Tak ada manusia yang sempurna, semua orang punya aib dan kekurangan, dan kerap kali aib dan kekurangan ini memicu perbedaan yang bila tak diatasi akan melahirkan perselisihan, biasanya dalam kondisi ini hanya aib dan kekurangan yang nampak di kedua mata, bahkan sebesar gajah atau gunung, akan tetapi Anda tak boleh lupa bahwa di samping pasangan mempunyai aib dan kekurangan, bukankah dia juga memiliki kebaikan-kebaikan yang lebih besar dan lebih banyak? Lumrah kalau dalam kondisi marah yang terlihat di depan mata adalah keburukan akan tetapi Anda tetap tidak mampu menutupi dari kebaikan-kebaikannya bukan?
Imam asy-Syafi'i berkata,
Úóíúäõ ÇáÑöÖóÇ Úóäú ßõáöø ÚóíúÈò ßóáöíúáóÉ
ßóãóÇ Ãóäø Úóíúäó ÇáÓõÎúØö ÊõÈúÏöì ÇáãóÓóÇæöíó
Mata kerelaan buta terhadap segala aib
sebagaimana mata kebencian membuka keburukan
Dalam konteks perceraian yang biasanya terjadi dalam kondisi benci, ayat al-Qur`an memerintahkan untuk tidak melupakan keutamaan di antara pasangan, firman Allah,æóáóÇ ÊóäúÓóæõÇ ÇáúÝóÖúáó Èóíúäóßõãú Åöäóø Çááóøåó ÈöãóÇ ÊóÚúãóáõæäó ÈóÕöíÑñ [ÇáÈÞÑÉ : 237]
“Dan janganlah kamu melupakan keutamaan di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Melihat segala apa yang kamu kerjakan.”Al-Baqarah: 237.
Nabi shallallohu 'alaihi wasallam bersabda dari Abu Hurairah,
áÇóíóÝúÑóßú ãõÄúãöäñ ãõÄúãöäóÉð Åöäú ßóÑöåó ãöäúåóÇ ÎõáõÞðÇ ÑóÖöíó ãöäúåóÇ ÂÎóÑó.
“Hendaknya seorang mukmin tidak membenci seorang mukminah, jika dia tidak menyukai satu perangainya niscaya dia menyukai yang lain.” (HR. Muslim).
Tidak ada manusia tanpa kesalahan dan kekeliruan termasuk Anda. Jika itu yang ada dalam pikiran Anda, bukankah hal yang sama juga ada dalam pikiran pasangan Anda? Kalau begitu kapan Anda dengan pasangan berbaikan? Bacalah ucapan penyair ini.
ãóäú ÐóÇ ÇáóÐöì ÊõÑúÖóì ÓóÌóÇíóÇå ßõáõøåóÇ
ßóÝóì ÈöÇáãóÑúÁö äõÈúáÇð Ãóäú ÊõÚóÏóø ãóÚóÇíöÈõåõ
Siapa gerangan yang seluruh sifatnya diterima
cukuplah seseorang itu dianggap baik jika aib-aibnya terhitung
Siapa yang tak punya kebaikan satu pun? Siapa yang tak mempunyai keburukan satu pun? Wallahu a'lam.