Artikel Khutbah Jum'at : Hancurnya Suatu Bangsa Selasa, 08 Juni 04Khutbah Pertama
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah ...
Dari mimbar ini saya serukan kepada diri saya pribadi, dan kepada para jama’ah sekalian untuk menjaga, mempertahankan dan terus berupaya meningkatkan nilai-nilai taqwa kepada Allah semoga kita selamat di hari pengadilanNya.
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah ...
Peristiwa-peristiwa nyata yang dicatat sejarah dan benar-benar pernah terjadi yaitu hancur lebur, musnah dan lenyapnya eksistensi bangsa zaman dahulu. Padahal mereka seperti dikabar-kan dalam Al-Qur’an merupakan bangsa-bangsa yang kuat, baik fisiknya maupun ilmu pengetahuannya, seperti umat nabi Nuh Alaihissalam , kaum Ad nabi Hud Alaihissalam kaum Tsamud Nabi Shalih Alaihissalam , , kaum sodom Nabi Luth Alaihissalam kaum nabi Syuaib Alaihissalam Fir’aun dengan kaumnya Nabi Musa Alaihissalam dll. Karena mereka menentang Rasul mereka, bermaksiat kepada Allah dan rasulNya maka Allah menghancurkan mereka.
Jama’ah Jum’at yang mulia ...
Begitu pula kekalahan yang diderita di dalam peperangan Uhud, tidaklah Allah Subhannahu wa Ta'ala kaitkan dengan lihainya siasat musuh, akan tetapi Dia kabarkan bahwa sebabnya adalah kesalahan kaum muslimin sendiri.
Sampai saat kamu lemah dan berselisih dalam urusan itu, dan kamu bermaksiat (terhadap perintah Rasul).” (Ali Imran: 152).
Maasyiral Muslimin rahimakumullah ...
Itulah musibah atau adzab atau peringatan dari Allah Subhannahu wa Ta'ala untuk umat-umat terdahulu. Lantas apa penyebab musibah kelaparan, kekeringan, kemarau, penyakit pengusiran dan pembunuhan dari musuh yang melanda muslimin. Ternyata semua itu adalah balasan yang ditimpakan oleh Allah Subhannahu wa Ta'ala akibat kemaksiatan-kemaksiatan yang kita lakukan. Sebagaimana rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam barsabda:íóÇ ãóÚóÇÔöÑó ÇáúãõåóÇÌöÑöíúäó¡ ÎóãúÓñ ÅöÐóÇ ÇÈúÊóáóíúÊõãú Èöåöäøó æóÃóÚõæúÐõ ÈöÇááåö Ãóäú ÊõÏúÑößõæúåõäøó¡ áóãú ÊóÙúåóÑö ÇáúÝóÇÍöÔóÉõ Ýöíú Þóæúãò ÞóØøñ ÍóÊøóì íõÚúáöäõæúÇ ÈöåóÇ ÅöáÇøó ÝóÔóÇ Ýöíúåöãõ ÇáØøóÇÚõæúäõ æóÇúáÃóæúÌóÇÚõ ÇáøóÊöíú áóãú Êóßõäú ãóÖóÊú Ýöíú ÃóÓúáÇóÝöåöãõ ÇáøóÐöíúäó ãóÖóæúÇ æóáóãú íóäúÞõÖõæÇ ÇáúãößúíóÇáó æóÇáúãöíúÒóÇäó ÅöáÇøó ÃõÎöÐõæúÇ ÈöÇáÓøöäöíúäó æóÔöÏøóÉö ÇáúãõÄúäóÉö æóÌõæúÑö ÇáÓøõáúØóÇäö Úóáóíúåöãú æóáóãú íóãúäóÚõæúÇ ÒóßóÇÉó ÃóãúæóÇáöåöãú ÅöáÇøó ãõäöÚõæÇ ÇáúÞöØúÑó ãöäó ÇáÓøóãóÇÁö æóáóæú áÇó ÇáúÈóåóÇöÆõã áóãú íõãúØóÑõæúÇ æóáóãú íóäúÞõÖõæúÇ ÚóåúÏó Çááåö æóÑóÓõæúáöåö ÅöáÇøó ÓóáøóØó Çááåõ Úóáóíúåö ÚóÏõæøðÇ ãöäú ÛóíúÑöåöãú ÝÃóÎóÐõæúÇ ÈóÚúÖó ãÇó Ýöíú ÃóíúÏöíúåöãú æóãóÇ áóãú ÊóÍúßõãú ÃóÆöãøóÊõåõãú ÈößöÊóÇÈö Çááåö æóíóÊóÎóíøóÑõ ãöãøóÇ ÃóäúÒóáó Çááåõ ÅöáÇøó ÌóÚóáó Çááåõ ÈóÃúÓóåõãú Èóíúäóåõãú. Wahai Muhajirin, ada 5 perkara (sebab kehancuran). Jika kalian ditimpa 5 perkara tersebut dan aku berlindung kepada Allah agar kalian tidak menjumpainya; - Jika muncul perbuatan zina pada kaum dan melakukan secara terang-terangan maka akan menyebar di tengah-tengah mereka wabah tha’un dan kelaparan yang belum pernah terjadi pada nenek moyang sebelum mereka.
- Jika mengurangi takaran dan timbangan maka akan ditimpakan pada mereka paceklik, dan kesusahan hidup dan kesewenang-wenangan (kedzaliman) para penguasa atas mereka.
- Jika mereka menahan zakat harta mereka akan ditahan hujan untuk mereka, seandainya bukan karena hewan ternak, niscaya tidak akan turun hujan atas mereka.
- Jika mereka melanggar perjanjian yang di tetapkan Allah  dan RasulNya melainkan Allah akan menguasakan musuh-musuh dari luar kalangan mereka atas mereka, lalu merampas sebagian yang ada di tangan mereka.
- Selama pemimpin-peminpin mereka tidak berhukum kepada kitabullah dan memilih yang terbaik dari yang diturunkan Allah maka Allah akan jadikan musibah di antara mereka sendiri.” (HR. Ibnu Majah no. 4019 dishahihkan oleh Al-albani di no.106, dari hadist Abdullah bin Umar).
Maasyiral Muslimin Rahimakumullah ...
Itulah sebab-sebab kehancuran sebuah negeri, yang kali ini sebab-sebab itu telah melanda di negeri kita ini. Betapa banyak pedagang-pedagang dipasar yang curang dalam menimbang barang, betapa banyak orang yang tidak mau mengeluarkan zakat hartanya bahkan disembunyikan, betapa kekejian dilakukan secara terang-terangan, di televisi, koran, majalah, dan lainnya, sehingga negeri kita dilanda krisis yang berkepanjangan, dan sampai sekarang belum kunjung usai, bahkan informasinya harga akan naik lagi. Jikalau seluruh perbuatan syirik, bid’ah dan segala,kemaksiatan tidak segera kita hentikan dan seluruh umat tidak mau bertaubat tungguhlah saat bencana besar akan menimpa dinegeri tercinta ini (semoga Allah mengampuni kita dan melindungi kita dari adzab yang lebih besar).
Karena itu Ma’asyirol muslimin rahimakumullah ...
Marilah kita hentikan semua perbuatan syirik, bid’ah dan segala macam kemaksitan. Kemudian kita bertaubat kepada Allah  memohon ampun atas segala kemaksiatan yang kita lakukan, yaitu dengan cara: - Kita tegakkan Tauhid dan kita hancurkan syirik
Allah Subhannahu wa Ta'ala Rabb semesta alam, tidak rela jika disekutukan dan disejajarkan dengan yang lainnya, baik yang disejajarkan malaikat ataupun Nabi. Apalagi yang disejajarkan denganNya itu kayu, batu atau jin atau Nyai Roro Kidul. Allah berfirman:
Sesungguhnya masjid-masjid itu kepunyaan Allah Swt, maka janganlah kamu menyeru di dalamnya kepada siapapun disamping Allah.” (Al-Jin: 18)
Artinya, suatu bangsa jika ingin selamat haruslah bertauhid kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala , sehingga budaya-budaya syirik seperti: Perdu-kunan, paranormal, petik laut, pengisian kekebalan dan sebangsa-nya harus di berantas sampai keakar-akarnya. Dan diganti dengan kehidupan ibadah kepada Allah semata.
- Taat pada Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam
Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda:ßõáøõ ÃõãøóÊöíú íóÏúÎõáõæúäó ÇáúÌóäøóÉó ÅöáÇøó ãóäú ÃóÈóì¡ ÞóÇáõæúÇ: íóÇ óÑõÓúæáó Çááåö æóãóäú íóÃúÈóì: ÞóÇáó: ãóäú ÃóØóÇÚóäöíú ÏóÎóáó ÇáúÌóäøóÉó æóãóäú ÚóÕóÇäöíú ÝóÞóÏú ÃóÈóì. Setiap umatku akan masuk Surga kecuali yang tidak mau. Ada sahabat bertanya: “siapa yang tidak mau itu Rasulullah?”. Beliau menjawab: “Siapa yang taat kepadaku ia akan masuk Surga. Dan siapa yang durhaka kapadaku ia masuk Neraka.” (HR. Al-Bukhari).
- Loyal kepada Allah dan RasulNya dan Bara’ (permu-suhan) kepada musuh-musuh Allah dan RasulNya.
Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman:
Kamu (Muhammad tidak akan mendapati suatu kaum (bangsa) yang beriman kepada Allah dan hari akhir menjalin hubungan kasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan RasulNya, sekalipun mereka adalah bapak-bapaknya,anak-anaknya, saudara-saudaranya atau keluarganya. Mereka itulah orang-orang yang telah Allah tanamkan keimanan kedalam hati-hati mereka dan Allah dukung mereka dengan pertolongan dariNya, dan Allah masukkan mereka kedalam Surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal abadi di dalamnya .Allah ridha kepada mereka dan mereka ridha kepada Allah. Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah bahwa golongan Allah pasti menang.” (Al-Mujadalah: 22).
Jika suatu bangsa dapat dibimbing untuk memahami, mengimani dan menegakkan tiga perkara sederhana tersebut tadi, InsyaAllah bangsa itu akan menjadi bangsa yang jaya . Jaminan akhirnya adalah Surga dan jaminan dunianya adalah kehidupan yang tentram.ÈóÇÑóßó Çááåõ áöíú æóáóßõãú Ýöí ÇáúÞõÑúÂäö ÇáúÚóÙöíúãö¡ æóäóÝóÚóäöíú æóÅöíøóÇßõãú ÈöãóÇ Ýöíúåö ãöäó ÇúáÂíóÇÊö æóÇáÐøößúÑö ÇáúÍóßöíúãö. ÃóÞõæúáõ Þóæúáöíú åóÐóÇ æóÃóÓúÊóÛúÝöÑõ Çááåó ÇáúÚóÙöíúãó áöíú æóáóßõãú æóáöÓóÇÆöÑö ÇáúãõÓúáöãöíúäó ãöäú ßõáøö ÐóäúÈò. ÝóÇÓúÊóÛúÝöÑõæúåõ¡ Åöäøóåõ åõæó ÇáúÛóÝõæúÑõ ÇáÑøóÍöíúãõ.
Khutbah kedua:
Åöäøó ÇáúÍóãúÏó áöáøóåö äóÍúãóÏõåõ æóäóÓúÊóÚöíúäõåõ æóäóÓúÊóÛúÝöÑõåú æóäóÚõæÐõ ÈöÇááåö ãöäú ÔõÑõæúÑö ÃóäúÝõÓöäóÇ æóãöäú ÓóíøöÆóÇÊö ÃóÚúãóÇáöäóÇ¡ ãóäú íóåúÏöåö Çááåõ ÝóáÇó ãõÖöáøó áóåõ æóãóäú íõÖúáöáú ÝóáÇó åóÇÏöíó áóåõ. æóÃóÔúåóÏõ Ãóäú áÇó Åöáóåó ÅöáÇøó Çááåõ æóÍúÏóåõ áÇó ÔóÑöíúßó áóåõ æóÃóÔúåóÏõ Ãóäøó ãõÍóãøóÏðÇ ÚóÈúÏõåõ æóÑóÓõæúáõåõ. ÃóãøóÇ ÈóÚúÏõº
Ma’asyiral muslimin rohimakumullah ...
Kembali pada khutbah yang kedua ini, saya mengajak diri saya dan jama’ah untuk senantiasa meningkatkan Iman dan Taqwa dengan sesungguhnya. Shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada nabi Muhammad dan para sahabatnya, keluarganya dan pengikutnya hingga akhir zaman.
Kemudian dari khutbah yang pertama tadi, dapat kita tarik kesimpulan sebagai berikut:
Sebab utama dan pertama terjadinya bencana, malapetaka, krisis dan sebagainya adalah akibat ulah tangan-tangan manusia itu sendiri
Jalan keluar dari kehancuran adalah:
- Kita tegakkan tauhid dan kita hancurkan segala bentuk syirik
- Taat kepada Rasulullah
- Loyal kepada Allah dan rasulNya dan bara’ (permusuhan) kepada musuh-musuh Allah dan rasulNya.
Åöäøó Çááåó æóãóáÇóÆößóÊóåõ íõÕóáøõæúäó Úóáóì ÇáäøóÈöíøö¡ íóÇÃóíøõåÇó ÇáøóÐöíúäó ÁóÇãóäõæúÇ ÕóáøõæúÇ Úóáóíúåö æóÓóáøöãõæúÇ ÊóÓúáöíúãðÇ.
Çóááøóåõãøó Õóáøö Úóáóì ãõÍóãøóÏò æóÚóáóì Âáö ãõÍóãøóÏò ßóãóÇ ÕóáøóíúÊó Úóáóì ÅöÈúÑóÇåöíúãó æóÚóáóì Âáö ÅöÈúÑóÇåöíúãó¡ Åöäøóßó ÍóãöíúÏñ ãóÌöíúÏñ. æóÈóÇÑößú Úóáóì ãõÍóãøóÏò æóÚóáóì Âáö ãõÍóãøóÏò ßóãóÇ ÈóÇÑóßúÊó Úóáóì ÅöÈúÑóÇåöíúãó æóÚóáóì Âáö ÅöÈúÑóÇåöíúãó¡ Åöäøóßó ÍóãöíúÏñ ãóÌöíúÏñ.
Çóááøóåõãøó ÇÛÝÑ áöáúãõÓúáöãöíúäó æóÇáúãõÓúáöãóÇÊö æóÇáúãõÄúãöäöíúäó æóÇáúãõÄúãöäóÇÊö ÇúáÃóÍúíóÇÁö ãöäúåõãú æóÇúáÃóãúæóÇÊö. ÑóÈøóäóÇ ÂÊöäóÇ ãöäú áóÏõäúßó ÑóÍúãóÉð æóåóíøöÆú áóäóÇ ãöäú ÃóãúÑöäóÇ ÑóÔóÏðÇ. ÑóÈøóäóÇ áÇó ÊõÄóÇÎöÐúäóÇ Åöäú äøóÓöíúäóÇ Ãóæú ÃóÎúØóÃúäóÇ¡ ÑóÈøóäóÇ æóáÇó ÊóÍúãöáú ÚóáóíúäóÇ ÅöÕúÑðÇ ßóãóÇ ÍóãóáúÊóåõ Úóáóì ÇáøóÐöíúäó ãöä ÞóÈúáöäóÇ¡ ÑóÈøóäóÇ æóáÇó ÊõÍóãøöáúäóÇ ãóÇáÇó ØóÇÞóÉó áóäóÇ Èöåö¡ æóÇÚúÝõ ÚóäøóÇ æóÇÛúÝöÑú áóäóÇ æóÇÑúÍóãúäóÇ ÃóäÊó ãóæúáÇóäóÇ ÝóÇäÕõÑúäóÇ Úóáóì ÇáúÞóæúãö ÇáúßóÇÝöÑöíúäó. ÑóÈøóäóÇ ÂÊöäóÇ Ýöí ÇáÏøõäúíóÇ ÍóÓóäóÉð æóÝöí ÇáÂÎöÑóÉö ÍóÓóäóÉð æóÞöäóÇ ÚóÐóÇÈó ÇáäøóÇÑö.
ÚöÈóÇÏó Çááåö¡ Åöäøó Çááåó íóÃúãõÑõßõãú ÈöÇáúÚóÏúáö æóÇúáÅöÍúÓóÇäö æóÅöíÊóÂÆö Ðöí ÇáúÞõÑúÈóì æóíóäúåóì Úóäö ÇáúÝóÍúÔóÂÁö æóÇáúãõäßóÑö æóÇáúÈóÛúíö íóÚöÙõßõãú áóÚóáøóßõãú ÊóÐóßøóÑõæúäó. ÝóÇÐúßõÑõæÇ Çááåó ÇáúÚóÙöíúãó íóÐúßõÑúßõãú æóÇÓúÃóáõæúåõ ãöäú ÝóÖúáöåö íõÚúØößõãú æóáóÐößúÑõ Çááåö ÃóßúÈóÑõ.
Do’a Khutbah Pertama :
Åöäøó ÇáúÍóãúÏó áöáøóåö äóÍúãóÏõåõ æóäóÓúÊóÚöíúäõåõ æóäóÓúÊóÛúÝöÑõåú æóäóÚõæÐõ ÈöÇááåö ãöäú ÔõÑõæúÑö ÃóäúÝõÓöäóÇ æóãöäú ÓóíøöÆóÇÊö ÃóÚúãóÇáöäóÇ¡ ãóäú íóåúÏöåö Çááåõ ÝóáÇó ãõÖöáøó áóåõ æóãóäú íõÖúáöáú ÝóáÇó åóÇÏöíó áóåõ. æóÃóÔúåóÏõ Ãóäú áÇó Åöáóåó ÅöáÇøó Çááåõ æóÍúÏóåõ áÇó ÔóÑöíúßó áóåõ æóÃóÔúåóÏõ Ãóäøó ãõÍóãøóÏðÇ ÚóÈúÏõåõ æóÑóÓõæúáõåõ.
íóÇ ÃóíøõåÇó ÇáøóÐöíúäó ÁóÇãóäõæÇ ÇÊøóÞõæÇ Çááåó ÍóÞøó ÊõÞóÇÊöåö æóáÇó ÊóãõæúÊõäøó ÅöáÇøó æóÃóäÊõãú ãøõÓúáöãõæúäó. íóÇ ÃóíøõåóÇ ÇáäøóÇÓõ ÇÊøóÞõæúÇ ÑóÈøóßõãõ ÇáøóÐöíú ÎóáóÞóßõãú ãøöäú äóÝúÓò æóÇÍöÏóÉò æóÎóáóÞó ãöäúåóÇ ÒóæúÌóåóÇ æóÈóËøó ãöäúåõãóÇ ÑöÌóÇáÇð ßóËöíúÑðÇ æóäöÓóÂÁð æóÇÊøóÞõæÇ Çááåó ÇáøóÐöíú ÊóÓóÂÁóáõæúäó Èöåö æóÇúáÃóÑúÍóÇãó Åöäøó Çááåó ßóÇäó Úóáóíúßõãú ÑóÞöíúÈðÇ. íóÇ ÃóíøõåóÇ ÇáøóÐöíúäó ÁóÇãóäõæÇ ÇÊøóÞõæÇ Çááåó æóÞõæúáõæúÇ ÞóæúáÇð ÓóÏöíúÏðÇ. íõÕúáöÍú áóßõãú ÃóÚúãóÇáóßõãú æóíóÛúÝöÑú áóßõãú ÐõäõæúÈóßõãú æóãóäú íõØöÚö Çááåó æóÑóÓõæúáóåõ ÝóÞóÏú ÝóÇÒó ÝóæúÒðÇ ÚóÙöíúãðÇ.
ÃóãøóÇ ÈóÚúÏõº ÝóÅöäøó ÃóÕúÏóÞó ÇáúÍóÏöíËö ßöÊóÇÈõ Çááåó¡ æóÎóíúÑó ÇáúåóÏúíö åóÏúíõ ãõÍóãøóÏò Õóáøóì Çááå Úóáóíúåö æóÓóáøóãó æóÔøóÑó ÇáÃõãõæÑö ãõÍúÏóËóÇÊõåóÇ æóßõáøó ãõÍúÏóËóÉò ÈöÏúÚóÉñ æóßõáøó ÈöÏúÚóÉò ÖóáÇóáóÉñ æóßõáøó ÖóáÇóáóÉò Ýöí ÇáäøóÇÑö. Çóááøóåõãøó Õóáøö Úóáóì ãõÍóãøóÏò æóÚóáóì Âáöåö æóÕóÍúÈöåö æóãóäú ÊóÈöÚóåõãú ÈöÅöÍúÓóÇäò Åöáóì íóæúãö ÇáÏøöíúäö. Hit : 5132 | Index | kirim ke teman | versi cetak
Bagikan
|