Artikel : Hikmah Al-Quran & Mutiara Hadits
Setiap yang Makruf Merupakan Sedekah
Kamis, 27 Januari 22
Setiap yang Makruf Merupakan Sedekah
[Khutbah Pertama]


. , .
:


Sesungguhnya segala puji bagi Allah. Kita memujiNya, meminta pertolongan kepadaNya, meminta ampunan kepadaNya, dan bertaubat kepadaNya. Dan, kita juga memohon perlindungan kepadaNya dari keburukan diri-diri kita dan kejelekan amal-amal kita. Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka tidak ada yang dapat menyesatkannya. Dan barang siapa yang disesatkan, maka tidak ada yang dapat memberinya petunjuk.
Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagiNya.
Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusanNya. Beliau telah menyampaikan risalah, menunaikan amanah, memberikan nasehat kepada ummat, dan berjihad di jalan Allah dengan sebenar-benar jihad sampai datang kepadanya perkara yang diyakini, yaitu kematian. Maka, tidaklah beliau meningalkan kebaikan apa pun bentuknya melainkan beliau telah menunjukkan umatnya kepadanya. Dan, tidak pula keburukan melainkan beliau telah memperingatkannya. Maka, shalawat dan salam semoga tercurah kepadanya, beserta keluarga dan para sahabatnya semuanya. Amma badu,
Wahai orang orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah rabb kalian, dan merasalah diawasi olehNya saat kalian melakukan seluruh amal-amal kalian, dengan perasaan seseorang yang tahu bahwa Rabbnya mendengar dan melihatnya.


(70) (71) [ : 70 71]


Wahai orang-orang yang beriman ! Bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkankah perkataan yang benar, niscaya Allah akan meperbaiki amal kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian. Barang siapa mentaati Allah dan RasulNya sungguh ia telah benuntung dengan keuntungan yang besar (al-Ahzab : 70-71)

Wahai orang orang yang beriman !
Imam al-Bukhari telah meriwayatkan di dalam shahihnya dari Jabir bin Abdillah-semoga Allah meridhainya- bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda,




Setiap yang baik merupakan sedekah
Dan imam Muslim meriwayatkannya di dalam shahihnya dari hadis Khudzaefah-semoga Allah meridhainya.
Hadis ini dikategorikan sebagai sebuah kaedah yang global lagi berfaedah tentang pintu-pintu sedekah dan bahwa sedekah itu tidaklah terbatas pada sedekah berupa harta, bahkan ruang lingkupnya sangat luas dan pintu-pintunya sangat banyak, berbeda sama sekali dengan apa yang boleh jadi diduga.
Bahkan datang di dalam hadis bahwa sebagian sahabat Nabi shallallahu alaihi wasallam, dari kalangan orang-orang fakir kaum Muhajirin menduganya demikian, dan mereka bertanya kepada Nabi shallallahu alaihi wasallam.
Imam Muslim meriwayatkan (dengan sanadnya) dari Abu Dzar -semoga Allah meridhainya- bahwa sekelompok orang dari kalangan sahabat Nabi shallallahu alaihi wasallam mendatangi Nabi- shallallahu alaihi wasallam-, lalu mereka mengatakan,




Wahai Rasulullah ! Ahlu Dutsur pergi dengan membawa banyak pahala.
(Ahlu Dutsur adalah orang-orang yang banyak hartanya),




mereka melakukan shalat sebagaimana kami dapat melakukan shalat.




Mereka berpuasa sebagaimana kami berpuasa




dan mereka dapat bersedekah dengan kelebihan harta-harta mereka.
Maka, Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda,




bukankah Allah telah menjadikan untuk kalian sesuatu yang dapat kalian sedekahkan ?




sesungguhnya setiap tasbih (ucapan ) adalah sedekah,




setiap takbir (ucapan ) adalah sedekah,




setiap tahmid (ucapan ) adalah sedekah,




setiap tahlil (ucapan ) adalah sedekah,




amar makruf adalah sedekah,




nahi munkar merupakan sedekah




dan pada kemaluan pasangan hidup kalian ada kesempatan sedekah.
Mereka berkata, Wahai Rasulullah ! apakah salah seorang di antara kami yang melampiaskan syahwatnya (kepada pasangan hidupnya), ia bakal mendapatkan pahala ?
Maka beliau menjawab,




Apa pendapat kalian, andai kata penyaluran hasrat itu pada sesuatu yang haram, bukankah ia berdosa karenanya ? maka, demikian pula bila mana penyaluran hasrat tersebut pada sesuatu yang halal, niscaya seseorang mendapatkan pahala karenanya.

Ayyuhal Mukminun, Wahai orang-orang yang beriman !
Sedekah merupakan pekerjaan harian, menemani setiap muslim di setiap hari-harinya, sedekah itu terbaharukan seiring dengan pergantian hari demi hari. Setiap hari, seorang Muslim yang memasuki waktu paginya dalam keadaan diliputi oleh kesehatan dan afiyat, hendaklah ia menghadapi hal tersebut dengan pujian dan sanjungan kepada Allah- -dan kesyukuran kepadaNya atas nikmat-nikmatNya yang diberikan kepadanya, dan hendaknya pula menghadapinya dengan sedekah-sedekah yang banyak lagi beragam bentuknya.
Imam Muslim meriwayatkan di dalam shahihnya dari Abu Dzar semoga Allah meridhinya, bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda,




Setiap sulama salah seorang di antara kalian berkewajiban untuk bersedekah. (Sulama adalah persendian). Setiap sulama salah seorang di antara kalian berkewajiban untuk bersedekah; setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, memerintahkan kepada kebaikan adalah sedekah, mencegah dari kemunkaran adalah sedekah, dan mencukupi dari kesemuanya itu 2 rakaat yang dilakukannya di waktu Dhuha.

Maka, renungkanlah, semoga Allah menjaga kalian ! Beragamnya bentuk pintu-pintu sedekah, di antaranya ada yang faedahnya terbatas pada pelaku sedekah, seperti bertasbih, bertahmid, bertakbir dan bertahlil. Di antaranya ada pula yang manfaatnya tidak sebatas pada pelakunya saja. Bahkan, setiap hal yang bermanfaat yang dipersembahkan oleh seorang muslim untuk saudaranya kaum Muslimin dari bentuk-bentuk kebaikan dan pintu-pintu kebaikan, segala ragam kebaikan, kesemua hal itu masuk ke dalam kategori sedekah.

Imam at-Tirmidzi meriwayatkan dari Abu Dzar-semoga Allah meridhainya-bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,




Senyummu di hadapan saudaramu (sesama Muslim) merupakan sedekah bagimu




Perintahmu kepada kebaikan, upaya pencegahanmu dari kemungkaran merupakan sedekah bagimu,




Upayamu menunjukkan orang yang tersesat jalannya merupakan sedekah bagimu,




Upaya menuntun orang yang fungsi pandangan matanya buruk merupakan sedekah bagimu




Tindakanmu menyingkirkan batu, duri, dan tulang dari jalan merupakan sedekah bagimu.




Tindakanmu menuangkan air dari embermu ke ember temanmu merupakan sedekah bagimu.
Dengan demikan, pintu-pintu sedekah itu beragam bentuknya.

Karenanya, wahai hamba-hamba Allah ! Hedaklah kita gemar dan bersungguh-sunguh untuk bersedekah, banyak melakukannya, ambillah setiap peluang bersedekah yang sedimikian luas terbentang, hendaknya kita melakukan hal tersebut dalam rangka untuk mendekatkan diri kepada Allah-.

Dan, apabila ada seseorang yang mengatakan,Aku tidak mendapati harta, dan akupun tidak mendapati kemampuan untuk melakukan hal-hal ini, maka lihatlah kepada luasnya karunia Allah-- yang terdapat di dalam sebuah pertanyaan yang ditujukan kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.

Imam Ahmad telah meriwayatkannya dari Abu Hurairah-semoga Allah meridhainya-, bahwa ada seorang lelaki bertanya kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam,




Wahai Nabiyullah ! Amal apakah yang paling utama ?
Nabi menjawab,




Iman kepada Allah dan berjihad di jalan Allah.
Lelaki itu kembali bertanya,




Jika aku tidak mampu melakukan hal itu ?
Beliau menjawab,




Tahanlah dirimu dari melakukan tindak keburukan, karena sesungguhnya hal itu merupakan sedekah, engkau bersedekah dengannya atas dirimu sendiri.

Kita memohon kepada Allah azza wa jalla semoga memberikan taufik kepada kita semua untuk dapat berkata dengan perkataan yang benar dan mampu beramal shaleh, semoga Dia azza wa jalla memperbaiki keadaan dan urusan kita seluruhnya. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Dekat dan Maha Mengijabah doa.
Aku katakan perkataan ini, dan aku memohon ampun kepada Allah dari segala dosa untukku dan untuk kalian serta untuk seluruh kaum Muslimin. Maka, mintalah pula kalian ampunan kepada Allah, niscaya Dia memberi ampunan kepada kalian. Karena sesungguhnya Dia Maha pemberi ampunan lagi Maha penyayang.
**
[Khutbah Kedua]




Segala pujian bagi Allah, pujian yang dipanjatkan oleh orang-orang yang bersyukur. Dan aku menyanjungNya dengan sanjungan orang-orang yang banyak mengingat Allah. Aku memujiNya dengan pujian-pujian yang mana Dia paling berhak mendapatkannya, dan aku menyanjungNya dengan segala kebaikan seluruhnya. Aku tidak dapat melakukan sanjungan dengan sebenar-benarnya kepadaNya, Dia sebagaimana sanjungan yang dilakukanNya terhadap diriNya.
Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusanNya. Semoga shalawat dan salam dicurahkan kepadanya, beserta keluarganya dan para sahabatnya semuanya. Amma badu,

Wahai orang-orang yang beriman !
Bertakwalah kepada Allah, karena sesungguhnya barang siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Allah memelihara dirinya.
Dua kasus yang sangat menakjubkan tentang sedekah. Kedua kasus ini terkait dengan seorang yang fakir yang tidak mempunyai harta.
Kasus pertama dari kedua kasus tersebut adalah bahwa sedikit harta yang disedekahkan oleh orang yang fakir ini, meski hanya 1 dirham yang diambil dari hartanya yang sedikit, bisa saja mengungguli dan mengalahkan harta yang banyak yang disedekahkan oleh seorang yang kaya, meski puluhan ribu dirham banyaknya.
Di dalam hadis riwayat imam an Nasai dan yang lainnya dari hadis Abu Hurairah-semoga Allah meridhainya- dari Nabi shallallahu alaihi wasallam bahwa beliau bersabda,




1 dirham telah mengungguli 100.000 dirham.
Para sahabat berujar, ? (Bagaimana yang demikian itu wahai Rasulullah)
Rasulullah menjawab,




Dulu, ada seorang lelaki memiliki dua dirham, lalu ia bersedekah dengan salah satunya, sementara laki-laki lainnya, ia pergi ke tempat (simpanan) hartanya, lantas ia mengambil darinya sebanyak 100.000 dirham, lalu ia sedekahkan.
Orang yang pertama bersedekah dengan separoh hartanya, sementara orang yang kedua bersedekah dengan sebagian kecil dari hartanya yang sedemikian melimpah. Maka, beda antara orang yang sedekah dengan separoh hartanya dan orang yang besedekah dengan jumlah sedikit dari hartanya. Maka, 1 dirham mengungguli 100.000 dirham.
Kasus kedua, dan kasus ini lebih menakjubkan, yaitu bahwa seorang yang fakir bilamana di dalam hatinya terdapat niat yang jujur di antara dirinya dan Allah, Allah jalla waala mengetahui apa yang ada di dalam dirinya, bahwa bila saja ia memiliki harta seperti yang dimiliki fulan yang kaya yang juga bersedekah niscaya ia akan melakukan seperti yang dilakukanya. Maka, orang ini (orang yang fakir ini) dan orang yang kaya, mendapatkan pahala yang sama. Orang ini (orang yang kaya yang bersedekah ini) mendapatkan pahala dengan sedekahnya, dan orang ini (orang yang miskin) juga mendapatkan pahala dengan niatnya yang jujur.
Imam at-Tirmidzi meriwayatkan dari Abu Kabsyah Anmariy semoga Allah meridhainya bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda,

Sesungguhnya dunia itu untuk 4 kelompok orang ;




(1) Seorang hamba yang Allah karuniakan kepadanya harta dan ilmu, ia pun bertakwa kepada Allah di dalamnya, menyambung tali silaturahim dengan orang-orang yang memiliki hubungan rahim dengannya, ia pun mengetahui hak Allah di dalamnya. Maka, ini adalah kedudukan yang paling utama.




(2) Seorang hamba yang dikaruniai ilmu oleh Allah namun tidak dikaruniai harta, namun ia jujur niatnya, ia mengatakan, andai aku mempunyai harta (seperti yang dimiliki si fulan), niscaya aku akan melakukan seperti yang dilakukan fulan. Orang ini, karena niatnya mendapatkan pahala yang sama seperti yang diperoleh si fulan.




(3) Seorang hamba yang dikaruniai harta oleh Allah, namun Allah tidak mengaruniakan ilmu kepadanya, ia mendayagunakan hartanya tanpa ilmu, ia tidak bertakwa kepada Rabbnya, ia tidak menyambung silaturahim (dengan hartanya), tidak pula mengetahui hak Allah pada harta tersebut. Maka, ini adalah sejelek-jeleknya kedudukan.




(4) Seorang hamba yang tidak dikaruniai harta oleh Allah, tidak pula dikaruniai ilmu. Ia mengatakan, andai aku memiliki harta (seperti fulan), niscaya aku akan melakukan seperti yang fulan lakukan. (Nabi bersabda), Maka dosa kedua orang tersebut sama.

Kita memohon kepada Allah azza wa jalla agar memberikan ilham kepada kita berupa bimbingan yang benar kepada diri kita, memperbaiki keadaan dan urusan kita seluruhnya, tidak menyandarkan diri kita kepada diri kita sendiri sekejap mata pun.
Bershalawat dan salamlah kalian-semoga Allah menjaga kalian-kepada Muhammad bin Abdillah seperti yang Allah perintah kepada kalian di dalam kitabNya, seraya berfirman,


[ : 56]


Sesungguhnya Allah dan para malaikatNya bershalawat untuk Nabi, Wahai orang-orang yang beriman ! Bershalawatlah kalian untuk nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.
Dan, Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda,




Barang siapa bershalawat kepadaku satu kali niscaya Allah bershalawat kepadanya sepuluh kali.




Ya Allah, berilah shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana engkau telah bershalawat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.




Berilah keberkahan kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberi keberkahan kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.


, , ,


Ya Allah, ridhailah para khulafaurrasyidin, para imam yang mendapatkan petunjuk ; Abu Bakar ash-Shiddiq, Umar al-Faruq, Utsman Dzinnurain, Abul Hasanaini Ali.
Ya Allah, ridhailah para sahabat semuanya dan para tabiin dan orang-orang yang mengikuti (jejak) mereka dengan baik sampai hari pembalasan.
Dan, ridhailah kami beserta mereka dengan karuniaMu dan kedermawananMu wahai Dzat yang Paling Dermawan.




Ya Allah, muliakanlah Islam dan kaum Muslimin


-


Ya Allah, tolonglah orang yang menolong agama-Mu, kitab-Mu, dan sunnah Nabi-Mu Muhammad-shallallahu alaihi wasallam-




Ya Allah, tolonglah saudara-saudara kami orang-orang Islam yang lemah di semua tempat.




Ya Allah, amankanlah perbatasan (negeri) kami, dan tolonglah tentara-tentara kami. Bimbinglah mereka dengan bimbinga-Mu wahai rabb semesta alam.




Ya Allah, berilah keamanan pada tempat tinggal kami, perbaikilah para imam kami dan orang-orang yang mengurusi urusan-urusan kami. Jadikanlah kekuasaan kami pada orang-orang yang takut kepadaMu, bertakwa kepadaMu, dan mengikuti keridhaanMu, wahai rabb semesta alam.




Ya Allah, bimbinglah waliyul amri kami kepada petunjukMu, dan jadikanlah amalnya dalam keridhaanMu.




Ya Allah, bimbinglah pula calon penggantinya kepada sesuatu yang Engkau cintai dan Engkau ridhai berupa kebenaran perkataan dan kebaikan amal.


,


Ya Allah, berikanlah jiwa-jiwa kami ketakwaannya, sucikanlah ia, Engkaulah sebaik-baik yang menyucikannya, Engkaulah yang mengurusinya dan Engkaulah pula pemiliknya.




Ya Allah, Sesungguhnya kami meminta kepadaMu petunjuk, ketakwaan, kesucian diri dan kecukupan.


kw


Ya Allah, ampunilah kami dan kedua orang tua kami, kedua orang tua mereka, kaum Muslimin laki-laki dan wanita, orang-orang yang beriman laki-laki dan perempuan, yang masih hidup dan yang telah meninggal dunia di antara mereka.




Ya Tuhan kami, kami telah menzhalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi.




Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka.




Dan penutup doa kami adalah segala puji bagi Allah Tuhan seluruh alam.


Hikmah Al-Quran & Mutiara Hadits : index.php
Versi Online : index.php/?pilih=lihatkhutbah&id=341