Artikel Khutbah Jum'at : Perbuatan Dalam Waktu Singkat Namun Berdampak Besar Rabu, 05 Februari 14Åöäø ÇáúÍóãúÏó öááåö äóÍúãóÏõåõ æóäóÓúÊóÚöíúäõåõ æóäóÓúÊóÛúÝöÑõåõ æóäóÚõæúÐõ ÈöÇááåö ãöäú ÔõÑõæúÑö ÃóäúÝõÓöäóÇ æóÓóíøÆóÇÊö ÃóÚúãóÇáöäóÇ ãóäú íóåúÏöåö Çááåõ ÝóáÇó ãõÖöáø áóåõ
æóãóäú íõÖúáöáú ÝóáÇó åóÇÏöíó áóåõ ÃóÔúåóÏõ Ãóäú áÇó Åöáåó ÅöáÇø Çááåõ æóÃóÔúåóÏõ Ãóäø ãõÍóãøÏðÇ ÚóÈúÏõåõ æóÑóÓõæúáõåõ
Çóááåõãø Õóáø æóÓóáøãú Úóáì ãõÍóãøÏò æóÚóáì Âáöåö æöÃóÕúÍóÇÈöåö æóãóäú ÊóÈöÚóåõãú ÈöÅöÍúÓóÇäò Åöáóì íóæúãö ÇáÏøíúä.
íóÇÃóíøåóÇ ÇáøÐóíúäó ÂãóäõæúÇ ÇÊøÞõæÇ Çááåó ÍóÞø ÊõÞóÇÊöåö æóáÇó ÊóãõæúÊõäø ÅöáÇø æóÃóäúÊõãú ãõÓúáöãõæúäó
íóÇÃóíøåóÇ ÇáäóÇÓõ ÇÊøÞõæúÇ ÑóÈøßõãõ ÇáøÐöí ÎóáóÞóßõãú ãöäú äóÝúÓò æóÇÍöÏóÉò æóÎóáóÞó ãöäúåóÇ ÒóæúÌóåóÇ æóÈóËø ãöäúåõãóÇ ÑöÌóÇáÇð ßóËöíúÑðÇ æóäöÓóÇÁð æóÇÊøÞõæÇ Çááåó ÇáóÐöí ÊóÓóÇÁóáõæúäó Èöåö æóÇúáÃóÑúÍóÇã ó Åöäø Çááåó ßóÇäó Úóáóíúßõãú ÑóÞöíúÈðÇ
íóÇÃóíøåóÇ ÇáøÐöíúäó ÂãóäõæúÇ ÇÊøÞõæÇ Çááåó æóÞõæúáõæúÇ ÞóæúáÇð ÓóÏöíúÏðÇ íõÕúáöÍú áóßõãú ÃóÚúãóÇáóßõãú æóíóÛúÝöÑúáóßõãú ÐõäõæúÈóßõãú æóãóäú íõØöÚö Çááåó æóÑóÓõæúáóåõ ÝóÞóÏú ÝóÇÒó ÝóæúÒðÇ ÚóÙöíúãðÇ¡ ÃóãøÇ ÈóÚúÏõ ...
ÝóÃöäø ÃóÕúÏóÞó ÇáúÍóÏöíúËö ßöÊóÇÈõ Çááåö¡ æóÎóíúÑó ÇáúåóÏúìö åóÏúìõ ãõÍóãøÏò Õóáøì Çááå Úóáóíúåö æóÓóáøãó¡ æóÔóÑø ÇúáÃõãõæúÑö ãõÍúÏóËóÇÊõåóÇ¡ æóßõáø ãõÍúÏóËóÉò ÈöÏúÚóÉñ æóßõáø ÈöÏúÚóÉò ÖóáÇóáóÉð¡ æóßõáø ÖóáÇóáóÉö Ýöí ÇáäøÇÑö.
Kaum Muslimin, rahimakumullah
Allah Subhanahu wa Ta'ala telah menganugerahkan kepada para hamba-Nya agama yang sempurna. Barangsiapa berpegang teguh dengan agama ini, Allah Subhanahu wa Ta'ala terangi hatinya dan didekatkan kepada-Nya. Sebaliknya, barangsiapa menelantarkannya, maka Allah Subhanahu wa Ta'ala akan memberikan balasan setimpal. Allah mencintai dan memerintahkan ketaatan serta membenci dan melarang kemaksiatan.
Kemaksiatan jiwa seperti racun bagi raga, diantaranya ada yang menyebabkan pelakunya keluar dari martabat islam; ada juga yang menyebabkan keluar dari islam.
Sebagaimana Allah juga memuliakan para hamba-Nya dengan menganugerahkan pahala yang besar sebagai balasan dari perbuatan kecil maupun ringan, Allah Subhanahu wa Ta'ala juga memberikan ancaman dosa yang besar akibat perbuatan yang dilakukan dalam waktu singkat.
Lisan diantara anggota tubuh yang mudah digerakkan dan bisa menghasilkan pahala ataupun dosa dalam waktu singkat. Perbuatan paling buruk yang dilakukan manusia dengan lisannya adalah berdo'a kepada selain Allah, dan meminta hajat kepada orang-orang yang sudah mati dan patung-patung. Karena berdo'a kepada selain Allah Subhanahu wa Ta'ala tergolong perbuatan syirik yang bisa menghapuskan pahala semua amal kebaikan dan menyebabkan kekal dalam neraka, sementara yang diminta juga tak kunjung diraih. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman yang artinya: Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang berdoa kepada selain Allah yang tiada dapat memperkenankan (doa)nya sampai hari Kiamat dan mereka lalai dari (memperhatikan) doa mereka. (QS. Al-Ahqaf: 5)
Diantara dosa besar yang dilakukan dengan lisan adalah mencela Allah, agama-Nya, dan rasul-Nya. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman yang artinya: Katakanlah, "Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok? Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu telah kafir sesudah beriman. (QS. at-Taubah: 65-66)
Barangsiapa yang bergegas melakukan kesyirikan, seperti thawaf di sekitar kuburan, menyembelih untuknya, atau bernadzar untuknya, maka dia terancam tidak diampuni dosanya. Karena pengaruh dosa ini sangat buruk pada aqidah seseorang, maka mengancam dengan tidak memberikan ampunan terhadap pelakunya. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman yang artinya:
Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. (QS. an-Nisa: 48)
Kaum Muslimin, rahimakumullah
Ilmu ghaib disembunyikan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala meskipun dari para malaikat. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman yang artinya; Katakanlah, "Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah", dan mereka tidak mengetahui kapankah mereka akan dibangkitkan." (QS. an-Naml: 65)
Oleh karena itu, barangsiapa percaya kepada orang yang mengaku tahu hal yang ghaib seperti para dukun atau orang pintar, berarti dia telah berbuat kufur. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
ãä ÃÊì ßÇåäÇ ÝÕÏÞÉ ÈãÇ íÞæá ÝÞÏ ßÝÑ ÈãÇ ÃäÒá Úáì ãÍãÏ Õáì Çááå Úáíå æÓáã
"Barangsiapa mendatangi dukun, lalu mempercayai apa yang dikatakannya maka dia telah kafir terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam ." (HR. Abu Dawud dan Ahmad).
Kaum Muslimin, rahimakumullah
Itulah diantara kekufuran yang banyak dilakukan orang dalam waktu singkat tapi dampak negatifnya begitu besar dan berbahaya serta akan terasa dalam waktu yang tidak singkat.
Jika seseorang selamat dari kekufuran, maka hendaklah dia bersyukur kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala karena semua itu merupakan karunia dari Allah Subhanahu wa Ta'ala. Namun juga dia harus tetap waspada, karena setan akan terus membujuk dan menjebaknya agar melakukan dosa besar. Setan akan membujuknya agar memberikan kebebasan ke lisannya mengucapkan kata-kata yang diharamkan Allah Subhanahu wa Ta'ala. Perkataan yang paling keji adalah perkataan yang menodai kehormatan muslim. Oleh karena itu, Allah Subhanahu wa Ta'ala melarang ghibah (menggunjing) dan menyamakannya dengan memakan bangkai saudara yang digunjingnya. Dan pada hari kiamat orang yang menghibahi memiliki kuku panjang terbuat dari tembaga dan dia akan mencakar-cakar wajah dan dadanya sendiri sebagai balasan atas perbuatan buruknya.
Seandainya perkataan orang yang menghibahi dicampur dengan air lautan, pasti dia dapat mencermarinya. 'Aisyah radhiyallahu 'anhu berkata kepada Nabi, "Cukuplah dirimu memuji-muji Shafiyah, sesungguhnya dia itu begini dan begitu" yaitu tubuhnya kecil; lalu Nabi bersabda, "Sungguh kamu telah mengatakan suatu perkataan, jika dicampur dengan air laut pasti dapat mengeruhkannya." (HR. Abu Dawud)
Para Ulama salaf sangat ketat dalam menjaga lisan dari maksiat ini. Imam Bukhari rahimahullah berkata, "Saya berharap menjumpai Allah dan Dia tidak menghisabku karena aku mengghibahi orang lain."
Kaum Muslimin, rahimakumullah
Orang yang suka memfitnah orang lain merupakan saudara dekat pelaku ghibah. Hukuman dan adzabnya akan dirasakan sejak ada dalam kubur. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallambersabda,
áÇ íÏÎá ÇáÌäÉ ÞÊÇÊ
Tidak masuk surga orang yang suka mengadu domba. (Muttafaqun 'alaih)
Sebagaimana Islam melarang mengghibahi orang Muslim yaitu mencelanya saat dia tidak ada, Islam juga melarang mencelanya di hadapannya, Rasulullah bersabda:
ÓÈÇÈ ÇáãÓáã ÝÓæÞ
Mencela Muslim adalah kefasikan (Mutafaqun 'Alaih)
Beliau juga bersabda:
ãä ÞÇá áÃÎíå íÇ ßÇÝÑ ÝÞÏ ÈÇÁ ÈåÇ ÃÍÏåãÇ Åä ßÇä ßãÇ ÞÇá æÅáÇ ÑÌÚÊ Úáíå
"Barangsiapa berkata kepada saudaranya, 'Wahai kafir maka kekafiran itu bisa kembali kepada salah seorang diantara keduanya, jika perkataannya benar, maka diterima, namun jika salah maka dialah yang kafir."(HR. Bukhari dan Muslim)
Dan masih banyak lagi dosa yang dilakukan oleh manusia dengan lisannya, misalnya qodzaf (menuduhkan perbuatan zina kepada orang yang menjaga kehormatan), suka melaknat kaum Muslimin, suka melakukan kebohongan, meminta-minta padahal dia sudah berkecukupan dan lain sebagainya.
Kaum Muslimin, rahimakumullah
Dosa tidak hanya dilakukan dengan lisan, tapi juga anggota tubuh lainnya. Oleh karena itu, jika seorang muslim menjaga lisannya, maka dia juga harus menjaga anggota badannya. Karena ada beberapa perbuatan yang bisa dilaksanakan dalam waktu singkat tapi dosanya besar. diantara yang paling besar adalah membunuh seorang Muslim. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman, yang artinya, "Dan barangsiapa membunuh seorang Mukmin dengan sengaja maka balasannya ialah jahannam, ia kekal di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan adzab yang besar baginya." (An-Nisa: 93)
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
áæ Ãä Ãåá ÇáÓãÇÁ æÃåá ÇáÃÑÖ ÇÔÊÑᑀ Ýí Ïã ãÄãä áÃßÈåã Çááå Ýí ÇáäÇÑ
Seandainya penduduk langit dan bumi berserikat untuk menghabisi nyawa seorang Mukmin, pastilah Allah akan menyeret mereka semua ke dalam neraka. (HR. Tirmidzi)
Kaum Muslimin, rahimakumullah
Dosa besar lainnya adalah zina. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman yang artinya: "Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk." (al-Isra: 32)
Imam Ahmad rahimahullah mengatakan, "Dosa yang paling besar di sisi Allah adalah syirik, kemudian membunuh, kemudian berzina." Karena buruknya dosa zina, maka hukuman bagi pelaku zina yang sudah pernah menikah adalah dirajam yaitu ditanam separuh badannya lalu dilempari oleh siapa saja yang melewatinya sampai mati. Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala melindungi kita dari perbuatan-perbuatan buruk yang bisa mendatangkan dosa-dosa besar ini.
ÃÞæá ãÇ ÊÓãÚæä æÃÓÊÛÝÑ Çááå áí æáßã æáÓÇÆÑ ÇáãÓáãíä ÝÇÓÊÛÝÑæå Åäå åæ ÇáÛÝæÑ ÇáÑÍíã
Khutbah kedua
ÇáÍãÏ ááå æßÝì æÇáÕáÇÉ æÇáÓáÇã Úáì ÇáäÈí ÇáãÕØÝì æÚáì Âáå æÕÍÈå æãä æÇáÇå¡ ÃãÇ ÈÚÏ:
Kaum Muslimin, rahimakumullah
Disamping dosa-dosa yang telah disebutkan pada khutbah pertama, masih ada lagi dosa-dosa yang berkaitan dengan harta, seperti riba. Riba walaupun sedikit bisa mencemari harta yang banyak dan melenyapkan keberkahan harta. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman yang artinya: Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa." (al-Baqarah: 276)
Dampak buruk lain dari riba yaitu Allah melaknat pemakan riba, dan menyatakan perang terhadapnya. Barangsiapa diperangi oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala pasti dia akan celaka.
Dosa besar lainnya yang berkaitan dengan harta yaitu mencuri. Perbuatan buruk ini diganjar laknat oleh Allah karena dia telah mengambil hak orang lain dengan cara yang tidak benar.
Dosa lain yang berkaitan dengan harta yaitu merampas tanah orang lain, meminjam harta dengan niat tidak mengembalikan, melakukan sogok, menghambur-hamburkan harta dan masih banyak lagi yang lainnya.
Itulah diantara dosa-dosa yang sering dilakukan oleh manusia dengan anggota badannya. Untuk melakukannya cukup waktu yang singkat tapi akibat dari perbuatan itu akan dirasakan dalam waktu yang tidak terhitung lamanya. Tidakkah ini membuat hati-hati kita menjadi sadar?.
Kewajiban kita adalah menjaga seluruh anggota badan kita agar tidak terjebak dalam perbuatan dosa. Jika misalnya, wal'iyadzubillah sudah terjebak dalam perbuatan dosa, maka hendaklah segera bertaubat dan jangan putus asa. Semoga Allah memahami dosa-dosa itu lalu mendorong organ-organ yang lain untuk menjauhinya.
Åöäøó Çááøóåó æóãóáóÇÆößóÊóåõ íõÕóáøõæäó Úóáóì ÇáäøóÈöíøö íóÇ ÃóíøõåóÇ ÇáøóÐöíäó ÂãóäõæÇ ÕóáøõæÇ Úóáóíúåö æóÓóáøöãõæÇ ÊóÓúáöíãÇð
Çóááøóåõãøó Õóáøö Úóáóì ãõÍóãøóÏò æóÚóáóì Âáö ãõÍóãøóÏò ßóãóÇ ÕóáøóíúÊó Úóáóì ÅöÈúÑóÇåöíúãó æóÚóáóì Âáö ÅöÈúÑóÇåöíúãó¡ Åöäøóßó ÍóãöíúÏñ ãóÌöíúÏñ. æóÈóÇÑößú Úóáóì ãõÍóãøóÏò æóÚóáóì Âáö ãõÍóãøóÏò ßóãóÇ ÈóÇÑóßúÊó Úóáóì ÅöÈúÑóÇåöíúãó æóÚóáóì Âáö ÅöÈúÑóÇåöíúãó¡ Åöäøóßó ÍóãöíúÏñ ãóÌöíúÏñ.
ÑóÈøóäóÇ ÇÛúÝöÑú áóäóÇ æóáöÅöÎúæóÇäöäóÇ ÇáøóÐöíäó ÓóÈóÞõæäóÇ ÈöÇáúÅöíãóÇäö æóáóÇ ÊóÌúÚóáú Ýöí ÞõáõæÈöäóÇ ÛöáøÇð áøöáøóÐöíäó ÂãóäõæÇ ÑóÈøóäóÇ Åöäøóßó ÑóÄõæÝñ ÑøóÍöíãñ
Çááåã ÇÝÊÍ ÈíääÇ æÈíä ÞæãäÇ ÈÇáÍÞ æÃäÊ ÎíÑ ÇáÝÇÊÍíä.
Çááåã ÅäÇ äÓÃáß ÚáãÇ äÇÝÚÇ æÑÒÞÇ ØíÈÇ æÚãáÇ ãÊÞÈáÇ
ÑóÈøóäóÇ ÂÊöäóÇ Ýöí ÇáÏøõäúíóÇ ÍóÓóäóÉð æóÝöí ÇáúÂÎöÑóÉö ÍóÓóäóÉð æóÞöäóÇ ÚóÐóÇÈó ÇáäøóÇÑö
æÕáì Çááå Úáì äÈíäÇ ãÍãÏ æÚáì Âáå æÕÍÈå æ óãóäú ÊóÈöÚóåõãú ÈöÅöÍúÓóÇäò Åöáóì íóæúãö ÇáÏøíúä.
æóÂÎöÑõ ÏóÚúæóÇäóÇ Ãóäö ÇáúÍóãúÏõ ááå ÑóÈøö ÇáúÚóÇáóãöíúäó
Sumber: Majalah As-Sunnah edisi 02/Thn XVI/Rajab 1533H/Juni 2012M
Hit : 14906 | Index | kirim ke teman | versi cetak
Bagikan
|