Artikel : Bulein Annur - Hikmah Al-Quran & Mutiara Hadits

Yang Menciptakan Lalu Menyempurnakan

Jumat, 29 Agustus 25

Setelah Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì memerintahkan agar mensucikan nama-Nya dengan firman-Nya,


ÓóÈøöÍö ÇÓúãó ÑóÈøößó ÇáúÃóÚúáóì [ÇáÃÚáì : 1]


Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Maha Tinggi (al-A’la : 1)

Kemudian, Dia ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì berfirman,


ÇáøóÐöí ÎóáóÞó ÝóÓóæøóì [ÇáÃÚáì : 2]


Yang menciptakan, lalu menyempurnakan (ciptaan-Nya) (al-A’la : 2)

Firman Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì, ÇáøóÐöí ÎóáóÞó “Yang menciptakan”, yakni yang mengadakan dari tiada menjadi ada.

Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì lah yang mengadakan seluruh makhluk ini.

Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì berfirman,


ÈóÏöíÚõ ÇáÓøóãóÇæóÇÊö æóÇáúÃóÑúÖö Ãóäøóì íóßõæäõ áóåõ æóáóÏñ æóáóãú Êóßõäú áóåõ ÕóÇÍöÈóÉñ æóÎóáóÞó ßõáøó ÔóíúÁò æóåõæó Èößõáøö ÔóíúÁò Úóáöíãñ [ÇáÃäÚÇã : 101]


Dia (Allah) pencipta langit dan bumi. Bagaimana (mungkin) Dia mempunyai anak, padahal Dia tidak mempunyai istri ? Dia menciptakan segala sesuatu dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu (al-An’am : 101)

Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì juga berfirman,


ÇáøóÐöí áóåõ ãõáúßõ ÇáÓøóãóÇæóÇÊö æóÇáúÃóÑúÖö æóáóãú íóÊøóÎöÐú æóáóÏðÇ æóáóãú íóßõäú áóåõ ÔóÑöíßñ Ýöí Çáúãõáúßö æóÎóáóÞó ßõáøó ÔóíúÁò ÝóÞóÏøóÑóåõ ÊóÞúÏöíÑðÇ [ÇáÝÑÞÇä : 2]


(Yaitu Dzat) yang milik-Nya-lah kerajaan langit dan bumi, (Dia) tidak mempunyai anak, dan tidak ada satu sekutupun dalam kekuasaan(-Nya). Dia telah menciptakan segala sesuatu, lalu menetapkan ukuran-ukurannya dengan tepat (al-Furqan : 2)

Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì berfirman,


íóÇ ÃóíøõåóÇ ÇáäøóÇÓõ ÖõÑöÈó ãóËóáñ ÝóÇÓúÊóãöÚõæÇ áóåõ Åöäøó ÇáøóÐöíäó ÊóÏúÚõæäó ãöäú Ïõæäö Çááøóåö áóäú íóÎúáõÞõæÇ ÐõÈóÇÈðÇ æóáóæö ÇÌúÊóãóÚõæÇ áóåõ æóÅöäú íóÓúáõÈúåõãõ ÇáÐøõÈóÇÈõ ÔóíúÆðÇ áóÇ íóÓúÊóäúÞöÐõæåõ ãöäúåõ [ÇáÍÌ : 73]


“Hai manusia, telah dibuat perumpamaan, maka dengarkanlah olehmu perumpamaan itu. Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah serkali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalat pun, walau pun mereka bersatu untuk menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, tidaklah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu.” (al-Hajj : 73)

Ini merupakan perumpamaan yang sangat agung, seluruh sesembahan yang disembah selain Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì tidak mampu menciptakan seekor lalat pun walau pun mereka bersatu untuk menciptakannya. Sekiranya seluruh sesembahan yang disembah selain Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì, seluruh raja dan penguasa, seluruh tenaga ahli berkumpul untuk menciptakan seekor lalat niscaya mereka tidak akan mampu menciptakannya.

Kita sekarang hidup di era teknologi yang berkembang pesat. Sekiranya seluruh pakar teknologi berkumpul untuk menciptakan seekor lalat niscaya mereka tidak akan mampu menciptakannya. Meskipun konon mereka mampu menciptakan manusia robot namun mereka tetap tidak bisa menciptakan seekor lalat pun. Manusia robot yang mereka ciptakan itu hanyalah mesin yang digerakkan saja, tidak bisa merasa lapar, dahaga, merasa panas atau dingin, tidak dapat bergerak kecuali bila digerakkan. Tidak ada yang mampu menciptakan lalat selain Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì. Hanya Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì semata yang menciptakan, lalu dengan apa Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì menciptakan ? dengan satu perkataan saja. Dia ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì berfirman :


Åöäøó ãóËóáó ÚöíÓóì ÚöäúÏó Çááøóåö ßóãóËóáö ÂÏóãó ÎóáóÞóåõ ãöäú ÊõÑóÇÈò Ëõãøó ÞóÇáó áóåõ ßõäú Ýóíóßõæäõ [Âá ÚãÑÇä : 59]


“Sesungguhnya misal (penciptaan) ‘Isa di sisi Allah adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya : “Jadilah” (seorang manusia), maka jadilah dia.” (Ali Imran : 59)

Dalam ayat lain Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì berfirman :


ÅöäøóãóÇ ÃóãúÑõåõ ÅöÐóÇ ÃóÑóÇÏó ÔóíúÆðÇ Ãóäú íóÞõæáó áóåõ ßõäú Ýóíóßõæäõ [íÓ : 82]


Sesungguhnya perintah-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya : “Jadilah !” maka terjadilah ia.” (Yasin : 82)

Hanya dengan satu perkataan saja, semua makhluk akan mati dan binasa kemudian dimakan tanah, dimakan binatang buas, hangus terbakar api, namun di Hari Kiamat nanti Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì akan membangkitkan mereka dengan sekali tiupan saja, Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì berfirman : “Keluarlah!” maka keluarlah seluruhnya. Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì berfirman :


ÝóÅöäøóãóÇ åöíó ÒóÌúÑóÉñ æóÇÍöÏóÉñ (13) ÝóÅöÐóÇ åõãú ÈöÇáÓøóÇåöÑóÉö (14) [ÇáäÇÒÚÇÊ : 13 ¡ 14]


“Sesungguhnya pengembalian itu hanyalah dengan satu kali tiupan saja, maka dengan serta merta mereka hidup kembali di permukaan bumi.” (an-Nazi’at : 13-14)

Dalam ayat lain Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì berfirman :


Åöäú ßóÇäóÊú ÅöáøóÇ ÕóíúÍóÉð æóÇÍöÏóÉð ÝóÅöÐóÇ åõãú ÌóãöíÚñ áóÏóíúäóÇ ãõÍúÖóÑõæäó [íÓ : 53]


Teriakan itu hanya sekali saja, maka seketika itu mereka semua dihadapkan kepada Kami (untuk dihisab) (Yasin : 53)

Semua makhluk, baik manusia, jin, binatang, serangga dan yang lainnya pada Hari Kiamat nanti akan dikumpulkan dengan sekali teriakan saja. Jadi, hanya Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì sajalah yang menciptakan, tidak ada yang mampu menciptakan selain Dia ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì, tidak ada kesulitan dan kepayahan bagi Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì untuk menciptakan, sangatlah mudah bagi Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì, hanya dengan satu ucapan saja.
Firman Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì : ÝóÓóæøóì “lalu menyempurnakan (ciptaan-Nya)”, yakni yang menyempurnakan apa yang diciptakan-Nya dalam sebaik-baik bentuk dan dalam bentuk yang seimbang. Manusia misalnya, Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì berfirman,


ÇáøóÐöí ÎóáóÞóßó ÝóÓóæøóÇßó ÝóÚóÏóáóßó (7) Ýöí Ãóíøö ÕõæÑóÉò ãóÇ ÔóÇÁó ÑóßøóÈóßó (8) [ÇáÅäÝØÇÑ : 7 - 9]


“Yang telah menciptakan kamu lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan (sususan tubuh) mu seimbang, dalam bentuk apa saja yang Dia kehendaki, Dia menyusun tubuhmu.” (al-Infithar : 7-8)

Dalam ayat lain Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì berfirman :


áóÞóÏú ÎóáóÞúäóÇ ÇáúÅöäúÓóÇäó Ýöí ÃóÍúÓóäö ÊóÞúæöíãò [ÇáÊíä : 4]


“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.” (at-Tin : 4)

Tidak ada makhluk yang lebih sempurna penciptaannya selain manusia, kepalanya berada di atas, hatinya tersimpan rapi dalam dada dan diciptakan dalam kondisi yang sempurna. Oleh sebab itu yang pertama kali dimaksud dalam firman Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì : ÝóÓóæøóì [ÇáÃÚáì : 2] lalu menyempurnakan (ciptaan-Nya) (al-A’la : 2) adalah kesempurnaan penciptaan manusia.

Firman Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì :


ÇáøóÐöí ÎóáóÞó ÝóÓóæøóì [ÇáÃÚáì : 2]


Yang menciptakan, lalu menyempurnakan (ciptaan-Nya) (al-A’la : 2)

Segala sesuatu diciptakan sesuai dengan bentuk yang cocok untuknya.[1]

Faedah :

1-Firman-Nya ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì :


ÇáøóÐöí ÎóáóÞó ÝóÓóæøóì [ÇáÃÚáì : 2]


Yang menciptakan, lalu menyempurnakan (ciptaan-Nya) (al-A’la : 2)

Maf’ul (objek) kata ÎóáóÞó “menciptakan” tidak disebutkan; maka boleh ditakdirkan ‘umum’, yakni, Dia ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì menciptakan segala sesuatu. Dan, boleh pula ditakdirkan ‘khusus’, yakni Dia ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì menciptakan manusia, atau Dia ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì menciptakan Adam, karena adanya pengaitan atau penghubungan antara kata kerja ÎóáóÞó (menciptakan) dengan kata kerja Óóæøóì (menyempurnakan). Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì berfirman :


ÝóÅöÐóÇ ÓóæøóíúÊõåõ æóäóÝóÎúÊõ Ýöíåö ãöäú ÑõæÍöí [ÇáÍÌÑ : 29]


“Maka, apabila Aku telah menyempurnakan (kejadian)-nya dan telah meniupkan roh (ciptaan)-Ku.” (al-Hijr : 29) [2]

2-Firman-Nya ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì :


ÇáøóÐöí ÎóáóÞó ÝóÓóæøóì [ÇáÃÚáì : 2]


Yang menciptakan, lalu menyempurnakan (ciptaan-Nya) (al-A’la : 2)

Penyempurnaan (taswiyah) maknanya adalah taqwim (pembentukan) dan Ta’dil (perbaikan dan penyesuaian). Dan sungguh Allah ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì telah menciptakan setiap makhluk pada keadaan terbaik yang sesuai dan cocok bagi bentuknya dan sesuai dan cocok pula untuk apa dia tercipta. Maka, Dia ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì menciptakan langit-langit lalu Dia ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì menyempurnakannya dalam bangunannya yang paling kokoh dan paling tinggi ketebalannya, dan paling kuat ketahanannya. Anda tidak akan melihat pada langit tersebut adanya belahan atau keretakan sama sekali, tidak pula adanya cela sama sekali. Dia ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì menghiasi langit itu dengan bintang-bintang.

Dia ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì juga menciptakan bumi dan menghamparkannya. Darinya Dia ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì mengeluarkan air dan (menyediakan) tempat pengembalaan. Gunung-gunung, Dia ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì pancangkan dengan kokoh. Dan, Dia ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì menjadikan bumi sebagai hamparan.

Dia ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì juga menciptakan pohon-pohon dan menyempurnakannya sehingga layak untuk berbuah dan menjadi bahan bakar api dan lain sebagainya.

Dan, begitu pula hewan-hewan yang diciptakan-Nya, dalam penciptaannya dan penyempurnaannya terdapat tanda kekuasaan dan kebesaran-Nya. [Dia ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì berfirman]


{ ÃóÝóáÇ íóäúÙõÑõæäó Åöáóì ÇáúÃöÈöáö ßóíúÝó ÎõáöÞóÊú æóÅöáóì ÇáÓøóãóÇÁö ßóíúÝó ÑõÝöÚóÊú æóÅöáóì ÇáúÌöÈóÇáö ßóíúÝó äõÕöÈóÊú æóÅöáóì ÇáúÃóÑúÖö ßóíúÝó ÓõØöÍóÊú} [88/17-20[


“Tidakkah mereka memperhatikan unta, bagaimana ia diciptakan ? Bagaimana gunung-gunung ditegakkan ? Bagaimana pula bumi dihamparkan ?” (al-Ghasyiyah : 17-20)

Adapun perihal manusia, maka dia tercipta dan disempurnakan dalam bentuk yang sebaik-baiknya.

Kesemuanya itu termasuk hal yang mewajibkan adanya hak bagi-Nya ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì untuk disucikan nama-Nya pada dzat dan seluruh sifat-sifatNya, di mana Dia ÓõÈúÍóÇäóåõ æóÊóÚóÇáóì telah menghimpun antara penciptaan dan penyempurnaan, karena kesempurnaan kekuasaan dan kesucian (yang dimiliki-Nya) dari segala bentuk kekurangan. [3]

Wallahu A’lam

(Redaksi)

Catatan :

[1] Tafsir Juz Amma, Muhammad bin Shaleh al-Utsaimin, ei, hal. 299-301. Dengan sedikit gubahan.

[2] Lihat : Tafsir az-Zamakhsyari, 4/738, Tafsir al-Baidhawiy, 5/305, Tafsir Abu Sa’ud, 9/143, Tafsir Ibnu Asyur, 30/275, dan I’rab al-Qur’an, Durwaisy, 10/449.

[3] Adh-wa-ul Bayan Fii Idha-hi al-Qur’an bi al-Qur’an, Muhammad al-Amin bin Muhammad al-Mukhtar asy-Syinqithi, 8/502.










Hikmah Al-Quran & Mutiara Hadits : index.php
Versi Online : index.php/?pilih=lihatannur&id=1132