Segala puji bagi Allah. Segala puji bagi Allah yang menurunkan al-Qur’an sebagai petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa, sebagai rahmat dan pelajaran bagi orang-orang yang beriman, dan sebagai ibrah bagi orang-orang yang mau mengambil pelajaran.
Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya.
Dan aku bersaksi bahwa Nabi kita Muhammad Õóáøó Çááåõ Úóáóíúåö æóÓóáøóãó adalah hamba dan utusan-Nya.
Semoga Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì melimpahkan shalawat, salam dan keberkahan kepadanya, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikuti jalannya hingga hari Kiamat.
Amma ba’du :
Menyambung peringatan dan ancaman yang telah disebutkan sebelumnya, surat ini berpindah dari penyampaian dalil kepada ancaman, dengan mengingatkan akibat orang-orang yang mendustakan dari umat-umat dan generasi-generasi terdahulu.
Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì berfirman,
æóßóãú ÃóåúáóßúäóÇ ÞóÈúáóåõãú ãöäú ÞóÑúäò åõãú ÃóÔóÏøõ ãöäúåõãú ÈóØúÔðÇ ÝóäóÞøóÈõæÇ Ýöí ÇáúÈöáóÇÏö åóáú ãöäú ãóÍöíÕò (36) Åöäøó Ýöí Ðóáößó áóÐößúÑóì áöãóäú ßóÇäó áóåõ ÞóáúÈñ Ãóæú ÃóáúÞóì ÇáÓøóãúÚó æóåõæó ÔóåöíÏñ (37) [Þ : 36 ¡ 37]
“Dan berapa banyaknya umat-umat yang telah Kami binasakan sebelum mereka yang mereka itu lebih besar kekuatannya daripada mereka ini. Maka mereka (yang telah dibinasakan itu) telah pernah menjajah di beberapa negeri. Adakah (mereka) mendapat tempat lari ?”
Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat peringatan bagi orang-orang yang mempunyai akal atau yang menggunakan pendengarannya, sedang dia menyaksikannya.” (Qaaf : 36-37)
Kemudian Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì menjelaskan bahwa Dia ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì menciptakan langit dan bumi serta apa yang ada di antara keduanya dalam enam hari, dan Dia ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì tidak ditimpa kelelahan sedikit pun. Maka Dzat yang menciptakan semuanya yang begitu agung itu tentu Mahakuasa untuk mengulangi penciptaan dan menghidupkan kembali. Bahkan hal itu lebih mudah bagi-Nya. Dan bagi Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì perumpamaan yang Mahatinggi.
Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì berfirman,
æóáóÞóÏú ÎóáóÞúäóÇ ÇáÓøóãóÇæóÇÊö æóÇáúÃóÑúÖó æóãóÇ ÈóíúäóåõãóÇ Ýöí ÓöÊøóÉö ÃóíøóÇãò æóãóÇ ãóÓøóäóÇ ãöäú áõÛõæÈò [Þ : 38]
“Dan sesungguhnya telah Kami ciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa, dan Kami tidak merasa letih sedikitpun.” (Qaaf : 38)
Namun demikian orang-oarng yang mendustakan tetap mendustakan dan orang-orang yang mengingkari tetap mengingkari. Maka datanglah pengarahan Rabbani kepada Nabi Õóáøóì Çááåõ Úóáóíúåö æóÓóáøóãó agar bersabar atas gangguan orang-orang musyrik, dan menyibukkan diri dengan tasbih dan zikir setiap waktu.
Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì berfirman,
ÝóÇÕúÈöÑú Úóáóì ãóÇ íóÞõæáõæäó æóÓóÈøöÍú ÈöÍóãúÏö ÑóÈøößó ÞóÈúáó ØõáõæÚö ÇáÔøóãúÓö æóÞóÈúáó ÇáúÛõÑõæÈö (39) æóãöäó Çááøóíúáö ÝóÓóÈøöÍúåõ æóÃóÏúÈóÇÑó ÇáÓøõÌõæÏö (40) [Þ : 39 ¡ 40]
“Maka bersabarlah engkau terhadap apa yang mereka katakan, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu sebelum terbir matahari dan sebelum terbenamnya. Dan bertasbihlah kamu pada sebagian malam dan setelah sujud.” (Qaaf : 39-40)
Kemudian surat ini kembali mengingatkan tentang pemandangan kebangkitan, pada hari ketika penyeru menyeru, sangkakala ditiup, dan orang-orang mati dibangitkan dari kubur.
Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì berfirman,
æóÇÓúÊóãöÚú íóæúãó íõäóÇÏö ÇáúãõäóÇÏö ãöäú ãóßóÇäò ÞóÑöíÈò (41) íóæúãó íóÓúãóÚõæäó ÇáÕøóíúÍóÉó ÈöÇáúÍóÞøö Ðóáößó íóæúãõ ÇáúÎõÑõæÌö (42) ÅöäøóÇ äóÍúäõ äõÍúíöí æóäõãöíÊõ æóÅöáóíúäóÇ ÇáúãóÕöíÑõ (43) íóæúãó ÊóÔóÞøóÞõ ÇáúÃóÑúÖõ Úóäúåõãú ÓöÑóÇÚðÇ Ðóáößó ÍóÔúÑñ ÚóáóíúäóÇ íóÓöíÑñ (44) [Þ : 41 - 44]
“Dan dengarkanlah pada hari ketika penyeru memanggil dari tempat yang dekat.
Pada hari mereka mendengar teriakan dengan sebenar-benarnya. Itulah hari keluar (dari kubur).
Sesungguhnya Kami menghidupkan dan mematikan dan kepada Kami-lah kembali (semua makhluk).
Pada hari bumi terbelah-belah menampakkan mereka, mereka keluar dengan cepat. Yang demikian itu adalah pengumpulan yang mudah bagi Kami.” (Qaaf : 41-44)
Dan karena al-Qur’an yang agung adalah poros keselamatan dan kebahagiaan, serta tali penghubung antara seorang mukmin dengan Yang Maha Mengetahui yang gaib dan alam nyata, maka surat ini dibuka dengan sumpah atasnya dan ditutup dengan peringatan dengannya.
Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì berfirman,
äóÍúäõ ÃóÚúáóãõ ÈöãóÇ íóÞõæáõæäó æóãóÇ ÃóäúÊó Úóáóíúåöãú ÈöÌóÈøóÇÑò ÝóÐóßøöÑú ÈöÇáúÞõÑúÂäö ãóäú íóÎóÇÝõ æóÚöíÏö (45)
“Kami lebih mengetahui apa yang mereka katakan, dan engkau bukanlah seorang pemaksa terhadap mereka. Maka berilah peringatan dengan al-Qur’an kepada orang yang takut kepada ancaman-Ku.” (Qaaf : 45)
Betapa indahnya pembukaan dan betapa semerbak penutupnya.
Demikianlah. Maka, beshalawat dan bersalamlah kalian kepada utusan yang diutus sebagai rahmat bagi seluruh manusia, Muhammad bin Abdillah, baginya sebaik-baik shalawat dan salam. Sungguh kalian telah diperintahkan untuk itu dalam al-Qur’an yang mulia. Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì berfirman,
Åöäøó Çááøóåó æóãóáóÇÆößóÊóåõ íõÕóáøõæäó Úóáóì ÇáäøóÈöíøö íóÇ ÃóíøõåóÇ ÇáøóÐöíäó ÂãóäõæÇ ÕóáøõæÇ Úóáóíúåö æóÓóáøöãõæÇ ÊóÓúáöíãðÇ [ÇáÃÍÒÇÈ : 56]
“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kalian untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya. (al-Ahzab : 56)
Dari Aus bin Aus ÑóÖöíó Çááåõ Úóäúåõ, Nabi Õóáøóì Çááåõ Úóáóíúåö æóÓóáøóãó bersabda,
Åöäøó ãöäú ÃóÝúÖóáö ÃóíøóÇãößõãú íóæúãó ÇáúÌõãõÚóÉö ÝóÃóßúËöÑõæÇ Úóáóìøó ãöäó ÇáÕøóáÇóÉö Ýöíåö ÝóÅöäøó ÕóáÇóÊóßõãú ãóÚúÑõæÖóÉñ Úóáóìøó
“Sesungguhnya di antara hari-hari terbaik kalian adalah hari Jum’at, maka perbanyaklah shalawat kepadaku pada hari itu, karena shalawat kalian diperlihatkan kepadaku.” (HR. Abu Dawud)
Maka, ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah melimpahkan shalawat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.
Dan limpahkanlah keberkahan kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah melimpahkan keberkahan kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim di seluruh alam. Sesunguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.
Dan ridhailah, ya Allah, para khalifah yang mendapat petunjuk, para imam yang lurus, Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali.
Ridhailah pula para sahabat seluruhnya, dan para tabi’in serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik sampai hari Kiamat. Dan, kumpulkanlah kami bersama mereka dengan karunia, kemuliaan, dan kebaikan-Mu, wahai Yang Maha Mulia.
Ya Allah, jadikanlah al-Qur’an yang agung sebagai penyejuk hati kami, cahaya dada kami, penghilang kesedihan kami, dan penghapus kegundahan serta kegelisahan kami.
Jadikanlah ia penuntun dan pembimbing kami kepada-Mu dan kepada surga-Mu, surga-surga yang penuh dengan berbagai bentuk kenikmatan.
Wallahu A’lam
(Redaksi)
Sumber :
Diringkas dari Khuthbah Jum’at (khuthbah kedua), Syaikh Prof. Dr. Yasser al-Dosary, Masjid Haram 20 Rajab 1447 H (9 Januari 2026).


















