Artikel : Hikmah Al-Quran & Mutiara Hadits
Tamak
Jumat, 12 April 13


Rasulullah shallallohu 'alaihi wasallam bersabda, “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari jiwa yang tidak kenyang .”

Umar bin al-Khatthab berkata, “Tidak ada sesuatu yang lebih melenyapkan akal orang daripada tamak.”

Umar bin al-Khatthab berkata, “Qana’ah adalah kekayaan, ketamakan adalah kemiskinan dan menyendiri membebaskan diri dari rekan-rekan yang buruk.”

Sebuah hikmah berkata,


ãóÕóÇÑöÚõ ÇáÑøöÌóÇá ÊóÍúÊó ÈõÑõæÞö ÇáØóãóÚ


Kematian manusia di bawah kilatan cahaya tamak.

Mahmud al-Warraq berkata,


ãóÇ ÒöáúÊõ ÃóÓúãóÚõ Ãóäøó ÇáäÝõæúÓó ãóÕóÇÑöÚõåóÇ Èóíúäó ÃóíúÏöí ÇáØøóãóÚõ


Aku senantiasa mendengar bahwa kematian
Jiwa manusia di hadapan ketamakan.

Seekor nyamuk menggigit, menghisap darah, dia menghisap hingga perutnya penuh, akibatnya dia kepayahan, tidak terbang gesit, sebaliknya terbang lamban dan plok, ia sudah penyet di antara dua telapak tangan, mati. Seandainya dia menghisap tanpa memenuhi perutnya, niscaya perkaranya bisa berbeda. Itulah ketamakan.

Abdullah bin al-Mubarak berkata, “Tidak ada kehinaan kecuali pada ketamakan.”

Orang-orang bijak berkata, “Hati orang-orang bodoh diperbudak dengan ketamakan, ditawan dengan angan-angan dan direbut dengan tipu muslihat.”

Abu al-Atahiyah berkata,


ÃóØóÚúÊõ ãóØóÇãöÚöí ÝÇóÓúÊóÚúÈóÏó Êúäöí æóáóæú Ãóäøöí ÞóäóÚúÊõ áóßõäúÊõ ÍõÑøóÇ


Aku menuruti ketamakanku maka ia memperbudakku
Seandainya aku qana’ah niscaya aku menjadi orang merdeka.


ÇáíóÃúÓõ ÚóãøóÇ ÈöÃóíúÏöí ÇáäøóÇÓö ãóßúÑõãóÉñ æóÇáÑøöÒúÞõ íóÕúÍóÈõ æóÇáÃóÑúÒóÇÞõ ÊóÊøóÓöÚõ
áÇ ÊóÌúÒóÚóäøó Úóáìó ãÇó ÝóÇÊó ãóØúáóÈõåõ åÇ ÞóÏú ÌóÒóÚúÊó ÝóãóÇÐÇ íóäúÝÚõ ÇáÌóÒóÚõ


Tidak tamak terhadap milik orang lain adalah kemuliaan
Rizki selalu mengikuti dan sebab-sebabnya lapang
Jangan menyesali apa yang gagal untuk diraih
Lihatlah, kamu menyesal, adakah penyesalan itu berguna?

Bahjatul Majalis, Al-Hafizh Ibnu Abdul Bar.
Hikmah Al-Quran & Mutiara Hadits : index.php
Versi Online : index.php?pilih=lihatsastra&id=279