Artikel : Hikmah Al-Quran & Mutiara Hadits
BAB RINGKAS IV
Kamis, 20 Nopember 08
TENTANG KALIMAT-KALIMAT YANG MENJELASKAN KEUTAMAAN DZIKIR TANPA TERIKAT DENGAN WAKTU

( 21) Kami meriwayatkan dalam Shahih al-Bukhari [Kitab ad-Da'awat, Bab Fadhl Dzikrillah, 11/208, no. 6407. Dan hadits senada juga diriwayatkan Muslim, Kitab al-Musafirin, Bab Istihbab an-Nafilah Fi Baitihi, 1/539, no. 779, pent.], dari Abu Musa al-Asy'ari Radhiyallahu ‘anhu dari Nabi Shallallahu alaihi wasallam,


ãóËóáõ ÇáøóÐöíú íóÐúßõÑõ ÑóÈøóåõ æóÇáøóÐöíú áÇó íóÐúßõÑõåõ ãóËóáõ ÇúáÍóíøö æóÇúáãóíøöÊö

"Perumpamaan orang yang berdzikir kepada Rabbnya dan yang tidak berdzikir padaNya adalah seperti orang hidup dan orang mati."

( 22) Kami meriwayatkan dalam Shahih Muslim [Kitab adz-Dzikr, Bab Fadhl at-Tahlil Wa at-Tasbih, 4/2072, no. 2696, pent.], dari Sa'ad bin Abu Waqqash Radhiyallahu ‘anhu, dia berkata,


ÌóÇÁó ÃóÚúÑóÈöíøñ Åöáóì ÑóÓõæúáö Çááåö ¡ æóÞóÇáó: Úóáøöãúäöíú ßóáÇóãðÇ ÃóÞõæúáõåõ. ÞóÇáó: áÇó Åöáåó Çááåõ æóÍúÏóåõ¡ áÇó ÔóÑöíúßó áóåõ. Çóááåõ ÃóßúÈóÑõ ßóÈöíúÑðÇ¡ æóÇúáÍóãúÏõ ááå ßóËöíúÑðÇ¡ æóÓõÈúÍóÇäó Çááåö ÑóÈøö ÇáúÚóÇáóãöíúäó¡ áÇó Íóæúáó æóáÇó ÞõæøóÉó ÅöáÇøó ÈöÇááåö ÇáúÚóÒöíúÒö ÇáúÍóßöíúãö. ÞóÇáó: ÝóåÄõáÇóÁö áöÑóÈøöíú¡ ÝóãóÇ áöíú¿ ÞóÇáó: Þõáú¡ Çóááøåõãøó ÇÛúÝöÑúáöíú æóÇÑúÍóãúäöíú æóÇåúÏöäöíú æóÇÑúÒõÞúäöíú.

"Seorang Arab badui datang kepada Rasulullah dan berkata, 'Ajarkan kepadaku ucapan yang dapat aku katakan.' Nabi menjawab, 'Katakanlah, 'Tiada tuhan yang haq kecuali Allah semata, tiada sekutu bagiNya, Allah Mahabesar, segala puji yang banyak bagi Allah, Mahasuci Allah Tuhan alam semesta, tiada daya dan kekuatan kecuali dengan Allah yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.' Badui itu berkata, 'Itu semua adalah untuk Tuhanku lalu mana yang untukku?' Beliau a bersabda, 'Katakanlah, 'Ya Allah ampunilah aku, berilah rahmat, hidayah dan rizki kepadaku'."

( 23) Kami meriwayatkan dalam Shahih Muslim [Shahih Muslim [Kitab adz-Dzikr, Bab Fadhl at-Tahlil Wa at-Tasbih, 4/2073, no. 2698, pent.], dari Sa'ad bin Abu Waqqash Radhiyallahu ‘anhu berkata,


ßõäøóÇ ÚöäúÏó ÑóÓõæúáö Çááåö ¡ ÝóÞóÇáó: ÃóíóÚúÌöÒõ ÃóÍóÏõßõãú Ãóäú íóßúÓöÈó Ýöí ßõáøö íóæúãò ÃóáúÝó ÍóÓóäóÉò¿ ÝóÓóÃóáóåõ ÓóÇÆöáñ ãöäú ÌõáóÓóÇÆöåö: ßóíúÝó íóßúÓöÈõ ÃóáúÝó ÍóÓóäóÉò¿ ÞóÇáó: íõÓóÈøöÍõ ãöÆóÉó ÊóÓúÈöíúÍóÉò¡ ÝóíõßúÊóÈõ áóåõ ÃóáúÝõ ÍóÓóäóÉò¡ Ãóæú íõÍóØøõ Úóäúåõ ÃóáúÝõ ÎóØöíúÆóÉò.

"Kami sedang berada di sisi Rasulullah a lalu beliau bertanya, 'Apakah seorang dari kalian tidak mampu mendapatkan seribu kebaikan dalam sehari?' Salah seorang hadirin di ma-jelis beliau tersebut bertanya, 'Bagaimana dia mendapatkan seribu kebaikan?' Nabi menjawab, 'Dia bertasbih seratus kali maka ditulis untuknya seribu kebaikan atau dilebur darinya seribu dosa'."

Imam al-Hafizh Abu Abdullah al-Humaidi berkata, "Seperti itulah dalam kitab Muslim, dalam seluruh riwayat dengan lafazh, Ãóæú íõÍóØøõ('atau dilebur')." Al-Barqani berkata, "Syu'bah, Abu Awanah dan Yahya al-Qaththan meriwayatkan dari Musa, di mana Muslim meriwayatkan dari arahnya, mereka berkata, æóíõÍóØøð ('Dan dilebur') bukan Ãóæú('atau')." [Yang tercantum di kitab-kitab induk adalah ÊõßúÊóÈõ dan ÊõÍóØøõ dengan ta', baik pada matan hadits atau ucapan al-Humaidi, koreksinya dari Shahih Muslim, pent.]

( 24) Kami meriwayatkan dalam Shahih Muslim [Kitab al-Musafirin, Bab Istihbab Shalat adh-Dhuha, 1/498, no. 720, pent.], dari Abu Dzar Radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda,


íõÕúÈöÍõ Úóáóì ßõáøö ÓõáÇóãóì ãöäú ÃóÍóÏößõãú ÕóÏóÞóÉñ: Ýóßõáøõ ÊóÓúÈöíúÍóÉò ÕóÏóÞóÉñ¡ æóßõáøõ ÊóÍúãöíúÏóÉò ÕóÏóÞóÉñ¡ æóßõáøõ ÊóåúáöíúáóÉò ÕóÏóÞóÉñ¡ æóßõáøõ ÊóßúÈöíúÑóÉò ÕóÏóÞóÉñ¡ æóÃóãúÑñ ÈöÇúáãóÚúÑõæúÝö ÕóÏóÞóÉñ¡ æóäóåúíñ Úóäö ÇúáãõäúßóÑö ÕóÏóÞóÉñ. æóíõÌúÒöÆõ ãöäú Ðáößó ÑóßúÚóÊóÇäö íóÑúßóÚõåõãóÇ ãöäó ÇáÖøõÍóì.

"Setiap persendian anggota tubuh salah seorang di antara kalian menanggung kewajiban bersedekah setiap paginya; maka setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, amar ma'ruf adalah sedekah, nahi munkar adalah sedekah, dari semua itu bisa dicukupkan dengan dua rakaat Shalat Dhuha."

Saya berkata: ÇáÓøõáÇóãóì dengan sin dibaca dhammah dan lam tanpa tasydid, berarti, anggota, jamaknya adalahÓõáÇóãóíóÇÊ dengan sin dibaca dhammah dan ya' tanpa tasydid.

( 25) Kami meriwayatkan dalam Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim dari Abu Musa al-Asy'ari Radhiyallahu ‘anhu , dia berkata, Nabi Shallallahu alaihi wasallam bersabda kepadaku,


ÃóáÇó ÃóÏõáøõßó Úóáóì ßóäúÒò ãöäú ßõäõæúÒö ÇúáÌóäøóÉó¿ ÝóÞõáúÊõ: Èóáóì íóÇ ÑóÓõæúáó Çááåö! ÞóÇáó: Þõáú: áÇóÍóæúáó æóáÇó ÞõæøóÉó ÅöáÇøó ÈöÇááåö.

"Maukah kamu aku tunjukkan kepada suatu harta dari kekayaan surga?" Aku menjawab, "Tentu wahai Rasulullah." Beliau a bersabda, "Katakanlah, 'Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan Allah'." [Diriwayatkan al-Bukhari, Kitab ad-Da'awat, Bab ad-Du'a` Idza Ala, 11/187, no. 6384; dan Muslim, Kitab adz-Dzikr, Bab Istihbab Khafdhi ash-Shaut, 4/2076, no. 2704, pent.].
Bersambung...
Sumber: dikutip dari Buku “Ensiklopedia Dzikir dan Do’a Al-Imam An-Nawawi Takhrij & Tahqiq: Amir bin Ali Yasin. Diterbitkan oleh: Pustaka Sahifa Jakarta. Oleh: Abu Nabiel)



Hikmah Al-Quran & Mutiara Hadits : index.php
Versi Online : index.php/?pilih=lihatdoa&id=152