Artikel : Hikmah Al-Quran & Mutiara Hadits
Problem Nafkah dan Jalan Mengatasinya
Selasa, 22 Februari 22
Pernah antara Nabi- -dan istri-istri beliau terjadi perselisihan seputar masalah nafkah. Mereka mendatangi beliau dan meminta nafkah serta perlengkapan kehidupan dunia kepada beliau. Sementara, ketika itu, Nabi- -tengah tidak memiliki apa-apa, sedangkan beliau tidak pernah kikir sedikitpun kepada mereka.

Diriwayatkan dari Jabir, ia menuturkan, Abu Bakar datang. Ia mendapati orang-orang duduk di depan pintu kediaman beliau, tak satu pun dari mereka diberi izin masuk. Kemudian Umar datang, ia minta izin dan diberi izin. Ia mendapati Nabi- - tengah duduk dikelilingi istri-istri beliau, diam tak berbicara sepatah kata pun. Ia berbicara (dalam hati), Sungguh aku akan mengucapkan sesuatu yang mengundang tawa Nabi- -, dan aku akan berbicara pada beliau, barang kali beliau tertawa. Lantas Umar berkata, Wahai Rasulullah, sekiranya engkau melihat putri Zaid-istri Umar-. Tadi ia meminta nafkah lebih kepadaku. Lalu aku menekan keras tengkuknya. Nabi- - tertawa hingga gigi geraham beliau terlihat. Beliau bersabda,




Mereka di sekelilingku, sebagaimana engkau lihat, meminta nafkah padaku.

Maka Abu Bakar bangkit menghampiri Aisyah (putrinya), ia menekan keras tengkuknya. Umar juga berdiri mendekati Hafshah (putrinya) untuk menekan keras tengkuknya. Keduanya mengatakan, Kalian meminta kepada Rasulullah- - saat beliau tidak memiliki apa-apa ? Mereka menjawab, Demi Allah, kami tidak akan lagi meminta pada Rasulullah - - sesuatu apa pun yang tidak beliau miliki. Kemudian Nabi - - menjauhi mereka selama satu bulan atau 29 hari. Berikutnya turunlah ayat,


... (29) [ : 28 29]


Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu...sampai firman-Nya,...Maka sesungguhnya Allah menyediakan bagi siapa yang berbuat baik di antaramu pahala yang besar [1] (al-Ahzab : 28-29)

Jabir melanjutkan, Beliau memulainya pada Aisyah. Beliau bersabda,




Wahai Aisyah, aku ingin menawarkan padamu satu hal yang aku harap engkau tidak tergesa-gesa memutuskannya sebelum berdiskusi dengan kedua orang tuamu.
Aisyah bertanya penasaran, Apa itu wahai Rasulullah ? Lalu beliau membaca ayat mulia di atas. Ia berkata, Apakah terkait dengan diri Engkau wahai Rasulullah, aku perlu meminta saran kepada kedua orang tuaku ? Aku lebih memilih Allah, Rasul-Nya dan kampung akhirat. Dan aku meminta kepada engkau untuk tidak memberitahukan pilihanku ini kepada seorang pun dari istri-istrimu. Nabi- - bersabda,




Tidaklah seorang pun dari mereka menanyaiku kecuali aku memberitahunya. Sebab sesungguhnya Allah tidak mengutusku untuk memberatkan dan tidak pula membuat kacau, tapi Dia mengutusku sebagai guru dan pemberi kemudahan (HR.Muslim)
**

Wallahu Alam

Sumber :
Al-Mafatih Adz-Dzahabiyah li Ihtiwa Al-Musykilat Az-Zaujiyah, Nabil bin Muhammad Mahmud- -.

Catatan :
[1] Bunyi ayat secara lengkap dan terjemah maknanya adalah,


(28) (29) [ : 28 29]


Wahai Nabi ! Katakanlah kepada istri-istrimu, Jika kamu menginginkan kehidupan di dunia dan perhiasannya, maka kemarilah agar kuberikan kepedamu mutah dan aku ceraikan kamu dengan cara yang baik.
Dan jika kamu menginginkan Allah dan Rasul-Nya dan negeri akhirat, maka sesungguhnya Allah menyediakan pahala yang besar bagi siapa yang berbuat baik di antara kamu. (al-Ahzab : 28-29)

Hikmah Al-Quran & Mutiara Hadits : index.php
Versi Online : index.php?pilih=lihatsakinah&id=421