| Konsultasi | Bulletin | Do'a | Fatwa | Hadits | Khutbah | Kisah | Mu'jizat | Qur'an | Sakinah | Tarikh | Tokoh | Aqidah | Fiqih | Sastra | Resensi |
| Dunia Islam | Berita Kegiatan | Kajian | Kaset | Kegiatan | Materi KIT | Firqah | Ekonomi Islam | Analisa | Senyum | Download |
 
Menu Utama
·Home
·Tentang Kami
·Buku Tamu
·Produk Kami
·Formulir
·Jadwal Shalat
·Kontak Kami
·Download Artikel
·Download Murattal

Aqidah
· Syirik Dalam Ketaatan
· Syirik Dalam Tawakal

Firqah (Aliran-aliran)
· JAMAAH ISLAMIYAH MESIR 5
· JAMAAH ISLAMIYAH MESIR 4

Analisa
· Kerancauan Ilmu Hisab Dalam Penentuan Awal & Akhir Ramadhan
· Studi Kritis Seputar Puasa Hari Sabtu

Ekonomi Islam
· KPR Bank Syariah Ternyata Penuh Dengan Riba
· Produk Al-Mudharabah (Bagi Hasil) Dalam Islam Sebagai Solusi Perekonomian Islam

Produk Kami

Informasi!
·Serial Buku Dakwah Al-Sofwa 2021
·Tebar Serial Buku Tauhid
·Tebar Buku Risalah Puasa Nabi dan Panduan Praktis Ramadhan

Liputan Kegiatan
·Konsultasi Islam
·Penyaluran Hewan Qurban
·Santunan Yatim

Konsultasi Online

Ust.Husnul Yaqin, Lc

Ust.Amar Abdullah

Ust.Saed As-Saedy, Lc

Fatwa Seputar Sholat

Berangkatnya Wanita Muslimah ke Masjid

Apa Hukum Shalat Wanita di Masjid

Haruskah Wanita Melaksanakan Shalat Lima Waktu di Dalam Masjid

Wanita di Rumah Berma'mum Kepada Imam di Masjid

Apakah Shalatnya Seorang Wanita di rumah Lebih Utama Ataukah di Masjidil Haram

Manakah yang Lebih Utama Bagi Wanita Pada Bulan Ramadhan, Melaksanakan Shalat di Masjidil Haram atau di Rumah

Shalatnya Kaum Wanita yang Sedang Umrah di Bulan Ramadhan

Apakah Shalat Seseorang di Masjidil Haram Bisa Batal Ketika Ia Ikut Berjama'ah Dengan Imam atau Shalat Sendirian Karena Ada Wanita yang Melintas di Hadapannya?

Bila Terdapat Pembatas (Tabir) Antara Kaum Pria dan Kaum Wanita, Maka Masih Berlakukah Hadits Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam (sebaik-baik shaf wanita adalah yang paling akhir dan seburuk-buruknya adalah yang paling depan)

Apakah Kaum Wanita Harus Meluruskan Shafnya Dalam Shalat

Benarkah Shaf yang Paling Utama Bagi Wanita Dalam Shalat Adalah Shaf yang Paling Belakang

Benarkah Shalat Jum'at Sebagai Pengganti Shalat Zhuhur

Hukum Shalat Jum'at Bagi Wanita

Hanya Membaca Surat Al-Ikhlas

Hukum Meninggalkan Shalat

Hukum Menangis Dalam Shalat Jama'ah

Jika seorang musafir masuk masjid di saat orang sedang shalat jama'ah Isya' dan ia belum shalat maghrib.

Bolehkah bagi kaum wanita untuk berkunjung ke rumah orang yang sedang terkena musibah kematian, kemudian melakukan shalat jenazah berjama'ah dirumah tersebut ?

Apabila seseorang tidak melakukan shalat fardlu selama 3 tahun tanpa uzur, kemudian bertaubat , apakah dia harus mengqodha shalat tersebut ?

Apabila suatu jama'ah melakukan shalat tidak menghadap qiblah, bagaimanakah hukumnya ?

Membangunkan Tamu Untuk Shalat Shubuh

Doa-Doa Menjelang Azan Shubuh

Bacaan Sebelum Imam Naik Mimbar Pada Hari Jum'at

Shalat Tasbih

Hukum Wirid Secara Jama'ah/Bersama-sama Setelah Setiap Shalat Fardhu

Hukum Meninggalkan Shalat Karena Sakit

Jika Telah Suci Saat Shalat Ashar atau Isya, Apakah Wajib Melaksanakan Shalat Zhuhur dan Maghrib

Jika Wanita Mendapatkan Kesuciannya di waktu Ashar Apakah Ia Harus Melaksanakan Shalat Zhuhur

Mendapatkan Haidh Beberapa Saat Setelah Masuk Waktu Shalat, Wajibkah Mengqadha Shalat Tersebut Setelah Suci

Urutan Shalat yang Diqadha

Seorang Wanita Mendapatkan Kesuciannya Beberapa Saat Sebelum Terbenamnya Matahari, Wajibkah Ia Melaksanakan Shalat Zhuhur dan Ashar?

Keutamaan Shaf Wanita Dalam Shalat Berjama'ah

Berkumpulnya Wanita Untuk Shalat Tarawih

Bolehkah Seorang Wanita Shalat Sendiri dibelakang Shaf

Bolehkah kaum Wanita Menetapkan Seorang Wanita Untuk Mengimami Mereka Dalam Melakukan Shalat di Bulan Ramadhan

Wajibkah Kaum Wanita Melaksanakan Shalat Berjama'ah di Rumah

Apa hukum Shalat Berjama'ah Bagi Kaum Wanita

Apakah Ada Niat Khusus Bagi Imam Yg Mengimami Shalat Kaum Pria & Wanita

Shalatnya Piket Penjaga ( Satpam )

Gerakan Dalam Shalat

Hukum Gerakan Sia-Sia Di Dalam Shalat

Hukum Gerakan Sia-Sia Di Dalam Shalat

Keengganan Para Sopir Untuk Shalat Jamaah

Hukum Menangguhkan Shalat Hingga Malam Hari

Hukum Meremehkan Shalat

Hukum Menangguhkan Shalat Subuh Dari Waktunya

Dampak Hukum Bagi yang Meninggalkan Shalat

Hukum Shalat Seorang Imam Tanpa Wudhu Karena Lupa

Hukum Orang yang Tayammum Menjadi Imam Para Makmum yang Berwudhu

Posisi Kedua Kaki Ketika Berdiri Dalam Shalat

Hukum Meninggalkan Salah Satu Rukun Shalat

Jika Ketika Shalat Ragu Apakah Ia Meninggalkan Salah Satu Rukun

Shalat Bersama Imam, Tapi Lupa Berapa Rakaat Yang Telah Dikerjakan

Hukum Shalat di Belakang Orang yang Menulis Tamimah Untuk Orang Lain

Hukum Shalat di Belakang Orang yang Berinteraksi Dengan Tamimah dan Sihir

Mengumumkan Barang Hilang Di Dalam Masjid, Bolehkah?

Seputar Posisi Makam Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam Di Masjid Nabawi

Shalatnya Penjaga Piket/Satpam

Hukum Membaca Al-Qur'an Dalam Shalat Secara Berurutan

Haruskah Imam Menunggu Makmum Masbuk Ketika Ruku

Shalat Dengan Mengenakan Pakaian Transparan

Hukum Pergi Ke Masjid Yang Jauh Agar Bisa Shalat Di Belakang Imam Yang Bagus Bacaannya

Sahkah Shalat Di Belakang Imam Yang Bacaanya Tidak Bagus?

HUKUM BACAAN AL-QUR'AN SEBELUM ADZAN JUM'AT

Meluruskan Barisan Hukumnya Sunat

Shalatnya Piket Penjaga / Satpam

Shalat Fardhu Bermamum Kepada Orang Yang Shalat Sunnat

Keengganan Para Sopir Untuk Shalat Berjama'ah

Bacaan Al-Quran Dengan Pengeras Suara Sebelum Shalat Subuh

Hukum Menangguhkan Shalat Hingga Malam Hari

Imam Menunggu Para Mamum Ketika Ruku

Mendengar Adzan Tetapi Tidak Datang Ke Masjid

Menempatkan Dupa Di Depan Orang-Orang Yang Sedang Shalat

Kapan Dibacakannya Doa Istikharah

Shalat Dengan Mengenakan Pakaian Bergambar

TATA CARA SHALAT DI PESAWAT

Menjama Shalat Dalam Kondisi Dingin

Menghadap Kiblat Ketika Buang Air

Hukum Shalat Bergeser Dari Arah Kiblat

Mendapatkan Najis Di Pakaian Setelah Melaksanakan Shalat

Sahkah Shalat Di Masjid Yang Ada Kuburan Di Dalamnya?

Doa Atau Dzikir Sebelum Adzan

Hukum Membaca Shalawat Kepada Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam Secara Berjamaah Di Setiap Akhir Shalat

Mana Yang Harus Didahulukan Mendengarkan Ta'lim Atau Tahiyatul Masjid?

Hukum Menahan Buang Angin Ketika Melaksanakan Shalat

Sahkah Shalat Seseorang Yang Terbuka Sebagian Kecil Dari Auratnya?

Beberapa Masalah Mengenai Sujud Syukur

Hukum Mengakhirkan Shalat Shubuh Hingga Terbit Matahari

Beberapa Masalah Tentang Shalat Jum'at Bagi Musafir

Aurat Terbuka Ketika Shalat

Wajibkah Mengqadha Puasa yang Tertinggal?

Do'a Qunut

Sunnah Sebelum Melaksanakan Shalat 'Ied

Membaca al-Qur'an di Rumah Selepas Shalat Subuh Sampai Terbit Matahari

Shalat Dua Rekaat Antara Adzan dan Iqamah


Info Khusus

Cinta Rasul

Ada Apa Dengan Valentine's Day ?

Manisnya Iman

Hukum Merayakan Hari Valentine

Adakah Amalan Khusus di Bulan Rajab?

Asyura' Dalam Perspektif Islam, Syi'ah & Kejawen..!!

Ada Apa Dengan Valentines Day?


Kajian Islam
· Ada Apa Dengan Valentine's Day..??
· Mutiara Fiqih Islam
· KITAB TAUHID 3
· Untuk Diketahui Setiap Muslim

SMS Dakwah Hari Ini

Allah berfirman,yang artinya, Tidak ada yang serupa dengan Dia dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.(QS.Asy-Syura:11)

( Index SMS Dakwah )

   


Telah Hadir & Terbit Kembali SERIAL BUKU DAKWAH AL-SOFWA :: Telah Hadir & Terbit Kembali SERIAL BUKU TAUHID :: Tebar Buku Risalah Puasa & Panduan Praktis Bulan Ramadhan ::

Artikel Buletin An-Nur :

15 Pelajaran dari Perang Ahzab
Senin, 28 Juni 21

Perang Ahzab dinamakan juga perang Khandak. Hal ini dikarenakan ummat Islam menggali parit pada perang tersebut. Ini adalah perang ketika Allah- -menguji hamba-hamba-Nya yang beriman dengan memasukkan ke dalam dada para wali-Nya yang bertakwa serta menampakkan apa yang selama ini disembunyikan oleh orang-orang Munafik dalam hati mereka. Kemudian Allah- -menurunkan pertolongan-Nya guna membela mereka, memporak-porandakan pasukan musuh dengan kekuatan-Nya, memuliakan para tentara-Nya, menjadikan orang-orang kafir kembali dengan kekecewaan, melindungi kaum mukminin dari kejahatan mereka, mengharamkan mereka untuk tidak lagi dapat memerangi umat Islam, mereka kalah dan Allah- -menjadikan golongan-Nya meraih kemenangan yang gemilang[1]

Ibnu Ishaq berkata, Perang Khandaq ini terjadi pada bulan Syawwal tahun kelima Hijrah.[2] Latar belakang perang ini adalah karena Rasulullah- -berhasil mengusir Bani Nadhir hingga mereka pergi ke perkampungan Khaibar yang mayoritas penduduknya Yahudi yang memiliki keterampilan dalam perang. Oleh karena itu, berangkatlah Huyai bin Akhtab, Kinanah bin Abul Haqiq, Haudhah bin Qais al-Waili, dan Abu Amir yang terkenal dengan kefasikannya serta yang lainnya menuju Mekah.

Mereka mengajak Quraisy dan pendukung-pendukungnya untuk memerangi Muhammad. Mereka membentuk pasukan koalisi. Mereka berkata kepada orang-orang Quraisy, Kami akan bersama kalian hingga kita dapat mengalahkan Muhammad. Kami datang untuk bekerja sama dengan kalian untuk menjadikannya musuh bersama dan memeranginya. Kemudian orang Quraisy menyambutnya dengan penuh semangat dan gembira.[3]

Mereka juga mengajak suku Ghathafan dan Bani Sulaim untuk memerangi Rasulullah- -. Mereka pun menyambut ajakan tersebut serta berjanji akan bergabung bersama kaum Quraisy.

Kemudian keluarlah Abu Sufyan dengan pasukan Quraisy dan kabilah-kabilah lainnya. Sedangkan Bani Sulaim dipimpin langsung oleh Sufyan bin Abdussyamsi, Ghathafan dipimpin oleh Uyyainah bin Hushain, Bani Murrah dipimpin oleh Haris bin Auf, suku Asyja dipimpin oleh Masar bin Rukhailih[4] Pasukan gabungan dengan kekuatan 10.000 personil[5] ini siap berangkat ke Madinah di bawah pimpinan tertingginya Abu Sufyan bin Harb.

Ketika Rasulullah- -mengetahui informasi tentang pasukan gabungan ini, beliau mengajak para sahabat untuk bermusyawarah. Kemudian Salman Al-Farisi menyarankan untuk menggali parit. Sarannya itu membuat mereka takjub dan mereka lebih memilih untuk menetap di Madinah.

Kemudian penggalian parit pun dilakukan yang melibatkan seluruh kaum Muslimin. Mereka menggalinya dengan cepat karena berlomba-lomba dengan kedatangan Musuh. Mereka meminjam berbagai alat yang dibutuhkan kepada Bani Quraizhah.

As Syami berkata, Imam Thabrani meriwayatkan dengan sanad la basa (dapat diterima) dari Amr bin Auf al-Muzni, bahwa Rasulullah- -membuat garis parit yang harus digali dari Ajam Syaikhan ujung wilayah Bani Haritsah hingga Mazad. Selain itu, setiap 10 orang sahabat menggali (parit sepanjang) 40 hasta[6]

Al-Waqidi berkata, Parit yang digali sangat panjang. Kaum Muhajirin dan Anshar memanggul batu-batu di atas kepala mereka.[7] Mereka melakukannya terus menerus hingga selesai penggalian parit tersebut. Tidak satu pun dari kaum Muslimin yang tidak terlibat dalam proyek penggalian parit ini. Sementara itu, Abu Bakar dan Umar memindahkan tanah dengan bajunya karena tidak ada wadah yang dapat digunakan lagi. Keduanya selalu berdampingan dalam bekerja.

Dari Sahal bin Saad berkata, Kami bersama Rasulullah- - dalam menggali parit. Sebagian dari mereka menggali, sedangkan kami memindahkan tanah galian dengan memanggulnya di atas pundak-pundak kami. Kemudian Rasulullah- -bersabda, Ya Allah ! tidak ada kehidupan, kecuali kehidupan akhirat, ampunilah kaum Muhajirin dan Anshar. (HR. al-Bukhari)

Dari Jabir bin Abdillah- -berkata, Ketika sedang menggali parit, kami terhalang oleh sebuah batu besar. Kemudian mereka pun mendatangi Nabi- -dan berkata, Kami mendapatkan sebuah batu besar di dalam parit. Beliau- -berkata, Saya akan melihatnya.
Lalu beliau- -berdiri sementara perutnya diganjal dengan sebuah batu. Sebab, sudah tiga hari kami tidak mendapat makanan yang cukup. Kemudian Nabi- -mengambil sebuah palu besar lalu memukulkannya ke atas batu besar tersebut dan batu itu pun hancur berkeping-keping. Aku berkata kepadanya, Ya Rasulullah, izinkan aku untuk pulang ke rumah. Kemudian aku pun berkata kepada istriku, Aku melihat Nabi- -begitu sabar dalam menahan lapar, apakah kamu punya sesuatu? Istriku berkata, Ya, sedikit gandum dan seekor anak kambing. Kemudian aku menyembelih anak kambing tersebut dan menumbuk gandum lalu membakarnya.

Kemudian aku datang menemui Nabi- -, sementara adonan pun sudah mulai merekah dan daging pun hampir matang. Aku berkata kepadanya, Aku memiliki sedikit makanan, datanglah engkau ya Rasulullah bersama satu atau dua orang lainnya. Beliau- -bertanya, Berapa banyak makanan itu ? lalu aku pun menyebutkannya. Beliau- -berkata, Sungguh banyak lagi baik. Katakan kepada istrimu untuk tidak mengangkat panggangan daging dan roti dari tempat memasak hingga aku datang. Lalu beliau- -berkata kepada orang-orang, Berdirilah kalian semua! Maka orang-orang Anshar dan Muhajirin pun bangkit. Setelah sampai di rumahnya, ia pun masuk menemui istrinya dan berkata, Celaka ! Rasulullah- -mengajak semua orang Anshar dan Muhajirin. Istriku bertanya, Apakah ia bertanya kepadamu. Aku menjawab, Ya. Kemudian Rasulullah- -berkata, Masuklah kalian dan jangan berdesak-desakan. Lalu beliau- -memotong roti dan menaburkan daging di atasnya dan memberikannya kepada para sahabatnya.
Beliau- -terus memotong roti dan menyiramkannya hingga semuanya kenyang, sementara makanan masih tersisa banyak. Beliau- -berkata, Makanlah kamu dan hadiahkan kepada orang-orang karena mereka juga lapar. (HR. al-Bukhari). Dalam riwayat al-Bukhari yang lain disebutkan bahwa jumlah mereka yang ikut makan sebanyak seribu orang.

Ibnu Hajar berkata, Ada riwayat dengan sanad yang bagus dari Barra bin Azib berkata, Ketika Rasulullah- -memerintahkan kami untuk menggali parit. Kami mendapatkan batu besar sehingga menghalangi pekerjaan kami, sementara batu tersebut tidak dapat kami hancurkan dengan godam. Lalu kami melaporkan hal itu kepada Rasulullah- -. Kemudian beliau- -pun datang dan mengambil godam seraya berkata, Bismillah. Lalu beliau- -memukulkan dengan sekali pukulan hingga hancur sepertiganya dan beliau- -berkata, Allahu Akbar ! Aku diberi kemenangan atas kerajaan Syam. Demi Allah, sungguh aku melihat istana-istana merahnya saat ini. Lalu beliau- -memukulkan untuk kedua kalinya, maka hancurlah sepertiganya lagi, seraya berkata, Allahu Akbar ! Aku diberi kemenangan atas kerajaan Persia. Demi Allah, sungguh aku melihat istana-istana putihnya. Kemudian beliau- -memukulnya kembali untuk yang ketiga kalinya seraya berkata, Bismillah ! Maka hancurlah sisa batu tersebut. Allahu Akbar ! Aku diberikan kemenangan atas kerajaan Yaman. Demi Allah ! Sungguh aku melihat gerbang Sana dari tempatku ini saat ini.[8]

Berkata Barra, Ketika perang Ahzab, Rasulullah- -juga ikut menggali parit. Aku melihat beliau- -memindahkan tanah galian hingga mengotori kulit perut beliau yang berbulu lebat. Aku mendengar beliau- -menyenandungkan syair Ibnu Rawahah sambil mengangkut tanah,

Demi Allah,
Seandainya bukan karena-Mu,
Kami tidak akan mendapatkan petunjuk,
tidak bersedekah, tidak pula shalat.
Maka, turunkanlah ketenangan kepada kami.
Teguhkanlah kaki kami saat bertemu musuh.
Sungguh mereka telah berbuat aniaya kepada kami.
Dan bila mereka menginginkan fitnah, tentu kami menolaknya.


Kemudian beliau- -memanjangkan senandungnya. (HR. al-Bukhari dalam Fathul Bari)

Ayat-ayat yang terdapat dalam surat Ahzab menggambarkan perilaku orang-orang munafik dan cara mereka untuk menghindar dari proyek penggalian parit. Ketika Rasulullah- -selesai melakukan penggalian, beliau- -menyerahkan Madinah kepada Ibnu Ummi Maktum sebagai wakil beliau dan menempatkan para wanita dan anak-anak pada sebuah benteng.

Beliau- -mengambil posisi di depan sebuah bukit besar, sedangkan parit berada di hadapannya. Sementara pasukan Quraisy berada di hadapannya, sedangkan Ghathafan dan penduduk Najed berada di samping Uhud. Huyai bin Akhtab, musuh Allah keluar untuk menemui Kaab bin Asad al-Qurazhi, pemimpin Bani Quraizhah. Rasulullah- -telah menitipkan kaumnya kepadanya dan melakukan perjanjian dengannya. Sehingga ketika dia mendengar kedatangan Huyai bin Akhthab segera mengunci pintunya rapat-rapat. Namun, Huyai tetap saja mendesaknya hingga akhirnya ia membukakan pintu untuknya dan melanggar perjanjiannya dengan Rasulullah- -[9].

Ketika Rasulullah- -mendengar informasi pengkhianatan Bani Quraizhah, beliau mengutus Saad bin Muadz, Saad bin Ubadah, Abdullah bin Rawahah, dan Khawat bin Jubair, seraya berkata, Pergi dan lihatlah ! Apakah benar berita yang sampai kepada kita tentang mereka atau tidak. Apabila benar, berikan isyarat kepadaku dan jangan disebarkan ke orang-orang. Namun apabila mereka tetap dalam perjanjiannya dengan kita, katakan kepada orang-orang. Maka mereka pun berangkat dan ternyata mereka mendapati bahwa mereka telah melanggar perjanjian. Merekapun kembali menemui Rasulullah- -dan mengatakan tentang pengkhianatan Bani Quraizhah tersebut. Kemudian Rasulullah- -bersabda, Bergembiralah wahai kaum Muslimin dengan kemenangan dari Allah dan bantuan-Nya.[10]

Ketakutan pun semakin menjadi-jadi, ujian semakin berat dan kekhawatiran terhadap para wanita dan anak-anak pun semakin meningkat. Kondisi mereka seperti yang Allah- -firmankan,


... [ : 10]



(Yaitu) ketika mereka datang kepadamu dari atas dan dari bawahmu, dan ketika penglihatan(mu) terpana dan hatimu menyesak sampai ke tenggorokan... (Qs. al-Ahzab : 10)

Rasulullah- -dan kaum Muslimin siap menyambut kedatangan musuh. Mereka tidak dapat meninggalkan posisinya dan terus menerus secara bergantian berjaga-jaga di seputar parit. Sementara kemunafikan orang-orang Munafik semakin terlihat. Sebagian mereka berkata, Dulu Muhammad pernah menjanjikan kepada kita akan menguasai kekaisaran Romawi. Namun, sekarang untuk buang hajat saja, orang tidak merasa aman.

Kaum Muslimin bergiliran menjaga Rasulullah- -, sementara itu mereka juga merasakan kelaparan yang sangat, baik siang maupun malam. Demikian juga halnya dengan kaum musyrikin yang bergiliran melakukan patroli. Terkadang dipimpin oleh Abu Sufyan dan pasukannya, terkadang Khalid, terkadang Ikrimah, dan seterusnya.
Ketika Rasulullah- -mengetahui pengkhianatan Bani Quraizhah, beliau- -mengirim delegasi untuk menemui Uyainah bin Hishn dan Harits bin Auf, pemimpin Ghathafan untuk melakukan kesepakatan damai dan beliau- -bersedia memberikan hasil panen kurma Madinah sebanyak sepertiga. Rasulullah- -juga memanggil Saad bin Muadz dan Saad bin Ubadah untuk meminta pendapatnya. Keduanya berkata, Ya Rasulullah, kalau memang Allah memerintahkan kamu seperti itu, maka kami mendengar dan taat. Akan tetapi, kalau ini hanya strategi kamu demi kemaslahatan kami, kami tidak membutuhkannya. Dahulu ketika kami dan mereka sama-sama musyrik dan penyembah berhala, mereka tidak dapat menikmati kurma kami, kecuali dengan bertamu atau membeli. Kemudian Rasulullah- -akhirnya membatalkan tawarannya tersebut[11]

Beliau- -mendoakan kebinasaan untuk pasukan gabungan seraya berdoa, Ya Allah yang menurunkan kitab, yang cepat dalam menghisab, hancurkanlah pasukan gabungan Ahzab ! Ya Allah hancurkan dan luluh-lantahkanlah mereka ![12]

Kaum musyrikin terus berupaya menembus barisan kaum muslimin dengan menghujankan anak panah tanpa henti-hentinya sepanjang pengepungannya sehingga membuat kaum muslimin sibuk sehari penuh dan melupakan shalat Ashar. Mereka baru mengerjakannya setelah terbenam matahari. Namun, segala upaya kaum musyrikin untuk menembus parit mengalami kegagalan. Bahkan Ali dapat membunuh Amr bin Abdud, sementara yang lain melarikan diri. Demikian juga dengan Naufal Makhzumi yang tewas terbunuh.[13]

Sedangkan dari kalangan kaum muslimin sedikitnya yang menjadi syahid ada enam orang, di antaranya adalah Saad bin Muadz. Adapun pengepungan pasukan koalisi terhadap umat Islam berlangsung selama 24 jam.

Sebagaimana yang Allah- -firmankan bahwa Dia- - akan menghindarkan kaum muslimin dari peperangan yaitu dengan dua cara:
Pertama, upaya yang dilakukan Nuaim bin Masud yang masuk Islam tanpa diketahui masyarakatnya. Ia akan mencerai-berekan dengan seizin Nabi antara Yahudi bani Quraizhah dengan kaum Musyrikin. Ia mengingatkan Bani Quraizhah untuk tidak memulai perang melawan Muhammad, kecuali kaum musyrikin mau memberikan jaminan bahwa mereka tidak akan pergi meninggalkannya apabila terjadi sesuatu di luar harapan.

Begitu pula yang dilakukannya kepada kafir Quraisy bahwa Bani Quraizhah menyesali pengkhianatan yang dilakukannya terhadap Nabi- -. Ia berkata, Mereka pasti akan meminta jaminan kepada kalian dan kemudian jaminan itu akan mereka serahkan kepada Rasulullah- -bukti dari taubat dan penyesalan mereka. Demikianlah Allah- -memporakporandakan kesatuan mereka dan menciptakan kecurigaan dan kehinaan di antara mereka.

Kedua, Berupa badai kencang yang memporakporandakan kemah-kemah, menerbangkan perlengkapan masak-memasak, dan memadamkan api yang mereka gunakan untuk penerangan. Sehingga mereka terpaksa mengumumkan untuk pulang meninggalkan medan perang dengan membawa kegagalan dan kekecewaan yang luar biasa. Ini adalah sebuah nikmat dan pertolongan dari Allah- -kepada orang-orang yang beriman. Allah- -berfirman,


[ : 9]



Wahai orang-orang yang beriman ! Ingatlah akan nikmat Allah (yang telah dikaruniakan) kepadamu ketika bala tentara datang kepadamu, lalu Kami kirimkan kepada mereka angin topan dan bala tentara yang tidak dapat terlihat olehmu. Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.

Hingga firman-Nya,


[ : 25]



Dan Allah menghalau orang-orang kafir itu yang keadaan mereka penuh kejengkelan, karena mereka (juga) tidak memperoleh keuntungan apa pun. Cukuplah Allah (yang menolong) menghindarkan orang-orang mukmin dalam peperangan. Dan Allah Mahakuat, Mahaperkasa. (Qs. al-Ahzab : 9-25)

Kemenangan ini bukanlah bersifat sementara. Akan tetapi, Nabi- -menyampaikan berita kepada para sahabatnya bahwa kaum kafir tersebut tidak lagi dapat menyerbu umat Islam setelah peperangan ini. Akan tetapi kaum musliminlah yang akan menyerbu mereka. Dari Salman bin Shard berkata, Aku mendengar Rasulullah- -bersabda ketika pasukan Ahzab dikalahkan, Mulai saat ini, kitalah yang akan melakukan penyerbuan dan mereka tidak akan pernah menyerbu kita lagi. (HR. al-Bukhari)

Hikmah (Pelajaran) yang Dapat Dipetik
Pelajaran yang dapat dipetik dari peperangan ini, antara lain,

1-Perginya para pemimpin Yahudi dari Khaibar ke Mekah untuk menemui kaum musyrikin dan masyarat Arab sekitarnya agar bergabung bersama untuk memerangi Rasulullah- - . Hal ini menunjukkan bahwa sekalipun ideologi dan agama mereka berbeda, tetapi memiliki kesamaan untuk memerangi dan memusuhi Islam. Kekafiran adalah satu agama, semua adalah musuh Islam yang bersatu padu untuk memeranginya.

2-Ketika Rasulullah- mengetahui rencana pasukan gabungan ini, beliau mengajak para sahabatnya untuk bermusyawarah. Ternyata tidak ada orang yang paling banyak melakukan musyawarah, kecuali Rasulullah - [14]
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata, Ada yang berpendapat bahwa Allah- -memerintahkan hal itu kepada Nabi-Nya- agar dapat menyatukan hati para sahabatnya, menjadi teladan bagi generasi sesudahnya dan agar dapat melihat ide dan gagasan dalam urusan perang saat ketika wahyu tidak diturunkan. Karena ini adalah persoalan-persoalan yang bersifat parsial dan sebagainya. Apalagi selain Rasulullah- , maka lebih pantas lagi untuk melakukan musyawarah[15]

3-Pada proyek penggalian parit di atas, kita dapat mengambil sebuah pelajaran bahwa boleh memanfaatkan apa yang ada pada orang lain selama tidak bertentangan dengan agama kita. Rasulullah - menerima usulan untuk menggali parit atas ide Salman Al-Farisi yang diadobsi dari bangsa Persia. Ia berkata, Dahulu apabila kami takut dari serangan pasukan berkuda, kemi menggali parit di sekitar kami. Memanfaatkan apa yang ada pada pihak lain diperintahkan dengan syarat tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip agama.

4-Keterlibatan langsung Rasulullah- dan para sahabatnya dalam penggalian parit dengan memanggul tanah bersama-sama, merupakan pelajaran bagi para dai (dan kita semuanya). Apabila memerintahkan satu kebaikan, hendaknya ia adalah orang yang pertama kali melakukannya. Tidak cukup dan tidak benar seorang dai hanya memerintahkan untuk melakukan kebaikan, sementara dia bukan orang yang pertama melakukannya. Allah- - berfirman,
[ : 44]
Mengapa kamu menyuruh orang lain (mengerjakan) kebajikan, sedangkan kamu melupakan dirimu sendiri, padahal kamu membaca Kitab (Taurat) ? Tidakkah kamu mengerti ? (Qs. al-Baqarah : 44).
Memang, untuk memulai dari diri sendiri adalah persoalan yang sangat berat. Meskipun berat, hal tersebut dapat memberikan pengaruh yang sangat besar, sekaligus menjadi teladan yang baik bagi masyarakat di lingkungannya.

5-Dalam peperangan ini, pasukan gabungan telah berdatangan dari berbagai penjuru, sementara kaum muslimin baru saja memulai penggalian parit agar Madinah tidak dapat ditembus musuh. Kemudian Rasulullah- - turun langsung untuk memecahkan batu besar yang menghalangi proses penggalian parit. Dengan tangannya yang mulia, beliau- -ayunkan sebuah godam dan berkata kepada sahabatnya padahal musuh semakin dekat dan siap untuk mengepung Madinah Allahu Akbar ! Aku diberikan kemenangan atas kerajaan Syam ! Demi Allah aku melihat istana-istana merahnya saat ini! ... dan seterusnya.
Hal seperti ini berguna untuk memantapkan hati para sahabat yang diliputi oleh rasa takut. Yaitu dengan menjanjikan kepada kaum muslimin dengan berbagai janji dari Rasulullah- -, manusia yang jujur. Memang beliau- -adalah Rasulullah (utusan Allah), tetapi mengapa beliau menjanjikan sesuatu yang disampaikan di kala itu ? Mengapa janji itu disampaikan pada saat-saat yang mencekam ? Padahal beliau- -tengah menanti pasukan gabungan yang datang ingin menghancurkan Madinah! Janji beliau- -adalah sebagai bentuk arahan kepada umat ini agar lebih fokus, memperteguh hati, dan menenteramkannya, serta menghilangkan segala kekhawatiran dan rasa takut pada situasi yang kritis.
Manusia, saat menghadapi ujian berat sangat membutuhkan orang yang dapat meneguhkan hatinya, bukan menakut-nakutinya, atau malah mengatakan, Tidak ada harapan menang bagi kalian ! Maka kembalilah pulang atau Apa yang pernah dijanjikan oleh Allah dan Rasul-Nya kepada kita cuma dusta belaka.

6-Umat ini sangat membutuhkan orang-orang yang dapat membangkitkan semangat dan motivasi, bukan orang-orang yang sebaliknya, membutuhkan orang-orang yang dapat meneguhkan keimanannya, mengokohkan keyakinannya, dan memantapkan akidahnya, serta menggiringnya ke dalam pangkuan agama Allah.

Pada situasi yang berat biasanya akan terlihat sosok-sosok manusia munafik. Penggalian parit adalah pekerjaan yang berat ditambah kondisi tubuh yang lapar, musuh yang semakin dekat, dan rasa khawatir terhadap keselamatan anak dan istri. Hanya orang-orang yang benar (dalam keimanan), yang dapat menghadapi situasi seperti ini. Sedangkan selain mereka, maka mereka akan mengendap-endap menyelinap pulang ke rumah menemui keluarganya dan meninggalkan Rasulullah- -. Dalam hal ini, Allah- -berfirman,


[ : 63]



Janganlah kamu jadikan panggilan Rasul (Muhammad) di antara kamu seperti panggilan sebagian kamu kepada sebagian (yang lain). Sungguh, Allah mengetahui orang-orang yang keluar (secara) sembunyi-sembunyi di antara kamu dengan berlindung (kepada kawannya), maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah Rasul-Nya takut akan mendapatkan cobaan atau ditimpa azab yang pedih (Qs. an-Nur : 63)

7-Seburuk-buruknya teman adalah teman yang jahat. Sesungguhnya Kab bin Asad, pemimpin Bani Quraizhah, posisinya sudah aman karena terikat perjanjian dengan Rasulullah- -. Akan tetapi, ketika datang teman yang buruk dan membawa sial yaitu Huyai bin Akhthab yang terus membujuk dan merayu agar mau membatalkan dan mengkhianati perjanjiannya dengan Rasulullah. Hal inilah yang menyebabkan kehinaan bagi kaumnya.

Demikianlah watak teman yang jahat, yang akan membawa kerugian dan tidak pernah membawa kebaikan. Seperti yang pernah disampaikan oleh Rasulullah- -, Perumpamaan teman yang baik dan teman yang jahat bagaikan penjaja minyak wangi dan pandai besi. Kalau bergaul dengan penjaja minyak wangi kita akan membeli barang bagus atau kita mendapatkan aroma wangi. Kalau bergaul dengan pandai besi akan membakar rumah atau pakaian kamu atau kamu akan mencium aroma yang tidak sedap. (HR. al-Bukhari).

8-Ketika Rasulullah- -mendapatkan informasi tentang pengkhianatan Bani Quraizhah, lalu beliau- -mengutus empat sahabatnya untuk memastikan kebenaran informasi tersebut. Hal ini menjelaskan bahwa demikianlah seharusnya sikap seorang mukmin ketika mendapatkan informasi, tidak tergesa-gesa mengambil sikap.

9-Rasulullah- -berpesan kepada sahabatnya yang akan berangkat ke Bani Quraizhah untuk memastikan informasi tersebut agar memberikan isyarat yang dapat dipahami oleh Rasulullah- -, tetapi tidak dapat dipahami oleh sahabat lainnya jika Bani Quraizhah benar-benar melakukan pengkhianatan. Namun, jika mereka tidak melakukannya yaitu memberitahukan kepada semua orang. Artinya apabila ada perkara-perkara negatif yang menimbulkan efek yang buruk, maka tidak perlu diumumkan, tidak perlu dibicarakan dan tidak perlu disebarkan. Karena hal ini akan menimbulkan kegoncangan dan ketakutan dalam masyarakat serta membuat musuh senang dan bahagia, sementara orang-orang mukmin akan menjadi sedih. Namun, jika perkara itu adalah baik, perlu diumumkan untuk meneguhkan jiwa-jiwa orang-orang beriman.

Begitu pula bagi seseorang hendaknya ia menjaga lisannya sekalipun yang diucapkannya itu adalah benar. Karena, tidak setiap apa yang diketahui harus diomongkan. Selain itu, tidak setiap omongan harus dibicarakan. Mukmin yang cerdas adalah yang menyadari konsekwensi ucapannya. Apabila berakibat negatif, maka ia tidak akan berbicara, bahkan akan merahasiakannya dan melarang orang lain untuk membicarakannya.

10-Pada perang ahzab terjadi mukjizat Rasulullah- -, seperti memperbanyak makanan yang dihidangkan oleh Jabir hinga mampu memberi makan seribu orang prajurit, berita gembira berupa kemenangan atas Persia, Syam, dan Yaman, dan lain-lainnya.

11-Musyawarahnya Rasulullah- -dengan dua sahabat untuk memberikan sebagian hasil panen kurma Madinah kepada Bani Ghathafan agar mereka mau bergabung kembali. Kemudian keduanya memberikan tanggapannya kepada beliau- -.

Dalam hal ini, kita dapat mengambil pelajaran sejauh mana ide itu dapat diterima. Apabila wahyu telah menetapkannya, maka tidak berlaku lagi ijtihad. Kedua sahabat ingin memastikan sebelum menjelaskan gagasan dan idenya. Apakah perjanjian tersebut berdasarkan wahyu dari Allah- -atau hanya ijtihad beliau- -saja, yang dapat dilaksanakan atau tidak ? Ketika keduanya mengetahui bahwa itu hanya ijtihad beliau- -saja dan bukan wahyu, baru kemudian keduanya mengemukakan pendapatnya serta argumentasinya.

Begitulah seharusnya bagi kita untuk selalu tunduk terhadap ketetapan syariat, tidak menyanggahnya dengan pendapat atau ide yang hanya berdasarkan akal saja.

12-Kita juga dapat mengambil pelajaran tentang disyariatkannya untuk berlaku khusyu, berdoa dan menyerahkan segala urusan kepada Allah- - karena itu semua merupakan faktor yang dapat mendatangkan kemenangan.[16] Rasulullah- -sendiri banyak berdoa, menyerahkan diri, dan khusyu kepada Allah- -sebagaimana yang kita lihat dalam perang Ahzab, bagaimana beliau- -berdoa dengan khusyu mengharap kemenangan dari Allah- -.

13-Hadis Jabir- -tentang undangan makan yang ditujukan kepada Rasulullah- -dan ajakan Rasulullah- -kepada seluruh prajurit menunjukkan sejauh mana kerja sama yang terjalin di antara mereka. Tidak ada di antara mereka yang makan sendirian tanpa berbagi kepada yang lain[17]. Mereka saling bekerja sama, bahu-membahu, mengutamakan orang lain, dan berempati. Begitulah gambaran masyarakat Islam. Apabila ada saru anggota tubuh yang sakit, maka seluruhnya merasakan dampaknya berupa demam dan tidak dapat tidur.

14-Peperangan ini membawa dampak positif. Allah- -telah mengusir orang-orang kafir dengan membawa kekecewaan yang sangat besar karena mereka tidak mendapatkan sedikit pun keuntungan. Mereka telah menghimpun segala potensi yang mereka miliki dengan susah payah, tetapi mereka kembali dengan membawa kegagalan dan tidak dapat membantai kaum muslimin, kecuali hanyan enam sahabat, sementara dari mereka hanya tiga orang di antaranya Amr bin Abdud, panglima pasukan berkuda. Namun, jumlah mereka yang mencapai 10.000 hanya kembali membawa kerugian dan kekecewaan. Untuk itulah, Rasulullah- -bersabda, Mulai sekarang, kitalah yang akan memerangi mereka dan mereka tidak akan lagi sanggup memerangi kita. Kitalah yang akan melakuan serbuan kepada mereka.

15-Kaum musyrikin, sekalipun nampaknya mereka bersatu padu, tetapi berpotensi untuk bercerai-berai dan Allah- - berfirman tentang hal ini di dalam kitab-Nya yang mulia,


[ : 18]



Demikianlah (karunia Allah yang dilimpahkan kepadamu), dan sungguh, Allah melemahkan tipu daya orang-orang kafir. (Qs. al-Anfal : 18)

Kaum kafir telah mampu menggalang persatuan yang terdiri dari Bani Quraisy, Bani Ghathafan, kabilah-kabilah Arab, Yahudi Bani Nadhir dan Quraizhah. Namun, dalam seketika mereka berselisih dan bertikai, maka mereka pun kembali dengan membawa kerugian.

Wallahu Alam
(Redaksi)

Sumber :
Fikih Sirah Nabawiyah, Prof. Dr. Zaid bin Abdul Karim Az-Zaid, hal.435-447.

Catatan :
[1] Asy Syami, Subul Al-Huda wa Rasyad, Juz 4 hal. 512
[2] Ibnu Hisyam, As Sirah an Nabawiyah, Juz 3 hal.258
[3] Asy Syami, Subul Al-Huda wa Rasyad, Juz 4 hal. 512
[4] Ibnu Hisyam, As Sirah an Nabawiyah, Juz 3 hal.259
[5] Asy Syami, Subul Al-Huda wa Rasyad, Juz 4 hal. 514
[6] Asy Syami, Subul Al-Huda wa Rasyad, Juz 4 hal. 515
[7] Al-Waqidi , al-Maghazi, juz. 2 hal. 446
[8] Ibnu Hajar, Fathul Bari, Juz. 7. Hal.397
[9] Ibnul Qayyim, Zaadul Maad, Juz.3 hal.273
[10] Asy Syami, Subul Al-Huda wa Rasyad, Juz 4 hal. 523
[11] Ibnul Qayyim, Zaadul Maad, 3/273
[12] Shahih al-Bukhari no. 4115. Fathul Baari. Juz 7. Hal.406
[13] Al-Waqidi, al-Maghaazi, Juz 2 hal.471
[14] Lihat, Ibnu Taimiyah, Siyasat Syariyyah, hal. 158
[15] Ibid
[16] Suud Alfanisan; Ghazwah Ahzab fi Douil Quran hal.226
[17] Lihat, Abu Zahrah, Khotamun Nabiyyin, juz 2 hal.928





























Hit : 233 | Index Annur | kirim ke teman | versi cetak | Bagikan

| Index Tarikh dan Sirah

 
   
Statistik Situs
Minggu,24-10-2021 M 9:23:17 
Hijri: 17 Rabiul Awal 1443 H
Hits ...: 257926196
Online : 39 users

Pencarian

cari di  

 

Iklan

















Jajak Pendapat
Rubrik apa yang paling anda sukai di situs ini ?

Analisa
Buletin
Fatwa
Kajian
Khutbah
Kisah
Konsultasi
Nama Islami
Quran
Tarikh
Tokoh
Doa
Hadits
Mu'jizat
Sakinah
Akidah
Fiqih
Sastra
Resensi
Dunia Islam
Berita Kegiatan
Kaset
Kegiatan
Materi KIT
Firqah
Ekonomi Islam
Senyum
Download


Hasil Jajak Pendapat

Mutiara Hikmah

Imam Syafi-i berkata, Bersabaralah terhadap berbagai musibah dan mohonlah perlindungan kepada Allah dari neraka dengan bertakwa. (Manaqib Imam Syafi'i)

( Index Mutiara )


Fiqh Wanita

Benarkah Kaum Wanita Tidak Boleh Masuk Masjid Karena Mereka Adalah Najis

Jika Mendapat Kesucian Setelah Shubuh

Haid Datang Beberapa Saat Sebelum Matahari Terbenam

Merasa Ada Darah Tapi Belum Keluar Sebelum Matahari Terbenam

Hukum Wanita Yang Mandi Setelah Jima', Kemudian Keluar Cairan Dari Kemaluannya

Hukum Orang Yang Kentut Terus Menerus.

Shalat Dengan Pakaian Terkena Najis

Hukum Orang Haidh Berdiam di Masjid

Hukum air kencing anak yang mengenai pakaian wanita

Menggunakan air laut untuk berwudlu

Hukum Operasi Cesar

Menyentuh wanita dalam keadaan berwudhu'

Menyentuh wanita asing(selain isteri) dalam keadaan berwudhu'

Hukum membawa Mushaf ke dalam WC

Bersuci dari Air Kencing Bayi

Hukum Wudhunya Orang yang Menggunakan Kutek

Hukum Wudhunya Orang yang Menggunakan Inai (Pacar)

Hukum Wudhunya Wanita yang Tidak Menghilangkan Kutek

Membasuh Kepala Bagi Wanita

Hukum Mengusap Rambut yang Disanggul (dikepang)

Sifat Mandi Junub dan Perbedaan dengan Mandi Haidh

Melepaskan Ikatan Rambut Untuk Mandi Haidh

Haruskah Meresapkan Air ke Dalam Kulit Kepala Dalam Mandi Junub?

Samakah Wanita yang Memiliki Rambut Panjang yang Tidak Digulung dengan yang Digulung

Hukum Mengusap Kain Penutup Kepala Saat Mandi Junub

Haruskah Dua Kali Bersuci Karena Dua Hadats

Wajib Mandikah Wanita Yang Bermimpi (Mimpi Basah)

Jika Seorang Wanita Bermimpi dan Mengeluarkan Cairan yang Tidak Mengenai Pakaiannya, Apakah Ia Wajib Mandi

Wajib Mandikah Bila Keluarnya Mani Karena Syahwat Tanpa Bersetubuh

Berdosakah Seorang Wanita yang Mimpi Bersetubuh Dengan Seorang Pria

Wajib Mandikah Jika Seorang Wanita Memasukkan Tangannya ke Dalam Kemaluannya atau Jika Seorang Dokter Memasukkan Tangannya ke Dalam Kemaluannya

Jika Seorang Ragu Tentang Junubnya

Bolehkah Menunda Mandi Wajib Hingga Terbit Fajar

Bolehkah Orang yang Junub Tidur Sebelum Berwudhu

Mandi Junub Merangkap Mandi Jum'at, atau Merangkap Mandi Haidh dan Mandi Nifas

Apakah Penggunaan Inai Pada Masa Haidh Akan Mempengaruhi Sahnya Mandi Setelah Masa Haidh?

Apakah Tubuh Orang yang Sedang Junub Itu Najis Sebelum Ia Mandi Junub

Masa di Mana Para Wanita yang Sedang Nifas Tidak Boleh Melaksanakan Shalat

Pendapat yang Kuat Tentang Masa Nifas

Nifas, Suci Sebelum Empat Puluh Hari Lalu Berpuasa

Apakah Wanita Nifas yang Suci Sebelum Genap Empat Puluh Hari Tetap Wajib Melaksanakan Ibadah

Nifas, Jika Darah Terus Mengalir Setelah Empat Puluh Hari

Darah Nifas Berhenti Sebelum Empat Puluh Hari, Apakah Hal Ini Membolehkan Shalat Walaupun Darah Itu Kembali Lagi Pada Hari Keempat Puluh

Apakah Masa Nifas Itu Dapat Lebih dari Empat Puluh Hari?

Tidak Mengeluarkan Darah Setelah Melahirkan, Bolehkah Suaminya Mencampurinya?

Jika Wanita Hamil Keluar Darah Banyak Tapi Bayi yang Dikandungnya Tidak Keluar ( Keguguran )

Bila Seorang Wanita Hamil Mengalami Goncangan Namun Ia Tidak Tahu Apakah Kandungannya Keguguran atau Tidak, Dalam Keadaan Ia Mengalami Haidh

Hukum Darah yang Menyertai Keguguran Prematur Sebelum Sempurnanya Bentuk Janin dan Setelah Sempurnanya Janin

Hukum Darah yang Mengalir Terus Menerus Dalam Waktu yang Lama Setelah Keguguran

Keguguran Pada Umur Tiga Bulan Kehamilan, Apakah Tetap Wajib Shalat

Hukum Darah yang Keluar Setelah Keluarnya Janin ( Keguguran )

Keguguran Sebelum dan Setelah Terbentuknya Janin

Banyak Mengeluarkan Darah Saat Keguguran

Keguguran Pada Bulan Ketiga dari Masa Kehamilan, Kemudian Setelah Lima Hari Melaksanakan Puasa dan Shalat

Wajibkah Puasa dan Shalat Bagi Wanita yang Mengalami Keguguran

Kapankah Darah Keguguran Prematur Dianggap Darah Nifas

Mengeluarkan Darah Lebih dari Tiga Hari Sebelum Persalinan

Mengeluarkan Darah Lima Hari Sebelum Datangnya Masa Nifas

Mengeluarkan Darah Satu atau Dua Hari Sebelum Persalinan

Kewajiban Wanita Nifas Pada Akhir Masa Nifas

Darah Nifas Mengalir Kembali Setelah Empat Puluh Hari

Hukum Darah Nifas yang Keluar Lagi

Hal-hal yang Mewajibkan Mandi

Hukum Berhadats Kecil Dan Menyentuh Mushaf

Mencium Istri Tidak Membatalkan Wudhu

Darah Nifas Berhenti Kemudian Kembali Lagi Setelah Empat Puluh Hari

Yang Dibolehkan Bagi Suami Terhadap Istrinya yang Sedang Nifas

Apakah Disyaratkan Empat Puluh Hari untuk Dibolehkannya Mencampuri Istri Setelah Melahirkan

Hukum Membaca Al-Quran Tanpa Wudhu

Boleh Menyentuh Kaset Rekaman Al-Quran Bagi Yang Sedang Junub

Bersetubuh Setelah Tiga Puluh Hari Melahirkan

Darah yang Keluar dari Wanita yang Melahirkan Melalui Operasi

Apakah Tubuh Wanita Nifas Menjadi Najis

Apakah Tubuh Wanita Nifas Menjadi Najis

Cara Shalat Wanita yang Terus Mengeluarkan Darah

Seorang Wanita Meninggalkan Shalat Karena Mengeluarkan Darah, Lalu Beberapa Hari Kemudian Ia Mengeluarkan Da-rah Haidh yang Sebenarnya

Setelah Operasi dan Sebelum Masa Haidh Mengeluarkan Darah Hitam, Kemudian Setelah Itu Masa Haidh Datang

Seorang Wanita Telah Berhenti Masa Haidhnya Karena Usianya yang Sudah Lanjut Kemudian Dalam Suatu Perjalanan Ia Mengeluarkan Darah Terus Menerus

Wanita Mengeluarkan Darah yang Bukan Darah Haidh dan Bukan Pula Darah Nifas

Setelah Bersuci dari Haidh yang Biasanya Selama Sem-bilan atau Sepuluh Hari, Keluar Lagi Darah Pada Waktu-waktu yang Tidak Tentu

Di Bulan Ramadhan Mengeluarkan Darah Sedikit yang Terus Berlanjut Sepanjang Bulan

Setelah Nifas Mengeluarkan Darah Sedikit yang Bukan di Masa Haidh

Cara Bersucinya Wanita Mustahadhah

Perbedaan Antara Darah Haidh dan Darah Istihadhah

Penjelasan Tentang Cairan Berwarna Kuning dan Cairan Keruh Serta Hukumnya, Juga Tentang Cairan Putih (Keputihan)

Penggunaan Pil-pil Pencegah Kehamilan Mengakibatkan Timbulnya Cairan Keruh yang Merusak Haidh

Mengeluarkan Cairan Keruh Sehari atau Dua Hari Sebelum Datangnya Masa Haidh

Hukum Cairan Kuning yang Keluar Sehari atau Dua Hari Sebelum Masa Haidh

Meninggalkan Shalat Karena Mengeluarkan Cairan Keruh Sebelum Haidh

Hukum Cairan Kuning yang Keluar dari Wanita Setelah Suci

Mengeluarkan Tetasan Bening yang Berwarna Agak Kuning di Luar Waktu Haidh

Apakah Cairan yang Keluar dari Wanita Itu Najis dan Membatalkan Wudhu

Hukum Orang yang Yakin Bahwa Cairan-cairan Itu Tidak Membatalkan Wudhu

Jika Wanita yang Mengeluarkan Cairan Terus Menerus Itu Berwudhu, Bolehkah Ia Melakukan Shalat Sunat dan Membaca Al-Qur'an

Jika Wanita yang Mengeluarkan Cairan Terus Menerus Itu Berwudhu, Tapi Kemudian Setelah Berwudhu Itu dan Sebelum Shalat Cairan Itu Keluar Lagi

Bolehkah Wanita yang Terus Mengeluarkan Cairan Melakukan Shalat Dhuha Dengan Wudhu Shalat Shubuh

Bolehkah Melakukan Shalat Tahajud Dengan Wudhu Shalat Isya Bagi Wanita yang Terus Mengeluarkan Cairan?

Cukupkah Membasuh Anggota Wudhu Bagi Wanita Yang Terus Mengeluarkan Cairan?

Bagaimana Hukumnya Jika Cairan Itu Mengenai Bagian Tubuh

Tidak Berwudhu Saat Mengeluarkan Cairan Itu Karena Tidak Tahu

Mengapa Tidak Ada Riwayat dari Rasulullah SAW yang Menyatakan Bahwa Cairan yang Keluar dari Wanita Dapat Membatalkan Wudhu, Sementara Para Shahabiyah Sangat Menjaga Cairan yang Keluar ?

Apa Betul Syaikh Ibnu Utsaimin Berpendapat Bahwa Cairan Tidak Membatalkan Wudhu ?

Mengeluarkan Cairan Setelah Mandi Junub dan Setelah Bangun Tidur

Wanita Hamil Mengeluarkan Cairan Sejak Satu Bulan

Cairan Kuning yang Keluar dari Wanita Perawan dan Janda Tanpa Mimpi

Keluarnya Mani Beserta Air Kencing Kemudian Setelah Itu Keluar Mani Tanpa Syahwat

Saya Mengeluarkan Cairan Putih dan Terkadang Cairan Itu Keluar Ketika Saya Sedang Shalat

Hukum Cairan yang Keluar Setetes Demi Setetes

Hukum Membaca Kitab Tafsir Bagi Wanita Haidh

Bagaimana Shalat Orang Yang Mengidap Penyakit Kencing Netes?

Hukum Kencing Berdiri

Panas Matahari Tidak Menghilangkan Najis

Terkena Najis Setelah Berwudhu

Doa Membasuh Muka Pada Saat Berwudhu.

Doa Mandi Junub

Terkena Najis Setelah Berwudhu

Apakah Menyentuh Wanita Membatalkan Wudhu?

Hukum Mimpi (junub) Namun Tidak Keluar Mani

Menyisir Rambut dan Memotong Kuku Saat Haidh


Senyum
Tes Kecerdasan !
Jawablah pertanyaan dibawah ini tanpa melihat kunci jawaban terlebih dahulu !

Pertanyaan pertama: jika anda sedang mengikuti lomba lari, kamudian anda bisa mendahului pelari yang kedua, maka pada urutan berapakah anda sekarang?????

Jawaban !
jika anda menjawab bahwa anda diurutan pertama
Maka jawaban anda salah
Sebab jika anda mendahului pelari kedua maka anda hanya menggantikan posisinya diurutan kedua tidak menggantikan posisi pelari urutan pertama.

Sekarang soal kedua: tapi jawablah dengan cepat gak pake lama, oke ?

Pertanyaan: jika anda mendahului pelari terakhir, maka anda diurutan ????

Jawaban:
Jika jawaban anda adalah terakhir atau sebelum akhir, maka jawaban anda salah

Karena bagaimana mungkin anda mendahului pelari terakhir padahal yang terakhir itu adalah anda !!!?


Fatwa Puasa

Kapan Remaja Putri Diwajibkan untuk Berpuasa?

Remaja Putri Berusia Dua Belas atau Tiga Belas Tahun Tidak Berpuasa di Bulan Ramadhan

Tidak Berpuasa Selama Masa Haidh, dan Setiap Kali Tidak Berpuasa Ia Memberi Makan, Apakah Wajib Qadha Baginya

Istri Saya Hamil dan Mengeluarkan Darah Pada Permulaan Ramadhan

Mendapat Kesucian dari Haidh atau dari Nifas Sebelum Fajar dan Tidak Mandi Kecuali Setelah Fajar

Seorang Wanita Mendapat Kesuciannya dari Nifas Dalam Satu Pekan, Kemudian Ia Berpuasa Bersama Kaum Muslimin, Setelah Itu Darah Tersebut Datang Lagi

Mendapat Kesucian Setelah Tujuh Hari Melahirkan Lalu Berpuasa di Bulan Ramadhan

Setelah Empat Puluh Hari Sejak Melahirkan, Darah yang Keluar Berubah, Apakah Saya Harus Shalat dan Puasa

Melahirkan di Bulan Ramadhan dan Tidak Mengqadha Setelah Bulan Ramadhan Karena Ada Kekhawatiran Pada Bayi, Kemudian Pada Bulan Ramadhan Selanjutnya Ia Melahirkan Lagi

Bagaimana Hukumnya Wanita Hamil Dan Menyusui Jika Tidak Berpuasa Pada Bulan Ramadhan

Bagaimana Hukumnya Jika Wanita Menyusui Tidak Berpuasa Pada Bulan Ramadhan

Bolehkah Wanita Hamil Tidak Berpuasa

Bagaimana Hukumnya Wanita Hamil yang Tidak Puasa Karena Khawatir Terhadap Janinnya

Meninggalkan Puasa Dengan Sengaja Selama Enam Hari di Bulan Ramadhan Karena Ujian Sekolah

Memaksa Isteri untuk Tidak Berpuasa Dengan Cara Mencampurinya

Memaksa Istri untuk Tidak Berpuasa

Seorang Pria Musafir Tiba di Rumahnya Pada Siang Hari Ramadhan Lalu Ingin Menggauli Istrinya

Apakah Keluar Darah dari yang Hamil Termasuk yang Membatalkan Shaum

Suami Mencium dan Mencumbui Istrinya di Siang Hari Ramadhan

Mencampuri Istri di Siang Hari Ramadhan -1

Mencampuri Istri di Siang Hari Ramadhan -2

Mencampuri Istri di Siang Hari Ramadhan - 3

Hukum Menggunakan Celak Mata dan Perlengkapan Kecantikan Lainnya di Siang Hari Ramadhan -1

Hukum Menggunakan Celak Mata dan Perlengkapan Kecantikan Lainnya di Siang Hari Ramadhan -2

Hukum Menggunakan Celak Mata dan Perlengkapan Kecantikan Lainnya di Siang Hari Ramadhan -3

Menggunakan Inai Pada Rambut Saat Berpuasa

Mengobati Pilek dengan Obat yang Dihirup Melalui Hidung

Apakah Keluarnya Air Ketuban Dapat Membatalkan Puasa

Mengqadha Puasa Bagi yang Tidak Puasa Karena Hamil

Tidak Mampu Mengqadha Puasa

Tidak Berpuasa Karena Sakit Lalu Meninggal Beberapa Hari Setelah Ramadhan

Orang Meninggal yang Mempunyai Tanggungan Puasa

Sekarang Berusia Lima Puluh Tahun, Dua Puluh Tujuh Tahun yang Lalu Tidak Menjalankan Puasa Ramadhan Selama Lima Belas Hari

Beberapa Tahun yang Lalu Tidak Berpuasa Ramadhan Karena Haidh dan Belum Mengqadhanya

Mempunyai Utang Puasa Selama Dua Ratus Hari Karena Ketidaktahuannya dan Sekarang Sedang Sakit

Minum Obat Beberapa Saat Setelah Fajar

Di Depan Keluarganya Ia Berpuasa, Namun Sebenarnya Dengan Cara Sembunyi-sembunyi Ia Tidak Berpuasa Selama Tiga Bulan Ramadhan

Bulan Ramadhan Kedua Telah Datang Tapi Ia Belum Mengqadha Puasa Ramadhan yang Lalu

Tidak Pernah Mengqadha Puasa yang Ditinggalkannya Karena Haidh Sejak Diwajibkan Baginya Berpuasa

Tidak Berpuasa Karena Menyusui Anaknya Dan Belum Mengqadhanya, Kini Anak Itu Telah Berusia Dua Puluh Empat Tahun

Belum Mengqadha Puasa yang Ditinggalkan Pada Dua Tahun Pertama Sejak Menjalankan Puasa Wajib

Menunda Qadha Puasa Hingga

Hikmah dari Diwajibkannya Mengqadha Puasa Tanpa Mengqadha Shalat Bagi Wanita Haidh

Tidak Berpuasa Selama Dua Ramadhan Karena Sakit, Kemudian Pada Ramadhan Ketiga Ia Berpuasa, Apa yang Harus Dilakukan untuk Dua Ramadhan yang Telah Lewat

Meninggalkan Puasa Ramadhan Selama Empat Tahun Karena Gangguan Kejiwaan

Ibu Saya Telah Lanjut Usia, Ia Berpuasa Selama Lima Belas Hari Kemudian Tidak Berpuasa Karena Tak Sanggup Puasa

Mencegah Haidh Agar Bisa Berpuasa

Saya Pernah Bertanya Kepada Seorang Dokter, Ia Mengatakan, Bahwa Pil Pencegah Haidh Itu Tidak Berbahaya

Mengkonsumsi Pil Pencegah Haidh Agar Bisa Berpuasa Bersama Orang-Orang Lainnya

Hukum Mencicipi Makanan Ketika Berpuasa

Mengeluarkan Darah Selama Tiga Tahun, Apa yang Harus Dilakukan di Bulan Ramadhan

Bernadzar untuk Berpuasa Selama Satu Tahun

Hukum Mengisi Bulan Ramadhan Dengan Begadang, Berjalan-jalan di Pasar dan Tidur

Faktor-faktor yang Mendukung Wanita di Bulan Ramadhan

Apa Hukum Berbicara Dengan Seorang Wanita atau Menyentuh Tangannya di Siang Hari Ramadhan

Mengakhirkan Qadha Puasa Ramadhan Hingga Datang Ramadhan Berikutnya.

Berlebihan Dalam Hidangan Buka Puasa

Nilai Sosial Puasa

Apa Yang Lazim Dan Yang Wajib Dilakukan Orang Yang Berpuasa?

Tetesan Obat Mata Tidak Merusak Puasa

Menelan Pil Pencegah Haid

Mencampuri Isteri Pada Hari yang Diragukan

Memberi Makan Kaum Miskin Sebagai Pengganti Puasa Orang Lanjut Usia

Orang yang Tidak Mampu Berpuasa

Terapi di Bulan Ramadhan

Berbukanya Musafir

Berbukanya Wanita Hamil dan Wanita yang Menyusui

Onani/Masturbasi dan Bersetubuh di Siang Bulan Ramadhan

Hukum Darah yang Keluar dari Orang yang Sedang Berpuasa

Masih makan dan minum saat fajar karena ia tidak tahu.

Menonton Televisi Bagi yang Berpuasa

Seorang Musafir Tidak Berpuasa Lalu Ia Memaksa Isterinya yang Sedang Berpuasa untuk Berhubungan Badan

Wajib Puasa Bagi Wanita yang Telah Haidh

Bila Seorang Wanita Melanjutkan Puasanya Kendatipun Keluar Darah Haidh

Mengqadha Puasa Beberapa Tahun

Menyepelekan Puasa Sejak Pertama Kali Mengalami Haidh

Berbuka Karena Kesibukannya Dalam Bangunan dan Persiapan Nikah

Orang yang Meninggal di Bulan Ramadhan Tidak Wajib Mengqadha Sisa Harinya

Puasa dan Terapi

Sekitar Nadzar Puasa

Bertekad Puasa Tiga Hari (Tgl 13, 14, 15)

Puasa Pada Hari Sabtu

Hukum Puasanya Orang Yang Tidak Shalat Tarawih

Hukum Mencium Bagi yang Berpuasa

Darah yang Merusak Puasa

Hukum Berbekam Bagi yang Berpuasa dan Hukum Keluarnya Darah

Meninggal Pada Bulan Ramadhan

Terlihatnya Hilal (Bulan) Ramadhan Atau Syawwal di Suatu Negara Tidak Mengharuskan Negara-Negara Lain Mengikutinya

Tidur Sepanjang Hari Ketika Puasa

Berkumur Sampai Airnya Masuk ke Tenggorokan

Hukum Menggunakan Minyak Wangi di Siang Bulan Ramadhan

Makan Karena Lupa Ketika Puasa

Banyak Mandi Ketika Puasa

Tidak Mengqadha Puasa Karena Menghawatirkan Bayinya

Laksanakan Puasa Qadha Lebih Dulu

Panjangnya Malam dan Siang Saat Ramadhan

Negara yang Terlambat Terbenamnya Matahari

Anak Kecil Tidak Wajib Puasa Tapi Disuruh Melaksanakannya

Berbuka Berdasarkan Pemberitahuan Penyiar

Puasa Wishal

Hukum Hidangan Orang Tua

Itikaf dan Syaratnya

Hukum Makan Sahur Ketika Adzan Subuh Atau Beberapa Saat Setelahnya

Tanda Subuh Adalah Terbitnya Fajar

Berpedoman Pada Ruyat (Penglihatan) Biasa

Puasa Berdasarkan Satu Ruyat (Penglihatan)

Minum Karena Tidak Tahu Sudah Subuh

Menggunakan Pasta Gigi Saat Berpuasa

Penderita Mag Dan Puasa

Jika Seorang Wanita Suci Setelah Subuh, Maka Ia Harus Berpuasa Dan Mengqadha

Puasa Dan Junub

Puasanya Orang Yang Meninggalkan Shalat. Berpuasa Tapi Tidak Shalat

Bersetubuh Di Siang Hari Ramadhan Ketika Safar

Sahur Setelah Subuh

Minum Setelah Adzan Subuh

Minum Ketika Adzan Subuh

Suntikan Di Siang Hari Ramadhan

Hukum Mengeluarkan Darah Dari Orang Yang Sedang Berpuasa

Hukum Cuci Darah Bagi Yang Berpuasa

Hukum Menggunakan Krim Kulit

Hukum Menggunakan Inhaler Bagi Yang Berpuasa

Apakah Debu Membatalkan Puasa?

Hukum Orang Yang Puasa Dan Shalat Hanya Pada Bulan Ramadhan

Hukum Orang Yang Puasa Tapi Tidak Shalat

Menggunakan Siwak Di Bulan Ramadhan

Hukum Bersiwak Bagi Yang Berpuasa Setelah Tergelincirnya Matahari

Apakah Tanggalnya Gigi Geraham Orang Yang Sedang Berpuasa Membatalkan Puasanya?

Hukum Berenang Bagi Orang Yang Sedang Berpuasa

Mencicipi Makanan Oleh Orang Yang Sedang Berpuasa

Menunda Qadha Puasa Hingga Tiba Ramadhan Berikutnya

Menghadiahkan Pahala Puasa Untuk Orang Yang Sudah Meninggal

Orang Yang Meninggal Dengan Menanggung Qadha Puasa

Apakah orang yang meninggal dengan menanggung utang qadha puasa boleh dipuasakan untuknya (diqadhakan)?

Hukum Mengqadha Enam Hari Puasa Syawwal

Mengqadha Enam Hari Puasa Ramadhan di Bulan Syawwal, Apakah Mendapat Pahala Puasa Syawwal Enam Hari

Apakah Suami Berhak untuk Melarang Istrinya Berpuasa Sunat

Hukum Puasa Sunnah Bagi Wanita Bersuami

Hukum Zakat Yang Diserahkan Ke Lembaga Zakat Atau Instansi Pemerintah

Wajibnya Zakat Pada Perhiasan Wanita Yang Digunakan Sebagai Pehiasan Atau Dipinjamkan, Baik Berupa Emas Maupun Perak

Wajibnya Zakat Pada Perhiasan Wanita Jika Mencapai Nishab Dan Tidak Diproyeksikan Untuk Perdagangan

Apakah Seorang Wanita Harus Menggabungkan Perhiasan Putri-Putrinya Ketika Hendak Mengeluarkan Zakat Perhiasannya?

Apa Hukum Zakat Perhiasan Yang Dikenakan

Hukum Buka Warung Di Siang Hari Bulan Ramadhan

Lupa Meniatkan Puasa Bulan Syawwal Dari Sejak Malam Hari, Sah Tidak?

BAGAIMANA MENENTUKAN AWAL PUASA

HIKMAH DIWAJIBKAN MENGQADHA PUASA TETAPI TIDAK MENGQADHA SHALAT

BAGAIMANA PUASA YANG BENAR?

NIAT BERBUKA,TAPI BELUM MAKAN DAN MINUM APAKAH MEMBATALKAN PUASA?

beberapa tanda Lailatul Qadr

Puasa Muharram dan 'Asyura

Nilai Sosial Puasa

Apa Yang Lazim Dan Yang Wajib Dilakukan Orang Yang Berpuasa

Tetesan Air Mata Tidak Merusak Puasa

Menelan Pil Pencegah Haid

Berlebihan Dalam Hidangan Buka Puasa

Hukum Makan Sahur Ketika Adzan Subuh Atau Beberapa Saat Setelahnya

Menggunakan Pasta Gigi Saat Berpuasa

Penderita Mag Dan Puasa

Bersetubuh Di Siang Hari Ramadhan Ketika Safar

Suntikan Di Siang Hari Ramadhan

Hukum Mengeluarkan Darah Dari Orang Yang Sedang Berpuasa

Hukum Berenang Bagi Orang Yang Sedang Berpuasa

Mencicipi Makanan Oleh Orang Yang Sedang Berpuasa

HUKUM ORANG YANG PUASA TETAPI TIDAK SHOLAT

Meninggal Pada Bulan Ramadhan

Hukum Orang Yang Mengakhirkan Qadha Puasa Hingga Datang Ramadhan Berikutnya

Perbedaan Ru-yah

Shaum (Berpuasa) Berdasarkan Hisab.

Hukum Puasa Bagi Orang Yang Melanjutkan Makan Sahurnya Setelah Adzan?

Hukum Shiam (Puasa) Yang Dilakukan Pada Masa Nifas.

Mengqadha Shiyam (Puasa) Yang Telah Terlupakan Selama Sepuluh Tahun

Bolehkah Membatalkan Shiyam (Puasa) Yang Diqhadha?

Kafarat Bagi Orang Yang Mengumpuli Istrinya Di Siang Hari Bulan Ramadhan

Mengqadha Shiyam Yang Terlupakan Jumlahnya

Beberapa Permasalahan Wanita Dalam Melakukan Shiyam.

Penentuan Hari dan Shiyam (Puasa) Arafah Pada Tiap Negara

Bidahkah Puasa 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah ?

Hisab Dijadikan Acuan Dalam Menentukan Awal dan Akhir Ramadhan

Masalah-Masalah Yang Berkaitan Dengan Niat Dalam Melaksanakan Shiyam (Puasa)

Makan Sahur Ketika Fajar Terbit Tanpa Disadari

Air Yang Masuk Ke Tenggorokan Tanpa Sengaja Ketika Berwudhu

KADAR FIDYAH BAGI ORANG YANG TIDAK MAMPU BERPUASA KARENA TUA ATAU SAKIT

Memakai Obat Mata Dan Telinga Ketika Berpuasa

Permasalahan-Permasalahan Yang Berkaitan Dengan I'tikaf

Apakah Ada Perselisihan Pendapat Tentang Dianjurkannya Puasa Di Sembilan Hari Awal Bulan Dzulhijah

Menyikapi Dua Hadits Yang Bertentanggan Dalam Masalah Puasa 1-9 Dzulhijjah

Hukum Tidak Berpuasa Karena Alasan Pekerjaan

Hukum tetap berpuasa selama masa haidh karena tidak tahu

Menelan Pil Pencegah Haid

Apakah malam lailatul qadar jatuh pada malam ke-27 dari bulan Ramadhan

Hukum mengakhirkan qadha puasa Ramadhan sebelumnya sampai memasuki bulan Ramadhan yang baru?

Orang Yang Meninggal Dengan Menanggung Qadha' Puasa

Antara Berbuka atau Berpuasa Saat Safar (Bepergian)

Jika Terjadi Perbedaan Hari Arafah

Jika Puasa Arafah Jatuh Pada Hari Sabtu..?

Berpuasa Tapi Meninggalkan Shalat

Antusias Ibadah Saat Ramadhan Saja

Kesalahan Sebagian Muda-Mudi Saat Puasa


Kajian Ramadhan

Menyambut Bulan Ramadhan

Keutamaan Bulan Ramadhan

Penentuan Awal dan Akhir Ramadhan

Kiat-Kiat Menghidupkan Bulan Ramadhan...!

Panduan Ringkas Puasa Ramadhan

Hikmah dan Manfa'at Puasa

Qiyam Ramadhan

Adab Shalat Tarawih Bagi Wanita

Nuzulul Qur'an Sebagai Peringatan atau Pelajaran

I'tikaf Hukum dan Keutamaanya

Menggapai Lailatul Qadar

Ramadhan Bersama al-Qur'an

Kesalahan-Kesalahan Dalam Bulan Ramadhan (1)

Kesalahan-Kesalahan Dalam Bulan Ramadhan (2)

Zakat Fitrah

Kebahagiaan Bersama Iedul Fithri

Ramadhan Telah Berlalu

Keutamaan Puasa Enam Hari Syawal

Waspada Terhadap Hadits-Hadits Dha'if (Lemah) Seputar Ramadhan


Fatwa Haji & Qurban

Apa hikmah thawaf(disekitar Ka'bah)? Apakah hikmah mencium Hajar Aswad adalah tabarruk (memohon barakah) kepadanya?

Disyari'atkannya menyembelih hewan qurban

Hukum menyembelih hewan qurban dan cara membagikan dagingnya

Mana yang lebih utama, berqurban dengan menyembelih sapi atau domba?

Menyembelih seekor sapi untuk tujuh orang

Seekor unta untuk satu orang

Umur hewan qurban

Hewan Yang Tidak Sah Dijadikan Hewan Qurban

Berqurban dengan harga hewan qurban

Penerima daging hewan qurban

Membagikan hewan qurban kepada orang kafir

Menyembelih sebelum Imam menyembelih

Barang siapa ingin berqurban, maka janganlah mengambil(memotong) rambut dan kukunya

Hukum wanita yang melakukan haji tanpa mahram

Hukum orang yang ingin melakukan haji namun masih memiliki hutang

Mahram Tidak Sanggup Mendampingi Dalam Ibadah Haji

Wanita Yang Mengaku Islam Ingin Menunaikan Haji

Apakah Suami Seorang Perempuan Bisa Menjadi Mahram Bagi Bibi Perempuan Tersebut

Wanita Ingin Haji Didampingi Anak Laki-Lakinya Yang Belum Baligh

Pergi Haji Hanya Ditemani Wanita Yang Dipercaya

Mahram Wanita Meninggal Pada Saat Ibadah Haji

Izin Suami Untuk Pergi Haji

Hukum Haji Bagi Wanita Tidak Mendapat Izin Dari Suaminya

Biaya Haji Ditanggung Wanita

Mengganti Haji Wanita Tua Lagi Buta

Wanita Haji Bersama Lelaki Yang Bukan Mahram

Wanita Pergi Haji Bersama Lelaki Shalih Yang Disertai Keluarganya

Seorang Wanita Mendatangkan Ibunya Untuk Diajak Pergi Haji

Anak Laki-Laki Yang Sudah Mumayyiz Menjadi Mahram

Wanita Pergi Haji Dengan Harta Suaminya

Wanita Haid Melewati Miqat Dengan Tidak Ihram

Puasa di Jeddah Lalu Berihram Haji Tanggal Delapan

Wanita Niat Haji Tamattu', Kemudian Tidak Memungkinkan Thawaf Dan Sa'i Kemudian Dia Menuju Ke Mina Dan Arafah

Mencium Hajar Aswad Pada Waktu Mulai Thawaf

Wanita Shalat di Belakang Maqam Ibrahim

Wanita Mendaki Shafa dan Marwah

Apakah lari-lari kecil pada tiga putaran pertama dari thawaf qudum khusus bagi laki-laki saja

Apakah Wanita Mempercepat Sa'i Tatkala Berada

Wanita Menyesal Karena Berumrah, Tapi Tidak Men-ziarahi Makam Rasul

Wanita Mencium Hajar Aswad

Wanita Keluar Dari Muzdalifah

Wanita Mencukur Rambut Pada Saat Haji Dan Umrah

Bentuk Pakaian Ihram Bagi Wanita

Wanita Telah Menyelesaikan Semua Manasik Haji Kecuali Melempar Jumrah Karena Punya Anak Kecil

Wakil Dalam Melempar Jumrah

Wanita Telah Selesai Dari Seluruh Manasik Kecuali Menggunting Rambut

Thawaf Ifadhah Diganti Dengan Thawaf Wada'

Hikmah Dilarang Mengenakan Pakaian Berjahit Saat Ihram

Melaksanakan Ibadah Haji Tanpa Ihram

Menggauli Istri Disaat Ibadah Haji

Menggauli Istri Setelah Tahallul Awal

Wanita Haid Tinggal di Jeddah Sebelum Thawaf Ifadhah dan Thawaf Wada' Setelah Suci Digauli Suaminya

Wanita Meletakkan Kayu atau Pengikat Untuk Mengangkat Jilbab Dari Wajahnya

Rambut Kepala Rontok Dengan Sendirinya

Wanita Pulang ke Negerinya Sebelum Thawaf Ifadhah

Pakaian Ihram Wanita Dan Hukum Mengenakan Cadar dan Sarung Tangan

Hukum Sarung Tangan Dan Kaos Kaki Saat Ihram

Hukum Mengenakan Purdah Dan Masker Saat Ihram

Hukum Membuka Wajah Dan Telapak Tangan

Menggauli Istri Setelah Selesai Ihram

Hukum Ihram Disaat Haid

Wanita Berihram Dari Miqat Sebelum Suci

Wanita Ihram Bersama Suaminya Dalam Keadaan Haid dan Tatkala Ia Telah Suci, Ia Umrah Sendirian

Wanita Dalam Kondisi Haid Dan Nifas Saat Akan Ihram

Ihram Dari Sail Dalam Keadaan Haid Lalu Pergi ke Jeddah dan Setelah Suci Menyempurnakan Ibadah Haji

Pemalsuan Pasport Tidak Mempengaruhi Keshahan Ibadah Haji

Fadhilah Ibadah Haji Itu Sangat Besar

Tidak Wajib Melakukan Ibadah Haji Kecuali Orang Yang Mampu

Suatu Masalah Penting Bagi Orang Yang Thawaf

Setiap Orang Dari Anda Wajib Bayar Fidyah

Anda Mempunyai Dua Pilihan

Tidak Apa-Apa Istirahat Sejenak Di Waktu Thawaf

Shalat Sunnat Dua Rakaat Thawaf Boleh Di Lakukan Di Setiap Masjid

Hajinya Orang Yang Meninggalkan Shalat

Berihram Dengan Dua Haji Atau Dua Umrah Tidak Boleh?

Perempuan Haid Sebelum Melaksanakan Thawaf Ifadhah Dan Tidak Bisa Menunggu Hingga Suci

Hukum Melontar Dengan Kerikil Bekas Pakai

Apa Yang Sebaiknya Dilakukan Oleh Orang Yang Berkesempatan Menunaikan Ibadah Haji?

Ketaatan-Ketaatan Itu Mempunyai Ciri Yang Tampak Pada Pelakunya

Kewajiban Orang Yang Telah Kembali Ke Kampung Halamannya Terhadap Keluarganya Seusai Melaksanakan Ibadah Haji

Perempuan Telah Berniat Padahal Ia Sedang Haid Atau Nifas

Menghajikan Orang Tua (Ayah) Dengan Harta Yang Telah Diwasiatkan

Melaksanakan Haji Dibiayai Suatu Yayasan

Menunaikan Ibadah Haji Dengan Hutang Atau Kredit

Pakain Berjahit Yang Dilarang Adalah Jahitannya Yang Meliputi Seluruh Tubuh

Mendahulukan Sai Daripada Thawaf

Cukur Rambut Itu Gugur Bagi Orang Yang Berkepala Botak (Tidak Berambut)

Harus Melakukan Thawaf Wada (Perpisahan) Jika Kepulangannya Tertunda Di Mekkah

Hukum Melontar Jumroh Aqabah Di Malam Hari

Sanggahan Terhadap Orang Yang Berpendapat Bahwa Jeddah Adalah Miqat

Ini Termasuk Sunnah Yang Dilupakan

Tutuplah Kepala Anda... Anda Wajib Bayar Fidyah

Sai Itu Adalah Salah Satu Rukun Haji

Nabi Tidak Pernah Menentukan Doa Khusus Untuk Thawaf

Tidak Ada Kewajiban Bagi Anda

Yang Wajib Adalah Tinggal Di Perkemahan Paling Akhir

Inilah Hari-Hari Tasyriq

Ini Adalah Maksiat Besar

Bagi Orang Yang Akan Menunaikan Ibadah Haji Atau Umrah Wajib Mempelajari Hukum-Hukumnya

Keteladanan Itu Ada Pada Rasulullah

Saat Thawaf atau Sa'i Afdhalnya Adalah Menyibukkan Diri Dengan Dzikir

Hukumnya Berbeda, Tergantung Kepada Perbedaan jenis Iddah

Anda Wajib Bertobat Kepada Allah Dan Mengulangi Thawaf

Anda Wajib Menundukkan Pandangan

Thawaf Wada Itu Adalah Nusuk Wajib

Tersentuh Tubuh Wanita Tidak Membatalkan Thawaf

Tidak Boleh Bagi Jamaah Haji Keluar Ke Jeddah Pada Hari Idul Adha

Bagi Orang Yang Sehat Tidak Boleh Mewakilkan Di Dalam Melontar Jumroh

Jamaah Haji Pergi Ke Jeddah

Seputar Sai Dan Thawaf

Hukum Melontar Jumroh Pada Hari-Hari Tasyriq Sekaligus

Tidak Mabit Di Muzdalifah Apakah Mewajibkan Hadyu?

Waktu Melontar Jumroh Aqabah

Menghadiahkan Pahala Amal Seperti Thawaf

Hak Allah Lebih Penting Daripada Hak Suami

Larangan-Larangan Ihram

Menggunakan Pil Pencegah Haid Untuk Ibadah Haji

Hikmah Di Balik Mencium Hajar Aswad

Hukum Meletakkan Surat Pada Kelambu Kabah Dan Menujukannya Kepada Rasulullah a Atau Selain Beliau

Kepergian Wanita Untuk Haji Atau Umrah Tanpa Didampingi Mahramnya

An-Nusuk dan Macam-macamnya

Kepergian Wanita Untuk Haji Atau Umrah Tanpa Didampingi Mahramnya

Hukum Ibadah Haji

Hukum Ibadah Umrah

Kewajiban Melaksanakan Ibadah Haji Itu Segera, Ataukah Dapat Ditunda

Syarat Wajib Haji dan Umrah

Syarat Ijza (Tertunaikannya Kewajiban) di Dalam Melaksanakan Ibadah Haji

Etika Bepergian untuk Menunaikan Haji

Apa yang Harus Dipersiapkan Oleh Seorang Muslim untuk Menunaikan Haji dan Umrah?

Mempersiapkan Diri Dengan Taqwa

Waktu Musim Haji

Hukum Melakukan Ihram Haji Sebelum Ketentuan Waktunya Tiba

Penjelasan Tentang Miqat Haji (Tempat-tempat Berihram)

Hukum Berihram Sebelum Sampai di Tempat Ihram (Miqat)

Hukum Orang yang Melalui Miqat Dengan Tidak Berihram

Perbedaan Antara Ihram Sebagai Kewajiban dan Ihram Sebagai Rukun Haji

Hukum Melafalkan Niat di Saat Berihram

Tata Cara Berihramnya Orang yang Datang ke Mekkah Melalui Udara

Tata Cara Melakukan Ibadah Haji

Rukun Umrah

Rukun Haji

Hukum Meninggalkan Salah Satu Rukun Haji atau Umrah

Kewajiban-kewajiban Haji

Hukum Mengabaikan Salah Satu dari Kewajiban Haji atau Umrah

Cara Menunaikan Haji Qiran

Hukum Melakukan Umrah Sesudah Beribadah Haji

Hukum Berpindah Niat dari Satu Bentuk Ibadah Haji ke Bentuk Ibdah Haji yang Lain

Hukum dan Ketentuan-ketentuan Mewakilkan Kepada Orang Lain di Dalam Menunaikan Haji

Syarat Seorang Pengganti Dalam Menunaikan Ibadah Haji

Mencari Uang Dengan Cara Menghajikan Orang Lain yang Niatnya Hanya Mencari Uang Semata

Apakah Orang yang Mengerjakan Haji untuk Orang Lain Mendapat Pahala Sebagian Amalan Haji?

Arti Mewakili Sebagian Amalan Haji

Mengkiaskan Perwakilan Dalam Melontar Kepada Amalan/ Manasik Haji Lainnya

Tidak Mampu Menyempurnakan Salah Satu Manasik, Apa yang Harus Dilakukan?

Hukum Orang yang Wafat di Saat Sedang Ihram Menunaikan Manasik

Cara Bersyarat Jika Tak mampu Menyempurnakan Amalan Haji

Kalimat Bersyarat

Pantangan Ihram

Hukum Meletakkan Sesuatu yang Menempel di Kepala Orang yang Sedang Ihram

Perbedaan Antara Niqab dengan Burqa

Bagaimana Cara Wanita yang Sedang Berihram Menutup Wajahnya di Hadapan Laki-Laki

Haji Yang Bagaimana Yang Dapat Menghapus Dosa Itu?

Berkurban Untuk Mayit, Bolehkah?

Mengucapkan NIAT Ketika BERQURBAN

Menyembelih Kurban Bagi Seorang Yang Melaksanakan Haji Untuk Orang Lain

Tuntunan Melaksanakan Ibadah Haji

 
YAYASAN AL-SOFWA
Jl.Raya Lenteng Agung Barat No.35 PostCode:12810 Jakarta Selatan - Indonesia
Phone: 62-21-78836327. Fax: 62-21-78836326. e-mail: info@alsofwah.or.id | website: www.alsofwah.or.id | Member Info Al-Sofwa
Artikel yang dimuat di situs ini boleh dicopy & diperbanyak dengan syarat mencantumkan sumber: http://alsofwah.or.id serta tidak untuk komersil.