Artikel : Bulein Annur - Hikmah Al-Quran & Mutiara Hadits

Bersihnya Hati dan Lisan

Jumat, 14 Nopember 25

Ciri Khas Orang yang Beriman

Sesungguhnya, di antara ciri agung kaum Mukminin dan sifat mulia mereka yang menunjukkan kesempurnaan iman, keteguhan agama, dan keluhuran akhlak, adalah bersihnya hati dan lisan mereka terhadap saudara-saudara seiman. Di hati mereka tidak ada iri, dengki, kebencian, atau pun permusuhan. Di lisan mereka tidak ada ghibah, fitnah, dusta, atau pun ucapan yang menjerumuskan (pada keburukan). Bahkan mereka tidak menyimpan di hati kecuali cinta, kebaikan, kasih sayang, ihsan, kelembutan, dan pemuliaan. Selain itu, mereka tidak mengucapkan dengan lisannya kecuali kata-kata yang bermanfaat, ucapan yang berfaidah, serta doa-doa yang tulus.

Mereka adalah orang-orang yang disebutkan oleh Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì dalam firman-Nya,


æóÇáøóÐöíäó ÌóÇÁõæÇ ãöäú ÈóÚúÏöåöãú íóÞõæáõæäó ÑóÈøóäóÇ ÇÛúÝöÑú áóäóÇ æóáöÅöÎúæóÇäöäóÇ ÇáøóÐöíäó ÓóÈóÞõæäóÇ ÈöÇáúÅöíãóÇäö æóáóÇ ÊóÌúÚóáú Ýöí ÞõáõæÈöäóÇ ÛöáøðÇ áöáøóÐöíäó ÂãóäõæÇ ÑóÈøóäóÇ Åöäøóßó ÑóÁõæÝñ ÑóÍöíãñ [ÇáÍÔÑ : 10]


“Orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshar) berdoa, ‘Wahai Rabb kami, ampunilah kami serta saudara-suadara kami yang telah beriman lebih dahulu daripada kami, dan janganlah Engkau jadikan dalam hati kami kedengkian terhadap orang-orang yang beriman. Wahai Rabb kami, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.” (Qs. al-Hasyr : 10)

Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì menggandengkan mereka dengan dua sifat agung dan dua perilaku mulia : Pertama berkaitan dengan lisan, yakni tidaklah keluar dari lisan mereka terhadap saudara-saudara seiman melainkan nasihat dan doa, sebagaimana firman Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì,


ÑóÈøóäóÇ ÇÛúÝöÑú áóäóÇ æóáöÅöÎúæóÇäöäóÇ ÇáøóÐöíäó ÓóÈóÞõæäóÇ ÈöÇáúÅöíãóÇäö


“Wahai Rabb kami, ampunilah kami serta saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu daripada kami.”

Adapun sifat yang kedua ialah berkaitan dengan hati, yaitu hati mereka bersih terhadap saudara-saudara seiman ; tidak ada di dalamnya rasa dengki, iri, kebencian, permusuhan, atau pun yang semisalnya.

Barometer Keimanan

Sungguh, bersihnya hati dan terjaganya lisan adalah di antara tanda paling jelas dan bukti paling kuat akan sempurnanya iman dan paripurnanya. Para salaf menganggap bahwa yang paling utama di antara mereka adalah orang yang hatinya bersih dan lisannya terjaga.

Iyas bin Mu’awiyah bin Qurrah ÑóÍöãóåõ Çááåõ pernah mengatakan, “Orang yang paling utama di sisi mereka –yakni : para salaf-adalah yang paling bersih hatinya dan paling sedikit ghibahnya.”

Sufyan bin Dinar ÑóÍöãóåõ Çááåõ berkata, “Aku pernah bertanya kepada Abu Bisyr, ‘Beritahukan kepadaku tentang amalan orang-orang sebelum kita.’ Ia menjawab, ‘Mereka beramal sedikit, namun diberi pahala banyak.”

Aku bertanya lagi, ‘Mengapa bisa demikian ?’ Ia menjawab, ‘Karena hati mereka bersih.”

Sebab Bersihnya Hati dan Lisan

Sesungguhnya sebab terbesar mengapa hati dan lisan para manusia pilihan itu tetap bersih, adalah karena kuatnya hubungan mereka dengan Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì dan dalamnya keridhaan mereka kepada-Nya.

Hal ini sebagaimana yang pernah disampaikan oleh Ibnu Qayyim ÑóÍöãóåõ Çááåõ , “Keridhaan kepada Allah akan membukakan pintu keselamatan bagi hamba, menjadikan hatinya bersih dan murni dari tipu daya, kecurangan, dan kedengkian. Tidak ada yang selamat dari azab Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì kecuali orang yang datang kepada-Nya dengan hati yang bersih. Dan mustahil hati bisa benar-benar bersih bila dipenuhi rasa marah dan tidak ridha kepada-Nya.

Semakin besar keridhaan seorang hamba, semakin selamat pula hatinya. Maka, sifat busuk, kecurangan, dan tipu daya adalah teman dekat ketidakridhaan. Sementara itu kejernihan hati, kebaikan, dan ketulusan adalah sahabat karib keridhaan. Demikian pula, iri hati adalah buah dari ketidakridhaan. Sedangkan terbebas darinya adalah buah dari keridhaan”

Buah Manis dari Bersihnya Hati dan Lisan

Buah-buahan (manfaat) dari hati yang bersih, yang merupakan salah satu buah dari keridhaan, jumlahnya tak terhitung dan tak ternilai. Hati yang selamat (dari hal-hal buruk) merupakan ketenangan di dunia, kehangatan jiwa, dan kedamaian batin. Sementara di akhirat, balasannya termasuk balasan yang paling indah, dan keberuntungannya adalah keuntungan yang besar.

Ketika Abu Dujanah ÑóÖöíó Çááåõ Úóäúåõ dijenguk saat dalam keadaan sakit, wajahnya tampak berseri-seri. Lalu ada yang bertanya kepadanya, “Wahai Abu Dujanah, mengapa wajahmu bisa bercahaya seperti ini ?”

Beliau ÑóÖöíó Çááåõ Úóäúåõ menjawab, “Tidaklah ada amalan yang lebih aku percayai (menjadi bekal) di sisiku selain dua hal ini : (1) Aku tidak pernah berbicara dalam hal yang bukan urusanku, dan (2) Hatiku selalu dalam keadaan selamat dari membicarakan kaum muslimin.”

Tips Meraih Kebersihan Hati dan Lisan

Di antara hal yang dapat membantu seorang muslim menjaga kebersihan hati dan lisannya terhadap saudaranya, ialah bersandar sepenuhnya kepada Allah ’azza wa jalla, memohon kepada-Nya dengan tulus dan ikhlash, serta merenungi akibat baik dan hasil penuh berkah, baik di dunia maupun di akhirat, yang akan ia peroleh dari sikap tersebut.

Begitu pula sebaliknya, ia juga perlu memikirkan akibat buruk dan hasil mengerikan yang akan menimpa orang-orang yang di dalam hatinya terdapat kedengkian, iri hati, atau sifat buruk semacam itu.

Banyak doa yang diriwayatkan dari Nabi Õóáøóì Çááåõ Úóáóíúåö æóÓóáøóãó bahwa beliau memohon kepada Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì agar hatinya diberi petunjuk, dijaga kebersihannya, dan diteguhkan.

Dari Zaid bin Arqam ÑóÖöíó Çááåõ Úóäúåõ, ia berkata, bahwa Rasulullah Õóáøóì Çááåõ Úóáóíúåö æóÓóáøóãó biasa berdoa,


Çóááøóåõãøó ÂÊö äóÝúÓöí ÊóÞúæóÇåóÇ æóÒóßøöåóÇ ÃóäúÊó ÎóíúÑõ ãóäú ÒóßøóÇåóÇ


“Ya Allah, berikanlah kepada jiwaku ketakwaannya, serta sucikanlah ia, sesungguhnya Engkaulah sebaik-baik yang menyucikannya ...


Çóááøóåõãøó Åöäøöí ÃóÚõæúÐõ Èößó ãöäú Úöáúãò áóÇ íóäúÝóÚú æóãöäú ÞóáúÈò áóÇ íóÎúÔóÚú


“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, dan dari hati yang tidak khusyu’ “(HR. Muslim)

Anas ÑóÖöíó Çááåõ Úóäúåõ juga pernah menyampaikan, bahwa Rasulullah Õóáøóì Çááåõ Úóáóíúåö æóÓóáøóãó sering berdoa,


íóÇ ãõÞóáøöÈó ÇáúÞõáõæúÈö ËóÈøöÊú ÞóáúÈöí Úóáóì Ïöíúäößó


“Wahai Dzat yang membolak-balikan hati, tetapkanlah hatiku di atas agama-Mu.” (HR. at-Tirmidzi)

Dari Ibnu Abbas ÑóÖöíó Çááåõ Úóäúåõ, ia berkata : ...”Beliau Õóáøóì Çááåõ Úóáóíúåö æóÓóáøóãó biasa berdoa,


Çóááøóåõãøó ÇÌúÚóáú Ýöí ÞóáúÈöí äõæúÑðÇ


Ya Allah, jadikanlah di hatiku cahaya (Muttafaq ‘alaih)

Dan masih banyak lagi doa-doa mulia dari beliau Õóáøóì Çááåõ Úóáóíúåö æóÓóáøóãó yang senada dengan itu. Semoga shalawat beserta salam dari Allah senantiasa tercurahlimpahkan kepada beliau.

Wajib bagi setiap muslim untuk bersungguh-sungguh memerangi hawa nafsunya, berjuang keras memperbaiki hatinya, menyucikan jiwanya, dan membersihkannya dari keinginan-keinginan rendah semisal ; syahwat yang hina, serta tujuan-tujuan yang tidak ada nilainya.

Ia harus bersabar menjalani proses itu sepanjang hidupnya, agar kelak ketika menghadap Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì dengan kondisi hati yang bersih.

Di antara doa yang agung lagi bermanfaat untuk menjaga hati dan lisan, adalah doa yang diriwayatkan dari Abu Hurairah ÑóÖöíó Çááåõ Úóäúåõ , bahwa Abu Bakar ÑóÖöíó Çááåõ Úóäúåõ pernah berkata, “Wahai Rasulullah, ajarkanlah padaku sesuatu yang bisa kuucapkan di waktu pagi dan sore.”

Beliau Õóáøóì Çááåõ Úóáóíúåö æóÓóáøóãó bersabda, ‘Ucapkanlah :


Çóááøóåõãøó ÚóÇáöãó ÇáúÛóíúÈö æóÇáÔøóåóÇÏóÉö ÝóÇØöÑó ÇáÓøóãóÇæóÇÊö æóÇáúÃóÑúÖö ÑóÈøó ßõáøö ÔóíúÁò æó ãóáöíúßóåõ. ÃóÔúåóÏõ Ãóäú áóÇ Åöáóåó ÅöáøóÇ ÃóäúÊó ÃóÚõæúÐõ Èößó ãöäú ÔóÑøö äóÝúÓöí æóãöäú ÔóÑøö ÇáÔøóíúØóÇäö æóÔöÑúßöåö


“Ya Allah, Dzat yang mengetahui segala yang gaib maupun yang tampak, Pencipta langit dan bumi, Rabb dan Penguasa segala sesuatu. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah dengan benar selain Engkau. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan diriku, dari keburukan setan dan kesyirikannya.

Dalam riwayat lain :


æóÃóäú ÃóÞúÊóÑöÝó Úóáóì äóÝúÓöí ÓõæúÁð Ãóæú ÃóÌõÑøóåõ Åöáóì ãõÓúáöãò


“Aku berlindung kepada-Mu dari melakukan keburukan terhadap diriku sendiri atau menyeret keburukan itu kepada seorang Muslim.”

Ucapkanlah doa ini ketika engkau berada di waktu pagi, sore, dan ketika hendak berbaring di tempat tidur.” (HR. at-Tirmidzi dan Abu Dawud)

Dua Sumber Keburukan dan Efeknya

Hadis yang agung ini mengandung doa memohon perlindungan kepada Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì dari segala keburukan, sumbernya, dan akibat yang ditimbulkan dari keburukan tersebut. Pada asalnya, segala jenis keburukan hanya muncul dari dua arah, yaitu ; (1) dari diri manusia itu sendiri, atau (2) dari setan. Oleh karena itu, Nabi Õóáøóì Çááåõ Úóáóíúåö æóÓóáøóãó mengajarkan kepada kita berlindung kepada Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì dari keduanya dalam doa :


ÃóÚõæúÐõ Èößó ãöäú ÔóÑøö äóÝúÓöí æóãöäú ÔóÑøö ÇáÔøóíúØóÇäö æóÔöÑúßöåö


“Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan diriku, dari keburukan setan dan kesyirikannya.”

Adapun akibat buruk dari keburukan itu, hanya ada dua : (1) Menimpa pelakunya sendiri, atau (2) menimpa saudaranya sesama muslim.

Itulah sebabnya dalam hadis ini juga terdapat doa perlindungan,


æóÃóäú ÃóÞúÊóÑöÝó Úóáóì äóÝúÓöí ÓõæúÁð Ãóæú ÃóÌõÑøóåõ Åöáóì ãõÓúáöãò


“Aku berlindung kepada-Mu dari melakukan keburukan terhadap diriku sendiri atau menyeret keburukan itu kepada seorang Muslim.”

Hadis ini memuat doa perlindungan dari dua sumber keburukan yang darinya segala keburukan berasal, dan dari dua akibat terburuk yang bisa ditimbulkanya. Sungguh, betapa sempurnanya doa ini, betapa indah tujuan-tujuannya, dan betapa agung makna yang terkandung di dalamnya. Alangkah indahnya bila seorang Muslim menjadikannya bagian dari zikir pagi dan sore, serta membacanya ketika hendak tidur, sebagaimana yang diajarkan oleh Rasul yang mulia, shalawat beserta salam semoga senantiasa tercurahlimpahkan kepadanya.

(Redaksi)

Sumber :

Salamatu ash-Shadri Wa al-Lisan, Prof. Dr. Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin al-Badr ÍóÝöÙóåõ Çááåõ ÊóÚóÇáóì






Hikmah Al-Quran & Mutiara Hadits : index.php
Versi Online : index.php/?pilih=lihatannur&id=1144