Åöäø ÇáúÍóãúÏó öááåö äóÍúãóÏõåõ æóäóÓúÊóÚöíúäõåõ æóäóÓúÊóÛúÝöÑõåõ æóäóÚõæúÐõ ÈöÇááåö ãöäú ÔõÑõæúÑö ÃóäúÝõÓöäóÇ æóÓóíøÆóÇÊö ÃóÚúãóÇáöäóÇ ãóäú íóåúÏöåö Çááåõ ÝóáÇó ãõÖöáø áóåõ
æóãóäú íõÖúáöáú ÝóáÇó åóÇÏöíó áóåõ ÃóÔúåóÏõ Ãóäú áÇó Åöáåó ÅöáÇø Çááåõ æóÃóÔúåóÏõ Ãóäø ãõÍóãøÏðÇ ÚóÈúÏõåõ æóÑóÓõæúáõåõ
Çóááåõãø Õóáø æóÓóáøãú Úóáì ãõÍóãøÏò æóÚóáì Âáöåö æöÃóÕúÍóÇÈöåö æóãóäú ÊóÈöÚóåõãú ÈöÅöÍúÓóÇäò Åöáóì íóæúãö ÇáÏøíúä.
íóÇÃóíøåóÇ ÇáøÐóíúäó ÂãóäõæúÇ ÇÊøÞõæÇ Çááåó ÍóÞø ÊõÞóÇÊöåö æóáÇó ÊóãõæúÊõäø ÅöáÇø æóÃóäúÊõãú ãõÓúáöãõæúäó
íóÇÃóíøåóÇ ÇáäóÇÓõ ÇÊøÞõæúÇ ÑóÈøßõãõ ÇáøÐöí ÎóáóÞóßõãú ãöäú äóÝúÓò æóÇÍöÏóÉò æóÎóáóÞó ãöäúåóÇ ÒóæúÌóåóÇ æóÈóËø ãöäúåõãóÇ ÑöÌóÇáÇð ßóËöíúÑðÇ æóäöÓóÇÁð æóÇÊøÞõæÇ Çááåó ÇáóÐöí ÊóÓóÇÁóáõæúäó Èöåö æóÇúáÃóÑúÍóÇã ó Åöäø Çááåó ßóÇäó Úóáóíúßõãú ÑóÞöíúÈðÇ
íóÇÃóíøåóÇ ÇáøÐöíúäó ÂãóäõæúÇ ÇÊøÞõæÇ Çááåó æóÞõæúáõæúÇ ÞóæúáÇð ÓóÏöíúÏðÇ íõÕúáöÍú áóßõãú ÃóÚúãóÇáóßõãú æóíóÛúÝöÑúáóßõãú ÐõäõæúÈóßõãú æóãóäú íõØöÚö Çááåó æóÑóÓõæúáóåõ ÝóÞóÏú ÝóÇÒó ÝóæúÒðÇ ÚóÙöíúãðÇ¡ ÃóãøÇ ÈóÚúÏõ ...
ÝóÃöäø ÃóÕúÏóÞó ÇáúÍóÏöíúËö ßöÊóÇÈõ Çááåö¡ æóÎóíúÑó ÇáúåóÏúìö åóÏúìõ ãõÍóãøÏò Õóáøì Çááå Úóáóíúåö æóÓóáøãó¡ æóÔóÑø ÇúáÃõãõæúÑö ãõÍúÏóËóÇÊõåóÇ¡ æóßõáø ãõÍúÏóËóÉò ÈöÏúÚóÉñ æóßõáø ÈöÏúÚóÉò ÖóáÇóáóÉð¡ æóßõáø ÖóáÇóáóÉö Ýöí ÇáäøÇÑö.
Kaum Muslimin rahimakumullah
íóÇÃóíøõåÇó ÇáøóÐöíäó ÁóÇãóäõæÇ ÇÊøóÞõæÇ Çááåó ÍóÞøó ÊõÞóÇÊöåö æóáÇó ÊóãõæÊõäøó ÅöáÇøó æóÃóäÊõã ãøõÓúáöãõæäó
"Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama islam". (Ali-Imran: 102)
Marilah senantiasa menjaga ketakwaan kita kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala agar Dia selalu menjaga kita dari seluruh keburukan dan kesempitan hidup, dan semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala akan memberikan jalan keluar terbaik bagi kita dari semua permasalahan yang kita hadapi.
Kaum Muslimin rahimakumullah
Setiap yang berakal sehat sepakat bahwa persatuan dan kerukunan adalah tuntutan yang sangat penting dan sangat dibutuhkan oleh umat yang mengharap kejayaan dan kebaikan. Oleh karena itu, Islam datang untuk menguatkan persatuan barisan, memperhatikan tolong menolong dalam kebaikan, kerukunan serta persaudaraan dalam rangka meraih kebaikan dan menangkal kerusakan.
Kaum Muslimin rahimakumullah
Sesungguhnya derita yang menimpa umat islam saat ini diberbagai belahan dunia yang diakibatkan oleh berbagai peristiwa, mengharuskan setiap Muslim, bagaimanapun martabat dan tingkat keilmuannya, untuk bertakwa kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Dan hendaknya semua sikap bertolak dari dasar yang menyatukan, bukan memisahkan, merukunkan, bukan mencerai beraikan, selama itu bisa dilakukan.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
æóÇÚúÊóÕöãõæÇ ÈöÍóÈúáö Çááåö ÌóãöíÚðÇ æóáÇó ÊóÝóÑøóÞõæÇ æóÇÐúßõÑõæÇ äöÚúãóÊó Çááåö Úóáóíúßõãú ÅöÐú ßõäÊõãú ÃóÚúÏóÂÁð ÝóÃóáøóÝó Èóíúäó ÞõáõæÈößõãú ÝóÃóÕúÈóÍúÊõã ÈöäöÚúãóÊöåö ÅöÎúæóÇäðÇ
"Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara." (Ali Imran: 103)
Sungguh, seharusnya pada saat ada gerakan-gerakan yang menuntut perubahan besar seperti saat ini yang masih berlangsung diberbagai negara, maka wajib bagi para ulama dan pemimpin untuk mengasihi dan memelihara umat, rakyat, serta negara mereka dari kesengsaraan perpecahan dan bergolong golongan. Karena kebahagiaan itu sebenarnya terletak pada persatuan kalimat; kebaikan itu terletak pada kesatuan barisan; dan kemakmuran terletak pada persatuan masyarakat muslim.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
æóáóæú ÔóÂÁó ÑóÈøõßó áóÌóÚóáó ÇáäøóÇÓó ÃõãøóÉð æóÇÍöÏóÉð æóáÇóíóÒóÇáõæäó ãõÎúÊóáöÝöíäó {118} ÅöáÇøóãóä ÑøóÍöãó ÑóÈøõßó æóáöÐóáößó ÎóáóÞóåõãú
"Jikalau Tuhanmu menghendaki, tentu Dia menjadikan manusia umat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat, kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Tuhanmu. Dan untuk itulah Allah menciptakan mereka." (Huud:118-119)
Dalam memahami ayat ini para Ulama Salaf mengatakan bahwa orang-orang yang dirahmati Allah Subhanahu wa Ta'ala tidak akan berselisih dengan perselisihan yang membahayakan mereka. Ketika perselisihan membawa kepada perpecahan dan pertentangan, maka ini akan menyebabkan mereka dijauhkan dari rahmat Allah di dunia dan akhirat.
Kaum Muslimin rahimakumullah
Dalam agama Islam, perselisihan bukanlah menjadi penyebab perpecahan dan permusuhan. Dia bukan hal yang mengancam persatuan, bukan pula yang melumpuhkan gerakan masyarakat dan kehidupan. Namun perselisihan, tatkala terpaksa, merupakan sebuah fenomena yang sah-sah saja, yang menuntut ada upaya untuk memilih pendapat terbaik yang bisa mendatangkan kemaslahatan dan menolak keburukan. Dengan ini, keridhaan Allah Subhanahu wa Ta'ala akan terealisasi buat masyarakat yang mendatangkan persatuan dan kerukunan serta dijauhkannya perpecahan dan pertikaian.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
Åä Çááå íÑÖì áßã ËáÇËÇ
"Sesungguhnya Allah meridhai bagi kalian tiga hal".
Diantara yang beliau sebutkan:
æÃä ÊÚÊÕãæÇ ÈÍÈá Çááå ÌãíÚÇ æáÇ ÊÝÑÞæÇ
"Dan kalian berpegang teguh dengan tali Allah dan kalian tidak berpecah belah". (HR. Imam Muslim)
Kaum Muslimin rahimakumullah
Barakah di negara-negara Muslim dan kebaikan buat masyarakatnya tidak akan bisa diraih kecuali dengan mengalah dan tidak mempertahankan pendapat sendiri demi kepentingan persatuan dan kesatuan. Benarlah apa yang diriwayatkan dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam :
ÇáÈÑßÉ Ýí ËáÇËÉ
"Barakah ada pada tiga hal".
Diantara yang beliau shallallahu 'alaihi wasallam sebutkan adalah:
ÇáÌãÇÚÉ
"Al-Jama'ah". (HR. Thabrani dan Baihaqi; dihasankan al-Albani)
Hindarilah perpecahan dan perbantahan serta jauhilah sikap berkelompok-kelompok. Rabbuna Allah Subhanahu wa Ta'ala telah berfirman:
æóÃóØöíÚõæÇ Çááåó æóÑóÓõæáóåõ æóáÇóÊóäóÇÒóÚõæÇ ÝóÊóÝúÔóáõæÇ æóÊóÐúåóÈó ÑöíÍõßõãú æóÇÕúÈöÑõæÇ Åöäøó Çááåó ãóÚó ÇáÕøóÇÈöÑöíäó
"Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar." (Al-Anfal: 46)
Wahai orang-orang yang memandang ijtihadnya yang benar! Semoga Allah membalas usaha kalian ! namun tatkala pendapat kalian itu bertentangan dengan pendapat jama'ah (orang banyak), maka utamakanlah kemaslahatan umum. Karena kemaslahatan serta manfaat persatuan jauh mengungguli kerusakan yang disebabkan oleh perpecahan dan perselisihan akibat berpegang dengan pendapat sendiri.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, dan beliau hidup dimasa perselisihan dan perpecahan ummat, "Apabila sebuah kaum berpecah belah niscaya mereka akan rusak serta binasa dan jika mereka bersatu niscaya mereka akan baik dan berkuasa, karena sesungguhnya persatuan adalah rahmat, dan perpecahan adalah azab".
ÈÇÑß Çááå áí æáßã ÝíãÇ ÓãÚäÇ¡ ÃÞæá åÐÇ ÇáÞæá¡ æÃÓÊÝÛÝÑ Çááå áí æáßã æáÓÇÆÑ ÇáãÓáãíä ãä ßá ÐäÈ¡ ÝÇÓÊÛÝÑæå¡ Åäå åæ ÇáÛÝæÑ ÇáÑÍíã.
Khutbah Kedua
ÃÍãÏ ÑÈí æÃÔßÑå¡ æÃÔåÏ Ãä áÇ Åáå ÅáÇ Çááå æÍÏå áÇ ÔÑíß áå¡ æÃÔåÏ Ãä äÈíäÇ ãÍãÏÇ ÚÈÏå æÑÓæáå.
Kaum Muslimin, rahimakumullah
Dalam rangka menjaga persatuan, maka hendaklah kaum muslimin mewaspadai dan menjauhi sikap yang meremehkan kedudukan orang yang diridhai oleh kaum muslimin sebagai pemimpin. Karena sikap itu bisa menimbulkan banyak keburukan dan kerusakan besar. Alangkah besar dosanya di sisi Allah Subhanahu wa Ta'ala dan alangkah buruknya di mata syariat, apabila perselisihan dalam perkara dunia menyebabkan jiwa melayang, korban luka-luka, serta kerusakan harta benda dan kedudukan.
Bukankah kita memiliki al-Qur'an yang bisa membimbing langkah-langkah kita ?! bukankah kita memiliki Nabi shallallahu 'alaihi wasallam yang menjelaskan kepada kita semua yang bisa memperbaiki keadaan kita di dunia dan akhirat?! Semua metode yang keluar dari jalur al-Qur'an dan as-Sunnah merupakan cara-cara syaithan dan jalan permusuhan yang tidak diakui oleh syari'at, serta tidak sejalan dengan peradaban dan masyarakat yang luhur nan tinggi!
Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
áÇ ÊÑÌÚæÇ ÈÚÏí ßÝÇÑÇ íÖÑÈ ÈÚÖßæ ÑÞÇÈ ÈÚÖ
"Janganlah kalian kembali kufur dengan saling membunuh satu sama lain". (HR. Bukhari dan Muslim)
Dimanakah perhatian ummat ini terhadap wejangan yang agung ini?
Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala menjadikan kaum Muslimin kuat berpegang teguh dengan al-Qur'an dan as-Sunnah sesuai dengan pemahaman salaful ummah! Menjadikan mereka termasuk orang-orang segera menyadari kesalahan-kesalahan yang dilakukannya jika terjebak dalam kesalahan lalu beristighfar memohon ampunan kepada Allah!
Åöäøó Çááøóåó æóãóáóÇÆößóÊóåõ íõÕóáøõæäó Úóáóì ÇáäøóÈöíøö íóÇ ÃóíøõåóÇ ÇáøóÐöíäó ÂãóäõæÇ ÕóáøõæÇ Úóáóíúåö æóÓóáøöãõæÇ ÊóÓúáöíãÇð
Çóááøóåõãøó Õóáøö Úóáóì ãõÍóãøóÏò æóÚóáóì Âáö ãõÍóãøóÏò ßóãóÇ ÕóáøóíúÊó Úóáóì ÅöÈúÑóÇåöíúãó æóÚóáóì Âáö ÅöÈúÑóÇåöíúãó¡ Åöäøóßó ÍóãöíúÏñ ãóÌöíúÏñ. æóÈóÇÑößú Úóáóì ãõÍóãøóÏò æóÚóáóì Âáö ãõÍóãøóÏò ßóãóÇ ÈóÇÑóßúÊó Úóáóì ÅöÈúÑóÇåöíúãó æóÚóáóì Âáö ÅöÈúÑóÇåöíúãó¡ Åöäøóßó ÍóãöíúÏñ ãóÌöíúÏñ.
ÑóÈøóäóÇ ÇÛúÝöÑú áóäóÇ æóáöÅöÎúæóÇäöäóÇ ÇáøóÐöíäó ÓóÈóÞõæäóÇ ÈöÇáúÅöíãóÇäö æóáóÇ ÊóÌúÚóáú Ýöí ÞõáõæÈöäóÇ ÛöáøÇð áøöáøóÐöíäó ÂãóäõæÇ ÑóÈøóäóÇ Åöäøóßó ÑóÄõæÝñ ÑøóÍöíãñ
Çááåã ÇÝÊÍ ÈíääÇ æÈíä ÞæãäÇ ÈÇáÍÞ æÃäÊ ÎíÑ ÇáÝÇÊÍíä.
Çááåã ÅäÇ äÓÃáß ÚáãÇ äÇÝÚÇ æÑÒÞÇ ØíÈÇ æÚãáÇ ãÊÞÈáÇ
ÑóÈøóäóÇ ÂÊöäóÇ Ýöí ÇáÏøõäúíóÇ ÍóÓóäóÉð æóÝöí ÇáúÂÎöÑóÉö ÍóÓóäóÉð æóÞöäóÇ ÚóÐóÇÈó ÇáäøóÇÑö
æÕáì Çááå Úáì äÈíäÇ ãÍãÏ æÚáì Âáå æÕÍÈå æ óãóäú ÊóÈöÚóåõãú ÈöÅöÍúÓóÇäò Åöáóì íóæúãö ÇáÏøíúä.
æóÂÎöÑõ ÏóÚúæóÇäóÇ Ãóäö ÇáúÍóãúÏõ ááå ÑóÈøö ÇáúÚóÇáóãöíúäó
Sumber Majalah As-Sunnah edisi 05/Thn XII/Syawwal 1434H/September 2013M