Artikel : Hikmah Al-Quran & Mutiara Hadits
Iítikaf dan Syaratnya
Jumat, 02 April 04

Tanya :

Apakah iítikaf di bulan Ramadhan sunat muakkad? dan apa syaratnya selain bulan Ramadhan?

Jawab :

Iítikaf di bulan Ramadhan adalah sunat, Nabi Shalallaahu alaihi wasalam melakukannya pada masa hidupnya, para isteri beliau pun melakukannya setelah wafatnya beliau. Ahlul ilmi menyebutkan ijmaí ulama bahwa iítikaf hukumnya sunat. Tapi iítikaf itu harus dilakukan sesuai dengan tuntunan syariíat, yaitu di mana seseorang berada di masjid karena mentaati Allah Subhannahu wa Ta'ala dengan melepaskan diri dari kegiatan duniawi dan beralih kepada ketaatan kepada Allah, jauh dari urusan dunia dan melaksanakan berbagai ketaatan yang berupa shalat, dzikir dan sebagainya. Nabi Shalallaahu alaihi wasalam beriítikaf ketika menjelang lailatul qadar. Orang yang beriítikaf harus menjauhi kegiatan duniawi, yaitu; tidak melakukan jual beli, tidak keluar dari masjid, tidak mengantar jenazah, tidak menjenguk yang sakit. Adapun orang-orang yang beriítikaf lalu dikunjungi oleh pengunjung sepanjang malam dan siang hari, yang mana dalam hal itu banyak ucapan-ucapan yang terlarang, maka hal itu bertolak belakang dengan maksud iítikaf.

Adapun jika dikunjungi salah seorang keluarganya dan meng-ajaknya berbicara, maka itu tidak mengapa, sebab ada riwayat dari Nabi, bahwa beliau dikunjungi oleh Shafiyah (isterinya) sementara beliau sedang iítikaf lalu ia berbicara dengan beliau. Yang jelas, hendaknya orang menjadikan iítikaf itu untuk mendekatkan diri kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala .
( ďFatawa Ash-ShiyamĒ karya Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin )

Hikmah Al-Quran & Mutiara Hadits : index.php
Versi Online : index.php/?pilih=lihatfatwa&id=622