Artikel : Hadits - Hikmah Al-Quran & Mutiara Hadits

SUNNAH NABI SEBAGAI SUMBER HUKUM KEDUA SETELAH AL-QUR’AN (bagian-1)

Jumat, 18 Juni 10

Sesungguhnya termasuk masalah yang disepakati oleh generasi awal kaum muslimin adalah hbahwa sunnah Nabi shallallahu 'alaihi wasallam adalah marja’ (rujukan) kedua dalam syari’at Islam, dan juga dalam segala bidang kehidupan dari perkara-perkara yang ghaib dalam masalah aqidah, hukum-hukum amaliah, siyasah (politik), ataupun pendidikan. Dan bahwasanya tidak boleh menyelisihinya sedikit pun, dikarenakan pendapat seseorang atau qiyas, sebagaimana perkataan imam asy-Syafi’i rahimahullah di akhir kitab “ar-Risalah”:”Tidak halal menggunakan qiyas (analogi), padahal ada dalil (nash)” Dan serupa dengan perkataan beliau adalah apa yang telah masyhur (terkenal) di kalangan ulama muta’akhirin (masa kini) dari kalangan ulama hali ushul:”Apabila ada atsar (hadits) maka batallah qiyas”, “Tidak ada (tidak boleh) ijtihad kalau ada nash” dan landasan dan sandaran mereka adalah al-Qur’an yang mulia dan as-Sunnah yang suci.

Al-Qur’an memerintahkan kita untuk berhukum dengan sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam

Adapun di dalam al-Qur’an maka banyak ayat di dalam al-Qur’an yang memerintahkan kita untuk berhukum dengan as-Sunnah, saya mencukupkan di sini dengan menyebutkan sebagian ayat saja sebagai bentuk pengingat, karena sesungguhnya peringatan bermanfaat bagi orang-orang yang beriman.

1. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:


" æãÇ ßÇä áãÄãä æáÇ ãÄãäÉ ÅÐÇ ÞÖì Çááå æÑÓæáå ÃãÑÇð Ãä íßæä áåã ÇáÎíÑÉ ãä ÃãÑåã¡ æãä íÚÕ Çááå æÑÓæáå ÝÞÏ Öá ÖáÇáÇð ãÈíäÇð" (ÇáÃÍÒÇÈ : 36) .

”Dan tidakkah patut bagi laki-laki yang mu'min dan tidak (pula) bagi perempuan yang mu'min, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetappkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka.Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.” (QS. Al-Ahzab: 36)

2. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:


"íÃíåÇ ÇáÐíä ÂãäæÇ áÇ ÊÞÏãæÇ Èíä íÏí Çááå æÑÓæáå æÇÊÞæÇ Çááå Åä Çááå ÓãíÚ Úáíã" (ÇáÍÌÑÇÊ : 1)

”Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan Rasul-Nya dan bertaqwalah kepada Allah.Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Hujurat: 1)

3. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:


Þá ÃØíÚæÇ Çááå æÇáÑÓæá ÝÅä ÊæáæÇ ÝÅä Çááå áÇ íÍÈ ÇáßÇÝÑíä" (Âá ÚãÑÇä:32) .

”Katakanlah:’Ta'atilah Allah dan Rasul-Nya; Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir’.” (QSAli-Imron:32)

4. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:


"æÃÑÓáäÇß ááäÇÓ ÑÓæáÇ æßÝì ÈÇááå ÔåíÏÇð . ãä íØÚ ÇáÑÓæá ÝÞÏ ÃØÇÚ Çááå æãä Êæáì ÝãÇ ÃÑÓáäÇß Úáíåã ÍÝíÙÇð" (ÇáäÓÇÁ:80-79)

” Dan Kami mengutusmu menjadi Rasul kepada segenap manusia. Dan cukuplah Allah menjadi saksi. Barangsiapa yang menta'ati Rasul itu, sesungguhnya ia telah menta'ati Allah. Dan barangsiapa yang berpaling (dari ketaatan itu), maka Kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara mereka.” (QS.An-Nisaa’:79-80)

5. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:


"íÃíåÇ ÇáÐíä ÂãäæÇ ÃØíÚæÇ Çááå æÃØíÚæÇ ÇáÑÓæá æÃæáì ÇáÃãÑ ãäßã ÝÅä ÊäÇÒÚÊã Ýí ÔíÁ ÝÑÏæå Åáì Çááå æÇáÑÓæá Åä ßäÊã ÊÄãäæä ÈÇááå æÇáíæã ÇáÂÎÑ Ðáß ÎíÑ æÃÍÓä ÊÃæíáÇð" (ÇáäÓÇÁ:59).

”Hai orang-orang yang beriman, ta'atilah Allah dan ta'atilah Rasul(-Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (al-Qur'an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu adalah lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” (QS.An-Nisaa’: 59)

6. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:


"æÃØíÚæÇ Çááå æÑÓæáå æáÇ ÊäÇÒÚæÇ ÝÊÝÔáæÇ æÊÐåÈ ÑíÍßã æÇÕÈÑæÇ Åä Çááå ãÚ ÇáÕÇÈÑíä" (ÇáÃäÝÇá : 46) .

”Dan ta'atilah Allah dan Rasulnya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmt dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Anfaal: 46)

7. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:


"æÃØíÚæÇ Çááå æÃØíÚæÇ ÇáÑÓæá æÇÍÐÑæÇ ¡ ÝÅä ÊæáíÊã ÝÇÚáãæÇ ÃäãÇ Úáì ÑÓæáäÇ ÇáÈáÇÛ ÇáãÈíä" (ÇáãÇÆÏÉ : 92) .

”Dan ta'atlah kamu sekalian kepada Allah dan ta'atilah Rasul-(Nya) dan berhati-hatilah. Jika kamu berpaling, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya kewajiban Rasul Kami, hanyalah menyampaikan (amanat Allah) dengan terang.” (QS. Al-Maaidah: 92)

8. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:


"áÇ ÊÌÚáæÇ ÏÚÇÁ ÇáÑÓæá Èíäßã ßÏÚÇÁ ÈÚÖßã ÈÚÖÇð ¡ ÞÏ íÚáã Çááå ÇáÐíä íÊÓááæä ãäßã áæÇÐÇð ¡ ÝáíÍÐÑ ÇáÐíä íÎÇáÝæä Úä ÃãÑå Ãä ÊÕíÈåã ÝÊäÉ Ãæ íÕíÈåã ÚÐÇÈ Ãáíã" (ÇáäæÑ : 63) .

”Janganlah kamu jadikan panggilan Rasul di antara kamu seperti panggilan sebahagian kamu kepada sebahagian (yang lain).Sesungguhnya Allah telah mengetahui orang-orang yang berangsur-angsur pergi di antara kamu dengan berlindung (kepada kawannya), maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah-Nya takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih.” (QS. An-Nuur: 63)

9. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:


"íÃíåÇ ÇáÐíä ÂãäæÇ ÇÓÊÌí龂 ááå æááÑÓæá ÅÐÇ ÏÚÇßã áãÇ íÍííßã ¡ æÇÚãáæÇ Ãä Çááå íÍæá Èíä ÇáãÑÁ æÞáÈå æÃäå Åáíå ÊÍÔÑæä " (ÇáÃäÝÇá : 24) .

”Hai orang-orang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu, dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya, dan sesungguhnya kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan.” (QS. Al-Anfaal: 24)

10. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:


10- æÞÇá: "æãä íØÚ Çááå æÑÓæáå íÏÎáå ÌäÇÊ ÊÌÑí ãä ÊÍÊåÇ ÇáÃäåÇÑ ÎÇáÏíä ÝíåÇ æÐáß ÇáÝæÒ ÇáÚÙíã.æãä íÚÕ Çááå æÑÓæáå æíÊÚÏ ÍÏæÏå íÏÎáå äÇÑÇð ÎÇáÏÇð ÝíåÇ æáå ÚÐÇÈ ãåíä"(ÇáäÓÇÁ13-14)

” Dan barang siapa yang mentaati Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam surga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah kemenangan yang besar.Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan rasul-Nya dan melanggar ketentuan-ketentuan-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam api neraka sedang ia kekal di dalamnya; dan baginya siksa yang menghinakan.” (QS. An-Nisaa’:13-14)

11. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:


"Ãáã ÊÑ Åáì ÇáÐíä íÒÚãæä Ãäåã ÂãäæÇ ÈãÇ ÃäÒá Åáíß æãÇ ÃäÒá ãä ÞÈáß íÑíÏæä Ãä íÊÍÇßãæÇ Åáì ÇáØÇÛæÊ æÞÏ ÃãÑæÇ Ãä íßÝÑæÇ Èå ¡ æíÑíÏ ÇáÔíØÇä Ãä íÖáåã ÖáÇáÇð ÈÚíÏÇð . æÅÐÇ Þíá áåã ÊÚÇáæÇ Åáì ãÇ ÃäÒá Çááå æÅáì ÇáÑÓæá ÑÃíÊ ÇáãäÇÝÞíä íÕÏæä Úäß ÕÏæÏÇð" (ÇáäÓÇÁ:60-61) .

”Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu Mereka hendak berhakim kepada thaghut, padahal mereka telah diperintah mengingkari thaghut itu. Dan syaitan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya. Apabila dikatakan kepada mereka:"Marilah kamu (tunduk) kepada hukum yang Allah telah turunkan dan kepada hukum Rasul", niscaya kamu lihat orang-orang munafik menghalangi (manusia) dengan sekuat-kuatnya dari (mendekati) kamu.” (QS. An-Nisaa’:60-61)

12. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:


"ÅäãÇ ßÇä Þæá ÇáãÄãäíä ÅÐÇ ÏÚæÇ Åáì Çááå æÑÓæáå áíÍßã Èíäåã Ãä íÞæáæÇ ÓãÚäÇ æÃØÚäÇ æÃæáÆß åã ÇáãÝáÍæä æãä íØÚ Çááå æÑÓæáå æíÎÔ Çááå æíÊÞå ÝÃæáÆß åã ÇáÝÇÆÒæä"(ÇáäæÑ:51-52).

” Sesungguhnya jawaban orang-orang mu'min, bila mereka dipanggil kepada Allah dan Rasul-Nya agar Rasul mengadili diantara mereka, ialah ucapan ‘Kami mendengar dan kami patuh’. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung. Dan barangsiapa yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya dan takut kepada Allah dan bertaqwa kepada-Nya, maka mereka adalah orang-orang yang mendapat kemenangan. .” (QS. An-Nuur: 52)

13. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:


"æãÇ ÂÊÇßã ÇáÑÓæá ÝÎÐæå æãÇ äåÇßã Úäå ÝÇäÊåæÇ ¡ æÇÊÞæÇ Çááå Åä Çááå ÔÏíÏ ÇáÚÞÇÈ" (ÇáÍÔÑ : 7) .

”Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia, dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah; dan bertaqwalah kepada Allah.Sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya.” (QS. Al-Hasyr: 7)

14. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:


"áÞÏ ßÇä áßã Ýí ÑÓæá Çááå Ã ÍÓäÉ áãä ßÇä íÑÌæ Çááå æÇáíæã ÇáÂÎÑ æÐßÑ Çááå ßËíÑÇð" (ÇáÃÍÒÇÈ:21) .

”Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (QS. Al-Ahzaab: 21)

15. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:


"æÇáäÌã ÅÐÇ åæì . ãÇ Öá ÕÇÍÈßã æãÇ Ûæì . æãÇ íäØÞ Úä Çáåæì . Åä åæ ÅáÇ æÍí íæÍì" (ÇáäÌã:1-4) .

”Demi bintang ketika terbenam, kawanmu (Muhammad) tidak sesat dan tidak keliru, dan tiadalah yang diucapkannya itu (al-Qur'an) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya) .” (QS. An-Najm: 1-4)

16. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:


"æÃäÒáäÇ Åáíß ÇáÐßÑ áÊÈíä ááäÇÓ ãÇ äÒá Åáíåã æáÚáåã íÊÝßÑæä"(ÇáäÍá:44)

”keterangan-keterangan (mu'jizat) dan kitab-kitab.Dan Kami turunkan kepadamu al-Qur'an, agar kamu menerangkan kepada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka supaya mereka memikirkan.” (QS. An-Nahl: 44)

Dan masih banyak lagi ayat-ayat Al-Qur’an Al-Karim yang lain. Bersambung Insya Allah…..

(Sumber: æÌæÈ ÇáÑÌæÚ Åáì ÇáÓäÉ æÊÍÑíã ãÎÇáÝÊåÇoleh Syaikh Muhammad Nashirudin al-Albani rahimahullah dari http://www.alalbany.net/misc011.php. Diterjemahkan oleh Abu yusuf Sujono)

Hikmah Al-Quran & Mutiara Hadits : index.php
Versi Online : index.php/?pilih=lihathadits&id=216