Artikel : Hikmah Al-Quran & Mutiara Hadits
Manajemen Dapur Penuh Berkah
Rabu, 17 Juli 19

Wahai para isteri! Berbicara seputar dapur tidak mungkin terlepas dari keterampilan anda sebagai kaum hawa. Dapur memang sudah identik sekali dengan kehidupan anda. Sangat tidak bijak jika anda hanya berharap dapur tetap mengepul, namun anda lupa dari mana kepulan asap dapur itu menyembul.

Memang tidak bisa dipungkiri bahwa banyak konflik sebuah rumah tangga dan sosial bermula dari masalah dapur. Agar hal ini tidak terjadi, tentunya dibutuhkan manajemen yang baik bagaimana menciptakan keberkahan dapur samara anda.

Memilin Keberkahan Dapur Samara

Berikut ini adalah beberapa hal yang sepatutnya dilakukan oleh para isteri untuk memilin keberkahan dapur samaranya:

1. Berhias jubah qanaah
Jika nafkah yang disuguhkan suami anda dalam kelapangan, bersyukurlah. Namun saat dalam kesempitan, bersabarlah. Hendaklah anda bersikap qanaah, merasa cukup atas pemberian suami dan banyak bersyukur atas karunia Allah yang diberikan kepadanya. Kepulkan asap dapur anda sesuai kebutuhan dan persediaan yang ada. Pandai-pandailah anda menata bumbu dapur sepandai anda menata mahkotamu selepas tidur. Janganlah berlebihan, jangan pula anda menuntut melebihi kemampuan suami anda.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:




Barangsiapa dari kalian memasuki waktu pagi hari dalam keadaan aman pada dirinya, sehat jasmaninya dan memiliki makanan pada hari itu, maka seolah-olah dunia itu telah diberikan kepadanya. (HR. At-Tirmidzi no. 2346).

2. Hindari kebiasaan berhutang
Hendaklah anda tidak berhutang melainkan karena kebutuhan yang sangat mendesak sekali dan anda merasa mampu untuk melunasinya. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pun mencontohkan kepada umatnya dengan banyak berlindung dari hutang. Hutang hanya akan mendatangkan tambahan beban hidup yang bisa membuat kehidupan rumah tangga anda semakin gelisah, tidak tenang dan susah.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:


ǡ : :


Janganlah kalian berikan rasa takut ke dalam diri kalian setelah diri itu tenang. Para sahabat bertanya, Apa hal tersebut, wahai Rasulullah? Beliau bersabda, Hutang. (HR. Ahmad no. 17320).

3. Jauhi sifat boros
Ketika lapang, janganlah anda terlena dengan banyak berbelanja hal-hal yang tidak terlalu dibutuhkan. Karena akan tiba saatnya keluarga anda berada dalam kesempitan. Pasti akan ada kebutuhan lain yang tidak pernah anda duga-duga. Sederhanalah dalam belanja ketika lapang seperti halnya anda mampu sederhana kala sempitnya. Karena itu jauhilah sikap boros yang merupakan sifat buruk setan.

Allah Subhanahu wa Taala berfirman:


(26)


Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya orang-orang yang pemboros itu adalah saudara setan. (QS. Al-Isra: 26-27).

Ibnu Masud radhiyallahu anhu pernah ditanya maksud dari tabdzir (pemborosan). Ia berkata, Membelanjakan harta bukan pada tempatnya. (Tafsir Al-Baghawi, 6/98).

4. Sisihkan untuk sedekah
Jika anda mampu menyisihkan uang jajan untuk keluarga dan anak-anak, anda juga harus mampu menyisihkan sebagian hartamu untuk sedekah. Berderma itu tidak harus banyak dan di saat lapang, namun jiwa dermawan patut untuk dihidupkan dalam keluarga anda, baik dalam keadaan sempit, terlebih saat lapangnya.

Carilah keberkahan untuk keluarga, harta dan hidup anda lewat sedekah. Sesungguhnya harta itu tidak akan berkurang dengan sedekah. Harta yang disedekahkan adalah aset yang senantiasa mengalirkan pahala meskipun pemiliknya telah tiada.

5. Tetap husnudzan dan memperbanyak doa
Hendaklah anda senantiasa menjaga dua hal ini, husnudzan dan memperbanyak doa. Keduanya menjadi motivasi batin bagi suami anda saat bekerja di luar rumah. Berbaik sangka akan membuat suami anda semangat, tenang dan profesional dalam berkerja. Sementara doa akan membantu suami anda senantiasa dijaga oleh Allah Subhanahu wa Taala dari segala keburukan dan perbuatan haram ketika bekerja.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:




Tidak ada yang bisa menolak takdir melainkan doa. (HR. At-Tirmidzi no. 2139).

Dengan demikian, sudah sepatutnya anda memperbanyak doa untuk suami anda, memohon kepada Allah Subhanahu wa Taala agar dijaga dari segala fitnah, dibukakan pintu-pintu rezeki yang halal, dijauhkan dari usaha yang mengandung syubhat dan haram serta agar selalu diberi keselamatan dalam bekerja. Sehingga ketika suami anda pulang, apa yang dibawanya benar-benar sesuatu yang diridhai Allah Subhanahu wa Taala dan membawa keberkahan bagi keluarga anda.

6. Pilih makanan yang halal lagi baik
Urusan menu dapur sudah tentu menjadi kendali anda. Namun anda tidak boleh lengah dalam memilih jenis masakan yang hendak dihidangkan. Yang pertama dan utama bukanlah pada lezatnya rasa, tapi pada halal atau tidaknya racikan masakan anda serta baik atau tidaknya makanan itu. Hindarilah perkara-perkara syubhat sekecil apa pun dalam makanan, terlebih hal-hal yang haram. Hindari pula makanan-makanan yang tidak baik untuk kesehatan. Daging yang tumbuh dari makanan haram adalah sebab tertolaknya doa. Sementara makanan yang tidak baik akan merusak kebugaran tubuh yang sehat.

Allah Subhanahu wa Taala berfirman:




Wahai manusia! makanlah dari (makanan) yang halal dan baik yang terdapat di bumi. (QS. Al-Baqarah: 168).

7. Menu terus up to date penuh selera
Kendati urusan menu dapur menjadi kendali anda. Namun melibatkan suami dalam memilih menu masakan tidak boleh anda abaikan. Seyogyanya apa yang anda masak harus sesuai dengan selera suami dan anak-anak anda. Menu masakan juga harus terus up to date tanpa mengabaikan selera mereka. Hal ini tentu diperlukan musyawarah bersama mereka. Sebenarnya tidak terlalu sulit. Cukup tanyakan terlebih dahulu kepada mereka sebelum anda benar-benar memutuskan untuk membeli sayuran atau lauk yang hendak dimasak.

Sesuatu yang baru akan membuat suasana semakin indah, termasuk dalam hal menu makanan. Karena di antara sifat manusia adalah cepat bosan. Sehingga anda harus pandai-pandai mengupdate menu masakan namun tetap sesuai selera keluarga.

8. Jagalah keakraban dalam kebersamaan
Jagalah keindahan dan keakraban keluarga anda dengan selalu makan bersama, satu meja, satu menu, satu rasa dan dalam senyum ceria. Hiasilah kebersamaan itu dengan mengamalkan adab-adab makan yang Nabi shallallahu alaihi wasallam contohkan. Sesederhana apa pun menu yang dihidangkan, niscaya menu itu akan semakin lezat dan membawa keberkahan bagi keluarga anda. Wallahu alam. (Abu Nisrina Salsabila).

Referensi:

1. Tafsir Al-Baghawi
2. Sunan At-Tirmidzi,
3. Musnad Ahmad, dll.

Hikmah Al-Quran & Mutiara Hadits : index.php
Versi Online : index.php?pilih=lihatsakinah&id=388