Artikel : Bulein Annur - Hikmah Al-Quran & Mutiara Hadits

Sesungguhnya Mereka yang Beriman dan Mengerjakan Kebajikan [Memahami Surat al-Kahfi, bag.14]

Jumat, 02 Oktober 26

Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì berfirman :


﴿Åöäøó ÇáøóÐöíäó ÂãóäõæÇ æóÚóãöáõæÇ ÇáÕøóÇáöÍóÇÊö ÅöäøóÇ áóÇ äõÖöíÚõ ÃóÌúÑó ãóäú ÃóÍúÓóäó ÚóãóáðÇ (30) ÃõæáóÆößó áóåõãú ÌóäøóÇÊõ ÚóÏúäò ÊóÌúÑöí ãöäú ÊóÍúÊöåöãõ ÇáúÃóäúåóÇÑõ íõÍóáøóæúäó ÝöíåóÇ ãöäú ÃóÓóÇæöÑó ãöäú ÐóåóÈò æóíóáúÈóÓõæäó ËöíóÇÈðÇ ÎõÖúÑðÇ ãöäú ÓõäúÏõÓò æóÅöÓúÊóÈúÑóÞò ãõÊøóßöÆöíäó ÝöíåóÇ Úóáóì ÇáúÃóÑóÇÆößö äöÚúãó ÇáËøóæóÇÈõ æóÍóÓõäóÊú ãõÑúÊóÝóÞðÇ (31)﴾ [ÇáßåÝ: 30-31]


Sesungguhnya mereka yang beriman dan mengerjakan kebajikan, Kami benar-benar tidak akan menyia-nyiakan pahala orang yang mengerjakan perbuatan baik.

Mereka itulah yang memperoleh surga ‘Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. (Dalam surga itu) mereka diberi hiasan gelang emas dan mereka memakai pakaian hijau dari sutra halus dan sutra tebal. Mereka duduk-duduk sambil bersandar di atas dipan-dipan yang indah. (Itulah) sebaik-baik pahala dan tempat istirahat yang indah.

Makna Global

Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì tengah menjelaskan tentang baiknya kesudahan orang-orang yang beriman, Dia ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì berfirman : sesungguhnya mereka orang-orang yang beriman dan mereka melakukan amal-amal shaleh, sesungguhnya Kami tidak akan menyia-nyiakan pahala mereka dan Kami pun tak akan menguranginya; karena mereka telah memperbagus amal mereka. Mereka itulah orang-orang yang akan memperoleh surge-surga tempat tinggal yang kekal, mengalir dari bawah kamar-kamar mereka dan tempat tinggal-tempat tinggal mereka serta pohon-pohon mereka sungai-sungai yang airnya segar. Dalam surga itu mereka diberi hiasan gelang emas dan mereka memakai pakaian hijau dari sutra halus dan sutra tebal. Di dalam surge itu mereka duduk-duduk sambil bersandar di atas dipan-dipan yang dihiasi sehingga tampak indah. (Itulah) sebaik-baik pahala dan tempat istirahat yang indah, yang ditutupi dengan kubah yang terbuat dari kain yang mewah. Sebaik-baik pahala adalah surga-surga itu, dan surge-surga itu merupakan sebaik-baik tempat tinggal dan tempat istirahat mereka.

Tafsir Ayat

[Firman-Nya ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì]


Åöäøó ÇáøóÐöíäó ÂãóäõæÇ æóÚóãöáõæÇ ÇáÕøóÇáöÍóÇÊö ÅöäøóÇ áóÇ äõÖöíÚõ ÃóÌúÑó ãóäú ÃóÍúÓóäó ÚóãóáðÇ


Sesungguhnya mereka yang beriman dan mengerjakan kebajikan, Kami benar-benar tidak akan menyia-nyiakan pahala orang yang mengerjakan perbuatan baik.

Korelasi Ayat Ini dengan Ayat Sebelumnya

Bahwa Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì setelah menyebutkan ancaman terhadap al-Mubthilin (orang-orang yang mengingkari dan menolak kebenaran), Dia ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì mengikutinya dengan menyebutkan setelahnya dengan janji terhadap al-Muhiqqin (orang-orang mengakui dan membenarkan kebenaran yang datang dari-Nya) [1]


Åöäøó ÇáøóÐöíäó ÂãóäõæÇ æóÚóãöáõæÇ ÇáÕøóÇáöÍóÇÊö ÅöäøóÇ áóÇ äõÖöíÚõ ÃóÌúÑó ãóäú ÃóÍúÓóäó ÚóãóáðÇ


Sesungguhnya mereka yang beriman dan mengerjakan kebajikan, Kami benar-benar tidak akan menyia-nyiakan pahala orang yang mengerjakan perbuatan baik.

Yakni, Sesungguhnya mereka yang beriman dengan setiap perkara yang wajib diimani oleh mereka, dan mereka mengerjakan amal-amal baik, sesungguhnya Kami sekali-kali tidak akan menyia-nyiakan pahala mereka; karena mereka telah memperbagus amal mereka, dan demikian juga Kami pun tidak akan menyia-nyiakan bahala setiap orang yang memperbagus amalnya, di mana ia menjadikan amalnya tersebut murni untuk Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì dan ia pun mengitu tuntunan syariat-Nya dalam melakukannya di atas petunjuk Rasul-Nya. [2]

Seperti kata Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì :


﴿ÝóÇÓúÊóÌóÇÈó áóåõãú ÑóÈøõåõãú Ãóäøöí áóÇ ÃõÖöíÚõ Úóãóáó ÚóÇãöáò ãöäúßõãú ãöäú ÐóßóÑò Ãóæú ÃõäúËóì﴾ [Âá ÚãÑÇä: 195]


Maka, Tuhan mereka memperkenankan permohonannya (dengan berfirman), “Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan perbuatan orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki maupun perempuan (Ali Imran : 195)

Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì juga berfirman :


﴿Åöäøó Çááøóåó áóÇ íõÖöíÚõ ÃóÌúÑó ÇáúãõÍúÓöäöíäó﴾ [ÇáÊæÈÉ: 120]


Sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik. (at-Taubah : 120)

[Firman-Nya ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì]


ÃõæáóÆößó áóåõãú ÌóäøóÇÊõ ÚóÏúäò ÊóÌúÑöí ãöäú ÊóÍúÊöåöãõ ÇáúÃóäúåóÇÑõ íõÍóáøóæúäó ÝöíåóÇ ãöäú ÃóÓóÇæöÑó ãöäú ÐóåóÈò æóíóáúÈóÓõæäó ËöíóÇÈðÇ ÎõÖúÑðÇ ãöäú ÓõäúÏõÓò æóÅöÓúÊóÈúÑóÞò ãõÊøóßöÆöíäó ÝöíåóÇ Úóáóì ÇáúÃóÑóÇÆößö äöÚúãó ÇáËøóæóÇÈõ æóÍóÓõäóÊú ãõÑúÊóÝóÞðÇ


Mereka itulah yang memperoleh surga ‘Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. (Dalam surga itu) mereka diberi hiasan gelang emas dan mereka memakai pakaian hijau dari sutra halus dan sutra tebal. Mereka duduk-duduk sambil bersandar di atas dipan-dipan yang indah. (Itulah) sebaik-baik pahala dan tempat istirahat yang indah.

Korelasi Ayat Ini dengan Ayat Sebelumnya

Bahwa Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì Ketika telah menetapkan adanya pahala bagi orang-orang mengakui dan membenarkan kebenaran yang datang dari-Nya, namun pahala yang disebutkannya tersebut masih belum jelas (bentuknya), maka Dia ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì mengikutinya dengan penjelasan secara terperinci dari beberapa sisi ; pertama : tentang sifat tempat mereka. Kedua : tentang pakaian mereka. Ketiga : tentang tata cara duduk mereka. [3]

Dan juga ketika Dia ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì telah menyebutkan tempat orang-orang kafir -yaitu, Neraka-, maka Dia ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì kemudia menyebutkan tempat orang-orang yang beriman, yaitu ÌäøóÇÊõ ÚÏúäò (surga ‘And), dan Ketika Dia ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì telah menyebutkan di sana perihal apa yang mereka pinta -yaitu air, lalu mereka diberi air seperti (cairan) besi yang mendidih-, maka kemudian Dia ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì di sini, menyebutkan sesuatu yang istimewa yang dikhususkan bagi para penduduk Surga, di mana keadaan sungai-sungai yang mengalir dari bawah mereka, kemudian Dia menyebutkan sesuatu yang Dia karuniakan kepada mereka berupa perhiasan dan pakaian yang mana kedua hal tersebut merupakan hiasan yang memperindah penampilan luar. [4]

[Firman-Nya ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì]


ÃõæáóÆößó áóåõãú ÌóäøóÇÊõ ÚóÏúäò ÊóÌúÑöí ãöäú ÊóÍúÊöåöãõ ÇáúÃóäúåóÇÑõ


Mereka itulah yang memperoleh surga ‘Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai.

Yakni, mereka itulah-orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan-bagi mereka surge-surga sebagai tempat tinggal yang kekal, sungai-sungai yang banyak mengalir di hadapan mereka dari bawah kamar-kamar mereka dan tempat tinggal mereka, serta pohon-pohon (yang menaungi) mereka. [5]

Seperti kata Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì :


﴿æóÚóÏó Çááøóåõ ÇáúãõÄúãöäöíäó æóÇáúãõÄúãöäóÇÊö ÌóäøóÇÊò ÊóÌúÑöí ãöäú ÊóÍúÊöåóÇ ÇáúÃóäúåóÇÑõ ÎóÇáöÏöíäó ÝöíåóÇ æóãóÓóÇßöäó ØóíøöÈóÉð Ýöí ÌóäøóÇÊö ÚóÏúäò æóÑöÖúæóÇäñ ãöäó Çááøóåö ÃóßúÈóÑõ Ðóáößó åõæó ÇáúÝóæúÒõ ÇáúÚóÙöíãõ﴾ [ÇáÊæÈÉ: 72]


Allah telah menjanjikan kepada orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan, surga-surga yang sungai-sungai mengalir di bawahnya, mereka kekal di dalamnya, dan tempat-tempat yang baik di surga ‘Adn. Rida Allah lebih besar. Itulah kemenangan yang agung.(at-Taubah : 72)

[Firman-Nya ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì]


íõÍóáøóæúäó ÝöíåóÇ ãöäú ÃóÓóÇæöÑó ãöäú ÐóåóÈò


(Dalam surga itu) mereka diberi hiasan gelang emas

Yakni, orang-orang beriman dihiasi di dalam Surga dengan gelang terbuat dari emas yang di tempatkan pada tangan-tangan mereka [6]

[Firman-Nya ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì]


æóíóáúÈóÓõæäó ËöíóÇÈðÇ ÎõÖúÑðÇ ãöäú ÓõäúÏõÓò æóÅöÓúÊóÈúÑóÞò


Yakni, dan mereka memakai pakaian berwarna hijau yang terbuat dari sutra tipis dan yang terbuat dari sutra tebal [7]

[Firman-Nya ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì]


ãõÊøóßöÆöíäó ÝöíåóÇ Úóáóì ÇáúÃóÑóÇÆößö


Mereka duduk-duduk sambil bersandar di atas dipan-dipan yang indah

Yakni, dan keadaan mereka di surga adalah bahwa mereka duduk duduk sambil bersandar [8] di atas dipan-dipan yang dihiasi dan diperindah tampilannya di tutupi dengan kubah yang terbuat dari kain yang mewah. [9]

Seperti kata Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì :


﴿Åöäøó ÃóÕúÍóÇÈó ÇáúÌóäøóÉö Çáúíóæúãó Ýöí ÔõÛõáò ÝóÇßöåõæäó (55) åõãú æóÃóÒúæóÇÌõåõãú Ýöí ÙöáóÇáò Úóáóì ÇáúÃóÑóÇÆößö ãõÊøóßöÆõæäó (56)﴾ [íÓ: 55-56]


Sesungguhnya penghuni surga pada hari itu berada dalam kesibukan (sehingga tidak sempat berpikir tentang penghuni neraka) lagi bersenang-senang.

Mereka dan pasangan-pasangannya berada dalam tempat yang teduh sambil berbaring di atas ranjang berkelambu. (Yasin : 55-56)

[Firman-Nya ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì]


äöÚúãó ÇáËøóæóÇÈõ


(Itulah) sebaik-baik pahala

Yakni, sebaik-baik pahala orang-orang beriman adalah surga-surga itu yang Allah sifatkan sebagian dari kenikmatan yang ada di dalamnya ; sebagai balasan bagi mereka atas amal-amal shaleh yang mereka lakukan (selama hidup di kehidupan dunia). [10]

[Firman-Nya ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì]


æóÍóÓõäóÊú ãõÑúÊóÝóÞðÇ


dan tempat istirahat yang indah.

Yakni, dan tempat istirahat yang indah itu adalah surge-surga itu sebagai tempat tinggal dan tempat menetap, di mana orang-orang yang beriman dan melakukan kebajikan akan tetap menetap di dalamnya. [11]

Seperti kata Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì :


﴿ÃõæáóÆößó íõÌúÒóæúäó ÇáúÛõÑúÝóÉó ÈöãóÇ ÕóÈóÑõæÇ æóíõáóÞøóæúäó ÝöíåóÇ ÊóÍöíøóÉð æóÓóáóÇãðÇ (75) ÎóÇáöÏöíäó ÝöíåóÇ ÍóÓõäóÊú ãõÓúÊóÞóÑøðÇ æóãõÞóÇãðÇ (76)﴾ [ÇáÝÑÞÇä: 75-76]


Mereka itu akan diberi balasan dengan tempat yang tinggi (dalam surga) atas kesabaran mereka serta di sana mereka akan disambut dengan penghormatan dan salam.

Mereka kekal di dalamnya. (Surga) itu sebaik-baik tempat menetap dan kediaman. (al-Furqan : 75-76)

Dan Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì juga berfirman :


﴿ÃóÕúÍóÇÈõ ÇáúÌóäøóÉö íóæúãóÆöÐò ÎóíúÑñ ãõÓúÊóÞóÑøðÇ æóÃóÍúÓóäõ ãóÞöíáðÇ﴾ [ÇáÝÑÞÇä: 24]


Para penghuni surga pada hari itu paling baik tempat tinggalnya dan paling indah tempat istirahatnya. (al-Furqan : 24)

Faedah :

1-Firman-Nya ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì :


Åöäøó ÇáøóÐöíäó ÂãóäõæÇ æóÚóãöáõæÇ ÇáÕøóÇáöÍóÇÊö ÅöäøóÇ áóÇ äõÖöíÚõ ÃóÌúÑó ãóäú ÃóÍúÓóäó ÚóãóáðÇ


Sesungguhnya mereka yang beriman dan mengerjakan kebajikan, Kami benar-benar tidak akan menyia-nyiakan pahala orang yang mengerjakan perbuatan baik.

Firman Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì :


ÅöäøóÇ áóÇ äõÖöíÚõ ÃóÌúÑó ãóäú ÃóÍúÓóäó ÚóãóáðÇ


Kami benar-benar tidak akan menyia-nyiakan pahala orang yang mengerjakan perbuatan baik.

“Kebaikan amal adalah seorang hamba menginkan amal yang baik yang dilakukannya untuk meraih ridha Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì, dan dia mengikuti petunjuk syariat Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóìketika melakukannya.
Amal semacam inilah yang Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì tidak akan menyia-nyiakannya sedikit pun juga.

Bahkan, Dia ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì akan menjaga (pahala) amal tersebut bagi orang-orang yang melakukannya. Dan, Dia ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì pun akan memberikan ganjaran yang sempurna kepada mereka sesuai amal yang mereka lakukan, karunia-Nya dan kebaikan-Nya. “[12]

2-Dua kaedah pahala dan asas keselamatan adalah iman bersama amal shaleh; karena Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì menetapkan dan menyiapkan atas kedua hal tersebut adanya pahala di dunia dan di akhirat. [13]

3-Firman Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì :


íõÍóáøóæúäó ÝöíåóÇ ãöäú ÃóÓóÇæöÑó ãöäú ÐóåóÈò


(Dalam surga itu) mereka diberi hiasan gelang emas

Menunjukkan bahwa hiasan di dalam Surga berlaku umum bagi kalangan laki-laki dan kalangan wanita ; karena Dia ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì memutlakkannya pada firman-Nya : íõÍóáøóæúäó (mereka diberi hiasan), dan demikian pula halnya dengan sutra dan lainnya. (yakni, berlaku umum juga. Diberikan kepada kalangan laki-laki dan juga diberikan kepada kalang wanita penduduk Surga-pen) [14]

4-Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì berfirman :


æóíóáúÈóÓõæäó ËöíóÇÈðÇ ÎõÖúÑðÇ ãöäú ÓõäúÏõÓò æóÅöÓúÊóÈúÑóÞò


Dan (dalam surga itu) mereka memakai pakaian hijau dari sundus dan istabraq.

Sundus dan istabraq merupakan dua jenis sutra, dan sebaik-baik warna adalah warna hijau, dan pakaian yang paling halus adalah sutra; maka, Dia ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì mengumpulkan untuk mereka (para penduduk Surga) antara keindahan pemandangan pakaian dan kelezatan pandangan mata menikmatinya dan antara kenikmatan-kenikmatan-Nya dan kelezatan jasad menikmatinya. Dan Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì berfirman :


æóáöÈóÇÓõåõãú ÝöíåóÇ ÍóÑöíÑñ [ÇáÍÌ: 23]


Pakaian mereka di dalamnya adalah sutra.(al-Hajj : 23) [15]

Wallahu A’lam

(Redaksi)

Catatan :

[1] Lihat : Tafsir ar-Raziy, 21/460.

[2] Lihat : Tafsir Ibnu Jarir, 15/254. Tafsir Ibnu Katsir, 5/156. Tafsir as-Sa’diy, hal. 476. Adh-Waa-ul Bayan, karya : asy-Syinqithi, 3/271. Tafsir Ibnu Utsaimin -surat al-Kahfi, hal. 65.

[3] Lihat : Tafsir ar-Raziy, 21/461.

[4] Lihat : Tafsir Abu Hayyan, 7/170.

[5] Lihat : Tafsir Ibnu Jarir, 15/255. Tafsir Ibnu Katsir, 5/156. Tafsir as-Sa’diy, hal. 476. Adh-Waa-ul Bayan, karya : asy-Syinqithi, 3/272. Tafsir Ibnu Utsaimin-surat al-Kahfi, hal. 65.

[6] lihat : Tafsir Ibnu Jarir, 15/255. Tafsir Ibnu Athiyyah, 3/514. Tafsir asy-Syaukaniy, 3/335.

Berkata Ibnu Utsaimin :

Huruf ãöäú pada kalimat ãöäú ÃóÓóÇæöÑó , boleh jadi untuk menunjukkan makna Sebagian ; yakni, mereka (para penduduk Surga) diberi hiasan di dalam Surga Sebagian gelang, yakni, setiap orang dari mereka diberi hiasan sesuatu dari gelang-gelang ini, dan ketika itu tidak ada isykal. Boleh jadi pula huruf ãöäú pada kalimat ãöäú ÃóÓóÇæöÑó tersebut untuk menjadi penjelasan. Yakni, penjelasan tentang sesuatu yang disematkan kepada mereka berupa perhiasan, yaitu berbentuk gelang-gelang, bukan berupa kalung atau anting-anting misalnya. Adapun firman-Nya : ãöäú ÐóåóÈò , maka kalimat ini sebagai penjelasan. Yakni, untuk menjelasakan gelang-gelang yang diberikan itu bahwasanya gelang-gelang-gelang tersebut terbuat dari emas (Tafsir Ibnu Utsaimin-surat al-Kahfi, hal. 66)

[7] Lihat : Tafsir Ibnu Jarir, 15/255. Tafsir Ibnu Katsir, 5/156. Tafsir as-Sa’diy , hal. 476. Tafsir Ibnu Asyur, 15/313. Tafsir Ibnu Utsaimin-surat al-Kahfi, hal. 67.

Ibnu Asyur mengatakan :

ÇáÓäÏÓõ merupakan salah satu jenis pakain, ia adalah dibaj yang tipis, dikenakan dibadan langsung bersentuhan dengan kulit ; untuk melindungi kulit dari tebalnya al-Istabraq. Sedangkan al-Istibraq adalah dibaj yang tebal yang disulam dengan menggunakan emas, dikenakan di atas pakaian yang bersentuhan langsung dengan kulit. (Tafsir Ibnu Asyur, 15/313)

[8] Ibnu Katsir mengatakan :

Firman-Nya ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì : ãõÊøóßöÆöíäó ÝöíåóÇ Úóáóì ÇáúÃóÑóÇÆößö, tentang ÇáÇÊßÇÁõ , ada yang mengatakan, ÇáÇÖØÌÇÚõ (berbaring). Ada juga yang mengatakan : ÇáÊÑÈøõÚõ Ýí ÇáÌáæÓ (duduk sila), dan makna ini merupakan makna yang paling menyerupai dengan hal yang dimaksudkan di sini, di antara yang semakna dengan ini adalah hadis yang terdapat dalam ash-Shahih (di mana Nabi Õóáøóì Çááåõ Úóáóíúåö æóÓóáøóãó bersabda) : «ÃãøóÇ ÃäÇ¡ ÝáÇ Âßõáõ ãõÊøóßöÆðÇ» (adapun aku, maka aku tidak makan sambal bersandar). Tentang makna ãõÊøóßöÆðÇ di sini ada dua pendapat. (Tafsir Ibnu Katsir, 5/156)

Al-Biqa’iy mengatakan :

Dia ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì mulain menyebutkan sifat tentang keadaan duduk mereka (para penghuni Surga) di dalam Surga, bahwa keadaan duduk mereka itu seperti duduknya para raja dipenuhi dengan berbagai ragam bentuk kenikmatan, Dia ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì berfirman : ãõÊøóßöÆöíäó ÝöíåóÇ (mereka duduk-duduk sambal bersandar) di dalam Surga), yakni, karena mereka berada dalam kerehatan yang paripurna (Nazhmu ad-Durar, 12/55).

Berkata Ibnu Utsaimin :

ÇáÇÊßÇÁõ (duduk sambil bersandar) menunjukan kehehatan dan ketentraman jiwa dan juga menunjukkan adalah ketenangan dalam hati. (Tafsir Ibnu Utsaimin-surat al-Kahfi, hal. 67.)

[9] Lihat : Tafsir Ibnu Jarir, 15/255, Hadiy al-Arwah, karya : Ibnul Qayyim, hal : 212, 213, Tafsir Ibnu Katsir, 5/156. Tafsir as-SA’diy, hal. 476. Tafsir Ibnu Asyur, 15/314. Adh-Waa-ul Bayan, karya : asy-Syinqithiy, 3/272.

[10] Lihat : Tafsir Ibnu Jarir, 15/256. Tafsir Ibnu Katsir, 5/156. Tafsir as-Sa’diy, hal. 476.

[11] Lihat : Tafsir Ibnu Katsir, 5/156. Tafsir as-Sa’diy, hal. 476. Adh-Waa-ul Bayan, karya : asy-Syinqithiy, 3/270, 273.

[12] lihat : Tafsir as-Sa’diy , hal. 475.

[13] Lihat : al-Mukhtashar Fii Tafsiri al-Qur’an al-Karim, Sekelompok ulama Tafsir, hal. 297.

[14] Lihat : Tafsir as-Sa’diy, hal. 475.

[15] Lihat : Hadiy al-Arwah, karya : Ibnul Qayyim, hal. 197.





Hikmah Al-Quran & Mutiara Hadits : index.php
Versi Online : index.php/?pilih=lihatannur&id=1182