Soal :
Penanya mengatakan, “Apa hukum menaruh al-Qur’an di dalam mobil untuk menjaga diri dari ‘Ain (pandangan mata jahat) ? “
Jawab :
Beliau ÑóÍöãóåõ Çááåõ ÊóÚóÇáóì menjawab, “Ini tidak boleh dan ini tidak akan bermanfaat, karena hal tersebut tidak datang dari Nabi Õóáøóì Çááåõ Úóáóíúåö æóÓóáøóãó , tidak pula dari para sahabat beliau, bahwa beliau dan mereka membentengi diri dengan al-Qur’an dengan cara demikian itu.”
Dan, apa yang disangka oleh sebagian orang, karena ia membayangkan bahwa hal tersebut bermanfaat, sehigga dia mengira bahwa terhindarnya keburukan dan pandangan mata jahat dari mobilnya karena lantaran peletakkan mushaf al-Qur’an di dalam mobil tersebut.
Wallahu A’lam
Sumber :
Fatawa Nur ‘Ala ad-Darb, Muhammad bin Shaleh al-Utsaimin, Jilid 1, hal. 109, soal : 79.