Artikel : Hikmah Al-Quran & Mutiara Hadits
Di Antara Dua Hujan Yang Menjadi Sumber Kehidupan
Rabu, 13 Juli 11

Khutbah Pertama

Amma ba’du :

Wahai umat Islam yang ada di tanah suci! Wahai umat Islam yang ada di belahan bumi bagian timur dan bagian barat! Bertakwalah kepada Allah Subhanahu Wata’ala, taat kepadaNya, bertaubatlah kepadaNya dan memohon ampunan kepadaNya. Karena takwa adalah pakaian terbaik.


æóáöÈóÇÓõ ÇáÊøóÞúæóì Ðóáößó ÎóíúÑñ

Dan pakaian taqwa itulah yang paling baik. (QS. Al-A’raf :26)

Dan orang yang bertakwa adalah orang yang paling baik.


Åöäøó ÃóßúÑóãóßõãú ÚöäÏó Çááåö ÃóÊúÞóÇßõãú

Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa di antara kamu. (QS. Al-Hujurat :13)

Barangsiapa yang menginginkan kejayaan dan keberuntungan, menghendaki kebaikan dan keshalihan, dan mengharapkan bimbingan dan kesuksesan, ia harus bertakwa kepada Allah Subhanahu Wata’ala. Takwa kepada Allah adalah jalan keluar dari segala kesulitan dan celah keselamatan dari segala himpitan. Takwa kepada Allah adalah pengaman dari bencana dan penyelamat dari petaka. Takwa kepada Allah Subhanahu Wata’ala adalah pelindung dari fitnah dan pembebas dari musibah.

Ingat, sesungguhnya takwa adalah kejayaan dan kemuliaan
Dan cinta anda pada dunia adalah kekalahan dan penderitaan
Seorang hamba yang bertakwa tidak punya satu pun kekurangan
Jika ia bisa benar-benar bertakwa, meskipun ia berprofesi sebagai tukang jahit atau tukang bekam

Ayyuhal muslimun! Sesungguhnya Allah Subhanahu Wata’ala menciptakan anda untuk tujuan sangat penting dan perkara yang sangat besar, yaitu mengabdi kepadaNya. Allah berfirman :


æóãóÇÎóáóÞúÊõ ÇáúÌöäøó æóÇúáÅöäÓó ÅöáÇøóáöíóÚúÈõÏõæäö

Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku. (QS.Adz-Dzariat :56)

Siapakah yang menciptakan anda selain Allah ? Siapakah yang menjamin rizki anda selain Allah ? Siapakah yang memelihara sepanjang malam dan siang hari selain Allah ?

Sungguh aneh, bagaimana mungkin Tuhan didurhakai
Atau bagaimana mungkin Dia diingkari oleh seseorang
Padahal dalam setiap gerakan dan diam
Selalu ada saksi yang bersaksi untuk Allah
Dan pada segala sesuatu ada tanda-tanda bagiNya
Yang menunjukkan bahwa Dia Maha Esa

Ibadallah! Jangan sekali-kali anda lalai pada rahasia ciptaan Allah di dalam hidup ini. Allah Subhanahu Wata’ala berfirman:


ÝóáÇó ÊóÛõÑøóäøóßõãõ ÇáúÍóíóÇÉõ ÇáÏøõäúíóÇ æóáÇóíóÛõÑøóäøóßõãú ÈöÇááåö ÇáúÛõÑõæÑõ

Maka sekali-kali janganlah kehidupan dunia memperdayakan kamu dan sekali-kali janganlah syaitan yang pandai menipu, memperdayakan kamu tentang Allah. (QS. Fathir :5)

Sungguh, demi Allah, jika manusia mengetahui untuk apa mereka diciptakan
Niscaya mereka tidak bisa berbaring dan tidur dengan nyenyak
Sungguh mereka diciptakan untuk suatu urusan
Jika mata hati mereka melihatnya
Niscaya mereka akan bingung dan linglung
Kematian, kuburan, lalu berkumpul di padang mahsyar
Lalu teguran dan huru-hara yang maha dahsyat
Manusia telah berbuat untuk mengantisipasi Hari Kiamat
Mereka menunaikan shalat dan puasa karena takut padanya
Sementara jika kita diperintah atau dicegah
Kita seperti Ashabul Kahfi terjaga tapi tidur

Wahai hamba-hamba Allah, Ibadallah! Sesungguhnya Allah melimpahkan nikmatNya kepada hamba-hambaNya agar dapat membantu mereka dalam beribadah dan mendekatkan diri kepadaNya. Tapi jika mereka menggunakannya untuk durhaka kepadaNya, mengabaikan hak-hakNya, melalaikan perintah-perintahNya, dan meremehkan larangan-laranganNya, Allah akan mengubah keadaan mereka, sebagai balasan yang setimpal. Dan Allah tidak pernah berlaku zalim kepada hamba-hambaNya.


Åöäøó Çááåó áÇóíõÛóíøöÑõ ãóÇÈöÞóæúãò ÍóÊøóì íõÛóíøöÑõæÇ ãóÇÈöÃóäÝõÓöåöãú æóÅöÐó ÃóÑóÇÏó Çááåõ ÈöÞóæúãò ÓõæÁðÇ ÝóáÇó ãóÑóÏøó áóåõ æóãóÇáóåõã ãøöä Ïõæäöåö ãöäú æóÇáò

Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia. (QS.Ar-Ra’du :11)


Ðóáößó ÈöÃóäøó Çááåó áóãú íóßõ ãõÛóíøöÑðÇ äøöÚúãóÉð ÃóäúÚóãóåóÇ Úóáóì Þóæúãò ÍóÊøóì íõÛóíøöÑõæÇ ãóÇÈöÃóäÝõÓöåöãú æóÃóäøó Çááåó ÓóãöíÚñ Úóáöíãñ

Yang demikian (siksaan) itu adalah karena sesungguhnya Allah sekali-kali tidak akan merubah suatu nikmat yang telah dianugerahkan-Nya kepada sesuatu kaum, pada diri mereka sendiri, dan sesungguhnya Allah Maha Pendengar lagi Maha Pengetahui. (QS. Al-Anfal :53)

Jika manusia merubah ketaatan dengan kemaksiatan, kebenaran dengan kebatilan, kebaikan dengan kemungkaran maka Allah akan merubah kekayaan mereka dengan kemiskinan, kemuliaan dengan kehinaan, kekuatan dengan kelemahan dan kekalahan, ilmu pengetahuan dengan kebodohan, keamanan dengan ketakutan, kebahagiaan dengan kegelisahan dan kerisauan, kenikmatan dengan hukuman, hujan dengan kekeringan, kemudahan dengan kesulitan.

Setiap bencana yang turun dari Allah tentu akibat perbuatan dosa, kelalaian dalam menjalankan kewajiban, kedurhakaan kepada Allah, dan memperturutkan hawa nafsu. Allah Subhanahu Wata’ala berfirman:


æóãóÂÃóÕóÇÈóßõã ãøöä ãøõÕöíÈóÉò ÝóÈöãóÇ ßóÓóÈóÊú ÃóíúÏöíßõãú æóíóÚúÝõæÇ Úóä ßóËöíÑò

Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu). (QS. Asy-Syuraa :30)


ÃóæóáóãøóÂÃóÕóÇÈóÊúßõã ãøõÕöíÈóÉõõ ÞóÏú ÃóÕóÈúÊõã ãøöËúáóíúåóÇ ÞõáúÊõãú Ãóäøóì åóÐóÇ Þõáú åõæó ãöäú ÚöäÏö ÃóäÝõÓößõãú Åöäøó Çááåó Úóáóì ßõáøö ÔóíúÁò ÞóÏöíÑõõ

Dan mengapa ketika kamu ditimpa musibah (pada peperangan Uhud), padahal kamu telah menimpakan kekalahan dua kali lipat kepada musuh-musuhmu (pada peperangan Badar) kamu berkata:"Dari mana datangnya (kekalahan) ini" Katakanlah:"Itu dari (kesalahan) dirimu sendiri". Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS. Ali-Imron :165)

Kurangnya hujan, keringnya sumber air, maraknya kekeringan, kelaparan dan kemiskinan yang menimpa umat Islam di berbagai belahan dunia tidak lain disebabkan karena dosa-dosa mereka, maraknya kemaksiatan di antara mereka, dan banyaknya kemungkaran di dalam masyarakat. Maka kesulitan, bencana, kekeringan, dan kelaparan yang menimpa mereka tidak bisa dihilangkan kecuali dengan membimbing mereka ke jalan Tuhan, mengajak mereka kembali kepada agama, bertaubat dan memperbanyak istigfar untuk memohon ampun atas kelalaian mereka.

Wahai umat Islam! Allah Subhanahu Wata’ala telah menurunkan dua macam hujan kepada manusia.

Hujan yang pertama adalah hujan hati dan ruhani. Yaitu dengan menurunkan wahyu kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Hujan ini adalah sumber kehidupan hati dan kejernihan ruhani, di samping menjadi penentu kebahagiaan hidupnya di dunia dan Akhirat. Hujan inilah yang sejatinya dari diri manusia sekarang. Bahkan kebutuhan mereka akan hujan ini jauh lebih penting dan lebih besar dibanding hujan jenis kedua, yaitu hujan air ke bumi.

Ayyuhal muslimun! Anda semua keluar dari rumah untuk meminta hujan kepada Tuhan. Sesungguhnya sudah sepatutnya kita lebih memperhatikan hujan hati dan ruhani. Karena hujan jenis inilah yang menentukan kebahagiaan hidup kita di dunia dan di Akhirat, serta keberhasilan kita mendapatkan hujan yang lain. Allah Subhanahu Wata’ala berfirman :


æóáóæú Ãóäøó Ãóåúáó ÇáúÞõÑóì ÁóÇãóäõæÇ æóÇÊøóÞóæúÇ áóÝóÊóÍúäóÇ Úóáóíúåöã ÈóÑóßóÇÊò ãøöäó ÇáÓøóãóÂÁö æóÇúáÃóÑúÖö

Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi. (QS. Al-A’raf :96)

Ibadallah! Terhentinya kuncuran air dari langit antara lain disebabkan karena kelalaian manusia dalam menjalankan ketaatan kepada Tuhan, kekerasan hati mereka akibat tumpukan noda-noda dosa dan maksiat, ketidak seriusan mereka dalam menunaikan iman dan takwa, serta kealpaan mereka dalam menunaikan shalat dan zakat.

Hal ini yang menghambat turunnya hujan adalah keengganan banyak orang untuk bertaubat dan memohon ampun kepada Allah. Dan kedua hal ini merupakan faktor terpenting yang memudahkan turunnya hujan. Allah Subhanahu Wata’ala berfirman melalui Nuh ‘Alaihissalam.


ÝóÞõáúÊõ ÇÓúÊóÛúÝöÑõæÇ ÑóÈøóßõãú Åöäøóåõ ßóÇäó ÛóÝøóÇÑðÇ íõÑúÓöáö ÇáÓøóãóÂÁó Úóáóíúßõã ãøöÏúÑóÇÑðÇ æóíõãúÏöÏúßõã ÈöÃóãúæóÇáò æóÈóäöíäó æóíóÌúÚóá áøóßõãú ÌóäøóÇÊò æóíóÌúÚóá áøóßõãú ÃóäúåóÇÑðÇ

Maka aku katakan kepada mereka:"Mohonlah ampun kepada Rabbmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai. (QS. Nuh :12)

Dan Allah berfirman melalui Hud ‘Alaihissalam:


æóíóÇÞóæúãö ÇÓúÊóÛúÝöÑõæÇ ÑóÈøóßõãú Ëõãøó ÊõæÈõæÇ Åöáóíúåö íõÑúÓöáö ÇáÓøóãóÂÁó Úóáóíúßõã ãøöÏúÑóÇÑðÇ æóíóÒöÏúßõãú ÞõæøóÉð Åöáóì ÞõæøóÊößõãú æóáÇóÊóÊóæóáøõæÇ ãõÌúÑöãöíäó

Dan (dia berkata):"Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Rabbmu lalu tobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa". (QS. Hud :52)

Ibadallah! Bertakwalah kepada Allah Subhanahu Wata’ala. Ketahuilah bahwa minta hujan tidak bisa dilakukan hanya dengan mengandalkan hati yang lalai dan akal yang alpa. Upaya ini menuntut adanya pembaharuan kontrak dengan Allah, pembukaan lembaran kehidupan yang baru yang dipenuhi ketaatan dan jauh dari kemaksiatan, serta perbaikan menyeluruh dalam segala aspek kehidupan. Karena kebutuhan umat untuk meminta pertolongan melalui perbuatan dan karya nyata tidak lebih kecil dari pada kebutuhannya untuk meminta pertolongan melalui ucapan dan doa.

Tetapi meskipun ada banyak kecerobohan yang dilakukan, ampunan Allah sangatlah luas. Rahmat Allah meliputi segala sesuatu dan ampunannya meliputi semua orang yang bertaubat. Setiap ada perkara yang sempit, Allah selalu menyediakan jalan keluar darinya. Dan setiap ada masalah yang berat, Allah selalu menyediakan peluang untuk meringankannya. Allah selalu mengundang anda untuk bertaubat dan kembali ke jalan yang benar. Dan dia selalu meminta anda untuk memanjatkan doa dan memohon ampun.

Allah Subhanahu Wata’ala berfirman:


Þõáú íóÇÚöÈóÇÏöí ÇáøóÐöíäó ÃóÓúÑóÝõæÇ Úóáóì ÃóäÝõÓöåöãú áÇóÊóÞúäóØõæÇ ãöä ÑøóÍúãóÉö Çááåö Åöäøó Çááåó íóÛúÝöÑõ ÇáÐøõäõæÈó ÌóãöíÚðÇ Åöäøóåõ åõæó ÇáúÛóÝõæÑõ ÇáÑøóÍöíãõ æóÃóäöíÈõæÇ Åöáóì ÑóÈøößõãú æóÃóÓúáöãõæÇ áóåõ ãöä ÞóÈúáö Ãóä íóÃúÊöíóßõãõ ÇáúÚóÐóÇÈõ Ëõãøó áÇóÊõäÕóÑõæäó

Katakanlah:"Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah.Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya.Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.Dan kembalilah kamu kepada Rabbmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi). (QS. Az-Zumar :54)


æóÅöäøöí áóÛóÝøóÇÑñ áøöãóä ÊóÇÈó æóÁóÇãóäó æóÚóãöáó ÕóÇáöÍðÇ Ëõãøó ÇåúÊóÏóì

Dan sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi orang yang bertaubat, beriman, beramal saleh, kemudian tetap di jalan yang benar. (QS. Thahaa :82)


Ãóãøóä íõÌöíÈõ ÇáúãõÖúØóÑøó ÅöÐóÇ ÏóÚóÇåõ æóíóßúÔöÝõ ÇáÓøóæÁó æóíóÌúÚóáõßõãú ÎõáóÝóÂÁó ÇúáÃóÑúÖö ÃóÁöáóåñ ãøóÚó Çááåö ÞóáöíáÇð ãøóÇÊóÐóßøóÑõæäó

Atau siapakah yang memperkenankan (do'a) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdo'a kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi?Apakah di samping Allah ada ilah (yang lain)? Amat sedikitlah kamu mengingati(Nya). (QS. An-Naml :62)


æóÞóÇáó ÑóÈøõßõãõ ÇÏúÚõæäöí ÃóÓúÊóÌöÈú áóßõãú

Dan Rabbmu berfirman:"Berdo'alah kepada-Ku,niscaya akan Ku-perkenankan bagimu. (QS. Al-Mu’min :60)


æóÅöÐóÇ ÓóÃóáóßó ÚöÈóÇÏöí Úóäøöí ÝóÅöäøöí ÞóÑöíÈñ ÃõÌöíÈõ ÏóÚúæóÉó ÇáÏøóÇÚö ÅöÐóÇ ÏóÚóÇäö ÝóáúíóÓúÊóÌöíÈõæÇ áöí æóáúíõÄúãöäõæÇ Èöí áóÚóáøóåõãú íóÑúÔõÏõæäó

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang mendoa apabila ia berdoa kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)-Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. (QS. Al-Baqarah :186)


ÇÏúÚõæÇ ÑóÈøóßõãú ÊóÖóÑøõÚðÇ æóÎõÝúíóÉð Åöäøóåõ áÇóíõÍöÈøõ ÇáúãõÚúÊóÏöíäó æóáÇóÊõÝúÓöÏõæÇ Ýöí ÇúáÃóÑúÖö ÈóÚúÏó ÅöÕúáÇóÍöåóÇ æóÇÏúÚõæåõ ÎóæúÝðÇ æóØóãóÚðÇ Åöäøó ÑóÍúãóÊó Çááåö ÞóÑöíÈñ ãøöäó ÇáúãõÍúÓöäöíäó

Berdo'alah kepada Rabbmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdo'alah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik. (QS. Al-A’raf :55-56)


æóåõæóÇáøóÐöí íõäóÒøöáõ ÇáúÛóíúËó ãöä ÈóÚúÏö ãóÇÞóäóØõæÇ æóíóäÔõÑõ ÑóÍúãóÊóåõ æóåõæó Çáúæóáöíøõ ÇáúÍóãöíÏõ

Dan Dialah Yang menurunkan hujan sesudah mereka berputus asa dan menyebarkan rahmat-Nya.Dan Dialah Yang Maha Pelindung lagi Maha Terpuji. (QS. Asy-Syura :28)


ÃóÝóÑóÁóíúÊõãõ ÇáúãóÂÁó ÇáøóÐöí ÊóÔúÑóÈõæä ÁóÃóäÊõãú ÃóäÒóáúÊõãõæåõ ãöäó ÇáúãõÒúäö Ãóãú äóÍúäõ ÇáúãõäÒöáõæäó áóæú äóÔóÂÁõ ÌóÚóáúäóÇåõ ÃõÌóÇÌðÇ ÝóáóæúáÇó ÊóÔúßõÑõæäó

Maka terangkanlah kepadaku tentang air yang kamu minum. Kamukah yang menurunkannya dari awan ataukah Kami yang menurunkan, Kalau kami kehendaki niscaya Kami jadikan dia asin, maka mengapakah kamu tidak bersyukur (QS. Al-Waqi’ah :70)


Þõáú ÃóÑóÁóíúÊõãú Åöäú ÃóÕúÈóÍó ãóÂÄõßõãú ÛóæúÑðÇ Ýóãóä íóÃúÊöíßõã ÈöãóÂÁò ãøóÚöíäò

Katakanlah:"Terangkanlah kepadaku jika sumber air kamu menjadi kering; maka siapakah yang akan mendatangkan air yang mengalir bagimu?". (QS. Al-Mulk :30)


æóäóÒøóáúäóÇ ãöäó ÇáÓøóãóÂÁö ãóÂÁð ãõÈóÇÑóßðÇ ÝóÃóäÈóÊúäóÇ Èöåö ÌóäøóÇÊò æóÍóÈøó ÇáúÍóÕöíÏö æóÇáäøóÎúáó ÈóÇÓöÞóÇÊò áøóåóÇ ØóáúÚñ äøóÖöíÏñ ÑöÒúÞðÇ áöáúÚöÈóÇÏö æóÃóÍúíóíúäóÇ Èöåö ÈóáúÏóÉð ãøóíúÊðÇ ßóÐóáößó ÇáúÎõÑõæÌõ

Dan Kami turunkan dari langit air yang banyak manfa'atnya lalu Kami tumbuhkan dengan air itu pohon-pohon dan biji-biji tanaman yang diketam, Dan pohon kurma yang tinggi-tinggi yang mempunyai mayang yang bersusun-susun, Untuk menjadi rezki bagi hamba-hamba (Kami), dan Kami hidupkan dengan air itu tanah yang mati (kering).Seperti itulah terjadinya kebangkitan. (QS. Qaaf :9-11)


æóÃóÑúÓóáúäóÇ ÇáÑøöíóÇÍó áóæóÇÞöÍó ÝóÃóäÒóáúäóÇ ãöäó ÇáÓøóãóÂÁö ãóÂÁð ÝóÃóÓúÞóíúäóÇßõãõæåõ æóãóÂÃóäÊõãú áóåõ ÈöÎóÇÒöäöíäó

Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan (tumbuh-tumbuhan) dan Kami turunkan hujan dari langit, lalu Kami beri minum kamu dengan air itu,dan sekali-kali bukanlah kamu yang menyimpannya. (QS. Al-Hijr :22)


æóåõæó ÇáøóÐöí ÃóÑúÓóáó ÇáÑøöíóÇÍó ÈõÔúÑðÇ Èóíúäó íóÏóíú ÑóÍúãóÊöåö æóÃóäÒóáúäóÇ ãöäó ÇáÓøóãóÂÁö ãóÂÁð ØóåõæÑðÇ áøöäõÍúíöìó Èöåö ÈóáúÏóÉð ãøóíúÊðÇ æóäõÓúÞöíóåõ ãöãøóÇ ÎóáóÞúäó ÃóäúÚóÇãðÇ æóÃóäóÇÓöíøó ßóËöíÑðÇ æóáóÞóÏú ÕóÑøóÝúäóÇåõ Èóíúäóåõãú áöíóÐøóßøóÑõæÇ ÝóÃóÈóì ÃóßúËóÑõ ÇáäøöÇÓö ÅöáÇøó ßóÝõæÑðÇ

Dialah yang meniupkan angin (sebagai) pembawa kabar gembira dekat sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); dan Kami turunkan dari langit air yang amat bersih, Agar Kami menghidupkan dengan air itu negeri (tanah) yang mati, dan agar Kami memberi minum dengan air itu sebagian besar dari makhluk Kami, binatang-binatang ternak dan manusia yang banyak. Dan sesungguhnya Kami telah mempergilirkan hujan itu di antara manusia supaya mereka mengambil pelajaran (daripadanya); maka kebanyakan manusia itu tidak mau kecuali mengingkari (nikmat). (QS. Al-Furqan :50)

Ayyuhal ikhwah fillah ! Setiap kali Allah Subhanahu Wata’ala menimpakan musibah atau cobaan kepada penduduk bumi, sesungguhnya Dia ingin mengetahui siapakah orang-orang yang jujur dan siapakah orang-orang yang dusta. Dan Allah Subhanahu Wata’ala juga hendak melihat siapa di antara mereka yang mau bertaubat dan kembali ke jalan yang benar.


ÈÇÑóßó Çááå áöíú æóáóßõãú Ýöí ÇáúÞõÑúÂäö ÇáúßóÑöíúãö¡ æóäóÝóÚóäöíú æóÅöíøóÇßõãú ÈöãóÇ Ýöíúåö ãöäó ÇáúÂíóÇÊö æóÇáÐøößúÑö ÇáúÍóßöíúãö. ÃóÞõæúáõ Þóæúáöíú åÐÇ æóÃóÓúÊóÛúÝöÑõ Çááåó áöíú æóáóßõãú æóáöÓóÇÆöÑö ÇáúãõÓúáöãöíúäó ãöäú ßõáøö ÐóäúÈò¡ ÝóÇÓúÊóÛúÝöÑõæúåõ Åöäøóåõ åõæó ÇáúÛóÝõæúÑõ ÇáÑøóÍöíúãõ

Khutbah Kedua

Amma ba’du:

Ibadallah! Sunnah Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam mengajarkan bahwa sesudah meminta hujan kepada Tuhan. Nabi membalik jubahnya. Maka baliklah jubah anda dalam rangka meneladani Sunnah Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Mudah-mudahan Allah Subhanahu Wata’ala berkenan membalik keadaan anda; dari sulit menjadi mudah, kekeringan menjadi hujan. Dan semoga hal itu juga menjadi lambang dan janji pada diri sendiri untuk merubah pakaian batin anda menjadi pakaian iman dan takwa untuk menggantikan pakaian dosa dan maksiat.


Çááåã Õóáøö Úóáóì ãõÍóãøóÏò¡ æóÚóáóì Âáö ãõÍóãøóÏò¡ ßóãóÇ ÕóáøóíúÊó Úóáóì ÅöÈúÑóÇåöíúãó¡ æóÚóáóì Âáö ÅöÈúÑóÇåöíúãó¡ Åöäøóßó ÍóãöíúÏñ ãóÌöíúÏñ. Çááåã ÈóÇÑößú Úóáóì ãõÍóãøóÏò¡ æóÚóáóì Âáö ãõÍóãøóÏò¡ ßóãóÇ ÈóÇÑóßúÊó Úóáóì ÅöÈúÑóÇåöíúãó¡ æóÚóáóì Âáö ÅöÈúÑóÇåöíúãó¡ Åöäøóßó ÍóãöíúÏñ ãóÌöíúÏñ.
Çááåã ÇÛúÜÝöÜÑú áöáúãõÓúáöãöíúäó æóÇáúãõÓúáöãóÇÊö¡ ÑóÈøóäóÇ ÙóáóãúäóÇ ÃóäúÝõÓóäóÇ æóÅöäú áóãú ÊóÛúÜÝöÜÑú áóäóÇ æóÊóÑúÍóãúäóÇ áóäóßõæäóäóø ãöäó ÇáúÎóÇÓöÑöíúäó¡ ÑóÈøóäóÇ ÂÊöäóÇ Ýöí ÇáÏøõäúíóÇ ÍóÓóäóÉð æóÝöí ÇáúÂÎöÑóÉö ÍóÓóäóÉð æóÞöäóÇ ÚóÐóÇÈó ÇáäøóÇÑö. Çááåã ÅöäøóÇ äóÓúÃóáõßó ÇáúåõÏóì æóÇáÊøõÞóì æóÇáúÚóÝóÇÝó æóÇáúÛöäóì. Çááåã ÅöäøóÇ äóÚõæúÐõ Èößó ãöäú ÒóæóÇáö äöÚúãóÊößó æóÊóÍóæøõáö ÚóÇÝöíóÊößó æóÝõÌóÇÁóÉö äöÞúãóÊößó æóÌóãöíúÚö ÓóÎóØößó. æóÂÎöÑõ ÏóÚúæóÇäóÇ Ãóäö ÇáúÍóãúÏõ ááå ÑóÈøö ÇáúÚóÇáóãöíúäó. æóÕóáì Çááå Úóáóì äóÈöíøöäóÇ ãõÍóãøóÏò æóÚóáóì Âáöåö æóÕóÍúÈöåö æóÓóáøóãó

Dikutip dari buku : [Kumpulan Khutbah Jum’at Pilihan Setahun Edisi pertama, ElBA Al-Fitrah, Surabaya .Diposting oleh Rifki Solehan]

Hikmah Al-Quran & Mutiara Hadits : index.php
Versi Online : index.php/?pilih=lihatkhutbah&id=255