Ãä ÇÈä ãÓÚæÏ ßÇä ÞÇÆãÇ íÕáí ¡ ÝáãÇ ÈáÛ ÑÃÓ ÇáãÇÆÉ ãä ÇáäÓÇÁ ¡ ÃÎÐ íÏÚæ ¡ ÝÞÇá ÑÓæá Çááå Õáì Çááå Úáíå æÓáã : « Óá ÊÚØå » ¡ ËáÇËÇ ¡ ÝÞÇá : Çááåã Åäí ÃÓÃáß ÅíãÇäÇ áÇ íÑÊÏ ¡ æäÚíãÇ áÇ íäÝÏ ¡ æãÑÇÝÞÉ ãÍãÏ Õáì Çááå Úáíå æÓáã Ýí ÃÚáì ÌäÉ ÇáÎáÏ
Diriwayatkan bahwa Ibnu Mas'ud sedang berdiri melaksanakan sholat, maka ketika sampai ratusan ayat dari surat An-Nisa, mulailah ia berdo'a. Maka Rasulullah bersabda: "Mintalah, pasti diberi" sebanyak tiga kali. Maka dia berdo'a: "Ya Allah! Sesungguhnya aku memohon kepada-Mu keimanan yang tidak akan lepas, kenikmatan yang tidak pernah habis dan menyertai Nabi Muhammad shallallohu 'alaihi wa sallam di surga yang paling tinggi selama-lamanya(HR. Ibnu Hibban)
FAIDAH
Keimanan yang tidak akan pernah lepas, maksudnya keimanan yang terus-menerus sampai meninggal. Ini menunjukkan keinginannya untuk menggapai husnuh khatimah dan menghindari su'ul khatimah
Kenikmatan yang tidak pernah habis, maksudnya kenikmatan akhirat, karena kenikmatan ini yang tidak pernah habis. Ini menunjukkan dia zuhud dengan kenikmatan duniawi