| Konsultasi | Bulletin | Do'a | Fatwa | Hadits | Khutbah | Kisah | Mu'jizat | Qur'an | Sakinah | Tarikh | Tokoh | Aqidah | Fiqih | Sastra | Resensi |
| Dunia Islam | Berita Kegiatan | Kajian | Kaset | Kegiatan | Materi KIT | Firqah | Ekonomi Islam | Analisa | Senyum | Download |
 
Menu Utama
·Home
·Tentang Kami
·Buku Tamu
·Produk Kami
·Formulir
·Jadwal Shalat
·Kontak Kami
·Download Artikel
·Download Murattal

Aqidah
· Syirik Dalam Ketaatan
· Syirik Dalam Tawakal

Firqah (Aliran-aliran)
· JAMAAH ISLAMIYAH MESIR 5
· JAMAAH ISLAMIYAH MESIR 4

Analisa
· Kerancauan Ilmu Hisab Dalam Penentuan Awal & Akhir Ramadhan
· Studi Kritis Seputar Puasa Hari Sabtu

Ekonomi Islam
· KPR Bank Syariah Ternyata Penuh Dengan Riba
· Produk Al-Mudharabah (Bagi Hasil) Dalam Islam Sebagai Solusi Perekonomian Islam

Produk Kami

Informasi!
·Serial Buku Dakwah Al-Sofwa 2021
·Tebar Serial Buku Tauhid
·Tebar Buku Risalah Puasa Nabi dan Panduan Praktis Ramadhan

Liputan Kegiatan
·Konsultasi Islam
·Penyaluran Hewan Qurban
·Santunan Yatim

Konsultasi Online

Ust.Husnul Yaqin, Lc

Ust.Amar Abdullah

Ust.Saed As-Saedy, Lc

Fatwa Seputar Sholat

Berangkatnya Wanita Muslimah ke Masjid

Apa Hukum Shalat Wanita di Masjid

Haruskah Wanita Melaksanakan Shalat Lima Waktu di Dalam Masjid

Wanita di Rumah Berma'mum Kepada Imam di Masjid

Apakah Shalatnya Seorang Wanita di rumah Lebih Utama Ataukah di Masjidil Haram

Manakah yang Lebih Utama Bagi Wanita Pada Bulan Ramadhan, Melaksanakan Shalat di Masjidil Haram atau di Rumah

Shalatnya Kaum Wanita yang Sedang Umrah di Bulan Ramadhan

Apakah Shalat Seseorang di Masjidil Haram Bisa Batal Ketika Ia Ikut Berjama'ah Dengan Imam atau Shalat Sendirian Karena Ada Wanita yang Melintas di Hadapannya?

Bila Terdapat Pembatas (Tabir) Antara Kaum Pria dan Kaum Wanita, Maka Masih Berlakukah Hadits Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam (sebaik-baik shaf wanita adalah yang paling akhir dan seburuk-buruknya adalah yang paling depan)

Apakah Kaum Wanita Harus Meluruskan Shafnya Dalam Shalat

Benarkah Shaf yang Paling Utama Bagi Wanita Dalam Shalat Adalah Shaf yang Paling Belakang

Benarkah Shalat Jum'at Sebagai Pengganti Shalat Zhuhur

Hukum Shalat Jum'at Bagi Wanita

Hanya Membaca Surat Al-Ikhlas

Hukum Meninggalkan Shalat

Hukum Menangis Dalam Shalat Jama'ah

Jika seorang musafir masuk masjid di saat orang sedang shalat jama'ah Isya' dan ia belum shalat maghrib.

Bolehkah bagi kaum wanita untuk berkunjung ke rumah orang yang sedang terkena musibah kematian, kemudian melakukan shalat jenazah berjama'ah dirumah tersebut ?

Apabila seseorang tidak melakukan shalat fardlu selama 3 tahun tanpa uzur, kemudian bertaubat , apakah dia harus mengqodha shalat tersebut ?

Apabila suatu jama'ah melakukan shalat tidak menghadap qiblah, bagaimanakah hukumnya ?

Membangunkan Tamu Untuk Shalat Shubuh

Doa-Doa Menjelang Azan Shubuh

Bacaan Sebelum Imam Naik Mimbar Pada Hari Jum'at

Shalat Tasbih

Hukum Wirid Secara Jama'ah/Bersama-sama Setelah Setiap Shalat Fardhu

Hukum Meninggalkan Shalat Karena Sakit

Jika Telah Suci Saat Shalat Ashar atau Isya, Apakah Wajib Melaksanakan Shalat Zhuhur dan Maghrib

Jika Wanita Mendapatkan Kesuciannya di waktu Ashar Apakah Ia Harus Melaksanakan Shalat Zhuhur

Mendapatkan Haidh Beberapa Saat Setelah Masuk Waktu Shalat, Wajibkah Mengqadha Shalat Tersebut Setelah Suci

Urutan Shalat yang Diqadha

Seorang Wanita Mendapatkan Kesuciannya Beberapa Saat Sebelum Terbenamnya Matahari, Wajibkah Ia Melaksanakan Shalat Zhuhur dan Ashar?

Keutamaan Shaf Wanita Dalam Shalat Berjama'ah

Berkumpulnya Wanita Untuk Shalat Tarawih

Bolehkah Seorang Wanita Shalat Sendiri dibelakang Shaf

Bolehkah kaum Wanita Menetapkan Seorang Wanita Untuk Mengimami Mereka Dalam Melakukan Shalat di Bulan Ramadhan

Wajibkah Kaum Wanita Melaksanakan Shalat Berjama'ah di Rumah

Apa hukum Shalat Berjama'ah Bagi Kaum Wanita

Apakah Ada Niat Khusus Bagi Imam Yg Mengimami Shalat Kaum Pria & Wanita

Shalatnya Piket Penjaga ( Satpam )

Gerakan Dalam Shalat

Hukum Gerakan Sia-Sia Di Dalam Shalat

Hukum Gerakan Sia-Sia Di Dalam Shalat

Keengganan Para Sopir Untuk Shalat Jama’ah

Hukum Menangguhkan Shalat Hingga Malam Hari

Hukum Meremehkan Shalat

Hukum Menangguhkan Shalat Subuh Dari Waktunya

Dampak Hukum Bagi yang Meninggalkan Shalat

Hukum Shalat Seorang Imam Tanpa Wudhu Karena Lupa

Hukum Orang yang Tayammum Menjadi Imam Para Makmum yang Berwudhu

Posisi Kedua Kaki Ketika Berdiri Dalam Shalat

Hukum Meninggalkan Salah Satu Rukun Shalat

Jika Ketika Shalat Ragu Apakah Ia Meninggalkan Salah Satu Rukun

Shalat Bersama Imam, Tapi Lupa Berapa Rakaat Yang Telah Dikerjakan

Hukum Shalat di Belakang Orang yang Menulis Tamimah Untuk Orang Lain

Hukum Shalat di Belakang Orang yang Berinteraksi Dengan Tamimah dan Sihir

Mengumumkan Barang Hilang Di Dalam Masjid, Bolehkah?

Seputar Posisi Makam Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam Di Masjid Nabawi

Shalatnya Penjaga Piket/Satpam

Hukum Membaca Al-Qur'an Dalam Shalat Secara Berurutan

Haruskah Imam Menunggu Makmum Masbuk Ketika Ruku

Shalat Dengan Mengenakan Pakaian Transparan

Hukum Pergi Ke Masjid Yang Jauh Agar Bisa Shalat Di Belakang Imam Yang Bagus Bacaannya

Sahkah Shalat Di Belakang Imam Yang Bacaanya Tidak Bagus?

HUKUM BACAAN AL-QUR'AN SEBELUM ADZAN JUM'AT

Meluruskan Barisan Hukumnya Sunat

Shalatnya Piket Penjaga / Satpam

Shalat Fardhu Berma’mum Kepada Orang Yang Shalat Sunnat

Keengganan Para Sopir Untuk Shalat Berjama'ah

Bacaan Al-Qur’an Dengan Pengeras Suara Sebelum Shalat Subuh

Hukum Menangguhkan Shalat Hingga Malam Hari

Imam Menunggu Para Ma’mum Ketika Ruku’

Mendengar Adzan Tetapi Tidak Datang Ke Masjid

Menempatkan Dupa Di Depan Orang-Orang Yang Sedang Shalat

Kapan Dibacakannya Do’a Istikharah

Shalat Dengan Mengenakan Pakaian Bergambar

TATA CARA SHALAT DI PESAWAT

Menjama’ Shalat Dalam Kondisi Dingin

Menghadap Kiblat Ketika Buang Air

Hukum Shalat Bergeser Dari Arah Kiblat

Mendapatkan Najis Di Pakaian Setelah Melaksanakan Shalat

Sahkah Shalat Di Masjid Yang Ada Kuburan Di Dalamnya?

Doa Atau Dzikir Sebelum Adzan

Hukum Membaca Shalawat Kepada Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam Secara Berjama’ah Di Setiap Akhir Shalat

Mana Yang Harus Didahulukan Mendengarkan Ta'lim Atau Tahiyatul Masjid?

Hukum Menahan Buang Angin Ketika Melaksanakan Shalat

Sahkah Shalat Seseorang Yang Terbuka Sebagian Kecil Dari Auratnya?

Beberapa Masalah Mengenai Sujud Syukur

Hukum Mengakhirkan Shalat Shubuh Hingga Terbit Matahari

Beberapa Masalah Tentang Shalat Jum'at Bagi Musafir

Aurat Terbuka Ketika Shalat

Wajibkah Mengqadha Puasa yang Tertinggal?

Do'a Qunut

Sunnah Sebelum Melaksanakan Shalat 'Ied

Membaca al-Qur'an di Rumah Selepas Shalat Subuh Sampai Terbit Matahari

Shalat Dua Rekaat Antara Adzan dan Iqamah


Info Khusus

Cinta Rasul

Ada Apa Dengan Valentine's Day ?

Manisnya Iman

Hukum Merayakan Hari Valentine

Adakah Amalan Khusus di Bulan Rajab?

Asyura' Dalam Perspektif Islam, Syi'ah & Kejawen..!!

Ada Apa Dengan Valentine’s Day?


Kajian Islam
· Ada Apa Dengan Valentine's Day..??
· Mutiara Fiqih Islam
· KITAB TAUHID 3
· Untuk Diketahui Setiap Muslim

SMS Dakwah Hari Ini

áóíúÓó ßóãöËúáöåö ÔóíúÁñ æóåõæó ÇáÓóøãöíÚõ ÇáúÈóÕöíÑõ Allah berfirman,yang artinya, Tidak ada yang serupa dengan Dia dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.(QS.Asy-Syura:11)

( Index SMS Dakwah )

   


Telah Hadir & Terbit Kembali… SERIAL BUKU DAKWAH AL-SOFWA :: Telah Hadir & Terbit Kembali… SERIAL BUKU TAUHID :: Tebar Buku Risalah Puasa & Panduan Praktis Bulan Ramadhan ::

PELEBUR-PELEBUR DOSA
Senin, 24 September 07


  • Meninggalkan Kesyirikan

    Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda, “Allah subhanahu wata’ala berfirman, "Wahai anak Adam, seandainya engkau menemui-Ku dengan membawa sepenuh bumi berupa dosa dan kesalahan, padahal engkau tidak menyekutukan-Ku dengan sesuatu apa pun, niscaya Aku akan menemuimu dengan membawa sepenuh bumi ampunan". (HR. Muslim)

  • Shalat Wajib Lima Waktu & Shalat Jum'at

    Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda,"Shalat lima waktu, shalat Jum'at ke Jum'at beri-kutnya merupakan pelebur dosa di antara keduanya, selama dosa besar dijauhi". (HR. Muslim)

    "Tidaklah seorang Muslim tatkala hadir sholat wajib, kemudian ia mem-baguskan wudhu'nya, ruku'nya, dan melakukannya dengan khusyu', melainkan semua itu menjadi pelebur dosa bagi hari-hari sebelumnya selama ia tidak melakukan dosa besar, dan juga akan (menjadi pelebur dosa) selama setahun penuh". (HR. Muslim)

  • Menunaikan Shalat

    Diriwayatkan dari Ibnu Mas'ud radhiyallahu’anhu, suatu ketika Allah subhanahu wata’ala menurunkan ayat kepada Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam berkenaan dengan perbuatan seorang laki-laki yang artinya: "Dan dirikanlah shalat pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk". (QS. Hud: 114). Laki-laki tersebut bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah ayat ini (khusus) untukku?” Beliau menjawab, “(Bahkan) untuk seluruh umatku". (HR. al-Bukhari)

  • Shalat Dua Raka'at dengan Khusyu'

    Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda, "Barangsiapa berwudhu seperti wudhuku ini, ke-mudian shalat dua raka'at tanpa berbicara dalam dirinya, niscaya Allah l akan mengampuni dosanya yang telah lalu". (HR. al-Bukhari)

  • Berpuasa

    Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda, “Ujian (fitnah, bala) yang dialami seseorang pada keluarga, harta, anak, dan tetangganya dapat dihapuskan dengan shalat, puasa, dan bersedekah". (HR. al-Bukhari)


  • Puasa Ramadhan

    Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda, "Barangsiapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharapkan pahala, niscaya akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu". (HR. al-Bukhari)

  • Shalat Malam Bulan Ramadhan

    Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda, "Barangsiapa sholat malam pada bulan Ramadhan karena iman dan mengharapkan pahala, niscaya akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu". (HR. al-Bukhari)

  • Shalat pada Malam Lailatul Qadar

    Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda, "Barangsiapa shalat pada malam Lailatul Qadar karena iman dan mengharapkan pahala, niscaya akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu". (HR. al-Bukhari)

  • Puasa Hari ‘Arafah

    Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda, "Puasa pada hari ‘Arafah, aku berharap kepada Allah subhanahu wata’ala semoga menghapuskan (dosa-dosa) setahun yang lalu dan setahun yang akan datang". (HR. at-Tirmidzi, Ibnu Majah dan al-Hakim)

  • Puasa 'Asyura'

    Rasulullah shallahu’alaihi wasallam bersabda, “Puasa pada hari ‘Asyura', aku berharap kepada Allah subhanahu wata’ala semoga menghapuskan (dosa-dosa) setahun yang lalu". (HR. Abu Daud, at-Tirmidzi, Ibnu Majah dan al-Hakim)

  • Bersedekah

    Rasulullah shallahu’alaihi wasallam bersabda, "Bersedekah dapat menghapus kesalahan sebagaimana air dapat memadamkan api". (HR. at-Tirmidzi)
    "Wahai sekalian wanita, bersedekahlah dan perbanyaklah (bersedekah), karena aku melihat kebanyakan penghuni neraka adalah kaum wanita".] (HR. al-Bukhari dan Muslim)

  • Amar Ma'ruf Nahi Munkar

    Rasulullah shallahu’alaihi wasallam bersabda, “Ujian (fitnah) yang dialami seseorang pada keluarganya, harta, anak, dan tetangganya dapat dihapuskan dengan shalat, puasa ..........dan amar ma'ruf nahi munkar". (HR. al-Bukhari)

  • Ucapan: Amin

    Rasulullah shallahu’alaihi wasallam bersabda, "Apabila Imam mengucapkan, “Amin”, maka ucapkanlah, “Amin, juga,” karena barangsiapa yang ucapan aminnya bertepatan dengan ucapan Malaikat, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu ". (HR. al-Bukhari dan Muslim)

  • Mengucapkan Do’a berikut

    Rasulullah shallahu’alaihi wasallam bersabda, "Apabila imam berkata, “Sami'allahu liman hamidah (semoga Allah subhanahu wata’ala mendengarkan orang yang memuji-Nya), maka ucapakanlah, “Allahumma Rabbana wa lakal hamdu (Ya Allah, Tuhan kami, segala pujian hanya untuk-Mu),” karena barangsiapa yang ucapannya bertepatan dengan ucapan Malaikat, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu". (HR. al-Bukhari dan Muslim)

  • Haji Mambur

    Rasulullah shallahu’alaihi wasallam bersabda, "Barangsiapa yang menunaikan ibadah haji ka-rena Allah subhanahu wata’ala, kemudian dia tidak berkata keji dan berbuat fasiq, maka ia kembali (bersih dari dosa) seperti hari ketika ia dilahirkan ibunya".
    "Haji mambur tidak ada balasan baginya kecuali surga"
    ] (HR. al-Bukhari)

  • Musibah-Musibah

    Rasulullah shallahu’alaihi wasallam bersabda, "Tidaklah seorang Muslim ditimpa kesulitan (musibah), melainkan Allah subhanahu wata’ala akan menggugurkan kesalahan-kesalahannya sebagaimana dedaunan yang gugur dari pohonnya".
    "Tidaklah suatu musibah yang menimpa seorang Muslim melainkan dengannya Allah subhanahu wata’ala akan hapuskan (dosa-dosanya), bahkan walaupun hanya tertusuk duri".
    (HR. al-Bukhari)

  • Sakit Demam

    Rasulullah shallahu’alaihi wasallam bersabda, "Janganlah mencela demam, karena ia dapat menghilangkan kesalahan-kesalahan anak Adam, sebagaimana seorang pandai besi menghilangkan karat besi". (HR. Muslim)

  • Amalan-amalan Shalih

    Allah subhanahu wata’ala berfirman, artinya, "Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk". (QS. Hud: 114)

  • 'Umrah

    Rasulullah shallahu’alaihi wasallam bersabda, “Umrah yang satu ke 'umrah berikutnya merupakan pelebur dosa (hari-hari) di antara keduanya". (HR. al-Bukhari)

  • Mati Syahid

    Rasulullah shallahu’alaihi wasallam bersabda, "Segala dosa orang yang mati syahid akan diampuni kecuali hutang”. (HR. Muslim)

  • Mengucapkan Do'a Berikut Sebelum Tidur

    Rasulullah shallahu’alaihi wasallam bersabda, “Apabila engkau mendatangi tempat tidurmu, maka berwudhulah seperti berwudhu untuk shalat, kemudian rebahkan tubuhmu di atas samping kanan badanmu, lalu ucapkan, “Allahumma inni aslamtu nafsi ilaika, wa wajjahtu wajhi ilaika, wa fawwadhtu amri ilaika, wa alja'tu zhahri ilaika, raghbatan wa rahbatan ilaika, laa malja-a wa laa manja minka illa ilaika, amantu bikitabikalladzi anzalta wa binabiyyikalladzi arsalta” (Ya Allah, sesungguhnya aku menyerahkan diri ini kepada-Mu, menghadapkan wajah ini kepadamu, menyerahkan segala urusanku hanya kepada-Mu, dan aku menyandarkan punggungku ini kepada-Mu, dengan penuh harap (akan rahmat-Mu) dan rasa cemas (akan siksa-Mu), tiada tempat berlindung dan keselamatan dari (siksa)-Mu kecuali hanya kepada-Mu, aku beriman kepada kitab-Mu yang telah Engkau tu-runkan dan kepada Nabi-Mu yang telah Engkau utus). Apabila engkau mati, niscaya engkau mati dalam keadaan fithrah, dan jadikan do'a ini se-bagai doa terakhir yang kau baca".(HR. al-Bukhari dan Muslim)

  • Berdzikir dan Bertasbih kepada Allah

    Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda, "Barangsiapa yang mengucapkan, “Subhanallahi wa bihamdihi (Maha suci Allah, dan dengan segala puji untuk-Nya aku memuji-Nya) dalam sehari sebanyak seratus kali, maka segala kesalahannya akan berguguran, meskipun sebanyak buih di lautan". (HR. Muslim.)
    Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda, "Apakah salah seorang di antara kalian tidak sanggup untuk mendapatkan seribu kebaikan setiap harinya; (yaitu dengan) bertasbih seratus kali. Sehingga akan dituliskan untuknya seribu kebaikan dan digugurkan darinya seribu kesalahan". (HR. Muslim)

  • Shalat Berjama'ah

    Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda, "Barangsiapa berwudhu untuk mendirikan sho-lat, lalu ia menyempurnakan wudhunya, kemudian berjalan untuk melak-sanakan sholat wajib, lalu ia mengerjakan sholat bersama orang-orang atau secara berjama'ah (di masjid), maka Allah subhanahu wata’ala akan mengampuni dosa-dosanya". (HR. Muslim)

  • Wudhu yang Bagus (Sempurna)

    Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda, "Barangsiapa yang berwudhu dan melakukannya dengan baik, kesalahan-kesalahannya akan keluar dari badannya hingga keluar dari bawah kuku-kukunya". (HR. Muslim)

  • Menyempurnakan Wudhu dalam Kondisi-kondisi Sulit, ketika Hendak ke Masjid atau Menunggu Shalat

    Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda, "Maukah aku tunjukkan kepada kalian sesuatu yang dapat menghapus dosa-dosa dan mengangkat derajat kalian?” Para Sahabat menjawab, “Tentu wahai Rasulullah!” Beliau bersabda, “Menyempurnakan wudhu dalam kondisi-kondisi sulit, memperbanyak langkah menuju masjid, menunggu sholat berikutnya setelah selesai shalat , yang demikian itu sama dengan ribath (jihad)’ ". (HR. Muslim)

  • Mengucapkan Do'a Berikut setelah Adzan

    Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda, "Barangsiapa yang setelah mendengar adzan mengucapkan, “Wa ana asyhadu an laa Ilaha illallah wahdahu laa syarika lahu, wa anna Muhammadan 'abduhu wa rasuluh, radhitu billahi rabban, wabiMuhammadin rasulan, wa bil Islami dinan, (Dan aku bersaksi bahsawannya tiada Tuhan yang berhak disembah dengan haq kecuali Allah subhanahu wata’ala semata, tiada sekutu bagi-Nya, dan bahwasannya Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, aku rela Allah subhanahu wata’ala menjadi Tuhanku, Muhammad sebagai Nabi-ku dan Islam menjadi agama-ku), maka dosanya akan diampuni ". (HR. Muslim)

  • Mengucapkan Dzikir Berikut setelah Sholat Wajib

    Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda, "Barangsiapa yang bertasbih kepada Allah setelah selesai shalat (wajib) sebanyak tiga puluh tiga kali, bertahmid sebanyak tiga puluh tiga kali dan bertakbir sebanyak tiga puluh tiga kali, sehingga jumlahnya menjadi sembilan puluh sembilan, kemudian melengkapinya menjadi seratus dengan membaca: Laa Ilaha illallah wahdahu laa syarika lahu, lahul mulku wa lahul hamdu wa Hua 'ala kulli syaiin qadir, (Tiada ilah yang haq untuk diibadahi kecuali Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya kerajaan, bagi-Nya segala puja, dan Dia-lah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu), niscaya kesalahan-kesalahannya akan diampuni, meskipun sebanyak buih di lautan".(HR. al-Bukhari dan Muslim)

  • Mengusap Rukun Yamani dan Hajar Aswad serta Thawaf di Sekeliling Ka'bah

    Ibnu 'Umar radhiyallahu’anhu berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda, "Sesungguhnya mengusap keduanya -yakni rukun Yamani dan Hajar Aswad- merupakan pelebur kesalahan-kesalahan". Dan aku juga pernah mendengarnya bersabda, "Barangsiapa berthawaf mengelilingi Ka'bah selama seminggu kemudian ia menghitungnya, maka seolah-olah ia memerdekakan seorang budak". Dan aku juga pernah mendengar beliau bersabda, "Tidaklah seseorang meletakkan kakinya dan mengangkat kaki yang lain, melainkan Allah subhanahu wata’ala akan menggugurkan satu kesalahan dan menuliskan untuknya satu kebaikan". (HR. at-Tirmidzi)

  • Do'a Pelebur Dosa Saat di Majlis

    Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda, "Barangsiapa duduk-duduk bermajelis, kemudian banyak melakukan kesalahan lalu sebelum berdiri dari majelisnya ia berdo'a, “Subhanakallahumma wa bihamdika asyhadu an laa Ilaha Illa anta astaghfiruka wa atubu ilaika, (Maha suci Engkau ya Allah dan segala puji untuk-Mu, aku bersaksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah dengan haq kecuali Engkau, aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu), melainkan akan diampuni (kesalahan-kesalahan) yang telah terjadi di majlisnya itu".(HR. at-Tirmidzi)

  • Majelis-majelis Dzikir

    Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda,"Sesungguhnya Allah subhanahu wata’ala memiliki Malaikat-Malaikat yang bertugas untuk berjalan di muka bumi, apabila mereka mendapati sekelompok orang yang sedang berdzikir kepada Allah subhanahu wata’ala mereka segera berseru, “Kemarilah, kalian telah mendapatkan keinginan kalian.” Maka mereka pun berdatangan, lalu mengelilingi orang-orang tersebut hingga sampai ke langit dunia. Allah subhanahu wata’ala berfirman, “Apa yang sedang diperbuat oleh hamba-hamba-Ku ketika kalian meninggalkan mereka?” Para Malaikat menjawab, “Kami meninggalkan mereka dalam keadaan sedang memuji-Mu, mengagungkan-Mu, dan berdzikir kepada-Mu. Maka Allah subhanahu wata’ala berfirman, “Sesungguhnya Aku menjadikan kalian sebagai saksi bahwa Aku telah mengampuni mereka semua.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)

  • Menyingkirkan Gangguan dari Jalan

    Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda, "Ketika seseorang sedang berjalan di suatu jalan, tiba-tiba ia melihat sebatang duri menghalangi jalan lalu ia menyingkirkannya, maka Allah subhanahu wata’ala berterima kasih kepadanya dan mengampuni (dosa)nya". (HR. Muslim)

  • Adzan

    Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda, "Orang yang adzan akan diampuni (dosa)nya lantaran suara panjangnya, dan setiap makhluq hidup dan mati akan menjadi saksi baginya". (HR. an-Nasa-i)
  • Takut kepada Allah subhanahu wata’ala

    Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda, "Allah subhanahu wata’ala merasa takjub terhadap seorang gembala kambing yang berada di puncak bukit. Ia mengumandangkan adzan kemudian mendirikan shalat. Allah subhanahu wata’ala berfirman, “Lihatlah hamba-Ku ini, ia adzan dan mendirikan shalat lantaran takut kepada-Ku. Sungguh aku telah mengampuni hamba-Ku ini dan akan memasukkannya ke surga". (HR. Abu Dawud, an-Nasa-i dan al-Hakim)

  • Bershalawat kepada Nabi shallallahu’alaihi wasallam

    Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda, "Barangsiapa bershalawat kepadaku sekali saja, niscaya Allah subhanahu wata’ala akan bersholawat kepadanya sebanyak sepuluh kali, dan akan dihapuskan darinya sepuluh kesalahan, serta akan diangkat untuknya sepuluh derajat". (HR. an-Nasa-i dan al-Hakim)

  • Shalat di Masjid al-Aqsha

    "Tatkala Nabi Sulaiman ‘alaihissalam selesai membangun Baitul Maqdis, ia memohon kepada Allah dengan tiga permohonan; hukum yang bertepatan dengan hukum Allah, kerajaan yang tidak diberikan kepada seorang pun setelahnya, dan tidaklah seseorang yang mendatangi masjidnya, tidak bertujuan selain shalat di dalamnya, melainkan keluar dari dosa-dosanya seperti hari ia dilahirkan ibunya. Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda, "Adapun yang pertama dan ke dua telah diberikan kepadanya, dan aku berharap semoga ia juga dikabulkan yang ke tiga". (HR. an-Nasa-i, Ahmad dan Ibnu Majah)

  • Shalat Malam

    Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda, "Bersedekah dapat menghapus kesalahan sebagaimana air dapat memadamkan api, begitu pula sholat seseorang di tengah malam". (HR. at-Tirmidzi dan Ibnu Majah)

  • Mengucapkan Do'a yang Agung Berikut

    Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda, “Barangsiapa terbangun di tengah malam kemudian mengucapkan, “Laa Ilaha illallah wahdahu laa syarika lahu, lahul mulku wa lahul hamdu wa Hua 'ala kulli syaiin Qadir alhamdu lillah, wa subhanallah, wa laa Ilaha illallah wallahu akbar wa laa haula wa laa quwwata illa billah, (Tiada Tuhan yang berhak disembah dengan benar kecuali Allah nYang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya kerajaan,bagi-Nya segala puja, dan Dia-lah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu. Segala puji (hanya) bagi Allah , Maha suci Allah, tiada Tuhan yang berhak disembah dengan haq kecuali Allah , Allah Maha Besar, tiada daya dan upaya melainkan dari Allah), kemudian juga mengucapkan, “Allahummaghfir lii,(Ya Allah, ampunilah aku) atau berdo'a, niscaya akan dikabulkan do'anya. Dan apabila ia berwudhu dan shalat, niscaya akan diterima shalatnya". (HR. al-Bukhari dan Muslim)

  • Beristighfar

    Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda, "Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, Apabila kalian tidak berbuat dosa, niscaya Allah akan membinasakan kalian dan menggantikan kalian dengan kaum lain yang berbuat dosa, sehingga mereka memohon ampun kepada Allah subhanahu wata’ala dan Allah pun mengampuni mereka".(HR. Muslim)

  • Bertaubat

    Allah Ta’ala berfirman, artinya, "Katakanlah, "Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang". (QS. az-Zumar: 53). Dalam ayat yang lain, artinya, "Tidakkah mereka mengetahui, bahwasanya Allah menerima taubat dari hamba-hamba-Nya dan menerima zakat dan bahwasanya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang?". (QS. at Taubah: 104). Juga firman-Nya, artinya, "Dan Dia-lah yang menerima taubat dari hamba-hamba-Nya dan memaafkan kesalahan-kesalahan". (asy Syuura: 25) Nabi shallallahu’alaihi wasallam bersabda, "Barangsiapa bertaubat sebelum matahari terbit dari barat, maka Allah subhanahu wata’ala akan menerima taubatnya".(HR. Muslim)

  • Memberi Minum Orang yang Kehausan

    “Ketika seseorang sedang berjalan di suatu jalan, ia merasa sangat kehausan hingga akhirnya ia menemukan sebuah sumur. Ia pun turun dan minum lalu keluar, tetapi ia melihat seekor anjing menjulurkan lidahnya, menjilati tanah karena sangat kehausan. Orang tersebut berkata, “Anjing ini sangat kehausan sebagaimana diriku tadi.” Kemudian ia turun ke sumur itu dan memenuhi sepatu bootnya dengan air, lalu ia menggigitnya hingga naik ke atas. Kemudian ia memberi minum anjing itu. Maka Allah subhanahu wata’ala berterima kasih kepadanya dan mengampuni dosanya. Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah kita mendapat pahala apabila menolong binatang?” Nabi shallallahu’alaihi wasallam menjawab:"Di setiap makhluq hidup ada pahalanya". (HR. Muslim)

  • Mengucapkan Do'a Berikut

    Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda, "Barangsiapa mengucapkan, “Laa Ilaha illallah wahdahu laa syarika lahu, lahul mulku wa lahul hamdu wa Hua 'ala kulli syaiin Qadir (Tiada Tuhan yang berhak disembah dengan benar kecuali Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya kerajaan, bagi-Nya segala puja, dan Dialah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu), dalam sehari sebanyak seratus kali, maka itu baginya seperti memerdekakan sepuluh orang budak, dituliskan untuknya seratus kebaikan, dan dihapuskan darinya seratus kesalahan, dan do'a itu akan menjadi pelindung baginya dari syetan pada hari itu hingga sorenya. Dan tidak ada seorang pun yang dapat membawa kebaikan lebih utama dari orang yang mengucapkan dzikir ini, kecuali orang yang melakukannya dengan jumlah lebih dari itu.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)

  • Shalat di Empat Masjid

    Dari 'Ashim bin Sufyan Ast-Tsaqafi ia berkata, “Telah dikabarkan kepada kami, bahwasannya orang yang shalat di empat masjid, ia akan diampuni dosanya.” (HR. Ahmad, an-Nasa-i, Ibnu Majah dan Ibnu Hibban. Ibnu Hibban berkata, “Empat masjid tersebut adalah; al-Masjidil Haram, masjid an-Nabawi, masjid al- Aqsha, dan masjid Quba ”)

  • Memperbanyak Membaca Surat Tabaaraka (QS. Al-Mulk)

    Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda, "Sebuah surat di dalam al-Qur'an yang berjumlah tiga puluh ayat, dapat memberikan syafa'at kepada yang membacanya hingga diampuni dosanya, (yaitu) tabaarakalladzi biyadihil mulku (surat Al-Mulk)". (HR. Abu Daud, Ibnu Majah, Ahmad, dan Ibnu Hibban)

  • Mengucapkan Dzikir berikut:

    Nabi shallallahu’alaihi wasallam berkata kepada Ali, “Maukah aku ajarkan kepadamu beberapa kalimat, apabila engkau membacanya Allah akan mengampuni dosa-mu, sekalipun hal ini sudah diampuni untukmu: Laa Ilaha illallah al halim al karim, laa Ilaha illallah al 'Ali al 'azhim, subhanaallah rabbis samawatis sab'i wa rabbil 'arsyil 'azhim, alhamdu lillahi rabbil 'alamin, (Tiada Tuhan yang berhak disembah dengan benar kecuali Allah Yang Maha Penyantun lagi Yang Maha Mulia, Tiada Tuhan yang berhak disembah dengan haq kecuali Allah Yang Maha Tinggi dan Yang Maha Agung, Maha suci Allah Tuhan pemilik tujuh langit dan 'Arsy Yang agung, Segala puji (hanya) bagi Allah, Tuhan semesta alam)". (HR. at-Tirmidzi, Ahmad, dan an-Nasai)

  • Satu Amalan Mengantarkan ke Surga

    Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda, "Ada empat puluh sifat, -yang tertinggi adalah menafkahkan seekor unta- tidaklah seseorang melakukan salah satu dari sifat tersebut dengan mengharap pahala dan membenarkan janjinya melainkan Allah subhanahu wata’ala akan memasukkannya ke dalam surga". (HR. Al-Bukhari)

  • Menolong Janda dan Orang Miskin

    Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda, "Orang yang membantu meringankan beban janda dan orang miskin (pahalanya) sama seperti orang yang berjihad di jalan Allah, atau seperti orang yang shalat malam dan berpuasa di siang hari". (HR. al-Bukhari dan Muslim).


Dr. Shalih Bin Abdullah ash-Syayyah.

Hit : 5776 | Index | kirim ke teman | versi cetak 

 
   
Statistik Situs
Rabu,27-10-2021 M 26:10:10 
Hijri: 20 Rabiul Awal 1443 H
Hits ...: 258020873
Online : 41 users

Pencarian

cari di  

 

Iklan

















Jajak Pendapat
Rubrik apa yang paling anda sukai di situs ini ?

Analisa
Buletin
Fatwa
Kajian
Khutbah
Kisah
Konsultasi
Nama Islami
Quran
Tarikh
Tokoh
Doa
Hadits
Mu'jizat
Sakinah
Akidah
Fiqih
Sastra
Resensi
Dunia Islam
Berita Kegiatan
Kaset
Kegiatan
Materi KIT
Firqah
Ekonomi Islam
Senyum
Download


Hasil Jajak Pendapat

Mutiara Hikmah

öÇÕúÈöÑú Úóáìó ÇáäøóÇÆöÈÇóÊö æóÇÓúÊóÚóÐó ÈöÇááåö ãöäó ÇáäøóÇÑö ÈöÇáÊøóÞúæóì Imam Syafi-i berkata, Bersabaralah terhadap berbagai musibah dan mohonlah perlindungan kepada Allah dari neraka dengan bertakwa. (Manaqib Imam Syafi'i)

( Index Mutiara )


Fiqh Wanita

Benarkah Kaum Wanita Tidak Boleh Masuk Masjid Karena Mereka Adalah Najis

Jika Mendapat Kesucian Setelah Shubuh

Haid Datang Beberapa Saat Sebelum Matahari Terbenam

Merasa Ada Darah Tapi Belum Keluar Sebelum Matahari Terbenam

Hukum Wanita Yang Mandi Setelah Jima', Kemudian Keluar Cairan Dari Kemaluannya

Hukum Orang Yang Kentut Terus Menerus.

Shalat Dengan Pakaian Terkena Najis

Hukum Orang Haidh Berdiam di Masjid

Hukum air kencing anak yang mengenai pakaian wanita

Menggunakan air laut untuk berwudlu

Hukum Operasi Cesar

Menyentuh wanita dalam keadaan berwudhu'

Menyentuh wanita asing(selain isteri) dalam keadaan berwudhu'

Hukum membawa Mushaf ke dalam WC

Bersuci dari Air Kencing Bayi

Hukum Wudhunya Orang yang Menggunakan Kutek

Hukum Wudhunya Orang yang Menggunakan Inai (Pacar)

Hukum Wudhunya Wanita yang Tidak Menghilangkan Kutek

Membasuh Kepala Bagi Wanita

Hukum Mengusap Rambut yang Disanggul (dikepang)

Sifat Mandi Junub dan Perbedaan dengan Mandi Haidh

Melepaskan Ikatan Rambut Untuk Mandi Haidh

Haruskah Meresapkan Air ke Dalam Kulit Kepala Dalam Mandi Junub?

Samakah Wanita yang Memiliki Rambut Panjang yang Tidak Digulung dengan yang Digulung

Hukum Mengusap Kain Penutup Kepala Saat Mandi Junub

Haruskah Dua Kali Bersuci Karena Dua Hadats

Wajib Mandikah Wanita Yang Bermimpi (Mimpi Basah)

Jika Seorang Wanita Bermimpi dan Mengeluarkan Cairan yang Tidak Mengenai Pakaiannya, Apakah Ia Wajib Mandi

Wajib Mandikah Bila Keluarnya Mani Karena Syahwat Tanpa Bersetubuh

Berdosakah Seorang Wanita yang Mimpi Bersetubuh Dengan Seorang Pria

Wajib Mandikah Jika Seorang Wanita Memasukkan Tangannya ke Dalam Kemaluannya atau Jika Seorang Dokter Memasukkan Tangannya ke Dalam Kemaluannya

Jika Seorang Ragu Tentang Junubnya

Bolehkah Menunda Mandi Wajib Hingga Terbit Fajar

Bolehkah Orang yang Junub Tidur Sebelum Berwudhu

Mandi Junub Merangkap Mandi Jum'at, atau Merangkap Mandi Haidh dan Mandi Nifas

Apakah Penggunaan Inai Pada Masa Haidh Akan Mempengaruhi Sahnya Mandi Setelah Masa Haidh?

Apakah Tubuh Orang yang Sedang Junub Itu Najis Sebelum Ia Mandi Junub

Masa di Mana Para Wanita yang Sedang Nifas Tidak Boleh Melaksanakan Shalat

Pendapat yang Kuat Tentang Masa Nifas

Nifas, Suci Sebelum Empat Puluh Hari Lalu Berpuasa

Apakah Wanita Nifas yang Suci Sebelum Genap Empat Puluh Hari Tetap Wajib Melaksanakan Ibadah

Nifas, Jika Darah Terus Mengalir Setelah Empat Puluh Hari

Darah Nifas Berhenti Sebelum Empat Puluh Hari, Apakah Hal Ini Membolehkan Shalat Walaupun Darah Itu Kembali Lagi Pada Hari Keempat Puluh

Apakah Masa Nifas Itu Dapat Lebih dari Empat Puluh Hari?

Tidak Mengeluarkan Darah Setelah Melahirkan, Bolehkah Suaminya Mencampurinya?

Jika Wanita Hamil Keluar Darah Banyak Tapi Bayi yang Dikandungnya Tidak Keluar ( Keguguran )

Bila Seorang Wanita Hamil Mengalami Goncangan Namun Ia Tidak Tahu Apakah Kandungannya Keguguran atau Tidak, Dalam Keadaan Ia Mengalami Haidh

Hukum Darah yang Menyertai Keguguran Prematur Sebelum Sempurnanya Bentuk Janin dan Setelah Sempurnanya Janin

Hukum Darah yang Mengalir Terus Menerus Dalam Waktu yang Lama Setelah Keguguran

Keguguran Pada Umur Tiga Bulan Kehamilan, Apakah Tetap Wajib Shalat

Hukum Darah yang Keluar Setelah Keluarnya Janin ( Keguguran )

Keguguran Sebelum dan Setelah Terbentuknya Janin

Banyak Mengeluarkan Darah Saat Keguguran

Keguguran Pada Bulan Ketiga dari Masa Kehamilan, Kemudian Setelah Lima Hari Melaksanakan Puasa dan Shalat

Wajibkah Puasa dan Shalat Bagi Wanita yang Mengalami Keguguran

Kapankah Darah Keguguran Prematur Dianggap Darah Nifas

Mengeluarkan Darah Lebih dari Tiga Hari Sebelum Persalinan

Mengeluarkan Darah Lima Hari Sebelum Datangnya Masa Nifas

Mengeluarkan Darah Satu atau Dua Hari Sebelum Persalinan

Kewajiban Wanita Nifas Pada Akhir Masa Nifas

Darah Nifas Mengalir Kembali Setelah Empat Puluh Hari

Hukum Darah Nifas yang Keluar Lagi

Hal-hal yang Mewajibkan Mandi

Hukum Berhadats Kecil Dan Menyentuh Mushaf

Mencium Istri Tidak Membatalkan Wudhu’

Darah Nifas Berhenti Kemudian Kembali Lagi Setelah Empat Puluh Hari

Yang Dibolehkan Bagi Suami Terhadap Istrinya yang Sedang Nifas

Apakah Disyaratkan Empat Puluh Hari untuk Dibolehkannya Mencampuri Istri Setelah Melahirkan

Hukum Membaca Al-Qur’an Tanpa Wudhu’

Boleh Menyentuh Kaset Rekaman Al-Qur’an Bagi Yang Sedang Junub

Bersetubuh Setelah Tiga Puluh Hari Melahirkan

Darah yang Keluar dari Wanita yang Melahirkan Melalui Operasi

Apakah Tubuh Wanita Nifas Menjadi Najis

Apakah Tubuh Wanita Nifas Menjadi Najis

Cara Shalat Wanita yang Terus Mengeluarkan Darah

Seorang Wanita Meninggalkan Shalat Karena Mengeluarkan Darah, Lalu Beberapa Hari Kemudian Ia Mengeluarkan Da-rah Haidh yang Sebenarnya

Setelah Operasi dan Sebelum Masa Haidh Mengeluarkan Darah Hitam, Kemudian Setelah Itu Masa Haidh Datang

Seorang Wanita Telah Berhenti Masa Haidhnya Karena Usianya yang Sudah Lanjut Kemudian Dalam Suatu Perjalanan Ia Mengeluarkan Darah Terus Menerus

Wanita Mengeluarkan Darah yang Bukan Darah Haidh dan Bukan Pula Darah Nifas

Setelah Bersuci dari Haidh yang Biasanya Selama Sem-bilan atau Sepuluh Hari, Keluar Lagi Darah Pada Waktu-waktu yang Tidak Tentu

Di Bulan Ramadhan Mengeluarkan Darah Sedikit yang Terus Berlanjut Sepanjang Bulan

Setelah Nifas Mengeluarkan Darah Sedikit yang Bukan di Masa Haidh

Cara Bersucinya Wanita Mustahadhah

Perbedaan Antara Darah Haidh dan Darah Istihadhah

Penjelasan Tentang Cairan Berwarna Kuning dan Cairan Keruh Serta Hukumnya, Juga Tentang Cairan Putih (Keputihan)

Penggunaan Pil-pil Pencegah Kehamilan Mengakibatkan Timbulnya Cairan Keruh yang Merusak Haidh

Mengeluarkan Cairan Keruh Sehari atau Dua Hari Sebelum Datangnya Masa Haidh

Hukum Cairan Kuning yang Keluar Sehari atau Dua Hari Sebelum Masa Haidh

Meninggalkan Shalat Karena Mengeluarkan Cairan Keruh Sebelum Haidh

Hukum Cairan Kuning yang Keluar dari Wanita Setelah Suci

Mengeluarkan Tetasan Bening yang Berwarna Agak Kuning di Luar Waktu Haidh

Apakah Cairan yang Keluar dari Wanita Itu Najis dan Membatalkan Wudhu

Hukum Orang yang Yakin Bahwa Cairan-cairan Itu Tidak Membatalkan Wudhu

Jika Wanita yang Mengeluarkan Cairan Terus Menerus Itu Berwudhu, Bolehkah Ia Melakukan Shalat Sunat dan Membaca Al-Qur'an

Jika Wanita yang Mengeluarkan Cairan Terus Menerus Itu Berwudhu, Tapi Kemudian Setelah Berwudhu Itu dan Sebelum Shalat Cairan Itu Keluar Lagi

Bolehkah Wanita yang Terus Mengeluarkan Cairan Melakukan Shalat Dhuha Dengan Wudhu Shalat Shubuh

Bolehkah Melakukan Shalat Tahajud Dengan Wudhu Shalat Isya Bagi Wanita yang Terus Mengeluarkan Cairan?

Cukupkah Membasuh Anggota Wudhu Bagi Wanita Yang Terus Mengeluarkan Cairan?

Bagaimana Hukumnya Jika Cairan Itu Mengenai Bagian Tubuh

Tidak Berwudhu Saat Mengeluarkan Cairan Itu Karena Tidak Tahu

Mengapa Tidak Ada Riwayat dari Rasulullah SAW yang Menyatakan Bahwa Cairan yang Keluar dari Wanita Dapat Membatalkan Wudhu, Sementara Para Shahabiyah Sangat Menjaga Cairan yang Keluar ?

Apa Betul Syaikh Ibnu Utsaimin Berpendapat Bahwa Cairan Tidak Membatalkan Wudhu ?

Mengeluarkan Cairan Setelah Mandi Junub dan Setelah Bangun Tidur

Wanita Hamil Mengeluarkan Cairan Sejak Satu Bulan

Cairan Kuning yang Keluar dari Wanita Perawan dan Janda Tanpa Mimpi

Keluarnya Mani Beserta Air Kencing Kemudian Setelah Itu Keluar Mani Tanpa Syahwat

Saya Mengeluarkan Cairan Putih dan Terkadang Cairan Itu Keluar Ketika Saya Sedang Shalat

Hukum Cairan yang Keluar Setetes Demi Setetes

Hukum Membaca Kitab Tafsir Bagi Wanita Haidh

Bagaimana Shalat Orang Yang Mengidap Penyakit Kencing Netes?

Hukum Kencing Berdiri

Panas Matahari Tidak Menghilangkan Najis

Terkena Najis Setelah Berwudhu

Doa Membasuh Muka Pada Saat Berwudhu.

Doa Mandi Junub

Terkena Najis Setelah Berwudhu

Apakah Menyentuh Wanita Membatalkan Wudhu?

Hukum Mimpi (junub) Namun Tidak Keluar Mani

Menyisir Rambut dan Memotong Kuku Saat Haidh


Senyum
Tes Kecerdasan !
Jawablah pertanyaan dibawah ini tanpa melihat kunci jawaban terlebih dahulu !

Pertanyaan pertama: jika anda sedang mengikuti lomba lari, kamudian anda bisa mendahului pelari yang kedua, maka pada urutan berapakah anda sekarang?????

Jawaban !
jika anda menjawab bahwa anda diurutan pertama
Maka jawaban anda salah
Sebab jika anda mendahului pelari kedua maka anda hanya menggantikan posisinya diurutan kedua tidak menggantikan posisi pelari urutan pertama.

Sekarang soal kedua: tapi jawablah dengan cepat gak pake lama, oke ?

Pertanyaan: jika anda mendahului pelari terakhir, maka anda diurutan …… ????

Jawaban:
Jika jawaban anda adalah terakhir atau sebelum akhir, maka jawaban anda salah

Karena bagaimana mungkin anda mendahului pelari terakhir padahal yang terakhir itu adalah anda !!!?


Fatwa Puasa

Kapan Remaja Putri Diwajibkan untuk Berpuasa?

Remaja Putri Berusia Dua Belas atau Tiga Belas Tahun Tidak Berpuasa di Bulan Ramadhan

Tidak Berpuasa Selama Masa Haidh, dan Setiap Kali Tidak Berpuasa Ia Memberi Makan, Apakah Wajib Qadha Baginya

Istri Saya Hamil dan Mengeluarkan Darah Pada Permulaan Ramadhan

Mendapat Kesucian dari Haidh atau dari Nifas Sebelum Fajar dan Tidak Mandi Kecuali Setelah Fajar

Seorang Wanita Mendapat Kesuciannya dari Nifas Dalam Satu Pekan, Kemudian Ia Berpuasa Bersama Kaum Muslimin, Setelah Itu Darah Tersebut Datang Lagi

Mendapat Kesucian Setelah Tujuh Hari Melahirkan Lalu Berpuasa di Bulan Ramadhan

Setelah Empat Puluh Hari Sejak Melahirkan, Darah yang Keluar Berubah, Apakah Saya Harus Shalat dan Puasa

Melahirkan di Bulan Ramadhan dan Tidak Mengqadha Setelah Bulan Ramadhan Karena Ada Kekhawatiran Pada Bayi, Kemudian Pada Bulan Ramadhan Selanjutnya Ia Melahirkan Lagi

Bagaimana Hukumnya Wanita Hamil Dan Menyusui Jika Tidak Berpuasa Pada Bulan Ramadhan

Bagaimana Hukumnya Jika Wanita Menyusui Tidak Berpuasa Pada Bulan Ramadhan

Bolehkah Wanita Hamil Tidak Berpuasa

Bagaimana Hukumnya Wanita Hamil yang Tidak Puasa Karena Khawatir Terhadap Janinnya

Meninggalkan Puasa Dengan Sengaja Selama Enam Hari di Bulan Ramadhan Karena Ujian Sekolah

Memaksa Isteri untuk Tidak Berpuasa Dengan Cara Mencampurinya

Memaksa Istri untuk Tidak Berpuasa

Seorang Pria Musafir Tiba di Rumahnya Pada Siang Hari Ramadhan Lalu Ingin Menggauli Istrinya

Apakah Keluar Darah dari yang Hamil Termasuk yang Membatalkan Shaum

Suami Mencium dan Mencumbui Istrinya di Siang Hari Ramadhan

Mencampuri Istri di Siang Hari Ramadhan -1

Mencampuri Istri di Siang Hari Ramadhan -2

Mencampuri Istri di Siang Hari Ramadhan - 3

Hukum Menggunakan Celak Mata dan Perlengkapan Kecantikan Lainnya di Siang Hari Ramadhan -1

Hukum Menggunakan Celak Mata dan Perlengkapan Kecantikan Lainnya di Siang Hari Ramadhan -2

Hukum Menggunakan Celak Mata dan Perlengkapan Kecantikan Lainnya di Siang Hari Ramadhan -3

Menggunakan Inai Pada Rambut Saat Berpuasa

Mengobati Pilek dengan Obat yang Dihirup Melalui Hidung

Apakah Keluarnya Air Ketuban Dapat Membatalkan Puasa

Mengqadha Puasa Bagi yang Tidak Puasa Karena Hamil

Tidak Mampu Mengqadha Puasa

Tidak Berpuasa Karena Sakit Lalu Meninggal Beberapa Hari Setelah Ramadhan

Orang Meninggal yang Mempunyai Tanggungan Puasa

Sekarang Berusia Lima Puluh Tahun, Dua Puluh Tujuh Tahun yang Lalu Tidak Menjalankan Puasa Ramadhan Selama Lima Belas Hari

Beberapa Tahun yang Lalu Tidak Berpuasa Ramadhan Karena Haidh dan Belum Mengqadhanya

Mempunyai Utang Puasa Selama Dua Ratus Hari Karena Ketidaktahuannya dan Sekarang Sedang Sakit

Minum Obat Beberapa Saat Setelah Fajar

Di Depan Keluarganya Ia Berpuasa, Namun Sebenarnya Dengan Cara Sembunyi-sembunyi Ia Tidak Berpuasa Selama Tiga Bulan Ramadhan

Bulan Ramadhan Kedua Telah Datang Tapi Ia Belum Mengqadha Puasa Ramadhan yang Lalu

Tidak Pernah Mengqadha Puasa yang Ditinggalkannya Karena Haidh Sejak Diwajibkan Baginya Berpuasa

Tidak Berpuasa Karena Menyusui Anaknya Dan Belum Mengqadhanya, Kini Anak Itu Telah Berusia Dua Puluh Empat Tahun

Belum Mengqadha Puasa yang Ditinggalkan Pada Dua Tahun Pertama Sejak Menjalankan Puasa Wajib

Menunda Qadha Puasa Hingga

Hikmah dari Diwajibkannya Mengqadha Puasa Tanpa Mengqadha Shalat Bagi Wanita Haidh

Tidak Berpuasa Selama Dua Ramadhan Karena Sakit, Kemudian Pada Ramadhan Ketiga Ia Berpuasa, Apa yang Harus Dilakukan untuk Dua Ramadhan yang Telah Lewat

Meninggalkan Puasa Ramadhan Selama Empat Tahun Karena Gangguan Kejiwaan

Ibu Saya Telah Lanjut Usia, Ia Berpuasa Selama Lima Belas Hari Kemudian Tidak Berpuasa Karena Tak Sanggup Puasa

Mencegah Haidh Agar Bisa Berpuasa

Saya Pernah Bertanya Kepada Seorang Dokter, Ia Mengatakan, Bahwa Pil Pencegah Haidh Itu Tidak Berbahaya

Mengkonsumsi Pil Pencegah Haidh Agar Bisa Berpuasa Bersama Orang-Orang Lainnya

Hukum Mencicipi Makanan Ketika Berpuasa

Mengeluarkan Darah Selama Tiga Tahun, Apa yang Harus Dilakukan di Bulan Ramadhan

Bernadzar untuk Berpuasa Selama Satu Tahun

Hukum Mengisi Bulan Ramadhan Dengan Begadang, Berjalan-jalan di Pasar dan Tidur

Faktor-faktor yang Mendukung Wanita di Bulan Ramadhan

Apa Hukum Berbicara Dengan Seorang Wanita atau Menyentuh Tangannya di Siang Hari Ramadhan

Mengakhirkan Qadha Puasa Ramadhan Hingga Datang Ramadhan Berikutnya.

Berlebihan Dalam Hidangan Buka Puasa

Nilai Sosial Puasa

Apa Yang Lazim Dan Yang Wajib Dilakukan Orang Yang Berpuasa?

Tetesan Obat Mata Tidak Merusak Puasa

Menelan Pil Pencegah Haid

Mencampuri Isteri Pada Hari yang Diragukan

Memberi Makan Kaum Miskin Sebagai Pengganti Puasa Orang Lanjut Usia

Orang yang Tidak Mampu Berpuasa

Terapi di Bulan Ramadhan

Berbukanya Musafir

Berbukanya Wanita Hamil dan Wanita yang Menyusui

Onani/Masturbasi dan Bersetubuh di Siang Bulan Ramadhan

Hukum Darah yang Keluar dari Orang yang Sedang Berpuasa

Masih makan dan minum saat fajar karena ia tidak tahu.

Menonton Televisi Bagi yang Berpuasa

Seorang Musafir Tidak Berpuasa Lalu Ia Memaksa Isterinya yang Sedang Berpuasa untuk Berhubungan Badan

Wajib Puasa Bagi Wanita yang Telah Haidh

Bila Seorang Wanita Melanjutkan Puasanya Kendatipun Keluar Darah Haidh

Mengqadha’ Puasa Beberapa Tahun

Menyepelekan Puasa Sejak Pertama Kali Mengalami Haidh

Berbuka Karena Kesibukannya Dalam Bangunan dan Persiapan Nikah

Orang yang Meninggal di Bulan Ramadhan Tidak Wajib Mengqadha Sisa Harinya

Puasa dan Terapi

Sekitar Nadzar Puasa

Bertekad Puasa Tiga Hari (Tgl 13, 14, 15)

Puasa Pada Hari Sabtu

Hukum Puasanya Orang Yang Tidak Shalat Tarawih

Hukum Mencium Bagi yang Berpuasa

Darah yang Merusak Puasa

Hukum Berbekam Bagi yang Berpuasa dan Hukum Keluarnya Darah

Meninggal Pada Bulan Ramadhan

Terlihatnya Hilal (Bulan) Ramadhan Atau Syawwal di Suatu Negara Tidak Mengharuskan Negara-Negara Lain Mengikutinya

Tidur Sepanjang Hari Ketika Puasa

Berkumur Sampai Airnya Masuk ke Tenggorokan

Hukum Menggunakan Minyak Wangi di Siang Bulan Ramadhan

Makan Karena Lupa Ketika Puasa

Banyak Mandi Ketika Puasa

Tidak Mengqadha Puasa Karena Menghawatirkan Bayinya

Laksanakan Puasa Qadha Lebih Dulu

Panjangnya Malam dan Siang Saat Ramadhan

Negara yang Terlambat Terbenamnya Matahari

Anak Kecil Tidak Wajib Puasa Tapi Disuruh Melaksanakannya

Berbuka Berdasarkan Pemberitahuan Penyiar

Puasa Wishal

Hukum “Hidangan Orang Tua”

I’tikaf dan Syaratnya

Hukum Makan Sahur Ketika Adzan Subuh Atau Beberapa Saat Setelahnya

Tanda Subuh Adalah Terbitnya Fajar

Berpedoman Pada Ru’yat (Penglihatan) Biasa

Puasa Berdasarkan Satu Ru’yat (Penglihatan)

Minum Karena Tidak Tahu Sudah Subuh

Menggunakan Pasta Gigi Saat Berpuasa

Penderita Mag Dan Puasa

Jika Seorang Wanita Suci Setelah Subuh, Maka Ia Harus Berpuasa Dan Mengqadha’

Puasa Dan Junub

Puasanya Orang Yang Meninggalkan Shalat. Berpuasa Tapi Tidak Shalat

Bersetubuh Di Siang Hari Ramadhan Ketika Safar

Sahur Setelah Subuh

Minum Setelah Adzan Subuh

Minum Ketika Adzan Subuh

Suntikan Di Siang Hari Ramadhan

Hukum Mengeluarkan Darah Dari Orang Yang Sedang Berpuasa

Hukum Cuci Darah Bagi Yang Berpuasa

Hukum Menggunakan Krim Kulit

Hukum Menggunakan Inhaler Bagi Yang Berpuasa

Apakah Debu Membatalkan Puasa?

Hukum Orang Yang Puasa Dan Shalat Hanya Pada Bulan Ramadhan

Hukum Orang Yang Puasa Tapi Tidak Shalat

Menggunakan Siwak Di Bulan Ramadhan

Hukum Bersiwak Bagi Yang Berpuasa Setelah Tergelincirnya Matahari

Apakah Tanggalnya Gigi Geraham Orang Yang Sedang Berpuasa Membatalkan Puasanya?

Hukum Berenang Bagi Orang Yang Sedang Berpuasa

Mencicipi Makanan Oleh Orang Yang Sedang Berpuasa

Menunda Qadha’ Puasa Hingga Tiba Ramadhan Berikutnya

Menghadiahkan Pahala Puasa Untuk Orang Yang Sudah Meninggal

Orang Yang Meninggal Dengan Menanggung Qadha’ Puasa

Apakah orang yang meninggal dengan menanggung utang qadha’ puasa boleh dipuasakan untuknya (diqadha’kan)?

Hukum Mengqadha Enam Hari Puasa Syawwal

Mengqadha Enam Hari Puasa Ramadhan di Bulan Syawwal, Apakah Mendapat Pahala Puasa Syawwal Enam Hari

Apakah Suami Berhak untuk Melarang Istrinya Berpuasa Sunat

Hukum Puasa Sunnah Bagi Wanita Bersuami

Hukum Zakat Yang Diserahkan Ke Lembaga Zakat Atau Instansi Pemerintah

Wajibnya Zakat Pada Perhiasan Wanita Yang Digunakan Sebagai Pehiasan Atau Dipinjamkan, Baik Berupa Emas Maupun Perak

Wajibnya Zakat Pada Perhiasan Wanita Jika Mencapai Nishab Dan Tidak Diproyeksikan Untuk Perdagangan

Apakah Seorang Wanita Harus Menggabungkan Perhiasan Putri-Putrinya Ketika Hendak Mengeluarkan Zakat Perhiasannya?

Apa Hukum Zakat Perhiasan Yang Dikenakan

Hukum Buka Warung Di Siang Hari Bulan Ramadhan

Lupa Meniatkan Puasa Bulan Syawwal Dari Sejak Malam Hari, Sah Tidak?

BAGAIMANA MENENTUKAN AWAL PUASA

HIKMAH DIWAJIBKAN MENGQADHA PUASA TETAPI TIDAK MENGQADHA SHALAT

BAGAIMANA PUASA YANG BENAR?

NIAT BERBUKA,TAPI BELUM MAKAN DAN MINUM APAKAH MEMBATALKAN PUASA?

beberapa tanda Lailatul Qadr

Puasa Muharram dan 'Asyura

Nilai Sosial Puasa

Apa Yang Lazim Dan Yang Wajib Dilakukan Orang Yang Berpuasa

Tetesan Air Mata Tidak Merusak Puasa

Menelan Pil Pencegah Haid

Berlebihan Dalam Hidangan Buka Puasa

Hukum Makan Sahur Ketika Adzan Subuh Atau Beberapa Saat Setelahnya

Menggunakan Pasta Gigi Saat Berpuasa

Penderita Mag Dan Puasa

Bersetubuh Di Siang Hari Ramadhan Ketika Safar

Suntikan Di Siang Hari Ramadhan

Hukum Mengeluarkan Darah Dari Orang Yang Sedang Berpuasa

Hukum Berenang Bagi Orang Yang Sedang Berpuasa

Mencicipi Makanan Oleh Orang Yang Sedang Berpuasa

HUKUM ORANG YANG PUASA TETAPI TIDAK SHOLAT

Meninggal Pada Bulan Ramadhan

Hukum Orang Yang Mengakhirkan Qadha Puasa Hingga Datang Ramadhan Berikutnya

Perbedaan Ru-yah

Shaum (Berpuasa) Berdasarkan Hisab.

Hukum Puasa Bagi Orang Yang Melanjutkan Makan Sahurnya Setelah Adzan?

Hukum Shiam (Puasa) Yang Dilakukan Pada Masa Nifas.

Mengqadha Shiyam (Puasa) Yang Telah Terlupakan Selama Sepuluh Tahun

Bolehkah Membatalkan Shiyam (Puasa) Yang Diqhadha?

Kafarat Bagi Orang Yang Mengumpuli Istrinya Di Siang Hari Bulan Ramadhan

Mengqadha Shiyam Yang Terlupakan Jumlahnya

Beberapa Permasalahan Wanita Dalam Melakukan Shiyam.

Penentuan Hari dan Shiyam (Puasa) Arafah Pada Tiap Negara

Bid’ahkah Puasa 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah ?

Hisab Dijadikan Acuan Dalam Menentukan Awal dan Akhir Ramadhan

Masalah-Masalah Yang Berkaitan Dengan Niat Dalam Melaksanakan Shiyam (Puasa)

Makan Sahur Ketika Fajar Terbit Tanpa Disadari

Air Yang Masuk Ke Tenggorokan Tanpa Sengaja Ketika Berwudhu

KADAR FIDYAH BAGI ORANG YANG TIDAK MAMPU BERPUASA KARENA TUA ATAU SAKIT

Memakai Obat Mata Dan Telinga Ketika Berpuasa

Permasalahan-Permasalahan Yang Berkaitan Dengan I'tikaf

Apakah Ada Perselisihan Pendapat Tentang Dianjurkannya Puasa Di Sembilan Hari Awal Bulan Dzulhijah

Menyikapi Dua Hadits Yang Bertentanggan Dalam Masalah Puasa 1-9 Dzulhijjah

Hukum Tidak Berpuasa Karena Alasan Pekerjaan

Hukum tetap berpuasa selama masa haidh karena tidak tahu

Menelan Pil Pencegah Haid

Apakah malam lailatul qadar jatuh pada malam ke-27 dari bulan Ramadhan

Hukum mengakhirkan qadha puasa Ramadhan sebelumnya sampai memasuki bulan Ramadhan yang baru?

Orang Yang Meninggal Dengan Menanggung Qadha' Puasa

Antara Berbuka atau Berpuasa Saat Safar (Bepergian)

Jika Terjadi Perbedaan Hari Arafah

Jika Puasa Arafah Jatuh Pada Hari Sabtu..?

Berpuasa Tapi Meninggalkan Shalat

Antusias Ibadah Saat Ramadhan Saja

Kesalahan Sebagian Muda-Mudi Saat Puasa


Kajian Ramadhan

Menyambut Bulan Ramadhan

Keutamaan Bulan Ramadhan

Penentuan Awal dan Akhir Ramadhan

Kiat-Kiat Menghidupkan Bulan Ramadhan...!

Panduan Ringkas Puasa Ramadhan

Hikmah dan Manfa'at Puasa

Qiyam Ramadhan

Adab Shalat Tarawih Bagi Wanita

Nuzulul Qur'an Sebagai Peringatan atau Pelajaran

I'tikaf Hukum dan Keutamaanya

Menggapai Lailatul Qadar

Ramadhan Bersama al-Qur'an

Kesalahan-Kesalahan Dalam Bulan Ramadhan (1)

Kesalahan-Kesalahan Dalam Bulan Ramadhan (2)

Zakat Fitrah

Kebahagiaan Bersama Iedul Fithri

Ramadhan Telah Berlalu

Keutamaan Puasa Enam Hari Syawal

Waspada Terhadap Hadits-Hadits Dha'if (Lemah) Seputar Ramadhan


Fatwa Haji & Qurban

Apa hikmah thawaf(disekitar Ka'bah)? Apakah hikmah mencium Hajar Aswad adalah tabarruk (memohon barakah) kepadanya?

Disyari'atkannya menyembelih hewan qurban

Hukum menyembelih hewan qurban dan cara membagikan dagingnya

Mana yang lebih utama, berqurban dengan menyembelih sapi atau domba?

Menyembelih seekor sapi untuk tujuh orang

Seekor unta untuk satu orang

Umur hewan qurban

Hewan Yang Tidak Sah Dijadikan Hewan Qurban

Berqurban dengan harga hewan qurban

Penerima daging hewan qurban

Membagikan hewan qurban kepada orang kafir

Menyembelih sebelum Imam menyembelih

Barang siapa ingin berqurban, maka janganlah mengambil(memotong) rambut dan kukunya

Hukum wanita yang melakukan haji tanpa mahram

Hukum orang yang ingin melakukan haji namun masih memiliki hutang

Mahram Tidak Sanggup Mendampingi Dalam Ibadah Haji

Wanita Yang Mengaku Islam Ingin Menunaikan Haji

Apakah Suami Seorang Perempuan Bisa Menjadi Mahram Bagi Bibi Perempuan Tersebut

Wanita Ingin Haji Didampingi Anak Laki-Lakinya Yang Belum Baligh

Pergi Haji Hanya Ditemani Wanita Yang Dipercaya

Mahram Wanita Meninggal Pada Saat Ibadah Haji

Izin Suami Untuk Pergi Haji

Hukum Haji Bagi Wanita Tidak Mendapat Izin Dari Suaminya

Biaya Haji Ditanggung Wanita

Mengganti Haji Wanita Tua Lagi Buta

Wanita Haji Bersama Lelaki Yang Bukan Mahram

Wanita Pergi Haji Bersama Lelaki Shalih Yang Disertai Keluarganya

Seorang Wanita Mendatangkan Ibunya Untuk Diajak Pergi Haji

Anak Laki-Laki Yang Sudah Mumayyiz Menjadi Mahram

Wanita Pergi Haji Dengan Harta Suaminya

Wanita Haid Melewati Miqat Dengan Tidak Ihram

Puasa di Jeddah Lalu Berihram Haji Tanggal Delapan

Wanita Niat Haji Tamattu', Kemudian Tidak Memungkinkan Thawaf Dan Sa'i Kemudian Dia Menuju Ke Mina Dan Arafah

Mencium Hajar Aswad Pada Waktu Mulai Thawaf

Wanita Shalat di Belakang Maqam Ibrahim

Wanita Mendaki Shafa dan Marwah

Apakah lari-lari kecil pada tiga putaran pertama dari thawaf qudum khusus bagi laki-laki saja

Apakah Wanita Mempercepat Sa'i Tatkala Berada

Wanita Menyesal Karena Berumrah, Tapi Tidak Men-ziarahi Makam Rasul

Wanita Mencium Hajar Aswad

Wanita Keluar Dari Muzdalifah

Wanita Mencukur Rambut Pada Saat Haji Dan Umrah

Bentuk Pakaian Ihram Bagi Wanita

Wanita Telah Menyelesaikan Semua Manasik Haji Kecuali Melempar Jumrah Karena Punya Anak Kecil

Wakil Dalam Melempar Jumrah

Wanita Telah Selesai Dari Seluruh Manasik Kecuali Menggunting Rambut

Thawaf Ifadhah Diganti Dengan Thawaf Wada'

Hikmah Dilarang Mengenakan Pakaian Berjahit Saat Ihram

Melaksanakan Ibadah Haji Tanpa Ihram

Menggauli Istri Disaat Ibadah Haji

Menggauli Istri Setelah Tahallul Awal

Wanita Haid Tinggal di Jeddah Sebelum Thawaf Ifadhah dan Thawaf Wada' Setelah Suci Digauli Suaminya

Wanita Meletakkan Kayu atau Pengikat Untuk Mengangkat Jilbab Dari Wajahnya

Rambut Kepala Rontok Dengan Sendirinya

Wanita Pulang ke Negerinya Sebelum Thawaf Ifadhah

Pakaian Ihram Wanita Dan Hukum Mengenakan Cadar dan Sarung Tangan

Hukum Sarung Tangan Dan Kaos Kaki Saat Ihram

Hukum Mengenakan Purdah Dan Masker Saat Ihram

Hukum Membuka Wajah Dan Telapak Tangan

Menggauli Istri Setelah Selesai Ihram

Hukum Ihram Disaat Haid

Wanita Berihram Dari Miqat Sebelum Suci

Wanita Ihram Bersama Suaminya Dalam Keadaan Haid dan Tatkala Ia Telah Suci, Ia Umrah Sendirian

Wanita Dalam Kondisi Haid Dan Nifas Saat Akan Ihram

Ihram Dari Sail Dalam Keadaan Haid Lalu Pergi ke Jeddah dan Setelah Suci Menyempurnakan Ibadah Haji

Pemalsuan Pasport Tidak Mempengaruhi Keshahan Ibadah Haji

Fadhilah Ibadah Haji Itu Sangat Besar

Tidak Wajib Melakukan Ibadah Haji Kecuali Orang Yang Mampu

Suatu Masalah Penting Bagi Orang Yang Thawaf

Setiap Orang Dari Anda Wajib Bayar Fidyah

Anda Mempunyai Dua Pilihan

Tidak Apa-Apa Istirahat Sejenak Di Waktu Thawaf

Shalat Sunnat Dua Rakaat Thawaf Boleh Di Lakukan Di Setiap Masjid

Hajinya Orang Yang Meninggalkan Shalat

Berihram Dengan Dua Haji Atau Dua Umrah Tidak Boleh?

Perempuan Haid Sebelum Melaksanakan Thawaf Ifadhah Dan Tidak Bisa Menunggu Hingga Suci

Hukum Melontar Dengan Kerikil Bekas Pakai

Apa Yang Sebaiknya Dilakukan Oleh Orang Yang Berkesempatan Menunaikan Ibadah Haji?

Ketaatan-Ketaatan Itu Mempunyai Ciri Yang Tampak Pada Pelakunya

Kewajiban Orang Yang Telah Kembali Ke Kampung Halamannya Terhadap Keluarganya Seusai Melaksanakan Ibadah Haji

Perempuan Telah Berniat Padahal Ia Sedang Haid Atau Nifas

Menghajikan Orang Tua (Ayah) Dengan Harta Yang Telah Diwasiatkan

Melaksanakan Haji Dibiayai Suatu Yayasan

Menunaikan Ibadah Haji Dengan Hutang Atau Kredit

Pakain Berjahit Yang Dilarang Adalah Jahitannya Yang Meliputi Seluruh Tubuh

Mendahulukan Sa’i Daripada Thawaf

Cukur Rambut Itu Gugur Bagi Orang Yang Berkepala Botak (Tidak Berambut)

Harus Melakukan Thawaf Wada’ (Perpisahan) Jika Kepulangannya Tertunda Di Mekkah

Hukum Melontar Jumroh Aqabah Di Malam Hari

Sanggahan Terhadap Orang Yang Berpendapat Bahwa Jeddah Adalah Miqat

Ini Termasuk Sunnah Yang Dilupakan

Tutuplah Kepala Anda... Anda Wajib Bayar Fidyah

Sa’i Itu Adalah Salah Satu Rukun Haji

Nabi Tidak Pernah Menentukan Do’a Khusus Untuk Thawaf

Tidak Ada Kewajiban Bagi Anda

Yang Wajib Adalah Tinggal Di Perkemahan Paling Akhir

Inilah Hari-Hari Tasyriq

Ini Adalah Maksiat Besar

Bagi Orang Yang Akan Menunaikan Ibadah Haji Atau Umrah Wajib Mempelajari Hukum-Hukumnya

Keteladanan Itu Ada Pada Rasulullah

Saat Thawaf atau Sa'i Afdhalnya Adalah Menyibukkan Diri Dengan Dzikir

Hukumnya Berbeda, Tergantung Kepada Perbedaan jenis Iddah

Anda Wajib Bertobat Kepada Allah Dan Mengulangi Thawaf

Anda Wajib Menundukkan Pandangan

Thawaf Wada’ Itu Adalah Nusuk Wajib

Tersentuh Tubuh Wanita Tidak Membatalkan Thawaf

Tidak Boleh Bagi Jama’ah Haji Keluar Ke Jeddah Pada Hari ‘Idul Adha

Bagi Orang Yang Sehat Tidak Boleh Mewakilkan Di Dalam Melontar Jumroh

Jama’ah Haji Pergi Ke Jeddah

Seputar Sa’i Dan Thawaf

Hukum Melontar Jumroh Pada Hari-Hari Tasyriq Sekaligus

Tidak Mabit Di Muzdalifah Apakah Mewajibkan Hadyu?

Waktu Melontar Jumroh ‘Aqabah

Menghadiahkan Pahala Amal Seperti Thawaf

Hak Allah Lebih Penting Daripada Hak Suami

Larangan-Larangan Ihram

Menggunakan Pil Pencegah Haid Untuk Ibadah Haji

Hikmah Di Balik Mencium Hajar Aswad

Hukum Meletakkan Surat Pada Kelambu Ka’bah Dan Menujukannya Kepada Rasulullah a Atau Selain Beliau

Kepergian Wanita Untuk Haji Atau Umrah Tanpa Didampingi Mahramnya

An-Nusuk dan Macam-macamnya

Kepergian Wanita Untuk Haji Atau Umrah Tanpa Didampingi Mahramnya

Hukum Ibadah Haji

Hukum Ibadah Umrah

Kewajiban Melaksanakan Ibadah Haji Itu Segera, Ataukah Dapat Ditunda

Syarat Wajib Haji dan Umrah

Syarat Ijza’ (Tertunaikannya Kewajiban) di Dalam Melaksanakan Ibadah Haji

Etika Bepergian untuk Menunaikan Haji

Apa yang Harus Dipersiapkan Oleh Seorang Muslim untuk Menunaikan Haji dan Umrah?

Mempersiapkan Diri Dengan Taqwa

Waktu Musim Haji

Hukum Melakukan Ihram Haji Sebelum Ketentuan Waktunya Tiba

Penjelasan Tentang Miqat Haji (Tempat-tempat Berihram)

Hukum Berihram Sebelum Sampai di Tempat Ihram (Miqat)

Hukum Orang yang Melalui Miqat Dengan Tidak Berihram

Perbedaan Antara Ihram Sebagai Kewajiban dan Ihram Sebagai Rukun Haji

Hukum Melafalkan Niat di Saat Berihram

Tata Cara Berihramnya Orang yang Datang ke Mekkah Melalui Udara

Tata Cara Melakukan Ibadah Haji

Rukun Umrah

Rukun Haji

Hukum Meninggalkan Salah Satu Rukun Haji atau Umrah

Kewajiban-kewajiban Haji

Hukum Mengabaikan Salah Satu dari Kewajiban Haji atau Umrah

Cara Menunaikan Haji Qiran

Hukum Melakukan Umrah Sesudah Beribadah Haji

Hukum Berpindah Niat dari Satu Bentuk Ibadah Haji ke Bentuk Ibdah Haji yang Lain

Hukum dan Ketentuan-ketentuan Mewakilkan Kepada Orang Lain di Dalam Menunaikan Haji

Syarat Seorang Pengganti Dalam Menunaikan Ibadah Haji

Mencari Uang Dengan Cara Menghajikan Orang Lain yang Niatnya Hanya Mencari Uang Semata

Apakah Orang yang Mengerjakan Haji untuk Orang Lain Mendapat Pahala Sebagian Amalan Haji?

Arti Mewakili Sebagian Amalan Haji

Mengkiaskan Perwakilan Dalam Melontar Kepada Amalan/ Manasik Haji Lainnya

Tidak Mampu Menyempurnakan Salah Satu Manasik, Apa yang Harus Dilakukan?

Hukum Orang yang Wafat di Saat Sedang Ihram Menunaikan Manasik

Cara Bersyarat Jika Tak mampu Menyempurnakan Amalan Haji

Kalimat Bersyarat

Pantangan Ihram

Hukum Meletakkan Sesuatu yang Menempel di Kepala Orang yang Sedang Ihram

Perbedaan Antara Niqab dengan Burqa’

Bagaimana Cara Wanita yang Sedang Berihram Menutup Wajahnya di Hadapan Laki-Laki

Haji Yang Bagaimana Yang Dapat Menghapus Dosa Itu?

Berkurban Untuk Mayit, Bolehkah?

Mengucapkan NIAT Ketika BERQURBAN

Menyembelih Kurban Bagi Seorang Yang Melaksanakan Haji Untuk Orang Lain

Tuntunan Melaksanakan Ibadah Haji

 
YAYASAN AL-SOFWA
Jl.Raya Lenteng Agung Barat No.35 PostCode:12810 Jakarta Selatan - Indonesia
Phone: 62-21-78836327. Fax: 62-21-78836326. e-mail: info@alsofwah.or.id | website: www.alsofwah.or.id | Member Info Al-Sofwa
Artikel yang dimuat di situs ini boleh dicopy & diperbanyak dengan syarat mencantumkan sumber: http://alsofwah.or.id serta tidak untuk komersil.