Artikel : Hikmah Al-Quran & Mutiara Hadits
Hukum Mengatakan Kafir Secara Mu'ayyan ( Langsung) Kepada Orang Yang Meninggalkan Shalat
Senin, 20 April 09
Tanya:

Saya telah bertengkar dengan salah seorang teman saya megenai suatu masalah dalam kondisi emosi, lalu saya sempat berkata kepadanya, Menjauhlah engkau, wahai si Kafir ! Hal ini saya katakana dengan alasan dia tidak pernah shalat kecuali pada momen-momen tertentu seperti menghadiri penjamuan keluarga dan yang lain. Bagaimana hukumnya berkaitan dengan hal tersebut? Apakah benar bahwa dia demikian? (Telah menjadi kafir-penj).

Jawab:

Telah terdapat Hadits yang shahih dari Rasulullah shallallahu alaihi wasalam bahwa beliu telah bersabda:




.

Artinya: Sesunggunya penghalang antara seorang (muslim) dengan kesyirikan dan kekafiran adalah meninggalkan shalat. (HR.Muslim/Kitabul Iman)

Imam Ahmad dan para penulis kitab-kitab sunan telah mengeluarkan dengan sanad yang baik dari Buraidah bin al-Hashib radhiyallahu anhu dari Nabi shallallahu alaihi wasalam hadits yang menyatakan bahwasanya beliau bersabda, :



Artinya:Batas pemisah anatara kami dan mereka adalah shalat barangsiapa yang meninggalkannya maka dia telah kafir (HR.Ahmad dalam Musnadnya)

Hadits-hadits yang menunjukan makna seperti ini banyak sekali akan tetapi seharusnya anda tidak serta merta melontarkan lafazh tersebut pada masalah sensitip seperti ini. Anda Nasihati dia dulu , lalu beritahukan kepadanya bahwa meninggalkan shalat itu adalah kafir hukumnya dan sesat. Katakan, bahwa kewajibannya adalah bertaubat kepada Allah taala. Semoga saja dia dapat mengambil sisi positip dari anda dan menerima nasihat itu . Kita memohon kepada Allah untuk kita semua agar diberikan taufiq dan taubat nasuha dari semua dosa.

Kitab Ad-Dawah dari Syaikh Ibnu Baz (Fatwa-fatwa terkini jilid 1/118-119)
Hikmah Al-Quran & Mutiara Hadits : index.php
Versi Online : index.php/?pilih=lihatfatwa&id=1072