| Konsultasi | Bulletin | Do'a | Fatwa | Hadits | Khutbah | Kisah | Mu'jizat | Qur'an | Sakinah | Tarikh | Tokoh | Aqidah | Fiqih | Sastra | Resensi |
| Dunia Islam | Berita Kegiatan | Kajian | Kaset | Kegiatan | Materi KIT | Firqah | Ekonomi Islam | Analisa | Senyum | Download |
 
Menu Utama
·Home
·Tentang Kami
·Buku Tamu
·Produk Kami
·Formulir
·Jadwal Shalat
·Kontak Kami
·Download Artikel
·Download Murattal

Aqidah
· Termasuk Kesyirikan atau Termasuk Sarana Kesyirikan (1)
· Menghina Sesuatu yang Mengandung Dzikrullah

Firqah (Aliran-aliran)
· JAMAAH ISLAMIYAH MESIR 5
· JAMAAH ISLAMIYAH MESIR 4

Analisa
· Kerancauan Ilmu Hisab Dalam Penentuan Awal & Akhir Ramadhan
· Studi Kritis Seputar Puasa Hari Sabtu

Ekonomi Islam
· KPR Bank Syariah Ternyata Penuh Dengan Riba
· Produk Al-Mudharabah (Bagi Hasil) Dalam Islam Sebagai Solusi Perekonomian Islam

Produk Kami

Informasi!
·Mengucapkan Selamat Tahun Baru Hijriyah, Bolehkah?
·Al-Muharrom Bulan Yang Mulia
·SEMARAK RAMADHAN 1447 H

Liputan Kegiatan
·Konsultasi Islam
·Penyaluran Hewan Qurban
·Santunan Yatim

Konsultasi Online

Ust.Husnul Yaqin, Lc

Ust.Amar Abdullah

Ust.Saed As-Saedy, Lc

Fatwa Seputar Sholat

Berangkatnya Wanita Muslimah ke Masjid

Apa Hukum Shalat Wanita di Masjid

Haruskah Wanita Melaksanakan Shalat Lima Waktu di Dalam Masjid

Wanita di Rumah Berma'mum Kepada Imam di Masjid

Apakah Shalatnya Seorang Wanita di rumah Lebih Utama Ataukah di Masjidil Haram

Manakah yang Lebih Utama Bagi Wanita Pada Bulan Ramadhan, Melaksanakan Shalat di Masjidil Haram atau di Rumah

Shalatnya Kaum Wanita yang Sedang Umrah di Bulan Ramadhan

Apakah Shalat Seseorang di Masjidil Haram Bisa Batal Ketika Ia Ikut Berjama'ah Dengan Imam atau Shalat Sendirian Karena Ada Wanita yang Melintas di Hadapannya?

Bila Terdapat Pembatas (Tabir) Antara Kaum Pria dan Kaum Wanita, Maka Masih Berlakukah Hadits Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam (sebaik-baik shaf wanita adalah yang paling akhir dan seburuk-buruknya adalah yang paling depan)

Apakah Kaum Wanita Harus Meluruskan Shafnya Dalam Shalat

Benarkah Shaf yang Paling Utama Bagi Wanita Dalam Shalat Adalah Shaf yang Paling Belakang

Benarkah Shalat Jum'at Sebagai Pengganti Shalat Zhuhur

Hukum Shalat Jum'at Bagi Wanita

Hanya Membaca Surat Al-Ikhlas

Hukum Meninggalkan Shalat

Hukum Menangis Dalam Shalat Jama'ah

Jika seorang musafir masuk masjid di saat orang sedang shalat jama'ah Isya' dan ia belum shalat maghrib.

Bolehkah bagi kaum wanita untuk berkunjung ke rumah orang yang sedang terkena musibah kematian, kemudian melakukan shalat jenazah berjama'ah dirumah tersebut ?

Apabila seseorang tidak melakukan shalat fardlu selama 3 tahun tanpa uzur, kemudian bertaubat , apakah dia harus mengqodha shalat tersebut ?

Apabila suatu jama'ah melakukan shalat tidak menghadap qiblah, bagaimanakah hukumnya ?

Membangunkan Tamu Untuk Shalat Shubuh

Doa-Doa Menjelang Azan Shubuh

Bacaan Sebelum Imam Naik Mimbar Pada Hari Jum'at

Shalat Tasbih

Hukum Wirid Secara Jama'ah/Bersama-sama Setelah Setiap Shalat Fardhu

Hukum Meninggalkan Shalat Karena Sakit

Jika Telah Suci Saat Shalat Ashar atau Isya, Apakah Wajib Melaksanakan Shalat Zhuhur dan Maghrib

Jika Wanita Mendapatkan Kesuciannya di waktu Ashar Apakah Ia Harus Melaksanakan Shalat Zhuhur

Mendapatkan Haidh Beberapa Saat Setelah Masuk Waktu Shalat, Wajibkah Mengqadha Shalat Tersebut Setelah Suci

Urutan Shalat yang Diqadha

Seorang Wanita Mendapatkan Kesuciannya Beberapa Saat Sebelum Terbenamnya Matahari, Wajibkah Ia Melaksanakan Shalat Zhuhur dan Ashar?

Keutamaan Shaf Wanita Dalam Shalat Berjama'ah

Berkumpulnya Wanita Untuk Shalat Tarawih

Bolehkah Seorang Wanita Shalat Sendiri dibelakang Shaf

Bolehkah kaum Wanita Menetapkan Seorang Wanita Untuk Mengimami Mereka Dalam Melakukan Shalat di Bulan Ramadhan

Wajibkah Kaum Wanita Melaksanakan Shalat Berjama'ah di Rumah

Apa hukum Shalat Berjama'ah Bagi Kaum Wanita

Apakah Ada Niat Khusus Bagi Imam Yg Mengimami Shalat Kaum Pria & Wanita

Shalatnya Piket Penjaga ( Satpam )

Gerakan Dalam Shalat

Hukum Gerakan Sia-Sia Di Dalam Shalat

Hukum Gerakan Sia-Sia Di Dalam Shalat

Keengganan Para Sopir Untuk Shalat Jama’ah

Hukum Menangguhkan Shalat Hingga Malam Hari

Hukum Meremehkan Shalat

Hukum Menangguhkan Shalat Subuh Dari Waktunya

Dampak Hukum Bagi yang Meninggalkan Shalat

Hukum Shalat Seorang Imam Tanpa Wudhu Karena Lupa

Hukum Orang yang Tayammum Menjadi Imam Para Makmum yang Berwudhu

Posisi Kedua Kaki Ketika Berdiri Dalam Shalat

Hukum Meninggalkan Salah Satu Rukun Shalat

Jika Ketika Shalat Ragu Apakah Ia Meninggalkan Salah Satu Rukun

Shalat Bersama Imam, Tapi Lupa Berapa Rakaat Yang Telah Dikerjakan

Hukum Shalat di Belakang Orang yang Menulis Tamimah Untuk Orang Lain

Hukum Shalat di Belakang Orang yang Berinteraksi Dengan Tamimah dan Sihir

Mengumumkan Barang Hilang Di Dalam Masjid, Bolehkah?

Seputar Posisi Makam Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam Di Masjid Nabawi

Shalatnya Penjaga Piket/Satpam

Hukum Membaca Al-Qur'an Dalam Shalat Secara Berurutan

Haruskah Imam Menunggu Makmum Masbuk Ketika Ruku

Shalat Dengan Mengenakan Pakaian Transparan

Hukum Pergi Ke Masjid Yang Jauh Agar Bisa Shalat Di Belakang Imam Yang Bagus Bacaannya

Sahkah Shalat Di Belakang Imam Yang Bacaanya Tidak Bagus?

HUKUM BACAAN AL-QUR'AN SEBELUM ADZAN JUM'AT

Meluruskan Barisan Hukumnya Sunat

Shalatnya Piket Penjaga / Satpam

Shalat Fardhu Berma’mum Kepada Orang Yang Shalat Sunnat

Keengganan Para Sopir Untuk Shalat Berjama'ah

Bacaan Al-Qur’an Dengan Pengeras Suara Sebelum Shalat Subuh

Hukum Menangguhkan Shalat Hingga Malam Hari

Imam Menunggu Para Ma’mum Ketika Ruku’

Mendengar Adzan Tetapi Tidak Datang Ke Masjid

Menempatkan Dupa Di Depan Orang-Orang Yang Sedang Shalat

Kapan Dibacakannya Do’a Istikharah

Shalat Dengan Mengenakan Pakaian Bergambar

TATA CARA SHALAT DI PESAWAT

Menjama’ Shalat Dalam Kondisi Dingin

Menghadap Kiblat Ketika Buang Air

Hukum Shalat Bergeser Dari Arah Kiblat

Mendapatkan Najis Di Pakaian Setelah Melaksanakan Shalat

Sahkah Shalat Di Masjid Yang Ada Kuburan Di Dalamnya?

Doa Atau Dzikir Sebelum Adzan

Hukum Membaca Shalawat Kepada Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam Secara Berjama’ah Di Setiap Akhir Shalat

Mana Yang Harus Didahulukan Mendengarkan Ta'lim Atau Tahiyatul Masjid?

Hukum Menahan Buang Angin Ketika Melaksanakan Shalat

Sahkah Shalat Seseorang Yang Terbuka Sebagian Kecil Dari Auratnya?

Beberapa Masalah Mengenai Sujud Syukur

Hukum Mengakhirkan Shalat Shubuh Hingga Terbit Matahari

Beberapa Masalah Tentang Shalat Jum'at Bagi Musafir

Aurat Terbuka Ketika Shalat

Wajibkah Mengqadha Puasa yang Tertinggal?

Do'a Qunut

Sunnah Sebelum Melaksanakan Shalat 'Ied

Membaca al-Qur'an di Rumah Selepas Shalat Subuh Sampai Terbit Matahari

Shalat Dua Rekaat Antara Adzan dan Iqamah

Shalatnya Piket Penjaga/Satpam

Gerakan dalam Shalat

Hukum Gerakan Sia-Sia di Dalam Shalat

Kacaunya Pikiran Ketika Shalat

Hukum Menangguhkan Shalat Hingga Malam Hari

Hukum Menangguhkan Shalat Shubuh dari Waktunya

Hukum Meremehkan Shalat

Bersalaman (Berjabat tangan) setelah shalat

Shalat dengan Mengenakan Pakaian Transparan

Shalat Fardhu Bermakmum Kepada Orang yang Shalat Sunnah

Hukum Mengambil Mushaf dari Masjid, Memanjangkan Punggung Ketika Sujud dan Melakukan Gerakan Sia-Sia di Dalam Shalat

Masbuq Pada Saat Tahiyat Akhir

Tata Cara Melaksanakan Shalat di Dalam Pesawat

Shalat Di Dalam Pesawat

Imam Menunggu Para Makmum Ketika Rukuk

Hikmah Dimasukkannya Kuburan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam Ke Dalam Masjid

Hukum Shalat di Masjid yang Ada Kuburannya 1

Hukum Shalat Di Masjid Yang Ada Kuburannya 2

Mendengar Adzan Tapi Tidak Datang ke Masjid

Hukum Menyepelekan Shalat Berjamaah

Waktu Mustajab pada Hari Jum'at

Memakan Bawang Putih Atau Bawang Merah Sebelum Shalat

Hukum Memakan Kuras (Daun Bawang), Bawang Putih atau Bawang Merah dan Datang ke Masjid

Kapan Dibacakannya Doa Istikharah

Shalat di Waktu Terlarang

Merubah Nada Suara Saat Doa Qunut

Merubah Nada Suara Saat Doa Qunut

Hukum Pergi ke Masjid yang Jauh Agar Bisa Shalat di Belakang Imam yang Bagus Bacaannya

Shalat Tarawih

Pembacaan al-Qur`an pada Hari Jum'at dan Bacaan-Bacaan Lainnya Sebelum Shubuh dengan Pengeras Suara

Memberi Kode kepada Imam Agar Menunggu

Berpindah Tempat untuk Melakukan Shalat Sunnah

Menempatkan Dupa di Depan Orang-Orang yang Shalat

Shalat Seorang Wanita Berjama’ah dengan Suaminya

Standar Panjang dan Pendeknya Shalat adalah Sunnah, Bukan Selera

Batasan Medapatkan Keutamaan Berjama’ah

Meluruskan Barisan Hukumnya Sunnah

Bermakmum kepada Orang yang Mencukur Jenggot dan Musbil

Memanjangkan Doa

Memanjangkan Doa

Berganti-ganti dalam Bermakmum

Menirukan Bacaan Orang Lain dalam Shalat Tarawih

Shalat Jamaah dan Mengakhirkan Shalat

Shalat jamaah dan mengakhirkan shalat

Shalat dengan Mengenakan Pakaian Bergambar

Musafir Selama Dua Tahun, Apakah Boleh Mengqashar Shalat?

Tergesa-Gesa untuk Shalat

Duduk Istirahat Tidak Wajib

Bermakmum kepada Orang yang Sedang Shalat Sendirian

Tidak Sah Shalat Sendirian di Belakang Shaf

Shalat Jahr dan Adzan Bagi yang Shalat Sendirian

Shalat Jamaah dan Mengakhirkan Shalat

Pembatas Di Depan Orang Yang Shalat

Mengikuti Dan Mendahului Imam

Mengikuti Dan Mendahului Imam

Bel Pintu Rumah Berbunyi Ketika Sedang Shalat

Bagusnya Suara Imam Memotivasi Para Makmum

Imam Tidak Bagus Bacaannya

Makmum yang Masbuq Berarti Shalat Sendirian Setelah Imam Salam, maka Tidak Boleh Membiarkan Orang Lain Lewat Di Depannya

Mengurutkan Surat dalam Membaca al-Qur`an

Melakukan yang Makruh dan Hukum Pelakunya

Shalat Berjamaah di Dalam Bangunan yang Terpisah dari Imam

Meninggalkan Shalat dengan Alasan yang Dibuat-Buat

Antara Shalat Tahiyatul Masjid dan Menjawab Adzan

Shalat Sunnah Qabliyah atau Ba’diyah Jum’at

Adakah Shalat Sunnah Rawatib Qabliyah Jum’at ?


Info Khusus

Cinta Rasul

Ada Apa Dengan Valentine's Day ?

Manisnya Iman

Hukum Merayakan Hari Valentine

Adakah Amalan Khusus di Bulan Rajab?

Asyura' Dalam Perspektif Islam, Syi'ah & Kejawen..!!

Ada Apa Dengan Valentine’s Day?


Kajian Islam
· Ada Apa Dengan Valentine's Day..??
· Mutiara Fiqih Islam
· KITAB TAUHID 3
· Untuk Diketahui Setiap Muslim

SMS Dakwah Hari Ini

áóíúÓó ßóãöËúáöåö ÔóíúÁñ æóåõæó ÇáÓóøãöíÚõ ÇáúÈóÕöíÑõ Allah berfirman,yang artinya, Tidak ada yang serupa dengan Dia dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.(QS.Asy-Syura:11)

( Index SMS Dakwah )

   


Mengucapkan Selamat Tahun Baru Hijriyah, Bolehkah? :: Al-Muharrom Bulan Yang Mulia :: TEBAR BUKU KITAB TAUHID - SYAIKH MUHAMMAD AT-TAMIMI ::

Artikel Buletin An-Nur :

Berlindunglah Ke Dalam Gua Itu [Memahami Surat al-Kahfi, bag.6]
Jumat, 07 Agustus 26

***

Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì berfirman :


{æóÅöÐö ÇÚúÊóÒóáúÊõãõæåõãú æóãóÇ íóÚúÈõÏõæäó ÅöáøóÇ Çááøóåó ÝóÃúæõæÇ Åöáóì ÇáúßóåúÝö íóäúÔõÑú áóßõãú ÑóÈøõßõãú ãöäú ÑóÍúãóÊöåö æóíõåóíøöÆú áóßõãú ãöäú ÃóãúÑößõãú ãöÑúÝóÞðÇ (16)
æóÊóÑóì ÇáÔøóãúÓó ÅöÐóÇ ØóáóÚóÊú ÊóÒóÇæóÑõ Úóäú ßóåúÝöåöãú ÐóÇÊó Çáúíóãöíäö æóÅöÐóÇ ÛóÑóÈóÊú ÊóÞúÑöÖõåõãú ÐóÇÊó ÇáÔøöãóÇáö æóåõãú Ýöí ÝóÌúæóÉò ãöäúåõ Ðóáößó ãöäú ÂíóÇÊö Çááøóåö ãóäú íóåúÏö Çááøóåõ Ýóåõæó ÇáúãõåúÊóÏö æóãóäú íõÖúáöáú Ýóáóäú ÊóÌöÏó áóåõ æóáöíøðÇ ãõÑúÔöÏðÇ (17)
æóÊóÍúÓóÈõåõãú ÃóíúÞóÇÙðÇ æóåõãú ÑõÞõæÏñ æóäõÞóáøöÈõåõãú ÐóÇÊó Çáúíóãöíäö æóÐóÇÊó ÇáÔøöãóÇáö æóßóáúÈõåõãú ÈóÇÓöØñ ÐöÑóÇÚóíúåö ÈöÇáúæóÕöíÏö áóæö ÇØøóáóÚúÊó Úóáóíúåöãú áóæóáøóíúÊó ãöäúåõãú ÝöÑóÇÑðÇ æóáóãõáöÆúÊó ãöäúåõãú ÑõÚúÈðÇ (18)} [ÇáßåÝ: 16-18]


16. Karena kalian juga telah meninggalkan mereka dan apa yang mereka sembah selain Allah, maka berlindunglah ke dalam gua itu. (Dengan demikian,) niscaya Tuhanmu akan melimpahkan sebagian rahmat-Nya kepadamu dan menyediakan bagimu sesuatu yang berguna bagi urusanmu.”

17. Engkau akan melihat matahari yang ketika terbit condong ke sebelah kanan dari gua mereka dan yang ketika terbenam menjauhi mereka ke sebelah kiri, sedang mereka berada di tempat yang luas di dalamnya (gua itu). Itu adalah sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Allah. Siapa yang Allah memberinya petunjuk, dialah yang mendapat petunjuk. Siapa yang Dia sesatkan, engkau tidak akan menemukan seorang penolong pun yang dapat memberinya petunjuk.

18. Engkau mengira mereka terjaga, padahal mereka tidur. Kami membolak-balikkan mereka ke kanan dan ke kiri, sedangkan anjing mereka membentangkan kedua kaki depannya di muka pintu gua. Seandainya menyaksikan mereka, tentu engkau akan berpaling melarikan (diri) dari mereka dan pasti akan dipenuhi rasa takut terhadap mereka. (al-Kahfi : 16-18)
***

Makna Global

Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì menghikayatkan apa yang diperbincangkan oleh para pemuda itu di antara mereka, dan apa yang mereka tetapkan setelah mereka mengasingkan diri dari kaum mereka. Dia ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì menyebutkan bahwa sebagian pemuda itu mengatakan kepada sebagian yang lainnya : Karena kamu juga telah meninggalkan kaum kalian dan kalian pun meninggalkan apa yang mereka sembah dari sesembahan-sesembahan selain Allah, maka berlindunglah ke dalam gua itu agar kalian dapat menyembah Rabb kalian semata. Niscaya Rabb kalian akan menghamparkan untuk kalian dari rahmat-Nya, Dia pun akan memudahkan bagi kalian urusan kalian yang dengannya kalian akan memanfaatkannya dalam kehidupan kalian berupa sebab-sebab penghidupan.

Kemudian Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì menyebutkan sebagian kondisi para pemuda ini setelah menetapnya mereka di dalam gua, dan ditidurkannya mereka di dalamnya. Dia ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì menyebutkan perkara yang nampak berupa penjagaan-Nya terhadap mereka, yaitu, bahwa engkau melihat matahari ketika terbit condong ke sebelah kanan dari gua mereka ; agar pancaran sinarnya tidak mengenai mereka, dan ketika matahari itu tenggelam, menjauhi mereka ke sebelah kiri, padahal mereka berada di tempat yang lapang di dalam gua. Demikianlah yang Kami lakukan terhadap para pemuda ini berupa hal-hal yang menunjukkan kekuasaan Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì dan besarnya kelembutan-Nya terhadap para hamba-Nya.

Kemudian Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì menutup ayat ini, seraya berfirman : “Barang siapa dibimbing oleh Allah untuk mendapatkan petunjuk kepada kebenaran, maka dialah orangnya yang benar-benar terbimbing, dan barang siapa yang tidak dibimbing oleh-Nya untuk itu, maka sekali-kali ia tidak akan mendapatkan penolong yang mengarahkan dan membimbingnya kepada kebenaran.

Kemudian Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì menghikayatkan sebuah tampilan yang sangat menakjubkan pada ashabul kahfi, Dia ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì mengatakan : “Dan engkau akan menyangka ahlu kahfi itu– kalaulah dapat melihat mereka ditakdirkan untukmu -terjaga, padahal sebenarnya mereka itu tidur, dan Kami pun membolak-balikkan keadaan tidur mereka ; sesekali ke sebelah kanan dan sesekali ke arah kiri, sementara itu anjing mereka yang menemani mereka membentangkan kedua kaki depannya di muka pintu gua, andai engkau menyaksikan mereka, tentu engkau akan berpaling melarikan (diri) dari mereka dan pastilah dirimu akan dipenuhi rasa takut terhadap mereka.

Tafsir Ayat

[Firman-Nya ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì]


{æóÅöÐö ÇÚúÊóÒóáúÊõãõæåõãú æóãóÇ íóÚúÈõÏõæäó ÅöáøóÇ Çááøóåó ÝóÃúæõæÇ Åöáóì ÇáúßóåúÝö íóäúÔõÑú áóßõãú ÑóÈøõßõãú ãöäú ÑóÍúãóÊöåö æóíõåóíøöÆú áóßõãú ãöäú ÃóãúÑößõãú ãöÑúÝóÞðÇ


Karena kamu juga telah meninggalkan mereka dan apa yang mereka sembah selain Allah, maka berlindunglah ke dalam gua itu. (Dengan demikian,) niscaya Tuhanmu akan melimpahkan sebagian rahmat-Nya kepadamu dan menyediakan bagimu sesuatu yang berguna bagi urusanmu.

Korelasi Ayat Ini dengan Ayat Sebelumnya

Bahwa ketika para pemuda ini berargumentasi atas prinsip keyakinan mereka dan mereka pun mengetahui kebodohan orang-orang yang menyelisi (keyakinan) mereka, sementara mereka (para pemuda ini) sekelompok orang yang tidak memiliki kekuatan dan tidak juga memiliki kesanggupan untuk menghadapi kaumnya ; karena banyaknya jumlah kaumnya sementara mereka jumlahnya sangat sedikit sekali- hal tersebut menyebabkan mereka mengambil tindakan berhijrah meninggalkan kaumnya, demi untuk menyelamatkan agama mereka, maka Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì berfirman untuk memberikan penjelasan sesuatu yang masih tersisa dari urusan mereka.[1]


æóÅöÐö ÇÚúÊóÒóáúÊõãõæåõãú æóãóÇ íóÚúÈõÏõæäó ÅöáøóÇ Çááøóåó ÝóÃúæõæÇ Åöáóì ÇáúßóåúÝö


Karena kamu juga telah meninggalkan mereka dan apa yang mereka sembah selain Allah, maka berlindunglah ke dalam gua itu.

Yakni, sebagian pemuda itu mengatakan kepada sebagian yang lainnya [2], ‘karena [3] kalian telah menyendiri dan kalian telah menjauhi dan meninggalkan mereka (kaum kalian) orang-orang yang kafir itu, dan kalian juga telah meninggalkan apa-apa yang mereka (kaum kalian) sembah berupa sesembahan-sesembahan selain Allah ; maka jadikanlah gua itu sebagai tempat berlindung bagi kalian. Kalian jadikan gua itu untuk menyembunyikan diri dari kaum kalian dan kalian menyembah dan beribadah hanya kepada Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì semata (di dalamnya). [4]

[Firman-Nya ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì]


íóäúÔõÑú áóßõãú ÑóÈøõßõãú ãöäú ÑóÍúãóÊöåö


(Dengan demikian,) niscaya Tuhanmu akan melimpahkan sebagian rahmat-Nya kepadamu.

Yakni, maka jika kalian meninggalkan kaum kalian dan apa yang mereka sembah selain Allah, dan kalian jadi pergi dan masuk ke dalam gua itu, niscaya Rabb kalian akan membentangkan sebagian dari rahmat-Nya untuk kalian, sehingga Dia akan menjaga agama kalian untuk kalian, dan Dia akan menyelamatkan kalian dari kaum kalian. [5]

Seperti kata Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì :


{Åöäøó Çááøóåó íõÏóÇÝöÚõ Úóäö ÇáøóÐöíäó ÂãóäõæÇ} [ÇáÍÌ: 38]


Sesungguhnya Allah membela orang-orang yang beriman. (al-Hajj : 38)

[Firman-Nya ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì]


æóíõåóíøöÆú áóßõãú ãöäú ÃóãúÑößõãú ãöÑúÝóÞðÇ


dan menyediakan bagimu sesuatu yang berguna bagi urusanmu.

Yakni, Rabb kalian akan memudahkan urusan kalian yang kalian tengah berada di dalamnya dengan sesuatu yang kalian akan dapat mengambil manfaat dalam urusan penghidupan kalian, ia akan mendatangi kalian dengan kemudahan, kasih sayang dan kelembutan [6]

Seperti kata Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì :


{æóãóäú íóÊøóÞö Çááøóåó íóÌúÚóáú áóåõ ãóÎúÑóÌðÇ (2) æóíóÑúÒõÞúåõ ãöäú ÍóíúËõ áóÇ íóÍúÊóÓöÈõ æóãóäú íóÊóæóßøóáú Úóáóì Çááøóåö Ýóåõæó ÍóÓúÈõåõ} [ÇáØáÇÞ: 2-3]


Siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya, dan menganugerahkan kepadanya rezeki dari arah yang tidak dia duga. Siapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)-nya. (ath-Thalaq : 2-3)

Dan Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì juga berfirman :


{æóãóäú íóÊøóÞö Çááøóåó íóÌúÚóáú áóåõ ãöäú ÃóãúÑöåö íõÓúÑðÇ} [ÇáØáÇÞ: 4]


Siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia menjadikan kemudahan baginya dalam urusannya. (ath-Thalaq : 4)

[Firman-Nya ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì]


æóÊóÑóì ÇáÔøóãúÓó ÅöÐóÇ ØóáóÚóÊú ÊóÒóÇæóÑõ Úóäú ßóåúÝöåöãú ÐóÇÊó Çáúíóãöíäö æóÅöÐóÇ ÛóÑóÈóÊú ÊóÞúÑöÖõåõãú ÐóÇÊó ÇáÔøöãóÇáö æóåõãú Ýöí ÝóÌúæóÉò ãöäúåõ Ðóáößó ãöäú ÂíóÇÊö Çááøóåö ãóäú íóåúÏö Çááøóåõ Ýóåõæó ÇáúãõåúÊóÏö æóãóäú íõÖúáöáú Ýóáóäú ÊóÌöÏó áóåõ æóáöíøðÇ ãõÑúÔöÏðÇ


Engkau akan melihat matahari yang ketika terbit condong ke sebelah kanan dari gua mereka dan yang ketika terbenam menjauhi mereka ke sebelah kiri, sedang mereka berada di tempat yang luas di dalamnya (gua itu). Itu adalah sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Allah. Siapa yang Allah memberinya petunjuk, dialah yang mendapat petunjuk. Siapa yang Dia sesatkan, engkau tidak akan menemukan seorang penolong pun yang dapat memberinya petunjuk.

Korelasi Ayat Ini dengan Ayat Sebelumnya

Ketika Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì telah menyebutkan perkataan sebagian para pemuda ini terhadap sebagian lainnya :


ÝóÃúæõæÇ Åöáóì ÇáúßóåúÝö íóäúÔõÑú áóßõãú ÑóÈøõßõãú ãöäú ÑóÍúãóÊöåö æóíõåóíøöÆú áóßõãú ãöäú ÃóãúÑößõãú ãöÑúÝóÞðÇ [ÇáßåÝ: 16] º


maka berlindunglah ke dalam gua itu. (Dengan demikian,) niscaya Tuhanmu akan melimpahkan sebagian rahmat-Nya kepadamu dan menyediakan bagimu sesuatu yang berguna bagi urusanmu.(al-Kahfi : 16)

Dia ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì menjelaskan keadaan mereka setelah mereka masuk dan berlindung ke gua itu, memberikan isyarat akan terealisasinya harapan mereka kepada Rabb mereka, yaitu berupa sesautu yang telah Dia persiapkan untuk mereka dalam urusan mereka berupa sesuatu yang berguna, dan bahwa hal tersebut merupakan balasan bagi mereka atas tindakan mereka mengambil petunjuk Rabb mereka, dan hal itu merupakan bentuk kelembutan Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì terhadap mereka. [7]

[Firman-Nya ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì]


æóÊóÑóì ÇáÔøóãúÓó ÅöÐóÇ ØóáóÚóÊú ÊóÒóÇæóÑõ Úóäú ßóåúÝöåöãú ÐóÇÊó Çáúíóãöíäö


Engkau akan melihat matahari yang ketika terbit condong ke sebelah kanan

Yakni, Engkau akan melihat matahari yang ketika terbit condong ke sebelah kanan dari gua [8] di mana para pemuda itu berlindung; hal itu agar pancaran sinarnya tidak mengenai mereka [9]

[Firman-Nya ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì]


æóÅöÐóÇ ÛóÑóÈóÊú ÊóÞúÑöÖõåõãú ÐóÇÊó ÇáÔøöãóÇáö


dan ketika (matahari itu) terbenam menjauhi mereka ke sebelah kiri

Yakni, dan engkau melihat matahari itu ketika tenggelam, ia menjauhi (meninggalkan) [10] mereka ke sebelah kiri gua itu, sehingga pancaran sinarnya tidak mengenai mereka.

[Firman-Nya ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì]


æóåõãú Ýöí ÝóÌúæóÉò ãöäúåõ


sedang mereka berada di tempat yang luas di dalamnya

Yakni, sedangkan para pemuda ini berada di tempat yang luas di dalam gua tersebut [11]

[Firman-Nya ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì]


Ðóáößó ãöäú ÂíóÇÊö Çááøóåö


Itu adalah sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Allah

Yakni, Kami lakukan yang telah Kami lakukan terhadap para pemuda ini ; berupa dimudahkannya gua itu untuk menjaga dan melindungi mereka di dalamnya, condongnya matahari dari mereka ketika terbitnya dan menjauhkannya untuk mereka ketika tenggelamnya- termasuk keajaiban tindakan Allah yang menunjukan akan keagungan kekuatan, kemampuan dan kekuasaan-Nya, dan kelembutan-Nya terhadap para hamba-Nya.[12]

[Firman-Nya ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì]


ãóäú íóåúÏö Çááøóåõ Ýóåõæó ÇáúãõåúÊóÏö


Siapa yang Allah memberinya petunjuk, dialah yang mendapat petunjuk.

Korelasi Ayat Ini dengan Ayat Sebelumnya

Ketika kesendirian mereka dengan mendapatkan petujuk, sementara orang-orang yang hidup sezaman dengan mereka tidak mendapatkannya, semuanya merupakan perkara yang menakjubkan ; Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì menyambungkannya dengan sesuatu yang jika direnungi niscaya akan hilang rasa ketakjubannya, seraya berfirman [13] :


ãóäú íóåúÏö Çááøóåõ Ýóåõæó ÇáúãõåúÊóÏö


Siapa yang Allah memberinya petunjuk, dialah yang mendapat petunjuk.

Yakni, Siapa yang dibimbing oleh Allah dan diberi taufiq oleh-Nya untuk mengambil petunjuk kepada kebenaran, maka dialah orang yang benar-benar memperoleh petunjuk, seperti para pemuda ini, orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì di antara kaum mereka. [14]


æóãóäú íõÖúáöáú Ýóáóäú ÊóÌöÏó áóåõ æóáöíøðÇ ãõÑúÔöÏðÇ


Siapa yang Dia sesatkan, engkau tidak akan menemukan seorang penolong pun yang dapat memberinya petunjuk.

Yakni, siapa yang dihinakan oleh Allah, niscaya engkau-wahai Muhammad- tidak akan menemukan baginya seorang kekasih dan penolong yang akan membimbingnya kepada kebenaran.[15]

Seperti kata Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì :


{æóãóäú íõÖúáöáö Çááøóåõ Ýóáóäú ÊóÌöÏó áóåõ ÓóÈöíáðÇ} [ÇáäÓÇÁ: 88]


Siapa yang dibiarkan sesat oleh Allah niscaya engkau (Nabi Muhammad) tidak akan menemukan jalan baginya (untuk diberi petunjuk). (an-Nisa : 88)

Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì juga berfirman :


{æóãóäú íõÖúáöáö Çááøóåõ ÝóãóÇ áóåõ ãöäú åóÇÏò} [ÇáÑÚÏ: 33]


Siapa yang disesatkan Allah, tidak ada seorang pun yang dapat memberi petunjuk baginya.(ar-Ra’d : 33)

Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì juga berfirman :


{æóãóäú íõÖúáöáú Ýóáóäú ÊóÌöÏó áóåõãú ÃóæúáöíóÇÁó ãöäú Ïõæäöåö} [ÇáÅÓÑÇÁ: 97]


Siapa yang Dia sesatkan, engkau tidak akan mendapatkan penolong-penolong bagi mereka selain Dia. (al-Isra : 97)

[Firman Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì]


æóÊóÍúÓóÈõåõãú ÃóíúÞóÇÙðÇ æóåõãú ÑõÞõæÏñ æóäõÞóáøöÈõåõãú ÐóÇÊó Çáúíóãöíäö æóÐóÇÊó ÇáÔøöãóÇáö æóßóáúÈõåõãú ÈóÇÓöØñ ÐöÑóÇÚóíúåö ÈöÇáúæóÕöíÏö áóæö ÇØøóáóÚúÊó Úóáóíúåöãú áóæóáøóíúÊó ãöäúåõãú ÝöÑóÇÑðÇ æóáóãõáöÆúÊó ãöäúåõãú ÑõÚúÈðÇ


Engkau mengira mereka terjaga, padahal mereka tidur. Kami membolak-balikkan mereka ke kanan dan ke kiri, sedangkan anjing mereka membentangkan kedua kaki depannya di muka pintu gua. Seandainya menyaksikan mereka, tentu engkau akan berpaling melarikan (diri) dari mereka dan pasti akan dipenuhi rasa takut terhadap mereka.


æóÊóÍúÓóÈõåõãú ÃóíúÞóÇÙðÇ æóåõãú ÑõÞõæÏñ


Engkau mengira mereka terjaga, padahal mereka tidur.

Yakni, engkau [16] mengira para pemuda ini -seandainya engkau melihat mereka (saat itu) – terjaga, padahal sesungguhnya mereka dalam keadaan tidur [17]

[Firman-Nya ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì]


æóäõÞóáøöÈõåõãú ÐóÇÊó Çáúíóãöíäö æóÐóÇÊó ÇáÔøöãóÇáö


Kami membolak-balikkan mereka ke kanan dan ke kiri

Yakni, Kami membolak-balikan punggung mereka ; sesekali ke sisi kanan dan sesekali ke sisi kiri.[18]

[Firman-Nya ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì]


æóßóáúÈõåõãú ÈóÇÓöØñ ÐöÑóÇÚóíúåö ÈöÇáúæóÕöíÏö


Sedangkan anjing mereka membentangkan kedua kaki depannya di muka pintu gua

Yakni, anjing [19] para pemuda ini duduk di atas perutnya, membentangkan kedua tangannya di muka tempat masuk gua; untuk menjaga mereka. [20]

[Firman-Nya ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì]


áóæö ÇØøóáóÚúÊó Úóáóíúåöãú áóæóáøóíúÊó ãöäúåõãú ÝöÑóÇÑðÇ


Seandainya menyaksikan mereka, tentu engkau akan berpaling melarikan (diri) dari mereka.

Yakni, kalaulah engkau dapat melihat dan menyaksikan ashabul kahfi, niscaya engkau melihat mereka sementara mereka dalam keadaan tidur, tentunya engkau akan lari dari mereka. [21]

[Firman-Nya ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì] :


æóáóãõáöÆúÊó ãöäúåõãú ÑõÚúÈðÇ


dan pasti akan dipenuhi rasa takut terhadap mereka.

Yakni, dan pasti diri dan jiwamu dipenuhi rasa takut dan ngeri terhadap mereka (para ashabul kahfi itu) [22]

Faedah :

1-Firman-Nya ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì :


æóÅöÐö ÇÚúÊóÒóáúÊõãõæåõãú æóãóÇ íóÚúÈõÏõæäó ÅöáøóÇ Çááøóåó


Karena kamu juga telah meninggalkan mereka dan apa yang mereka sembah selain Allah.

Di dalamnya terdapat (anjuran) meninggalkan ahlu asy-Syirki (para palaku kesyirikan) dan meninggalkan (pula) sembahan-sembahan mereka. [23]

2-Firman-Nya ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì :


æóÅöÐö ÇÚúÊóÒóáúÊõãõæåõãú æóãóÇ íóÚúÈõÏõæäó ÅöáøóÇ Çááøóåó ÝóÃúæõæÇ Åöáóì ÇáúßóåúÝö íóäúÔõÑú áóßõãú ÑóÈøõßõãú ãöäú ÑóÍúãóÊöåö æóíõåóíøöÆú áóßõãú ãöäú ÃóãúÑößõãú ãöÑúÝóÞðÇ


Karena kamu juga telah meninggalkan mereka dan apa yang mereka sembah selain Allah, maka berlindunglah ke dalam gua itu. (Dengan demikian,) niscaya Tuhanmu akan melimpahkan sebagian rahmat-Nya kepadamu dan menyediakan bagimu sesuatu yang berguna bagi urusanmu.”

Ini menunjukkan bahwa sikap seorang Mukmin meninggalkan kaumnya orang-orang yang kafir dan sesembahan-sesembhan mereka termasuk sebab yang akan mendatangkan kelembutan dan rahmat Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì terhadap dirinya.[24]

3-Bahwa disyariatkan ketika terjadi fitnah di tengah-tengah manusia, seorang hamba hendaknya melarikan diri dari mereka karena mengkhawatirkan akan (keselamatan) agamanya, sebagaimana datang dalam hadis :


íõæÔößõ Ãä íßæäó ÎóíÑó ãÇáö ÇáãÓáã Ûóäóãñ íóÊÈóÚõ ÈåÇ ÔóÚóÝó ÇáÌöÈÇáö æãæÇÞöÚó ÇáÞóØúÑö º íóÝöÑøõ ÈÏöíäöå ãöä ÇáÝöÊäö


“Tak lama lagi sebaik-baik harta seorang muslim adalah kambing yang ia gembalakan di lereng-lereng gunung dan tempat-tempat hujan turun, ia lari untuk menyelamatkan agamanya dari gelombang fitnah." [25]

Maka, dalam kondisi ini disyariatkan untuk beruzlah (mengasingkan diri) dari manusia dan tidak disyariatkan hal-hal lain selainnya…karena Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì memuji dalam ayat ini orang yang berlari dengan membawa agamanya karena takut fitnah akan menyambar dirinya.[26]

4-Wajib atas seseorang untuk bersandar kepada Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì dalam upaya mendidik dan membimbing anak-anaknya; karena sesungguhnya Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì Dia-lah pemberi hidayah. Dia ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì berfirman :


ãóäú íóåúÏö Çááøóåõ Ýóåõæó ÇáúãõåúÊóÏö


Siapa yang Allah memberinya petunjuk, dialah yang mendapat petunjuk.

Dan atas dasar ini, maka orang yang mengancam keturunannya (anaknya) karena takut tidak mampu untuk mendidik mereka, dia juga telah berburuk sangka terhadap Rabbnya. Kalaulah tidak, tentunya ditangan Allah-lah segala urusan. [27]

5-Firman-Nya ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì :


ãóäú íóåúÏö Çááøóåõ Ýóåõæó ÇáúãõåúÊóÏö æóãóäú íõÖúáöáú Ýóáóäú ÊóÌöÏó áóåõ æóáöíøðÇ ãõÑúÔöÏðÇ


Siapa yang Allah memberinya petunjuk, dialah yang mendapat petunjuk. Siapa yang Dia sesatkan, engkau tidak akan menemukan seorang penolong pun yang dapat memberinya petunjuk.

Di dalamnya terdapat peringatan supaya tidak meminta hidayah (petunjuk) kecuali dari Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì dan supaya tidak berkeluh kesah atau murka ketika melihat orang yang sesat ; karena Allah-lah yang menjadikan manusia dua macam ; (pertama) orang yang mendapat petunjuk dan (kedua) orang yang sesat. Maka, harus ada keimanan terhadap adanya takdir dan ridha terhadap ketentuan takdir tersebut atas setiap keadaan dan kondisi, dan tidak murka terkait penyesatan yang (berasal) dari Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì. Adapun terkait dengan sesuatu yang ditakdirkan, maka dalam masalah tersebut terdapat perincian. Akan tetapi, meski demikian, wajib atas kita untuk berupaya dalam menyampaikan hidayah kepada segenap manusia, dan kita berupaya untuk membimbing mereka orang-orang yang sesat itu (ke jalan yang benar). [28]

6-Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì berfirman :


æóßóáúÈõåõãú ÈóÇÓöØñ ÐöÑóÇÚóíúåö ÈöÇáúæóÕöíÏö


sedangkan anjing mereka membentangkan kedua kaki depannya di muka pintu gua

Keberkahan mereka (para pemuda ashabul kahfi) merambah kepada anjing mereka, maka apa yang menimpa mereka berupa tidur dalam keadaan seperti itu menimpanya, dan ini merupakan faedah pertemanan dengan orang-orang baik. Anjing ini menjadi disebut-sebut, diberitakan, dan memiliki kedudukan [29]. Maka, penyebutan anjing ini sepanjang abad lamanya yang membersamai orang-orang yang ditidurkan oleh Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì dalam rentang waktu yang panjang, karena keberkahan pertemanan dengan orang-orang yang mulia [30]. Maka, siapa yang mencintai orang-orang baik, niscaya ia bakal memperoleh sesuatu yang baik karena keberkahan mereka. Anjing ini, ia mencintai orang-orang baik dan berteman dengan mereka, Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì menyebutnya di dalam kitab-Nya [31]. Bila mana sebagian anjing boleh jadi meraih derajat yang tinggi ini disebabkan karena pertemanan dan kebersamaannya dengan orang-orang yang baik hingga Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì kabarkan hal itu di dalam kitab-Nya, maka apa sangkaan anda terkait orang-orang beriman yang mengesakan Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì yang membersamai mereka lagi mencintai para wali-Nya dan orang-orang yang shaleh ?! Bahkan, dalam pemberitahuan akan hal ini terdapat hiburan bagi orang-orang beriman yang memiliki keterbatasan untuk meraih derajat kesempurnaan, terdapat hiburan (pula) bagi para pencinta Nabi Õóáøóì Çááåõ Úóáóíúåö æóÓóáøóãó dan segenap keluarga beliau. [32]

Wallahu A’lam

(Redaksi)

Catatan :

[1] Lihat : Nazhmu ad-Durar, al-Biqa’iy, 12/23.

[2] Ibnu ‘Asyur mengatakan : Jelas bahwa ini termasuk perkataan sebagian mereka (para pemuda itu) terhadap sebagian mereka sebagai bentuk nasehat dan usulan gagasan yang benar, dan bukan merupakan kelaziman dalam penghikayatan perkataan-perkataan orang-orang yang berkata-kata bahwa sesuatu yang dihikayatkan itu seluruhnya terkemukakan dalam satu waktu. (Tafsir Ibnu ‘Asyur, 15/276)

Dan ada yang mengatakan, ‘Ungkapan tersebut merupakan perkataan yang muncul tiba-tiba ; merupakan pemberitahuan dari Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì tentang para pemuda itu bahwa mereka tidak pernah menyembah atau beribadah kepada selain Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì.” Lihat : Tafsir ar-Ras’aniy, 4/257.

[3] Asy-Syinqithiy mengatakan : kata «ÅöÐú» dalam firman-Nya : æóÅöÐö ÇÚúÊóÒóáúÊõãõæåõãú adalah lit-ta’ilil (untuk menunjukan alasan), menurut pendapat yang benar. Seperti dikatakan Ibnu Hisyam. Atas dasar ini, maka makna ungkapan tersebut adalah ‘dan karena sikap menjauhkan diri yang kalian lakukan terhadap kaum kalian orang-orang yang kafir itu dan apa-apa yang mereka sembah selain Allah, maka jadikanlah gua itu sebagai tempat berlindung (untuk kalian). (Adh-Waa-ul Bayan, 3/217)

[4] Lihat : Tafsir Ibnu Jarir, 15/181, 182, karya : Makkiy, 6/4330, al-Wasith, karya : al-Wahidiy, 3/138, Tafsir Ibnu ‘Athiyyah, 3/502, Tafsir Ibnu Katsir, 5/142, Tafsir as-Sa’diy, hal. 472. Tafsir Ibnu Asyur, 15/275, Adh-Waa-ul Bayan, karya : asy-Syinqithiy, 3/217.

Asy-Syinqithiy mengatakan : “ ÅöáøóÇ Çááøóåó “ (kecuali Allah), ada yang berpendapat ‘ini merupakan istitsna (pengecualian) muttasil (yang bersambung), pendapat ini dilandaskan pada pandangan bahwa mereka (kaum para pemuda ini) menyembah Allah dan berhala-berhala.’

Ada juga yang berpendapat bahwa ‘ini merupakan istitsna (pengecualian) munqathi’ (terputus), pendapat ini dilandaskan pada pandangan bahwa mereka ini (kaum para pemuda itu) mereka tidaklah mengenal Allah dan tidak pula menyembah dan beribadah kepada-Nya. (Adh-Waa-ul Bayaan, 3/217).

Lihat juga : Tafsir Zamakhsyariy, 2/707, Tafsir Ibnu ‘Athiyyah, 3/502, Tafsir Abu Hayyan, 7/150, Tafsir Ibnu Utsaimin – surat al-Kahfi, hal. 30.

[5] Lihat : Tafsir Ibnu Jarir, 15/182, Tafsir Ibnu Katsir, 5/142, Tafsir as-Sa’diy, hal. 472.

[6] Lihat : Tafsir Ibnu Jarir, 15/182, al-Wajiz, al-Wahidiy, hal. 655. Tafsir Abu Hayyan, 7/150. Tafsir Ibnu Katsir, 5/142. Tafsir as-Sa’diy, hal. 472. Adh-Waa-ul Bayan, asy-Syinqithiy, 3/217, 218.

[7] Lihat : Tafsir Ibnu ‘Asyur, 15/277.

[8] Ibnu Katsir mengatakan :

“Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì mengkhabarkan hal itu dan Dia menginginkan dari kita agar memahaminya dan mentadabburinya, sementara Dia ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì tidak mengkhabarkan kepada kita tentang tempat di mana gua ini berada, di belahan bumi manakah gua ini berada. Karena, tidak ada faedahnya bagi kita dalam penyebutan tempat gua itu berada dan juga tidak ada tujuannya secara syar’iy. Namun, sebagian ahli tafsir telah bersikap merepotkan diri, di mana mereka menyebutkan dalam kasus ini berbagai pendapat…Allah-lah yang lebih tahu dimanakah gua ini berada dari belahan bumi Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì. Kalaulah saja ada kemaslahan agama bagi kita, niscaya Allah dan Rasul-Nya menunjuki kita ke tempat tersebut…Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì hanya memberitahukan kepada kita sifatnya, dan Dia ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì tidak memberitahukan tempatnya. (Tafsir Ibnu Katsir, 5/143)

[9] Lihat : Tafsir Ibnu Jarir, 15/184, 186, 187. Tafsir al-Qurthubiy, 10/369 . Tafsir Ibnu Katsir, 5/142. Tafsir as-Sa’diy, hal. 472. Adh-Waa-ul Bayan, karya : asy-Syinqithi, 3/218, 220.

Ibnu Jarir mengatakan : Hal demikian itu karena kalau matahari itu terbit di mana pancaran sinarnya mengenai tubuh mereka niscaya akan membakar mereka atau akan mengubah warna kulit tubuh mereka. (Tafsir Ibnu Jarir, 15/187)

[10] Di antara orang (kalangan ahli tafsir) yang berpendapat bahwa kata ÊóÞúÑöÖõåõã (dalam ayat) bermakna : ÊÊÑßõåã ÝáÇ ÊÕíÈõåã(meninggalkan atau menjauhi mereka) sehingga (sinarnya) tidak mengenai mereka) adalah : Ibnu Jarir, al-Qurthubiy, as-Sa’diy, Ibnu Asyur dan asy-Syinqithi. Lihat : Tafsir Ibnu Jarir, 15/186-187, Tafsir al-Qurthubiy, 10/369, Tafsir as-Sa’diy, hal. 472, Tafsir Ibnu Asyur, 15/278. Adh-Waa-ul Bayan, karya asy-Syinqithiy, 3/220.

Dan, di antara kalangan Salaf yang berpendapat dengan pendapat ini adalah : Ibnu Abbas, Sa’id bin Jubair, Mujahid dan Qatadah. Lihat : Tafsir Ibnu Jarir, 15/187.

Sementara, Ibnu Utsaimin mengatakan,’Ada yang berpendapat, maknanya, ÊÊÑßõåã (meninggalkan atau menjauhi mereka). Ada juga yang berpendapat : ÊÕíÈõ ãäåã (mengenai sebagian (anggota badan) mereka. Dan, pendapat inilah yang lebih dekat (kepada yang benar) ; bahwa (pancaran sinar mataharinya) mengenai sebagian (anggota badan) mereka, dan faedah terkenanya sebagian anggota badan mereka ini oleh pancaran sinar matahari ini akan mencegah jasad mereka dari terjadinya perubahan; karena matahari itu sebagaimana kata orang : sesungguhnya ia menyehatkan dan berfaedah bagi anggota badan. (Tafsir Ibnu Utsaimin-surat al-Kahfi, hal. 32. Dan lihat (juga) : Tafsir Ibnu ‘Athiyyah, 3/503, Tafsir Abi Hayyan, 7/152.

[11] Lihat : Tafsir Ibnu Jarir, 15/188, Tafsir al-Qurthubiy, 10/369, Tafsir Ibnu Katsir, 5/143, Tafsir as-Sa’diy, hal. 472, Tafsir Ibnu Asyur, 15/279.

[12] Lihat : Tafsir Ibnu Jarir, 15/189, Tafsir al-Baghawiy, 3/183, Tafsir al-Qurthubiy, 10/369, Tafsir Ibnu Katsir, 5/143, Tafsir as-Sa’diy, hal. 472, tafsir Ibnu Asyur, 15/279.

[13] Lihat : Nazhmu ad-Durar, karya : al-Biqaa-iy, 12/28.

[14] Lihat : Tafsir Ibnu Jarir, 15/190. Tafsir al-Khazin, 3/159. Tafsir Ibnu Katsir, 5/143.

[15] Lihat : Tafsir Ibnu Jarir, 15/190, Tafsir al-Baghawiy, 3/183. Tafsir as-Sa’diy, hal. 472. Tafsir Ibnu Utsaimin-surat al-Kahfi, hal. 34.

[16] Ada yang berpendapat, bahwa ungkapan ini ditunjukkan kepada Muhammad Õóáøóì Çááåõ Úóáóíúåö æóÓóáøóã.

Di antara orang yang berpendapat demikian adalah : Ibnu Jarir. Lihat : Tafsir Ibnu Jarir, 15/190. Dan dari kalangan salaf yang berpendapat demikian adalah Qatadah. Lihat : Tafsir Ibnu Abi Hatim, 7/2352.

Ada juga yang berpendapat, bahwa ungkapan ini ditunjukkan kepada seseorang tanpa dimaksudkan kepada orang tertentu. Yakni, engkau -wahai orang yang diajak bicara, siapa pun dirimu- mengira mereka… atau engkau, wahai orang yang melihat…

Di antara kalangan yang berpendapat demikian adalah : as-Sa’diy, asy-Syinqithiy, dan Ibnu Utsaimin. Lihat : Tafsir as-Sa’diy, hal. 472, Adh-Waa-ul Bayan, karya : asy-Syinqithiy, 3/224, Tafsir Ibnu Utsaimin-surat al-Kahfi, hal. 34.

[17] Lihat : Tafsir Ibnu Jarir, 15/190,191, Tafsir as-Sa’diy, hal.472, Adh-Waa-ul Bayan, karya : asy-Syinqithiy, 3/224.

Berkata Ibnu Athiyyah : para ahli tafsir mengatakan, “Keadaan mata mereka terbuka, sedangkan mereka tidur; oleh karenanya orang yang melihat, ia mengira bahwa mereka itu terjaga. Dan, berkemungkinan pula bahwa orang yang melihat mengira hal itu; karena kuatnya penjagaan yang diberikan kepada mereka dan sedikitnya perubahan yang terjadi. Hal demikian itu karena bahwa ghalibnya orang-orang yang tengah tidur itu berada pada kondisi terlentang dan posisi-posinya yang menunjukkan tidur, namun boleh jadi orang tidur itu berada pada keadaan yang tidak berubah dari keadaan terjaga, sehingga orang yang melihatnya mengira bahwa orang tersebut dalam keaadaan terjaga, mesekipun kedua matanya terpejam, dan seandainya benar terbukanya mata mereka berdasarkan sanad yang memutus uzur, tentunya lebih jelas untuk dikira bahwa mereka dalam keadaan terjaga. (Tafsir Ibnu Athiyyah, 3/503).

Berkata Ibnu Katsir : ‘Sebagian ahli ilmu menyebutkan bahwa mereka ketika Allah menghembuskan ke telinga mereka agar tertidur, mata-mata mereka tidak menutup; agar tidak cepat dimakan oleh tanah, maka bila kedua mata itu tetap nampak di permukaan udara, niscaya hal tersebut akan lebih mempertahannya; oleh karena ini Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì berfirman :


æóÊóÍúÓóÈõåõãú ÃóíúÞóÇÙðÇ æóåõãú ÑõÞõæÏñ


Engkau mengira mereka terjaga, padahal mereka tidur. (Tafsir Ibnu Katsir, 5/143)

Dan, Az-Zajjaj mengatakan : Ada juga yang mengatakan : ‘Karena banyaknya pembolak-balikan (badan) mereka (saat tidur tersebut), maka dikira bahwa mereka itu tidak tidur. Hal itu ditunjukkan oleh firman-Nya setelahnya :


æóäõÞóáøöÈõåõãú ÐóÇÊó Çáúíóãöíäö æóÐóÇÊó ÇáÔøöãóÇáö


“Kami membolak-balikkan mereka ke kanan dan ke kiri.” (Ma’aniy al-Qur’an Wa I’robuhu, 3/274).

[18] Lihat : Tafsir Ibnu Jarir, 15/191. Tafsir as-Sa’diy, hal. 472. Tafsir Ibnu Asyur, 15/281.

Asy-Syinqithiy mengatakan : ‘Perkataan para ahli tafsir di sini, tentang jumlah sedikit banyaknya proses pembolak-balikan mereka tidak memiliki landasan dalil (Adh-Waa-ul Bayan, 3/224)

Ibnu Asyur mengatakan : ‘Makna (firman-Nya ini, “Kami membolak-balikkan mereka ke kanan dan ke kiri.”) bahwa Allah memperlakukan mereka keadaan orang-orang yang hidup lagi terjaga. Maka, Dia menjadikan mereka berubah-ubah posisi badannya, dari sisi kanan ke sisi kiri dan sebaliknya. Dan hal demikian itu untuk sebuah hikmah agar hal itu memberikan pengaruh dalam hal tetap terjaganya jasad mereka dalam kondisi selamat. (Tafsir Ibnu Asyur, 15/281).

Ada juga yang mengatakan ,’ Hikmah dari dibolak-balikannya tubuh mereka adalah bahwa mereka kalaulah saja tidak dibolak-balikkan badannya niscaya tanah akan memakannya.’ Di antara kalangan salaf yang berpendapat demikian ini adalah : Ibnu Abbas, Sa’id bin Jubair, dan Dahhak. Lihat : Tafsir Muqatil bin Sulaiman, 2/578, Tafsir Ibnu Jarir, 15/191, ad-Durru al-Mantsur, karya : as-Suyuthiy, 5/373.

Ada juga yang mengatakan : ‘Dia ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì membolak-balik mereka; agar hembusan angin dapat mengenai seluruh anggota badan mereka, dan tidak terpengaruh oleh sesuatu yang berada di permukaan tanah karena lamanya keberadaan tubuh mereka di atasnya. Lihat : Nazhmu ad-Durar, karya : al-Biqa-‘iy, 12/29.

Ada juga yang mengatakan, “Hikmah dari dibolak-balikannya tubuh mereka adalah untuk menyeimbangkan darah di dalam jasad, sehingga tidak hanya ada di satu sisi tubuh saja.’ Lihat : Tafsir Ibnu Utsaimin-surat al-Kahfi, hal. 35.

[19] Ibnu Katsir mengatakan : ‘Mereka berselisih pendapat tentang warna anjing para pemuda ini menjadi beberapa pendapat yang tidak memiliki dalil dan tidak juga memiliki hujjah yang dapat dijadikan pegangan, bahkan pendapat-pendapat yang dikemukaan termasuk perkara yang terlarang karena sandarannya adalah terkaan terhadap yang ghaib. (Tafsir Ibnu Katsir, 5/144).

[20] Lihat : Tafsir Ibnu Jari, 15/194, Tafsir as-Samarqandi, 2/341. Tafsir Ibnu Katsir, 5/144. Tafsir as-Sa’diy, hal. 472. Adh-Waa-ul Bayan, karya asy-Syinqithiy, 3/225. Tafsir Ibnu Utsaimin-surat al-Kahfi, hal. 35.

[21] Lihat : Tafsir Ibnu Jarir, 15/194. Tafsir al-Qurthubiy, 10/373, Tafsir Ibnu ‘Asyur, 15/281.

[22] Lihat : Tafsir Ibnu Jarir, 15/194. Al-Wasith, karya : al-Wahidiy, 13/563. Tafsir al-Qurthubiy, 10/373. Tafsir Ibnu Utsaimin-surat al-Kahfi, hal. 36.

[23] Lihat : Tafsir Aayaat Min al-Qur’an al-Karim, 5/244, (Tercetak dalam kumpulan tulisan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab).

[24] Lihat : Adh-Waa-ul Bayan, karya : asy-Syinqithiy, 3/217.

[25] Diriwayatkan oleh al-Bukhari (19), dari hadis Abu Sa’id al-Khudhriy ÑóÖöíó Çááåõ Úóäúåõ

[26] Lihat : Fathul Baariy, karya : Ibnu Rajab, 1/108.

[27] Lihat : Fatawa Nuur ‘Ala ad-Darb, Ibnu Utsaimin, 6/16.

[28] Lihat : Tafsir Ibnu Utsaimin -surat al-Kahfi, hal. 34.

[29] Lihat : Tafsir Ibnu Katsir, 5/144.

[30] Lihat : Nazhmu ad-Durar, karya : al-Biqaa-‘iy, 12/29-30.

[31] Lihat : Tafsir Ibnu Athiyyah, 3/504.

[32] Lihat : Tafsir al-Qurthubiy, 10/371.

Hit : 26 | Index Annur | kirim ke teman | versi cetak | Bagikan

| Index Tafsir Al-quran

 
   
Statistik Situs
Jum'at,7-8-2026 M 13:8:12 
Hijri: 22 Shafar 1448 H
Hits ...: 538200913
Online : 3578 users

Pencarian

cari di  

 

Iklan















Jajak Pendapat
Rubrik apa yang paling anda sukai di situs ini ?

Analisa
Buletin
Fatwa
Kajian
Khutbah
Kisah
Konsultasi
Nama Islami
Quran
Tarikh
Tokoh
Doa
Hadits
Mu'jizat
Sakinah
Akidah
Fiqih
Sastra
Resensi
Dunia Islam
Berita Kegiatan
Kaset
Kegiatan
Materi KIT
Firqah
Ekonomi Islam
Senyum
Download


Hasil Jajak Pendapat

Mutiara Hikmah

Mathraf bin Abdullah ibnusy Syakhir menulis surat balasan kepada sang Khalifah Umar bin Abdul Aziz, "Kepada hamba Allah, Umar, Amirul Mukminin, dari Mathraf bin Abdullah. Salamullah 'alaik, ya Amiral Mukminin, wa Rahmatullah wa Barakatuh. Sesungguhnya, aku mengajakmu memuji kepada Allah yang tidak ada tuhan yang hak selain Dia. Amma ba'du. "Jadikanlah rasa tenangmu bersama Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì dan perhatian penuhmu kepada-Nya. Sesungguhnya, kaum yang merasa damai dengan Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì dan sepenuhnya memberikan perhatiannya kepada-Nya, mereka merasa lebih damai bersama Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì dalam kesendirian daripada beramai-ramai dengan jumlah yang banyak, mereka mematikan apa saja di dunia yang mereka khawatirkan akan mematikan hati mereka, mereka meninggalkan apa saja di dunia yang mereka ketahui bakal meninggalkannya, mereka menjadi musuh terhadap apa yang diterima manusia dari dunia. Semoga Allah menjadikan kita semua bagian dari mereka karena mereka sedikit jumlahnya di dunia. Wassalam." (Abdullah bin Abdul Hakam, al-Khalifah al-'Adil Umar bin Abdil Aziz, hal.182)

( Index Mutiara )


Fiqh Wanita

Benarkah Kaum Wanita Tidak Boleh Masuk Masjid Karena Mereka Adalah Najis

Jika Mendapat Kesucian Setelah Shubuh

Haid Datang Beberapa Saat Sebelum Matahari Terbenam

Merasa Ada Darah Tapi Belum Keluar Sebelum Matahari Terbenam

Hukum Wanita Yang Mandi Setelah Jima', Kemudian Keluar Cairan Dari Kemaluannya

Hukum Orang Yang Kentut Terus Menerus.

Shalat Dengan Pakaian Terkena Najis

Hukum Orang Haidh Berdiam di Masjid

Hukum air kencing anak yang mengenai pakaian wanita

Menggunakan air laut untuk berwudlu

Hukum Operasi Cesar

Menyentuh wanita dalam keadaan berwudhu'

Menyentuh wanita asing(selain isteri) dalam keadaan berwudhu'

Hukum membawa Mushaf ke dalam WC

Bersuci dari Air Kencing Bayi

Hukum Wudhunya Orang yang Menggunakan Kutek

Hukum Wudhunya Orang yang Menggunakan Inai (Pacar)

Hukum Wudhunya Wanita yang Tidak Menghilangkan Kutek

Membasuh Kepala Bagi Wanita

Hukum Mengusap Rambut yang Disanggul (dikepang)

Sifat Mandi Junub dan Perbedaan dengan Mandi Haidh

Melepaskan Ikatan Rambut Untuk Mandi Haidh

Haruskah Meresapkan Air ke Dalam Kulit Kepala Dalam Mandi Junub?

Samakah Wanita yang Memiliki Rambut Panjang yang Tidak Digulung dengan yang Digulung

Hukum Mengusap Kain Penutup Kepala Saat Mandi Junub

Haruskah Dua Kali Bersuci Karena Dua Hadats

Wajib Mandikah Wanita Yang Bermimpi (Mimpi Basah)

Jika Seorang Wanita Bermimpi dan Mengeluarkan Cairan yang Tidak Mengenai Pakaiannya, Apakah Ia Wajib Mandi

Wajib Mandikah Bila Keluarnya Mani Karena Syahwat Tanpa Bersetubuh

Berdosakah Seorang Wanita yang Mimpi Bersetubuh Dengan Seorang Pria

Wajib Mandikah Jika Seorang Wanita Memasukkan Tangannya ke Dalam Kemaluannya atau Jika Seorang Dokter Memasukkan Tangannya ke Dalam Kemaluannya

Jika Seorang Ragu Tentang Junubnya

Bolehkah Menunda Mandi Wajib Hingga Terbit Fajar

Bolehkah Orang yang Junub Tidur Sebelum Berwudhu

Mandi Junub Merangkap Mandi Jum'at, atau Merangkap Mandi Haidh dan Mandi Nifas

Apakah Penggunaan Inai Pada Masa Haidh Akan Mempengaruhi Sahnya Mandi Setelah Masa Haidh?

Apakah Tubuh Orang yang Sedang Junub Itu Najis Sebelum Ia Mandi Junub

Masa di Mana Para Wanita yang Sedang Nifas Tidak Boleh Melaksanakan Shalat

Pendapat yang Kuat Tentang Masa Nifas

Nifas, Suci Sebelum Empat Puluh Hari Lalu Berpuasa

Apakah Wanita Nifas yang Suci Sebelum Genap Empat Puluh Hari Tetap Wajib Melaksanakan Ibadah

Nifas, Jika Darah Terus Mengalir Setelah Empat Puluh Hari

Darah Nifas Berhenti Sebelum Empat Puluh Hari, Apakah Hal Ini Membolehkan Shalat Walaupun Darah Itu Kembali Lagi Pada Hari Keempat Puluh

Apakah Masa Nifas Itu Dapat Lebih dari Empat Puluh Hari?

Tidak Mengeluarkan Darah Setelah Melahirkan, Bolehkah Suaminya Mencampurinya?

Jika Wanita Hamil Keluar Darah Banyak Tapi Bayi yang Dikandungnya Tidak Keluar ( Keguguran )

Bila Seorang Wanita Hamil Mengalami Goncangan Namun Ia Tidak Tahu Apakah Kandungannya Keguguran atau Tidak, Dalam Keadaan Ia Mengalami Haidh

Hukum Darah yang Menyertai Keguguran Prematur Sebelum Sempurnanya Bentuk Janin dan Setelah Sempurnanya Janin

Hukum Darah yang Mengalir Terus Menerus Dalam Waktu yang Lama Setelah Keguguran

Keguguran Pada Umur Tiga Bulan Kehamilan, Apakah Tetap Wajib Shalat

Hukum Darah yang Keluar Setelah Keluarnya Janin ( Keguguran )

Keguguran Sebelum dan Setelah Terbentuknya Janin

Banyak Mengeluarkan Darah Saat Keguguran

Keguguran Pada Bulan Ketiga dari Masa Kehamilan, Kemudian Setelah Lima Hari Melaksanakan Puasa dan Shalat

Wajibkah Puasa dan Shalat Bagi Wanita yang Mengalami Keguguran

Kapankah Darah Keguguran Prematur Dianggap Darah Nifas

Mengeluarkan Darah Lebih dari Tiga Hari Sebelum Persalinan

Mengeluarkan Darah Lima Hari Sebelum Datangnya Masa Nifas

Mengeluarkan Darah Satu atau Dua Hari Sebelum Persalinan

Kewajiban Wanita Nifas Pada Akhir Masa Nifas

Darah Nifas Mengalir Kembali Setelah Empat Puluh Hari

Hukum Darah Nifas yang Keluar Lagi

Hal-hal yang Mewajibkan Mandi

Hukum Berhadats Kecil Dan Menyentuh Mushaf

Mencium Istri Tidak Membatalkan Wudhu’

Darah Nifas Berhenti Kemudian Kembali Lagi Setelah Empat Puluh Hari

Yang Dibolehkan Bagi Suami Terhadap Istrinya yang Sedang Nifas

Apakah Disyaratkan Empat Puluh Hari untuk Dibolehkannya Mencampuri Istri Setelah Melahirkan

Hukum Membaca Al-Qur’an Tanpa Wudhu’

Boleh Menyentuh Kaset Rekaman Al-Qur’an Bagi Yang Sedang Junub

Bersetubuh Setelah Tiga Puluh Hari Melahirkan

Darah yang Keluar dari Wanita yang Melahirkan Melalui Operasi

Apakah Tubuh Wanita Nifas Menjadi Najis

Apakah Tubuh Wanita Nifas Menjadi Najis

Cara Shalat Wanita yang Terus Mengeluarkan Darah

Seorang Wanita Meninggalkan Shalat Karena Mengeluarkan Darah, Lalu Beberapa Hari Kemudian Ia Mengeluarkan Da-rah Haidh yang Sebenarnya

Setelah Operasi dan Sebelum Masa Haidh Mengeluarkan Darah Hitam, Kemudian Setelah Itu Masa Haidh Datang

Seorang Wanita Telah Berhenti Masa Haidhnya Karena Usianya yang Sudah Lanjut Kemudian Dalam Suatu Perjalanan Ia Mengeluarkan Darah Terus Menerus

Wanita Mengeluarkan Darah yang Bukan Darah Haidh dan Bukan Pula Darah Nifas

Setelah Bersuci dari Haidh yang Biasanya Selama Sem-bilan atau Sepuluh Hari, Keluar Lagi Darah Pada Waktu-waktu yang Tidak Tentu

Di Bulan Ramadhan Mengeluarkan Darah Sedikit yang Terus Berlanjut Sepanjang Bulan

Setelah Nifas Mengeluarkan Darah Sedikit yang Bukan di Masa Haidh

Cara Bersucinya Wanita Mustahadhah

Perbedaan Antara Darah Haidh dan Darah Istihadhah

Penjelasan Tentang Cairan Berwarna Kuning dan Cairan Keruh Serta Hukumnya, Juga Tentang Cairan Putih (Keputihan)

Penggunaan Pil-pil Pencegah Kehamilan Mengakibatkan Timbulnya Cairan Keruh yang Merusak Haidh

Mengeluarkan Cairan Keruh Sehari atau Dua Hari Sebelum Datangnya Masa Haidh

Hukum Cairan Kuning yang Keluar Sehari atau Dua Hari Sebelum Masa Haidh

Meninggalkan Shalat Karena Mengeluarkan Cairan Keruh Sebelum Haidh

Hukum Cairan Kuning yang Keluar dari Wanita Setelah Suci

Mengeluarkan Tetasan Bening yang Berwarna Agak Kuning di Luar Waktu Haidh

Apakah Cairan yang Keluar dari Wanita Itu Najis dan Membatalkan Wudhu

Hukum Orang yang Yakin Bahwa Cairan-cairan Itu Tidak Membatalkan Wudhu

Jika Wanita yang Mengeluarkan Cairan Terus Menerus Itu Berwudhu, Bolehkah Ia Melakukan Shalat Sunat dan Membaca Al-Qur'an

Jika Wanita yang Mengeluarkan Cairan Terus Menerus Itu Berwudhu, Tapi Kemudian Setelah Berwudhu Itu dan Sebelum Shalat Cairan Itu Keluar Lagi

Bolehkah Wanita yang Terus Mengeluarkan Cairan Melakukan Shalat Dhuha Dengan Wudhu Shalat Shubuh

Bolehkah Melakukan Shalat Tahajud Dengan Wudhu Shalat Isya Bagi Wanita yang Terus Mengeluarkan Cairan?

Cukupkah Membasuh Anggota Wudhu Bagi Wanita Yang Terus Mengeluarkan Cairan?

Bagaimana Hukumnya Jika Cairan Itu Mengenai Bagian Tubuh

Tidak Berwudhu Saat Mengeluarkan Cairan Itu Karena Tidak Tahu

Mengapa Tidak Ada Riwayat dari Rasulullah SAW yang Menyatakan Bahwa Cairan yang Keluar dari Wanita Dapat Membatalkan Wudhu, Sementara Para Shahabiyah Sangat Menjaga Cairan yang Keluar ?

Apa Betul Syaikh Ibnu Utsaimin Berpendapat Bahwa Cairan Tidak Membatalkan Wudhu ?

Mengeluarkan Cairan Setelah Mandi Junub dan Setelah Bangun Tidur

Wanita Hamil Mengeluarkan Cairan Sejak Satu Bulan

Cairan Kuning yang Keluar dari Wanita Perawan dan Janda Tanpa Mimpi

Keluarnya Mani Beserta Air Kencing Kemudian Setelah Itu Keluar Mani Tanpa Syahwat

Saya Mengeluarkan Cairan Putih dan Terkadang Cairan Itu Keluar Ketika Saya Sedang Shalat

Hukum Cairan yang Keluar Setetes Demi Setetes

Hukum Membaca Kitab Tafsir Bagi Wanita Haidh

Bagaimana Shalat Orang Yang Mengidap Penyakit Kencing Netes?

Hukum Kencing Berdiri

Panas Matahari Tidak Menghilangkan Najis

Terkena Najis Setelah Berwudhu

Doa Membasuh Muka Pada Saat Berwudhu.

Doa Mandi Junub

Terkena Najis Setelah Berwudhu

Apakah Menyentuh Wanita Membatalkan Wudhu?

Hukum Mimpi (junub) Namun Tidak Keluar Mani

Menyisir Rambut dan Memotong Kuku Saat Haidh

Hukum Berhadats Kecil dan Menyentuh Mushaf


Senyum
Tes Kecerdasan !
Jawablah pertanyaan dibawah ini tanpa melihat kunci jawaban terlebih dahulu !

Pertanyaan pertama: jika anda sedang mengikuti lomba lari, kamudian anda bisa mendahului pelari yang kedua, maka pada urutan berapakah anda sekarang?????

Jawaban !
jika anda menjawab bahwa anda diurutan pertama
Maka jawaban anda salah
Sebab jika anda mendahului pelari kedua maka anda hanya menggantikan posisinya diurutan kedua tidak menggantikan posisi pelari urutan pertama.

Sekarang soal kedua: tapi jawablah dengan cepat gak pake lama, oke ?

Pertanyaan: jika anda mendahului pelari terakhir, maka anda diurutan …… ????

Jawaban:
Jika jawaban anda adalah terakhir atau sebelum akhir, maka jawaban anda salah

Karena bagaimana mungkin anda mendahului pelari terakhir padahal yang terakhir itu adalah anda !!!?


Fatwa Puasa

Kapan Remaja Putri Diwajibkan untuk Berpuasa?

Remaja Putri Berusia Dua Belas atau Tiga Belas Tahun Tidak Berpuasa di Bulan Ramadhan

Tidak Berpuasa Selama Masa Haidh, dan Setiap Kali Tidak Berpuasa Ia Memberi Makan, Apakah Wajib Qadha Baginya

Istri Saya Hamil dan Mengeluarkan Darah Pada Permulaan Ramadhan

Mendapat Kesucian dari Haidh atau dari Nifas Sebelum Fajar dan Tidak Mandi Kecuali Setelah Fajar

Seorang Wanita Mendapat Kesuciannya dari Nifas Dalam Satu Pekan, Kemudian Ia Berpuasa Bersama Kaum Muslimin, Setelah Itu Darah Tersebut Datang Lagi

Mendapat Kesucian Setelah Tujuh Hari Melahirkan Lalu Berpuasa di Bulan Ramadhan

Setelah Empat Puluh Hari Sejak Melahirkan, Darah yang Keluar Berubah, Apakah Saya Harus Shalat dan Puasa

Melahirkan di Bulan Ramadhan dan Tidak Mengqadha Setelah Bulan Ramadhan Karena Ada Kekhawatiran Pada Bayi, Kemudian Pada Bulan Ramadhan Selanjutnya Ia Melahirkan Lagi

Bagaimana Hukumnya Wanita Hamil Dan Menyusui Jika Tidak Berpuasa Pada Bulan Ramadhan

Bagaimana Hukumnya Jika Wanita Menyusui Tidak Berpuasa Pada Bulan Ramadhan

Bolehkah Wanita Hamil Tidak Berpuasa

Bagaimana Hukumnya Wanita Hamil yang Tidak Puasa Karena Khawatir Terhadap Janinnya

Meninggalkan Puasa Dengan Sengaja Selama Enam Hari di Bulan Ramadhan Karena Ujian Sekolah

Memaksa Isteri untuk Tidak Berpuasa Dengan Cara Mencampurinya

Memaksa Istri untuk Tidak Berpuasa

Seorang Pria Musafir Tiba di Rumahnya Pada Siang Hari Ramadhan Lalu Ingin Menggauli Istrinya

Apakah Keluar Darah dari yang Hamil Termasuk yang Membatalkan Shaum

Suami Mencium dan Mencumbui Istrinya di Siang Hari Ramadhan

Mencampuri Istri di Siang Hari Ramadhan -1

Mencampuri Istri di Siang Hari Ramadhan -2

Mencampuri Istri di Siang Hari Ramadhan - 3

Hukum Menggunakan Celak Mata dan Perlengkapan Kecantikan Lainnya di Siang Hari Ramadhan -1

Hukum Menggunakan Celak Mata dan Perlengkapan Kecantikan Lainnya di Siang Hari Ramadhan -2

Hukum Menggunakan Celak Mata dan Perlengkapan Kecantikan Lainnya di Siang Hari Ramadhan -3

Menggunakan Inai Pada Rambut Saat Berpuasa

Mengobati Pilek dengan Obat yang Dihirup Melalui Hidung

Apakah Keluarnya Air Ketuban Dapat Membatalkan Puasa

Mengqadha Puasa Bagi yang Tidak Puasa Karena Hamil

Tidak Mampu Mengqadha Puasa

Tidak Berpuasa Karena Sakit Lalu Meninggal Beberapa Hari Setelah Ramadhan

Orang Meninggal yang Mempunyai Tanggungan Puasa

Sekarang Berusia Lima Puluh Tahun, Dua Puluh Tujuh Tahun yang Lalu Tidak Menjalankan Puasa Ramadhan Selama Lima Belas Hari

Beberapa Tahun yang Lalu Tidak Berpuasa Ramadhan Karena Haidh dan Belum Mengqadhanya

Mempunyai Utang Puasa Selama Dua Ratus Hari Karena Ketidaktahuannya dan Sekarang Sedang Sakit

Minum Obat Beberapa Saat Setelah Fajar

Di Depan Keluarganya Ia Berpuasa, Namun Sebenarnya Dengan Cara Sembunyi-sembunyi Ia Tidak Berpuasa Selama Tiga Bulan Ramadhan

Bulan Ramadhan Kedua Telah Datang Tapi Ia Belum Mengqadha Puasa Ramadhan yang Lalu

Tidak Pernah Mengqadha Puasa yang Ditinggalkannya Karena Haidh Sejak Diwajibkan Baginya Berpuasa

Tidak Berpuasa Karena Menyusui Anaknya Dan Belum Mengqadhanya, Kini Anak Itu Telah Berusia Dua Puluh Empat Tahun

Belum Mengqadha Puasa yang Ditinggalkan Pada Dua Tahun Pertama Sejak Menjalankan Puasa Wajib

Menunda Qadha Puasa Hingga

Hikmah dari Diwajibkannya Mengqadha Puasa Tanpa Mengqadha Shalat Bagi Wanita Haidh

Tidak Berpuasa Selama Dua Ramadhan Karena Sakit, Kemudian Pada Ramadhan Ketiga Ia Berpuasa, Apa yang Harus Dilakukan untuk Dua Ramadhan yang Telah Lewat

Meninggalkan Puasa Ramadhan Selama Empat Tahun Karena Gangguan Kejiwaan

Ibu Saya Telah Lanjut Usia, Ia Berpuasa Selama Lima Belas Hari Kemudian Tidak Berpuasa Karena Tak Sanggup Puasa

Mencegah Haidh Agar Bisa Berpuasa

Saya Pernah Bertanya Kepada Seorang Dokter, Ia Mengatakan, Bahwa Pil Pencegah Haidh Itu Tidak Berbahaya

Mengkonsumsi Pil Pencegah Haidh Agar Bisa Berpuasa Bersama Orang-Orang Lainnya

Hukum Mencicipi Makanan Ketika Berpuasa

Mengeluarkan Darah Selama Tiga Tahun, Apa yang Harus Dilakukan di Bulan Ramadhan

Bernadzar untuk Berpuasa Selama Satu Tahun

Hukum Mengisi Bulan Ramadhan Dengan Begadang, Berjalan-jalan di Pasar dan Tidur

Faktor-faktor yang Mendukung Wanita di Bulan Ramadhan

Apa Hukum Berbicara Dengan Seorang Wanita atau Menyentuh Tangannya di Siang Hari Ramadhan

Mengakhirkan Qadha Puasa Ramadhan Hingga Datang Ramadhan Berikutnya.

Berlebihan Dalam Hidangan Buka Puasa

Nilai Sosial Puasa

Apa Yang Lazim Dan Yang Wajib Dilakukan Orang Yang Berpuasa?

Tetesan Obat Mata Tidak Merusak Puasa

Menelan Pil Pencegah Haid

Mencampuri Isteri Pada Hari yang Diragukan

Memberi Makan Kaum Miskin Sebagai Pengganti Puasa Orang Lanjut Usia

Orang yang Tidak Mampu Berpuasa

Terapi di Bulan Ramadhan

Berbukanya Musafir

Berbukanya Wanita Hamil dan Wanita yang Menyusui

Onani/Masturbasi dan Bersetubuh di Siang Bulan Ramadhan

Hukum Darah yang Keluar dari Orang yang Sedang Berpuasa

Masih makan dan minum saat fajar karena ia tidak tahu.

Menonton Televisi Bagi yang Berpuasa

Seorang Musafir Tidak Berpuasa Lalu Ia Memaksa Isterinya yang Sedang Berpuasa untuk Berhubungan Badan

Wajib Puasa Bagi Wanita yang Telah Haidh

Bila Seorang Wanita Melanjutkan Puasanya Kendatipun Keluar Darah Haidh

Mengqadha’ Puasa Beberapa Tahun

Menyepelekan Puasa Sejak Pertama Kali Mengalami Haidh

Berbuka Karena Kesibukannya Dalam Bangunan dan Persiapan Nikah

Orang yang Meninggal di Bulan Ramadhan Tidak Wajib Mengqadha Sisa Harinya

Puasa dan Terapi

Sekitar Nadzar Puasa

Bertekad Puasa Tiga Hari (Tgl 13, 14, 15)

Puasa Pada Hari Sabtu

Hukum Puasanya Orang Yang Tidak Shalat Tarawih

Hukum Mencium Bagi yang Berpuasa

Darah yang Merusak Puasa

Hukum Berbekam Bagi yang Berpuasa dan Hukum Keluarnya Darah

Meninggal Pada Bulan Ramadhan

Terlihatnya Hilal (Bulan) Ramadhan Atau Syawwal di Suatu Negara Tidak Mengharuskan Negara-Negara Lain Mengikutinya

Tidur Sepanjang Hari Ketika Puasa

Berkumur Sampai Airnya Masuk ke Tenggorokan

Hukum Menggunakan Minyak Wangi di Siang Bulan Ramadhan

Makan Karena Lupa Ketika Puasa

Banyak Mandi Ketika Puasa

Tidak Mengqadha Puasa Karena Menghawatirkan Bayinya

Laksanakan Puasa Qadha Lebih Dulu

Panjangnya Malam dan Siang Saat Ramadhan

Negara yang Terlambat Terbenamnya Matahari

Anak Kecil Tidak Wajib Puasa Tapi Disuruh Melaksanakannya

Berbuka Berdasarkan Pemberitahuan Penyiar

Puasa Wishal

Hukum “Hidangan Orang Tua”

I’tikaf dan Syaratnya

Hukum Makan Sahur Ketika Adzan Subuh Atau Beberapa Saat Setelahnya

Tanda Subuh Adalah Terbitnya Fajar

Berpedoman Pada Ru’yat (Penglihatan) Biasa

Puasa Berdasarkan Satu Ru’yat (Penglihatan)

Minum Karena Tidak Tahu Sudah Subuh

Menggunakan Pasta Gigi Saat Berpuasa

Penderita Mag Dan Puasa

Jika Seorang Wanita Suci Setelah Subuh, Maka Ia Harus Berpuasa Dan Mengqadha’

Puasa Dan Junub

Puasanya Orang Yang Meninggalkan Shalat. Berpuasa Tapi Tidak Shalat

Bersetubuh Di Siang Hari Ramadhan Ketika Safar

Sahur Setelah Subuh

Minum Setelah Adzan Subuh

Minum Ketika Adzan Subuh

Suntikan Di Siang Hari Ramadhan

Hukum Mengeluarkan Darah Dari Orang Yang Sedang Berpuasa

Hukum Cuci Darah Bagi Yang Berpuasa

Hukum Menggunakan Krim Kulit

Hukum Menggunakan Inhaler Bagi Yang Berpuasa

Apakah Debu Membatalkan Puasa?

Hukum Orang Yang Puasa Dan Shalat Hanya Pada Bulan Ramadhan

Hukum Orang Yang Puasa Tapi Tidak Shalat

Menggunakan Siwak Di Bulan Ramadhan

Hukum Bersiwak Bagi Yang Berpuasa Setelah Tergelincirnya Matahari

Apakah Tanggalnya Gigi Geraham Orang Yang Sedang Berpuasa Membatalkan Puasanya?

Hukum Berenang Bagi Orang Yang Sedang Berpuasa

Mencicipi Makanan Oleh Orang Yang Sedang Berpuasa

Menunda Qadha’ Puasa Hingga Tiba Ramadhan Berikutnya

Menghadiahkan Pahala Puasa Untuk Orang Yang Sudah Meninggal

Orang Yang Meninggal Dengan Menanggung Qadha’ Puasa

Apakah orang yang meninggal dengan menanggung utang qadha’ puasa boleh dipuasakan untuknya (diqadha’kan)?

Hukum Mengqadha Enam Hari Puasa Syawwal

Mengqadha Enam Hari Puasa Ramadhan di Bulan Syawwal, Apakah Mendapat Pahala Puasa Syawwal Enam Hari

Apakah Suami Berhak untuk Melarang Istrinya Berpuasa Sunat

Hukum Puasa Sunnah Bagi Wanita Bersuami

Hukum Zakat Yang Diserahkan Ke Lembaga Zakat Atau Instansi Pemerintah

Wajibnya Zakat Pada Perhiasan Wanita Yang Digunakan Sebagai Pehiasan Atau Dipinjamkan, Baik Berupa Emas Maupun Perak

Wajibnya Zakat Pada Perhiasan Wanita Jika Mencapai Nishab Dan Tidak Diproyeksikan Untuk Perdagangan

Apakah Seorang Wanita Harus Menggabungkan Perhiasan Putri-Putrinya Ketika Hendak Mengeluarkan Zakat Perhiasannya?

Apa Hukum Zakat Perhiasan Yang Dikenakan

Hukum Buka Warung Di Siang Hari Bulan Ramadhan

Lupa Meniatkan Puasa Bulan Syawwal Dari Sejak Malam Hari, Sah Tidak?

BAGAIMANA MENENTUKAN AWAL PUASA

HIKMAH DIWAJIBKAN MENGQADHA PUASA TETAPI TIDAK MENGQADHA SHALAT

BAGAIMANA PUASA YANG BENAR?

NIAT BERBUKA,TAPI BELUM MAKAN DAN MINUM APAKAH MEMBATALKAN PUASA?

beberapa tanda Lailatul Qadr

Puasa Muharram dan 'Asyura

Nilai Sosial Puasa

Apa Yang Lazim Dan Yang Wajib Dilakukan Orang Yang Berpuasa

Tetesan Air Mata Tidak Merusak Puasa

Menelan Pil Pencegah Haid

Berlebihan Dalam Hidangan Buka Puasa

Hukum Makan Sahur Ketika Adzan Subuh Atau Beberapa Saat Setelahnya

Menggunakan Pasta Gigi Saat Berpuasa

Penderita Mag Dan Puasa

Bersetubuh Di Siang Hari Ramadhan Ketika Safar

Suntikan Di Siang Hari Ramadhan

Hukum Mengeluarkan Darah Dari Orang Yang Sedang Berpuasa

Hukum Berenang Bagi Orang Yang Sedang Berpuasa

Mencicipi Makanan Oleh Orang Yang Sedang Berpuasa

HUKUM ORANG YANG PUASA TETAPI TIDAK SHOLAT

Meninggal Pada Bulan Ramadhan

Hukum Orang Yang Mengakhirkan Qadha Puasa Hingga Datang Ramadhan Berikutnya

Perbedaan Ru-yah

Shaum (Berpuasa) Berdasarkan Hisab.

Hukum Puasa Bagi Orang Yang Melanjutkan Makan Sahurnya Setelah Adzan?

Hukum Shiam (Puasa) Yang Dilakukan Pada Masa Nifas.

Mengqadha Shiyam (Puasa) Yang Telah Terlupakan Selama Sepuluh Tahun

Bolehkah Membatalkan Shiyam (Puasa) Yang Diqhadha?

Kafarat Bagi Orang Yang Mengumpuli Istrinya Di Siang Hari Bulan Ramadhan

Mengqadha Shiyam Yang Terlupakan Jumlahnya

Beberapa Permasalahan Wanita Dalam Melakukan Shiyam.

Penentuan Hari dan Shiyam (Puasa) Arafah Pada Tiap Negara

Bid’ahkah Puasa 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah ?

Hisab Dijadikan Acuan Dalam Menentukan Awal dan Akhir Ramadhan

Masalah-Masalah Yang Berkaitan Dengan Niat Dalam Melaksanakan Shiyam (Puasa)

Makan Sahur Ketika Fajar Terbit Tanpa Disadari

Air Yang Masuk Ke Tenggorokan Tanpa Sengaja Ketika Berwudhu

KADAR FIDYAH BAGI ORANG YANG TIDAK MAMPU BERPUASA KARENA TUA ATAU SAKIT

Memakai Obat Mata Dan Telinga Ketika Berpuasa

Permasalahan-Permasalahan Yang Berkaitan Dengan I'tikaf

Apakah Ada Perselisihan Pendapat Tentang Dianjurkannya Puasa Di Sembilan Hari Awal Bulan Dzulhijah

Menyikapi Dua Hadits Yang Bertentanggan Dalam Masalah Puasa 1-9 Dzulhijjah

Hukum Tidak Berpuasa Karena Alasan Pekerjaan

Hukum tetap berpuasa selama masa haidh karena tidak tahu

Menelan Pil Pencegah Haid

Apakah malam lailatul qadar jatuh pada malam ke-27 dari bulan Ramadhan

Hukum mengakhirkan qadha puasa Ramadhan sebelumnya sampai memasuki bulan Ramadhan yang baru?

Orang Yang Meninggal Dengan Menanggung Qadha' Puasa

Antara Berbuka atau Berpuasa Saat Safar (Bepergian)

Jika Terjadi Perbedaan Hari Arafah

Jika Puasa Arafah Jatuh Pada Hari Sabtu..?

Berpuasa Tapi Meninggalkan Shalat

Antusias Ibadah Saat Ramadhan Saja

Kesalahan Sebagian Muda-Mudi Saat Puasa

Apa yang Lazim dan yang Wajib Dilakukan Orang yang Berpuasa?

Tetesan Obat Mata Tidak Merusak Puasa

Menelan Pil Pencegah Haid

Hukum Makan Sahur Ketika Adzan Subuh atau Beberapa Saat Setelahnya

Tanda Subuh adalah Terbitnya Fajar

Berpedoman pada Ru'yah [Penglihatan] Semata

Puasa Berdasarkan Satu Ru'yah [Penglihatan]

Minum Karena Tidak Tahu Sudah Subuh

Menggunakan Pasta Gigi Saat Berpuasa

Penderita Maag dan Puasa

Jika Seorang Wanita Suci Setelah Shubuh, maka Ia Harus Berpuasa dan Mengqadha'

Puasa dan Junub

Puasanya Orang yang Meninggalkan Shalat. Berpuasa Tapi Tidak Shalat

Bersetubuh di Siang Hari Ramadhan ketika Safar

Sahur Setelah Subuh

Minum Setelah Adzan Subuh

Minum ketika Adzan Subuh

Suntikan di Siang Hari Ramadhan

Hukum Mengeluarkan Darah dari Orang yang Sedang Berpuasa

Hukum Cuci Darah bagi yang Berpuasa

Hukum Menggunakan Krim Kulit

Hukum Menggunakan Inhaler bagi yang Berpuasa

Apakah Debu Membatalkan Puasa?

Hukum Orang yang Puasa dan Shalat Hanya pada Bulan Ramadhan

Hukum Orang yang Puasa Tapi Tidak Shalat

Menggunakan Siwak di Bulan Ramadhan

Hukum Bersiwak bagi yang Berpuasa Setelah Tergelincirnya Matahari

Apakah Tanggalnya Gigi Geraham Orang yang Sedang Berpuasa Membatalkan Puasanya?

Hukum Berenang bagi Orang yang Sedang Berpuasa

Mencicipi Makanan oleh Orang yang Sedang Berpuasa

Menunda Qadha Puasa Hingga Tiba Ramadhan Berikutnya

Menghadiahkan Pahala Puasa untuk Orang yang Sudah Meninggal

Orang yang Meninggal dengan Menanggung Qadha Puasa

Apa Petunjuk Rasul dan Para Sahabat di Bulan Ramadhan ?

Keadaan Para Sahabat di Musim-musim Kebaikan

Makna Berpuasa Karena Iman dan Mengharap Pahala

Hal-hal yang Hendaknya Dilakukan Orang yang Berpuasa

Sebelum Rakaat Terakhir Shalat Witir Berniat Puasa

Banyak Berbicara Saat Berpuasa


Puasa Asyura Terlewatkan Karena Lupa

Mukaddimah Bulan Berkah

Puasa Untuk-Ku

Perkara-perkara Syar’i bagi Oang yang Tengah Berpuasa

Niat Puasa Sebelum Rakaat Terakhir dari Sunnah Witir

Tidur Lama di Siang Hari Saat Puasa

Hanya Berpuasa Setahun Sepanjang Hayatku

Puasa Asyura dan Puasa Hari-hari Hijrah

Apakah Benar Puasa Sya’ban Terlarang ?

Puasa Setelah Nishfu Sya’ban

Puasa Akhir Bulan Sya’ban

Apabila Berniat Berbuka Puasa

Saat Berpuasa Berbicara dengan Pembicaraan Haram

Puasa 6 Hari Syawwal dengan Niat Qadha Puasa Ramadhan


Kajian Ramadhan

Menyambut Bulan Ramadhan

Keutamaan Bulan Ramadhan

Penentuan Awal dan Akhir Ramadhan

Kiat-Kiat Menghidupkan Bulan Ramadhan...!

Panduan Ringkas Puasa Ramadhan

Hikmah dan Manfa'at Puasa

Qiyam Ramadhan

Adab Shalat Tarawih Bagi Wanita

Nuzulul Qur'an Sebagai Peringatan atau Pelajaran

I'tikaf Hukum dan Keutamaanya

Menggapai Lailatul Qadar

Ramadhan Bersama al-Qur'an

Kesalahan-Kesalahan Dalam Bulan Ramadhan (1)

Kesalahan-Kesalahan Dalam Bulan Ramadhan (2)

Zakat Fitrah

Kebahagiaan Bersama Iedul Fithri

Ramadhan Telah Berlalu

Keutamaan Puasa Enam Hari Syawal

Waspada Terhadap Hadits-Hadits Dha'if (Lemah) Seputar Ramadhan


Fatwa Haji & Qurban

Apa hikmah thawaf(disekitar Ka'bah)? Apakah hikmah mencium Hajar Aswad adalah tabarruk (memohon barakah) kepadanya?

Disyari'atkannya menyembelih hewan qurban

Hukum menyembelih hewan qurban dan cara membagikan dagingnya

Mana yang lebih utama, berqurban dengan menyembelih sapi atau domba?

Menyembelih seekor sapi untuk tujuh orang

Seekor unta untuk satu orang

Umur hewan qurban

Hewan Yang Tidak Sah Dijadikan Hewan Qurban

Berqurban dengan harga hewan qurban

Penerima daging hewan qurban

Membagikan hewan qurban kepada orang kafir

Menyembelih sebelum Imam menyembelih

Barang siapa ingin berqurban, maka janganlah mengambil(memotong) rambut dan kukunya

Hukum wanita yang melakukan haji tanpa mahram

Hukum orang yang ingin melakukan haji namun masih memiliki hutang

Mahram Tidak Sanggup Mendampingi Dalam Ibadah Haji

Wanita Yang Mengaku Islam Ingin Menunaikan Haji

Apakah Suami Seorang Perempuan Bisa Menjadi Mahram Bagi Bibi Perempuan Tersebut

Wanita Ingin Haji Didampingi Anak Laki-Lakinya Yang Belum Baligh

Pergi Haji Hanya Ditemani Wanita Yang Dipercaya

Mahram Wanita Meninggal Pada Saat Ibadah Haji

Izin Suami Untuk Pergi Haji

Hukum Haji Bagi Wanita Tidak Mendapat Izin Dari Suaminya

Biaya Haji Ditanggung Wanita

Mengganti Haji Wanita Tua Lagi Buta

Wanita Haji Bersama Lelaki Yang Bukan Mahram

Wanita Pergi Haji Bersama Lelaki Shalih Yang Disertai Keluarganya

Seorang Wanita Mendatangkan Ibunya Untuk Diajak Pergi Haji

Anak Laki-Laki Yang Sudah Mumayyiz Menjadi Mahram

Wanita Pergi Haji Dengan Harta Suaminya

Wanita Haid Melewati Miqat Dengan Tidak Ihram

Puasa di Jeddah Lalu Berihram Haji Tanggal Delapan

Wanita Niat Haji Tamattu', Kemudian Tidak Memungkinkan Thawaf Dan Sa'i Kemudian Dia Menuju Ke Mina Dan Arafah

Mencium Hajar Aswad Pada Waktu Mulai Thawaf

Wanita Shalat di Belakang Maqam Ibrahim

Wanita Mendaki Shafa dan Marwah

Apakah lari-lari kecil pada tiga putaran pertama dari thawaf qudum khusus bagi laki-laki saja

Apakah Wanita Mempercepat Sa'i Tatkala Berada

Wanita Menyesal Karena Berumrah, Tapi Tidak Men-ziarahi Makam Rasul

Wanita Mencium Hajar Aswad

Wanita Keluar Dari Muzdalifah

Wanita Mencukur Rambut Pada Saat Haji Dan Umrah

Bentuk Pakaian Ihram Bagi Wanita

Wanita Telah Menyelesaikan Semua Manasik Haji Kecuali Melempar Jumrah Karena Punya Anak Kecil

Wakil Dalam Melempar Jumrah

Wanita Telah Selesai Dari Seluruh Manasik Kecuali Menggunting Rambut

Thawaf Ifadhah Diganti Dengan Thawaf Wada'

Hikmah Dilarang Mengenakan Pakaian Berjahit Saat Ihram

Melaksanakan Ibadah Haji Tanpa Ihram

Menggauli Istri Disaat Ibadah Haji

Menggauli Istri Setelah Tahallul Awal

Wanita Haid Tinggal di Jeddah Sebelum Thawaf Ifadhah dan Thawaf Wada' Setelah Suci Digauli Suaminya

Wanita Meletakkan Kayu atau Pengikat Untuk Mengangkat Jilbab Dari Wajahnya

Rambut Kepala Rontok Dengan Sendirinya

Wanita Pulang ke Negerinya Sebelum Thawaf Ifadhah

Pakaian Ihram Wanita Dan Hukum Mengenakan Cadar dan Sarung Tangan

Hukum Sarung Tangan Dan Kaos Kaki Saat Ihram

Hukum Mengenakan Purdah Dan Masker Saat Ihram

Hukum Membuka Wajah Dan Telapak Tangan

Menggauli Istri Setelah Selesai Ihram

Hukum Ihram Disaat Haid

Wanita Berihram Dari Miqat Sebelum Suci

Wanita Ihram Bersama Suaminya Dalam Keadaan Haid dan Tatkala Ia Telah Suci, Ia Umrah Sendirian

Wanita Dalam Kondisi Haid Dan Nifas Saat Akan Ihram

Ihram Dari Sail Dalam Keadaan Haid Lalu Pergi ke Jeddah dan Setelah Suci Menyempurnakan Ibadah Haji

Pemalsuan Pasport Tidak Mempengaruhi Keshahan Ibadah Haji

Fadhilah Ibadah Haji Itu Sangat Besar

Tidak Wajib Melakukan Ibadah Haji Kecuali Orang Yang Mampu

Suatu Masalah Penting Bagi Orang Yang Thawaf

Setiap Orang Dari Anda Wajib Bayar Fidyah

Anda Mempunyai Dua Pilihan

Tidak Apa-Apa Istirahat Sejenak Di Waktu Thawaf

Shalat Sunnat Dua Rakaat Thawaf Boleh Di Lakukan Di Setiap Masjid

Hajinya Orang Yang Meninggalkan Shalat

Berihram Dengan Dua Haji Atau Dua Umrah Tidak Boleh?

Perempuan Haid Sebelum Melaksanakan Thawaf Ifadhah Dan Tidak Bisa Menunggu Hingga Suci

Hukum Melontar Dengan Kerikil Bekas Pakai

Apa Yang Sebaiknya Dilakukan Oleh Orang Yang Berkesempatan Menunaikan Ibadah Haji?

Ketaatan-Ketaatan Itu Mempunyai Ciri Yang Tampak Pada Pelakunya

Kewajiban Orang Yang Telah Kembali Ke Kampung Halamannya Terhadap Keluarganya Seusai Melaksanakan Ibadah Haji

Perempuan Telah Berniat Padahal Ia Sedang Haid Atau Nifas

Menghajikan Orang Tua (Ayah) Dengan Harta Yang Telah Diwasiatkan

Melaksanakan Haji Dibiayai Suatu Yayasan

Menunaikan Ibadah Haji Dengan Hutang Atau Kredit

Pakain Berjahit Yang Dilarang Adalah Jahitannya Yang Meliputi Seluruh Tubuh

Mendahulukan Sa’i Daripada Thawaf

Cukur Rambut Itu Gugur Bagi Orang Yang Berkepala Botak (Tidak Berambut)

Harus Melakukan Thawaf Wada’ (Perpisahan) Jika Kepulangannya Tertunda Di Mekkah

Hukum Melontar Jumroh Aqabah Di Malam Hari

Sanggahan Terhadap Orang Yang Berpendapat Bahwa Jeddah Adalah Miqat

Ini Termasuk Sunnah Yang Dilupakan

Tutuplah Kepala Anda... Anda Wajib Bayar Fidyah

Sa’i Itu Adalah Salah Satu Rukun Haji

Nabi Tidak Pernah Menentukan Do’a Khusus Untuk Thawaf

Tidak Ada Kewajiban Bagi Anda

Yang Wajib Adalah Tinggal Di Perkemahan Paling Akhir

Inilah Hari-Hari Tasyriq

Ini Adalah Maksiat Besar

Bagi Orang Yang Akan Menunaikan Ibadah Haji Atau Umrah Wajib Mempelajari Hukum-Hukumnya

Keteladanan Itu Ada Pada Rasulullah

Saat Thawaf atau Sa'i Afdhalnya Adalah Menyibukkan Diri Dengan Dzikir

Hukumnya Berbeda, Tergantung Kepada Perbedaan jenis Iddah

Anda Wajib Bertobat Kepada Allah Dan Mengulangi Thawaf

Anda Wajib Menundukkan Pandangan

Thawaf Wada’ Itu Adalah Nusuk Wajib

Tersentuh Tubuh Wanita Tidak Membatalkan Thawaf

Tidak Boleh Bagi Jama’ah Haji Keluar Ke Jeddah Pada Hari ‘Idul Adha

Bagi Orang Yang Sehat Tidak Boleh Mewakilkan Di Dalam Melontar Jumroh

Jama’ah Haji Pergi Ke Jeddah

Seputar Sa’i Dan Thawaf

Hukum Melontar Jumroh Pada Hari-Hari Tasyriq Sekaligus

Tidak Mabit Di Muzdalifah Apakah Mewajibkan Hadyu?

Waktu Melontar Jumroh ‘Aqabah

Menghadiahkan Pahala Amal Seperti Thawaf

Hak Allah Lebih Penting Daripada Hak Suami

Larangan-Larangan Ihram

Menggunakan Pil Pencegah Haid Untuk Ibadah Haji

Hikmah Di Balik Mencium Hajar Aswad

Hukum Meletakkan Surat Pada Kelambu Ka’bah Dan Menujukannya Kepada Rasulullah a Atau Selain Beliau

Kepergian Wanita Untuk Haji Atau Umrah Tanpa Didampingi Mahramnya

An-Nusuk dan Macam-macamnya

Kepergian Wanita Untuk Haji Atau Umrah Tanpa Didampingi Mahramnya

Hukum Ibadah Haji

Hukum Ibadah Umrah

Kewajiban Melaksanakan Ibadah Haji Itu Segera, Ataukah Dapat Ditunda

Syarat Wajib Haji dan Umrah

Syarat Ijza’ (Tertunaikannya Kewajiban) di Dalam Melaksanakan Ibadah Haji

Etika Bepergian untuk Menunaikan Haji

Apa yang Harus Dipersiapkan Oleh Seorang Muslim untuk Menunaikan Haji dan Umrah?

Mempersiapkan Diri Dengan Taqwa

Waktu Musim Haji

Hukum Melakukan Ihram Haji Sebelum Ketentuan Waktunya Tiba

Penjelasan Tentang Miqat Haji (Tempat-tempat Berihram)

Hukum Berihram Sebelum Sampai di Tempat Ihram (Miqat)

Hukum Orang yang Melalui Miqat Dengan Tidak Berihram

Perbedaan Antara Ihram Sebagai Kewajiban dan Ihram Sebagai Rukun Haji

Hukum Melafalkan Niat di Saat Berihram

Tata Cara Berihramnya Orang yang Datang ke Mekkah Melalui Udara

Tata Cara Melakukan Ibadah Haji

Rukun Umrah

Rukun Haji

Hukum Meninggalkan Salah Satu Rukun Haji atau Umrah

Kewajiban-kewajiban Haji

Hukum Mengabaikan Salah Satu dari Kewajiban Haji atau Umrah

Cara Menunaikan Haji Qiran

Hukum Melakukan Umrah Sesudah Beribadah Haji

Hukum Berpindah Niat dari Satu Bentuk Ibadah Haji ke Bentuk Ibdah Haji yang Lain

Hukum dan Ketentuan-ketentuan Mewakilkan Kepada Orang Lain di Dalam Menunaikan Haji

Syarat Seorang Pengganti Dalam Menunaikan Ibadah Haji

Mencari Uang Dengan Cara Menghajikan Orang Lain yang Niatnya Hanya Mencari Uang Semata

Apakah Orang yang Mengerjakan Haji untuk Orang Lain Mendapat Pahala Sebagian Amalan Haji?

Arti Mewakili Sebagian Amalan Haji

Mengkiaskan Perwakilan Dalam Melontar Kepada Amalan/ Manasik Haji Lainnya

Tidak Mampu Menyempurnakan Salah Satu Manasik, Apa yang Harus Dilakukan?

Hukum Orang yang Wafat di Saat Sedang Ihram Menunaikan Manasik

Cara Bersyarat Jika Tak mampu Menyempurnakan Amalan Haji

Kalimat Bersyarat

Pantangan Ihram

Hukum Meletakkan Sesuatu yang Menempel di Kepala Orang yang Sedang Ihram

Perbedaan Antara Niqab dengan Burqa’

Bagaimana Cara Wanita yang Sedang Berihram Menutup Wajahnya di Hadapan Laki-Laki

Haji Yang Bagaimana Yang Dapat Menghapus Dosa Itu?

Berkurban Untuk Mayit, Bolehkah?

Mengucapkan NIAT Ketika BERQURBAN

Menyembelih Kurban Bagi Seorang Yang Melaksanakan Haji Untuk Orang Lain

Tuntunan Melaksanakan Ibadah Haji

Manusia Berhaji Sebelum Kedatangan Islam

Hukum Berkurban dan Berserikat dalam Berkurban

Mengulangi Haji dan Umrah


Kurban Satu Ekor Kambing untuk Dua Orang Saudara Sekandung dalam Satu Rumah

Apabila Hari Arafah Berbeda

Keluarga, Apakah Juga Tidak Boleh Potong Rambut dan Kuku ?

 
YAYASAN AL-SOFWA
Jl.Raya Lenteng Agung Barat No.35 PostCode:12810 Jakarta Selatan - Indonesia
Phone: 62-21-78836327. Fax: 62-21-78836326. e-mail: info@alsofwah.or.id | website: www.alsofwah.or.id | Member Info Al-Sofwa
Artikel yang dimuat di situs ini boleh dicopy & diperbanyak dengan syarat mencantumkan sumber: http://alsofwah.or.id serta tidak untuk komersil.