesai, lalu mengusapkannya ke seluruh tubuh yang bisa dijangkau. [22]

Abu Said pernah meruqyah dengan al-Fatihah kepala suatu kaum kafir yang disengat binatang berbisa hingga ia sembuh dengan izin Allah Subhanahu wa ta'ala, dan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam membolehkan hal tersebut. [23]

Beliau juga membolehkan ruqyah dengan bacaan ayat Kursi ketika hendak tidur dan bahwa yang membacanya tidak akan didekati setan pada malam tersebut. [24]

Maka barangsiapa mengkhususkan surat-surat yang telah tersebut di atas sebagai surat-surat penyelamat, maka berarti ia bodoh dan telah berbuat bidah. Barangsiapa mengurutkan surat-surat ini dan memisahkan dari surat-surat lainnya dalam al-Quran, dengan tujuan mencari keselamatan, penjagaan diri dan mencari berkah, maka ia telah bermaksiat karena telah mengingkari urutan Mushaf Utsmany yang telah disepakati oleh para shahabat radhiyallahu anhum dan telah meninggalkan sebagian besar al-Quran dengan mengkhususkan sebagian kecil, yang tidak pernah dikhususkan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam atau salah seorang dari shahabatnya.

Dengan demikian maka wajib hukumnya untuk melarang perbuatan ini dan mencegah pencetakan model ini, sebagai pengingkaran terhadap kemungkaran. [25]

7. Membacakan Ayat al-Quran Atas Air Zam-Zam

Diriwayatkan dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bahwasanya beliau minum air zamzam, membawanya dan menganjurkan untuk meminumnya. Beliau bersabda,

Air zam-zam berkhasiat untuk tujuan meminumnya. [26]

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas radhiyallahu anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mendatangi tempat air dan minta minum darinya. Al-Abbas berkata, Wahai Fadhl, pergilah ke ibumu dan ambilkan air minum untuk Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Rasulullah berkata, Berilah aku minum. Ibnu Abbas berkata, Wahai Rasulullah, orang-orang telah memasukkan tangan-tangan mereka ke dalam air ini. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, Berilah aku minum. Maka beliau pun meminum dari air itu. Kemudian beliau mendatangi zamzam sementara orang-orang sedang memberi minum dan melakukan sesuatu di dalamnya. Beliau bersabda, Lakukanlah karena kalian berada di atas suatu perbuatan yang baik. Kemudian beliau meneruskan, Kalaulah tidak kalian dahului, niscaya aku akan turun dengan mengenakan ikatan. Maksudnya ikatan di kepalanya, beliau menunjuk kepada kepalanya. [27] (HR. Al-Bukhari).

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas radhiyallahu anhu, bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,

Air zamzam berkhasiat untuk tujuan meminumnya. Jika engkau meminumnya untuk tujuan meminta kesembuhan, maka Allah akan menyembuhkanmu. Jika engkau meminumnya agar kenyang, maka Allah akan mengenyangkanmu. Jika engkau meminumnya untuk menghilangkan kehausanmu, maka Allah akan menghilangkan hausmu. Zamzam adalah galian Jibril dan minuman Ismail. [28] (HR. ad-Daruquthni dan al-Hakim).

Diriwayatkan oleh Aisyah radhiyallahu anha bahwasanya beliau membawa air zamzam dan mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah membawanya. [29] (HR. At-Tirmidzi).

Dan masih banyak lagi hadits-hadits tentang fadhilah air zamzam dan kekhususannya.

Hadits-hadits ini meski sebagian ada beberapa catatan atasnya, tapi sebagian ulama menshahihkannya dan dilakukan oleh para shahabat, dan perbuatan itu terus dilakukan hingga saat ini. Hal ini dikuatkan oleh hadits riwayat Muslim dalam shahihnya bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda tentang air zamzam,

Sesungguhnya ia membawa keberkahan dan makanan yang mengenyangkan.

Abu Dawud meneruskan dengan sanad yang shahih,

Dan penyembuh penyakit.

Tapi tidak ada riwayat dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bahwasanya beliau membacakan ayat al-Quran atas air zamzam untuk diminumkan kepada salah seorang dari shahabatnya, atau mengusapkannya untuk suatu tujuan atau untuk meringankan suatu penyakit, meski keberkahan air zamzam sedemikian tinggi, manfaatnya yang nyata dan keinginan beliau yang kuat untuk memberikan kebaikan untuk umatnya. Padahal beliau sempat merasa sayang untuk meninggalkan zamzam sebelum hijrah dan dalam umrahnya berkali-kali serta haji yang dilakukan beliau setelah hijrah. Meski demikian tidak ada riwayat yang menyebutkan bahwa beliau menyuruh para shahabatnya untuk membacakan sesuatu atas air zamzam untuk penyembuhan sebagaimana air-air yang lain padahal hal tersebut lebih pantas untuk dilakukan atas air zamzam dikarenakan adanya keberkahan dan penyembuhan padanya, berdasarkan hadits-hadits yang telah disebutkan di atas. [30]


Catatan Kaki

[1] Fatwa Syaikh Al-Fauzan, Nur Alad Darbi, Juz I, Idad Fayis Musa Abu Syaikhah.

[2] Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam kitab Musnadnya 4/154.

[3] Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam kitab Musnadnya, 4/156 dari hadits Uqbah bin Amir Al Juhani radhiyallahu anhu.

[4] Adapun pengasihan adalah jimat yang diyakini bisa menjadikan suami sayang kepada istrinya atau sebaliknya.

[5] Diriwayatkan oleh Muslim, no. 2200 dalam kitab Salaam, bab Diperbolehkan meruqyah selama tidak mengandung kesyirikan. Adapun sabda beliau, Sesungguhnya ruqyah, jimat-jimat dan pengasihan itu termasuk syirik. Maksudnya adalah ruqyah yang tidak syari dengan menyebut nama-nama setan dan jin serta nama-nama asing lainnya.

[6] Diriwayatkan oleh Ahmad dalam Musnadnya, 4/438 dan at-Tirmidzi no. 2957 dalam kitab ath-Thib, bab (15), Abu Dawud, no. 3884 dalam kitab ath-Thib, bab (17).

[7] Majmu Fatawa wa Maqalatusy Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah, 1/383-385.

[8] Cuplikan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam hadits panjang (1/381) dengan no. 3615 dan ia berkata, Hadits ini hasan. Dan diriwayatkan oleh Abu Dawud, no. 3883 dalam kitab ath-Thibb, bab Menggantungkan jimat-jimat.

[9] Lihat Fathul Majid, Syarah Kitab Tauhid, karangan Abdurrahman bin Hasan Alu Syaikh, tahqiq Dr. al-Walid bin Abdurrahman Alu Furayyan, 1/244.

[10] Lihat Fatawa wa Rasailusy Syaikh Ibnu Baz rahimahullah, editor Abdussalam Yaqub, 1/88.

[11] Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam kitab Musnad-nya, 4/154.

[12] Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam kitab Musnad-nya, 4/156 dari hadits Uqbah bin Amir radhiyallahu.

[13] Diriwayatkan oleh Muslim, no. 2200 dalam kitab Salaam, bab Diperbolehkan meruqyah selama tidak mengandung kesyirikan..

[14] Diriwayatkan oleh Muslim, no. 2199/61 kitab as-Salaam, bab Disunnahkannya Ruqyah untuk mengobati mata jahat (sawan), (gigitan) semut, dan pandangan.

[15] Diriwayatkan oleh Ahmad dalam Musnad-nya, 4/438 dan at-Tirmidzi, no. 2957 dalam kitab ath-Thib, bab (15), Abu Dawud, no. 3884 dalam kitab ath-Thib, bab (17).

[16] Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam kitab Musnadnya, 4/154.

[17] Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam kitab Musnadnya, (4/156) dari hadits Uqbah bin Amir Al-Juhani radhiyallahu anhu.

[18] Cuplikan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam hadits panjang, 1/381 dengan no. 3615 dan ia berkata, Hadits ini hasan. Dan diriwayatkan oleh Abu Dawud, no. 3883 dalam kitab ath-Thibb, bab Menggantungkan jimat-jimat.

[19] Fatawa wa Rasailusy Syaikh Bin Baz rahimahullah, editor Abdussalam Yaqub, 1/96 97.

[20] Fatawa wa Rasailusy Syaikh Bin Baz rahimahullah, editor Abdussalam Yaqub, 1/150.

[21] Diriwayatkan oleh Anas bin Malik radhiyallahu anhu bahwa ia berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memberi keringanan untuk membolehkan ruqyah dari mata jahat (sawan), sengatan dan (gigitan) semut. Diriwayatkan oleh Muslim, no. 2196 kitab as-Salaam, bab Disunnahkannya ruqyah dari mata jahat (sawan).
Dari Auf bin Malik radhiyallahu anhu, ia berkata, Kami pernah melakukan ruqyah pada jaman jahiliyah, kemudian kami bertanya, Wahai Rasulullah, bagaimana hukum ruqyah kami tersebut ? Beliau menjawab, Tunjukkan padaku ruqyah kalian tersebut. Tidak mengapa menggunakan ruqyah selama tidak mengandung kesyirikan. HR. Muslim, no. 2200 kitab As-Salaam, bab Diperbolehkan ruqyah selama tidak mengandung kesyirikan

[22] Diriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu anha, ia berkata, Bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam apabila berkehendak untuk tidur setiap malam, beliau menggabungkan kedua telapak tangannya dan meniupkan kepadanya dengan membaca Qul Huwallahu Ahad, Qul Auudzu Birabbil Falaq dan surat Qul Auudzu Birabbin Naas kemudian beliau mengusapkan ke seluruh tubuh yang bisa dijangkau, dimulai dari kepalanya, wajahnya dan tubuh bagian depan, dilakukan sebanyak tiga kali. HR. al-Bukhari, no. 5017 kitab Fadhailul Quran, bab Keutamaan tiga surat muawwidzaat.

[23] Kisah tentang Abu Said yang meruqyah salah seorang kepala suku kaum kafir yang disengat binatang berbisa, kemudian sembuh karenanya dengan seizin Allah Subhanahu wa ta'ala, dikisahkan oleh al-Bukhari dalam haditsnya no. 2276 dalam kitab Ijarah, bab Upah atas ruqyah dengan al-Fatihah terhadap suatu kaum Arab. Dan diriwayatkan pula oleh Muslim, no. 2201 dalam as-Salaam, bab Diperbolehkannya mengambil upah atas ruqyah dengan ayat al-Quran dan dzikir-dzikir.

[24] Yaitu pada kisah seorang pencuri yang tertangkap saat datang kepada Abu Hurairah radhiyallahu anhu untuk mencuri harta zakat. Kemudian Abu Hurairah radhiyallahu anhu menceritakan pengakuan pencuri tersebut kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, maka beliau mengatakan bahwa dia adalah setan, dan beliau membenarkan apa yang disebutkan oleh setan tersebut kepada Abu Hurairah radhiyallahu anhu tentang fadhilah ayat Kursi : Jika engkau berkehendak tidur, maka bacalah ayat Kursi, maka niscaya engkau akan selalu dijaga oleh Allah dan engkau tidak akan didekati setan hingga menjelang pagi. Diriwayatkan oleh al-Bukhari, no. 2311 dalam kitab Wakalah, bab Jika seseorang mewakilkan kepada orang lain dan diriwayatkan pula no. 3275 dan 5010.

[25] Fatawa Lajnah Ad-Daimah, no. 1260.

[26] Diriwayatkan oleh Ibnu Majah, no. 3062 dan Ahmad dalam Musnad-nya, no. 3/357.
Catatan : Saya telah mendengar Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah berkata tentang hadits : Air zamzam berkhasiat untuk tujuan meminumnya. Dalam acara Nur Alad Darbi pada hari Jumat tanggal 24/4/1420 H, beliau berkata, Terdapat kelemahan dalam sanad hadits ini.

[27] Diriwayatkan oleh al-Bukhari, no. 1635 kitab Al-Hajj, bab Memberi minum orang yang berhaji.

[28] Diriwayatkan oleh al-Hakim, 1/473 dan ad-Daruquthni, 2/279.

[29] Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi, no. 963 dan ia berkata, Hadits ini shahih gharib, tidak diketahui selain dari jalur riwayat ini. al-Albani menshahihkannya dalam kitab as-Silsilatush Shahihah, no. 883.

[30] Fatawa Lajnah Ad-Daimah, no. 1515.

Hit : 0 | IndexJudul | IndexSubjudul | kirim ke teman | versi cetak 

 
   
Statistik Situs
Kamis,5-12-2019 M 27:19:14 
Hijri: 8 Rabiuts Tsani 1441 H
Hits ...: 238892775
Online : 110 users

Pencarian

cari di  

 

Iklan

















Jajak Pendapat
Rubrik apa yang paling anda sukai di situs ini ?

Analisa
Buletin
Fatwa
Kajian
Khutbah
Kisah
Konsultasi
Nama Islami
Quran
Tarikh
Tokoh
Doa
Hadits
Mu'jizat
Sakinah
Akidah
Fiqih
Sastra
Resensi
Dunia Islam
Berita Kegiatan
Kaset
Kegiatan
Materi KIT
Firqah
Ekonomi Islam
Senyum
Download


Hasil Jajak Pendapat

Mutiara Hikmah

Imam Syafi-i berkata, Bersabaralah terhadap berbagai musibah dan mohonlah perlindungan kepada Allah dari neraka dengan bertakwa. (Manaqib Imam Syafi'i)

( Index Mutiara )


Fiqh Wanita

Benarkah Kaum Wanita Tidak Boleh Masuk Masjid Karena Mereka Adalah Najis

Jika Mendapat Kesucian Setelah Shubuh

Haid Datang Beberapa Saat Sebelum Matahari Terbenam

Merasa Ada Darah Tapi Belum Keluar Sebelum Matahari Terbenam

Hukum Wanita Yang Mandi Setelah Jima', Kemudian Keluar Cairan Dari Kemaluannya

Hukum Orang Yang Kentut Terus Menerus.

Shalat Dengan Pakaian Terkena Najis

Hukum Orang Haidh Berdiam di Masjid

Hukum air kencing anak yang mengenai pakaian wanita

Menggunakan air laut untuk berwudlu

Hukum Operasi Cesar

Menyentuh wanita dalam keadaan berwudhu'

Menyentuh wanita asing(selain isteri) dalam keadaan berwudhu'

Hukum membawa Mushaf ke dalam WC

Bersuci dari Air Kencing Bayi

Hukum Wudhunya Orang yang Menggunakan Kutek

Hukum Wudhunya Orang yang Menggunakan Inai (Pacar)

Hukum Wudhunya Wanita yang Tidak Menghilangkan Kutek

Membasuh Kepala Bagi Wanita

Hukum Mengusap Rambut yang Disanggul (dikepang)

Sifat Mandi Junub dan Perbedaan dengan Mandi Haidh

Melepaskan Ikatan Rambut Untuk Mandi Haidh

Haruskah Meresapkan Air ke Dalam Kulit Kepala Dalam Mandi Junub?

Samakah Wanita yang Memiliki Rambut Panjang yang Tidak Digulung dengan yang Digulung

Hukum Mengusap Kain Penutup Kepala Saat Mandi Junub

Haruskah Dua Kali Bersuci Karena Dua Hadats

Wajib Mandikah Wanita Yang Bermimpi (Mimpi Basah)

Jika Seorang Wanita Bermimpi dan Mengeluarkan Cairan yang Tidak Mengenai Pakaiannya, Apakah Ia Wajib Mandi

Wajib Mandikah Bila Keluarnya Mani Karena Syahwat Tanpa Bersetubuh

Berdosakah Seorang Wanita yang Mimpi Bersetubuh Dengan Seorang Pria

Wajib Mandikah Jika Seorang Wanita Memasukkan Tangannya ke Dalam Kemaluannya atau Jika Seorang Dokter Memasukkan Tangannya ke Dalam Kemaluannya

Jika Seorang Ragu Tentang Junubnya

Bolehkah Menunda Mandi Wajib Hingga Terbit Fajar

Bolehkah Orang yang Junub Tidur Sebelum Berwudhu

Mandi Junub Merangkap Mandi Jum'at, atau Merangkap Mandi Haidh dan Mandi Nifas

Apakah Penggunaan Inai Pada Masa Haidh Akan Mempengaruhi Sahnya Mandi Setelah Masa Haidh?

Apakah Tubuh Orang yang Sedang Junub Itu Najis Sebelum Ia Mandi Junub

Masa di Mana Para Wanita yang Sedang Nifas Tidak Boleh Melaksanakan Shalat

Pendapat yang Kuat Tentang Masa Nifas

Nifas, Suci Sebelum Empat Puluh Hari Lalu Berpuasa

Apakah Wanita Nifas yang Suci Sebelum Genap Empat Puluh Hari Tetap Wajib Melaksanakan Ibadah

Nifas, Jika Darah Terus Mengalir Setelah Empat Puluh Hari

Darah Nifas Berhenti Sebelum Empat Puluh Hari, Apakah Hal Ini Membolehkan Shalat Walaupun Darah Itu Kembali Lagi Pada Hari Keempat Puluh

Apakah Masa Nifas Itu Dapat Lebih dari Empat Puluh Hari?

Tidak Mengeluarkan Darah Setelah Melahirkan, Bolehkah Suaminya Mencampurinya?

Jika Wanita Hamil Keluar Darah Banyak Tapi Bayi yang Dikandungnya Tidak Keluar ( Keguguran )

Bila Seorang Wanita Hamil Mengalami Goncangan Namun Ia Tidak Tahu Apakah Kandungannya Keguguran atau Tidak, Dalam Keadaan Ia Mengalami Haidh

Hukum Darah yang Menyertai Keguguran Prematur Sebelum Sempurnanya Bentuk Janin dan Setelah Sempurnanya Janin

Hukum Darah yang Mengalir Terus Menerus Dalam Waktu yang Lama Setelah Keguguran

Keguguran Pada Umur Tiga Bulan Kehamilan, Apakah Tetap Wajib Shalat

Hukum Darah yang Keluar Setelah Keluarnya Janin ( Keguguran )

Keguguran Sebelum dan Setelah Terbentuknya Janin

Banyak Mengeluarkan Darah Saat Keguguran

Keguguran Pada Bulan Ketiga dari Masa Kehamilan, Kemudian Setelah Lima Hari Melaksanakan Puasa dan Shalat

Wajibkah Puasa dan Shalat Bagi Wanita yang Mengalami Keguguran

Kapankah Darah Keguguran Prematur Dianggap Darah Nifas

Mengeluarkan Darah Lebih dari Tiga Hari Sebelum Persalinan

Mengeluarkan Darah Lima Hari Sebelum Datangnya Masa Nifas

Mengeluarkan Darah Satu atau Dua Hari Sebelum Persalinan

Kewajiban Wanita Nifas Pada Akhir Masa Nifas

Darah Nifas Mengalir Kembali Setelah Empat Puluh Hari

Hukum Darah Nifas yang Keluar Lagi

Hal-hal yang Mewajibkan Mandi

Hukum Berhadats Kecil Dan Menyentuh Mushaf

Mencium Istri Tidak Membatalkan Wudhu

Darah Nifas Berhenti Kemudian Kembali Lagi Setelah Empat Puluh Hari

Yang Dibolehkan Bagi Suami Terhadap Istrinya yang Sedang Nifas

Apakah Disyaratkan Empat Puluh Hari untuk Dibolehkannya Mencampuri Istri Setelah Melahirkan

Hukum Membaca Al-Quran Tanpa Wudhu

Boleh Menyentuh Kaset Rekaman Al-Quran Bagi Yang Sedang Junub

Bersetubuh Setelah Tiga Puluh Hari Melahirkan

Darah yang Keluar dari Wanita yang Melahirkan Melalui Operasi

Apakah Tubuh Wanita Nifas Menjadi Najis

Apakah Tubuh Wanita Nifas Menjadi Najis

Cara Shalat Wanita yang Terus Mengeluarkan Darah

Seorang Wanita Meninggalkan Shalat Karena Mengeluarkan Darah, Lalu Beberapa Hari Kemudian Ia Mengeluarkan Da-rah Haidh yang Sebenarnya

Setelah Operasi dan Sebelum Masa Haidh Mengeluarkan Darah Hitam, Kemudian Setelah Itu Masa Haidh Datang

Seorang Wanita Telah Berhenti Masa Haidhnya Karena Usianya yang Sudah Lanjut Kemudian Dalam Suatu Perjalanan Ia Mengeluarkan Darah Terus Menerus

Wanita Mengeluarkan Darah yang Bukan Darah Haidh dan Bukan Pula Darah Nifas

Setelah Bersuci dari Haidh yang Biasanya Selama Sem-bilan atau Sepuluh Hari, Keluar Lagi Darah Pada Waktu-waktu yang Tidak Tentu

Di Bulan Ramadhan Mengeluarkan Darah Sedikit yang Terus Berlanjut Sepanjang Bulan

Setelah Nifas Mengeluarkan Darah Sedikit yang Bukan di Masa Haidh

Cara Bersucinya Wanita Mustahadhah

Perbedaan Antara Darah Haidh dan Darah Istihadhah

Penjelasan Tentang Cairan Berwarna Kuning dan Cairan Keruh Serta Hukumnya, Juga Tentang Cairan Putih (Keputihan)

Penggunaan Pil-pil Pencegah Kehamilan Mengakibatkan Timbulnya Cairan Keruh yang Merusak Haidh

Mengeluarkan Cairan Keruh Sehari atau Dua Hari Sebelum Datangnya Masa Haidh

Hukum Cairan Kuning yang Keluar Sehari atau Dua Hari Sebelum Masa Haidh

Meninggalkan Shalat Karena Mengeluarkan Cairan Keruh Sebelum Haidh

Hukum Cairan Kuning yang Keluar dari Wanita Setelah Suci

Mengeluarkan Tetasan Bening yang Berwarna Agak Kuning di Luar Waktu Haidh

Apakah Cairan yang Keluar dari Wanita Itu Najis dan Membatalkan Wudhu

Hukum Orang yang Yakin Bahwa Cairan-cairan Itu Tidak Membatalkan Wudhu

Jika Wanita yang Mengeluarkan Cairan Terus Menerus Itu Berwudhu, Bolehkah Ia Melakukan Shalat Sunat dan Membaca Al-Qur'an

Jika Wanita yang Mengeluarkan Cairan Terus Menerus Itu Berwudhu, Tapi Kemudian Setelah Berwudhu Itu dan Sebelum Shalat Cairan Itu Keluar Lagi

Bolehkah Wanita yang Terus Mengeluarkan Cairan Melakukan Shalat Dhuha Dengan Wudhu Shalat Shubuh

Bolehkah Melakukan Shalat Tahajud Dengan Wudhu Shalat Isya Bagi Wanita yang Terus Mengeluarkan Cairan?

Cukupkah Membasuh Anggota Wudhu Bagi Wanita Yang Terus Mengeluarkan Cairan?

Bagaimana Hukumnya Jika Cairan Itu Mengenai Bagian Tubuh

Tidak Berwudhu Saat Mengeluarkan Cairan Itu Karena Tidak Tahu

Mengapa Tidak Ada Riwayat dari Rasulullah SAW yang Menyatakan Bahwa Cairan yang Keluar dari Wanita Dapat Membatalkan Wudhu, Sementara Para Shahabiyah Sangat Menjaga Cairan yang Keluar ?

Apa Betul Syaikh Ibnu Utsaimin Berpendapat Bahwa Cairan Tidak Membatalkan Wudhu ?

Mengeluarkan Cairan Setelah Mandi Junub dan Setelah Bangun Tidur

Wanita Hamil Mengeluarkan Cairan Sejak Satu Bulan

Cairan Kuning yang Keluar dari Wanita Perawan dan Janda Tanpa Mimpi

Keluarnya Mani Beserta Air Kencing Kemudian Setelah Itu Keluar Mani Tanpa Syahwat

Saya Mengeluarkan Cairan Putih dan Terkadang Cairan Itu Keluar Ketika Saya Sedang Shalat

Hukum Cairan yang Keluar Setetes Demi Setetes

Hukum Membaca Kitab Tafsir Bagi Wanita Haidh

Bagaimana Shalat Orang Yang Mengidap Penyakit Kencing Netes?

Hukum Kencing Berdiri

Panas Matahari Tidak Menghilangkan Najis

Terkena Najis Setelah Berwudhu

Doa Membasuh Muka Pada Saat Berwudhu.

Doa Mandi Junub

Terkena Najis Setelah Berwudhu

Apakah Menyentuh Wanita Membatalkan Wudhu?

Hukum Mimpi (junub) Namun Tidak Keluar Mani

Menyisir Rambut dan Memotong Kuku Saat Haidh


Senyum
Tes Kecerdasan !
Jawablah pertanyaan dibawah ini tanpa melihat kunci jawaban terlebih dahulu !

Pertanyaan pertama: jika anda sedang mengikuti lomba lari, kamudian anda bisa mendahului pelari yang kedua, maka pada urutan berapakah anda sekarang?????

Jawaban !
jika anda menjawab bahwa anda diurutan pertama
Maka jawaban anda salah
Sebab jika anda mendahului pelari kedua maka anda hanya menggantikan posisinya diurutan kedua tidak menggantikan posisi pelari urutan pertama.

Sekarang soal kedua: tapi jawablah dengan cepat gak pake lama, oke ?

Pertanyaan: jika anda mendahului pelari terakhir, maka anda diurutan ????

Jawaban:
Jika jawaban anda adalah terakhir atau sebelum akhir, maka jawaban anda salah

Karena bagaimana mungkin anda mendahului pelari terakhir padahal yang terakhir itu adalah anda !!!?


Fatwa Puasa

Kapan Remaja Putri Diwajibkan untuk Berpuasa?

Remaja Putri Berusia Dua Belas atau Tiga Belas Tahun Tidak Berpuasa di Bulan Ramadhan

Tidak Berpuasa Selama Masa Haidh, dan Setiap Kali Tidak Berpuasa Ia Memberi Makan, Apakah Wajib Qadha Baginya

Istri Saya Hamil dan Mengeluarkan Darah Pada Permulaan Ramadhan

Mendapat Kesucian dari Haidh atau dari Nifas Sebelum Fajar dan Tidak Mandi Kecuali Setelah Fajar

Seorang Wanita Mendapat Kesuciannya dari Nifas Dalam Satu Pekan, Kemudian Ia Berpuasa Bersama Kaum Muslimin, Setelah Itu Darah Tersebut Datang Lagi

Mendapat Kesucian Setelah Tujuh Hari Melahirkan Lalu Berpuasa di Bulan Ramadhan

Setelah Empat Puluh Hari Sejak Melahirkan, Darah yang Keluar Berubah, Apakah Saya Harus Shalat dan Puasa

Melahirkan di Bulan Ramadhan dan Tidak Mengqadha Setelah Bulan Ramadhan Karena Ada Kekhawatiran Pada Bayi, Kemudian Pada Bulan Ramadhan Selanjutnya Ia Melahirkan Lagi

Bagaimana Hukumnya Wanita Hamil Dan Menyusui Jika Tidak Berpuasa Pada Bulan Ramadhan

Bagaimana Hukumnya Jika Wanita Menyusui Tidak Berpuasa Pada Bulan Ramadhan

Bolehkah Wanita Hamil Tidak Berpuasa

Bagaimana Hukumnya Wanita Hamil yang Tidak Puasa Karena Khawatir Terhadap Janinnya

Meninggalkan Puasa Dengan Sengaja Selama Enam Hari di Bulan Ramadhan Karena Ujian Sekolah

Memaksa Isteri untuk Tidak Berpuasa Dengan Cara Mencampurinya

Memaksa Istri untuk Tidak Berpuasa

Seorang Pria Musafir Tiba di Rumahnya Pada Siang Hari Ramadhan Lalu Ingin Menggauli Istrinya

Apakah Keluar Darah dari yang Hamil Termasuk yang Membatalkan Shaum

Suami Mencium dan Mencumbui Istrinya di Siang Hari Ramadhan

Mencampuri Istri di Siang Hari Ramadhan -1

Mencampuri Istri di Siang Hari Ramadhan -2

Mencampuri Istri di Siang Hari Ramadhan - 3

Hukum Menggunakan Celak Mata dan Perlengkapan Kecantikan Lainnya di Siang Hari Ramadhan -1

Hukum Menggunakan Celak Mata dan Perlengkapan Kecantikan Lainnya di Siang Hari Ramadhan -2

Hukum Menggunakan Celak Mata dan Perlengkapan Kecantikan Lainnya di Siang Hari Ramadhan -3

Menggunakan Inai Pada Rambut Saat Berpuasa

Mengobati Pilek dengan Obat yang Dihirup Melalui Hidung

Apakah Keluarnya Air Ketuban Dapat Membatalkan Puasa

Mengqadha Puasa Bagi yang Tidak Puasa Karena Hamil

Tidak Mampu Mengqadha Puasa

Tidak Berpuasa Karena Sakit Lalu Meninggal Beberapa Hari Setelah Ramadhan

Orang Meninggal yang Mempunyai Tanggungan Puasa

Sekarang Berusia Lima Puluh Tahun, Dua Puluh Tujuh Tahun yang Lalu Tidak Menjalankan Puasa Ramadhan Selama Lima Belas Hari

Beberapa Tahun yang Lalu Tidak Berpuasa Ramadhan Karena Haidh dan Belum Mengqadhanya

Mempunyai Utang Puasa Selama Dua Ratus Hari Karena Ketidaktahuannya dan Sekarang Sedang Sakit

Minum Obat Beberapa Saat Setelah Fajar

Di Depan Keluarganya Ia Berpuasa, Namun Sebenarnya Dengan Cara Sembunyi-sembunyi Ia Tidak Berpuasa Selama Tiga Bulan Ramadhan

Bulan Ramadhan Kedua Telah Datang Tapi Ia Belum Mengqadha Puasa Ramadhan yang Lalu

Tidak Pernah Mengqadha Puasa yang Ditinggalkannya Karena Haidh Sejak Diwajibkan Baginya Berpuasa

Tidak Berpuasa Karena Menyusui Anaknya Dan Belum Mengqadhanya, Kini Anak Itu Telah Berusia Dua Puluh Empat Tahun

Belum Mengqadha Puasa yang Ditinggalkan Pada Dua Tahun Pertama Sejak Menjalankan Puasa Wajib

Menunda Qadha Puasa Hingga

Hikmah dari Diwajibkannya Mengqadha Puasa Tanpa Mengqadha Shalat Bagi Wanita Haidh

Tidak Berpuasa Selama Dua Ramadhan Karena Sakit, Kemudian Pada Ramadhan Ketiga Ia Berpuasa, Apa yang Harus Dilakukan untuk Dua Ramadhan yang Telah Lewat

Meninggalkan Puasa Ramadhan Selama Empat Tahun Karena Gangguan Kejiwaan

Ibu Saya Telah Lanjut Usia, Ia Berpuasa Selama Lima Belas Hari Kemudian Tidak Berpuasa Karena Tak Sanggup Puasa

Mencegah Haidh Agar Bisa Berpuasa

Saya Pernah Bertanya Kepada Seorang Dokter, Ia Mengatakan, Bahwa Pil Pencegah Haidh Itu Tidak Berbahaya

Mengkonsumsi Pil Pencegah Haidh Agar Bisa Berpuasa Bersama Orang-Orang Lainnya

Hukum Mencicipi Makanan Ketika Berpuasa

Mengeluarkan Darah Selama Tiga Tahun, Apa yang Harus Dilakukan di Bulan Ramadhan

Bernadzar untuk Berpuasa Selama Satu Tahun

Hukum Mengisi Bulan Ramadhan Dengan Begadang, Berjalan-jalan di Pasar dan Tidur

Faktor-faktor yang Mendukung Wanita di Bulan Ramadhan

Apa Hukum Berbicara Dengan Seorang Wanita atau Menyentuh Tangannya di Siang Hari Ramadhan

Mengakhirkan Qadha Puasa Ramadhan Hingga Datang Ramadhan Berikutnya.

Berlebihan Dalam Hidangan Buka Puasa

Nilai Sosial Puasa

Apa Yang Lazim Dan Yang Wajib Dilakukan Orang Yang Berpuasa?

Tetesan Obat Mata Tidak Merusak Puasa

Menelan Pil Pencegah Haid

Mencampuri Isteri Pada Hari yang Diragukan

Memberi Makan Kaum Miskin Sebagai Pengganti Puasa Orang Lanjut Usia

Orang yang Tidak Mampu Berpuasa

Terapi di Bulan Ramadhan

Berbukanya Musafir

Berbukanya Wanita Hamil dan Wanita yang Menyusui

Onani/Masturbasi dan Bersetubuh di Siang Bulan Ramadhan

Hukum Darah yang Keluar dari Orang yang Sedang Berpuasa

Masih makan dan minum saat fajar karena ia tidak tahu.

Menonton Televisi Bagi yang Berpuasa

Seorang Musafir Tidak Berpuasa Lalu Ia Memaksa Isterinya yang Sedang Berpuasa untuk Berhubungan Badan

Wajib Puasa Bagi Wanita yang Telah Haidh

Bila Seorang Wanita Melanjutkan Puasanya Kendatipun Keluar Darah Haidh

Mengqadha Puasa Beberapa Tahun

Menyepelekan Puasa Sejak Pertama Kali Mengalami Haidh

Berbuka Karena Kesibukannya Dalam Bangunan dan Persiapan Nikah

Orang yang Meninggal di Bulan Ramadhan Tidak Wajib Mengqadha Sisa Harinya

Puasa dan Terapi

Sekitar Nadzar Puasa

Bertekad Puasa Tiga Hari (Tgl 13, 14, 15)

Puasa Pada Hari Sabtu

Hukum Puasanya Orang Yang Tidak Shalat Tarawih

Hukum Mencium Bagi yang Berpuasa

Darah yang Merusak Puasa

Hukum Berbekam Bagi yang Berpuasa dan Hukum Keluarnya Darah

Meninggal Pada Bulan Ramadhan

Terlihatnya Hilal (Bulan) Ramadhan Atau Syawwal di Suatu Negara Tidak Mengharuskan Negara-Negara Lain Mengikutinya

Tidur Sepanjang Hari Ketika Puasa

Berkumur Sampai Airnya Masuk ke Tenggorokan

Hukum Menggunakan Minyak Wangi di Siang Bulan Ramadhan

Makan Karena Lupa Ketika Puasa

Banyak Mandi Ketika Puasa

Tidak Mengqadha Puasa Karena Menghawatirkan Bayinya

Laksanakan Puasa Qadha Lebih Dulu

Panjangnya Malam dan Siang Saat Ramadhan

Negara yang Terlambat Terbenamnya Matahari

Anak Kecil Tidak Wajib Puasa Tapi Disuruh Melaksanakannya

Berbuka Berdasarkan Pemberitahuan Penyiar

Puasa Wishal

Hukum Hidangan Orang Tua

Itikaf dan Syaratnya

Hukum Makan Sahur Ketika Adzan Subuh Atau Beberapa Saat Setelahnya

Tanda Subuh Adalah Terbitnya Fajar

Berpedoman Pada Ruyat (Penglihatan) Biasa

Puasa Berdasarkan Satu Ruyat (Penglihatan)

Minum Karena Tidak Tahu Sudah Subuh

Menggunakan Pasta Gigi Saat Berpuasa

Penderita Mag Dan Puasa

Jika Seorang Wanita Suci Setelah Subuh, Maka Ia Harus Berpuasa Dan Mengqadha

Puasa Dan Junub

Puasanya Orang Yang Meninggalkan Shalat. Berpuasa Tapi Tidak Shalat

Bersetubuh Di Siang Hari Ramadhan Ketika Safar

Sahur Setelah Subuh

Minum Setelah Adzan Subuh

Minum Ketika Adzan Subuh

Suntikan Di Siang Hari Ramadhan

Hukum Mengeluarkan Darah Dari Orang Yang Sedang Berpuasa

Hukum Cuci Darah Bagi Yang Berpuasa

Hukum Menggunakan Krim Kulit

Hukum Menggunakan Inhaler Bagi Yang Berpuasa

Apakah Debu Membatalkan Puasa?

Hukum Orang Yang Puasa Dan Shalat Hanya Pada Bulan Ramadhan

Hukum Orang Yang Puasa Tapi Tidak Shalat

Menggunakan Siwak Di Bulan Ramadhan

Hukum Bersiwak Bagi Yang Berpuasa Setelah Tergelincirnya Matahari

Apakah Tanggalnya Gigi Geraham Orang Yang Sedang Berpuasa Membatalkan Puasanya?

Hukum Berenang Bagi Orang Yang Sedang Berpuasa

Mencicipi Makanan Oleh Orang Yang Sedang Berpuasa

Menunda Qadha Puasa Hingga Tiba Ramadhan Berikutnya

Menghadiahkan Pahala Puasa Untuk Orang Yang Sudah Meninggal

Orang Yang Meninggal Dengan Menanggung Qadha Puasa

Apakah orang yang meninggal dengan menanggung utang qadha puasa boleh dipuasakan untuknya (diqadhakan)?

Hukum Mengqadha Enam Hari Puasa Syawwal

Mengqadha Enam Hari Puasa Ramadhan di Bulan Syawwal, Apakah Mendapat Pahala Puasa Syawwal Enam Hari

Apakah Suami Berhak untuk Melarang Istrinya Berpuasa Sunat

Hukum Puasa Sunnah Bagi Wanita Bersuami

Hukum Zakat Yang Diserahkan Ke Lembaga Zakat Atau Instansi Pemerintah

Wajibnya Zakat Pada Perhiasan Wanita Yang Digunakan Sebagai Pehiasan Atau Dipinjamkan, Baik Berupa Emas Maupun Perak

Wajibnya Zakat Pada Perhiasan Wanita Jika Mencapai Nishab Dan Tidak Diproyeksikan Untuk Perdagangan

Apakah Seorang Wanita Harus Menggabungkan Perhiasan Putri-Putrinya Ketika Hendak Mengeluarkan Zakat Perhiasannya?

Apa Hukum Zakat Perhiasan Yang Dikenakan

Hukum Buka Warung Di Siang Hari Bulan Ramadhan

Lupa Meniatkan Puasa Bulan Syawwal Dari Sejak Malam Hari, Sah Tidak?

BAGAIMANA MENENTUKAN AWAL PUASA

HIKMAH DIWAJIBKAN MENGQADHA PUASA TETAPI TIDAK MENGQADHA SHALAT

BAGAIMANA PUASA YANG BENAR?

NIAT BERBUKA,TAPI BELUM MAKAN DAN MINUM APAKAH MEMBATALKAN PUASA?

beberapa tanda Lailatul Qadr

Puasa Muharram dan 'Asyura

Nilai Sosial Puasa

Apa Yang Lazim Dan Yang Wajib Dilakukan Orang Yang Berpuasa

Tetesan Air Mata Tidak Merusak Puasa

Menelan Pil Pencegah Haid

Berlebihan Dalam Hidangan Buka Puasa

Hukum Makan Sahur Ketika Adzan Subuh Atau Beberapa Saat Setelahnya

Menggunakan Pasta Gigi Saat Berpuasa

Penderita Mag Dan Puasa

Bersetubuh Di Siang Hari Ramadhan Ketika Safar

Suntikan Di Siang Hari Ramadhan

Hukum Mengeluarkan Darah Dari Orang Yang Sedang Berpuasa

Hukum Berenang Bagi Orang Yang Sedang Berpuasa

Mencicipi Makanan Oleh Orang Yang Sedang Berpuasa

HUKUM ORANG YANG PUASA TETAPI TIDAK SHOLAT

Meninggal Pada Bulan Ramadhan

Hukum Orang Yang Mengakhirkan Qadha Puasa Hingga Datang Ramadhan Berikutnya

Perbedaan Ru-yah

Shaum (Berpuasa) Berdasarkan Hisab.

Hukum Puasa Bagi Orang Yang Melanjutkan Makan Sahurnya Setelah Adzan?

Hukum Shiam (Puasa) Yang Dilakukan Pada Masa Nifas.

Mengqadha Shiyam (Puasa) Yang Telah Terlupakan Selama Sepuluh Tahun

Bolehkah Membatalkan Shiyam (Puasa) Yang Diqhadha?

Kafarat Bagi Orang Yang Mengumpuli Istrinya Di Siang Hari Bulan Ramadhan

Mengqadha Shiyam Yang Terlupakan Jumlahnya

Beberapa Permasalahan Wanita Dalam Melakukan Shiyam.

Penentuan Hari dan Shiyam (Puasa) Arafah Pada Tiap Negara

Bidahkah Puasa 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah ?

Hisab Dijadikan Acuan Dalam Menentukan Awal dan Akhir Ramadhan

Masalah-Masalah Yang Berkaitan Dengan Niat Dalam Melaksanakan Shiyam (Puasa)

Makan Sahur Ketika Fajar Terbit Tanpa Disadari

Air Yang Masuk Ke Tenggorokan Tanpa Sengaja Ketika Berwudhu

KADAR FIDYAH BAGI ORANG YANG TIDAK MAMPU BERPUASA KARENA TUA ATAU SAKIT

Memakai Obat Mata Dan Telinga Ketika Berpuasa

Permasalahan-Permasalahan Yang Berkaitan Dengan I'tikaf

Apakah Ada Perselisihan Pendapat Tentang Dianjurkannya Puasa Di Sembilan Hari Awal Bulan Dzulhijah

Menyikapi Dua Hadits Yang Bertentanggan Dalam Masalah Puasa 1-9 Dzulhijjah

Hukum Tidak Berpuasa Karena Alasan Pekerjaan

Hukum tetap berpuasa selama masa haidh karena tidak tahu

Menelan Pil Pencegah Haid

Apakah malam lailatul qadar jatuh pada malam ke-27 dari bulan Ramadhan

Hukum mengakhirkan qadha puasa Ramadhan sebelumnya sampai memasuki bulan Ramadhan yang baru?

Orang Yang Meninggal Dengan Menanggung Qadha' Puasa

Antara Berbuka atau Berpuasa Saat Safar (Bepergian)

Jika Terjadi Perbedaan Hari Arafah

Jika Puasa Arafah Jatuh Pada Hari Sabtu..?

Berpuasa Tapi Meninggalkan Shalat

Antusias Ibadah Saat Ramadhan Saja

Kesalahan Sebagian Muda-Mudi Saat Puasa


Kajian Ramadhan

Menyambut Bulan Ramadhan

Keutamaan Bulan Ramadhan

Penentuan Awal dan Akhir Ramadhan

Kiat-Kiat Menghidupkan Bulan Ramadhan...!

Panduan Ringkas Puasa Ramadhan

Hikmah dan Manfa'at Puasa

Qiyam Ramadhan

Adab Shalat Tarawih Bagi Wanita

Nuzulul Qur'an Sebagai Peringatan atau Pelajaran

I'tikaf Hukum dan Keutamaanya

Menggapai Lailatul Qadar

Ramadhan Bersama al-Qur'an

Kesalahan-Kesalahan Dalam Bulan Ramadhan (1)

Kesalahan-Kesalahan Dalam Bulan Ramadhan (2)

Zakat Fitrah

Kebahagiaan Bersama Iedul Fithri

Ramadhan Telah Berlalu

Keutamaan Puasa Enam Hari Syawal

Waspada Terhadap Hadits-Hadits Dha'if (Lemah) Seputar Ramadhan


Fatwa Haji & Qurban

Apa hikmah thawaf(disekitar Ka'bah)? Apakah hikmah mencium Hajar Aswad adalah tabarruk (memohon barakah) kepadanya?

Disyari'atkannya menyembelih hewan qurban

Hukum menyembelih hewan qurban dan cara membagikan dagingnya

Mana yang lebih utama, berqurban dengan menyembelih sapi atau domba?

Menyembelih seekor sapi untuk tujuh orang

Seekor unta untuk satu orang

Umur hewan qurban

Hewan Yang Tidak Sah Dijadikan Hewan Qurban

Berqurban dengan harga hewan qurban

Penerima daging hewan qurban

Membagikan hewan qurban kepada orang kafir

Menyembelih sebelum Imam menyembelih

Barang siapa ingin berqurban, maka janganlah mengambil(memotong) rambut dan kukunya

Hukum wanita yang melakukan haji tanpa mahram

Hukum orang yang ingin melakukan haji namun masih memiliki hutang

Mahram Tidak Sanggup Mendampingi Dalam Ibadah Haji

Wanita Yang Mengaku Islam Ingin Menunaikan Haji

Apakah Suami Seorang Perempuan Bisa Menjadi Mahram Bagi Bibi Perempuan Tersebut

Wanita Ingin Haji Didampingi Anak Laki-Lakinya Yang Belum Baligh

Pergi Haji Hanya Ditemani Wanita Yang Dipercaya

Mahram Wanita Meninggal Pada Saat Ibadah Haji

Izin Suami Untuk Pergi Haji

Hukum Haji Bagi Wanita Tidak Mendapat Izin Dari Suaminya

Biaya Haji Ditanggung Wanita

Mengganti Haji Wanita Tua Lagi Buta

Wanita Haji Bersama Lelaki Yang Bukan Mahram

Wanita Pergi Haji Bersama Lelaki Shalih Yang Disertai Keluarganya

Seorang Wanita Mendatangkan Ibunya Untuk Diajak Pergi Haji

Anak Laki-Laki Yang Sudah Mumayyiz Menjadi Mahram

Wanita Pergi Haji Dengan Harta Suaminya

Wanita Haid Melewati Miqat Dengan Tidak Ihram

Puasa di Jeddah Lalu Berihram Haji Tanggal Delapan

Wanita Niat Haji Tamattu', Kemudian Tidak Memungkinkan Thawaf Dan Sa'i Kemudian Dia Menuju Ke Mina Dan Arafah

Mencium Hajar Aswad Pada Waktu Mulai Thawaf

Wanita Shalat di Belakang Maqam Ibrahim

Wanita Mendaki Shafa dan Marwah

Apakah lari-lari kecil pada tiga putaran pertama dari thawaf qudum khusus bagi laki-laki saja

Apakah Wanita Mempercepat Sa'i Tatkala Berada

Wanita Menyesal Karena Berumrah, Tapi Tidak Men-ziarahi Makam Rasul

Wanita Mencium Hajar Aswad

Wanita Keluar Dari Muzdalifah

Wanita Mencukur Rambut Pada Saat Haji Dan Umrah

Bentuk Pakaian Ihram Bagi Wanita

Wanita Telah Menyelesaikan Semua Manasik Haji Kecuali Melempar Jumrah Karena Punya Anak Kecil

Wakil Dalam Melempar Jumrah

Wanita Telah Selesai Dari Seluruh Manasik Kecuali Menggunting Rambut

Thawaf Ifadhah Diganti Dengan Thawaf Wada'

Hikmah Dilarang Mengenakan Pakaian Berjahit Saat Ihram

Melaksanakan Ibadah Haji Tanpa Ihram

Menggauli Istri Disaat Ibadah Haji

Menggauli Istri Setelah Tahallul Awal

Wanita Haid Tinggal di Jeddah Sebelum Thawaf Ifadhah dan Thawaf Wada' Setelah Suci Digauli Suaminya

Wanita Meletakkan Kayu atau Pengikat Untuk Mengangkat Jilbab Dari Wajahnya

Rambut Kepala Rontok Dengan Sendirinya

Wanita Pulang ke Negerinya Sebelum Thawaf Ifadhah

Pakaian Ihram Wanita Dan Hukum Mengenakan Cadar dan Sarung Tangan

Hukum Sarung Tangan Dan Kaos Kaki Saat Ihram

Hukum Mengenakan Purdah Dan Masker Saat Ihram

Hukum Membuka Wajah Dan Telapak Tangan

Menggauli Istri Setelah Selesai Ihram

Hukum Ihram Disaat Haid

Wanita Berihram Dari Miqat Sebelum Suci

Wanita Ihram Bersama Suaminya Dalam Keadaan Haid dan Tatkala Ia Telah Suci, Ia Umrah Sendirian

Wanita Dalam Kondisi Haid Dan Nifas Saat Akan Ihram

Ihram Dari Sail Dalam Keadaan Haid Lalu Pergi ke Jeddah dan Setelah Suci Menyempurnakan Ibadah Haji

Pemalsuan Pasport Tidak Mempengaruhi Keshahan Ibadah Haji

Fadhilah Ibadah Haji Itu Sangat Besar

Tidak Wajib Melakukan Ibadah Haji Kecuali Orang Yang Mampu

Suatu Masalah Penting Bagi Orang Yang Thawaf

Setiap Orang Dari Anda Wajib Bayar Fidyah

Anda Mempunyai Dua Pilihan

Tidak Apa-Apa Istirahat Sejenak Di Waktu Thawaf

Shalat Sunnat Dua Rakaat Thawaf Boleh Di Lakukan Di Setiap Masjid

Hajinya Orang Yang Meninggalkan Shalat

Berihram Dengan Dua Haji Atau Dua Umrah Tidak Boleh?

Perempuan Haid Sebelum Melaksanakan Thawaf Ifadhah Dan Tidak Bisa Menunggu Hingga Suci

Hukum Melontar Dengan Kerikil Bekas Pakai

Apa Yang Sebaiknya Dilakukan Oleh Orang Yang Berkesempatan Menunaikan Ibadah Haji?

Ketaatan-Ketaatan Itu Mempunyai Ciri Yang Tampak Pada Pelakunya

Kewajiban Orang Yang Telah Kembali Ke Kampung Halamannya Terhadap Keluarganya Seusai Melaksanakan Ibadah Haji

Perempuan Telah Berniat Padahal Ia Sedang Haid Atau Nifas

Menghajikan Orang Tua (Ayah) Dengan Harta Yang Telah Diwasiatkan

Melaksanakan Haji Dibiayai Suatu Yayasan

Menunaikan Ibadah Haji Dengan Hutang Atau Kredit

Pakain Berjahit Yang Dilarang Adalah Jahitannya Yang Meliputi Seluruh Tubuh

Mendahulukan Sai Daripada Thawaf

Cukur Rambut Itu Gugur Bagi Orang Yang Berkepala Botak (Tidak Berambut)

Harus Melakukan Thawaf Wada (Perpisahan) Jika Kepulangannya Tertunda Di Mekkah

Hukum Melontar Jumroh Aqabah Di Malam Hari

Sanggahan Terhadap Orang Yang Berpendapat Bahwa Jeddah Adalah Miqat

Ini Termasuk Sunnah Yang Dilupakan

Tutuplah Kepala Anda... Anda Wajib Bayar Fidyah

Sai Itu Adalah Salah Satu Rukun Haji

Nabi Tidak Pernah Menentukan Doa Khusus Untuk Thawaf

Tidak Ada Kewajiban Bagi Anda

Yang Wajib Adalah Tinggal Di Perkemahan Paling Akhir

Inilah Hari-Hari Tasyriq

Ini Adalah Maksiat Besar

Bagi Orang Yang Akan Menunaikan Ibadah Haji Atau Umrah Wajib Mempelajari Hukum-Hukumnya

Keteladanan Itu Ada Pada Rasulullah

Saat Thawaf atau Sa'i Afdhalnya Adalah Menyibukkan Diri Dengan Dzikir

Hukumnya Berbeda, Tergantung Kepada Perbedaan jenis Iddah

Anda Wajib Bertobat Kepada Allah Dan Mengulangi Thawaf

Anda Wajib Menundukkan Pandangan

Thawaf Wada Itu Adalah Nusuk Wajib

Tersentuh Tubuh Wanita Tidak Membatalkan Thawaf

Tidak Boleh Bagi Jamaah Haji Keluar Ke Jeddah Pada Hari Idul Adha

Bagi Orang Yang Sehat Tidak Boleh Mewakilkan Di Dalam Melontar Jumroh

Jamaah Haji Pergi Ke Jeddah

Seputar Sai Dan Thawaf

Hukum Melontar Jumroh Pada Hari-Hari Tasyriq Sekaligus

Tidak Mabit Di Muzdalifah Apakah Mewajibkan Hadyu?

Waktu Melontar Jumroh Aqabah

Menghadiahkan Pahala Amal Seperti Thawaf

Hak Allah Lebih Penting Daripada Hak Suami

Larangan-Larangan Ihram

Menggunakan Pil Pencegah Haid Untuk Ibadah Haji

Hikmah Di Balik Mencium Hajar Aswad

Hukum Meletakkan Surat Pada Kelambu Kabah Dan Menujukannya Kepada Rasulullah a Atau Selain Beliau

Kepergian Wanita Untuk Haji Atau Umrah Tanpa Didampingi Mahramnya

An-Nusuk dan Macam-macamnya

Kepergian Wanita Untuk Haji Atau Umrah Tanpa Didampingi Mahramnya

Hukum Ibadah Haji

Hukum Ibadah Umrah

Kewajiban Melaksanakan Ibadah Haji Itu Segera, Ataukah Dapat Ditunda

Syarat Wajib Haji dan Umrah

Syarat Ijza (Tertunaikannya Kewajiban) di Dalam Melaksanakan Ibadah Haji

Etika Bepergian untuk Menunaikan Haji

Apa yang Harus Dipersiapkan Oleh Seorang Muslim untuk Menunaikan Haji dan Umrah?

Mempersiapkan Diri Dengan Taqwa

Waktu Musim Haji

Hukum Melakukan Ihram Haji Sebelum Ketentuan Waktunya Tiba

Penjelasan Tentang Miqat Haji (Tempat-tempat Berihram)

Hukum Berihram Sebelum Sampai di Tempat Ihram (Miqat)

Hukum Orang yang Melalui Miqat Dengan Tidak Berihram

Perbedaan Antara Ihram Sebagai Kewajiban dan Ihram Sebagai Rukun Haji

Hukum Melafalkan Niat di Saat Berihram

Tata Cara Berihramnya Orang yang Datang ke Mekkah Melalui Udara

Tata Cara Melakukan Ibadah Haji

Rukun Umrah

Rukun Haji

Hukum Meninggalkan Salah Satu Rukun Haji atau Umrah

Kewajiban-kewajiban Haji

Hukum Mengabaikan Salah Satu dari Kewajiban Haji atau Umrah

Cara Menunaikan Haji Qiran

Hukum Melakukan Umrah Sesudah Beribadah Haji

Hukum Berpindah Niat dari Satu Bentuk Ibadah Haji ke Bentuk Ibdah Haji yang Lain

Hukum dan Ketentuan-ketentuan Mewakilkan Kepada Orang Lain di Dalam Menunaikan Haji

Syarat Seorang Pengganti Dalam Menunaikan Ibadah Haji

Mencari Uang Dengan Cara Menghajikan Orang Lain yang Niatnya Hanya Mencari Uang Semata

Apakah Orang yang Mengerjakan Haji untuk Orang Lain Mendapat Pahala Sebagian Amalan Haji?

Arti Mewakili Sebagian Amalan Haji

Mengkiaskan Perwakilan Dalam Melontar Kepada Amalan/ Manasik Haji Lainnya

Tidak Mampu Menyempurnakan Salah Satu Manasik, Apa yang Harus Dilakukan?

Hukum Orang yang Wafat di Saat Sedang Ihram Menunaikan Manasik

Cara Bersyarat Jika Tak mampu Menyempurnakan Amalan Haji

Kalimat Bersyarat

Pantangan Ihram

Hukum Meletakkan Sesuatu yang Menempel di Kepala Orang yang Sedang Ihram

Perbedaan Antara Niqab dengan Burqa

Bagaimana Cara Wanita yang Sedang Berihram Menutup Wajahnya di Hadapan Laki-Laki

Haji Yang Bagaimana Yang Dapat Menghapus Dosa Itu?

Berkurban Untuk Mayit, Bolehkah?

Mengucapkan NIAT Ketika BERQURBAN

Menyembelih Kurban Bagi Seorang Yang Melaksanakan Haji Untuk Orang Lain

Tuntunan Melaksanakan Ibadah Haji

 
YAYASAN AL-SOFWA
Jl.Raya Lenteng Agung Barat No.35 PostCode:12810 Jakarta Selatan - Indonesia
Phone: 62-21-78836327. Fax: 62-21-78836326. e-mail: info@alsofwah.or.id | website: www.alsofwah.or.id | Member Info Al-Sofwa
Artikel yang dimuat di situs ini boleh dicopy & diperbanyak dengan syarat mencantumkan sumber: http://alsofwah.or.id serta tidak untuk komersil.