Artikel : Hikmah Al-Quran & Mutiara Hadits
KIAT-KIAT MENGHIDUPKAN BULAN RAMADHAN
Kamis, 20 September 07

Allah telah mengistimewakan bulan Ramadhan dari bulan-bulan lainnya dengan berbagai keutamaan. Maka sepatutnya kita menyambutnya dengan taubat nasuha dan tekad meraih kebaikan sebanyak-banyaknya di bulan suci ini. Berikut kiat-kiatnya:


  • Berpuasa dengan benar,

Barangsiapa berpuasa karena keimanan dan semata-mata mengharap pahala, niscaya diampuni dosanya yang telah lalu." (HR. Al-Bukhari dan Muslim).
(a).Menjauhi kemaksiatan, perkataan dan perbuatan sia-sia. Sabda Nabi Shallallahualaihi wasallam:



( )


Barangsiapa yang tidak menahan diri dari ucapan dusta dan perbuatan buruk maka sedikitpun Allah tidak sudi menerima puasanya meskipun ia menahan diri dari makan dan minum." (HR.Al-Bukhari).
(b).Berniat pada malamnya, mengakhirkan sahur dan menyegerakan berbuka dengan membaca doa berbuka:


.( )

Telah hilang rasa haus dan urat-urat telah basah serta pahala akan tetap, Insya Allah. (H.R. Abu Dawud)

  • Shalat Tarawih.

Sabda Nabi shallallahualaihi wasallam: Barangsiapa menunaikan qiyamullail pada bulan Ramadhan, karena keimanan dan mengharapkan pahala, niscaya diampuni dosanya yang telah lalu." (HR. Al-Bukhari dan Muslim).





Siapa saja yang shalat Tarawih bersama imam hingga sele-sai, akan ditulis baginya pahala shalat semalam suntuk." (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi, An-Nasai dan Ibnu Majah).

  • Bershadaqah.

Rasulullah shallallahualaihi wasallam adalah orang yang sangat dermawan; kebaikan dan kedermawanan beliau pada bulan ini melebihi angin yang berhembus. Rasulullah shallallahualaihi wasallam bersabda:



( )

Seutama-utama shadaqah adalah pada bulan Ramadhan." (HR. At-Tirmidzi). Shadaqah ini di antaranya adalah:
(a). Memberi makan. Para Salafus Shalih senantiasa berlomba dalam memberi makan kepada orang lapar dan yang membutuhkan. Nabi shallallahualaihi wasallam bersabda:
Siapa saja di antara orang mukmin yang memberi makan saudaranya sesama mukmin yang lapar, niscaya Allah akan memberinya buah-buahan Surga. Siapa saja di antara orang mukmin yang memberi minum saudaranya sesama mukmin yang haus, niscaya Allah akan memberinya minuman Rahiqul Makhtum." (HR.At-Tirmidzi dengan sanad hasan).
(b). Menyediakan makanan berbuka. Sabda Nabi shallallahualaihi wasallam:




. ( )


Barangsiapa menyediakan makanan berbuka bagi orang yang berpuasa, niscaya ia akan mendapat pahala seperti orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikitpun." (HR. At-Tirmidzi, hasan shahih). Dalam riwayat lain dikatakan: "menjadi penghapus dosanya dan menjadi pembebas dirinya dari api Neraka..."

  • Banyak membaca Al-Qur'an.
Malaikat Jibril memperdengarkan Al-Qur'an kepada Rasulullah shallallahualaihi wasallam pada bulan Ramadhan, Utsman bin Affan Radhiyallahuanhu mengkhatamkannya pada setiap hari Ramadhan, sebagian Salafus Shalih mengkhatamkan setiap 3 malam sekali dalam shalat Tarawih. Imam Asy-Syafi'i dapat mengkhatamkan 60 kali di luar shalat dalam bulan Ramadhan. Rasulullah shallallahualaihi wasallam, para Shahabat dan Shalafus Shalih seringkali menangis tatkala membaca atau mendengar Al-Qur'an.

  • Tetap duduk di dalam masjid hingga terbit matahari.

Barangsiapa shalat fajar berjamaah di masjid, kemudian tetap duduk berdzikir mengingat Allah, hingga terbit matahari lalu shalat dua rakaat (Dhuha), maka seakan-akan ia mendapat pahala haji dan umrah dengan sempurna, sempurna dan sempurna." (HR. At-Tirmidzi, dishahihkan oleh Al-Albani).

  • Mencari malam Lailatul Qadar,

pada malam-malam ganjil di akhir Ramadhan dengan memperbanyak do'a:



( )

Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan menyukai untuk mengampuni maka ampunilah aku."(HR. At-Tirmidzi).
Barangsiapa shalat di malam Lailatul Qadar karena keimanan dan mengharapkan pahala, niscaya akan diampuni dosanya yang telah lalu." (HR. Al-Bukhari dan Muslim). "Diampuni juga dosa yang akan datang." (dalam Musnad Ahmad dari 'Ubadah t).

  • I'tikaf,

menetapi masjid berdiam di dalamnya dengan niat mendekatkan diri kepada Allah.



r ( )


Bila masuk 10 (hari terakhir bulan Ramadhan) Nabi shallallahualaihi wasallam mengencangkan kainnya (menjauhkan diri dari menggauli istrinya), menghidupkan malamnya dengan ibadah dan membangunkan keluarganya." (HR.Al-Bukhari).
Bahwasanya Nabi senantiasa beritikaf pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan hingga Allah mewafatkan beliau. (H.R. Al-Bukhari dan Muslim)

  • Umrah di bulan Ramadhan.



( ) .( )

Umrah di bulan Ramadhan sama seperti ibadah haji." Dalam riwayat lain: "sama seperti menunaikan haji bersamaku." (HR.Al-Bukhari dan Muslim).

  • Memperbanyak istighfar, dzikir dan doa. Terutama di saat sahur, berbuka, hari Jum'at, dan sepertiga malam terakhir sepanjang bulan Ramadhan.


Dari Buku Kaifa Naisyu Ramadhan
Abdullah Ash Shalih

Hikmah Al-Quran & Mutiara Hadits : index.php
Versi Online : index.php/?pilih=lihatmaklumat&id=85