Artikel : Hikmah Al-Quran & Mutiara Hadits
Pertaubatan Langkah Persiapan Menuju Ramadhan
Kamis, 12 Februari 26

[Khuthbah Pertama]


ÇóáúÍóãúÏõ áöáøóåö ÇáøóÐöí ÃóäúÚóãó ÚóáóíúäóÇ ÈöãóæóÇÓöãö ÇáØøóÇÚóÇÊö, ÇáøóÊöí ÊõÖóÇÚóÝõ ÝöíúåóÇ ÇáúÍóÓóäóÇÊõ, æóÊõÍúãóì ÝöíúåóÇ ÇáÓøóíøöÆóÇÊõ
ÃóÍúãóÏõåõ ÍóãúÏðÇ íóáöíúÞõ ÈöÌóáóÇáöåö æóÚóÙöíúãö ÓõáúØóÇäöåö
æóÃóÔúåóÏõ Ãóäú áóÇ Åöáóåó ÅöáøóÇ Çááåõ æóÍúÏóåõ áóÇ ÔóÑöíúßó áóåõ, áóåõ Çáúãõáúßõ æóáóåõ ÇáúÍóãúÏõ æóåõæó Úóáóì ßõáøö ÔóíúÁò ÞóÏöíúÑñ, íóÝúÊóÍõ áóäóÇ Ýöí ÑóãóÖóÇäó ÃóÈúæóÇÈó ÇáúÌöäóÇäö æóíõÛúáöÞõ ÃóÈúæóÇÈó ÇáäøöíúÑóÇäö
æóÃóÔúåóÏõ Çóäøó ãõÍóãøóÏðÇ ÚóÈúÏõ Çááåö æóÑóÓõæúáõåõ æóÕóÝöíøõåõ æóÎóáöíúáõåõ, ÎóíúÑõ ãðäú Õóáøóì æóÕóÇãó æóÞóÇãó æóÃóØúÚóãó ÇáØøóÚóÇãó, æóÃóáóÇäó ÇáúßóáÇãó
ÝóÕóáóæóÇÊõ Çááåö æóÓóáóÇãõåõ Úóáóíúåö æóÚóáóì Âáöåö æóÕóÍúÈöåö ÃóÌúãóÚöíúäó æóãóäú ÊóÈöÚóåõãú ÈöÅöÍúÓóÇäò Åöáóì íóæúãö ÇáÏøöíúäö
ÃóãøóÇ ÈóÚúÏõ :


Ibadallah ! Bertakwalalah kepada Allah.

Khatib wasiatkan kepada diri khatib sendiri dan para jama’ah sekalian, hendaklah kita senantiasa bertakwa kepada Rabb kita, Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì di mana saja kita tengah berada dan dalam kondisi apa pun juga.

Kita bertakwa kepada Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì dengan mengamalkan apa yang diperintahkan oleh-Nya dan Rasul-Nya. Serta menjauhi apa yang dilarang oleh-Nya dan Rasul-Nya.

Kita pun bertakwa kepada Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì dengan selalu bersyukur kepada-Nya atas segala nikmat yang datang dari-Nya. Kita tidak mengingkarinya, tidak mengingkari pemberinya, dan tidak pula menggunakannya untuk bermaksiat kepada-Nya.

Kita pun bertakwa kepada Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì dengan banyak mengingat dan menyebut-Nya sebanyak-banyaknya di setiap keadaan kita, baik kala kita duduk, kala kita berdiri, ataupun kala kita tengah membaringkan badan kita.

Ibadallah !

Seorang petani yang menginginkan sukses besar dalam panennya, tentu dia akan berupaya melakukan banyak usaha dan menempuh beragam cara. Mulai dari mempersiapkan lahan ladang dan sawah sebaik-baiknya, memilih bibit yang unggul, memupuk secara rutin dan berkala, hingga merawat serta melindungi tanamannya dari gulma dan hama pengganggu tanamannya.

Persiapan lahan sebelum bercocok tanam, adalah sebuah hal yang mutlak diperlukan, sebagai langkah awal menuju kesuksesan panen raya. Sebab seunggul apapun bibit yang disediakan, apabila lahannya tandus dan tidak subur, niscaya buah yang dihasilkan tidak akan maksimal.

Ibadallah !

Iman adalah benih unggul yang membutuhkan lahan yang subur, agar iman bisa tumbuh dengan baik dan terus membesar serta berkembang.

Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì menjelaskan, mengingatkan kita dalam ayat-Nya :


æóÇáúÈóáóÏõ ÇáØøóíøöÈõ íóÎúÑõÌõ äóÈóÇÊõåõ ÈöÅöÐúäö ÑóÈøöåö æóÇáøóÐöí ÎóÈõËó áóÇ íóÎúÑõÌõ ÅöáøóÇ äóßöÏðÇ ßóÐóáößó äõÕóÑøöÝõ ÇáúÂíóÇÊö áöÞóæúãò íóÔúßõÑõæäó [ÇáÃÚÑÇÝ : 58]


“Tanah yang subur, tanaman-tanamannya akan tumbuh dengan baik, seizin Tuhannya. Adapun tanah yang gersang, maka tanaman-tanamannya akan tumbuh merana”. Demikianlah Kami menjelaskan berulang-ulang tanda-tanda (kekuasaan Kami) bagi orang-orang yang bersyukur (Qs. Al-A’raf (7) : 58).

Ibadallah !

Menurut para pakar tafsir, ayat yang barusan kita dengar, sedang menggambarkan perumpamaan tentang kaum mukminin dan orang-orang kafir. Bagaimanakah efek dari turunnya wahyu kepada kedua jenis manusia tadi. Wahyu diumpamakan bagaikan air hujan. Sebab wahyu turun kepada semua hati manusia, tanpa terkecuali. Sebagaimana curahan hujan juga diturunkan kepada semua manusia.

Namun, walaupun demikian, ternyata tidak semua hati bisa memetik manfaatnya. Hanya sebagian hati saja yang siap untuk menjadi lahan tumbuhnya iman. Yaitu hati yang bersih dan subur.

Dari tanah-tanah suci inilah bermunculan buah-buahan yang manis, berupa akhlak yang mulia, iman, takwa, kerinduan kepada para kekasih Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì, ikhlas dalam beribadah, amalan yang sesuai dengan tuntutan, dan lain sebagainya.

Ibadallah !

Kebalikannya, hati orang-orang kafir serupa dengan tanah yang tandus, gersang, kering dan tercemar. Sehingga tidak mendapatkan manfaat sedikitpun dari air hujan. Sebanyak apapun curah hujan yang diturunkan, tetap saja tanamannya meranggas dan merana. Na’udzu billah min dzalik...

Ibadallah !

Namun demikian, ketahuilah bahwa lahan yang gersang itu, bukan sesuatu yang mustahil untuk dirubah menjadi tanah yang subur. Hanya saja memang membutuhkan perjuangan panjang yang tidak gampang.

Ibadallah !

Tamu agung nan istimewa dalam beberapa hari ke depan akan tiba menyambangi kita.

Sejauh manakah langkah kita dalam mempersiapkan lahan, agar beragam ibadah Ramadhan bisa tumbuh subur di atasnya?

Ibadallah !

Sebelas bulan telah berlalu sejak Ramadhan tahun kemarin. Boleh jadi dosa-dosa yang kita kerjakan telah menumpuk bahkan menggunung. Banyak perintah agama yang kita abaikan dan larangan Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì yang kita langgar. Seiring dengan berjalannya waktu, noda-noda kotor itu semakin menumpuk tebal di hati kita. Itulah lahan gersang dan tandus, yang muncul sebagai akibat dari tingkah polah kita selama ini.

Ibadallah !

Apabila kondisi mengenaskan tersebut kita biarkan, tanpa ada langkah nyata untuk merubahnya, besar kemungkinan kita akan termasuk golongan manusia-manusia yang gagal total memanfaatkan peluang emas Ramadhan. Menjadi orang-orang sial dan celaka, yang disebutkan dalam hadits Rasulullah Õóáøóì Çááåõ Úóáóíúåö æóÓóáøóãó :


ÞóÇáó ÌöÈúÑöíúáõ : ÑóÛãó ÃóäÝõ ÚóÈÏò ÏóÎóáó Úóáóíúåö ÑóãóÖóÇäõ áóã íõÛúÝóÑú áóåõ . ÝóÞõáúÊõ : Âãöíúäó


“Jibril berkata, “Merugilah manusia yang menjumpai Ramadhan, namun ia tidak diampuni dosa-dosanya”. Maka aku (yakni, Nabi Õóáøóì Çááåõ Úóáóíúåö æóÓóáøóãó) pun menyahut, “Amien”. (HR. Bukhari dalam al-Adab al-Mufrad)

Ibadallah !

Langkah pertama dan utama yang harus kita tempuh dalam rangka mempersiapkan hati menjelang datangnya Ramadhan adalah bertaubat. Bertaubat dari segala jenis dosa dan maksiat. Dengan harapan, pasca taubat, Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì berkenan untuk membersihkan jiwa kita. Hama dan ilalang yang selama ini mengotori hati, diharapkan musnah tak berbekas lagi. Noda dan kotoran yang menempel tebal di dalam jiwa, semoga tersapu bersih semuanya tak tersisa sedikit pun juga.


íóÇ ÃóíøõåóÇ ÇáøóÐöíäó ÂãóäõæÇ ÊõæÈõæÇ Åöáóì Çááøóåö ÊóæúÈóÉð äóÕõæÍðÇ ÚóÓóì ÑóÈøõßõãú Ãóäú íõßóÝøöÑó Úóäúßõãú ÓóíøöÆóÇÊößõãú æóíõÏúÎöáóßõãú ÌóäøóÇÊò ÊóÌúÑöí ãöäú ÊóÍúÊöåóÇ ÇáúÃóäúåóÇÑõ [ÇáÊÍÑíã : 8]


"Wahai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kalian kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya. Semoga Rabb kalian berkenan untuk menghapuskan kesalahan-kesalahan kalian dan memasukkan kalian ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai". (Qs. At Tahrim (66): 8).

Ibadallah !

Dengan taubat, hati yang sebelumnya terasa sempit menghimpit, akan terbuka lebar dan terasa lapang.

Dengan taubat, jalan yang berliku tak berujung, akan berubah menjadi lurus, nyaman dan lancar.

Dengan taubat, suasana jiwa nan gelap gulita, akan berganti menjadi bersinar dan terang benderang.

Dengan taubat, hari-hari yang dipenuhi dengan kelesuan dan rasa malas beramal, akan bertukar dengan kondisi yang diliputi semangat beribadah.

Sehingga tamu istimewa pun mendapatkan sambutan yang layak dari kita. Sebab lahan yang akan digunakan untuk bercocok tanam berbagai jenis ibadah Ramadhan, telah siap untuk kita sebar di atasnya benih-benih kebajikan.


ÃóÞõæúáõ Þóæúáöí åóÐóÇ æóÃóÓúÊóÛúÝöÑó Çááåó áöí æóáóßõãú æóáöÓóÇÆöÑö ÇáúãõÓúáöãöíúäó ãöäú ßõáøö ÐóäúÈò ÝóÇÓúÊóÛúÝöÑõæúåõ Åöäøóåõ åõæó ÇáúÛóÝõæúÑõ ÇáÑøóÍöíúãõ


[Khutbah Kedua]


ÇóáúÍóãúÏõ áöáøóåö ÍóãúÏðÇ ßóËöíúÑðÇ ØóíøöÈðÇ ãõÈóÇÑóßðÇ Ýöíúåö ßóãóÇ íõÍöÈøõ ÑóÈøõäóÇ æóíúÑúÖóì
æóÃóÔúåóÏõ Ãóäú áóÇ Åöáóåó ÅöáøóÇ Çááåõ æóÍúÏóåõ áóÇ ÔóÑöíúßó áóåõ
æóÃóÔúåóÏõ Ãóäøó ãõÍóãøóÏðÇ ÚóÈúÏõ Çááåö æóÑóÓõæúáõåõ
ÝóÕóáóæóÇÊõ Çááåö æóÓóáóÇãõåõ Úóáóíúåö æóÚóáóì Âáöåö æóÕóÍúÈöåö ÃóÌúãóÚöíúäó æóãóäú ÊóÈöÚóåõãú ÈöÅöÍúÓóÇäò Åöáóì íóæúãö ÇáÏøöíúäó
ÃóãøóÇ ÈóÚúÏõ :


Ibadallah !

Setelah ladang untuk bercocok tanam berbagai jenis pohon ibadah Ramadhan telah siap, maka jangan pernah lupakan tawakal. Mempertebal ketergantungan kita kepada Allah Yang Maha kuasa. Menyadari bahwa tanpa bantuan dari-Nya, mustahil kita bisa beribadah dengan baik kepada-Nya.


æóÇááåö áóæú áóÇ Çááåõ ãóÇ ÇåúÊóÏóíúäóÇ * æóáóÇ ÊóÕóÏøóÞúäóÇ æóáóÇ ÕóáøóíúäóÇ


Demi Allah, kalaulah bukan karena (pertolongan dan bimbingan) Allah, niscaya kita tidak mendapatkan petunjuk, tidak pula kita dapat bersedekah dan tidak pula kita dapat mengerjakan shalat.

Ibadallah !

Ingatkah kita, bahwa setiap hari, minimal tujuh belas kali kita berikrar :


ÅöíøóÇßó äóÚúÈõÏõ æóÅöíøóÇßó äóÓúÊóÚöíäõ [ÇáÝÇÊÍÉ : 5]


"Hanya kepada Engkaulah kami beribadah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan". (Qs. Al-Fatihah (1): 5)

Ibadallah !

Tidakkah kita renungi isi dari ikrar tersebut ?

Sungguh amat menarik untuk kita perhatikan, bagaimana kita berikrar untuk beribadah hanya kepada Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì, lalu dilanjutkan dengan ikrar untuk meminta pertolongan juga hanya kepada-Nya.

Ibadallah !

Mengapa dua ikrar tersebut digandengkan?

Sebab, ibadah adalah hak Allah ta'ala atas para hamba-Nya. Dan mereka tidak mungkin mampu untuk menunaikan hak tersebut, tanpa adanya bantuan dan pertolongan dari Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì.

Ibadallah !

Ibadah kepada Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì adalah tujuan utama kita semua. Sedangkan permohonan bantuan kepada Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì adalah sarana utama untuk menggapai tujuan mulia tersebut.

Ibadallah !

Hari ini adalah hari Jum’at. Hari Jum’at, kata Nabi kita Muhammad Õóáøóì ÇÇááåõ Úóáóíúåö æóÓóáøóãó merupakan hari yang utama. Dan, kita pun diperintahkan oleh beliau Õóáøóì ÇÇááåõ Úóáóíúåö æóÓóáøóãó untuk banyak bershawat kepadanya. beliau Õóáøóì ÇÇááåõ Úóáóíúåö æóÓóáøóãó bersabda :


Åöäøó ãöäú ÃóÝúÖóáö ÃóíøóÇãößõãú íóæúãó ÇáúÌõãõÚóÉö ÝóÃóßúËöÑõæÇ Úóáóìøó ãöäó ÇáÕøóáÇóÉö Ýöíåö ÝóÅöäøó ÕóáÇóÊóßõãú ãóÚúÑõæÖóÉñ Úóáóìøó


“Sesungguhnya di antara hari-hari kalian yang paling utama adalah hari Jum’at, maka perbanyaklah shalawat kepadaku pada hari tersebut, karena sesungguhnya shalawat kalian akan tersampaikan kepadaku.” (HR. Abu Dawud)


Çááøóåõãøó Õóáøö Úóáóì ãõÍóãøóÏò æóÚóáóì Âáö ãõÍóãøóÏò ßóãóÇ ÕóáøóíúÊó Úóáóì ÅöÈúÑóÇåöíãó æóÚóáóì Âáö ÅöÈúÑóÇåöíãó Åöäøóßó ÍóãöíÏñ ãóÌöíÏñ Çááøóåõãøó ÈóÇÑößú Úóáóì ãõÍóãøóÏò æóÚóáóì Âáö ãõÍóãøóÏò ßóãóÇ ÈóÇÑóßúÊó Úóáóì ÅöÈúÑóÇåöíãó æóÚóáóì Âáö ÅöÈúÑóÇåöíãó Åöäøóßó ÍóãöíÏñ ãóÌöíÏñ
Çááøóåõãøó ÃóÚöäøóÇ Úóáóì ÐößúÑößó æóÔõßúÑößó æóÍõÓúäö ÚöÈóÇÏóÊößó
Çááøóåõãøó ÅöäøóÇ äóÓúÃóáõßó ÇáúåõÏóì æóÇáÊøõÞóì æóÇáúÚóÝóÇÝó æóÇáúÛöäóì
ÑóÈøóäóÇ áóÇ ÊõÄóÇÎöÐúäóÇ Åöäú äóÓöíäóÇ Ãóæú ÃóÎúØóÃúäóÇ ÑóÈøóäóÇ æóáóÇ ÊóÍúãöáú ÚóáóíúäóÇ ÅöÕúÑðÇ ßóãóÇ ÍóãóáúÊóåõ Úóáóì ÇáøóÐöíäó ãöäú ÞóÈúáöäóÇ ÑóÈøóäóÇ æóáóÇ ÊõÍóãøöáúäóÇ ãóÇ áóÇ ØóÇÞóÉó áóäóÇ Èöåö æóÇÚúÝõ ÚóäøóÇ æóÇÛúÝöÑú áóäóÇ æóÇÑúÍóãúäóÇ ÃóäúÊó ãóæúáóÇäóÇ ÝóÇäúÕõÑúäóÇ Úóáóì ÇáúÞóæúãö ÇáúßóÇÝöÑöíäó
ÑóÈøóäóÇ áóÇ ÊõÒöÛú ÞõáõæÈóäóÇ ÈóÚúÏó ÅöÐú åóÏóíúÊóäóÇ æóåóÈú áóäóÇ ãöäú áóÏõäúßó ÑóÍúãóÉð Åöäøóßó ÃóäúÊó ÇáúæóåøóÇÈõ
ÑóÈøóäóÇ ÅöäøóäóÇ ÂãóäøóÇ ÝóÇÛúÝöÑú áóäóÇ ÐõäõæÈóäóÇ æóÞöäóÇ ÚóÐóÇÈó ÇáäøóÇÑö
ÑóÈøóäóÇ ÇÛúÝöÑú áóäóÇ ÐõäõæÈóäóÇ æóÅöÓúÑóÇÝóäóÇ Ýöí ÃóãúÑöäóÇ æóËóÈøöÊú ÃóÞúÏóÇãóäóÇ æóÇäúÕõÑúäóÇ Úóáóì ÇáúÞóæúãö ÇáúßóÇÝöÑöíäó
ÑóÈøóäóÇ ÙóáóãúäóÇ ÃóäúÝõÓóäóÇ æóÅöäú áóãú ÊóÛúÝöÑú áóäóÇ æóÊóÑúÍóãúäóÇ áóäóßõæäóäøó ãöäó ÇáúÎóÇÓöÑöíäó
ÑóÈøóäóÇ áóÇ ÊóÌúÚóáúäóÇ ãóÚó ÇáúÞóæúãö ÇáÙøóÇáöãöíäó
ÑóÈøóäóÇ ÃóÝúÑöÛú ÚóáóíúäóÇ ÕóÈúÑðÇ æóÊóæóÝøóäóÇ ãõÓúáöãöíäó
ÑóÈøóäóÇ áóÇ ÊóÌúÚóáúäóÇ ÝöÊúäóÉð áöáúÞóæúãö ÇáÙøóÇáöãöíäó
ÑóÈøö ÇÌúÚóáúäÇ ãõÞöíãí ÇáÕøóáóÇÉö æóãöäú ÐõÑøöíøóÊöäÇ ÑóÈøóäóÇ æóÊóÞóÈøóáú ÏõÚóÇÁö
ÑóÈøóäóÇ ÂÊöäóÇ ãöäú áóÏõäúßó ÑóÍúãóÉð æóåóíøöÆú áóäóÇ ãöäú ÃóãúÑöäóÇ ÑóÔóÏðÇ
ÑóÈøóäóÇ ÂãóäøóÇ ÝóÇÛúÝöÑú áóäóÇ æóÇÑúÍóãúäóÇ æóÃóäúÊó ÎóíúÑõ ÇáÑøóÇÍöãöíäó
ÑóÈøóäóÇ åóÈú áóäóÇ ãöäú ÃóÒúæóÇÌöäóÇ æóÐõÑøöíøóÇÊöäóÇ ÞõÑøóÉó ÃóÚúíõäò æóÇÌúÚóáúäóÇ áöáúãõÊøóÞöíäó ÅöãóÇãðÇ
ÑóÈøóäóÇ ÇÛúÝöÑú áóäóÇ æóáöÅöÎúæóÇäöäóÇ ÇáøóÐöíäó ÓóÈóÞõæäóÇ ÈöÇáúÅöíãóÇäö æóáóÇ ÊóÌúÚóáú Ýöí ÞõáõæÈöäóÇ ÛöáøðÇ áöáøóÐöíäó ÂãóäõæÇ ÑóÈøóäóÇ Åöäøóßó ÑóÁõæÝñ ÑóÍöíãñ
ÑóÈøóäóÇ ÂÊöäóÇ Ýöí ÇáÏøõäúíóÇ ÍóÓóäóÉð æóÝöí ÇáúÂÎöÑóÉö ÍóÓóäóÉð æóÞöäóÇ ÚóÐóÇÈó ÇáäøóÇÑö
ÑóÈøóäóÇ ÊóÞóÈøóáú ãöäøóÇ Åöäøóßó ÃóäúÊó ÇáÓøóãöíÚõ ÇáúÚóáöíãõ æóÊõÈú ÚóáóíúäóÇ Åöäøóßó ÃóäúÊó ÇáÊøóæøóÇÈõ ÇáÑøóÍöíãõ
æóÂÎöÑõ ÏóÚúæóÇäÇ Ãóäö ÇáúÍóãúÏõ áöáøóåö ÑóÈøö ÇáúÚóÇáóãöíäó










Hikmah Al-Quran & Mutiara Hadits : index.php
Versi Online : index.php/?pilih=lihatkhutbah&id=345