Artikel : Hikmah Al-Quran & Mutiara Hadits
Doa yang Dibaca dalam Rukyah
Selasa, 10 Desember 24

Soal :

Penanya mengatakan, ‘Semoga Allah memberkahi Anda, apakah doa-doa yang dibaca saat melakukan terapi rukyah ?

Jawab :

Syaikh ÑóÍöãóåõ Çááåõ ÊóÚóÇáóì menjawab,

“Doa-doa yang dibaca saat melakukan rukyah yang paling penting dan paling agung adalah membaca surat al-Fatihah, karena sesungguhnya pembacaan surat al-Fatihah terhadap orang yang tengah sakit termasuk sebab kesembuhannya, sebagaimana sabda Nabi Õóáøóì Çááåõ Úóáóíúåö æóÓóáøóãó :


æóãóÇ íõÏúÑöíßó ÃóäøóåóÇ ÑõÞúíóÉñ


Siapa yang memberitahu kalian bahwa itu adalah ruqyah ? [1]

Dan di antaranya pula adalah apa yang datang di dalam as-Sunnah, seperti perkataan Nabi Õóáøóì Çááåõ Úóáóíúåö æóÓóáøóãó :


ÈöÇÓúãö Çááøóåö ÃóÑúÞöíßó ãöäú ßõáøö ÔóìúÁò íõÄúÐöíßó ãöäú ÔóÑøö ßõáøö äóÝúÓò Ãóæú Úóíúäö ÍóÇÓöÏò Çááøóåõ íóÔúÝöíßó ÈöÇÓúãö Çááøóåö ÃóÑúÞöíßó


Dengan nama Allah aku meruqyahmu dari segala sesuatu yang menyakitimu dan dari kejahatan segala makhluk atau kejahatan mata yang dengki. Allah lah yang menyembuhkanmu. Dengan nama Allah aku meruqyahmu.’ [2]

Dan perkataan beliau Õóáøóì Çááåõ Úóáóíúåö æóÓóáøóãó :


ÑóÈøõäóÇ Çááøóåõ ÇáøóÐöì Ýöì ÇáÓøóãóÇÁö ÊóÞóÏøóÓó ÇÓúãõßó ÃóãúÑõßó Ýöì ÇáÓøóãóÇÁö æóÇáÃóÑúÖö ßóãóÇ ÑóÍúãóÊõßó Ýöì ÇáÓøóãóÇÁö ÝóÇÌúÚóáú ÑóÍúãóÊóßó Ýöì ÇáÃóÑúÖö ÇÛúÝöÑú áóäóÇ ÍõæÈóäóÇ æóÎóØóÇíóÇäóÇ ÃóäúÊó ÑóÈøõ ÇáØøóíøöÈöíäó ÃóäúÒöáú ÑóÍúãóÉð ãöäú ÑóÍúãóÊößó æóÔöÝóÇÁð ãöäú ÔöÝóÇÆößó Úóáóì åóÐóÇ ÇáúæóÌóÚö


Tuhanku adalah Allah yang berada di langit, Mahasuci nama-Mu, urusan-Mu berada di langit dan bumi. Sebagaimana rahmat-Mu berada di langit, maka jadikanlah rahmat-Mu berada di bumi ! Ampunilah dosa dan kesalahan kami ! Engkau Tuhan orang-orang yang baik, turunkan rahmat di antara rahmat-Mu, serta kesembuhan di antara kesembuhan-Mu kepada penyakit ini.’ [3]

Dan perkataan beliau Õóáøóì Çááåõ Úóáóíúåö æóÓóáøóãó :


Çááøóåõãøó ÑóÈøó ÇáäøóÇÓö ÃóÐúåöÈú ÇáúÈóÇÓó ÇÔúÝöåö æóÃóäúÊó ÇáÔøóÇÝöí áóÇ ÔöÝóÇÁó ÅöáøóÇ ÔöÝóÇÄõßó ÔöÝóÇÁð áóÇ íõÛóÇÏöÑõ ÓóÞóãðÇ


“Ya Allah Rabb manusia, hilangkanlah penyakit dan sembuhkanlah karena hanya Engkaulah Yang Maha menyembuhkan, tiada kesembuhan melainkan kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan sedikit pun penyakit.” [4]

Dan, hadis-hadis berkaitan dengan hal ini masyhur, memungkinkan bagi si penanya untuk merujuknya di kitab ‘al-Wabil ash-Shayyib Min al-Kalim ath-Thayyib’ karya Ibnul Qayyim, atau di kitab ‘ al-Adzkar’ karya imam an-Nawawi, atau selain kedua kitab tersebut dari kitab-kita karya para ulama dalam bab ini.

Wallahu A’lam

Sumber :

Fatawa Nur ‘Ala ad-Darb, Muhammad bin Shaleh al-Utsaimin, Jilid 1, hal. 94-95, soal : 58.

Catatan :

[1] HR. al-Bukhari dan yang lainnya

[2] HR. Muslim, kitab as-Salam, bab : ath-Thibb wa a-Maradh Wa ar-Ruqa, no. 2186

[3] HR. Abu Dawud, kitab as-Salam, bab : ath-thibb wa al-Mardh Wa ar-Ruqa, no. 2186.

[4] HR. al-Bukhari, no. 5351, dan Muslim, no. 2191.




Hikmah Al-Quran & Mutiara Hadits : index.php
Versi Online : index.php/?pilih=lihatfatwa&id=1975