Artikel : Hikmah Al-Quran & Mutiara Hadits
BAB MENASIHATI DAN MENDIDIK ORANG YANG BURUK DALAM MAKANNYA
Selasa, 19 Oktober 10

Kami meriwayatkan dalam Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim, dari Umar bin Salamah radiyallahu 'anhu, ia mengatakan,


ßõäúÊõ ÛõáÇóãðÇ Ýöí ÍóÌúÑö ÑóÓõæúáö Çááåö Õáì Çááå Úáíå æ Óáã ÝóßóÇäóÊú íóÏöí ÊóØöíúÔõ Ýöí ÇáÕøóÍúÝóÉö¡ ÝóÞóÇáó áöí ÑóÓõæúáõ Çááåö Õáì Çááå Úáíå æ Óáã : íóÇ ÛõáÇóãõ¡ Óóãøö Çááåó ÓÈÍÇäå æ ÊÚÇáì ¡ æóßõáú Èöíóãöíúäößó¡ æóßõáú ãöãøóÇ íóáöíúßó.

"Aku seorang pemuda dalam asuhan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam. Ketika tanganku bergerak di seputar piring hidangan, maka Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, 'Wahai pemuda, sebutlah nama Allah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah apa yang dekat padamu'."

Dalam suatu riwayat dalam ash-Shahih, ia mengatakan,


ÃóßóáúÊõ íóæúãðÇ ãóÚó ÑóÓõæúáö Çááåö Õáì Çááå Úáíå æ Óáã ¡ ÝóÌóÚóáúÊõ Âßõáõ ãöäú äóæóÇÍöí ÇáÕøóÍúÝóÉö¡ ÝóÞóÇáó áöí ÑóÓõæúáõ Çááåö Õáì Çááå Úáíå æ Óáã : ßõáú ãöãøóÇ íóáöíúßó.

"Suatu hari aku makan bersama Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam, lalu aku makan dari berbagai penjuru piring hidangan, maka Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam mengatakan kepadaku, 'Makanlah apa yang dekat denganmu'."

Aku katakan, Ucapannya: Tathisyu, maknanya ialah bergerak dan menjulur ke ber-bagai penjuru piring. Tidak terbatas pada satu tempat saja.

Kami meriwayatkan dalam Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim, dari Jabalah bin Suhaim, radiyallahu 'anhu, ia mengatakan,


ÃóÕóÇÈóäóÇ ÚóÇãõ ÓóäóÉò ãóÚó ÇÈúäö ÇáÒøõÈóíúÑö¡ ÝóÑõÒöÞúäóÇ ÊóãúÑðÇ¡ ÝóßóÇäó ÚóÈúÏõ Çááåö ÇÈúäõ ÚõãóÑó ÑÖí Çááå Úäå íóãõÑøõ ÈöäóÇ æóäóÍúäõ äóÃúßõáõ¡ æóíóÞõæúáõ: áÇó ÊõÞóÇÑöäõæúÇ¡ ÝóÅöäøó ÇáäøóÈöíøó Õáì Çááå Úáíå æ Óáã äóåóì Úóäö ÇúáÅöÞúÑóÇäö. Ëõãøó íóÞõæúáõ: ÅöáÇøó Ãóäú íóÓúÊóÃúÐöäó ÇáÑøóÌõáõ ãöäúßõãú ÃóÎóÇåõ.

"Kami tertimpa masa paceklik bersama Ibnu az-Zubair, lalu kami diberi rizki berupa kurma. Lalu Abdullah bin Umar radiyallahu 'anhu melewati kami pada saat kami sedang makan, dan ia mengatakan, 'Janganlah kalian makan dua butir kurma dalam satu suapan (iqran), karena Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam melarang iqran.' Kemudian ia mengatakan, 'Kecuali jika seseorang mengizinkan saudaranya (melakukan hal itu)'."

Aku katakan, Ucapannya, "La tuqarinu," yakni janganlah seseorang makan dua kurma dalam satu suapan.

Kami meriwayatkan dalam Shahih Muslim, dari Salamah bin al-Akwa' radiyallahu 'anhu,


Ãóäøó ÑóÌõáÇð Ãóßóáó ÚöäúÏó ÇáäøóÈöíøö Õáì Çááå Úáíå æ Óáã ÈöÔöãóÇáöåö. ÝóÞóÇáó: ßõáú Èöíóãöíúäößó. ÞóÇáó: áÇó ÃóÓúÊóØöíúÚõ. ÞóÇáó: áÇó ÇÓúÊóØóÚúÊó¡ ãóÇ ãóäóÚóåõ ÅöáÇøó ÇáúßöÈúÑõ. ÝóãóÇ ÑóÝóÚóåóÇ Åöáóì Ýöíúåö.

"Bahwa seseorang makan di sisi Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam dengan tangan kirinya, maka beliau bersabda, 'Makan-lah dengan tangan kananmu.' Ia menjawab, 'Aku tidak mampu.' Beliau bersabda, 'Semoga engkau tidak mampu. Tidak ada yang menghalanginya kecuali kesombongan.' Setelah itu ia tidak dapat mengangkat tangannya ke mulutnya."

Aku katakan, Orang ini adalah Busr, anak penggembala unta. Ia adalah seorang sahabat. Aku telah menjelaskan ihwalnya dan menjelaskan hadits ini dalam Syarh Shahih Muslim. Wallahu a'lam.

Sumber : Ensiklopedia Dzikir Dan Do’a, Imam Nawawi, Pustaka Sahifa Jakarta. Disadur oleh Yusuf Al-Lomboky

Hikmah Al-Quran & Mutiara Hadits : index.php
Versi Online : index.php/?pilih=lihatdoa&id=271