Soal :
Penanya -saudara pendengar- Abu Khalid dari Makah al-Mukarramah bertanya, “Bolehkah berpuasa akhir hari dari bulan Sya’ban ? “
Jawab :
Apabila Anda memiliki kebiasaan, semisal Anda biasa berpuasa pada hari Senin dan hari Kamis, dan hari terakhir tersebut bertepatan dengan hari senin atau kamis, makan silakan Anda berpuasa pada akhir hari bulan tersebut. Berdasarkan sabda beliau Õóáøóì Çááåõ Úóáóíúåö æóÓóáøóãó :
áÇ ÊÞÏãæÇ ÑãÖÇä ÈÕæã íæã æáÇ íæãíä¡ ÅáÇ ÑÌá ßÇä íÕæã ÕæãðÇ ÝáíÕãå.“Janganlah kalian mendahului Ramadhan dengan berpuasa sehari, jangan pula dua hari. Kecuali, seseorang yang biasa melakukan puasa, maka silakan ia berpuasa.”
Orang yang memiliki kebiasaan berpuasa sehari berbuka sehari, atau berpuasa hari Senin dan hari Kamis, dan hari berpuasa tersebut bertepatan dengan hari ketiga puluh dari bulan Sya’ban, maka tidak mengapa ia berpuasa pada hari tersebut; karena dia berpuasa hari tersebut seperti kebiasaannya.
Adapun jika seseorang berpuasa pada hari tersebut karena (menganggap atau khawatir bahwa hari tersebut) merupakan Ramadhan, maka tidak boleh. Hal ini terlarang.
Sumber :
Hukmu Shiyam Akhir Yaum Min Sya’ban, Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz, di : https://binbaz.org.sa/fatwas/16823/ Íßã-ÕíÇã-ÇÎÑ-íæã-ãä-ÔÚÈÇä