Artikel : Hikmah Al-Quran & Mutiara Hadits
Pengingkaran dan Sifat Lupa Adam Úóáóíúåö ÇóáÓøóáóÇãõ
Kamis, 19 Juni 25

Pengantar

Para ahli purbakala pada zaman ini menelusuri kota-kota yang lenyap dan sisa-sisa umat terdahulu agar mereka mengenal kehidupan nenek moyang, mengetahui keadaan dan kondisi mereka. Di samping minimnya informasi yang berhasil mereka gali, ia juga ilmu yang tidak murni sehingga tidak menampakkan hakikat dan tidak menyisir kabut kelam yang menyelimutinya. Ia tidak kuasa menyibak tabir masa lalu yang dalam dengan kepastian. Lain urusannya dengan kedatangan wahyu Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì untuk membawara berita orang-orang terdahulu. Hal itu merupakan kekayaan tak ternilai harganya, karena ia menyuguhkan sesuatu yang nyata dalam keadaan bersih dan murni. Ia adalah ilmu yang diturunkan dari Dzat Yang Maha Mengenal lagi Maha Mengetahui, di mana tidak ada sesuatu pun di langit dan di bumi yang samar dari-Nya.

Sebagian ilmu ini tidak mungkin ditembus dengan jalan selain wahyu. Di antaranya, sebagian berita tentang bapak kita, Adam Úóáóíúåö ÇáÓøóáóÇãõ , tentang sebagian tabiat dan ciri-cirinya yang kita warisi darinya. Sebagaimana beliau menyampaikan kepada kita sebagian syari’at untuknya dan untuk anak cucu sesudahnya.

Nash Hadis

Tirmidzi meriwayatkan dalam sunannya dari Abu Hurairah ÑóÖöíó Çááåõ Úóäúåõ. Ia berkata bahwa Rasulullah Õóáøóì Çááåõ Úóáóíúåö æóÓóáøóãó bersabda,

“Manakala Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì menciptakan Adam, Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì mengusap punggungnya, lalu dari punggung itu berjatuhan seluruh jiwa yang Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì akan menciptakannya dari anak cucunya sampai hari Kiamat. Dan Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì menjadikan di antara kedua mata masing-masing orang kilauan cahaya. Kemudian mereka dihadapkan kepada Adam Úóáóíúåö ÇáÓøóáóÇãõ. Adam Úóáóíúåö ÇáÓøóáóÇãõ berkata, ‘Ya Rabbi, siapa mereka ? Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì menjawab, ‘Mereka adalah anak cucumu.”

Lalu Adam Úóáóíúåö ÇáÓøóáóÇãõ melihat seorang laki-laki dari mereka. Dia mengagumi kilauan cahaya yang memancar di antara kedua matanya. Adam Úóáóíúåö ÇáÓøóáóÇãõ bertanya, ‘Ya Rabbi siapa ini ?’ Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì menjawab, ‘Ini adalah laki-laki dari kalangan umat terakhir dari anak cucumu yang bernama Dawud.’ Adam Úóáóíúåö ÇáÓøóáóÇãõ bertanya, ‘Ya Rabbi, berapa Engkau beri dia umur ?’ Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì menjawab, ‘Enam puluh tahun.’ Adam Úóáóíúåö ÇáÓøóáóÇãõ berkata, ‘Ya Rabbi, tambahkan untuknya dari umurku empat puluh tahun.’ Manakala umur Adam Úóáóíúåö ÇáÓøóáóÇãõ telah habis, dia didatangi oleh Malaikat maut. Adam Úóáóíúåö ÇáÓøóáóÇãõ berkata, ‘Bukankah umurku masih tersisa empat puluh tahun ?’ Malaikat menjawab, ‘Bukankah engkau telah memberikannya kepada anakmu Dawud ?’ Nabi Õóáøóì Çááåõ Úóáóíúåö æóÓóáøóãó bersabda, ‘Adam Úóáóíúåö ÇáÓøóáóÇãõ menginkari, maka anak cucunya pun mengingkari. Adam Úóáóíúåö ÇáÓøóáóÇãõ dijadikan lupa, maka anak cucunya dijadikan lupa; dan Adam Úóáóíúåö ÇáÓøóáóÇãõ berbuat salah, maka anak cucunya berbuat salah.”

Abu Isa berkata, ‘Ini adalah hadis hasan shahih. Ia telah diriwayatkan tidak dari satu jalan dari Abu Hurairah dari Nabi Õóáøóì Çááåõ Úóáóíúåö æóÓóáøóãó

Tirmidzi juga meriwayatkan dari Abu Hurairah yang berkata bahwa Rasulullah Õóáøóì Çááåõ Úóáóíúåö æóÓóáøóãó bersabda,

“Ketika Allah menciptakan Adam dan meniupkan ruh padanya, dia bersin, dia berkata ‘Alhamdulillah’, dia memuji Allah dengan izin-Nya. maka Tuhannya berfirman kepadanya, ‘Semoga Allah merahmatimu, wahai Adam. Pergilah kepada para Malaikat itu, sebagian mereka yang sedang duduk. Katakanlah, ‘Assalamu’alaikum’, Mereka menjawab, ‘Wa’alaikas salamu warahmatullahi’. Lalu Adam kembali kepada Tuhanya, dan Dia berfirman, ‘Sesungguhnya itu adalah penghormatanmu dan penghormatan anak-anakmu di antara mereka.’

Lalu Allah berfirman kepada Adam, sementara kedua tangan-Nya mengepal, ‘Pilih satu dari keduanya yang kamu kehendaki.’ Adam menjawab, ‘Aku memilih tangan kanan Tuhanku dan kedua tangan Tuhanku adalah kanan yang penuh berkah.’ Kemudian Allah membukanya. Ternyata di dalamnya terdapat Adam dan anak cucunya. Adam bertanya, ‘Ya Rabbi, siapa mereka ?’ Allah menjawab, ‘Mereka adalah anak cucumu.’ Ternyata umur semua manusia telah tertulis di antara kedua matanya. Di antara mereka terdapat seorang laki-laki yang paling cerah cahayanya atau termasuk yang paling terang cahayanya. Adam bertanya, ‘Ya Rabbi, siapa ini ?’ Allah menjawab, ‘Ini adalah anakmu Dawud dan Aku telah menulis umurnya empat puluh tahun.’ Adam berkata, ‘Ya Rabbi, tambahkan umurnya.’ Allah berfirman, ‘Itu yang telah Aku tuliskan untuknya.’ Adam berkata, ‘Ya Rabbi, aku memberikan umurku enam puluh tahun kepadanya.’ Allah berfirman, ‘Itu urusanmu.’

Nabi Õóáøóì Çááåõ Úóáóíúåö æóÓóáøóãó bersada, “Lalu Adam diminta tinggal di Surga sekehendak Allah, kemudian dia diturunkan darinya. Maka Adam menghitung sendiri umurnya. Manakala Malaikat maut datang, Adam berkata kepadanya, ‘Kamu telah tergesa-gesa. Aku telah diberi umur seribu tahun.’ Malaikat menjawab, ‘Tidak, tetapi kamu telah memberikan enam puluh tahun umurmu kepada anakmu Dawud.’ Lalu Adam mengingkari, maka anak cucunya mengingkari. Adam lupa, maka anak cucunya lupa. Dia berkata, ‘Sejak saat itu diperintahkan untuk menulis dan saksi-saksi.”

Tirmidzi berkata, ‘Ini adalah hadis hasan gharib dari jalan ini. Ia telah diriwayatkan bukan dari satu jalan dari Abu Hurairah dari Nabi Õóáøóì Çááåõ Úóáóíúåö æóÓóáøóãó dari riwayat Zaid bin Aslam dari Abu Shalih dari Abu Hurairah dari Nabi Õóáøóì Çááåõ Úóáóíúåö æóÓóáøóãó

Takhrij Hadis

Hadis ini diriwayatkan oleh Tirmidzi dalam Sunan-nya dalam Kitab Tafsir, bab dari surat Al- A’raf, 4/267. Lihat Shahih Sunan Tirmidzi, 3/52, no. 3282.

Hadis kedua diriwayatkan oleh Tirmidzi di dalam Kitab Tafsir, bab dari surat Muawwidzatain, 4/453. Lihat Shahih Sunan Tirmidzi, 3/137, no. 3607.

Penjelasan Hadis

Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì menciptakan Adam dalam keadaan sempurna dan lengkap. Tidak seperti yang diklaim oleh orang-orang yang tidak berilmu, bahwa manusia berevolusi dari hewan atau tumbuhan. Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì menciptakannya dari saat pertama dia diciptakan sebagai seorang yang berakal dan berbicara, dia memahami apa yang dikatakan kepadanya dan dia menjawab dengan benar.

Setelah ruh ditiupkan kepadanya, Adam bersin, maka dia memuji Allah azza wa jalla. Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì menjawabnya, “Semoga Allah merahmatimu, wahai Adam.” Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì memerintahkan Adam agar pergi ke sekumpulan Malaikat yang sedang duduk dan mengucapkan salam kepada mereka. Para Malaikat pun membalas penghormatannya dengan penghormatan yang lebih baik. Dan Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì memberitahukan kepadanya bahwa hal itu adalah penghormatannya dan penghormatan di antara anak cucunya. Adam berjalan, mendengar, berbicara, bersin, mengerti dan memahami perkataan.

Anda lihat dalam hadis, betapa besar perhatian Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì kepada hamba-Nya, Adam. Dia ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì berfirman kepadanya manakala dia bersin, “Semoga Allah merahmatimu, wahai Adam.” Dan barang siapa dirahmati oleh Tuhannya, maka dia mendapatkan perhatian, perlindungan dan kemuliaan-Nya. Oleh karenanya, Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì menerima taubatnya manakala dia terpeleset dari jalan lurus kemudian Adam kembali kepada-Nya. Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì juga memaafkan kelalaian kita dan mendukung kita dengan ruh dari-Nya.

Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì telah mensyariatkan untuk Adam ketika berada di Surga dan anak cucunya agar bertahmid jika bersin dan didoakan rahmat jika telah mengucapkan tahmid. Dan Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì telah menjadikan salam sebagai penghormatan anak cucu dan keturunan sesudahnya.

Rasulullah Õóáøóì Çááåõ Úóáóíúåö æóÓóáøóãó menyampaikan kepada kita bahwa Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì mengusap punggung Adam, maka berjatuhanlah semua jiwa dari anak cucu Adam yang akan diciptakan darinya sampai hari Kiamat. Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì memegang itu dengan Tangan kanan-Nya dan Adam diberi pilihan antara kedua genggaman Tuhannya, maka dia memilih Tangan kanan Tuhannya dan kedua Tangan Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì adalah kanan yang penuh berkah. Manakala Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì membukanya, ternyata di dalamnya terdapat Adam dan anak cucunya.

Adam melihat anak cucunya yang akan diciptakan sesudahnya dan Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì telah menjadikan cahaya di antara kedua mata masing-masing. Adam juga melihat umur masing-masing telah tertulis di antara kedua mata mereka. Adam melihat seorang laki-laki dengan cahaya yang bagus. Dia bertanya tentangnya. Maka Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì memberitahukan bahwa dia adalah salah satu putranya yang akan muncul di sebuah umat sebagai salah satu umat terakhir. Putra itu bernama Dawud, yang diberi umur enam puluh tahun (dalam riwayat lain, empat puluh). Riwayat pertama lebih shahih. Adam merasa umur Dawud pendek, dia pun memohon kepada Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì agar menambah umut Dawud. Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì menyatakan bahwa itulah umur yang ditetapkan untuk Dawud. Lalu Adam memberikan sebagian umurnya kepada Dawud untuk menggenapinya menjadi seratus.

Nampak dari hadis tersebut bahwa Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì memberitahu Adam tentang umur yang ditulis untuknya, bahwa dia akan hidup seribu tahun. Manakala umurnya telah mencapai seribu tahun kurang empat puluh, Malaikat maut datang kepada Adam untuk mencabut nyawanya sebelum ajalnya tiba.

Nampak pula dari hadis tersebut bahwa Adam menghitung sendiri umurnya tahun demi tahun. Maka Adam mengingkarinya karena lupa. Dan anak cucu Adam mewarisi sifat-sifat bapak mereka. Mereka mengingkari seperti Adam mengingkari. Mereka lupa seperti Adam lupa. Oleh karena itu, Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì memerintahkan penulisan dan kesaksian untuk mengantisipasi pengingkaran orang-orang yang ingkar dan kelupaan orang-orang yang lupa.

Pelajaran-perlajaran dan Faedah-faedah Hadis

1-Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì menciptakan Adam secara lengkap dan sempurna sejak awal penciptaannya. Tidak seperti yang diklaim oleh orang-orang sesat, bahwa Adam diciptakan tidak sempurna, kemudian berkembang menuju kesempurnaan dalam rentang waktu yang panjang. Rasulullah Õóáøóì Çááåõ Úóáóíúåö æóÓóáøóãó telah menyampaikan kepada kita bahwa di antara kesempurnaan penciptaan Adam, adalah diciptakannya dia dengan tinggi enam puluh hasta di langit dan bahwa manusia setelah Adam terus menerus menyusut sampai pada ukuran manusia saat ini. Pada hari Kiamat Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì memasukkan orang-orang mukmin ke Surga dengan penciptaan yang sempurna seperti penciptaan Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì terhadap Adam.

2-Bukhari dan Muslim meriwayatkan dalam Shahih masing-masing bahwa Rasulullah Õóáøóì Çááåõ Úóáóíúåö æóÓóáøóãó bersabda, “ Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì menciptakan Adam dan tingginya adalah enam puluh hasta, kemudian Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì berfirman kepadanya, ‘Pergilah, ucapkan salam kepada para Malaikat itu. Dengarkanlah penghormatan mereka kepadamu, karena itu adalah penghormatanmu dan penghormatan anak cucumu.’ Maka Adam berkata, ‘Assalamu’alaikum.’ Mereka menjawab, ‘Assalamu ‘alaika warahmatullah dengan tambahan ‘Warahmatullah’. Dan semua orang yang masuk Surga dengan bentuk penciptaan Adam. Dan manusia terus menerus menyusut sampai saat ini.” [1]

3-Kebenaran yang aku sebutkan di atas, bahwa Adam diciptakan secara sempurna sejak dihembuskannya ruh kepadanya ditunjukkan oleh hadis tersebut. Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì menciptakan Adam dalam bentuk penciptaan yang sempurna. Dia tidak berkembang dan tidak berubah dari satu bentuk ke bentuk yang lain, dari satu ciptaan ke ciptaan yang lain. Lain halnya dengan anak cucunya, Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì menciptakan mereka di dalam rahim ibu dalam bentuk setetes air, kemudian segumpal darah, kemudian seonggok daging, kemudian setelah dihembuskan ruh, Dia menumbuhkannya sebagai makhluk lain.

4-Mengetahui peristiwa-peristiwa yang terjadi pada bapak kita, Adam di antaranya adalah bersinanya Adam, ucapan ‘alhamdulillah’, jawaban Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì kepadanya (ÑóÍöãóßó Çááåõ)(semoga Allah merahmatimu), salamnya kepada para Malaikat, juga jawaban Malaikat kepadanya. Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì mengusap punggungnya dan peristiwa-peristiwa lain yang dikandung oleh hadis ini.

5-Orang yang bersin mengucapkan hamdalah. Orang yang mendengarnya mengucapkan “ÑóÍöãóßó Çááåõ “ dan penghormatan salam termsuk syariat ‘alami (internasional) yang dimiliki oleh seluruh syariat, tidak khusus untuk satu umat tertentu dan itu termasuk warisan bapak mereka, Adam Úóáóíúåö ÇáÓøóáóÇãõ.

6-Penetapan takdir. Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì mengetahui hamba-hmba-Nya pada masa azali dan Dia ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì menulis hal itu di sisi-Nya. Dia ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì menunjukkan kepada Adam tentang anak cucunya sesudahnya, dan umur setiap orang telah ditulis di antara kedua matanya.

7-Penetapan dua Tangan bagi Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì dan Dia ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì menggenggam keduanya, kapan Dia ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì berkehendak dan bagaimana Dia ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì berkehendak tanpa takyif (bertanya bagaimana) dan ta’thil (mengingkari). Tiada sesuatu pun yang menyerupai Dia ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì. Dia ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì Maha Mendengar lagi Maha Melihat.

8-Keutamaan Nabiyullah Dawud dan besarnya iman yang dimiliki dan dikuatkan dengan kuatnya cahaya di antara kedua matanya.

9-Kemampuan Adam berhitung. Dia menghitung tahun-tahun umurnya. Dia mengetahui umurnya yang telah berlalu dan yang tersisa. Dia membantah Malaikat maut ketika hendak mencabut nyawanya sebelum ajalnya sempurna.

10-Keterangan tentang umur Adam. Dia hidup seribu tahun. Ini merupakan pelurusan terhadap keterangan Taurat, yang disebutkan di dalam Ishah kelima buku penciptaan bahwa umurnya adalah 930 tahun. Yang benar adalah yang disebutkan oleh hadis. Hadis ini juga menjelaskan umur Dawud.

11-Tabiat Adam dan anak cucunya adalah pengingkaran dan kelupaan.

12-Disyariatkannya menulis dalam akad dan muamalat untuk mengantisipasi pengingkaran dan sifat lupa manusia.

Wallahu A’lam

(Redaksi)

Sumber :

Shahih al-Qashash, Dr. Umar Sulaiman al-Asyqar, ei, hal.20-28.

Catatan :

[1] Diriwayatkan oleh Bukhari, 3/11, no. 6277, 6/332, no. 3326. Diriwayatkan oleh Muslim, 4/2183, no. 2841.

Hikmah Al-Quran & Mutiara Hadits : index.php
Versi Online : index.php/?pilih=lihatkisah&id=394