Kamis, 05 September 13Åöäø ÇáúÍóãúÏó öááåö äóÍúãóÏõåõ æóäóÓúÊóÚöíúäõåõ æóäóÓúÊóÛúÝöÑõåõ æóäóÚõæúÐõ ÈöÇááåö ãöäú ÔõÑõæúÑö ÃóäúÝõÓöäóÇ æóÓóíøÆóÇÊö ÃóÚúãóÇáöäóÇ ãóäú íóåúÏöåö Çááåõ ÝóáÇó ãõÖöáø áóåõ æóãóäú íõÖúáöáú ÝóáÇó åóÇÏöíó áóåõ ÃóÔúåóÏõ Ãóäú áÇó Åöáåó ÅöáÇø Çááåõ æóÃóÔúåóÏõ Ãóäø ãõÍóãøÏðÇ ÚóÈúÏõåõ æóÑóÓõæúáõåõ
Çóááåõãø Õóáø æóÓóáøãú Úóáì ãõÍóãøÏò æóÚóáì Âáöåö æöÃóÕúÍóÇÈöåö æóãóäú ÊóÈöÚóåõãú ÈöÅöÍúÓóÇäò Åöáóì íóæúãö ÇáÏøíúä.
íóÇÃóíøåóÇ ÇáøÐóíúäó ÂãóäõæúÇ ÇÊøÞõæÇ Çááåó ÍóÞø ÊõÞóÇÊöåö æóáÇó ÊóãõæúÊõäø ÅöáÇø æóÃóäúÊõãú ãõÓúáöãõæúäó
íóÇÃóíøåóÇ ÇáäóÇÓõ ÇÊøÞõæúÇ ÑóÈøßõãõ ÇáøÐöí ÎóáóÞóßõãú ãöäú äóÝúÓò æóÇÍöÏóÉò æóÎóáóÞó ãöäúåóÇ ÒóæúÌóåóÇ æóÈóËø ãöäúåõãóÇ ÑöÌóÇáÇð ßóËöíúÑðÇ æóäöÓóÇÁð æóÇÊøÞõæÇ Çááåó ÇáóÐöí ÊóÓóÇÁóáõæúäó Èöåö æóÇúáÃóÑúÍóÇã ó Åöäø Çááåó ßóÇäó Úóáóíúßõãú ÑóÞöíúÈðÇ
íóÇÃóíøåóÇ ÇáøÐöíúäó ÂãóäõæúÇ ÇÊøÞõæÇ Çááåó æóÞõæúáõæúÇ ÞóæúáÇð ÓóÏöíúÏðÇ íõÕúáöÍú áóßõãú ÃóÚúãóÇáóßõãú æóíóÛúÝöÑúáóßõãú ÐõäõæúÈóßõãú æóãóäú íõØöÚö Çááåó æóÑóÓõæúáóåõ ÝóÞóÏú ÝóÇÒó ÝóæúÒðÇ ÚóÙöíúãðÇ¡ ÃóãøÇ ÈóÚúÏõ ...
ÝóÃöäø ÃóÕúÏóÞó ÇáúÍóÏöíúËö ßöÊóÇÈõ Çááåö¡ æóÎóíúÑó ÇáúåóÏúìö åóÏúìõ ãõÍóãøÏò Õóáøì Çááå Úóáóíúåö æóÓóáøãó¡ æóÔóÑø ÇúáÃõãõæúÑö ãõÍúÏóËóÇÊõåóÇ¡ æóßõáø ãõÍúÏóËóÉò ÈöÏúÚóÉñ æóßõáø ÈöÏúÚóÉò ÖóáÇóáóÉð¡ æóßõáø ÖóáÇóáóÉö Ýöí ÇáäøÇÑö.
Ma'asyiral-Muslimin rahimakumullah,
Melalui mimbar ini, kami menyeru diri kami dan jama'ah sekalian, tetaplah bertakwa kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala di manapun berada dan dalam keadaan bagaimanapun juga. Begitu pula, tetaplah berbangga dengan Islam, sehingga kita akan mendapatkan izzah (kemuliaan) di dunia dan akhirat. Cukuplah diri kita hanya dengan Islam, dan bukan dengan selainya, sehingga kita akan menjadi sebaik-baik umat yang dimunculkan di muka bumi ini.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
æóáóÇ ÊóåöäõæÇ æóáóÇ ÊóÍúÒóäõæÇ æóÃóäúÊõãõ ÇáúÃóÚúáóæúäó Åöäú ßõäúÊõãú ãõÄúãöäöíäó
Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman. (Qs Ali Imran: 139).
Ma'asyiral-Muslimin rahimakumullah,
Allah Subhanahu wa Ta'ala memang benar-bernar telah memuliakan kaum Muslimin hanya dengan Islam. Sebagaimana Amirul-Mukminin Umar bin Khaththab telah berkata: "Sesungguhnya Allah telah memuliakan kami dengan Islam, dan jika kami mencari kemuliaan selain Islam, maka pasti, Allah akan menghinakan kami".
Demikianlah, jika kaum Muslimin iltizam (berpegang teguh) dengan agama ini, niscaya kita menjadi umat paling mulia, bahkan menjadi penguasa di muka bumi, sehingga umat-umat yang lain akan takluk dan tunduk. Sebaliknya, jika kaum Muslimin merasa hina dan merasa rendah dengan Islam, niscaya kita menjadi umat yang terhina, terbelakang dan menjadi umat tertindas, yang bergantung kepada umat yang lain.
Adapun kemuliaan itu, tidak akan diraih, kecuali dengan benar-benar kembali kepada agama yang haq dan iltizam dengannya. Oleh karena itu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah memperingatkan agar kita tidak melakukan sesuatu yang menunjukkan tasyabbuh (meniru-niru) orang lain, seperti meniru kaum musyrikin, kuffar, Yahudi, Nashrani, Majusi, Persia dan selainnya.
Lihatlah! Tatkala Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tiba di Madinah, kemudian beliau mendapatkan para penduduk Madinah merayakan dua hari raya Jahiliyah, maka beliau shallallahu 'alaihi wasallam mengingatkan:
ÞóÏú ÃóÈúÏóáóßõãõ Çóááøóåõ ÈöåöãóÇ ÎóíúÑðÇ ãöäúåõãóÇ: íóæúãó ÇóáúÃóÖúÍóì, æóíóæúãó ÇóáúÝöØúÑö
Sesungguhnya Allah telah mengganti hari raya kalian dengan dua hari raya yang lebih baik, yaitu 'Idul-Fitri dan 'Idul-Adh-ha.
Begitu juga ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melihat orang-orang Yahudi berpuasa pada hari 'Asyura, maka beliau shallallahu 'alaihi wasallam berkata di hadapan para sahabatnya:
ÎÇáÝæÇ ÇáíåæÏ ÕæãæÇ íæãÇ ÞÈáå Ãæ íæãÇ ÈÚÏå
Selisihilah (berbedalah dengan) Yahudi, berpuasalah kalian sehari sebelumnya, atau sesudahnya.
Perhatikan juga, ketika para sahabat membuat penetapan kalender sebagai pijakan mu'amalah keseharian kaum muslimin, maka serta merta para sahabat tersebut meninggalkan kalender Masehi, Farisi dan selainnya, kemudian sepakat menetapkan kalender Hijriyah sebagai dasar perhitungan, yaitu dimulai dari hijrahnya Nabi, dari Mekkah ke Madinah. Penetapan ini dibuat, dengan maksud agar tidak tasyabbuh dengan orang-orang kuffar. Mengapa para sahabat sampai berbuat demikian?
Jawabannya, karena para sahabat memahami, bahwa tasyabbuh hanya akan mendorong sikap penghormatan dan kecintaan kepada orang-orang kuffar. Dan barangsiapa yang mencintai mereka, pasti akan binasa.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
..... æóãóäú íóÊóæóáøóåõãú ãöäúßõãú ÝóÅöäøóåõ ãöäúåõãú .....
Dan barangsiapa di anatara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka (Qs Al-Maidah: 51)
Ibadallah hadaniyallahu wa iyyakum jami'an,
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam selalu memperingatkan umatnya untuk tidak bersikap tasyabbuh dengan orang-orang kafir. Di antaranya, orang-orang Yahudi dan Nashara membangun masjid-masjid (tempat beribadah mereka) di atas kuburan, maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam memperingatkan para sahabatnya:
áóÚúäóÉõ Çááøóåö Úóáóì ÇáúíóåõæÏö æóÇáäøóÕóÇÑóì¡ ÇÊøóÎóÐõæÇ ÞõÈõæÑó ÃóäúÈöíóÇÆöåöãú ãóÓóÇÌöÏó ÃáÇ ÝáÇ ÊÊÎÐæÇ ÇáÞ龄 ãÓÇÌÏ
Allah telah melaknat Yahudi dan Nashara, karena mereka telah menjadikan kuburan nabi-nabi mereka sebagai masjid, maka janganlah kalian menjadikan kuburan sebagai masjid.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam juga melarang umatnya dari sikap ghuluw (berlebih-lebihan) dalam memuji diri Nabi, karena beliau shallallahu 'alaihi wasallam mengetahui bahwa kaum Nashara telah berbuat ghuluw kepada Al-Msih Isa bin Maryam, sehingga pada puncaknya, kaum Nashara menjadikan Isa sebagai ilah (sesembahan) selain Allah.
Beliau shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
áÇ ÊØÑæäí ßãÇ ÃØÑÊ ÇáäÕÇÑì ÇÈä ãÑíã ÝÅäãÇ ÃäÇ ÚÈÏå ÝÞæáæÇ ÚÈÏ Çááå æÑÓæáå
Janganlah kalian bersikap berlebih-lebihan kepadaku sebagaimana kaum Nashara telah berlebih-lebihan kepada Isa bin Maryam. Saya hanyalah seorang hamba, maka katakanlah hamba Allah dan utusanNya.
Begitu pula Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengingatkan agar kita tidak tsyabbuh (meniru) orang-orang kafir dalam maslah makan dan minum. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melarang makan dan minum dengan tangan kiri, karena hal ini merupakan tasyabbuh dengan setan dan kaum kuffar. Dan beliau memerintahkan makan dan minum dengan tangan kanan.
Dalam penampilan zhahir, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melarang memotong jengot dan membiarkan kumis, karena kebiasaan ini juga merupakan sifat orang-orang kafir. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
ÃÚÝæÇ ÇááÍì æ ÃÍÝæÇ ÇáÔæÇÑÈ ÎÇáÝæÇ ÇáíåæÏ æÎÇáÝæÇ ÇáãÔÑßíä
Biarkanlah jenggot dan potonglah kumis, selisihilah Yahudi dan Musyrikin
Dalam keseharian, seperti pakaian, cara berjalan, duduk, pemberian nama dan sebagainya yang merupakan syi'ar, juga tidak luput dari perhatian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, agar umatnya tidak tasyabbuh dengan orang-orang kuffar. Ingatlah, bahwa kita diperintahkan hanya dengan Islam, bukan dengan yang selainnya, karena Islam telah sempurna dan tidak memerlukan adanya tambahan. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
......Çáúíóæúãó ÃóßúãóáúÊõ áóßõãú Ïöíäóßõãú æóÃóÊúãóãúÊõ Úóáóíúßõãú äöÚúãóÊöí æóÑóÖöíÊõ áóßõãõ ÇáúÅöÓúáóÇãó ÏöíäðÇ.......
Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmatKu, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. (Qs Al-Maidah: 3).
Sehingga tasyabbuh dengan orang-orang kuffar, berarti menunjukkan adanya kekurangan dalam Islam. Maka mencari kesempurnaan melalui orang-orang kafir, masuk dalam perbuatan kufur nikmat. Allah telah menyempurnakan dan mengistimewakan Islam di atas agama yang lain, sebagaimana tersirat dalam Al-Qur'an:
ÝóÇÓúÊóãúÓößú ÈöÇáøóÐöí ÃõæÍöíó Åöáóíúßó Åöäøóßó Úóáóì ÕöÑóÇØò ãõÓúÊóÞöíãò (43) æóÅöäøóåõ áóÐößúÑñ áóßó æóáöÞóæúãößó æóÓóæúÝó ÊõÓúÃóáõæäó (44)
Maka berpegang teguhlah kamu kepada agama yang telah diwahyukan kepadamu. Sesungguhnya kamu berada di atas jalan yang lurus. Dan sesungguhnya Al-Qur'an itu benar-benar adalah suatu kemuliaan besar bagimu dan bagi kaummu, dan kelak kamu akan diminta pertanggung jawaban. (Az-Zuhruf: 43-44)
Jama'ah shalat Jum'at yang dimuliakan Allah,
Oleh karena itu, wajib bagi setiap muslim, baik secara individu maupun secara menyeluruh, baik sebagai rakyat maupun penguasa untuk berpegang teguh dengan Islam, menjaganya dengan kuat. Jika kaum Muslimin tidak mau iltizam dan tidak merasa termuliakan dengan Islam, niscaya kaum Muslimin akan menjadi orang-orang yang hina dan terhinakan.
Fenomena tasyabbuh dengan orang-orang kafir yang nampak dewasa ini di kalangan kaum Muslimin pada masa sekarang ini, salah satu contohnya dalam masalah bahasa. Padahal menggunakan bahasa milik orang-orang kafir tidak diperbolehkan, kecuali ada kebutuhan yang bersifat dharuri (terpaksa). Dan keharusan bagi kita yaitu membiasakan dengan bahasa Al-Qur'an.
Perhatikan juga kalangan anak-anak muda muslim, banyak yang lebih menyukai memakai topi di kepalanya daripada mengenakan peci. Padahal topi merupakan pakaian dan syi'ar kuffar. Kita tidak memiliki kepentingan untuk mengenakannya. Begitu pula bermacam tulisan asing yang menempel di pakaian anak-anak dan para pemuda muslim, padahal jika diterjemahkan, tulisan-tulisan tersebut mengandung arti dan syi'ar agama mereka. Sungguh memprihatinkan.
Menghadapi kenyataan ini, semestinya kita waspada dan memperingatkan adanya bahaya yang mengintai aqidah umat. Jika kaum Muslimin melakukan tasyabbuh, akan menyusahkan manakala ingin membedakan antara kaum Muslimin dan orang-orang kafir. Padahal, kaum Muslimin adalah sebaik-baik umat yang telah dimuliakan Allah di muka bumi. Kaum Muslimin memiliki kemuliaan, kehormatan dan keagungan, dengan syarat senantiasa iltizam terhadap ajaran Nabi shallallahu 'alaihi wasallam .
Renungkanlah kembali firman Allah:
ßõäúÊõãú ÎóíúÑó ÃõãøóÉò ÃõÎúÑöÌóÊú áöáäøóÇÓö ÊóÃúãõÑõæäó ÈöÇáúãóÚúÑõæÝö æóÊóäúåóæúäó Úóäö ÇáúãõäúßóÑö æóÊõÄúãöäõæäó ÈöÇááøóåö æóáóæú Âóãóäó Ãóåúáõ ÇáúßöÊóÇÈö áóßóÇäó ÎóíúÑðÇ áóåõãú ãöäúåõãõ ÇáúãõÄúãöäõæäó æóÃóßúËóÑõåõãõ ÇáúÝóÇÓöÞõæäó
Engkau adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik. (Ali Imran: 110).
ÃÞæá Þæáí åÐÇ æ ÃÓÊÛÝÑ Çááå áí æ áßã æáÓÇÆÑ ÇáãÓáãíä æÇáãÓáãÇÊ ÝÇÓÊÛÝÑæå Åäå åæ ÇáÛÝæÑ ÇáÑÍíã
Khutbah Kedua
ÇáÍãÏ ááå æßÝì æÇáÕáÇÉ æÇáÓáÇã Úáì ÇáäÈí ÇáãÕØÝì æÚáì Âáå æÕÍÈå æãä æÇáÇå¡ ÃãÇ ÈÚÏ:
Ma'asyiral muslimin rahimakumullah,
Di antara faktor yang dapat menggiring kepada tasyabbuh, misalnya seorang muslim sering melakukan perjalanan ke negeri kafir.
Manakala seorang muslim sering berkunjung ke sana, kemudian melihat yang ada di negeri orang-orang kafir tersebut, maka sangat mungkin mendorong terjadinya tasyabbuh. Oleh karena itu, seorang muslim jangan bersafar ke negeri kuffar, kecuali jika benar-benar ada kebutuhan mendesak dan bersifat darurat. Bila telah sampai di sana, maka harus tetap bangga dengan Islam, senantiasa menjaga akhlak dan adab Islam, serta jangan sampai terpengaruh dengan adat dan kerusakan moral mereka.
Faktor lain yang dapat memunculkan tasyabbuh, misalnya adanya campur baur antara kaum Muslimin dengan orang-orang kafir. Interaksi ini terjadi karena kedatangn atau kehadiran orang-orang kafir di negeri muslim. Maka, setiap muslim harus berhati-hati, jangan sampai terpengaruh dengan adat dan kebiasaan yang mereka bawa. Bahkan sedapat mungkin kita menyeru dan mendakwahi mereka supaya mengenal dan masuk Islam.
Begitu juga adanya acara-acara dan siaran-siaran media elektronik yang menggambarkan dan menampilkan adat, kebobrokan moral, keseharian yang menyimpang dan bertolak belakang dengan adab-adab Islam, dapat menimbulkan efek di kalangan kaum Muslimin dan Muslimah, sehingga meniru dan berperilaku dengan kebiasaan mereka, dalam semua aspek kehidupan.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sering memperingatkan umatnya agar selalu menjauhi tasyabuh dan tidak mengekor prilaku mereka dalam hadits-haditsnya di antaranya:
áóÊóÊúÈóÚõäøó Óóäóäó ãóäú ßóÇäó ÞóÈúáóßõãú¡ ÔöÈúÑðÇ ÔöÈúÑðÇ¡ æóÐöÑóÇÚðÇ ÈöÐöÑóÇÚò¡ ÍóÊøóì áóæú Óáᑀ ÌõÍúÑó ÖóÈøò áÓáßÊãæå
Sungguh kalian akan mengikuti jalan orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal. Sampai-sampai, ketika mereka masuk ke lubang biawak pun, kalian juga akan mengikutinya.
Demikianlah peringatan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ! dan hendaklah kita berpegang teguh dengan agama yang mulia ini, menjauhi tasyabbuh dan terus memperingatkan bahaya perbuatan meniru kepada perilaku orang-orang kafir. Mudah-mudahan Allah senantiasa menolong dan membimbing kita ke arah jalan yang lurus dan diridhaiNya.
Åöäøó Çááøóåó æóãóáóÇÆößóÊóåõ íõÕóáøõæäó Úóáóì ÇáäøóÈöíøö íóÇ ÃóíøõåóÇ ÇáøóÐöíäó ÂãóäõæÇ ÕóáøõæÇ Úóáóíúåö æóÓóáøöãõæÇ ÊóÓúáöíãÇð
Çóááøóåõãøó Õóáøö Úóáóì ãõÍóãøóÏò æóÚóáóì Âáö ãõÍóãøóÏò ßóãóÇ ÕóáøóíúÊó Úóáóì ÅöÈúÑóÇåöíúãó æóÚóáóì Âáö ÅöÈúÑóÇåöíúãó¡ Åöäøóßó ÍóãöíúÏñ ãóÌöíúÏñ. æóÈóÇÑößú Úóáóì ãõÍóãøóÏò æóÚóáóì Âáö ãõÍóãøóÏò ßóãóÇ ÈóÇÑóßúÊó Úóáóì ÅöÈúÑóÇåöíúãó æóÚóáóì Âáö ÅöÈúÑóÇåöíúãó¡ Åöäøóßó ÍóãöíúÏñ ãóÌöíúÏñ.
ÑóÈøóäóÇ ÇÛúÝöÑú áóäóÇ æóáöÅöÎúæóÇäöäóÇ ÇáøóÐöíäó ÓóÈóÞõæäóÇ ÈöÇáúÅöíãóÇäö æóáóÇ ÊóÌúÚóáú Ýöí ÞõáõæÈöäóÇ ÛöáøÇð áøöáøóÐöíäó ÂãóäõæÇ ÑóÈøóäóÇ Åöäøóßó ÑóÄõæÝñ ÑøóÍöíãñ
Çááåã ÇÝÊÍ ÈíääÇ æÈíä ÞæãäÇ ÈÇáÍÞ æÃäÊ ÎíÑ ÇáÝÇÊÍíä.
Çááåã ÅäÇ äÓÃáß ÚáãÇ äÇÝÚÇ æÑÒÞÇ ØíÈÇ æÚãáÇ ãÊÞÈáÇ
ÑóÈøóäóÇ ÂÊöäóÇ Ýöí ÇáÏøõäúíóÇ ÍóÓóäóÉð æóÝöí ÇáúÂÎöÑóÉö ÍóÓóäóÉð æóÞöäóÇ ÚóÐóÇÈó ÇáäøóÇÑö
æÕáì Çááå Úáì äÈíäÇ ãÍãÏ æÚáì Âáå æÕÍÈå óãóäú ÊóÈöÚóåõãú ÈöÅöÍúÓóÇäò Åöáóì íóæúãö ÇáÏøíúä.
æóÂÎöÑõ ÏóÚúæóÇäóÇ Ãóäö ÇáúÍóãúÏõ ááå ÑóÈøö ÇáúÚóÇáóãöíúäó
[Sumber : Majalah As-Sunnah, Edisi 04/Thn. XI/1428H/2007M,.
Hit : 7347 | Index | kirim ke teman | versi cetak
Bagikan