Artikel : Hikmah Al-Quran & Mutiara Hadits
Hukum Meletakkan Tulisan Ayat-ayat al-Quran di Air dan Meminumnya
Kamis, 25 Nopember 10

Pertanyaan :

Apabila seseorang yang menderita penyakit meminta ruqyah, dan dituliskan untuknya beberapa ayat al-Quran dan peruqyah berkata, Letakkanlah di air dan minumlah. Apakah hal ini boleh atau tidak ?


Jawaban :

Telah keluar fatwa dari al-Lajnah ad-Daimah Lil Buhuts al-Ilmiyah Wal Ifta yang merupakan jawaban terhadap pertanyaan senada dengan pertanyaan ini. Inilah fatwa tersebut :

Menulis sesuatu dari al-Quran di gelas, atau kertas putih, lalu membasuh dan meminumnya dibolehkan berdasarkan keumuman firman Allah Subhanahu Wataala ,

Dan Kami turunkan dari al-Qur'an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman .(QS. Al-Isra :82)

Al-Quran adalah penawar untuk hati dan badan, dan berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh al-Hakim dalam al-Mustadrak dan Ibnu Majah dari Ibnu Masud Radiyallahu Anhu, bahwasanya Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda,

Ambillah dua penawar, madu dan al-Quran.

Dan hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dari Ali Radiyallahu Anhu dari Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam beliau bersabda,

Sebaik-baik obat adalah al-Quran.

Ibnu as-Sunni meriwayatkan dari Ibnu Abbas Radiyallahu Anhu ( ia berkata ), Apabila perempuan susah melahirkan, ambillah bejana yang bersih, lalu tulis atasnya,




Pada hari mereka melihat azab yang diancamkan .(QS.Al-Ahqaf :35)




Pada hari mereka melihat hari berbangkit itu, mereka seakan-akan tidak tinggal (di dunia) .(QS.An-Naziat :46)




Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. (QS. Yusuf :111)

Kemudian ia mencucinya, meminumkannya dari air itu dan memercikkannya (sisanya) di atas perut dan mukanya.

Ibnul Qayyim berkata dalam zad al-Maad jilid 111 hal. 183, Al-Khalal berkata, Abdullah bin Ahmad menceritakan kepadaku ia berkata, Aku melihat bapakku menuliskan untuk perempuan apabila susah melahirkan , di gelas putih atau sesuatu yang bersih, ia menulis hadits Ibnu Abbas Radiyallahu Anhu,

Tiada Ilah (yang berhak disembah) selain Allah, yang Maha Penyantun, Maha Pemurah, Maha Suci Allah, Raab Arsy yang besar. Segala puji bagi Allah, Rabb semesta Alam.



Pada hari mereka melihat azab yang diancamkan kepada mereka (merasa) seolah-olah tidak tinggal (di dunia) melainkan sesaat pada siang hari.(Inilah) suatu pelajaran yang cukup. (QS. Al-Ahqaf :35)




Pada hari mereka melihat hari berbangkit itu, mereka seakan-akan tidak tinggal (di dunia) melainkan (sebentar saja) di waktu sore atau pagi.(QS. An-Naziat :46)

Al-Khalal berkata, Abu Bakar al-Marwadzi memberitahukan kepada kami bahwa Abu Abdillah didatangi oleh seseorang laki-laki, ia berkata, Wahai Abu Abdillah, maukah anda menulis untuk perempuan yang susah melahirkan sejak dua hari. Ia berkata, Katakanlah kepadanya (agar) datang dengan membawa gelas besar dan zafaran. Dan aku melihatnya menulis bukan hanya untuk satu orang.

Ibnul Qayyim berkata pula, Sekelompok salaf berpendapat agar ditulis untuknya ayat-ayat al-Quran dan meminumkan kepadanya (perempuan). Mujahid berkata, Tidak ada larangan ditulis ayat al-Quran, membasuhnya dan meminumkannya kepada orang yang sakit. Dan riwayat serupa dari Abu Qilabah. Hingga di sini perkataan Ibnul Qayyim.

Semoga rahmat dan kesejahteraan Allah tercurah atas Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya.

( majalah al-Buhuts al-Islamiyah No.27 hal 51-52 dan Fatwa al-Lajnah ad-Daimah )

Sumber : Fatwa-Fatwa Terkini jilid 3, hal.194-196 cet, Darul Haq, Jakarta. Diposting oleh Yusuf Al-Lomboky

Hikmah Al-Quran & Mutiara Hadits : index.php
Versi Online : index.php/?pilih=lihatfatwa&id=1302