Rabu, 28 Agustus 13Åöäø ÇáúÍóãúÏó öááåö äóÍúãóÏõåõ æóäóÓúÊóÚöíúäõåõ æóäóÓúÊóÛúÝöÑõåõ æóäóÚõæúÐõ ÈöÇááåö ãöäú ÔõÑõæúÑö ÃóäúÝõÓöäóÇ æóÓóíøÆóÇÊö ÃóÚúãóÇáöäóÇ ãóäú íóåúÏöåö Çááåõ ÝóáÇó ãõÖöáø áóåõ æóãóäú íõÖúáöáú ÝóáÇó åóÇÏöíó áóåõ ÃóÔúåóÏõ Ãóäú áÇó Åöáåó ÅöáÇø Çááåõ æóÃóÔúåóÏõ Ãóäø ãõÍóãøÏðÇ ÚóÈúÏõåõ æóÑóÓõæúáõåõ
Çóááåõãø Õóáø æóÓóáøãú Úóáì ãõÍóãøÏò æóÚóáì Âáöåö æöÃóÕúÍóÇÈöåö æóãóäú ÊóÈöÚóåõãú ÈöÅöÍúÓóÇäò Åöáóì íóæúãö ÇáÏøíúä.
íóÇÃóíøåóÇ ÇáøÐóíúäó ÂãóäõæúÇ ÇÊøÞõæÇ Çááåó ÍóÞø ÊõÞóÇÊöåö æóáÇó ÊóãõæúÊõäø ÅöáÇø æóÃóäúÊõãú ãõÓúáöãõæúäó
íóÇÃóíøåóÇ ÇáäóÇÓõ ÇÊøÞõæúÇ ÑóÈøßõãõ ÇáøÐöí ÎóáóÞóßõãú ãöäú äóÝúÓò æóÇÍöÏóÉò æóÎóáóÞó ãöäúåóÇ ÒóæúÌóåóÇ æóÈóËø ãöäúåõãóÇ ÑöÌóÇáÇð ßóËöíúÑðÇ æóäöÓóÇÁð æóÇÊøÞõæÇ Çááåó ÇáóÐöí ÊóÓóÇÁóáõæúäó Èöåö æóÇúáÃóÑúÍóÇã ó Åöäø Çááåó ßóÇäó Úóáóíúßõãú ÑóÞöíúÈðÇ
íóÇÃóíøåóÇ ÇáøÐöíúäó ÂãóäõæúÇ ÇÊøÞõæÇ Çááåó æóÞõæúáõæúÇ ÞóæúáÇð ÓóÏöíúÏðÇ íõÕúáöÍú áóßõãú ÃóÚúãóÇáóßõãú æóíóÛúÝöÑúáóßõãú ÐõäõæúÈóßõãú æóãóäú íõØöÚö Çááåó æóÑóÓõæúáóåõ ÝóÞóÏú ÝóÇÒó ÝóæúÒðÇ ÚóÙöíúãðÇ¡ ÃóãøÇ ÈóÚúÏõ ...
ÝóÃöäø ÃóÕúÏóÞó ÇáúÍóÏöíúËö ßöÊóÇÈõ Çááåö¡ æóÎóíúÑó ÇáúåóÏúìö åóÏúìõ ãõÍóãøÏò Õóáøì Çááå Úóáóíúåö æóÓóáøãó¡ æóÔóÑø ÇúáÃõãõæúÑö ãõÍúÏóËóÇÊõåóÇ¡ æóßõáø ãõÍúÏóËóÉò ÈöÏúÚóÉñ æóßõáø ÈöÏúÚóÉò ÖóáÇóáóÉð¡ æóßõáø ÖóáÇóáóÉö Ýöí ÇáäøÇÑö.
Jama'ah Jum'at rahimakumullah,
Sesungguhnya kemulian seorang hamba terletak pada ketaatannya menjalankan ibadah kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala; Kekuatan seorang Muslim, terletak pada rasa tawakkalnya kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala; Keselamatannya, terletak pada baiknya kwalitas shalat yang ditunaikan; Bagusnya kesudahan, terletak pada ketaqwaannya kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala; Kelapangan dada atau kebahagiaannya, terletak pada baktinya kepada orang tua, silaturrahim, dan berbuat baik kepada makhluk. Ketenangan hatinya, terletak pada dzikirnya kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala yang Maha Pemberi Nikmat. Keteraturan dan keistiqamahan mereka, terletak pada ketaatannya menjalankan syariat dan meninggalkan yang diharamkan, seraya menyerahkan semua perkara kepada Sang Pencipta yang Maha Mengatur, dan menyelesaikan pekerjaan tepat waktu, tidak menunda dan bermalas-malasan.
Sebaliknya, kerugian serta kehinaan seorang hamba, terletak pada kecondongan dan kecintaannya kepada dunia, lupa terhadap kehidupan akhirat, serta berpaling dan tidak melaksanakan ibadah kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman yang artinya: sesungguhnya orang-orang yang tidak mengharap pertemuan dengan Kami, dan merasa puas dengan kehidupan dunia serta merasa tentram dengan kehidupan itu dan orang-orang yang melalaikan ayat-ayat Kami, mereka itu tempatnya ialah neraka, disebabkan apa yang selalu mereka kerjakan. (QS Yunus/10:7-8).
Firman-Nya, yang artinya, "Dan siapakah yang lebih zhalim daripada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat Rabbnya, kemudian ia berpaling daripadanya? Sesungguhnya Kami akan memberikan pembalasan kepada orang-orang yang dosa" (QS as-Sajadah:22)
Sungguh Allah Subhanahu wa Ta'ala telah memberikan banyak pelajaran pada kisah ummat-ummat terdahulu. Allah Subhanahu wa Ta'ala telah memberi mereka umur panjang, mengalirkan sungai-sungai buat mereka, memberi kemampuan sehingga bisa membangun istana; Mereka diberi kekuatan fisik, pendengaran, dan penglihatan. Allah kokohkan mereka di muka bumi, dan memudahkan bagi mereka segala sebab, akan tetapi semua itu tidak bermanfaat bagi mereka.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman, yang artinya, "Dan sesungguhnya Kami telah meneguhkan kedudukan mereka dalam hal-hal yang Kami belum pernah meneguhkan kedudukanmu dalam hal itu dan Kami telah memberikan kepada mereka pendengaran, penglihatan dan hati; tetapi pendengaran, penglihatan dan hati mereka tidak berguna sedikit juapun bagi mereka, karena mereka selalu mengngkari ayat-ayat Allah dan mereka telah diliputi oleh siksa yang dahulu selalu mereka memperolok-olokkannya." (QS al-Ahqof/ 46:26)
Jama'ah Jum'at rahimakumullah,
Ketahuilah, bahwa semua kebaikan terkumpul pada ibadah kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Ibadah yang sesuai dengan Sunnah Rasulullah Shallallohu 'alaihi wasallam dibarengi rasa ikhlas serta cinta kepada Allah dan RasulNya. Seseorang tidak akan mendapatkan ridha Allah Subhanahu wa Ta'ala, tidak akan masuk surga, dan tidak akan bahagia di dunia dan setelah meningalnya, kecuali dengan ibadah kepada Allah. Untuk ibadah inilah, Allah Subhanahu wa Ta'ala menciptakan makhluk-Nya.
Salah satu bentuk kasih sayang Allah kepada hamba-Nya dan kedermawanan-Nya yang luas adalah Allah Subhanahu wa Ta'ala mensyari'atkan berbagai ibadah kepada semua hamba yang sudah baligh dan berakal sehat agar mereka bisa mendekatkan diri kepada Allah dengannya. Allah Subhanahu wa Ta'ala menjelaskan waktu-waktu yang pahala ibadah padanya berlipat ganda agar mereka memperbanyak kebaikan. Jikalau Allah tidak menyampaikan, niscaya mereka tidak mengetahuinya. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman, yang artinya, " …..serta mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui". (QS. Al-Baqarah:151)
Jama'ah Jum'at rahimakumullah,
Allah Subhanahu wa Ta'ala memerintahkan mereka untuk mendekatkan diri dengan ibadah. Saat sebagian mereka tidak mampu melakukannya, maka Allah membukakan pintu-pintu ketaatan lainnya. Allah syariatkan ibadah yang sejenis dengan ibadah yang tidak mampu mereka lakukan, agar setiap hamba mendapatkan kemuliaan ketaatan dan pahala ibadah-ibadahnya. seperti, seseorang yang tidak berjumpa dengan orang tuanya, maka Allah mensyariatkan kepadanya untuk berdo'a, bersedekah, dan juga berhaji atas nama mereka berdua, kemudian menyambung silaturahim mereka, memuliakan kawan-kawan mereka. Dan barang siapa yang berjumpa dengan kedua orang tuanya kemudian mereka meninggal dunia, maka ia tetap wajib berbakti kepada keduanya.
Jama'ah Jum'at rahimakumullah,
Begitu pula, orang yang tidak mampu bersedekah maka hendaklah ia bekerja untuk kemaslahatan pribadinya kemudian bersedekah dengan hasilnya. Dari Sa'id bin Abi Burdah, dari bapaknya dan dari kakeknya, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
« Úóáóì ßõáøö ãõÓúáöãò ÕóÏóÞóÉñ ». Þöíáó ÃóÑóÃóíúÊó Åöäú áóãú íóÌöÏú ÞóÇáó « íóÚúÊóãöáõ ÈöíóÏóíúåö ÝóíóäúÝóÚõ äóÝúÓóåõ æóíóÊóÕóÏøóÞõ ». ÞóÇáó Þöíáó ÃóÑóÃóíúÊó Åöäú áóãú íóÓúÊóØöÚú ÞóÇáó « íõÚöíäõ ÐóÇ ÇáúÍóÇÌóÉö ÇáúãóáúåõæÝó ».
ÞóÇáó Þöíáó áóåõ ÃóÑóÃóíúÊó Åöäú áóãú íóÓúÊóØöÚú ÞóÇáó « íóÃúãõÑõ ÈöÇáúãóÚúÑõæÝö Ãóæö ÇáúÎóíúÑö ». ÞóÇáó ÃóÑóÃóíúÊó Åöäú áóãú íóÝúÚóáú ÞóÇáó « íõãúÓößõ Úóäö ÇáÔøóÑøö ÝóÅöäøóåóÇ ÕóÏóÞóÉñ ».
"Wajib bagi setiap muslim bersedekah," kemudian dikatakan kepada beliau: bagaimana seandainya ia tidak mampu?" Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Hendaklah ia bekerja dengan kedua tangannya untuk kemaslahatannya, kemudian ia bersedekah," dikatakan lagi kepada beliau, "Kalau ia masih belum mampu?" Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Dia bisa membantu orang yang membutuhkan" dikatakan lagi "Bagaimana kalau masih belum mampu?" Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda : "Dia bisa memerintahkan yang ma'ruf atau kebaikan". Ada yang berkata, "Bagaimana kalau ia tidak bisa melakukannya? Beliau shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Dia menahan diri dari keburukan. Itu adalah sedekah" (Riwayat Muslim)
Sedangkan untuk mereka yang belum mampu berhaji dan berumrah, mereka masih bisa meraih pahala kedua ibadah bersar itu dengan ibadah yang lain. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
ãóäú Õóáøóì ÇáÝÌÑ Ýí ÌãÇÚÉ ¡ Ëã ÞóÚóÏó íÐßÑõ Çááå ¡ ÍÊì ÊØáõÚ ÇáÔãÓ ¡ Ëã Õáì ÑßÚÊíä ¡ ßÇäÊ áå ßÃÌÑ ÍÌÉ æÚãÑÉ ¡ ÞÇá : ÞÇá ÑÓæáõ Çááå -Õáì Çááå Úáíå æÓáã- : « ÊÇãÉ ÊÇãÉ ÊÇãÉ» ÃÎÑÌå ÇáÊÑãÐí.
"Barangsiapa shalat Shubuh secara berjamaah, kemudian ia duduk berdzikir kepada Allah sampai terbit matahari, lalu ia shalat dua rakaat, maka dia mendapat pahala seperti pahala haji dan umrah" Perawi mengatakan, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, ' sempurna, sempurna, sempurna!"
Juga bagi mereka yang belum mampu menunaikan haji, maka disyariatkan baginya puasa Arafah. Dalam hadits disebutkan bahwa puasa Arafah menghapus dosa, setahun yang telah lalu dan setahun yang akan datang. Allah Subhanahu wa Ta'ala juga mensyariatkan untuk taqarrub kepadaNya dengan berbagai ibadah pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah.
Úä ÇÈä ÚÈÇÓ ÞÇá ÞÇá ÑÓæá Çááå Õáì Çááå Úáíå æÓáã : « ãÇ ãä ÃíÇã ÇáÚãá ÇáÕÇáÍ ÝíåÇ ÃÍÈ Åáì Çááå ÊÚÇáì ãä åÐå ÇáÃíÇã íÚäí ÃíÇã ÇáÚÔÑ » ÞÇá ÞÇáæÇ : íÇ ÑÓæá Çááå æáÇ ÇáÌåÇÏ Ýí ÓÈíá Çááå ¿ ÞÇá Õáì Çááå Úáíå æÓáã : « æáÇ ÇáÌåÇÏ ¡ ÅáÇ ÑÌá ÎÑÌ ÈäÝÓå æãÇáå ¡ Ëã áã íÑÌÚ ãä Ðáß ÈÔíÆ »
Dari Ibnu 'Abbas radhiyallahu 'anhu, beliau berkata: Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tiada hari yang lebih Allah cintai amal shalih padanya selain amalan pada hari-hari ini," maksudnya sepuluh hari pada bulan Dzulhijjah. Perawi hadits ini mengatakan, 'Para sahabat bertanya, 'Tidak pula jihad, wahai Rasulullah?' Beliau shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, 'Tidak pula jihad fi sabilillah, kecuali seorang laki-laki yang keluar berjihad dengan jiwa dan hartanya kemudian ia tidak kembali dengannya sedikitpun.' (HR al-Bukhari)
Jama'ah Jum'at rahimakumullah,
Pada hari-hari yang penuh keutamaan, diantaranya 10 hari pertama bulan Dzulhijjah nanti, dzikir merupakan amalan yang paling afdhal, dan ibadah yang paling mulia. Dulu, para salafush-shalih mengeraskan suara mereka untuk berdzikir kepada Allah pada sepuluh hari bulan Dzulhijjah. Begitulah Ibnu Umar radhiyallahu 'anhu dan Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu keluar ke pasar seraya bertakbir, kemudian para sahabat ikut bertakbir bersama mereka.
ÃÞæá ãÇ ÊÓãÚæä æ ÃÓÊÛÝÑ Çááå áí æáßã æáÓÇÆÑ ÇáãÓáãíä ÝÇÓÊÛÝÑæå Åäå åæ ÇáÛÝæÑ ÇáÑÍíã
Khutbah Kedua
ÇáÍãÏ ááå æßÝì æÇáÕáÇÉ æÇáÓáÇã Úáì ÇáäÈí ÇáãÕØÝì æÚáì Âáå æÕÍÈå æãä æÇáÇå¡ ÃãÇ ÈÚÏ:
Úä ÚÈÏ Çááå Èä ÈõÓÑ ÑÖí Çááå Úäå : Ãä ÑÌáÇ ÞÇá íÇ ÑÓæá Çááå Åä ÔÑÇÆÚ ÇáÅÓáÇã ÞÏ ßËÑÊ Úáíø ÝÃÎÈÑäí ÈÔíÁ ÃÊÔÈøóËõ Èå ÞÇá áÇ íÒÇá áÓÇäß ÑØÈÇ ãä ÐßÑ Çááå
Dalam hadits Abdullah bin Yusr radhiyallahu 'anhu, ia berkata, "Ada seorang lelaki yang berkata, 'Ya, Rasulullah! Sesungguhnya syariat Islam telah banyak, maka beritahukanlah kepadaku ibadah yang akan aku lakukan terus," beliau shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Hendaklah lisanmu senantiasa basah dengan dzikir kepada Allah" (HR. at-Tirmidzi dan dishahihkan oleh al-Albani)
Adapun sebaik-baik dzikir ialah membaca al-Qur'an al-Karim. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman yang artinya; Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah(dengan menyebut nama) Allah, dzikir sebanyak-banyaknya, dan bertasbihlah kepadaNya di waktu pagi dan petang. (Al-Ahzab: 41-42)
Akhirnya, kita berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala, semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala senantiasa memberikan kekuatan kepada kita semua untuk senantiasa beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Karena hanya dengan hidayah dan pertolongan dariNya kita bisa beribadah.
Åöäøó Çááøóåó æóãóáóÇÆößóÊóåõ íõÕóáøõæäó Úóáóì ÇáäøóÈöíøö íóÇ ÃóíøõåóÇ ÇáøóÐöíäó ÂãóäõæÇ ÕóáøõæÇ Úóáóíúåö æóÓóáøöãõæÇ ÊóÓúáöíãÇð
Çóááøóåõãøó Õóáøö Úóáóì ãõÍóãøóÏò æóÚóáóì Âáö ãõÍóãøóÏò ßóãóÇ ÕóáøóíúÊó Úóáóì ÅöÈúÑóÇåöíúãó æóÚóáóì Âáö ÅöÈúÑóÇåöíúãó¡ Åöäøóßó ÍóãöíúÏñ ãóÌöíúÏñ. æóÈóÇÑößú Úóáóì ãõÍóãøóÏò æóÚóáóì Âáö ãõÍóãøóÏò ßóãóÇ ÈóÇÑóßúÊó Úóáóì ÅöÈúÑóÇåöíúãó æóÚóáóì Âáö ÅöÈúÑóÇåöíúãó¡ Åöäøóßó ÍóãöíúÏñ ãóÌöíúÏñ.
ÑóÈøóäóÇ ÇÛúÝöÑú áóäóÇ æóáöÅöÎúæóÇäöäóÇ ÇáøóÐöíäó ÓóÈóÞõæäóÇ ÈöÇáúÅöíãóÇäö æóáóÇ ÊóÌúÚóáú Ýöí ÞõáõæÈöäóÇ ÛöáøÇð áøöáøóÐöíäó ÂãóäõæÇ ÑóÈøóäóÇ Åöäøóßó ÑóÄõæÝñ ÑøóÍöíãñ
Çááåã ÇÝÊÍ ÈíääÇ æÈíä ÞæãäÇ ÈÇáÍÞ æÃäÊ ÎíÑ ÇáÝÇÊÍíä.
Çááåã ÅäÇ äÓÃáß ÚáãÇ äÇÝÚÇ æÑÒÞÇ ØíÈÇ æÚãáÇ ãÊÞÈáÇ
ÑóÈøóäóÇ ÂÊöäóÇ Ýöí ÇáÏøõäúíóÇ ÍóÓóäóÉð æóÝöí ÇáúÂÎöÑóÉö ÍóÓóäóÉð æóÞöäóÇ ÚóÐóÇÈó ÇáäøóÇÑö
æÕáì Çááå Úáì äÈíäÇ ãÍãÏ æÚáì Âáå æÕÍÈå óãóäú ÊóÈöÚóåõãú ÈöÅöÍúÓóÇäò Åöáóì íóæúãö ÇáÏøíúä.
æóÂÎöÑõ ÏóÚúæóÇäóÇ Ãóäö ÇáúÍóãúÏõ ááå ÑóÈøö ÇáúÚóÇáóãöíúäó
[Sumber : Majalah As-Sunnah, Edisi Khusus no. 03-04/Thn. XVII, Sya'ban-Ramadhan 1434H, Juli-Agustus 2013M].
Hit : 8607 | Index | kirim ke teman | versi cetak
Bagikan