Artikel : Hadits - Hikmah Al-Quran & Mutiara Hadits

Silsilah Hadits-Hadits Masyhur-9

Jumat, 18 Juni 04

Perbedaan Pendapat Di Kalangan Umatku Adalah Rahmat

Mukaddimah

Perbedaan pendapat merupakan sunnatullah di muka bumi ini namun apakah dapat dikatakan bahwa ia merupakan rahmat bagi umat Islam.?
Tentunya jawaban atas hal ini selalu dilandaskan kepada sebuah hadits yang amat masyhur, yang menyatakan bahwa perbedaan pendapat itu adalah rahmat. Nah, pada kajian kita kali ini, akan sedikit berbicara tentang hadits tersebut dan kualitasnya, semoga dapat bermanfaat.

NASKAH HADITS

Perbedaan pendapat di kalangan umatku adalah rahmat.

Penjelasan:

Hadits dengan redaksi seperti ini sebagai yang disebutkan Imam as-Suythiy dalam buku yang kita kaji ini (ad-Durar al-Muntatsirah Fi al-Ahdts al-Musytahirah) diriwayatkan oleh Syaikh Nashr al-Maqdisiy di dalam kitabnya al-Hujjah secara marfu dan al-Baihaqiy di dalam kitabnya al-Madkhal dari al-Qasim bin Muhammad, yaitu ucapannya,
Dan dari Umar bin Abdul Aziz, dia berkata,

ǡ

Tidak menyenangkanku andaikata para shahabat Muhammad itu tidak berbeda pendapat, karena andaikata mereka tidak berbeda pendapat, tentu tidak ada rukhshoh (keringanan/dispensasi)

Setelah ucapan Umar bin Abdul Aziz ini, Imam as-Suythiy mengomentari,
Menurutku, ini menunjukkan bahwa yang dimaksud adalah perbedaan mereka di dalam hukum. Ada pendapat yang mengatakan bahwa maksudnya adalah perbedaan di dalam bidang skill dan pekerjaan. Ini disebutkan oleh beberapa orang.

Dan di dalam Musnad al-Firdaus dari jalur Juwaibir, dari adl-Dlahhk dari Ibn Abbas secara marfu disebutkan,

Perbedaan pendapat para shahabatku bagi kalian adalah rahmat.

Ibn Sad di dalam kitabnya ath-Thabaqt berkata, Qabshah bin Uqbah menceritakan kepada kami, dia berkata, Aflah bin Humaid menceritakan kepada kami, dia berkata, dari al-Qsim bin Muhammad berkata,

Perbedaan para shahabat Muhammad itu merupakan rahmat bagi umat manusia. [Selesai ucapan Ibn Sad]

CATATAN:

Penahqiq (analis) atas buku yang kita kaji ini, yaitu Syaikh. Muhammad Luthfy ash-Shabbgh memberikan beberapa anotasi berikut:
Hadits ini kualitasnya Dlaf (Lemah) . Untuk itu, silahkan merujuk kepada buku-buku berikut:

1. al-Maqshid al-Hasanah F Bayn Katsr Min al-Ahdts al-Musytahirah Ala al-Alsinah, karya as-Sakhwiy, h.26
2. Tamyz ath-Thayyib Min al-Khabts Fm Yadr Ala Alsinah an-Ns Min al-Hadts, karya Ibn ad-Diba, h.9
3. Kasyf al-Khaf` wa Muzl al-Ilbs Amma isytahara Min al-Ahdts Ala Alsinah an-Ns, karya al-Ajlniy, Jld.I, h.64
4. al-Asrr karya ,no.17 dan 604
5. Dlaf al-Jmi karya Syaikh al-Albniy, no.230
6. Silsilah al-Ahdts adl-Dlafah karya Syaikh al-Albniy, no.57
7. Tadzkirah al-Mawdlt karya al-Fitniy, h.90
8. Tadrb ar-Rwiy karya Imam as-Suythiy, h.370
9. Faydl al-Qadr karya as-Sakhwiy, jld.I, h.209-212, di dalam buku ini Imam as-Subkiy berkata, (Hadits ini) tidak dikenal di kalangan para ulama hadits dan saya tidak mengetahui ada sanad yang shahih, dlaif atau mawdlu mengenainya.
Menurut saya (Syaikh Muhammad Luthfiy), Perbedaan pendapat itu bukanlah rahmat tetapi bencana akan tetapi ia merupakan hal yang tidak bisa dihindari sehingga yang dituntut adalah selalu berada di dalam koridor syariat dan tidak menjadi sebab perpecahan, perselisihan dan perang.

(Sumber: ad-Durar al-Muntsirah Fi al-Ahdts al-Musytahirah karya Imam as-Suythiy, tahqiq Syaikh. Muhammad Lutfhfy ash-Shabbgh, h.59, no.6)

Hikmah Al-Quran & Mutiara Hadits : index.php
Versi Online : index.php/?pilih=lihathadits&id=68