Soal :
Seorang wanita mengqadha beberapa hari puasa Ramadhan yang ditinggalkannya, ia mengerjakan qadha tersebut di bulan Syawal. Dan, ia meniatkan puasa Qadha tersebut bersamaan dengan puasa 6 hari dari bulan Syawwal. [Pertanyaannya] apakah puasanya tersebut benar atau sah ?
Jawab :
Yakni, seakan-akan wanita tersebut melakukan puasa tersebut dengan niat puasa qadha (Ramadhan) dan puasa sunnah (yakni, puasa syawwal). Ini tidak dibenarkan atau ini tidak sah. Maka, puasa yang dilakukannya tersebut statusnya hanya untuk puasa qadha Ramadhan saja. Karena puasa 6 hari dari bulan Syawwal, dilakukan setelah usainya pengqadhaan puasa Ramadhan.
Wallahu A’lam
Sumber :
Hukmu Shiyami as-Sunnati Min Syawwali Bi-Niyyati al-Qadha ‘An Ramadhan, Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin- ÑóÍöãóåõ Çááåõ ÊóÚóÇáóì-