Artikel Hadits : POTRET KASIH SAYANG NABI Shallallahu 'alaihi wasallam Senin, 21 Mei 12 Nabi shallallahu 'alaihi wasallam adalah Nabi yang diutus sebagai rahmat untuk seluruh Alam, dan beliau adalah seorang Nabi yang sangat penyayang terhadap seluruh makhluk, baik manusia, binatang maupun tumbuhan. Berikut ini beberapa hadits yang menjelaskan kasih sayang Nabi terhadap sesama manusia, sekalipun manusia tersebut kafir dan menolak dakwah beliau shallallahu 'alaihi wasallam:
Dari ‘Aisyah radhiyallahu 'anha, bahwasanya dia pernah bertanya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam: “Apakah Anda pernah melewati (merasakan) suatu hari yang lebih berat dibandingkan hari perang Uhud?”. Beliau shallallahu 'alaihi wasallam menjawab:
áóÞóÏú áóÞöíÊõ ãöäú Þóæúãößö ãóÇ áóÞöíÊõ æóßóÇäó ÃóÔóÏøó ãóÇ áóÞöíÊõ ãöäúåõãú íóæúãó ÇáúÚóÞóÈóÉö ÅöÐú ÚóÑóÖúÊõ äóÝúÓöí Úóáóì ÇÈúäö ÚóÈúÏö íóÇáöíáó Èúäö ÚóÈúÏö ßõáóÇáò Ýóáóãú íõÌöÈúäöí Åöáóì ãóÇ ÃóÑóÏúÊõ ÝóÇäúØóáóÞúÊõ æóÃóäóÇ ãóåúãõæãñ Úóáóì æóÌúåöí Ýóáóãú ÃóÓúÊóÝöÞú ÅöáøóÇ æóÃóäóÇ ÈöÞóÑúäö ÇáËøóÚóÇáöÈö ÝóÑóÝóÚúÊõ ÑóÃúÓöí ÝóÅöÐóÇ ÃóäóÇ ÈöÓóÍóÇÈóÉò ÞóÏú ÃóÙóáøóÊúäöí ÝóäóÙóÑúÊõ ÝóÅöÐóÇ ÝöíåóÇ ÌöÈúÑöíáõ ÝóäóÇÏóÇäöí ÝóÞóÇáó Åöäøó Çááøóåó ÞóÏú ÓóãöÚó Þóæúáó Þóæúãößó áóßó æóãóÇ ÑóÏøõæÇ Úóáóíúßó æóÞóÏú ÈóÚóËó Åöáóíúßó ãóáóßó ÇáúÌöÈóÇáö áöÊóÃúãõÑóåõ ÈöãóÇ ÔöÆúÊó Ýöíåöãú ÝóäóÇÏóÇäöí ãóáóßõ ÇáúÌöÈóÇáö ÝóÓóáøóãó Úóáóíøó Ëõãøó ÞóÇáó íóÇ ãõÍóãøóÏõ ÝóÞóÇáó Ðóáößó ÝöíãóÇ ÔöÆúÊó Åöäú ÔöÆúÊó Ãóäú ÃõØúÈöÞó Úóáóíúåöãú ÇáúÃóÎúÔóÈóíúäö ÝóÞóÇáó ÇáäøóÈöíøõ Õóáøóì Çááøóåõ Úóáóíúåö æóÓóáøóãó Èóáú ÃóÑúÌõæ Ãóäú íõÎúÑöÌó Çááøóåõ ãöäú ÃóÕúáóÇÈöåöãú ãóäú íóÚúÈõÏõ Çááøóåó æóÍúÏóåõ áóÇ íõÔúÑößõ Èöåö ÔóíúÆðÇ
” Sungguh aku banyak merasakan gangguan (perlakuan jahat) dari kaummu. Dan gangguan paling berat yang datang dari mereka adalah ketika kejadian pada hari Al-Aqabah ketika aku menawarkan diriku kepada Ibnu ‘Abdi Yalil bin ‘Abdi Kulal namun dia tidak mau memenuhi keinginanku. Lalu aku pergi dengan wajah sedih, aku tidak sadar kecuali aku telah berada di Qarnu ats-Tsa’aalib. Aku mengangkat kepalaku ternyata aku berada di bawah awan yang menaungiku, dan ternyata di atasnya ada Jibril 'alaihissalam, lalu dia memanggilku seraya berkata:“Sesungguhnya Allah mendengar ucapan kaummu terhadapmu dan apa bantahan mereka kepadamu. Dan Dia (Allah) telah mengutus kepadamu Malaikat penjaga gunung, untuk kamu perintahkan sesuai kehendakmu terhadap mereka.” Kemudian Malaikat penjaga gunung memanggilku, lalu memberi salam kepadaku kemudian berkata:“Wahai Muhammad, apa yang kamu inginkan katakanlah. Jika kamu ingin aku akan timpakan kepada mereka dua gunung Akhsyab (niscaya akan aku lakukan).” Maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menjawab:” Tidak (aku tidak ingin itu), akan tetapi aku berharap kepada Allah bahwa akan terlahir dari tulang sulbi mereka orang-orang yang menyembah Allah semata dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun.” (HR. Al-Bukhari no. 3059 dan Muslim no. 4754 dan redaksi ini ada dalam Shahih al-Bukhari)
Dari Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhuma berkata:
( Ãä ÇãÑÃÉ æÌÏÊ Ýí ÈÚÖ ãÛÇÒí ÑÓæá Çááå Õáì Çááå Úáíå æÓáã ãÞÊæáÉ . ÝÃäßÑ ÑÓæá Çááå Õáì Çááå Úáíå æÓáã ÞÊá ÇáäÓÇÁ æÇáÕÈíÇä ) ÑæÇå ÇáÈÎÇÑí æãÓáã .
” Sesungguhnya pernah ada seorang perempuan yang terbunuh pada salah satu peperangan. Maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mengingkari (menolak dan tidak membenarkan) pembunuhan terhadap wanita dan anak-anak.” (HR. Al-Bukhari (2851) Muslim (4645))
Dan dalam riwayat lain:
æÝí ÑæÇíÉ áåãÇ ( æÌÏÊ ÇãÑÃÉ ãÞÊæáÉ Ýí ÈÚÖ Êáß ÇáãÛÇÒí . Ýäåì ÑÓæá Çááå Õáì Çááå Úáíå æÓáã Úä ÞÊá ÇáäÓÇÁ æÇáÕÈíÇä ).
” Ada seorang perempuan yang terbunuh pada salah satu peperangan tersebut. Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melarang pembunuhan terhadap wanita dan anak-anak.” (HR. Al-Bukhari Muslim (4646))
Dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu berkata:
ßÇä ÛáÇã íåæÏí íÎÏã ÇáäÈí Õáì Çááå Úáíå æÓáã ÝãÑÖ ¡ ÝÃÊÇå ÇáäÈí Õáì Çááå Úáíå æÓáã íÚæÏå ¡ ÝÞÚÏ ÚäÏ ÑÃÓå ¡ ÝÞÇá áå : ÃÓáã . ÝäÙÑ Åáì ÃÈíå æåæ ÚäÏå ¡ ÝÞÇá áå : ÃØÚ ÃÈÇ ÇáÞÇÓã Õáì Çááå Úáíå æÓáã ¡ ÝÃÓáã ¡ ÝÎÑÌ ÇáäÈí Õáì Çááå Úáíå æÓáã æåæ íÞæá : ÇáÍãÏ ááå ÇáÐí ÃäÞÐå ãä ÇáäÇÑ ) ÑæÇå ÇáÈÎÇÑí .
” Dahulu ada seorang anak Yahudi yang senantiasa melayani (membantu) Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, kemudian ia sakit. Maka, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mendatanginya untuk menjenguknya, lalu beliau duduk di dekat kepalanya, kemudian berkata:” Masuk Islam-lah!” Maka anak Yahudi itu melihat ke arah ayahnya yang ada di dekatnya, maka ayahnya berkata:‘Taatilah Abul Qasim (Nabi shallallahu 'alaihi wasallam).” Maka anak itu pun masuk Islam. Lalu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam keluar seraya bersabda:” Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkannya dari Neraka.”” [Shahih Bukhari, No. 1356, 5657]
Dari ‘Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu 'anhuma, bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
(ãä ÞÊá äÝÓÇ ãÚÇåÏÇ áã íÑÍ ÑÇÆÍÉ ÇáÌäÉ ¡ æÅä ÑíÍåÇ áíæÌÏ ãä ãÓíÑÉ ÃÑÈÚíä ÚÇãÇ ) ÑæÇå ÇáÈÎÇÑí .
”Barang siapa yang membunuh seorang kafir Mu’ahad tidak akan mencium aroma Surga, padahal aroma Surga sungguh didapatkan dari jarak sejauh empat puluh tahun perjalanan.” (HR. al-Bukhari)
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu dia berkata:
Þíá : íÇ ÑÓæá Çááå ! ÇÏÚ Úáì ÇáãÔÑßíä . ÞÇá " Åäí áã ÃÈÚË áÚÇäÇ . æÅäãÇ ÈÚËÊ ÑÍãÉ ". ÑæÇå ãÓáã
”Dikatakan kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam:” Wahai Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam! Doakanlah keburukan (laknatlah) atas kaum musyrikin.” Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menjawab:” Sesungguhnya aku diutus bukan sebagai pelaknat, namun aku diutus sebagai rahmat (pembawa kasih sayang) (HR. Muslim)
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu dia berkata:
ßäÊ ÃÏÚæ Ããí Åáì ÇáÅÓáÇã æåí ãÔÑßÉ . ÝÏÚæÊåÇ íæãÇ ÝÃÓãÚÊäí Ýí ÑÓæá Çááå Õáì Çááå Úáíå æÓáã ãÇ ÃßÑå . ÝÃÊíÊ ÑÓæá Çááå Õáì Çááå Úáíå æÓáã æÃäÇ ÃÈßí . ÞáÊ : íÇ ÑÓæá Çááå ! Åäí ßäÊ ÃÏÚæ Ããí Åáì ÇáÅÓáÇã ÝÊÃÈì Úáí . ÝÏÚæÊåÇ Çáíæã ÝÃÓãÚÊäí Ýíß ãÇ ÃßÑå . ÝÇÏÚ Çááå Ãä íåÏí Ãã ÃÈí åÑíÑÉ . ÝÞÇá ÑÓæá Çááå Õáì Çááå Úáíå æÓáã " Çááåã ! ÇåÏ Ãã ÃÈí åÑíÑÉ " ÝÎÑÌÊ ãÓÊÈÔÑÇ ÈÏÚæÉ äÈí Çááå Õáì Çááå Úáíå æÓáã . ÝáãÇ ÌÆÊ ÝÕÑÊ Åáì ÇáÈÇÈ . ÝÅÐÇ åæ ãÌÇÝ . ÝÓãÚÊ Ããí ÎÔÝ ÞÏãí . ÝÞÇáÊ : ãßÇäß ! íÇ ÃÈÇ åÑíÑÉ ! æÓãÚÊ ÎÖÎÖÉ ÇáãÇÁ . ÞÇá ÝÇÛÊÓáÊ æáÈÓÊ ÏÑÚåÇ æÚÌáÊ Úä ÎãÇÑåÇ . ÝÝÊÍÊ ÇáÈÇÈ . Ëã ÞÇáÊ : íÇ ÃÈÇ åÑíÑÉ ! ÃÔåÏ Ãä áÇ Åáå ÅáÇ Çááå ¡ æÃÔåÏ Ãä ãÍãÏÇ ÚÈÏå æÑÓæáå . ÞÇá ÝÑÌÚÊ Åáì ÑÓæá Çááå Õáì Çááå Úáíå æÓáã ¡ ÝÃÊíÊå æÃäÇ ÃÈßí ãä ÇáÝÑÍ . ÞÇá ÞáÊ : íÇ ÑÓæá Çááå ! ÃÈÔÑ ÞÏ ÇÓÊÌÇÈ Çááå ÏÚæÊß æåÏì Ãã ÃÈí åÑíÑÉ . ÝÍãÏ Çááå æÃËäì Úáíå æÞÇá ÎíÑÇ . ÞÇá ÞáÊ : íÇ ÑÓæá Çááå ! ÇÏÚ Çááå Ãä íÍÈÈäí ÃäÇ æÃãí Åáì ÚÈÇÏÉ ÇáãÄãäíä ¡ æíÍÈÈåã ÅáíäÇ . ÞÇá ÝÞÇá ÑÓæá Çááå Õáì Çááå Úáíå æÓáã " Çááåã ! ÍÈÈ ÚÈíÏß åÐÇ - íÚäí ÃÈÇ åÑíÑÉ - æÃãå Åáì ÚÈÇÏß ÇáãÄãäíä . æÍÈÈ Åáíåã ÇáãÄãäíä " ÝãÇ ÎáÞ ãÄãä íÓãÚ Èí ¡ æáÇ íÑÇäí ¡ ÅáÇ ÃÍÈäí ) ÑæÇå ãÓáã .
” Dahulu aku senantiasa mengajak ibuku agar masuk Islam, saat itu dia adalah wanita musyrik. Pada suatu hari aku mengajaknya, namun dia justru memperdengarkan (berkata) kepadaku tentang Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sesuatu yang tidak aku sukai. Maka aku mendatangi Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dalam keadaan menangis, lalu aku berkata:” Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku terus-menerus mengajak ibuku masuk Islam, lalu dia menolakku. Kemudian pada hari ini aku mengajaknya untuk itu, namun dia justru memperdengarkan kepadaku mengenai dirimu sesuatu yang tidak aku sukai. Maka doakanlah kepada Allah agar memberikan petunjuk kepada ibu Abu Hurairah.” Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berdoa:” Ya Allah, berilah hidayah kepada ibu Abu Hurairah” Kemudian aku keluar dengan perasaan gembira karena do’a Nabiyullah shallallahu 'alaihi wasallam tersebut. Ketika sampai rumah, lalu aku melihat ke pintu ternyata aku dapati pintu rumah sedikit terbuka, sehingga ibuku mendengar langkah kedua kakiku, lalu dia berkata:” Tetaplah di tempatmu wahai Abu Hurairah.”. Lalu aku mendengar suara gemericik air. Abu Hurairah berkata:“ Ternyata dia mandi lalu mengenakan pakaian rumahnya dan bergegas memakai kerudungnya, lalu membukakan pintu. Kemudian dia berkata:” Wahai Abu Hurairah, aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang benar selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.”. Abu Hurairah berkata:“ Aku pun kembali menemui Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, aku menemui beliau sambil menangis karena bahagia.” Kemudian aku berkata:” Wahai Rasulullah, bergembiralah, sesungguhnya Allah telah mengabulkan doa anda dan memberikan hidayah (petunjuk) kepada ibu Abu Hurairah.” Maka beliaupun memuji Allah, menyanjung-Nya dan mengucapkan kata-kata yang baik. Abu Hurairah berkata, “Aku berkata:” Wahai Rasulullah, berdoalah kepada Allah agar menjadikan aku dan ibuku dicintai oleh hamba-hamba-Nya yang beriman dan agar Allah membuat kami pun mencintai mereka.” Abu Hurairah berkata:“ Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berdoa:” Ya Allah, jadikanlah kedua hambamu ini –yakni, Abu Hurairah- dan ibunya sebagai orang yang dicintai oleh hamba-hamba-Mu yang beriman dan jadikanlah keduanya mencintai orang-orang yang beriman.” Maka sejak itu tidaklah ada seorang mukmin yang tercipta dan mendengar tentang diriku atau melihatku melainkan pasti mencintaiku.” (HR. Muslim dalam Kitab Fadha’il as-Shahabah)
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu berkata:
ÞÏã ØÝíá Èä ÚãÑæ ÇáÏæÓí æÃÕÍÇÈå ¡ Úáì ÇáäÈí Õáì Çááå Úáíå æÓáã ÝÞÇáæÇ : íÇ ÑÓæá Çááå ¡ Åä ÏæÓÇ ÚÕÊ æÃÈÊ ¡ ÝÇÏÚ Çááå ÚáíåÇ ¡ ÝÞíá : åáßÊ ÏæÓ ¡ ÞÇá : ( Çááåã ÇåÏ ÏæÓÇ æÃÊ Èåã ) ÑæÇå ÇáÈÎÇÑí .
”Thufail bin ‘Amr ad-Dausi dan para Shahabatnya datang kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, lalu mereka berkata:Wahai Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, sesugguhnya suku Daus ingkar dan enggan (masuk Islam), maka do’akanlah keburukan atas mereka.” Ada yang mengatakan:”celakahlah Daus” Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berdo’a:”Ya Allah berilah hidayah kepada suku Daus dan datangkanlah mereka (dalam keadaan Islam).”
Dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu 'anhuma bahwasanya para Shahabat berkata:
íÇ ÑÓæá Çááå ! ÃÍÑÞÊäÇ äÈÇá ËÞíÝ ¡ ÝÇÏÚ Çááå Úáíåã . ÝÞÇá : Çááåã ÇåÏ ËÞíÝÇ ) ÑæÇå ÇáÊÑãÐí ÈÓäÏ ÕÍíÍ .
”Wahai Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, panah-panah Bani Tsaqif menyerang kami, do’akanlah keburukan atas mereka.” Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:”Ya Allah berilah hidayah kepada Bani Tsaqif” (HR. at-Tirmidzi dengan sanad shahih)
Dan masih banyak lagi hadits-hadits yang menjelaskan tentang kasih sayang beliau terhadap manusia dan makhluk lainnya.
(Sumber: Dinukil dari ÕæÑ ãä ÑÍãÉ ÇáäÈí Õáì Çááå Úáíå æÓáã ÈÛíÑ ÇáãÓáãíä karya Dr. Muhammad bin ‘Adnan as-Saman. Diterejmahkan dan diposting oleh Abu Yusuf Sujono)
Hit : 1 |
Index Hadits | kirim ke teman | Versi cetak |
Bagikan
| Index Penjelasan Hadits |
|