Artikel : Kajian Islam - Hikmah Al-Quran & Mutiara Hadits - ,

Pendidikan Anak Dalam Islam
oleh :

Di antara tanda-tanda Kiamat yang paling besar adalah keluarnya al-masih ad-dajjal, yaitu seorang manusia yang dengannya Allah menguji para hamba-Nya pada akhir zaman. Orang tersebut mengaku tuhan dan diikuti oleh kaum Yahudi -bahkan itulah yang mereka tunggu-tunggu untuk menguasai dunia pada zaman tersebut-. Allah Subhaanahu Wata'ala memberinya beberapa kemampuan, seperti: melimpahkan kekayaan bagi orang yang mempercayainya dan melenyapkan keduniaan dari orang yang menolaknya; tunduknya perbendaharaan bumi terhadapnya dan patuhnya langit terhadap perintahnya untuk menurunkan hujan sehingga turunlah hujan; Patuhnya bumi ketika diperintahkan untuk menumbuhkan tumbuhan sehingga tumbuhlah tumbuh-tumbuhan; menghidupkan kembali orang yang telah dibunuhnya. Semua itu terjadi dengan takdir dan izin Allah Subhaanahu Wata'ala. Kemudian setelah itu Allah Subhaanahu Wata'ala melemahkannya sehingga tidak mampu membunuh orang yang telah dihidupkannya ataupun yang lainnya, perintah-perintahnya pun tidak lagi berfungsi, lalu dibunuh oleh Nabi Isa alaihis salam.

Allah Subhaanahu Wata'ala telah memberikan dua tanda pada wajah dajjal yang keduanya menunjukkan kedustaan dan kekufurannya, yaitu: Bahwa orang tersebut buta sebelah matanya; dan tertulis di antara kedua matanya tulisan yang dapat dibaca oleh setiap orang beriman, baik yang dapat menulis maupun tidak.

Dari Anas bin Malik, ia berkata, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,

.

Tidak ada seorang nabi pun kecuali telah memperingatkan umatnya tentang orang yang buta lagi pendusta. Ketahuilah bahwa orang tersebut buta, dan sesungguhnya Rabb kalian tidaklah buta; Di antara kedua mata orang tersebut tertulis ka fa ra. (Dikeluarkan oleh Muslim).

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda dalam hadits yang keluarkan oleh Muslim dari hadits An-Nawas bin Saman, ... Ia seorang pemuda yang berambut ikal, matanya cekung, seolah-olah aku menyerupakannya dengan Abdul Izzi bin Qathn. Barangsiapa di antara kalian yang bertemu dengannya, hendaklah membacakan awal-awal surat Al-Kahfi. Orang tersebut akan muncul dari antara Syam dan Irak, lalu menyebarkan kerusakan ke kiri dan ke kanan. Wahai hamba-hamba Allah, teguhlah kalian. Kami bertanya, Wahai Rasulullah, berapa lama ia tinggal di bumi? Beliau menjawab, Empat puluh hari, di mana salah satu harinya selama setahun, satu hari lainnya selama sebulan dan satu hari lainnya lagi selama satu sepekan, sementara hari-hari lainnya seperti hari-hari kalian yang biasanya. Kami katakan, Wahai Rasulullah, pada hari yang selama satu tahun itu, apakah cukup kami mengerjakan shalat sehari? Beliau menjawab, Tidak. Perkirakanlah oleh kalian waktunya.[1] Kami berkata, Wahai Rasulullah, Bagaimana perjalanannya di muka bumi? Beliau menjawab, Seperti rintik hujan yang diterpa angin; ia datang pada suatu kaum lalu menyeru mereka maka mereka pun mempercayainya dan mematuhinya; ia memerintahkan langit lalu langit pun menurunkan hujan; Ia pun memerintahkan bumi lalu bumi pun menumbuhkan tumbuhan, kemudian di penghujung harinya ternak mereka pulang kepada mereka dalam keadaan lebih panjang punuknya dan lebih panjang kantong kelenjar susunya (karena banyak mengandung susu) serta lebih gemuk (karena lebih kenyang). Kemudian ia mendatangi kaum yang lain dan menyeru mereka tapi mereka menolak perkataannya, lalu ia meninggalkan mereka, tiba-tiba saja mereka kehilangan harta bendanya sehingga tidak ada lagi yang dimiliki. Kemudian ia berjalan di atas tanah datar lalu mengatakan, Keluarkanlah perbendaharaanmu. Maka keluarlah perbendaharaan bumi seperti lebah-lebah jantan. Kemudian ia memanggil seorang laki-laki kekar yang masih muda belia lalu menghantamnya dengan pedang sehingga terbagi menjadi dua bagian yang terhempas di bumi, kemudian ia memanggilnya lagi, tiba-tiba saja orang yang telah mati itu bangkit dan wajahnya tersenyum. Pada saat itulah Allah mengutus Al-Masih Ibnu Maryam, beliau pun turun di suatu menara putih sebelah timur Damaskus dengan mengenakan dua pakaian putih sementara kedua tangannya di letakan di atas sayap dua malaikat. Jika beliau memanggutkan kepalanya, lalu meneteslah air, dan jika mengangkatnya, keluarlah butiran air seperti permata, sehingga tidak ada seorang kafir pun yang mencium aroma dirinya kecuali ia mati, sedangkan nafasnya merebak sejauh pandangannya. Lalu beliau mengejar Dajjal dan mendapatkannya di pintu Ludd [Suatu negeri dekat Baitul Maqdis], lalu beliau membunuhnya ...

Dari Anas bin Malik, bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,

.

Dajjal diikuti oleh tujuh puluh ribu Yahudi Ashbahan yang mengenakan pakaian kebesaran. (Dikeluarkan oleh Muslim dalam kitab al-fitan).

Dari Anas bin Malik juga, dari Nabi Shallallohu 'alaihi wasallam, beliau bersabda,

.

Tidak ada suatu negeri pun kecuali pasti dihampiri Dajjal, kecuali Makkah dan Madinah, tidak ada satu sudut pun dari sudut-sudutnya kecuali ada dua barisan malaikat yang menjaganya. (Diriwayatkan oleh Muslim).

Catatan Kaki:
[1]
Yakni, jika waktu berlalu setelah terbitnya fajar, maka perkirakanlah waktu yang biasanya antara terbitnya fajar dan Zhuhur setiap harinya lalu shalatlah Zhuhur. Kemudian dari waktu tersebut perkirakanlah waktu yang biasanya antara Zhuhur dan Ashar lalu shalatlah Ashar. Setelah itu berlalu perkirakanlah waktu yang biasanya antara Ashar dan Maghrib lalu shalatlah Maghrib. Demikian juga untuk shalat Isya dan Shubuh, lalu Zhuhur, Ashar, Maghrib dan seterusnya hingga berlalunya hari tersebut. Pada hari tersebut ada waktu shalat setahun yang semuanya harus dilaksanakan pada waktunya.

Hikmah Al-Quran & Mutiara Hadits : index.php
Versi Online : index.php/?pilih=indexkajian&id=1§ion=kj001