Allah Subhanahu waTa`ala berfirman,
ÝóáÇó ÊõÒóßøõæÇ ÃóäÝõÓóßõãú åõæó ÃóÚúáóãõ Èöãóäö ÇÊøóÞóì (32)
"Maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah Yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa." (An-Najm: 32).
Maknanya, janganlah kalian memuji diri kalian sendiri dan mengharapkan balasan dengan perbuatan kalian, karena Allah Maha Mengetahui orang-orang yang bertakwa dengan sebenar-benarnya takwa dan orang-orang yang beramal karena riya`.
(1096) Kami meriwayatkan dalam Shahih Muslim, Sunan Abu Dawud dan lainnya, dari sahabat Iyadh bin Himar radiyallahu 'anhu , dia berkata, "Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,
Åöäøó Çááåó ÃóæúÍóì Åöáóíøó Ãóäú ÊóæóÇÖóÚõæúÇ ÍóÊøóì áÇó íóÈúÛöíó ÃóÍóÏñ Úóáóì ÃóÍóÏò æóáÇó íóÝúÎóÑó ÃóÍóÏñ Úóáóì ÃóÍóÏò.
'Sesungguhnya Allah mewahyukan kepadaku agar kalian rendah hati sehingga tak seorang pun dari kalian menzhalimi yang lainnya dan tidak pula seorang pun menyombongkan diri atas yang lainnya'." (Diriwayatkan oleh Muslim, Kitab al-Jannah, Bab ash-Shifat allati Yu'rafu Biha Ahlu al-Jannah wa an-Nar, 4/2199, no. 2865; dan Abu Dawud, Kitab al-Adab, Bab at-Tawadhu', 2/690, no. 4895, dan selain keduanya.)
Sumber : Ensiklopedia Dzikir Dan Do’a, Imam Nawawi, Pustaka Sahifa Jakarta. Disadur oleh Rifki Solehan El-Hawary.