Çóááøóåõãøó ÇÛúÝöÑú áöÝõáÇóäò (ÈöÇÓúãöåö) æóÇÑúÝóÚú ÏóÑóÌóÊóåõ Ýöí ÇáúãóåúÏöíøöíúäó¡ æóÇÎúáõÝúåõ Ýöíú ÚóÞöÈöåö Ýöí ÇáúÛóÇÈöÑöíúäó¡ æóÇÛúÝöÑú áóäóÇ æóáóåõ íóÇ ÑóÈøó ÇáúÚóÇáóãöíúäó¡ æóÇÝúÓóÍú áóåõ Ýöíú ÞóÈúÑöåö æóäóæøöÑú áóåõ Ýöíúåö.
“Ya Allah! Ampunilah si Fulan (hendaklah menyebut namanya), angkatlah derajatnya bersama orang-orang yang mendapat petunjuk, berilah penggantinya bagi orang-orang yang ditinggalkan sesudahnya. Dan ampunilah kami dan dia, wahai Tuhan, seru sekalian alam. Lebarkan kuburannya dan berilah penerangan di dalamnya.” (HR. Muslim 2/634 )