Åöäø ÇáúÍóãúÏó öááåö äóÍúãóÏõåõ æóäóÓúÊóÚöíúäõåõ æóäóÓúÊóÛúÝöÑõåõ æóäóÚõæúÐõ ÈöÇááåö ãöäú ÔõÑõæúÑö ÃóäúÝõÓöäóÇ æóÓóíøÆóÇÊö ÃóÚúãóÇáöäóÇ ãóäú íóåúÏöåö Çááåõ ÝóáÇó ãõÖöáø áóåõ æóãóäú íõÖúáöáú ÝóáÇó åóÇÏöíó áóåõ ÃóÔúåóÏõ Ãóäú áÇó Åöáåó ÅöáÇø Çááåõ æóÃóÔúåóÏõ Ãóäø ãõÍóãøÏðÇ ÚóÈúÏõåõ æóÑóÓõæúáõåõ
Çóááåõãø Õóáø æóÓóáøãú Úóáì ãõÍóãøÏò æóÚóáì Âáöåö æöÃóÕúÍóÇÈöåö æóãóäú ÊóÈöÚóåõãú ÈöÅöÍúÓóÇäò Åöáóì íóæúãö ÇáÏøíúä.
íóÇÃóíøåóÇ ÇáøÐóíúäó ÂãóäõæúÇ ÇÊøÞõæÇ Çááåó ÍóÞø ÊõÞóÇÊöåö æóáÇó ÊóãõæúÊõäø ÅöáÇø æóÃóäúÊõãú ãõÓúáöãõæúäó
íóÇÃóíøåóÇ ÇáäóÇÓõ ÇÊøÞõæúÇ ÑóÈøßõãõ ÇáøÐöí ÎóáóÞóßõãú ãöäú äóÝúÓò æóÇÍöÏóÉò æóÎóáóÞó ãöäúåóÇ ÒóæúÌóåóÇ æóÈóËø ãöäúåõãóÇ ÑöÌóÇáÇð ßóËöíúÑðÇ æóäöÓóÇÁð æóÇÊøÞõæÇ Çááåó ÇáóÐöí ÊóÓóÇÁóáõæúäó Èöåö æóÇúáÃóÑúÍóÇã ó Åöäø Çááåó ßóÇäó Úóáóíúßõãú ÑóÞöíúÈðÇ
íóÇÃóíøåóÇ ÇáøÐöíúäó ÂãóäõæúÇ ÇÊøÞõæÇ Çááåó æóÞõæúáõæúÇ ÞóæúáÇð ÓóÏöíúÏðÇ íõÕúáöÍú áóßõãú ÃóÚúãóÇáóßõãú æóíóÛúÝöÑúáóßõãú ÐõäõæúÈóßõãú æóãóäú íõØöÚö Çááåó æóÑóÓõæúáóåõ ÝóÞóÏú ÝóÇÒó ÝóæúÒðÇ ÚóÙöíúãðÇ¡ ÃóãøÇ ÈóÚúÏõ ...
ÝóÃöäø ÃóÕúÏóÞó ÇáúÍóÏöíúËö ßöÊóÇÈõ Çááåö¡ æóÎóíúÑó ÇáúåóÏúìö åóÏúìõ ãõÍóãøÏò Õóáøì Çááå Úóáóíúåö æóÓóáøãó¡ æóÔóÑø ÇúáÃõãõæúÑö ãõÍúÏóËóÇÊõåóÇ¡ æóßõáø ãõÍúÏóËóÉò ÈöÏúÚóÉñ æóßõáø ÈöÏúÚóÉò ÖóáÇóáóÉð¡ æóßõáø ÖóáÇóáóÉö Ýöí ÇáäøÇÑö.
Ayyuhal muslimun,
Marilah kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah swt. dengan menjalankan perintah-Nya dan menjahui segala larangannya.
Umat Islam didera beragam krisis dan permasalahan sepanjang masa perjalan sejarahnya. Umat Islam melewati fitnah pemurtadan di masa Abu Bakar. Serangan Tartar Mongol yang mengenaskan. Peperangan salib yang memakan banyak korban. Akan tetapi umat Islam dengan beragam permasalahan dan krisis itu, memiliki faktor-faktor kemenangan, berupa Iman yang benar, yakin dan percaya dengan pertolongan Allah, merasa mulya dan terhormat dengan agama Islam. Dengan demikian Allah akan menuliskan dan menetapkan pertolongan, kemenangan, kemulyaan, dan eksistensi pada umat ini.
Namun realitas umat Islam dewasa ini merupakan kondisi yang sangat pahit dan memprihatinkan. Karena umat Islam telah kehilangan faktor-faktor kemenangan, dikarenakan umat ini menyimpang dari aturan Tuhan semesta alam dan keluar dari garis petunjuk Penghulu para Nabi, Muhammad saw. Umat Islam telah menyimpang dan karenanya terperosok dalam jurang pemisah yang sangat menganga, antara pedoman hidup yang menerangi dan menyelamatkan, dengan realitas umat yang menyedihkan. Umat telah menyimpang dari segi aqidah, ibadah, syariat, akhlak, pemikiran, bahkan dalam segi ruhani sekalipun.
Kondisi umat yang terperosok dewasa ini terjadi sesuai dengan sunnah Robbaniyah yang tidak mungkin berubah. Dan umat ini tidak akan meraih kejayaan dan kemulyaannya kecuali sesuai dengan sunnah Robbaniyah yang juga pasti.
Åöäøó Çááøóåó áÇó íõÛóíøöÑõ ãóÇ ÈöÞóæúãò ÍóÊøóì íõÛóíøöÑõæÇ ãóÇ ÈöÃóäúÝõÓöåöãú
“Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS. ar-Ra’d:11)
Umat Islam telah merubah dan mengganti seluruh segi kehidupannya dengan aturan lain, selain dari Allah swt dan Rasul-Nya. Kadang umat ini mengikuti blok Timur yang atheis, kadang membeo blok Barat yang kafir. Sayangnya ia menyangka sedang mengendarai bahtera keselamatan, padahal ia justeru tenggelam dalam kehancuran. Umat Islam tidak akan kembali pada kejayaan dan peradabannya kecuali jika umat ini kembali kepada orisinilitas kemulyaan dan sumber kemulyaannya, dan penopang eksistensinya, yaitu kembali pada Kitab Tuhannya dan Sunnah Nabinya.
Ayyuhal muslimun,
Umat Islam telah menyimpang, sehingga ia menjadi mangsa empuk setiap umat yang lain. Benar sabda Muhammad yang tidak pernah berucap berdasarkan nafsunya, sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Abu Daud dari hadits Tsauban, Rasulullah saw. berkata:
ÊæÔß ÇáÃãã Ãä ÊÊÏÇÚì Úáíßã ßãÇ ÊÊÏÇÚì ÇáÃßáÉ Åáì ÞÕÚÊåÇ, ÝÞÇá ÞÇÆá: ãä ÞáÉ äÍä íæãÆÐ. ÞÇá: Èá ÃäÊã íæãÆÐ ßËíÑ¡ æáßä ÛËÇÁ ßÛËÇÁ ÇáÓíá¡ æáíäÒÚä Çááå ãä Õ쾄 ÚÏæßã ÇáãåÇÈÉ ãäßã¡ æáíÞÐÝä Ýí ÞáæÈßã Çáæåä, Þíá æãÇ Çáæåä íÇ ÑÓæá Çááå ¿! ÞÇá: ÍÈ ÇáÏäíÇ æßÑÇåíÉ ÇáãæÊ
“Umat-umat lain seakan-akan mengkerubuti kalian, sebagaimana pemakan mengkerubuti hidangan makanan” seseorang bertanya, “Apakah pada waktu itu kami berjumlah sedikit?” Rasulullah menjawab: “Tidak, Bahkan kalian banyak, akan tetapi kalian seperti buih di tengah lautan, Sungguh Allah telah mencabut rasa takut dari dada musuh-musuh kalian, dan sungguh diletakkan dalam hati kalian sikap wahn.” Dikatakan, “Apa wahn ya Rasulallah? Ia menjawab: “Cinta dunia dan takut mati.”
Ya, demi Allah, engkau benar ya habibi, ya Rasulallah, umat ini ibarat buih. Hina padahal sebelumnya mulya. Bodoh padahal sebelumnya cerdas. Lemah padahal sebelumnya kuat. Umat Islam berada di posisi paling buncit di antara kafilah manusia lainnya. Padahal kemarin mereka masih sangat diperhitungkan. Padahal sebelumya mereka memimpin kafilah peradaban manusia dengan segala kemegahan dan kejayaannya. Belum lama umat ini menjadi mercusuar yang menerangi gelapnya kehidupan peperangan, pembunuhan dan kehancuran dunia. Namun sekarang umat tertatih-tatih jalannya, bahkan tidak tau arah langkahnya.
Padahal umat sebelumnya meskipun mereka hidup di padang sahara, mampu menerangi peradaban manusia lainnya. Inilah umat yang diabadikan dan di sanjung Allah dalam Al Qur’an:
“Kalian adalah umat terbaik yang dimunculkan di tengah-tengah manusia” Ali Imran:110
Inilah yang dibanggakan Allah sebagai umat wasathiyah:
“Demikianlah kami jadikan kalian umat pertengahan.” Al Baqarah:143
Inilah umat yang Allah perintahkan untuk menyatukan barisan dan berpegang teguh dengan ajaran Allah dalam firman-Nya:
“Dan berpegang teguhlan kalian pada tali buhul Allah dan jangan cerai-berai.” Ali Imran:103
“Janganlah kalian seperti orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih setelah datang kepada mereka penjelasan.” Ali Imran:105
Bagi siapa saja yang mencermati kondisi umat Islam sekarang ini pasti tidak samar lagi bahwa umat ini terperosok dan didera krisis di semua wilayah negeri Arab dan Islam.
Ayyuhal muslimun,
Meskipun kondisi umat yang demikian, dengan kuasa Allah, umat ini tidaklah mati dan tidak akan pernah mati, sebagaimana janji Muhammad saw. yang pasti benar adanya, karena akan ada putra-putra Islam di tenaha-tengah umat ini yang menjadi bukti janji Muhammad ini, sebagaimana diriwayatkan oleh Mu’awiyah, bahwa Nabi bersabda:
áÇ ÊÒÇá ØÇÆÝÉ ãä ÃãÊí ÞÇÆãÉ ÈÃãÑ Çááå áÇ íÖÑåã ãä ÎÐáåã Ãæ ÎÇáÝåã ÍÊì íÃÊí ÃãÑ Çááå æåã ÙÇåÑæä Úáì ÇáäÇÓ
“Akan ada sekelompok dari umatku yang berdiri tegak menjalankan perintah Allah. Tidak akan memberi bahaya terhadap mereka orang yang memusuhinya atau menyalahinya, sampai Allah mendatangkan putusan-Nya, dan mereka mendapatkan kemenangan atas manusia lain.”
Saya memohon kepada Allh, agar menjadikan kita bagian dari putra-putra kelompok yang ditolong ini, yaitu kelompok yang hidup untuk agama Allah, dan mengharapkan pertolongan dari-Nya.
Islam datang… ini janji Tuhan kita, meskipun orang musyrik, munafik dan pelaku dosa tidak menyukainya…
Islam datang… ya telah datang. Saya sadar akan apa yang saya katakan, sebagaimana saya juga sadar realitas umat Islam yang pahit ini, seperti yang saya sebutkan di atas. Namun, saya yakinkan kalian semua dengan sepenuh keyakinan, bahwa Islam telah datang, karena Allah swt telah menuliskan dalam kitab-Nya yang agung:
æóáÇó ÊóåöäõæÇ æóáÇó ÊóÍúÒóäõæÇ æóÃóäúÊõãõ ÇáÃóÚúáóæúäó Åöäú ßõäúÊõãú ãõÄúãöäöíäó
“Janganlah kalian merasa hina, sedih, padahal kalian adalah tinggi, jika kalian beriman.” (QS. Ali Imran:139)
Dengan iman maka kalian jangan merasa hina. Dengan iman maka kalian jangan bersedih. Dengan iman kalian menjadi terhormat. Demi Allah, saya yakin seyakin-yakinnya, bahwa di muka bumi ini tidak semua buruk. Di dalam keburukan ini ternyata Allah menghendaki kebaikan-kebaikan yang banyak. Sebab tidak ada krisis yang menimpa umat ini kecuali Allah menjadikannya sebab kekuatan umat Islam. Tidak ada ujian kecuali Allah menjadikan sebab pembersihan hati, sebab untuk memisahkan mana yang baik, orisinil, ikhlas dan mana yang buruk, palsu dan munafik di antara kalian. Allah swt berfirman:
ÃóÍóÓöÈó ÇáäøóÇÓõ Ãóäú íõÊúÑóßõæÇ Ãóäú íóÞõæáõæÇ ÁóÇãóäøóÇ æóåõãú áÇó íõÝúÊóäõæäó æóáóÞóÏú ÝóÊóäøóÜÇ ÇáøóÐöíäó ãöäú ÞóÈúáöåöãú ÝóáóíóÚúáóãóäøó Çááøóåõ ÇáøóÐöíäó ÕóÜÏóÞõæÇ æóáóíóÚúáóãóäøó ÇáúßóÇÐöÈöíäó
“Janganlah manusia mengira mereka dibiarkan mengatakan kami beriman, sedangkan mereka tidak akan diuji? Sungguh, kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka Allah tahu mana orang yang benar imannya dan yang bohong.” (QS. al-Ankabut:2-3)
Seorang pemimpin ulama, Imam Al ‘Izz bin Abdus Salam dalam bukunya “Dalam ujian ada tujuh belas manfaat” menyebutkan manfaat-manfaat di tengah-tengah ujian. Jangan kalian mengira dengan krisis ini Islam akan lenyap, umat Islam akan habis. Tidak, seribu kata tidak, demi Allah ayyuhal muslimun.
Sejarah telah mencatat kekejaman kaum Qaramithah yang menyerang Baitullah dan menyembelih umat Islam di sekitarnya. Abu Thahir Al Qarmithi mengejek Hajar Aswad dengan berteriak -baginya laknatullah- di tangah ka’bah: “Mana burung Ababil?! Mana batu-batu dari bara neraka?!
Lihatlah fitnah besar ini yang melanda seluruh muslim, sampai hajar aswad dicuri dari Baitullah lebih dari dua puluh tahun. Namun Allah mengembalikan Hajar Aswad itu, dan Allah mengembalikan umat Islam kepada agamanya. Dan akhirnya Islam mampu mengalahkan Qaramithah.
Lihatlah ujian lain, pasukan Tartar yang kafir melumatkan Baghdad, mereka menyembelih dan membunuh umat Islam selama empat puluh hari empat puluh malam, sehingga darah menggenangi jalan-jalan Baghdad. Namun demikian, Allah swt mengembalikan umat Islam pada agamanya. Dan Allah swt menghancurkan pasukan Tartar bahkan pasukan Salib di tangan orang-orang yang benar imannya lagi muskhlis, bukankah Allah swt berfirman:
æóáÇó ÊóåöäõæÇ æóáÇó ÊóÍúÒóäõæÇ æóÃóäúÊõãõ ÇáÃóÚúáóæúäó Åöäú ßõäúÊõãú ãõÄúãöäöíäó
“Jangan kalian sedih, lantaran iman. Jangan kalian merasa hina dengan iman. Kalian menang, jika kalian beriman.” (QS. Ali Imram: 139)
Akan tetapi kami menginginkan, wahai umat Islam, kami menghendaki realisasi dan bukti iman, maka renungkan makna ayat tadi, Dengan demikian, tidak boleh ditawar-tawar lagi, yaitu buktikan dan wujudkan iman yang benar, iman yang ikhlas untuk Allah Tuhan semesta alam.
Mari renungkan bersama saya, dengarkan dan hayati dengan baik-baik Firman Tuhan semesta alam:
íõÑöíÏõæäó áöíõØúÝöÆõæÇ äõæÑó Çááøóåö ÈöÃóÝúæóÇåöåöãú æóÇááøóåõ ãõÊöãøõ äõæÑöåö æóáóæú ßóÑöåó ÇáúßóÇÝöÑõæäó åõæó ÇáøóÐöí ÃóÑúÓóáó ÑóÓõæáóåõ ÈöÇáúåõÏóì æóÏöíäö ÇáúÍóÞøö áöíõÙúåöÑóåõ Úóáóì ÇáÏøöíäö ßõáøöåö æóáóæú ßóÑöåó ÇáúãõÔúÑößõæäó
“Mereka berusaha untuk memadamkan cahaya Allah dengan mulut-mulut mereka, dan Allah enggan kecuali justru menyempurnakan cahaya-Nya, meskipun orang-orang kafir tidak suka. Dialah Dzat yang mengutus rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar, agar dimenangkannya atas agama semuanya, meskipun orang-orang musyrik tidak menyukai.” (QS. ash-Shaff:8-9)
Mari renungkan kembali firman Allah swt:
íõÑöíÏõæäó Ãóäú íõØúÝöÆõæÇ äõæÑó Çááøóåö ÈöÃóÝúæóÇåöåöãú æóíóÃúÈóì Çááøóåõ ÅöáÇøó Ãóäú íõÊöãøó äõæÑóåõ æóáóæú ßóÑöåó ÇáúßóÇÝöÑõæäó åõæó ÇáøóÐöí ÃóÑúÓóáó ÑóÓõæáóåõ ÈöÇáúåõÏóì æóÏöíäö ÇáúÍóÞøö áöíõÙúåöÑóåõ Úóáóì ÇáÏøöíäö ßõáøöåö æóáóæú ßóÑöåó ÇáúãõÔúÑößõæäó
Orang-orang kafir pendosa selalu berusaha mematikan agama Allah selamanya. Selamanya juga Allah enggan, kecuali justeru menyempurnakan agamanya.
Saya yakin dengan seyakin-yakinnya, bahwa inilah pertarungan yang tidak imbang. Karena pertempuran ini antara Dzat Yang Maha Kuasa, Dzat Yang Berkehendak dengan orang kafir pendosa. Sungguh ini pertempuran yang tidak imbang. Siapakah yang memiliki kekuatan yang lebih hebat?!
Dengarkan firman Allah swt:
:Åöäøó ÇáøóÐöíäó ßóÝóÑõæÇ íõäúÝöÞõæäó ÃóãúæóÇáóåõãú áöíóÕõÏøõæÇ Úóäú ÓóÈöíáö Çááøóåö ÝóÓóíõäúÝöÞõæäóåóÇ Ëõãøó Êóßõæäõ Úóáóíúåöãú ÍóÓúÑóÉð Ëõãøó íõÛúáóÈõæäó æóÇáøóÐöíäó ßóÝóÑõæÇ Åöáóì Ìóåóäøóãó íõÍúÔóÑõæäó
“Orang-orang kafir membelanjakan harta-harta mereka untuk menghalang-halangi dari jalan Allah, maka mereka akan membelanjakan untuk itu, kemudian mereka merasa rugi kemudian mereka terkalahkan. Dan orang-orang kafir dikumpulkan di neraka jahannam.” (QS. al-Anfal:36)
Dengarkan firman Allah swt. Ya mereka membelanjakan trilyunan, namun mereka merasa rugi dan akhirnya mereka kalah. Sedangakn Islam, Islam tetap tegar dan akan tetap kuat. Di mana pasukan Qaramithah? Di mana pasukan Tartar? Di mana pasukan Salib? Di mana para kafir pendosa? Bahkan di mana Fir’aun dan Haman? Di mana Ash Habul Ukhdud? Kemana setiap orang yang memerangi Islam, kemana? Mereka semua binasa dan Islam tetap ada. Islam akan tetap langgeng dengan janji Ar Rahman, Allah swt berfirman:
Åöäøó ÇáøóÐöíäó ßóÝóÑõæÇ íõäúÝöÞõæäó ÃóãúæóÇáóåõãú áöíóÕõÏøõæÇ Úóäú ÓóÈöíáö Çááøóåö ÝóÓóíõäúÝöÞõæäóåóÇ Ëõãøó Êóßõæäõ Úóáóíúåöãú ÍóÓúÑóÉð Ëõãøó íõÛúáóÈõæäó æóÇáøóÐöíäó ßóÝóÑõæÇ Åöáóì Ìóåóäøóãó íõÍúÔóÑõæäó
“Sesungguhnya orang-orang yang kafir menafkahkan harta mereka untuk menghalangi (orang) dari jalan Allah. mereka akan menafkahkan harta itu, Kemudian menjadi sesalan bagi mereka, dan mereka akan dikalahkan. dan ke dalam Jahannamlah orang-orang yang kafir itu dikumpulkan.” (QS. al-Anfal:36)
Seandainya orang-orang kafir mendengar Islam dan mengenal gambaran sebenarnya ini, pasti mereka akan lari mendekat pada Islam. Karena mereka sekarang ini hidup dalam kondisi kegoncangan hebat. Siapa yang berkunjung ke negara-negara Timur atau Barat, maka ia akan menjumpai sejumlah besar pasien dokter kejiwaan. Mereka memenuhi fisik mereka dengan semua yang menyenangkan, padahal ruh yang berada di sanubari badan mereka membrontak dan menjerit mencari obat dan nutrisinya. Mereka tidak tahu obat dan penawarnya kecuali Allah swt. Allah swt berfirman:
æóíóÓúÃóáõæäóßó Úóäö ÇáÑøõæÍö Þõáö ÇáÑøõæÍõ ãöäú ÃóãúÑö ÑóÈøöí æóãóÇ ÃõæÊöíÊõãú ãöäó ÇáúÚöáúãö ÅöáÇøó ÞóáöíáÇð
“Mereka bertanya kepadamu tentang ruh? Katakanlah, “Ruh itu urusanku. Dan kalian tidaklah diberi ilmu melainkan hanya sedikit.” (QS. al-Isra’:85)
Sungguh, ditengah kegelapan umat Islam ini saya melihat keajaiban - keajaiban. Saya melihat potensi kebaikan yang banyak di tengah-tengah umat. Ini adalah bab firman Allah swt:
æóáÇó ÊóåöäõæÇ æóáÇó ÊóÍúÒóäõæÇ æóÃóäúÊõãõ ÇáÃóÚúáóæúäó Åöäú ßõäúÊõãú ãõÄúãöäöíäó
.
Dalam hadits yang diriwayatkan Imam Ahmad dari Hudzaifah bin Al Yaman, hadits shahih, bahwa Nabi bersabda:
Êßæä Çáä龃 Ýíßã ãÇ ÔÇÁ Çááå Ãä Êßæä Ëã íÑÝÚåÇ Çááå ÅÐÇ ÔÇÁ Ãä íÑÝÚåÇ¡ Ëã Êßæä ÎáÇÝÉ Úáì ãäåÇÌ ÇáäÈæÉ¡ ÝÊßæä Ýíßã ãÇ ÔÇÁ Çááå Ãä Êßæä¡ Ëã íÑÝÚåÇ Çááå ÅÐÇ ÔÇÁ Ãä íÑÝÚåÇ¡ Ëã Êßæä ãáßÇð ÚÇÖÇð¡ ÝÊßæä Ýíßã ãÇ ÔÇÁ Çááå Ãä Êßæä¡ Ëã íÑÝÚåÇ Çááå ÅÐÇ ÔÇÁ Ãä íÑÝÚåÇ Ëã Êßæä ãáßÇð ÌÈÑíÇð ÝÊßæä Ýíßã ãÇ ÔÇÁ Çááå Ãä Êßæä Ëã íÑÝÚåÇ Çááå ÅÐÇ ÔÇÁ Ãä íÑÝÚåÇ¡ Ëã Êßæä ÎáÇÝÉ Úáì ãäåÇÌ ÇáäÈæÉ
“Zaman kenabian di kalangan kalian sesuai yang dikehendaki Allah bersama kalian, kemudian Allah akan mengangkatnya jika Ia menghendaki untuk menggantinya. Kemudian zaman berikutnya adalah zaman khalifah yang berpedoman pada ketentuan Nabi, masa itu akan bersama kalian sesuai yang dikehendaki Allah, kemudian Allah menggantinya jika ia berniat menggantinya. Kemudian zaman berikutnya adalah zaman rasa-raja yang menggigit, raja muslim tapi bermaksiat, zaman ini berjalan, sampai Allah menggantinya. Dan berikutnya zaman penguasa diktator, sampai Allah berkehendak menggantinya. Kemudian zaman berikutnya adalah zaman khilafah atas aturan Nabi.”
Kita memohon kepada Allah agar kita ini hidup pada zaman khilafah atas dasar kenabian yang dijanjikan, kalau tidak kita, semoga anak dan cucu kita bagian dari janji Muhammad saw. ini.
Dalam hadits lain yang diriwayatkan imam Muslim dari Tsauban, Rasulullah saw bersabda:
Ãä Çááå ÊÚÇáì Òæì áí ÇáÃÑÖ ÝÑÃíÊ ãÔÇÑÞåÇ æãÛÇÑÈåÇ¡ æÅä ãáß ÃãÊí ÓíÈáÛ ãÇ Òæì áí ãäåÇ
…..“Sesungguhnya Allah membuka rahasia bumi, saya melihat ujung timur bumi dan ujung barat bumi. Dan kekuasaan umatku akan sampai pada yang diperlihatkan padaku itu…”
Wahai umat tauhid,
Kenapa masih ada keraguan? Kanapa masih ada putus asa? Sungguh putus asa hanya menjadikan semangat menjadi loyo, dan putus asa hanya menambah berat beban hidup.
Lihatlah Muhammad saw. di saat krisis mengepung, ia diusir, para sahabatnya meninggalkan tempat kelahirannya. Namun Muhammad saw. masih memberi kabar gembira kepada Khabab bin Al Arts:
æÇááå áóíõÊöãøóäøó åÐÇ ÇáÃãÑ ÍÊì íÓíÑ ÇáÑÇßÈ ãä ÕäÚÇÁ Åáì ÍÖÑãæÊ áÇ íÎÇÝ ÅáÇ Çááå æÇáÐÆÈ Úáì Ûäãå
“Demi Allah, Sungguh urusan agama ini akan disempurnakan dan dimenangkan,sehingga seorang pengendara berjalan antara Shan’a dan Hadramaut, tidak takut kecuali hanya pada Allah, dan srigala atas dombanya.”
Bukankah Allah swt berfirman:
æóáÇó ÊóåöäõæÇ æóáÇó ÊóÍúÒóäõæÇ æóÃóäúÊõãõ ÇáÃóÚúáóæúäó Åöäú ßõäúÊõãú ãõÄúãöäöíäó
“Jangan merasa hinda dan bersedih…”
Wahai ahli tauhid,
Sadarlah sesadar-sadarnya, bahwa setiap cobaan menambah Islam ketegaran dan kekuatan, dan menambah umat Islam semakin kuat. Akan keluar dari barisan orang-orang beriman, yaitu orang-orang yang di hatinya ada sifat nifaq. Inilah proses alamiyah cara Allah swt menyeleksi hamba-hamba-Nya.
Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Shuhaib, Raslullah saw bersabda:
ÚÌÈÇð áÃãÑ ÇáãÄãä Åä ÃãÑå ßáå áå ÎíÑ¡ æáíÓ Ðáß ÅáÇ ááãÄãä¡ Åä ÅÕÇÈÊå ÓøóÑÇÁ ÔßÑ¡ ÝßÇä ÎíÑÇð áå æÅä ÃÕÇÈÊå ÖÑÇÁ ÕÈÑ ÝßÇä ÎíÑÇð áå
“Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin, semua urusannya baik baginya, yang demikian tidak terdapat kecuali pada diri seorang mukmin. Jika ia mendapatkan kebaikan ia bersyukur, dan syukurnya itu baik baginya. Jika ia sedang mendapatkan cobaan, ia bersabar, dan sabarnya itu baik baginya.”
Dalam hadits yang diriwayatkan Imam Ahmad, Abu Daud, dan Al Hakim, di sahihkan oleh Imam Al Albani, bahwa Rasulullah saw. Bersabda:
áíÈáÛä åÐÇ ÇáÃãÑ ãÇ ÈáÛ Çááíá æÇáäåÇÑ æáÇ íÊÑõßõ Çááå ÈíÊ ãóÏóÑò æáÇ æóÈóÑò ÅáÇ ÃÏÎáå Çááå åÐÇ ÇáÏíä¡ ÈÚÒò ÚÒíÒ Ãæ ÈÐá Ðáíá¡ ÚÒÇð íÚÒ Çááå Èå ÇáÅÓáÇã¡ æÐáÇð íÐá Çááå Èå ÇáßÝÑ
“Sungguh urusan agama ini akan sampai melampaui siang dan malam, dan Allah tidak melewatkan sebuah rumah di pelosok-pelosok, kecuali Allah memasukkan agama ini, dengan kemulyaan orang yang kuat dan dengan kehinaan orang yang hina. Mulya karena Allah memulyakan dengan agama Islam, dan hina yang Allah hinakan karena kekafiran.”
Menarik untuk disampaikan di sini ungkapan seorang pemikir :
“Peradaban berputar laksana bumi berputar, jika peradaban tenggelam di sini, maka peradaban pengganti akan muncul di sana. Dan peradaban hampir merekah dengan sabaik-baik bentuk. Itulah peradaban Islam, peradaban yang dirinya sendiri mempunyai potensi kekuatan paling kuat. Potensi ruhani suci yang mendunia.”
Ayyuhal muwahhidun,
Demi Allah, demi Allah, umat ini tinggal melangkah dan menapaki derajat agama ini, dan agar umat ini mengetahui kadar kenikmatan ini, nikmat yang dihadirkan buat kita oleh Tuhan semesta alam.
Telah saya sebutkan sebelumnya, bahwa apa yang terjadi pada umat ini adalah sesuai dengan sunnah Rabbaniyyah, tidak akan berubah dan berganti. Dan umat ini tidak akan kembali mulya dan jaya kecuali sesuai dengan sunnah ini. Jika demikian, tidak ada cara lain lagi agar Allah swt menolong umat ini dari krisis, hina, menyia-nyiakan agamanya kecuali dengan iman yang benar, kembali pada Islam yang sebenarnya. Bahkan hendaknya umat ini menolong agama Allah, agar Allah swt memenangkan mereka.
Bukankah Allah berfirman:
æóáóíóäúÕõÑóäøó Çááøóåõ ãóäú íóäúÕõÑõåõ Åöäøó Çááøóåó áóÞóæöíøñ ÚóÒöíÒñ
“Dan sungguh Allah menolong orang yang menolong-Nya. Dan sungguh Allah maha Perkasa lagi Maha Tinggi.” (QS. al-Hajj:40)
Bukankah Allah berfirman:
ÅöäøóÇ áóäóäúÕõÑõ ÑõÓõáóäóÇ æóÇáøóÐöíäó ÁóÇãóäõæÇ Ýöí ÇáúÍóíóÇÉö ÇáÏøõäúíóÇ æóíóæúãó íóÞõæãõ ÇáÃóÔúåóÇÏõ
“Sungguh Kami akan menolong Rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman di kehidupan ini dan pada hari persaksian kelak.” (QS. Ghafir:51)
Bukankah Allah swt berfirman:
æóßóÇäó ÍóÞøðÇ ÚóáóíúäóÇ äóÕúÑõ ÇáúãõÄúãöäöíäó
“Dan menjadi kewajiban Kami menolong orang-orang yang beriman.” (QS. ar-Rum:48)
Bukankah Allah berfirman:
æóÚóÏó Çááøóåõ ÇáøóÐöíäó ÁóÇãóäõæÇ ãöäúßõãú æóÚóãöáõæÇ ÇáÕøóÇáöÍóÇÊö áóíóÓúÊóÎúáöÝóäøóåõãú Ýöí ÇáÃóÑúÖö ßóãóÇ ÇÓúÊóÎúáóÝó ÇáøóÐöíäó ãöäú ÞóÈúáöåöãú æóáóíõãóßøöäóäøó áóåõãú Ïöíäóåõãõ ÇáøóÐöí ÇÑúÊóÖóì áóåõãú æóáóíõÈóÏøöáóäøóåõãú ãöäú ÈóÚúÏö ÎóæúÝöåöãú ÃóãúäðÇ íóÚúÈõÏõæäóäöí áÇó íõÔúÑößõæäó Èöí ÔóíúÆðÇ æóãóäú ßóÝóÑó ÈóÚúÏó Ðóáößó ÝóÃõæáóÆößó åõãõ ÇáúÝóÇÓöÞõæäó
“Allah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kalian dan orang-orang yang beramal shaleh, pasti Allah akan menjadikan mereka khalifah di muka bumi sebagaimana orang-orang sebelum mereka memperoleh khilafah, dan Allah akan meneguhkan bagi mereka agama mereka yang diridhai, dan Allah akan menggantikan ketakutan sebelumnya menjadi rasa aman. Mereka menyembah-Ku, tidak menyekutukan-Ku dengan sesuatu apapun. Dan barangsiapa yang kafir setelah itu, sungguh mereka adalah orang-orang fasik.” (QS. an-Nur:55)
Dalam peringatan Kebangkitan Nasional (20 Mei) yang lalu, ada sebagian putra-putra Indonesia, anak-anak bangsa besar ini yang mencanangkan Indonesia Emas Tahun 2015, atau 2020, atau 2025, ya… itu semua bukanlah mimpi kosong, bukan cita tanpa realita… Itulah wujud optimisme hidup seorang muslim. Optimisme yang dilandasi iman yang benar, percaya pada pertolongan Allah, sekaligus bangga menunjukkan identitas ke-Islaman. Islam yang yang damai, sejuk, menebar cinta dan kasih sayang, wasathiyah dan rahmatan lil ‘alamin.
ÃóÞõæúáõ Þóæúáöí åóÐÇ ÃóÓúÊóÛúÝöÑõ Çááåó áöí æóáóßõãú æóáöÓóÇÆöÑö ÇáúãõÓúáöãöíúäó æóÇáúãõÓúáöãóÇÊö ÝóÇÓúÊóÛúÝöÑõæúåõ Åöäøåõ åõæó ÇáúÛóÝõæúÑõ ÇáÑøÍöíúãö
Khutbah yang keduaÅöäø ÇáúÍóãúÏó öááåö ÑóÈøö ÇáúÚóÇáóãöíäó æóÃóÔúåóÏõ Ãóäú áÇó Åöáåó ÅöáÇø Çááåõ æóáöíøõ ÇáÕøóÇáöÍöíäó æóÃóÔúåóÏõ Ãóäø ãõÍóãøÏðÇ ÎóÇÊóãõ ÇáÃóäúúúÈöíóÇÁö æóÇáúãõÑúÓóáöíäó Çóááøóåõãøó Õóáøö Úóáóì ãõÍóãøóÏò æóÚóáóì Âáö ãõÍóãøóÏò ßóãóÇ ÕóáøóíúÊó Úóáóì ÅöÈúÑóÇåöíúãó æóÚóáóì Âáö ÅöÈúÑóÇåöíúãó¡ Åöäøóßó ÍóãöíúÏñ ãóÌöíúÏñ. æóÈóÇÑößú Úóáóì ãõÍóãøóÏò æóÚóáóì Âáö ãõÍóãøóÏò ßóãóÇ ÈóÇÑóßúÊó Úóáóì ÅöÈúÑóÇåöíúãó æóÚóáóì Âáö ÅöÈúÑóÇåöíúãó¡ Åöäøóßó ÍóãöíúÏñ ãóÌöíúÏñ., ÃóãøóÇÈÚÏ,
Çóááøóåõãøó Õóáøö Úóáóì ãõÍóãøóÏò æóÚóáóì Âáö ãõÍóãøóÏò ßóãóÇ ÕóáøóíúÊó Úóáóì ÅöÈúÑóÇåöíúãó æóÚóáóì Âáö ÅöÈúÑóÇåöíúãó¡ Åöäøóßó ÍóãöíúÏñ ãóÌöíúÏñ. æóÈóÇÑößú Úóáóì ãõÍóãøóÏò æóÚóáóì Âáö ãõÍóãøóÏò ßóãóÇ ÈóÇÑóßúÊó Úóáóì ÅöÈúÑóÇåöíúãó æóÚóáóì Âáö ÅöÈúÑóÇåöíúãó¡ Åöäøóßó ÍóãöíúÏñ ãóÌöíúÏñ.
Çóááøóåõãøó ÇÛúÝöÑú áöáúãõÓúáöãöíúäó æóÇáúãõÓúáöãóÇÊö¡ æóÇáúãõÄúãöäöíúäó æóÇáúãõÄúãöäóÇÊö ÇúáÃóÍúíóÇÁö ãöäúåõãú æóÇúáÃóãúæóÇÊö¡ Åöäøóßó ÓóãöíúÚñ ÞóÑöíúÈñ ãõÌöíúÈõ ÇáÏøÚóæóÇÊö.
ÑóÈøäóÇ áÇóÊõÄóÇÎöÐú äóÇ Åöäú äóÓöíúäóÇ Ãóæú ÃóÎúØóÃúäóÇ ÑóÈøäóÇ æóáÇó ÊóÍúãöáú ÚóáóíúäóÇ ÅöÕúÑðÇ ßóãóÇ ÍóãóáúÊóåõ Úóáóóì ÇøáÐöíúäó ãöäú ÞóÈúáöäóÇ ÑóÈøäóÇ æóáÇó ÊðÍóãøáúäóÇ ãóÇáÇó ØóÇÞóÉó áóäóÇ Èöåö æóÇÚúÝõ ÚóäøÇ æóÇÛúÝöÑú áóäóÇ æóÇÑúÍóãúäóÇ ÃóäúÊó ãóæúáÇóäóÇ ÝóÇäúÕõÑúäóÇ Úóáóì ÇáúÞóæúãö ÇáúßóÇÝöÑöíúäó.
ÑóÈóäóÇ ÁóÇÊöäóÇ Ýöí ÇáÏøäúíóÇ ÍóÓóäóÉð æóÝöí ÇúáÃóÎöÑóÉö ÍóÓóäóÉð æóÞöäóÇ ÚóÐóÇÈó ÇáäøÇÑö. æÇáÍãÏ ááå ÑÈ ÇáÚÇáãíä.
Sumber: http://www.dakwatuna.com/2008/islam-kembali-datang/
Oleh: Ulis Tofa, Lc