Artikel : Hikmah Al-Quran & Mutiara Hadits
Wasiat Luqman Kepada Putranya
Kamis, 20 Maret 14

Åöäø ÇáúÍóãúÏó öááåö äóÍúãóÏõåõ æóäóÓúÊóÚöíúäõåõ æóäóÓúÊóÛúÝöÑõåõ æóäóÚõæúÐõ ÈöÇááåö ãöäú ÔõÑõæúÑö ÃóäúÝõÓöäóÇ æóÓóíøÆóÇÊö ÃóÚúãóÇáöäóÇ ãóäú íóåúÏöåö Çááåõ ÝóáÇó ãõÖöáø áóåõ æóãóäú íõÖúáöáú ÝóáÇó åóÇÏöíó áóåõ ÃóÔúåóÏõ Ãóäú áÇó Åöáåó ÅöáÇø Çááåõ æóÃóÔúåóÏõ Ãóäø ãõÍóãøÏðÇ ÚóÈúÏõåõ æóÑóÓõæúáõåõ

Çóááåõãø Õóáø æóÓóáøãú Úóáì ãõÍóãøÏò æóÚóáì Âáöåö æöÃóÕúÍóÇÈöåö æóãóäú ÊóÈöÚóåõãú ÈöÅöÍúÓóÇäò Åöáóì íóæúãö ÇáÏøíúä.

íóÇÃóíøåóÇ ÇáøÐóíúäó ÂãóäõæúÇ ÇÊøÞõæÇ Çááåó ÍóÞø ÊõÞóÇÊöåö æóáÇó ÊóãõæúÊõäø ÅöáÇø æóÃóäúÊõãú ãõÓúáöãõæúäó

íóÇÃóíøåóÇ ÇáäóÇÓõ ÇÊøÞõæúÇ ÑóÈøßõãõ ÇáøÐöí ÎóáóÞóßõãú ãöäú äóÝúÓò æóÇÍöÏóÉò æóÎóáóÞó ãöäúåóÇ ÒóæúÌóåóÇ æóÈóËø ãöäúåõãóÇ ÑöÌóÇáÇð ßóËöíúÑðÇ æóäöÓóÇÁð æóÇÊøÞõæÇ Çááåó ÇáóÐöí ÊóÓóÇÁóáõæúäó Èöåö æóÇúáÃóÑúÍóÇã ó Åöäø Çááåó ßóÇäó Úóáóíúßõãú ÑóÞöíúÈðÇ

íóÇÃóíøåóÇ ÇáøÐöíúäó ÂãóäõæúÇ ÇÊøÞõæÇ Çááåó æóÞõæúáõæúÇ ÞóæúáÇð ÓóÏöíúÏðÇ íõÕúáöÍú áóßõãú ÃóÚúãóÇáóßõãú æóíóÛúÝöÑúáóßõãú ÐõäõæúÈóßõãú æóãóäú íõØöÚö Çááåó æóÑóÓõæúáóåõ ÝóÞóÏú ÝóÇÒó ÝóæúÒðÇ ÚóÙöíúãðÇ¡ ÃóãøÇ ÈóÚúÏõ ...

ÝóÃöäø ÃóÕúÏóÞó ÇáúÍóÏöíúËö ßöÊóÇÈõ Çááåö¡ æóÎóíúÑó ÇáúåóÏúìö åóÏúìõ ãõÍóãøÏò Õóáøì Çááå Úóáóíúåö æóÓóáøãó¡ æóÔóÑø ÇúáÃõãõæúÑö ãõÍúÏóËóÇÊõåóÇ¡ æóßõáø ãõÍúÏóËóÉò ÈöÏúÚóÉñ æóßõáø ÈöÏúÚóÉò ÖóáÇóáóÉð¡ æóßõáø ÖóáÇóáóÉö Ýöí ÇáäøÇÑö.

Kaum muslimin, rahimakumullah.

Di dalam al Qur'an al-karim, Alloh ta'ala menghabarkan tentang salah satu bentuk nikmatNya yaitu berupa "al-hikmah" yang diberikan kepada salah seorang hamba-Nya yang sholeh yang bernama Luqman, seraya berfirman,

æóáóÞóÏú ÂÊóíúäóÇ áõÞúãóÇäó ÇáúÍößúãóÉó

Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmah kepada Luqman. (Qs. Luqman : 12)

Ikhwatal islam,

Setelah Alloh memberikan nikmatNya yang agung ini kepada Luqman, Alloh memerintahkannya agar bersyukur kepada Alloh ta'ala atas kenikmatan yang diterimanya tersebut. Dengan kesyukuran itu Alloh akan memberikan keberkahan, memberikan tambahan kebaikan baginya pada kenikmatan tersebut dan Alloh akan memberikan tambahan karuniaNya kepadanya. Alloh juga memberitahukan kepadanya bahwa syukur orang-orang yang bersyukur atas karunia Alloh ta'ala manfaatnya akan kembali kepada mereka dan bahwa siapa saja yang kafir, yang mengingkari kenikmatanNya, tidak bersyukur kepada Alloh atas karuniaNya, akibatnya akan kembali kepadanya pula. Alloh tidak merasa butuh kepadanya, ia tetap terpuji pada apa yang Dia tentukan dan putuskan. Alloh berfirman,

Ãóäö ÇÔúßõÑú áöáøóåö æóãóäú íóÔúßõÑú ÝóÅöäøóãóÇ íóÔúßõÑõ áöäóÝúÓöåö æóãóäú ßóÝóÑó ÝóÅöäøó Çááøóåó Ûóäöíøñ ÍóãöíÏñ

"Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji." (Qs. Luqman : 13)

Ikhwatal islam

Alloh azza wajalla menyebutkan beberapa hal yang menunjukkan hikmah lukman ini dalam pelajaran/nasehat yang beliau sampaikan kepada putranya. Alloh berfirman,

æóÅöÐú ÞóÇáó áõÞúãóÇäõ áöÇÈúäöåö æóåõæó íóÚöÙõåõ

Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya,

íóÇ Èõäóíøó áóÇ ÊõÔúÑößú ÈöÇááøóåö

"Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah.

Ikhwatal islam,

Luqman melarang anaknya dari mempersekutukan Alloh tuhannya, agar anaknya tidak memalingkan ibadahnya kepada selain Alloh, agar anaknya tidak beribadah kepada selain Alloh di samping beribadah kepada Alloh.
Kemudian, Luqman menjelaskan kepada anaknya alasan atau sebab pelarangannya tersebut, seraya mengatakan :

Åäøó ÇáÔøöÑúßó áóÙõáúãñ ÚóÙöíãñ

sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar."

Ikhwatal islam,

Sesungguhnya orang yang mempersekutukan Alloh, ia telah berbuat kezholiman, karena ia telah meletakkan hak Alloh bukan pada tempatnya. Adapun hak Alloh adalah diibadahi dan tidak disekutukan dengan siapa pun, sebagaimana sabda nabi kita Muhammad shallallohu 'alaihi wasallam yang beliau sampaikan kepada sahabat mulia, Muadz bin Jabal Rodhiyallohu 'anhu, dalam hadis yang diriwayatkan imam Muslim di dalam Shohihnya, beliau bersabda,

ÝÅä ÍÞ Çááå Úáì ÇáÚÈÇÏ Ãä íÚÈÏæå æáÇ íÔÑᑀ Èå ÔíÆÇ

Sesungguhnya hak Alloh atas hamba, yaitu : hendaknya mereka –para hambaNya- menyembah Alloh dan tidak mempersekutukan Alloh dengan sesuatu apapun.

Ikhwatal islam,

Mempersekutukan Alloh adalah tindak kezholiman. Maka jika seorang hamba berbuat zholim, itu berarti ia telah melakukan perkara yang diharamkan oleh Alloh ta'ala karena Alloh ta'ala telah berfirman dalam hadis qudsi,

íóÇ ÚöÈóÇÏöì Åöäøöì ÍóÑøóãúÊõ ÇáÙøõáúãó Úóáóì äóÝúÓöì æóÌóÚóáúÊõåõ Èóíúäóßõãú ãõÍóÑøóãðÇ ÝóáÇó ÊóÙóÇáóãõæÇ

Wahai hamba-hamba-Ku, sesungguhnya aku telah mengharamkan kezhaliman atas diriku, dan aku menjadikan kezholiman itu haram juga di antara kalian. Oleh karena itu, jangan kalian saling berbuat zholim. (HR. Muslim)

Ikhwatal islam,

Mempersekutukan Alloh adalah tindak kezholiman, bahkan merupakan kezholiman yang besar,

öÅäøó ÇáÔøöÑúßó áóÙõáúãñ ÚóÙöíãñ

sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar."

Ikhwatal islam,

Tentu saja, orang yang melakukan kezholiman ini, ia berdosa bahkan kata Alloh ta'ala dalam firmanNya,

æóãóäú íõÔúÑößú ÈöÇááøóåö ÝóÞóÏö ÇÝúÊóÑóì ÅöËúãðÇ ÚóÙöíãðÇ

Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.(an Nisa : 48)

Ikhwatal islam,

Bahkan dosa ini, Alloh tabaroka wata'ala berfirman tentangnya,

Åöäøó Çááøóåó áóÇ íóÛúÝöÑõ Ãóäú íõÔúÑóßó Èöåö æóíóÛúÝöÑõ ãóÇ Ïõæäó Ðóáößó áöãóäú íóÔóÇÁõ

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya.(Qs. An Nisa : 48)

Ini tentu membahayakan pelakunya. Selain itu – kaum muslimin rahimakumullah – ketahuilah bahwa dosa ini pun mengakibatkan banyak kerugian bagi pelakunya.

Ikhwatal islam,

Marilah kita simak beberapa berita yang Alloh tabaroka wata'ala habarkan di dalam kitabNya yang menjelaskan beberapa kerugian bagi pelaku kesyirikan.
Alloh azza wajalla berfirman,

æóãóäú íõÔúÑößú ÈöÇááøóåö ÝóÞóÏú Öóáøó ÖóáóÇáðÇ ÈóÚöíÏðÇ

Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya". (QS. An-Nisa: 116)

Dalam ayat yang lain, Alloh azza wajalla berfirman,

æóáóÞóÏú ÃõæÍöíó Åöáóíúßó æóÅöáóì ÇáøóÐöíäó ãöäú ÞóÈúáößó áóÆöäú ÃóÔúÑóßúÊó áóíóÍúÈóØóäøó Úóãóáõßó æóáóÊóßõæäóäøó ãöäó ÇáúÎóÇÓöÑöíäó

Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu. "Jika kamu mempersekutukan (Alloh), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi. (QS. Az-Zumar: 65).

Dalam ayatnya yang lain, Alloh azza wajalla berfirman,

Åöäøóåõ ãóäú íõÔúÑößú ÈöÇááøóåö ÝóÞóÏú ÍóÑøóãó Çááøóåõ Úóáóíúåö ÇáúÌóäøóÉó æóãóÃúæóÇåõ ÇáäøóÇÑõ æóãóÇ áöáÙøóÇáöãöíäó ãöäú ÃóäúÕóÇÑò

"Sesungguhnya barang siapa menyekutukan Allah, maka pasti Allah mengharamkan Surga baginya dan tempatnya adalah neraka, dan tidak ada bagi orang-orang zhalim itu seorang penolong pun". (QS. Al-Maidah: 72).

Ikhwatal islam,

Tidak diragukan bahwa seorang yang sesat ia merugi, karena ia tidak sampai kepada tujuannya. Demikian pula orang yang beramal namun ia menyekutukan Alloh ta'ala dalam amalnya tersebut, ia telah susuh payah meluangkan waktu, tenaga atau hartanya namun ternyata amalnya tersebut tidak memberikan faedah sedikitpun kepadanya, amalnya tersebut tidak menghasilkan balasan kebaikan sedikitpun yang dapat ia nikmati.

Dan, demikian pula – tidak diragukan – bahwa merupakan kerugian jika seseorang diharamkan masuk ke dalam Surga padahal di dalamnya terdapat banyak kenikmatan yang Alloh mensifatinya dengan firmanNya,

ÝöíåóÇ ãóÇ ÊóÔúÊóåöí ÃóäúÝõÓõßõãú æóáóßõãú ÝöíåóÇ ãóÇ ÊóÏøóÚõæäó

di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta. (Qs. Fushilat : 31)

Bahkan, - ikhwatal islam- kerugian yang nyata bila seseorang dimasukkan oleh Alloh ta'ala ke dalam Neraka.
Ikhwatal islam, bagaimana tidak merugi, sementara di dalam Neraka itu terdapat siksa Alloh yang amat sangat pedih, sebagaimana di gambarkan dalam al-Qur'an dalam beberapa ayatNya misalnya, Alloh berfirman,

ÝóÇáøóÐöíäó ßóÝóÑõæÇ ÞõØøöÚóÊú áóåõãú ËöíóÇÈñ ãöäú äóÇÑò íõÕóÈøõ ãöäú ÝóæúÞö ÑõÁõæÓöåöãõ ÇáúÍóãöíãõ

Maka orang kafir akan dibuatkan untuk mereka pakaian-pakaian dari api neraka. Disiramkan air yang sedang mendidih ke atas kepala mereka.” (QS. Al-Hajj: 19)

íõÕúåóÑõ Èöåö ãóÇ Ýöí ÈõØõæäöåöãú æóÇáúÌõáõæÏõ

“Dengan air itu dihancur luluhkan segala apa yang ada dalam perut mereka dan juga kulit (mereka).” (QS. Al-Hajj: 20)

æóáóåõãú ãóÞóÇãöÚõ ãöäú ÍóÏöíÏò

“Dan untuk mereka cambuk-cambuk dari besi.” (QS. Al-Hajj: 21)

ßõáøóãóÇ ÃóÑóÇÏõæÇ Ãóäú íóÎúÑõÌõæÇ ãöäúåóÇ ãöäú Ûóãøò ÃõÚöíÏõæÇ ÝöíåóÇ æóÐõæÞõæÇ ÚóÐóÇÈó ÇáúÍóÑöíÞö

“Setiap kali mereka hendak keluar dari neraka lantaran kesengsaraan mereka, niscaya mereka dikembalikan ke dalamnya. (Kepada mereka dikatakan): "Rasailah adzab yang membakar ini".” (QS. Al-Hajj: 22)

ßõáøóãóÇ äóÖöÌóÊú ÌõáõæÏõåõãú ÈóÏøóáúäóÇåõãú ÌõáõæÏðÇ ÛóíúÑóåóÇ áöíóÐõæÞõæÇ ÇáúÚóÐóÇÈó

Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan adzab.” (QS. Al-Nisa’: 56)

ÝóíóæúãóÆöÐò áóÇ íõÚóÐøöÈõ ÚóÐóÇÈóåõ ÃóÍóÏñ

“Maka pada hari itu tiada seorang pun yang menyiksa seperti siksa-Nya,” (QS. Al-Fajr: 25).

ÑóÈøóäóÇ ÇÕúÑöÝú ÚóäøóÇ ÚóÐóÇÈó Ìóåóäøóãó Åöäøó ÚóÐóÇÈóåóÇ ßóÇäó ÛóÑóÇãðÇ

"Ya Tuhan kami, jauhkan azab jahannam dari kami, sesungguhnya azabnya itu adalah kebinasaan yang kekal." ( Qs. Al-Furqon : 65)

ÃÞæá Þæáí åÐÇ æ ÃÓÛÝÑ Çááå áí æáßã

Khutbah kedua :

ÇáÍãÏ ááå Úáì ÝÖáå æÅÍÓÇäå æÃÔßÑå Úáì ÊæÝíÞå æÇãÊäÇäå æÃÔåÏ Ãä áÇ Åáå ÅáÇ Çááå æÍÏå áÇ ÔÑíß áå æÃÔåÏ Ãä ãÍãÏÇð ÚÈÏå æÑÓæáå Õáì Çááå Úáíå æÚáì Âáå æÃÕÍÇÈå æÓáã ÊÓáíãðÇ ßËíÑÇð ÃãÇ ÈÚÏ :

Ibadalloh, bertaqwalah kepada Alloh di mana saja kalian berada. Berbekallah kalian dengannya, karena ia adalah sebaik-baik bekal dalam mengarungi perjalan hidup kita di dunia ini menuju kehidupan abadi di akhirat kelak.

æóÊóÒóæøóÏõæÇ ÝóÅöäøó ÎóíúÑó ÇáÒøóÇÏö ÇáÊøóÞúæóì æóÇÊøóÞõæäö íóÇ Ãõæáöí ÇáúÃóáúÈóÇÈö

Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal. Demikianlah Alloh berpesan kepada kita dalam Surat al-Baqoroh ayat 197.

Ikhwatal islam,

Setelah Luqman memerintahkan anaknya agar menunaikan Hak Alloh ta'ala dengan cara meninggalkan perbuatan syirik, lalu dia memerintahkan kepada anaknya supaya menunaikan hak kedua orang tua.

æóæóÕøóíúäóÇ ÇáúÅöäúÓóÇäó ÈöæóÇáöÏóíúåö

Dan Kami perintahkan kepada manusia, Kami wajibkan kepadanya dan Kami jadikannya sebgai wasiat baginya (yaitu ) " (berbuat baik) kepada kedua orang ibu-bapanya.

Kemudian, Dia menjelaskan perkara yang mana hal itu merupakan salah satu sebab terkuat yang mengharuskan seseorang berbuat baik kepada kedua orang tuanya terutama adalah kepada ibunya,

ÍóãóáóÊúåõ Ãõãøõåõ æóåúäðÇ Úóáóì æóåúäò æóÝöÕóÇáõåõ Ýöí ÚóÇãóíúäö

ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun.

Wahai orang-orang yang telah dilahirkan oleh ibunya… berbuat baiklah kepada orang tua kalian, terutama ibu kalian, mereka telah berjasa banyak kepada kalian; mereka mengandung kalian dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah. Mereka telah mengandung kalian untuk waktu yang tidak singkat, ibu kalian telah mengandung kalian dengan susah payah, dan melahirkan kalian dengan susah payah (pula) dengan perjuangan yang luar biasa, mereka telah memberikan asupan terbaik kepada kalian berupa air susu yang Alloh karuniakan kepadanya. Mereka telah menjaga kalian, pagi, siang, sore dan malam. Bahkan, mereka-ibu-ibu kalian sering kali harus bergadang di tengah malam demi kalian. Dan seabreg jasa kebaikan lainnya yang ia berikan kepada kalian yang sungguh amat besar lagi amat banyak untuk disebutkan.

Ingat lah bahwa kesemuanya itu adalah nikmat dari Alloh ta'ala pada asalnya,

æóãóÇ Èößõãú ãöäú äöÚúãóÉò Ýóãöäó Çááøóåö

Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah-lah (datangnya),
Demikian Alloh habarkan dalam kitabNya surat an Nahl ayat 53.

Oleh karena itu, bersyukurlah kepada Alloh, dengan melakukan ibadah kepadaNya dan tidak menyekutukanNya dengan sesuatupun, dengan menunaikan hak-hakNya dan tidak menggunakan nikmat-nikmatNya untuk mendurhakaiNya. Demikian juga, hendaklah anda bersyukur kepada dua ibu bapak anda, karena mereka menjadi sebab atau perantara sampainya nikmat Alloh kepada anda.

Ikhwatal islam,

Adapun cara anda bersyukur kepada mereka-kedua orang tua anda–di antaranya adalah - dengan berbuat baik kepada mereka dengan perkataan yang lembut, ucapan yang santun, mendoakan kebaikan untuk mereka, bersikap rendah hati kepada mereka, memuliakan dan menghormati mereka, memberi mereka nafkah dan menjauhi perbuatan buruk terhadap mereka dari segala sisi dengan perkataan dan perbuatan.

Itu adalah pesan Alloh kepada kita di mana kita akan dimintai pertanggungjawabannya di akhirat kelak, apakah kita telah melaksanakannya, lalu Alloh akan memberi kita balasan yang berlipat ganda, atau apakah sebaliknya, kita menyia-nyiakan, lalu Alloh menyiksa kita dengan siksaan yang sangat buruk. Na'udzubillahi mindzalik. Alloh berfirman,

Ãóäö ÇÔúßõÑú áöí æóáöæóÇáöÏóíúßó Åöáóíøó ÇáúãóÕöíÑõ

Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.

Ikhwatal islam,

Meskipun Alloh ta'ala memerintahkan kepada kita agar berbuat baik kepada orang tua, yang berkonsekwensi pada mentaati perintah orang tua kita. Namun, Alloh memberikan batasan dalam firmanNya,

æóÅöäú ÌóÇåóÏóÇßó Úóáóì Ãóäú ÊõÔúÑößó Èöí ãóÇ áóíúÓó áóßó Èöåö Úöáúãñ ÝóáóÇ ÊõØöÚúåõãóÇ

Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mematuhi keduanya.

Ikhwatal islam,
Jadi, apabila orang tua kita menyuruh kita atau bahkan mamaksa kita untuk melakukan kemaksiatan atau kesyirikan yang mana ini adalah kemaksiatan kepada Alloh yang terbesar, maka kita dilarang oleh Alloh mematuhi kedua orang tua kita. Dan, tidaklah dikatakan bahwa ketidakpatuhan kita tersebut merupakan kedurhakaan kepada orang tua. Oleh karenanya, janganlah sekali-kali kita mengira bahwa kepatuhan kita kepada orang tua atas perintahnya untuk melakukan kemaksiatan kepada Alloh, melakukan kesyirikan kepada Alloh termasuk berbuat baik kepada keduanya ; sebab hak Alloh harus lebih diutamakan atas semua orang, dan tidak ada kepatuhan kepada makhluq dalam kemaksiatan terhadap kholiq, Alloh azza wajalla.

Ikhwatal islam,

Meski demikian, hal ini bukan merupakan penghalang bagi kita untuk tetap berbuat baik kepada orang tua kita. Oleh karenanya, Alloh kemudian berfirman,

æóÕóÇÍöÈúåõãóÇ Ýöí ÇáÏøõäúíóÇ ãóÚúÑõæÝðÇ æóÇÊøóÈöÚú ÓóÈöíáó ãóäú ÃóäóÇÈó Åöáóíøó Ëõãøó Åöáóíøó ãóÑúÌöÚõßõãú ÝóÃõäóÈøöÆõßõãú ÈöãóÇ ßõäúÊõãú ÊóÚúãóáõæäó

dan pergaulilah keduanya(kedua orang tua kita) di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.

Ikhwatal islam,

Selanjutnya Luqman memberi nasehat kepada anaknya beberapa perkata ; yaitu :

1. Mengingatkannya akan adanya balasan Alloh atas amal yang dilakukan oleh hambanya seberapapun besar kecilnya amal tersebut.

2. Luqman memerintahkan kepada anaknya agar mendirikan sholat, memerintahkan yang ma'ruf dan mencegah yang mungkar, serta bersabar terhadap apa yang menimpanya.

3. Luqman melarang anaknya agar tidak memalingkan mukanya dari manusia (karena sombong)

4. Luqman melarang anaknya agar dia tidak berjalan di muka bumi dengan angkuh, dengan sombong, berbangga dengan berbagai nikmat, seraya melupakan Sang Maha Pemberi nikmat, yaitu Alloh azza wajalla.

5. Luqman mengingatkan anaknya bahwa Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.

6. Luqman memerintahkan anaknya agar sederhana dalam berjalan (berjalan dengan tawadhu'(merendahkan diri), berjalan dengan tenang.

7. Luqman memerintahkan anaknya agar melunakkan suaranya saat berbicara sebagai etika terhadap orang lain dan Alloh ta'ala.

Ikhwatal islam,

Itulah beberapa wasiat Luqman, seorang hamba Alloh yang sholeh yang telah diberi kenikmatan berupa " Hikmah " oleh Alloh yang Alloh berikan kepada siapa saja dari hamba-hambaNya yang dikehendakiNya.

íõÄúÊöí ÇáúÍößúãóÉó ãóäú íóÔóÇÁõ æóãóäú íõÄúÊó ÇáúÍößúãóÉó ÝóÞóÏú ÃõæÊöíó ÎóíúÑðÇ ßóËöíÑðÇ æóãóÇ íóÐøóßøóÑõ ÅöáøóÇ Ãõæáõæ ÇáúÃóáúÈóÇÈö

Allah menganugerahkan al hikmah kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah). ( Qs. Al-baqoroh : 269 ). Semoga kita dapat mengambil pelajarannya.

Ikhwatal islam, rahimakumulloh

Ketahuilah bahwa salah sutu perkara yang dianjurkan kepada kita -ummat nabi Muhammad shallallohu 'alaihi wasallam- adalah memperbanyak shalawat untuk nabi kita Muhammad shallallohu 'alaihi wasallam di hari Jumat, di hari yang kita tengah berada di dalamnya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Åöäøó ãöäú ÃóÝúÖóáö ÃóíøóÇãößõãú íóæúãó ÇáúÌõãõÚóÉö ÝóÃóßúËöÑõæÇ Úóáóìøó ãöäó ÇáÕøóáÇóÉö Ýöíåö ÝóÅöäøó ÕóáÇóÊóßõãú ãóÚúÑõæÖóÉñ Úóáóìøó

“Sesungguhnya di antara hari yang paling utama adalah hari Jumat, karena itu perbanyaklah membaca shalawat untukku. Sesungguhnya shalawat kalian ditampakkan kepadaku.(HR. Abu Dawud)

Oleh karena itu, khotib mengajak diri khotib pribadi dan jamaah sekalian, marilah kita perbanyak sholawat kita kepada nabi Muhamammad shallallohu 'alaihi wasallam di hari yang utama ini.

Çááåã Õá Úáì ãÍãÏ æÚáì Âá ãÍãÏ ßãÇ ÕáíÊ Úáì ÅÈÑÇåíã æÚáì Âá ÅÈÑÇåíã Åäß ÍãíÏ ãÌíÏ¡ Çááåã ÈÇÑß Úáì ãÍãÏ æÚáì Âá ãÍãÏ ßãÇ ÈÇÑßÊ Úáì ÅÈÑÇåíã æÚáì Âá ÅÈÑÇåíã Åäß ÍãíÏ ãÌíÏ.

Çááåã ÇÛÝÑ ááãÄãäíä æÇáãÄãäÇÊ æÇáãÓáãíä æÇáãÓáãÇÊ ÇáÃÍíÇÁ ãäåã æÇáÃãæÇÊ Åäß ÓãíÚ ÞÑíÈ ãÌíÈ ÇáÏÚæÇÊ.

ÑÈäÇ áÇ ÊÒÛ ÞáæÈäÇ ÈÚÏ ÅÐ åÏíÊäÇ æåÈ áäÇ ãä áÏäß ÑÍãÉ Åäß ÃäÊ ÇáæåÇÈ.

ÑÈäÇ áÇ ÊÌÚáäÇ ÝÊäÉ ááÐíä ßÝÑæÇ æÇÛÝÑáäÇ ÑÈäÇ Åäß ÃäÊ ÇáÚÒíÒ ÇáÍßíã.

ÑÈäÇ ÂÊäÇ Ýí ÇáÏäíÇ ÍÓäÉ æÝí ÇáÂÎÑÉ ÍÓäÉ æÞäÇ ÚÐÇÈ ÇáäÇÑ. æÇáÍãÏ ááå ÑÈ ÇáÚÇáãíä.

Hikmah Al-Quran & Mutiara Hadits : index.php
Versi Online : index.php/?pilih=lihatkhutbah&id=334