Artikel : Bulein Annur - Hikmah Al-Quran & Mutiara Hadits

Maha Pemberi Karunia

Jumat, 03 Oktober 25

Nama tersebut telah tetap di dalam hadis Nabi mulia Õóáøóì Çááåõ Úóáóíúåö æóÓóáøóãó. Imam Ahmad dan yang lainnya meriwayatkan dari Anas bin Malik ÑóÖöíó Çááåõ Úóäúåõ bahwasanya Nabi Õóáøóì Çááåõ Úóáóíúåö æóÓóáøóãó mendengar seorang laki-laki berdoa,


Çááøóåõãøó Åöäøöí ÃóÓúÃóáõßó ÈöÃóäøó áóßó ÇáúÍóãúÏó áóÇ Åöáóåó ÅöáøóÇ ÃóäúÊó æóÍúÏóßó áóÇ ÔóÑöíßó áóßó ÇáúãóäøóÇäó ÈóÏöíÚó ÇáÓøóãóæóÇÊö æóÇáúÃóÑúÖö ÐóÇ ÇáúÌóáóÇáö æóÇáúÅößúÑóÇãö


”Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu bahwasanya segala pujian hanya milik-Mu, tiada ilah yang hak, kecuali Engkau satu-satunya, tiada sekutu bagi-Mu, Maha Pemberi karunia, Maha Pencipta langit dan bumi, Maha Pemilik keagungan dan kemuliaan.”

Lalu Nabi Õóáøóì Çááåõ Úóáóíúåö æóÓóáøóãó bersabda,


áóÞóÏú ÓóÃóáúÊó Çááøóåó ÈöÇÓúãö Çááøóåö ÇáúÃóÚúÙóãö ÇáøóÐöí ÅöÐóÇ ÏõÚöíó Èöåö ÃóÌóÇÈó æóÅöÐóÇ ÓõÆöáó Èöåö ÃóÚúØóì


Sungguh engkau telah memohon kepada Allah dengan nama-Nya yang paling agung, yang apabila dipanjatkan doa dengannya niscaya Dia ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì akan mengabulkan dan apabila dipanjatkan permohonan dengannya pasti Dia ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì akan memberi (HR. Ahmad)

Al-Mannan (ÇáúãóäøóÇä, Maha Pemberi karunia) artinya Yang banyak melimpahkan karunia, agung pemberian-Nya, luas kebaikan-Nya, yang terus mengucurkan rezeki kepada para hamba-Nya, mendekatkan kenikmatan kepada mereka sebagai karunia dan kemuliaan dari-Nya, tiada yang secara mutlak dapat mencurahkan karunia, kecuali Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì semata, Yang memulai memberi sebelum diminta. Bagi-Nya, segala karunia untuk seluruh hamba-Nya, tiada karunia dari seorang pun hamba untuk-Nya, Mahatinggi Allah dengan ketinggian yang sebesar-besarnya. Semua itu adalah perkara yang dapat disaksikan oleh makhluk seluruhnya, baik yang berbakti maupun yang durhaka, dari limpahan pemberian-Nya, keluasan karunia-Nya, kemuliaan tangan-Nya, keindahan ciptaan-Nya, kelapangan rahmat-Nya, kebaikan dan kelembutan-Nya, pengabulan-Nya terhadap doa orang-orang yang tertindas dan Dia ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì menyingkap kesulitan orang-orang yang tertimpa kesedihan, menolong orang-orang yang membutuhkan bantuan, menolak ujian dan cobaan setelah tuntas sebab-sebabnya, memalingkan ujian tersebut sebelum menimpanya, dan kelembutan-Nya dalam semua itu hingga mencapai segala hal yang tak dapat dijangkau oleh angan-angan.

Di antara keagungan karunia-Nya adalah hidayah-Nya yang khusus bagi hamba-hamba-Nya menuju jalan agama Islam, pembelaan-Nya terhadap mereka dengan pembelaan yang sebaik-baiknya, penjagaan-Nya terhadap mereka dengan penjagan yang sebaik-baiknya, penjagaan-Nya terhadap mereka agar tidak terjerumus ke lembah dosa-dosa, Dia ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì memberikan mereka kecintaaan terhadap iman dan menjadikannya indah di hati-hati mereka, Dia ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì membuat kekufuran, perbuatan fasik, dan maksiat menjadi dibenci oleh mereka, menjadikan mereka termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk, menetapkan di hati-hati mereka keimanan dan mengokohkannya dengan ruh dari-Nya, Dia ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì menamakan mereka dengan muslimin sebelum diciptakannya mereka dan Dia ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì telah menyebut-nyebut mereka sebelum mereka menyebut-Nya, Dia ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì memberi kepada mereka sebelum mereka meminta, mengenalkan tentang nama-nama-Nya kepada mereka, Dia ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì tidak membutuhkan mereka, dan Dia ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì melarang mereka dari berbagai hal yang dilarang sebagai bentuk penjagaan dan pemeliharaan bagi mereka, bukan karena kikir dari-Nya untuk mereka, menurunkan firman-Nya dengan perkataan yang paling lembut dan paling manis, menasehati mereka dengan sebaik-baiknya nasehat, memberikan wasiat kepada mereka dengan wasiat paling sempurna, memerintahkan mereka dengan sifat-sifat paling mulia dan melarang mereka dari perbuatan dan perkataan paling buruk, Dia ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì memperlihatkan bagi mereka tanda-tanda kekuasaan dan memberikan untuk mereka permisalan, melapangkan bagi mereka jalan-jalan hidayah, memperkenalkan kepada mereka sebab-sebab yang dapat mendekatkan mereka kepada keridhaan-Nya dan menjauhkan mereka dari amarah-Nya, dan hal-hal lain dari aneka ragam kenikmatan dan macam karunia-Nya, yang Dia ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì berfirman,


æóÅöäú ÊóÚõÏøõæÇ äöÚúãóÉó Çááøóåö áóÇ ÊõÍúÕõæåóÇ [ÇáäÍá : 18]


“Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya.” (an-Nahl : 18)


æóãóÇ Èößõãú ãöäú äöÚúãóÉò Ýóãöäó Çááøóåö [ÇáäÍá : 53]


“Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah-lah (datangnya) (an-Nahl : 53)

Barang siapa yang ingin menelaah pokok-pokok karunia, maka hendaklah ia senantiasa memusatkan pandangan pada taman-taman al-Qur’an dan hendaklah ia memperhatikan apa yang Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì sebutkan berkali-kali di dalamnya yang berupa aneka ragam kenikmatan-Nya yang agung, pemberian-Nya yang mulia, dan karunia-Nya yang besar.

Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì telah mengingatkan para hamba-Nya dengan karunia hidayah kepada agama ini dan mengeluarkan mereka dari gelap gulitanya kesyirikan dan kekufuran terhadap Rabb semesta alam. Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì berfirman,


íóÇ ÃóíøõåóÇ ÇáøóÐöíäó ÂãóäõæÇ ÅöÐóÇ ÖóÑóÈúÊõãú Ýöí ÓóÈöíáö Çááøóåö ÝóÊóÈóíøóäõæÇ æóáóÇ ÊóÞõæáõæÇ áöãóäú ÃóáúÞóì Åöáóíúßõãõ ÇáÓøóáóÇãó áóÓúÊó ãõÄúãöäðÇ ÊóÈúÊóÛõæäó ÚóÑóÖó ÇáúÍóíóÇÉö ÇáÏøõäúíóÇ ÝóÚöäúÏó Çááøóåö ãóÛóÇäöãõ ßóËöíÑóÉñ ßóÐóáößó ßõäúÊõãú ãöäú ÞóÈúáõ Ýóãóäøó Çááøóåõ Úóáóíúßõãú ÝóÊóÈóíøóäõæÇ Åöäøó Çááøóåó ßóÇäó ÈöãóÇ ÊóÚúãóáõæäó ÎóÈöíÑðÇ [ÇáäÓÇÁ : 94]


Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu pergi (berperang) di jalan Allah, maka telitilah dan janganlah kamu mengatakan kepada orang yang mengucapkan “salam” kepadamu : “Kamu bukan seorang mukmin “ (lalu kamu membunuhnya), dengan maksud mencari harta benda kehidupan di dunia, karena di sisi Allah ada harta yang banyak. Begitu juga keadaan kamu dahulu, lalu Allah menganugerahkan nikmat-Nya atas kamu, maka telitilah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (an-Nisa : 94)

Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì juga berfirman,


íóãõäøõæäó Úóáóíúßó Ãóäú ÃóÓúáóãõæÇ Þõáú áóÇ ÊóãõäøõæÇ Úóáóíøó ÅöÓúáóÇãóßõãú Èóáö Çááøóåõ íóãõäøõ Úóáóíúßõãú Ãóäú åóÏóÇßõãú áöáúÅöíãóÇäö Åöäú ßõäúÊõãú ÕóÇÏöÞöíäó [ÇáÍÌÑÇÊ : 17]


Mereka telah merasa memberi nikmat kepadamu dengan keislaman mereka. Katakanlah : “Jangan kamu merasa telah memberi nikmat kepadaku dengan keislamanmu, sebenarnya Allah Dialah yang melimpahkan nikmat kepadamu dengan menunjuki kamu kepada keimanan jika kamu adalah orang-orang yang benar.” (al-Hujurat : 17)


æóáóæúáóÇ ÝóÖúáõ Çááøóåö Úóáóíúßõãú æóÑóÍúãóÊõåõ ãóÇ Òóßóì ãöäúßõãú ãöäú ÃóÍóÏò ÃóÈóÏðÇ æóáóßöäøó Çááøóåó íõÒóßøöí ãóäú íóÔóÇÁõ æóÇááøóåõ ÓóãöíÚñ Úóáöíãñ [ÇáäæÑ : 21]


Sekiranya tidaklah karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu sekalian, niscaya tidak seorang pun dari kamu bersih (dari perbuatan-perbuatan keji) dan munkar itu) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui (Qs. an-Nur : 21)


æóáóßöäøó Çááøóåó ÍóÈøóÈó Åöáóíúßõãõ ÇáúÅöíãóÇäó æóÒóíøóäóåõ Ýöí ÞõáõæÈößõãú æóßóÑøóåó Åöáóíúßõãõ ÇáúßõÝúÑó æóÇáúÝõÓõæÞó æóÇáúÚöÕúíóÇäó ÃõæáóÆößó åõãõ ÇáÑøóÇÔöÏõæäó (7) ÝóÖúáðÇ ãöäó Çááøóåö æóäöÚúãóÉð æóÇááøóåõ Úóáöíãñ Íóßöíãñ [ÇáÍÌÑÇÊ : 7 ¡ 8]


Tetapi Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan dan menjadikan iman itu indah dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan dan kedurhakaan. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus, sebagai karunia dan nikmat dari Allah. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (Qs. al-Hujurat : 7-8)

Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì mengingatkan mereka dengan karunia diutusnya para rasul dan Dia ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì memuliakan umat ini dengan mengutus seorang rasul pilihan dan nabi terbaik Muhammad Õóáøóì Çááåõ Úóáóíúåö æóÓóáøóãó. Firman-Nya,


æóáóÞóÏú ÈóÚóËúäóÇ Ýöí ßõáøö ÃõãøóÉò ÑóÓõæáðÇ Ãóäö ÇÚúÈõÏõæÇ Çááøóåó æóÇÌúÊóäöÈõæÇ ÇáØøóÇÛõæÊó [ÇáäÍá : 36]


Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan) “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu.” (Qs. an-Nahl : 36)


æóÅöäú ãöäú ÃõãøóÉò ÅöáøóÇ ÎóáóÇ ÝöíåóÇ äóÐöíÑñ [ÝÇØÑ : 24]


Dan tidak ada suatu umat pun melainkan telah ada padanya seorang pemberi peringatan (Qs. al-Fathir : 24)


áóÞóÏú ãóäøó Çááøóåõ Úóáóì ÇáúãõÄúãöäöíäó ÅöÐú ÈóÚóËó Ýöíåöãú ÑóÓõæáðÇ ãöäú ÃóäúÝõÓöåöãú íóÊúáõæ Úóáóíúåöãú ÂíóÇÊöåö æóíõÒóßøöíåöãú æóíõÚóáøöãõåõãõ ÇáúßöÊóÇÈó æóÇáúÍößúãóÉó æóÅöäú ßóÇäõæÇ ãöäú ÞóÈúáõ áóÝöí ÖóáóÇáò ãõÈöíäò [Âá ÚãÑÇä : 164]


Sungguh, Allah telah memberi karunia kepada orang-orang beriman ketika (Allah) mengutus seorang Rasul (Muhammad) di tengah-tengah mereka dari kalangan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, menyucikan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Kitab (al-Qur’an) dan Hikmah (Sunnah), meskipun sebelumnya, mereka benar-benar dalam kesesatan yang nyata.” (Ali Imran : 164)

Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì mengingatkan pula dengan karunia kemenangan bagi para nabi-Nya dan para hamba-Nya yang beriman. Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì berfirman,


æóáóÞóÏú ãóäóäøóÇ Úóáóì ãõæÓóì æóåóÇÑõæäó (114) æóäóÌøóíúäóÇåõãóÇ æóÞóæúãóåõãóÇ ãöäó ÇáúßóÑúÈö ÇáúÚóÙöíãö (115) æóäóÕóÑúäóÇåõãú ÝóßóÇäõæÇ åõãõ ÇáúÛóÇáöÈöíäó (116) æóÂÊóíúäóÇåõãóÇ ÇáúßöÊóÇÈó ÇáúãõÓúÊóÈöíäó (117) æóåóÏóíúäóÇåõãóÇ ÇáÕøöÑóÇØó ÇáúãõÓúÊóÞöíãó (118) [ÇáÕÇÝÇÊ : 114 - 118]


Dan sesungguhnya Kami telah melimpahkan nikmat atas Musa dan Harun. Dan Kami selamatkan keduanya dan kaumnya dari bencana yang besar. Dan Kami tolong mereka, maka jadilah mereka orang-orang yang menang. Dan Kami berikan kepada keduanya kitab yang sangat jelas. Dan Kami tunjuki keduanya kepada jalan yang lurus.” (ash-Shaffat : 114-118)


æóäõÑöíÏõ Ãóäú äóãõäøó Úóáóì ÇáøóÐöíäó ÇÓúÊõÖúÚöÝõæÇ Ýöí ÇáúÃóÑúÖö æóäóÌúÚóáóåõãú ÃóÆöãøóÉð æóäóÌúÚóáóåõãõ ÇáúæóÇÑöËöíäó (5) æóäõãóßøöäó áóåõãú Ýöí ÇáúÃóÑúÖö æóäõÑöíó ÝöÑúÚóæúäó æóåóÇãóÇäó æóÌõäõæÏóåõãóÇ ãöäúåõãú ãóÇ ßóÇäõæÇ íóÍúÐóÑõæäó (6)


Dan Kami hendak memberi karunia kepada orang-orang yang tertindas di bumi (Mesir) itu dan hendak menjadikan mereka pemimpin dan menjadikan mereka orang-orang yang mewarisi (bumi), dan akan Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi dan akan Kami perlihatkan kepada Fir’aun dan Haman beserta tentaranya apa yang selalu mereka khawatirkan dari mereka itu.” (al-Qashash : 5-6)

Selain itu, mengingatkan dengan karunia-Nya kepada hamba-hamba-Nya yang beriman dengan dimasukkan ke dalam Surga dan diselamatkan dari api neraka, dan perasaan mereka terhadap karunia yang agung dan keutamaan yang besar ini. Firman-Nya :


ÞóÇáõæÇ ÅöäøóÇ ßõäøóÇ ÞóÈúáõ Ýöí ÃóåúáöäóÇ ãõÔúÝöÞöíäó (26) Ýóãóäøó Çááøóåõ ÚóáóíúäóÇ æóæóÞóÇäóÇ ÚóÐóÇÈó ÇáÓøóãõæãö (27) ÅöäøóÇ ßõäøóÇ ãöäú ÞóÈúáõ äóÏúÚõæåõ Åöäøóåõ åõæó ÇáúÈóÑøõ ÇáÑøóÍöíãõ (28) [ÇáØæÑ : 26 - 28]


Mereka berkata : “Sesungguhnya kami dahulu, sewaktu berada di tengah-tengah keluarga kami merasa takut (akan diazab).” Maka Allah memberikan karunia kepada kami dan memelihara kami dari azab neraka. Sesungguhnya kami dahulu menyembah-Nya. Sesungguhnya Dia-lah yang melimpahkan kebaikan lagi Maha Penyayang.” (ath-Thur : 26-28)


æóÞóÇáõæÇ ÇáúÍóãúÏõ áöáøóåö ÇáøóÐöí åóÏóÇäóÇ áöåóÐóÇ æóãóÇ ßõäøóÇ áöäóåúÊóÏöíó áóæúáóÇ Ãóäú åóÏóÇäóÇ Çááøóåõ áóÞóÏú ÌóÇÁóÊú ÑõÓõáõ ÑóÈøöäóÇ ÈöÇáúÍóÞøö æóäõæÏõæÇ Ãóäú Êöáúßõãõ ÇáúÌóäøóÉõ ÃõæÑöËúÊõãõæåóÇ ÈöãóÇ ßõäúÊõãú ÊóÚúãóáõæäó [ÇáÃÚÑÇÝ : 43]


Dan mereka berkata : “Segala puji bagi Allah yang telah menunjuki kami kepada (surga) ini. Dan kami sekali-kali tidak akan mendapat petunjuk kalau Allah tidak memberi kami petunjuk. Sesungguhnya telah datang rasul-rasul Rabb kami, membawa kebenaran.” Dan diserukan kepada mereka : “ Itulah surga yang telah diwariskan kepadamu, disebabkan apa yang dahulu kamu kerjakan.” (al-A’raf : 43)

Barang siapa yang mengenal Rabbnya dengan nama yang agung ini dan bahwasanya Dia ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì adalah Yang Maha Mengatur karunia dan pemberian serta Pemilik segala pemberian dan kenikmatan, maka hal tersebut mengharuskan dirinya untuk memuji Rabbnya atas segala kenikmatan dan bersyukur kepada-Nya atas keutamaan dan pemberian-Nya,


ÞóÇáó ÑóÈøö ÃóæúÒöÚúäöí Ãóäú ÃóÔúßõÑó äöÚúãóÊóßó ÇáøóÊöí ÃóäúÚóãúÊó Úóáóíøó æóÚóáóì æóÇáöÏóíøó [ÇáÃÍÞÇÝ : 15]


Ia berdoa : “Ya Rabbku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku.” (al-Ahqaf : 15)

Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì telah memerintahkan hamba-hamba-Nya untuk bersyukur dan melarangnya dari kufur nikmat, dan Dia ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì menyanjung hamba-hamba-Nya yang mau bersyukur seraya menjanjikan kepada mereka dengan balasan yang terbaik. Dia ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì menjadikan syukur tersebut sebagai sebab bertambahnya keutamaan dan pemberian, sebagai penjaga dan pemelihara pemberian dan kenikmatan. Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì berfirman,


æóÅöÐú ÊóÃóÐøóäó ÑóÈøõßõãú áóÆöäú ÔóßóÑúÊõãú áóÃóÒöíÏóäøóßõãú æóáóÆöäú ßóÝóÑúÊõãú Åöäøó ÚóÐóÇÈöí áóÔóÏöíÏñ [ÅÈÑÇåíã : 7]


“Dan (ingatlah juga), tatkala Rabbu mema’lumkan : “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih. (Qs. Ibrahim : 7)

Demikian pula mengharuskan dirinya untuk tidak memakai nikmat Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì dan karunia-Nya tersebut untuk bermaksiat kepada-Nya, dan agar tidak menyandarkan kenikmatan itu, melainkan kepada Yang Maha Pencurah karunia semata, dialah Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì tiada sekutu bagi-Nya. sebagai bentuk penyelisihan terhadap mereka yang berkata,


íóÚúÑöÝõæäó äöÚúãóÊó Çááøóåö Ëõãøó íõäúßöÑõæäóåóÇ æóÃóßúËóÑõåõãõ ÇáúßóÇÝöÑõæäó [ÇáäÍá : 83]


“Mereka mengetahui nikmat Allah, kemudian mereka mengingkarinya dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang kafir.” (Qs. an-Nahl : 83)

Yakni dengan menyandarkan kenikmatan kepada selain Dzat Yang Maha Pemberi kenikmatan.

Ya Allah, hanya milik-Mu semata segala pujian sebagai rasa syukur dan milik-Mu semata, segala karunia sebagai bentuk keutamaan.

Kepada-Mu semata, segala pujian atas agama Islam dan kepada-Mu semata, segala pujian atas keimanan.

Kepada-Mu semata, segala pujian atas nikmat al-Qur’an dan kepada-Mu semata, segala pujian atas nikmat keluarga, harta, dan keselamatan.

Kepada-Mu semata, segala pujian atas segala kenikmatan yang telah Engkau curahkan kepada kami dahulu dan sekarang, yang tidak tampak dan yang nampak, secara khusus dan umum.

Bagi-Mu semata, segala pujian atas semua itu dengan pujian yang baik, melimpah lagi penuh berkah.

Ya Allah, bagi-Mu semata, segala pujian wahai Rabb kami apabila Engkau telah ridha.

Wallahu A’lam

(Redaksi)

Sumber :

Fikih Asmaul Husna, Prof. Dr. Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin al-'Abbad al-Badr-ÍóÝöÙóåõ Çááåõ ÊóÚóÇáóì.


Hikmah Al-Quran & Mutiara Hadits : index.php
Versi Online : index.php/?pilih=lihatannur&id=1137