Úä Úáí ÑÖí Çááå Úäå Ãä ÑÓæá Çááå Õáì Çááå Úáíå æ Óáã ÈÚË ÌíÔÇ æÃãÑ Úáíåã ÑÌáÇ ÝÃæÞÏ äÇÑÇ æÞÇá ÇÏÎáæåÇ ÝÃÑÇ쾂 Ãä íÏÎáæåÇ æÞÇá ÂÎÑæä ÅäãÇ ÝÑÑäÇ ãäåÇ ÝÐßÑæÇ ááäÈí Õáì Çááå Úáíå æÓáã ÝÞÇá ááÐíä ÃÑÇ쾂 Ãä íÏÎáæåÇ áæ ÏÎáæåÇ áã íÒáæÇ ÝíåÇ Åáí íæã ÇáÞíÇãÉ æÞÇá ááÂÎÑíä áÇ ØÇÚÉ Ýí ãÚÕíÉ ÅäãÇ ÇáØÇÚÉ Ýí ÇáãÚÑæÝ
Dari Ali radhiyallahu 'anhu , bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mengutus satu pasukan dan mengangkat seorang laki-laki sebagai panglima mereka. Kemudian panglima itu menyalakan api dan berkata (kepada pasukannya): "Masuklah kamu ke dalam api!". Sebagian pasukan hendak memasukinya. Orang-orang yang lain mengatakan, "Sesungguhnya kita lari dari api (neraka)," kemudian mereka menyebutkan hal itu kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam , maka beliau bersabda kepada orang–orang yang berkehendak memasukinya, "Jika mereka memasuki api itu, mereka akan terus di dalam api itu sampai hari Kiamat". Dan beliau bersabda kepada yang lain, "Tidak ada ketaatan dalam maksiat, taat itu hanya dalam perkara yang ma'ruf". (HR. al-Bukhari dan Muslim)