Artikel : Hikmah Al-Quran & Mutiara Hadits
BAB BERPALING DARI ORANG-ORANG YANG BODOH
Rabu, 20 April 11

Allah Subhanahu waTa`ala berfirman,


ÎõÐö ÇáúÚóÝúæó æóÃúãõÑú ÈöÇáúÚõÑúÝö æóÃóÚúÑöÖú Úóäö ÇáúÌóÇåöáöíäó

"Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang ma'ruf, serta berpalinglah daripada orang-orang yang bodoh". (al-A'raf: 199).

Dan Dia berfirman,


æóÅöÐóÇ ÓóãöÚõæÇ ÇááøóÛúæó ÃóÚúÑóÖõæÇ Úóäúåõ æóÞóÇáõæÇ áóäó ÃóÚúãóÇáõäóÇ æóáóßõãú ÃóÚúãóÇáõßõãú ÓóáÇóãñ Úóáóíúßõãú áÇóäóÈúÊóÛöí ÇáúÌóÇåöáöíäó

"Dan apabila mereka mendengar perkataan yang tidak bermanfaat, maka mereka berpaling daripadanya, dan mereka berkata, 'Bagi kami amal-amal kami dan bagimu amal-amalmu, kesejahteraan atas dirimu, kami tidak ingin bergaul dengan orang-orang jahil'." (Al-Qashash: 55).

ÇááøóÛúæõ: kata yang mencakup segala kerusakan lisan, seperti perkataan keji, jorok, umpatan, cacian, ghibah, adu domba, berbisik-bisik dalam dosa dan permusuhan, dan berbangga diri dalam bermaksiat.

Dan Dia berfirman,


ÝóÃóÚúÑöÖú Úóä ãøóä Êóæóáøóì Úóä ÐößúÑöäóÇ æóáóãú íõÑöÏú ÅöáÇøó ÇáúÍóíóÇÉó ÇáÏøõäúíóÇ

"Maka berpalinglah (hai Muhammad) dari orang yang berpaling dari peringatan Kami dan tidak menginginkan kecuali kehidupan duniawi." (An-Najm: 29).

Dan Dia juga berfirman,


ÝóÇÕúÝóÍö ÇáÕøóÝúÍó ÇáúÌóãöíáó

"Maka maafkanlah (mereka) dengan cara yang baik." (Al-Hijr: 85).

Dan kami meriwayatkan dalam Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim, Diriwayatkan oleh al-Bukhari,Kitab al-Khumus, Bab Ma Kana a Yu'thi' al-Mu'allafah, 6/251, no. 3150; Muslim Kitab az-Zakah, Bab I'tha' al-Mu'allafah Qulubuhum, 2/739, no. 1062. dari Abdullah bin Mas'ud radiyallahu 'anhu, dia berkata,


áóãøóÇ ßóÇäó íóæúãõ Íõäóíúäò¡ ÂËóÑó ÑóÓõæúáõ Çááåö Õáì Çááå Úáíå æ Óáã äóÇÓðÇ ãöäú ÃóÔúÑóÇÝö ÇáúÚóÑóÈö Ýöí ÇáúÞöÓúãóÉö¡ ÝóÞóÇáó ÑóÌõáñ: æóÇááåö¡ Åöäøó åÐöåö ÞöÓúãóÉñ ãóÇ ÚõÏöáó ÝöíúåóÇ æóãóÇ ÃõÑöíúÏó ÝöíúåóÇ æóÌúåõ Çááåö ÓÈÍÇäå æ ÊÚÇáì¡ ÝóÞõáúÊõ: æóÇááåö¡ áÇõÎúÈöÑóäøó ÑóÓõæúáó Çááåö Õáì Çááå Úáíå æ Óáã. ÝóÃóÊóíúÊõåõ¡ ÝóÃóÎúÈóÑúÊõåõ ÈöãóÇ ÞóÇáó¡ ÝóÊóÛóíøóÑó æóÌúåõåõ ÍóÊøóì ßóÇäó ßóÇáÕøöÑúÝö¡ Ëõãøó ÞóÇáó: Ýóãóäú íóÚúÏöáõ ÅöÐóÇ áóãú íóÚúÏöáö Çááåõ æóÑóÓõæúáõåõ¿ Ëõãøó ÞóÇáó: íóÑúÍóãõ Çááåõ ãõæÓóì¡ ÞóÏú ÃõæÐöíó ÈöÃóßúËóÑó ãöäú åÐóÇ ÝóÕóÈóÑó.
[/r

"Pada hari terjadinya perang Hunain, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam mengutamakan sekelompok orang dari tokoh-tokoh Arab dalam pembagian (harta rampasan perang), maka seorang laki-laki berkata, 'Demi Allah, pembagian ini tidak adil dan tidak dimaksudkan untuk memperoleh Wajah Allah Subhanahu waTa`ala,' maka saya (Ibnu Mas'ud) berkata, 'Demi Allah, saya akan mengabarkannya kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam, lalu saya mendatanginya kemudian mengabarkan kalimat yang diucapkannya,' maka wajah beliau berubah sehingga seperti celupan merah, kemudian beliau bersabda, 'Siapa lagi (yang bisa) berbuat adil apabila Allah dan RasulNya tidak berbuat adil?' Kemudian beliau bersabda, 'Semoga Allah merahmati Musa yang telah disakiti lebih parah dari ini, lalu dia bersabar'”.

" ÂËóÑó ÃóÔúÑóÇÝó ÇáúÚóÑóÈö ÈöÇáúÞöÓúãóÉö"bermakna, memberi mereka banyak harta rampasan pada perang Hunain dan meninggalkan yang lainnya dari kalangan orang yang telah lama masuk islam. Kata "ÊóÛóíøóÑó æóÌúåõåõ" (maka wajah kalian berubah) bermakna, wajahnya berubah karena kemarahan.

Saya berkata, "ÇáÕøöÑúÝõ" bermakna celupan merah.

Dan kami meriwayatkan dalam Shahih al-Bukhari, Kitab at-Tafsir, al-A'raf, (Khudz al-Afwa Wa'mur bi al-'Urf), 8/304, no. 4642. dari Ibnu abbas radiyallahu 'anhu, dia berkata,


ÞóÏöãó ÚõíóíúäóÉõ Èúäõ ÍöÕúäö Èúäö ÍõÐóíúÝóÉó¡ ÝóäóÒóáó Úóáóì ÇÈúäö ÃóÎöíúåö ÇáúÍõÑøö Èúäö ÞóíúÓò¡ æóßóÇäó ãöäó ÇáäøóÝóÑö ÇáøóÐöíúäó íõÏúäöíúåöãú ÚõãóÑõ ÑÖí Çááå Úäå¡ æóßóÇäó ÇáúÞõÑøóÇÁõ ÃóÕúÍóÇÈó ãóÌúáöÓö ÚõãóÑó ÑÖí Çááå Úäå æóãõÔóÇæóÑóÊöåö ßõåõæáÇð ßóÇäõæúÇ Ãóæú ÔõÈøóÇäðÇ¡ ÝóÞóÇáó ÚõíóíúäóÉõ áÇöÈúäö ÃóÎöíúåö: íóÇ ÇÈúäó ÃóÎöí¡ åóáú áóßó æóÌúåñ ÚöäúÏó åÐóÇ ÇúáÃóãöíúÑö¿ ÝóÇÓúÊóÃúÐöäú áöí Úóáóíúåö. ÝóÇÓúÊóÃúÐóäó¡ ÝóÃóÐöäó áóåõ ÚõãóÑõ¡
ÝóáóãøóÇ ÏóÎóáó¡ ÞóÇáó: åöíú íóÇ ÇÈúäó ÇáúÎóØøóÇÈö! ÝóæóÇááåö¡ ãóÇ ÊõÚúØöíúäóÇ ÇáúÌóÒúáó¡ æóáÇó ÊóÍúßõãõ ÝöíúäóÇ ÈöÇáúÚóÏúáö¡ ÝóÛóÖöÈó ÚõãóÑõ ÑÖí Çááå Úäå ÍóÊøóì åóãøó Ãóäú íõæúÞöÚó Èöåö¡ ÝóÞóÇáó áóåõ ÇáúÍõÑøõ: íóÇ ÃóãöíúÑó ÇáúãõÄúãöäöíúäó¡ Åöäøó Çááåó ÓÈÍÇäå æ ÊÚÇáì ÞóÇáó áöäóÈöíøöåö Õáì Çááå Úáíå æ Óáã: ÎõÐö ÇáúÚóÝúæó æóÃúãõÑú ÈöÇáúÚõÑúÝö æóÃóÚúÑöÖú Úóäö ÇáúÌóÇåöáöíäó æóÅöäøó åÐóÇ ãöäó ÇáúÌóÇåöáöíúäó. æóÇááåö ãóÇ ÌóÇæóÒóåóÇ ÚõãóÑõ Íöíúäó ÊóáÇóåóÇ Úóáóíúåö æóßóÇäó æóÞøóÇÝðÇ ÚöäúÏó ßöÊóÇÈö Çááåö ÓÈÍÇäå æ ÊÚÇáì.

"Uyainah bin Hishn bin Hudzaifah datang, lalu mampir (bertamu) pada keponakannya, al-Hurr bin Qais dan dia adalah diantara orang-orang yang dekat kepada Umar radiyallahu 'anhu dan para ahli al-Qur`an (penghafal al-Qur`an) merupakan anggota majelis musyawarah Umar Radiyallahu 'anhu; baik dari kalangan orang dewasa ataupun pemuda, maka Uyainah berkata kepada keponakannya, 'Wahai keponakanku, apakah kamu punya kedudukan di hadapan Amir al-Mukminin ini? Maka mintalah izin untukku bertemu empat mata dengannya,' lalu dia meminta izin, dan Umar memberikan izin. Ketika dia masuk, maka dia berkata, 'Berlakulah lebih baik wahai Umar, demi Allah, kamu tidak memberikan kami bagian yang banyak, kamu tidak menghukumi kami dengan adil.' Maka Umar radiyallahu 'anhu marah hingga bermaksud untuk memukulnya. Maka al-Hurr berkata, 'Wahai Amir al-Mukminin, sesungguhnya Allah Subhanahu waTa`ala berfirman kepada NabiNya Shallallahu 'alaihi wasallam, 'Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang ma'ruf, serta berpalinglah daripada orang-orang yang bodoh.' (Al-A'raf: 199) Dan sesungguhnya orang ini termasuk orang bodoh.' Demi Allah, Umar tidak bertindak melampaui batas ketika dia membaca ayat tersebut untuknya. Dia berserah diri sepenuhnya pada kitab Allah Subhanahu waTa`ala."

Kata, "áóßó æóÌúåñ ÚöäúÏóåõ" bermakna kamu berharga di sisinya sehingga disebabkan kedudukanmu yang berharga maka dia akan memenuhi permintaanmu. Kata, "åöíú" adalah kata untuk memperingatkan, kata "ÇáúÌóÒóáõ" bermakna, yang banyak. Kata "åóãøó Ãóäú íõæúÞöÚó Èöåö" bermakna, ingin menghukumnya.


Sumber : Ensiklopedia Dzikir Dan Do’a, Imam Nawawi, Pustaka Sahifa Jakarta. Disadur oleh Yusuf Al-Lomboky

Hikmah Al-Quran & Mutiara Hadits : index.php
Versi Online : index.php/?pilih=lihatdoa&id=358