Artikel : Hikmah Al-Quran & Mutiara Hadits
BAB LARANGAN MENCELA KAUM FAKIR, DHU`AFA, ANAK YATIM, PENGEMIS DAN SEMISALNYA
Selasa, 27 September 11

Dan Anjuran Untuk Bertutur Kata Lembut Dan Rendah Diri Terhadap Mereka

Allah Subhanahu waTa`ala berfirman,


ÝóÃóãøóÇ ÇáúíóÊöíãó ÝóáÇóÊóÞúåóÑú (9) æóÃóãøóÇ ÇáÓøóÇÆöáó ÝóáÇóÊóäúåóÑú (10)

"Adapun terhadap anak yatim, maka janganlah kamu berlaku sewenang-wenang. Dan terhadap orang yang meminta-minta, maka janganlah kamu menghardiknya." (adh-Dhuha: 9-10).

Dan Allah Subhanahu waTa`ala berfirman,


æóáÇóÊóØúÑöÏö ÇáøóÐöíäó íóÏúÚõæäó ÑóÈøóåõãú ÈöÇáúÛóÏóÇÉö æóÇáúÚóÔöíøö íõÑöíÏõæäó æóÌúåóåõ ãóÇÚóáóíúßó ãöäú ÍöÓóÇÈöåöã ãøöäú ÔóíúÁò æóãóÇãöäú ÍöÓóÇÈößó Úóáóíúåöã ãøöä ÔóíúÁò ÝóÊóØúÑõÏóåõãú ÝóÊóßõæäó ãöäó ÇáÙøóÇáöãöíäó (52)

“Dan janganlah kamu mengusir orang-orang yang menyeru Rabbnya di pagi dan petang hari, sedang mereka menghendaki keridhaanNya. Kamu tidak memikul tanggung jawab sedikit pun dari perbuatan mereka dan mereka pun tidak memikul tanggung jawab sedikit pun dari perbuatanmu, yang menyebabkan kamu (berhak) mengusir mereka, sehingga kamu termasuk orang-orang yang zhalim."(al-An'am: 52).

Dan Allah Subhanahu waTa`ala berfirman,


æóÇÕúÈöÑú äóÝúÓóßó ãóÚó ÇáøóÐöíäó íóÏúÚõæäó ÑóÈøóåõãú ÈöÇáúÛóÏóÇÉö æóÇáúÚóÔöíøö íõÑöíÏõæäó æóÌúåóåõ æóáÇóÊóÚúÏõ ÚóíúäóÇßó Úóäúåõãú ÊõÑöíÏõ ÒöíäóÉó ÇáúÍóíóÇÉö ÇáÏøõäúíóÇ æóáÇóÊõØöÚú ãóäú ÃóÛúÝóáúäóÇ ÞóáúÈóåõ Úóäú ÐößúÑöäóÇ æóÇÊøóÈóÚó åóæóÇåõ æóßóÇäó ÃóãúÑõåõ ÝõÑõØðÇ (28)

"Dan bersabarlah kamu bersama orang-orang yang menyeru Rabbnya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaanNya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka."(Al-Kahfi: 28).

Dan Allah Subhanahu waTa`ala juga berfirman,


æóÇÎúÝöÖú ÌóäóÇÍóßó áöáúãõÄúãöäöíóä

"...Dan berendah dirilah kamu terhadap orang-orang yang beriman." (Al-Hijr: 88).

(1130) Kami meriwayatkan dalam Shahih Muslim, Kitab ash-Shahabah, Bab Fadha`il Salman wa Shuhaib, 4/1947, no. 2504. dari Ai'dz bin Amr yang seorang sahabat radiyallahu 'anhu,


Ãóäøó ÃóÈóÇ ÓõÝúíóÇäó ÃóÊóì Úóáóì ÓóáúãóÇäó æóÕõåóíúÈò æóÈöáÇóáò Ýöí äóÝóÑò¡ ÝóÞóÇáõæúÇ: ãóÇ ÃóÎóÐóÊú ÓõíõæúÝõ Çááåö ãöäú ÚõäõÞö ÚóÏõæøö Çááåö ãóÃúÎóÐóåóÇ. ÝóÞóÇáó ÃóÈõæ ÈóßúÑò : ÃóÊóÞõæúáõæúäó åÐóÇ áöÔóíúÎö ÞõÑóíúÔò æóÓóíøöÏöåöãú¿ ÝóÃóÊóì ÇáäøóÈöíøó Õáì Çááå Úáíå æÓáã ¡ ÝóÃóÎúÈóÑóåõ ÝóÞóÇáó: íóÇ ÃóÈóÇ ÈóßúÑò¡ áóÚóáøóßó ÃóÛúÖóÈúÊóåõãú¿ áóÆöäú ßõäúÊó ÃóÛúÖóÈúÊóåõãú¡ áóÞóÏú ÃóÛúÖóÈúÊó ÑóÈøóßó. ÝóÃóÊóÇåõãú ÃóÈõæ ÈóßúÑò ÝóÞóÇáó: íóÇ ÅöÎúæóÊóÇåú ÃóÛóÖóÈúÊõßõãú¿ ÝóÞóÇáõæúÇ: áÇó.

"Bahwasanya Abu Sufyan mendatangi Salman, Shuhaib, dan Bilal dalam sekelompok orang, maka mereka berkata, '(Demi Allah) pedang Allah belum memotong leher musuh Allah'. Maka Abu Bakar berkata, 'Apakah kamu mengatakan ini untuk tokoh Quraisy dan pemimpin mereka?' Lalu dia mendatangi Nabi shallallohu 'alaihi wasallam, dan mengabarkannya. Maka beliau bersabda, 'Wahai Abu Bakar, barangkali kamu telah membuat mereka marah. Sungguh jika kamu membuat mereka marah, maka kamu telah membuat Rabbmu marah.' Maka Abu Bakar mendatangi mereka (untuk meminta maaf, pent.) seraya berkata, 'Wahai Saudaraku, apakah aku telah membuat kalian marah?' Mereka menjawab, 'Tidak'."

Saya berkata, Ucapannya 'ãóÃúÎóÐóåóÇ' maksudnya, pedang Allah belum mendapatkan haknya secara penuh berupa (memotong) lehernya disebabkan perbuatannya yang buruk.

Sumber : Ensiklopedia Dzikir Dan Do’a, Imam Nawawi, Pustaka Sahifa Jakarta. Disadur oleh Rifki Solehan El-Hawary.

Hikmah Al-Quran & Mutiara Hadits : index.php
Versi Online : index.php/?pilih=lihatdoa&id=401