| Konsultasi | Bulletin | Do'a | Fatwa | Hadits | Khutbah | Kisah | Mu'jizat | Qur'an | Sakinah | Tarikh | Tokoh | Aqidah | Fiqih | Sastra | Resensi |
| Dunia Islam | Berita Kegiatan | Kajian | Kaset | Kegiatan | Materi KIT | Firqah | Ekonomi Islam | Analisa | Senyum | Download |
 
Menu Utama
·Home
·Tentang Kami
·Buku Tamu
·Produk Kami
·Formulir
·Jadwal Shalat
·Kontak Kami
·Download Artikel
·Download Murattal

Aqidah
· Perkataan dan Perbuatan yang Dapat Mengantarkan Kepada Syirik
· Bahaya Syirik dan Kewajiban Mewaspadainya dengan Menjauhi Sebab-sebabnya

Firqah (Aliran-aliran)
· JAMAAH ISLAMIYAH MESIR 5
· JAMAAH ISLAMIYAH MESIR 4

Analisa
· Kerancauan Ilmu Hisab Dalam Penentuan Awal & Akhir Ramadhan
· Studi Kritis Seputar Puasa Hari Sabtu

Ekonomi Islam
· KPR Bank Syariah Ternyata Penuh Dengan Riba
· Produk Al-Mudharabah (Bagi Hasil) Dalam Islam Sebagai Solusi Perekonomian Islam

Produk Kami

Informasi!
·Buka Puasa Bersama Yayasan Al-Sofwa Ramadhan 1441 di Nusantara
·Kajian Keluarga Sakinah
·Satu Porsi untuk Saudaraku Buka Puasa Ramadhan di Nusantara

Liputan Kegiatan
·Konsultasi Islam
·Penyaluran Hewan Qurban
·Santunan Yatim

Konsultasi Online

Ust.Husnul Yaqin, Lc

Ust.Amar Abdullah

Ust.Saed As-Saedy, Lc

Fatwa Seputar Sholat

Berangkatnya Wanita Muslimah ke Masjid

Apa Hukum Shalat Wanita di Masjid

Haruskah Wanita Melaksanakan Shalat Lima Waktu di Dalam Masjid

Wanita di Rumah Berma'mum Kepada Imam di Masjid

Apakah Shalatnya Seorang Wanita di rumah Lebih Utama Ataukah di Masjidil Haram

Manakah yang Lebih Utama Bagi Wanita Pada Bulan Ramadhan, Melaksanakan Shalat di Masjidil Haram atau di Rumah

Shalatnya Kaum Wanita yang Sedang Umrah di Bulan Ramadhan

Apakah Shalat Seseorang di Masjidil Haram Bisa Batal Ketika Ia Ikut Berjama'ah Dengan Imam atau Shalat Sendirian Karena Ada Wanita yang Melintas di Hadapannya?

Bila Terdapat Pembatas (Tabir) Antara Kaum Pria dan Kaum Wanita, Maka Masih Berlakukah Hadits Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam (sebaik-baik shaf wanita adalah yang paling akhir dan seburuk-buruknya adalah yang paling depan)

Apakah Kaum Wanita Harus Meluruskan Shafnya Dalam Shalat

Benarkah Shaf yang Paling Utama Bagi Wanita Dalam Shalat Adalah Shaf yang Paling Belakang

Benarkah Shalat Jum'at Sebagai Pengganti Shalat Zhuhur

Hukum Shalat Jum'at Bagi Wanita

Hanya Membaca Surat Al-Ikhlas

Hukum Meninggalkan Shalat

Hukum Menangis Dalam Shalat Jama'ah

Jika seorang musafir masuk masjid di saat orang sedang shalat jama'ah Isya' dan ia belum shalat maghrib.

Bolehkah bagi kaum wanita untuk berkunjung ke rumah orang yang sedang terkena musibah kematian, kemudian melakukan shalat jenazah berjama'ah dirumah tersebut ?

Apabila seseorang tidak melakukan shalat fardlu selama 3 tahun tanpa uzur, kemudian bertaubat , apakah dia harus mengqodha shalat tersebut ?

Apabila suatu jama'ah melakukan shalat tidak menghadap qiblah, bagaimanakah hukumnya ?

Membangunkan Tamu Untuk Shalat Shubuh

Doa-Doa Menjelang Azan Shubuh

Bacaan Sebelum Imam Naik Mimbar Pada Hari Jum'at

Shalat Tasbih

Hukum Wirid Secara Jama'ah/Bersama-sama Setelah Setiap Shalat Fardhu

Hukum Meninggalkan Shalat Karena Sakit

Jika Telah Suci Saat Shalat Ashar atau Isya, Apakah Wajib Melaksanakan Shalat Zhuhur dan Maghrib

Jika Wanita Mendapatkan Kesuciannya di waktu Ashar Apakah Ia Harus Melaksanakan Shalat Zhuhur

Mendapatkan Haidh Beberapa Saat Setelah Masuk Waktu Shalat, Wajibkah Mengqadha Shalat Tersebut Setelah Suci

Urutan Shalat yang Diqadha

Seorang Wanita Mendapatkan Kesuciannya Beberapa Saat Sebelum Terbenamnya Matahari, Wajibkah Ia Melaksanakan Shalat Zhuhur dan Ashar?

Keutamaan Shaf Wanita Dalam Shalat Berjama'ah

Berkumpulnya Wanita Untuk Shalat Tarawih

Bolehkah Seorang Wanita Shalat Sendiri dibelakang Shaf

Bolehkah kaum Wanita Menetapkan Seorang Wanita Untuk Mengimami Mereka Dalam Melakukan Shalat di Bulan Ramadhan

Wajibkah Kaum Wanita Melaksanakan Shalat Berjama'ah di Rumah

Apa hukum Shalat Berjama'ah Bagi Kaum Wanita

Apakah Ada Niat Khusus Bagi Imam Yg Mengimami Shalat Kaum Pria & Wanita

Shalatnya Piket Penjaga ( Satpam )

Gerakan Dalam Shalat

Hukum Gerakan Sia-Sia Di Dalam Shalat

Hukum Gerakan Sia-Sia Di Dalam Shalat

Keengganan Para Sopir Untuk Shalat Jama’ah

Hukum Menangguhkan Shalat Hingga Malam Hari

Hukum Meremehkan Shalat

Hukum Menangguhkan Shalat Subuh Dari Waktunya

Dampak Hukum Bagi yang Meninggalkan Shalat

Hukum Shalat Seorang Imam Tanpa Wudhu Karena Lupa

Hukum Orang yang Tayammum Menjadi Imam Para Makmum yang Berwudhu

Posisi Kedua Kaki Ketika Berdiri Dalam Shalat

Hukum Meninggalkan Salah Satu Rukun Shalat

Jika Ketika Shalat Ragu Apakah Ia Meninggalkan Salah Satu Rukun

Shalat Bersama Imam, Tapi Lupa Berapa Rakaat Yang Telah Dikerjakan

Hukum Shalat di Belakang Orang yang Menulis Tamimah Untuk Orang Lain

Hukum Shalat di Belakang Orang yang Berinteraksi Dengan Tamimah dan Sihir

Mengumumkan Barang Hilang Di Dalam Masjid, Bolehkah?

Seputar Posisi Makam Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam Di Masjid Nabawi

Shalatnya Penjaga Piket/Satpam

Hukum Membaca Al-Qur'an Dalam Shalat Secara Berurutan

Haruskah Imam Menunggu Makmum Masbuk Ketika Ruku

Shalat Dengan Mengenakan Pakaian Transparan

Hukum Pergi Ke Masjid Yang Jauh Agar Bisa Shalat Di Belakang Imam Yang Bagus Bacaannya

Sahkah Shalat Di Belakang Imam Yang Bacaanya Tidak Bagus?

HUKUM BACAAN AL-QUR'AN SEBELUM ADZAN JUM'AT

Meluruskan Barisan Hukumnya Sunat

Shalatnya Piket Penjaga / Satpam

Shalat Fardhu Berma’mum Kepada Orang Yang Shalat Sunnat

Keengganan Para Sopir Untuk Shalat Berjama'ah

Bacaan Al-Qur’an Dengan Pengeras Suara Sebelum Shalat Subuh

Hukum Menangguhkan Shalat Hingga Malam Hari

Imam Menunggu Para Ma’mum Ketika Ruku’

Mendengar Adzan Tetapi Tidak Datang Ke Masjid

Menempatkan Dupa Di Depan Orang-Orang Yang Sedang Shalat

Kapan Dibacakannya Do’a Istikharah

Shalat Dengan Mengenakan Pakaian Bergambar

TATA CARA SHALAT DI PESAWAT

Menjama’ Shalat Dalam Kondisi Dingin

Menghadap Kiblat Ketika Buang Air

Hukum Shalat Bergeser Dari Arah Kiblat

Mendapatkan Najis Di Pakaian Setelah Melaksanakan Shalat

Sahkah Shalat Di Masjid Yang Ada Kuburan Di Dalamnya?

Doa Atau Dzikir Sebelum Adzan

Hukum Membaca Shalawat Kepada Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam Secara Berjama’ah Di Setiap Akhir Shalat

Mana Yang Harus Didahulukan Mendengarkan Ta'lim Atau Tahiyatul Masjid?

Hukum Menahan Buang Angin Ketika Melaksanakan Shalat

Sahkah Shalat Seseorang Yang Terbuka Sebagian Kecil Dari Auratnya?

Beberapa Masalah Mengenai Sujud Syukur

Hukum Mengakhirkan Shalat Shubuh Hingga Terbit Matahari

Beberapa Masalah Tentang Shalat Jum'at Bagi Musafir

Aurat Terbuka Ketika Shalat

Wajibkah Mengqadha Puasa yang Tertinggal?

Do'a Qunut

Sunnah Sebelum Melaksanakan Shalat 'Ied

Membaca al-Qur'an di Rumah Selepas Shalat Subuh Sampai Terbit Matahari

Shalat Dua Rekaat Antara Adzan dan Iqamah


Info Khusus

Cinta Rasul

Ada Apa Dengan Valentine's Day ?

Manisnya Iman

Hukum Merayakan Hari Valentine

Adakah Amalan Khusus di Bulan Rajab?

Asyura' Dalam Perspektif Islam, Syi'ah & Kejawen..!!

Ada Apa Dengan Valentine’s Day?


Kajian Islam
· Ada Apa Dengan Valentine's Day..??
· Mutiara Fiqih Islam
· KITAB TAUHID 3
· Untuk Diketahui Setiap Muslim

SMS Dakwah Hari Ini

áóíúÓó ßóãöËúáöåö ÔóíúÁñ æóåõæó ÇáÓóøãöíÚõ ÇáúÈóÕöíÑõ Allah berfirman,yang artinya, Tidak ada yang serupa dengan Dia dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.(QS.Asy-Syura:11)

( Index SMS Dakwah )

   


Telah Terbit Buku Fiqih Tingkat SMP/MTS/Ponpes :: Dapatkan !!! Buku-buku Keislaman yang berkualitas dengan harga terjangkau dalam Program Buku Murah Al-Sofwa :: DAPATKAN SEGERA !!! TEBAR BUKU TUNTUNAN THAHARAH & SHALAT Menurut Al-Qur'an & As-Sunnah ::

Artikel Tokoh Islam :

Aisyah Binti Thalhah (Wafat 110 H)
Sabtu, 30 Juli 11

Abu Zur’ah ad-Dimasyqi: “Aisyah binti Thalhah adalah seorang wanita mulia. Ia mendapatkan hadits dari Aisyah Ummul Mukminin.”

al-`Ajliy: “Aisyah binti Thalhah seorang wanita Madinah, seorang tabiin dan tsiqah (terpercaya dalam riwayatnya).”

Al-Mazziy: “Tidak ada wanita yang lebih pandai dari murid-murid Aisyah Ummul-mukminin; Amrah binti Abdur-Rahman, Hafshah binti Sirin dan Aisyah binti Thalhah.”

Gadis yang Suci

Inilah seorang tabiin wanita yang mulia, sebagai keturunan keluarga yang berpengaruh di masa rasul. Ia tumbuh dalam lingkungan keluarga Nabi Shallallahu `alaihi wa Sallam di bawah bimbingan Aisyah binti Abu Bakar ash-Shiddiq Radhiyallahu `Anhu memiliki kelebihan dalam hal identitas, etika dan kemuliaan.

Allah Subhanahu wa Ta’ala mengaruniainya kecantikan yang memikat, seakan-akan ia adalah salah satu bidadari surga yang ada di dunia ini.

Adalah Abu Hurairah Radhiyallahu `Anhu melihatnya lalu berkata. “Saya tidak melihat seorang pun yang lebih cantik (indah) dari Aisyah binti Thalhah, kecuali Muawiyah saat berada di atas mimbar Rasulullah Shallallahu `alaihi wa Sallam.”

Senada dengan ini adalah pernyataan dari Anas bin Malik Radhiyallahu `Anhu “Sungguh demi Allah, saya tidak pernah melihat seorang yang lebih cantik darimu, kecuali Muawiyah saat berada di atas mimbar Rasulullah Shalallahu `alaihi wa Sallam! maka ia menjawab: “Sungguh demi Allah, sesungguhnya saya lebih baik dari api di mata orang yang menggigil pada malam yang sangat dingin.” Lalu dari keluarga yang manakah tabiin wanita ini berasal?

Sebelum kita masuk dalam kisah hidupnya, biarkan kami memperkenalkan keluarganya yang subur bagi benih-benih Islam.

Ayahandanya adalah Thalhah bin Ubaidillah at-Taimi al-Qurasyi, satu dari sepuluh orang shahabat yang dijanjikan surga, salah seorang shahabat terbaik dan demawan. Rasulullah Shalallahu `alaihi wa Sallam, memberikan sebutan `Thalhah al-Juud (sang dermawan)’ , `Thalhah al-Khair (yang baik)’ dan `Thalhah al-Fayyadh (yang sangat gemar berderma). Pernah suatu ketika beliau memanggilnya ash-Shabih, al-Malih, al-fashih (yang sangat cemerlang, ramah dan fashih berbahasa)’.

Cukup sudah kebanggaan baginya sebagai salah satu dari delapan orang yang terdahulu masuk Islam.

Sedangkan ibunya adalah; Ummu Kultsum binti Abi Bakr at-Taimi al-Qurasyi, seorang tabiinyah yang mulia, ibunya Habibah bin Kharijah al-Anshariyyah melahirkannya saat setelah Abu Bakar ash-Shiddiq meninggal dunia. Dan Ummu Kultsum inilah yang dikatakan oleh Abu Bakar kepada Aisyah Radhiyallahu `Anha putrinya saat akan wafat, “Sesunggunya mereka berdua adalah dua saudaramu laki-laki dan dua saudaramu perempuan.”

Aisyah Radhiyallahu `Anha menimpali, “Ini Asma yang sudah saya mengerti, lalu mana yang lainnya? Abu Bakar menjawab, “adalah yang ada di kandungan binti Kharijah – yakni istrinya Habibah yang tengah hamil- padahal menurut persepsi saya sebelumnya ia adalah seorang budak wanita, namun yang kenyataannya adalah seperti yang dikatakan oleh Abu Bakar Radhiyallahu `Anhu dan Ummu Kultsum lahir setelah wafatnya.

Bibi Aisyah binti Thalhah ini adalah Aisyah Ummul Mukminin, juga bibi yang lainnya adalah Dzatun-Nithaaqain Asma binti Abu Bakar .

Inilah keluarga yang suci mulia yang menjadi tempat tumbuh dan berkembangnya Aisyah binti Thalhah bin Ubaidillah, yang mendapat sebutan Ummu Imran at-Taimi al-Qurasyi.

Pernikahannya

Aisyah binti Thalhah menikah dengan saudara sepupu (anak paman dari ibu)nya, ia menikahinya atas saran dari Aisyah Ummul Mukminin, sedangkan nama suaminya adalah Abdullah bin Abdur-Rahman bin Abu Bakar ash-Shiddiq Radhiyallahu `Anhu ia mempunyai anak laki-laki darinya bernama Imran, dan dengan anaknya itu ia mendapatkan sebutan Ummu Imran, lalu Abdur-Rahman, Abu Bakar, Thalhah dan Nafisah.

Anaknya yang bernama Thalhah bin Abdullah termasuk orang yang sangat dermawan dan tokoh terhormat dari kalangan Quraisy. Adalah al-Huzain ad-Daili, seorang penyair yang menuturkan sifat dermawan dan nasabnya:

Apabila engkau berikan aku
seekor unta besar yang mudah bagimu, wahai Tahlhah!
Dermamu kepadaku tidak hanya sekali dua kali,
Akan tetapi berkali-kali
Ayahmu dahulu seorang yang membenarkan Rasul Pilihan
Selalu mengikuti beliau kemanapun berjalan
Dan ibumu, wanita cemerlang dari suku Taimi
Jika orang dihubungkan nasabnya pada suku tersebut,
Maka adalah kebanggaan baginya.

Perawi yang Cerdas

Aisyah binti Thalhah orang yang paling mirip dengan bibinya, Aisyah Ummul Mukminin, orang yang paling dicintainya, orang yang paling berhasil dibimbing oleh Aisyah Radhiyallahu `Anha dalam hal ilmu dan adabnya, sebab ia telah berguru kepadanya, begitu juga meriwayatkan darinya, dan hadits-hadits yang diriwayatkannya di-Takhrij-kan dalam kelompok hadits-hadits yang shahih.

Ia mengutip ilmu, adab dan ilmu-ilmu seputarnya dari bibinya, sehingga menjadi tabiin perempuan terbaik yang menjadi perawi hadits.

Dan darinya banyak tokoh-tokoh tabiiin dan ulamanya yang meriwayatkan hadits, diantaranya adalah: anaknya sendiri, Thalhah bin Abdullah, keponakannya –Thalhah bin Yahya, keponakannya yang lain –Muawiyah bin Ishaq, juga Minhal bin Amr, Fudhail bin Amr al-Faqimi, Hubaib bin Abu Amrah, juga Atha’ bin Abi Rabah dan Umar bin Said juga yang lain-lainnya.

Beberapa Hadits dari Riwayatnya

Termasuk riwayat hadits dari Aisyah binti Thalhah, sebagaimana hadits yang dikeluarkan (dari kumpulan besar hadits) oleh al-Hafizh Ibnu `Asakir beserta sanadnya dari Aisyah Ummul Mukminin, berkata, “saya bertanya: Wahai Rasulullah, sesungguhnya seorang anak kecil dari golongan Anshar yang belum baligh, apakah menjadi seperti burung pipit surga?” Maka Rasulullah Shalallahu `alaihi wa Sallam, menjawab, “atau selain dari itu semua wahai Aisyah. Sesungguhnya Allah menciptakan surga dan menciptakan penghuninya, juga menciptakan neraka, dan menciptakan penghuninya. Sedangkan mereka berada dalam keturunan bapak-bapak mereka.”

Riwayat haditsnya yang lain, hadits yang dikeluarkan oleh Abu Dawud dengan sanadnya dari al-Minhal bin Amr dari Aisyah bin Thalhah dari Ummul-Mukminin Aisyah Radhiyallahu `Anha berkata, “saya tidak melihat orang yang paling banyak kemiripan tingkah, sikap dan kebaikan hati seperti Rasulullah Shallallahu `alaihi wa Sallam, melebihi Fathimah radhiyallahu 'anha. Dia ketika datang menemui Rasulullah Shallallahu `alaihi wa Sallam, maka beliau meraih tangannya lalu menciumnya dan mendudukkannya di tempat duduknya, dan ketika Beliau datang menemuinya maka ia berdiri menyambutnya, lalu meraih tangannya dan menciumnya kemudian mempersilahkan duduk di tempat duduknya.

Termasuk riwayat haditsnya yang lain adalah seperti yang diriwayatkan dalam kumpulan hadits-hadits shahih yang dikeluarkan oleh Imam Muslim dengan sanadnya dari Thalhah bin Yahya bin Thalhah dari Aisyah binti Thalhah dari Aisyah Ummul Mukminin, berkata, “Rasulullah Shalallahu `alaihi wa Sallam, bersabda, “Orang tercepat dari kalian

yang menyusulku adalah orang yang terpanjang tangannya dari kalian.”Maka mereka menjulur-julurkan tangannya untuk mengetahui siapakah gerangan yang terpanjang tangannya dari mereka, dan ternyata yang terpanjang tanganya adalah Zainab binti Jahsy istri Nabi Shallallahu `alaihi wa Sallam, sebab ia selalu bekerja dengan tangannya dan banyak memberi shadaqah..

Aisyah Dalam Pandangan Ulama

Tidak diragukan lagi, bahwa seorang wanita tabiin seperti Aisyah binti Thalhah yang tumbuh dalam keluarga besar Rasulullah Shallallahu `alaihi wa Sallam, jika kemudian menjadi tokoh wanita dalam ilmu, kedudukan dan kejujurannya. Karenanya banyak ulama dan tokoh-tokoh besar yang mengenal riwayat hadits dan memiliki pengalaman dengan ilmu-ilmunya memberikan pujian dan apresiasi yang positif. Cukup baginya sebagai kebanggaan tatkala seorang Imam Jarh dan Ta’dil, tokoh ilmu hadits dan imam bagi para ahli-hadits di jamannya Yahya bin Ma’yan memasukkannya dalam golongan perawi yang tsiqat dan hadits-haditsnya dijadikan sebagai hujjah (sandaran argumentasi hukum), dia mengatakan, “perawi yang tsiqat dari kalangan wanita adalah Aisyah binti Thalhah, ia seorang rawi yang tsiqah dan haditsnya sebagai hujjah.”

Sementara itu, Abu Zar’ah ad-Dimasyqi memberikan pujian, dan menuturkan keutamaan dan kedudukannya dengan mengatakan, “Aisyah binti Thalhah adalah seorang wanita mulia yang meriwayatkan hadits dari Aisyah Ummul-Mukminin, dan banyak orang yang meriwayatkan hadits darinya karena kedudukan dan adabnya.”

Dalam komentar pujian terhadapnya, al-`Ajli mengatakan, “Aisyah binti Thalhah seorang wanita yang berpikiran positif, seorang tabiin dan tsiqah.”

Begitu juga dalam kitab `ats-Tsiqat’ Ibnu Hibban memasukkan namanya dan memberikan pujian kepadanya..

Dan dalam kitab al-Bidayah wa an-Nihayah, Imam Ibnu Katsir mengutip pernyataan dari gurunya al-Mazziy, “Tidak ada dalam golongan perempuan yang lebih pandai dari murid-murid perempuan dari Aisyah Ummul-Mukminin, mereka adalah Amrah binti Abdur-Rahman, Hafshah binti Sirin dan Aisyah binti Thalhah.”

Kehormatan Bagi Aisyah

Aisyah binti Thalhah menghabiskan banyak waktunya untuk berdzikir, lidahnya tidak lelah untuk melantunkan tasbih di pagi dan sore hari, menjadikan jiwanya bersih dengan kejernihan yang menjadikannya istimewa diantara anak-anak perempuan Thalhah, ini dilakukan dalam rangka menunaikan suatu hal penting yang dilihatnya dalam mimpi.

Banyak literatur menyebutkan dengan merangkum semuanya, bahwasanya Aisyah melihat ayahnya dalam mimpi setelah tigapuluh sekian tahun wafatnya sang ayah, dalam mimpinya sang ayah berkata kepadanya,

“Wahai putriku, keluarkanlah aku dari air yang menyakitiku ini, sesungguhnya air rembesan ini sangat menggangguku.”maka saat terjaga dari tidurnya, ia mengumpulkan teman-temannya kemudian bergegas menaiki kudanya bersama letihnya menuju kuburan sang ayah lalu menggalinya, lalu ia mendapatinya seperti sediakala saat dikuburkan, tidak berubah sehelai rambutpun, sisi badannya berona hijau seperti bilur air yang mengalir padanya. Pembongkaran itu dipimpin oleh Abdur-Rahman bin Salamah al-Taimi, kemudian ia melipatkan beberapa lipat kain padanya. Sementara Aisyah binti Thalhah membeli sebidang tanah dari Abu Bakrah di Bashrah lalu menguburkan ayahnya disana, dan kemudian membangun masjid di sampingnya. Sementara ada seorang wanita Bashrah datang membawa botol berisi air kembang lalu menuangkannya di atas kubur itu hingga habis. Dan wanita-wanita yang lainnya melakukan hal ini hingga tanah kubur itu menjadi berbau harum dan wangi. Kuburan itu sangat terkenal di sana.

Bersama Mush'ab Bin Az Zubair

Setelah suaminya Abdullah bin Abdur-Rahman bin Abu Bakar ash-Shiddiq meninggal dunia, ia dinikahi oleh pemimpin Iraq saat itu, Mush’ab bin az-Zubair al-Qurasyi al-Asadi, ia seorang ksatria pemberani, tampan dan menarik, tentang sifat-sifatnya seperti yang digambarkan oleh Ubaidillah bin Qays ar-Ruqayyat:

Sungguh, Mush’ab adalah macan dari Allah,
Tampak dari wajahnya ketegasan
Singgasananya adalah singgasana kemuliaan,
Tanpa kemewahan dan keangkuhan
Senantiasa bertaqwa kepada Allah dalam segala urusan
Sungguh beruntung orang yang mencita-citakan ketaqwaan.

Sebelumnya Mush’ab mengidamkan dapat menikahi Aisyah binti Thalhah, perempuan cerdas nan cantik dari Quraisy ini, untuk hal ini ada kisahnya yang lucu namun juga mengharukan, dan sekaligus menunjukkan cita-cita yang tinggi.

Dalam sebuah kelompok pertemuan di pelataran Ka’bah, terkumpul Abdullah, Mush’ab, Urwah bin az-Zubair serta Abdullah bin Umar, dan menurut sebuah versi riwayat Abdul-Malik bin Marwan. Mush’ab berkata kepada mereka, “berharaplah kalian!!.” maka mereka mengatakan, “Mulailah kamu dahulu!.”

Maka ia mengatakan, “Kekuasaan di Iraq dan pernikahan dengan Sukainah binti al-Husain serta Aisyah binti Thalhah bin Ubaidillah.” Maka ia mendapatkan semuanya dan ia memberikan maskwin pada masing-masing keduanya sebanyak 500.000 dirham serta menyiapkan semua pakaian dan perhiasan seperti lainnya.

Sedangkan Urwah bin az-Zubair berharap ilmu fiqih dan dapat menghapal hadits, maka ia mendapatkan harapannya itu.

Sementara Abdul-Malik bin Marwan mengharap kepemimpin khalifah, dan ia mendapatkannya. Lalu Abdullah bin Umar mengharap surga, dan semoga Allah mengampuninya.

Mush’ab benar menikahi Aisyah, seorang wanita tercantik dan terdepan di jamannya, sampai wanita-wanita cantik di masanya mengakui kecantikannya dan memberikan komentar manis seputar dirinya. Ini adalah pengakuan besar bagi Aisyah. Sebab hanya wanita yang lebih memahami wanita dan lebih jeli dengan rahasia-rahasia kecantikan yang tersembunyi daripada laki-laki.

Beberapa Cerita Lucu

Dari beberapa cerita tentang Aisyah ini, terkesan bahwa ia agak bersikap keras dalam batasan tertentu terhadap suaminya, Mush’ab. Terkadang ia bertengkar dengannya. Dan pada sisi ini terdapat cerita dan peristiwa yang lucu.

Diceritakan bahwa suatu ketika ia marah kepada Mush’ab, padahal ia sangat dicintainya. Maka Mush’ab mengeluhkan hal ini kepada Asy’ab. Maka ia berkata, “Apa yang akan aku dapatkan jika ia mau kembali?.”
Mush’ab menjawab, “Terserah engkau!.”Asy’ab berkata, “sepuluh ribu dirham.”Mush’ab menjawab, “Setuju.”Maka Asy’ab bergegas pergi menemui Aisyah, lalu berkata, “Aku bertaruh untuk menjadi penjaminmu!, ini sebuah kesempatan yang terhampar untukku sekiranya engkau memenuhi hakku dan terima kasihku untukmu.”Aisyah bertanya, “Apa keperluanmu wahai Asy’ab.” Ia menjawab, “baginda (gubernur) menjanjikanku uang sepuluh ribu dirham seandainya engkau mau kembali kepadanya.” Aisyah menjawab, “Sialan, dia tidak akan mendapatkan diriku dengan upaya seperti ini.”

Asy’ab terus membujuknya, “sungguh saya mohon, relakanlah dan kembalilah padanya sampai ia memberiku uang itu, kemudian kembalilah pada keburukan akhlak yang telah engkau biasakan ini!.”Maka Aisyah tertawa dan kembali kepada Mush’ab.

Pada cerita yang lain tentang sisi kepribadiannya, ia termasuk orang yang sering membanggakan diri, banyak bersikap manja pada suaminya, sikap ini terkadang berlanjut hingga sampai pada batas yang berlebihan. Suatu ketika Mush’ab datang kepadanya saat ia sedang tidur di pagi hari. Ia membawakan butiran-butiran berlian yang nilainya mencapai duapuluh ribu dinar, ia menyebarkan berlian-berlian itu di pangkuan istrinya. Maka Aisyah berkata kepada suaminya, “Tidurku ini lebih aku senangi daripada berlian-berlian ini”. Suatu ketika Mush’ab mengeluhkan seringnya sang istri membanggakan diri kepada Abdullah bin Abi Farwah, sekretarisnya.

Barangkali ia menemukan jalan keluar dan solusi bagi sikap berlebihan Aisyah dalam kemanjaan dan ke-ngambek-annya.Ia berkata kepadanya, “Apakah engkau mengijinkanku untuk membuat alibi?.”Mush’ab menjawab, “Ya, lakukan yang engkau inginkan, sebab ia adalah kemewahan dunia terindah yang aku dapatkan.” Maka Ibnu Abi Farwah mendatangi Aisyah malam hari, lalu ia meminta ijin masuk. Aisyah berkata, “Waktu selarut ini?”Ia menjawab, “Ya.” maka Aisyah terkejut karena takut sebab ia datang bersama dua orang yang besar dan hitam kulitnya.Pembantu Aisyah bertanya, “Apa keperluanmu?”Ia menjawab, “petaka bagi tuanmu Aisyah.”Ia bertanya, “Ada apa dengannya?”Ia menjawab, “Si penjahat yang gemar membantai orang ini menyuruhku untuk membuat sumur, lalu aku kuburkan Aisyah di dalamnya hidup-hidup, padahal saya sudah berusaha untuk menghindar dari tugas ini lalu ia mengancam akan membunuhku.”Ia berkata, “lepaskan aku agar dapat menemuinya.”Ia menjawab dengan suara keras dan tegas, “Tidak mungkin, engkau tidak ada kesempatan lagi.” Kemudian ia berkata kepada kedua orang hitam itu dengan nada yang sangat tegas, “Buatlah galian!”Maka Aisyah langsung menangis, ia melihat kesungguhan pada sekretaris suaminya ini, lalu ia berkata, “Wahai Ibnu Abi Farwah, engkau sungguh akan membunuhku?”Ia menjawab, “Tidak ada pilihan lain, meski saya yakin Allah akan membalasnya sesudah kematianmu, akan tetapi sungguh ia telah marah dengan semarah-marahnya.”Aisyah berkata, “perlakuan diriku yang manakah yang membuatnya marah?”
Ia menjawab, “Penolakanmu terhadapnya, ia mengira engkau telah benci padanya, dan engkau telah mulai berpaling pada laki-laki selain dirinya, sehingga ia sekarang menjadi gila.”Aisyah berkata, “Saya berjanji kepada Allah untuk tidak mengulanginya lagi.”Ia menjawab, “Saya khawatir ia akan membunuhku.”



Maka Aisyah beserta pembantu-pembantunya menangis, Ibnu Abi Farwah melihat hal ini dan merasakan tuan putrinya ini mulai tenang, ia berkata kepadanya, “Saya berempati dengan keadaanmu sekarang, lalu apa yang harus saya katakan kepada Mush’ab?.” ia menjawab, “sebuah jaminan dariku bahwasanya aku tidak akan mengulangi perselisihan dengannya lagi selamanya.”

Ibnu Abi Farwah berkata, “Berikanlah bukti-bukti tentang hal itu kepadaku!.” maka ia-pun memberikannya, lalu ia berkata kepada kedua orang yang hitam itu, “kembalilah ke asal kamu sekarang.”

Kemudian Ibnu Abi Farwah mendatangi Mush’ab untuk memberitahukan semua yang terjadi, maka Mush’ab berkata kepadanya, “Mintalah komitmen darinya dengan bersumpah.” Ia-pun bergegas pergi menemui Aisyah, “Sesungguhnya Mush’ab sudah mulai melunak sedikit, bersumpahlah kepadaku kiranya engkau tidak akan mengulanginya.”

Maka Aisyah bersumpah dan berkomitmen padanya, serta berbuat baik kepada Mush’ab berkat pelajaran langka dan luar-biasa itu.

Setelah Mush'ab

Setelah meninggalnya Mush’ab, Aisyah menikah lagi dengan Umar bin Ubaidillah bin Ma’mar at-Taimi, ia tinggal bersamanya selama delapan tahun, dan suaminya ini meninggal tahun 82 H, lalu ia menangis dengan berdiri. Menurut kebiasaan bangsa Arab, apabila seorang wanita menangisi suaminya yang mati dengan berdiri, maka mereka mengetahui bahwa sang istri tidak akan menikah lagi sesudahnya.

dan setelah menjanda, ia tinggal di Makkah selama setahun, di Madinah selama setahun, lalu ia keluar untuk keperluan bisnisnya ke Thaif sekaligus mengurus kehidupannya sendiri. Pada saat kehidupan di Thaif ini banyak sekali cerita bersama para penyair, ini menunjukkan kejelian pemahamannya serta kebaikan ide dan semangat bersastra.

Cerita Tentang Kedudukan dan Kebanggaannya

Aisyah binti Thalhah hidup dalam gelimang kekayaan, ia sangat suka melihat jejak kenikmatan yang Allah berikan kepadanya. Diceritakan saat ia hendak menunaikan ibadah haji ia membawa barang-barang mewah yang ia perlukan, semua kebutuhannya itu diangkut oleh enam puluh kuda raja lengkap dengan tandu diatasnya serta muatannya. Urwah bin az-Zubair –satu dari ahli-fiqih Tabiin yang berjumlah tujuh mengatakan,

Hidup, wahai pemilik enampuluh kuda, Apakah setiap tahun seperti ini engkau menunaikan ibadah haji?

Sifat-sifat ini menjadikan Aisyah bangga pada lainnya dengan nikmat yang telah Allah berikan kepadanya, baik yang tampak maupun yang tersembunyi. Disebutkan bahwa ia berhaji bersama madu-nya Sukainah binti al-Husain, dan Aisyah lebih baik dalam penampilan dan perbekalan, lalu penuntun kudanya menirukan perkataan Urwah bin az- Zubair tadi,Hidup, wahai pemilik enampuluh kuda, Apakah setiap tahun seperti ini engkau menunaikan ibadah haji?

Ungkapan ini terdengar kurang menyenangkan di hati Sukainah, maka penuntun kudanya berkata,

Hidup, inilah madumu yang meragukanmu, Seandainya bukan karena kakeknya, niscaya kakekmu tidak akan mendapatkan Hidayah,

Maka Aisyah memerintahkan penuntun kudanya untuk diam, maka ia-pun diam sebagai bentuk penghormatan kepada Sukainah.

Tampak pada cerita-cerita tentang Aisyah bahwa superioritas dan sikap membanggakan diri menjadi karakternya, pernah ia membanggakan ibunya, seperti yang diceritakan kembali oleh Ishaq bin Thalhah –saudara seayah- berkata,

“Suatu ketika saya berkunjung kepada Ummul-mukminin Aisyah Radhiyallahu `Anha dan di sana ada Aisyah binti Thalhah, ia berkata kepada ibunya –Ummu Kultsum binti Abu Bakar, “Saya lebih baik darimu, dan ayahku lebih baik dari ayahmu.”

Sang ibu lalu terheran dengannya dan berkata, “engkau lebih baik dariku?” lalu Aisyah Ummul-Mukminin berkata, “Tidakkah sebaiknya aku menjadi penengah untuk kalian berdua?” mereka berdua menjawab, “Ya.”

Aisyah –Ummul-mukminin berkata, “Suatu ketika Abu Bakar datang menemui Rasulullah Shallallahu `alaihi wa Sallam, lalu beliau bersabda, “engkau wahai Abu Bakar adalah `Atiiqullah (orang yang Allah halangi) dari neraka.” maka siapa gerangan setelah itu yang mendapat julukan `Atiiq.Kemudian Thalhah bin Ubaidillah masuk, lalu ia berkata,“Engkau wahai Thalhah, adalah termasuk orang yang meneruskan perjalanannya.”

Pengetahuan dan Ilmunya

Sedikit sekali kita temukan wanita yang diberikan limpahan harta-kekayaan, dan diberikan kecantikan yang menawan masih mempunyai perhatian yang besar pada ilmu dan pengetahuan, selain Aisyah binti Thalhah dan wanita-wanita yang berada dalam tingkatannya yang sangat berbeda dengan kebanyakan wanita yang sering sibuk dengan dandanan, perhiasan dan aksesoris dari segala sesuatu.

Aisyah adalah seorang yang cerdas dan pandai, juga berani mengungkapkan ide, memiliki keluasan pengetahuan yang beraneka-ragam. Termasuk cerita yang memberikan kesaksian tentang ilmu dan keberaniannya dalam mengatakan kebenaran, sebagaimana yang diriwayatkan bahwasanya ia pergi dalam rombongan Hisyam bin Abdul-Malik menuju ke Damascus. Hisyam berkata kepadanya,“Apa yang membuatmu pergi wahai Aisyah??.”ia menjawab, “karena langit menahan hujannya, dan sang raja menghalangi kebenaran.”Hisyam berkata, “saya akan menghubungkan kerabatmu, dan saya mengetahui hak-hakmu.”

Kemudian ia mengirimkan utusan kepada pembesar-pembesar Bani Umayyah dan berpesan, “Bahwasanya Aisyah binti Thalhah al-Taimiyyah berada padaku, maka pergilah secara diam-diam ke sini malam hari.” dan ternyata benar mereka datang, maka tidak ada sesuatu yang mereka perbincangkan tentang cerita-cerita dan syair Arab serta peristiwa yang terjadi kecuali Aisyah ikut dalam perbincangan itu bersama mereka, dan tidak ada bintang kemintang dan rasi yang muncul kecuali ia dapat menamainya. Lalu Hisyam berkata kepadanya dengan kagum, “Adapun yang pertama –tentang cerota dan syair Arab saya tidak mengingkarinya; namun tentang perbintangan, dari manakah engkau mendapatkannya?.”

Ia menjawab, “Saya belajar dari bibiku Aisyah Ummul Mukminin,.” maka Hisyam memberikan hadiah kepadanya sebanyak 100.000 dirham dan mengembalikan Aisyah ke Madinah secara baik, mulia dan terhormat.

Aisyah senantiasa menjadi wanita langka di jamannya, dengan kisah yang penuh kebaikan dan keindahan, langkah dan etika, kehormatan dan keilmuan hingga wafat pada tahun 101 H.

Semoga Allah memberikan rahmat-Nya kepada Aisyah binti Thalhah, dan memejamkan kedua-matanya dengan penuh kenikmatan

(Sumber:Biografi Ulama Ahli Hadits. Diposting oleh Abu Yusuf SUjono)

Hit : 1 | Index Tokoh Islam | kirim ke teman | Versi cetak | Bagikan
| Shahabat || Tabi'in || TabiutTabi'in || Pasca Abad 3 H || Kontemporer |

 
   
Statistik Situs
Jum'at,30-10-2020 M 11:43:56 
Hijri: 13 Rabiul Awal 1442 H
Hits ...: 246825104
Online : 86 users

Pencarian

cari di  

 

Iklan

















Jajak Pendapat
Rubrik apa yang paling anda sukai di situs ini ?

Analisa
Buletin
Fatwa
Kajian
Khutbah
Kisah
Konsultasi
Nama Islami
Quran
Tarikh
Tokoh
Doa
Hadits
Mu'jizat
Sakinah
Akidah
Fiqih
Sastra
Resensi
Dunia Islam
Berita Kegiatan
Kaset
Kegiatan
Materi KIT
Firqah
Ekonomi Islam
Senyum
Download


Hasil Jajak Pendapat

Mutiara Hikmah

öÇÕúÈöÑú Úóáìó ÇáäøóÇÆöÈÇóÊö æóÇÓúÊóÚóÐó ÈöÇááåö ãöäó ÇáäøóÇÑö ÈöÇáÊøóÞúæóì Imam Syafi-i berkata, Bersabaralah terhadap berbagai musibah dan mohonlah perlindungan kepada Allah dari neraka dengan bertakwa. (Manaqib Imam Syafi'i)

( Index Mutiara )


Fiqh Wanita

Benarkah Kaum Wanita Tidak Boleh Masuk Masjid Karena Mereka Adalah Najis

Jika Mendapat Kesucian Setelah Shubuh

Haid Datang Beberapa Saat Sebelum Matahari Terbenam

Merasa Ada Darah Tapi Belum Keluar Sebelum Matahari Terbenam

Hukum Wanita Yang Mandi Setelah Jima', Kemudian Keluar Cairan Dari Kemaluannya

Hukum Orang Yang Kentut Terus Menerus.

Shalat Dengan Pakaian Terkena Najis

Hukum Orang Haidh Berdiam di Masjid

Hukum air kencing anak yang mengenai pakaian wanita

Menggunakan air laut untuk berwudlu

Hukum Operasi Cesar

Menyentuh wanita dalam keadaan berwudhu'

Menyentuh wanita asing(selain isteri) dalam keadaan berwudhu'

Hukum membawa Mushaf ke dalam WC

Bersuci dari Air Kencing Bayi

Hukum Wudhunya Orang yang Menggunakan Kutek

Hukum Wudhunya Orang yang Menggunakan Inai (Pacar)

Hukum Wudhunya Wanita yang Tidak Menghilangkan Kutek

Membasuh Kepala Bagi Wanita

Hukum Mengusap Rambut yang Disanggul (dikepang)

Sifat Mandi Junub dan Perbedaan dengan Mandi Haidh

Melepaskan Ikatan Rambut Untuk Mandi Haidh

Haruskah Meresapkan Air ke Dalam Kulit Kepala Dalam Mandi Junub?

Samakah Wanita yang Memiliki Rambut Panjang yang Tidak Digulung dengan yang Digulung

Hukum Mengusap Kain Penutup Kepala Saat Mandi Junub

Haruskah Dua Kali Bersuci Karena Dua Hadats

Wajib Mandikah Wanita Yang Bermimpi (Mimpi Basah)

Jika Seorang Wanita Bermimpi dan Mengeluarkan Cairan yang Tidak Mengenai Pakaiannya, Apakah Ia Wajib Mandi

Wajib Mandikah Bila Keluarnya Mani Karena Syahwat Tanpa Bersetubuh

Berdosakah Seorang Wanita yang Mimpi Bersetubuh Dengan Seorang Pria

Wajib Mandikah Jika Seorang Wanita Memasukkan Tangannya ke Dalam Kemaluannya atau Jika Seorang Dokter Memasukkan Tangannya ke Dalam Kemaluannya

Jika Seorang Ragu Tentang Junubnya

Bolehkah Menunda Mandi Wajib Hingga Terbit Fajar

Bolehkah Orang yang Junub Tidur Sebelum Berwudhu

Mandi Junub Merangkap Mandi Jum'at, atau Merangkap Mandi Haidh dan Mandi Nifas

Apakah Penggunaan Inai Pada Masa Haidh Akan Mempengaruhi Sahnya Mandi Setelah Masa Haidh?

Apakah Tubuh Orang yang Sedang Junub Itu Najis Sebelum Ia Mandi Junub

Masa di Mana Para Wanita yang Sedang Nifas Tidak Boleh Melaksanakan Shalat

Pendapat yang Kuat Tentang Masa Nifas

Nifas, Suci Sebelum Empat Puluh Hari Lalu Berpuasa

Apakah Wanita Nifas yang Suci Sebelum Genap Empat Puluh Hari Tetap Wajib Melaksanakan Ibadah

Nifas, Jika Darah Terus Mengalir Setelah Empat Puluh Hari

Darah Nifas Berhenti Sebelum Empat Puluh Hari, Apakah Hal Ini Membolehkan Shalat Walaupun Darah Itu Kembali Lagi Pada Hari Keempat Puluh

Apakah Masa Nifas Itu Dapat Lebih dari Empat Puluh Hari?

Tidak Mengeluarkan Darah Setelah Melahirkan, Bolehkah Suaminya Mencampurinya?

Jika Wanita Hamil Keluar Darah Banyak Tapi Bayi yang Dikandungnya Tidak Keluar ( Keguguran )

Bila Seorang Wanita Hamil Mengalami Goncangan Namun Ia Tidak Tahu Apakah Kandungannya Keguguran atau Tidak, Dalam Keadaan Ia Mengalami Haidh

Hukum Darah yang Menyertai Keguguran Prematur Sebelum Sempurnanya Bentuk Janin dan Setelah Sempurnanya Janin

Hukum Darah yang Mengalir Terus Menerus Dalam Waktu yang Lama Setelah Keguguran

Keguguran Pada Umur Tiga Bulan Kehamilan, Apakah Tetap Wajib Shalat

Hukum Darah yang Keluar Setelah Keluarnya Janin ( Keguguran )

Keguguran Sebelum dan Setelah Terbentuknya Janin

Banyak Mengeluarkan Darah Saat Keguguran

Keguguran Pada Bulan Ketiga dari Masa Kehamilan, Kemudian Setelah Lima Hari Melaksanakan Puasa dan Shalat

Wajibkah Puasa dan Shalat Bagi Wanita yang Mengalami Keguguran

Kapankah Darah Keguguran Prematur Dianggap Darah Nifas

Mengeluarkan Darah Lebih dari Tiga Hari Sebelum Persalinan

Mengeluarkan Darah Lima Hari Sebelum Datangnya Masa Nifas

Mengeluarkan Darah Satu atau Dua Hari Sebelum Persalinan

Kewajiban Wanita Nifas Pada Akhir Masa Nifas

Darah Nifas Mengalir Kembali Setelah Empat Puluh Hari

Hukum Darah Nifas yang Keluar Lagi

Hal-hal yang Mewajibkan Mandi

Hukum Berhadats Kecil Dan Menyentuh Mushaf

Mencium Istri Tidak Membatalkan Wudhu’

Darah Nifas Berhenti Kemudian Kembali Lagi Setelah Empat Puluh Hari

Yang Dibolehkan Bagi Suami Terhadap Istrinya yang Sedang Nifas

Apakah Disyaratkan Empat Puluh Hari untuk Dibolehkannya Mencampuri Istri Setelah Melahirkan

Hukum Membaca Al-Qur’an Tanpa Wudhu’

Boleh Menyentuh Kaset Rekaman Al-Qur’an Bagi Yang Sedang Junub

Bersetubuh Setelah Tiga Puluh Hari Melahirkan

Darah yang Keluar dari Wanita yang Melahirkan Melalui Operasi

Apakah Tubuh Wanita Nifas Menjadi Najis

Apakah Tubuh Wanita Nifas Menjadi Najis

Cara Shalat Wanita yang Terus Mengeluarkan Darah

Seorang Wanita Meninggalkan Shalat Karena Mengeluarkan Darah, Lalu Beberapa Hari Kemudian Ia Mengeluarkan Da-rah Haidh yang Sebenarnya

Setelah Operasi dan Sebelum Masa Haidh Mengeluarkan Darah Hitam, Kemudian Setelah Itu Masa Haidh Datang

Seorang Wanita Telah Berhenti Masa Haidhnya Karena Usianya yang Sudah Lanjut Kemudian Dalam Suatu Perjalanan Ia Mengeluarkan Darah Terus Menerus

Wanita Mengeluarkan Darah yang Bukan Darah Haidh dan Bukan Pula Darah Nifas

Setelah Bersuci dari Haidh yang Biasanya Selama Sem-bilan atau Sepuluh Hari, Keluar Lagi Darah Pada Waktu-waktu yang Tidak Tentu

Di Bulan Ramadhan Mengeluarkan Darah Sedikit yang Terus Berlanjut Sepanjang Bulan

Setelah Nifas Mengeluarkan Darah Sedikit yang Bukan di Masa Haidh

Cara Bersucinya Wanita Mustahadhah

Perbedaan Antara Darah Haidh dan Darah Istihadhah

Penjelasan Tentang Cairan Berwarna Kuning dan Cairan Keruh Serta Hukumnya, Juga Tentang Cairan Putih (Keputihan)

Penggunaan Pil-pil Pencegah Kehamilan Mengakibatkan Timbulnya Cairan Keruh yang Merusak Haidh

Mengeluarkan Cairan Keruh Sehari atau Dua Hari Sebelum Datangnya Masa Haidh

Hukum Cairan Kuning yang Keluar Sehari atau Dua Hari Sebelum Masa Haidh

Meninggalkan Shalat Karena Mengeluarkan Cairan Keruh Sebelum Haidh

Hukum Cairan Kuning yang Keluar dari Wanita Setelah Suci

Mengeluarkan Tetasan Bening yang Berwarna Agak Kuning di Luar Waktu Haidh

Apakah Cairan yang Keluar dari Wanita Itu Najis dan Membatalkan Wudhu

Hukum Orang yang Yakin Bahwa Cairan-cairan Itu Tidak Membatalkan Wudhu

Jika Wanita yang Mengeluarkan Cairan Terus Menerus Itu Berwudhu, Bolehkah Ia Melakukan Shalat Sunat dan Membaca Al-Qur'an

Jika Wanita yang Mengeluarkan Cairan Terus Menerus Itu Berwudhu, Tapi Kemudian Setelah Berwudhu Itu dan Sebelum Shalat Cairan Itu Keluar Lagi

Bolehkah Wanita yang Terus Mengeluarkan Cairan Melakukan Shalat Dhuha Dengan Wudhu Shalat Shubuh

Bolehkah Melakukan Shalat Tahajud Dengan Wudhu Shalat Isya Bagi Wanita yang Terus Mengeluarkan Cairan?

Cukupkah Membasuh Anggota Wudhu Bagi Wanita Yang Terus Mengeluarkan Cairan?

Bagaimana Hukumnya Jika Cairan Itu Mengenai Bagian Tubuh

Tidak Berwudhu Saat Mengeluarkan Cairan Itu Karena Tidak Tahu

Mengapa Tidak Ada Riwayat dari Rasulullah SAW yang Menyatakan Bahwa Cairan yang Keluar dari Wanita Dapat Membatalkan Wudhu, Sementara Para Shahabiyah Sangat Menjaga Cairan yang Keluar ?

Apa Betul Syaikh Ibnu Utsaimin Berpendapat Bahwa Cairan Tidak Membatalkan Wudhu ?

Mengeluarkan Cairan Setelah Mandi Junub dan Setelah Bangun Tidur

Wanita Hamil Mengeluarkan Cairan Sejak Satu Bulan

Cairan Kuning yang Keluar dari Wanita Perawan dan Janda Tanpa Mimpi

Keluarnya Mani Beserta Air Kencing Kemudian Setelah Itu Keluar Mani Tanpa Syahwat

Saya Mengeluarkan Cairan Putih dan Terkadang Cairan Itu Keluar Ketika Saya Sedang Shalat

Hukum Cairan yang Keluar Setetes Demi Setetes

Hukum Membaca Kitab Tafsir Bagi Wanita Haidh

Bagaimana Shalat Orang Yang Mengidap Penyakit Kencing Netes?

Hukum Kencing Berdiri

Panas Matahari Tidak Menghilangkan Najis

Terkena Najis Setelah Berwudhu

Doa Membasuh Muka Pada Saat Berwudhu.

Doa Mandi Junub

Terkena Najis Setelah Berwudhu

Apakah Menyentuh Wanita Membatalkan Wudhu?

Hukum Mimpi (junub) Namun Tidak Keluar Mani

Menyisir Rambut dan Memotong Kuku Saat Haidh


Senyum
Tes Kecerdasan !
Jawablah pertanyaan dibawah ini tanpa melihat kunci jawaban terlebih dahulu !

Pertanyaan pertama: jika anda sedang mengikuti lomba lari, kamudian anda bisa mendahului pelari yang kedua, maka pada urutan berapakah anda sekarang?????

Jawaban !
jika anda menjawab bahwa anda diurutan pertama
Maka jawaban anda salah
Sebab jika anda mendahului pelari kedua maka anda hanya menggantikan posisinya diurutan kedua tidak menggantikan posisi pelari urutan pertama.

Sekarang soal kedua: tapi jawablah dengan cepat gak pake lama, oke ?

Pertanyaan: jika anda mendahului pelari terakhir, maka anda diurutan …… ????

Jawaban:
Jika jawaban anda adalah terakhir atau sebelum akhir, maka jawaban anda salah

Karena bagaimana mungkin anda mendahului pelari terakhir padahal yang terakhir itu adalah anda !!!?


Fatwa Puasa

Kapan Remaja Putri Diwajibkan untuk Berpuasa?

Remaja Putri Berusia Dua Belas atau Tiga Belas Tahun Tidak Berpuasa di Bulan Ramadhan

Tidak Berpuasa Selama Masa Haidh, dan Setiap Kali Tidak Berpuasa Ia Memberi Makan, Apakah Wajib Qadha Baginya

Istri Saya Hamil dan Mengeluarkan Darah Pada Permulaan Ramadhan

Mendapat Kesucian dari Haidh atau dari Nifas Sebelum Fajar dan Tidak Mandi Kecuali Setelah Fajar

Seorang Wanita Mendapat Kesuciannya dari Nifas Dalam Satu Pekan, Kemudian Ia Berpuasa Bersama Kaum Muslimin, Setelah Itu Darah Tersebut Datang Lagi

Mendapat Kesucian Setelah Tujuh Hari Melahirkan Lalu Berpuasa di Bulan Ramadhan

Setelah Empat Puluh Hari Sejak Melahirkan, Darah yang Keluar Berubah, Apakah Saya Harus Shalat dan Puasa

Melahirkan di Bulan Ramadhan dan Tidak Mengqadha Setelah Bulan Ramadhan Karena Ada Kekhawatiran Pada Bayi, Kemudian Pada Bulan Ramadhan Selanjutnya Ia Melahirkan Lagi

Bagaimana Hukumnya Wanita Hamil Dan Menyusui Jika Tidak Berpuasa Pada Bulan Ramadhan

Bagaimana Hukumnya Jika Wanita Menyusui Tidak Berpuasa Pada Bulan Ramadhan

Bolehkah Wanita Hamil Tidak Berpuasa

Bagaimana Hukumnya Wanita Hamil yang Tidak Puasa Karena Khawatir Terhadap Janinnya

Meninggalkan Puasa Dengan Sengaja Selama Enam Hari di Bulan Ramadhan Karena Ujian Sekolah

Memaksa Isteri untuk Tidak Berpuasa Dengan Cara Mencampurinya

Memaksa Istri untuk Tidak Berpuasa

Seorang Pria Musafir Tiba di Rumahnya Pada Siang Hari Ramadhan Lalu Ingin Menggauli Istrinya

Apakah Keluar Darah dari yang Hamil Termasuk yang Membatalkan Shaum

Suami Mencium dan Mencumbui Istrinya di Siang Hari Ramadhan

Mencampuri Istri di Siang Hari Ramadhan -1

Mencampuri Istri di Siang Hari Ramadhan -2

Mencampuri Istri di Siang Hari Ramadhan - 3

Hukum Menggunakan Celak Mata dan Perlengkapan Kecantikan Lainnya di Siang Hari Ramadhan -1

Hukum Menggunakan Celak Mata dan Perlengkapan Kecantikan Lainnya di Siang Hari Ramadhan -2

Hukum Menggunakan Celak Mata dan Perlengkapan Kecantikan Lainnya di Siang Hari Ramadhan -3

Menggunakan Inai Pada Rambut Saat Berpuasa

Mengobati Pilek dengan Obat yang Dihirup Melalui Hidung

Apakah Keluarnya Air Ketuban Dapat Membatalkan Puasa

Mengqadha Puasa Bagi yang Tidak Puasa Karena Hamil

Tidak Mampu Mengqadha Puasa

Tidak Berpuasa Karena Sakit Lalu Meninggal Beberapa Hari Setelah Ramadhan

Orang Meninggal yang Mempunyai Tanggungan Puasa

Sekarang Berusia Lima Puluh Tahun, Dua Puluh Tujuh Tahun yang Lalu Tidak Menjalankan Puasa Ramadhan Selama Lima Belas Hari

Beberapa Tahun yang Lalu Tidak Berpuasa Ramadhan Karena Haidh dan Belum Mengqadhanya

Mempunyai Utang Puasa Selama Dua Ratus Hari Karena Ketidaktahuannya dan Sekarang Sedang Sakit

Minum Obat Beberapa Saat Setelah Fajar

Di Depan Keluarganya Ia Berpuasa, Namun Sebenarnya Dengan Cara Sembunyi-sembunyi Ia Tidak Berpuasa Selama Tiga Bulan Ramadhan

Bulan Ramadhan Kedua Telah Datang Tapi Ia Belum Mengqadha Puasa Ramadhan yang Lalu

Tidak Pernah Mengqadha Puasa yang Ditinggalkannya Karena Haidh Sejak Diwajibkan Baginya Berpuasa

Tidak Berpuasa Karena Menyusui Anaknya Dan Belum Mengqadhanya, Kini Anak Itu Telah Berusia Dua Puluh Empat Tahun

Belum Mengqadha Puasa yang Ditinggalkan Pada Dua Tahun Pertama Sejak Menjalankan Puasa Wajib

Menunda Qadha Puasa Hingga

Hikmah dari Diwajibkannya Mengqadha Puasa Tanpa Mengqadha Shalat Bagi Wanita Haidh

Tidak Berpuasa Selama Dua Ramadhan Karena Sakit, Kemudian Pada Ramadhan Ketiga Ia Berpuasa, Apa yang Harus Dilakukan untuk Dua Ramadhan yang Telah Lewat

Meninggalkan Puasa Ramadhan Selama Empat Tahun Karena Gangguan Kejiwaan

Ibu Saya Telah Lanjut Usia, Ia Berpuasa Selama Lima Belas Hari Kemudian Tidak Berpuasa Karena Tak Sanggup Puasa

Mencegah Haidh Agar Bisa Berpuasa

Saya Pernah Bertanya Kepada Seorang Dokter, Ia Mengatakan, Bahwa Pil Pencegah Haidh Itu Tidak Berbahaya

Mengkonsumsi Pil Pencegah Haidh Agar Bisa Berpuasa Bersama Orang-Orang Lainnya

Hukum Mencicipi Makanan Ketika Berpuasa

Mengeluarkan Darah Selama Tiga Tahun, Apa yang Harus Dilakukan di Bulan Ramadhan

Bernadzar untuk Berpuasa Selama Satu Tahun

Hukum Mengisi Bulan Ramadhan Dengan Begadang, Berjalan-jalan di Pasar dan Tidur

Faktor-faktor yang Mendukung Wanita di Bulan Ramadhan

Apa Hukum Berbicara Dengan Seorang Wanita atau Menyentuh Tangannya di Siang Hari Ramadhan

Mengakhirkan Qadha Puasa Ramadhan Hingga Datang Ramadhan Berikutnya.

Berlebihan Dalam Hidangan Buka Puasa

Nilai Sosial Puasa

Apa Yang Lazim Dan Yang Wajib Dilakukan Orang Yang Berpuasa?

Tetesan Obat Mata Tidak Merusak Puasa

Menelan Pil Pencegah Haid

Mencampuri Isteri Pada Hari yang Diragukan

Memberi Makan Kaum Miskin Sebagai Pengganti Puasa Orang Lanjut Usia

Orang yang Tidak Mampu Berpuasa

Terapi di Bulan Ramadhan

Berbukanya Musafir

Berbukanya Wanita Hamil dan Wanita yang Menyusui

Onani/Masturbasi dan Bersetubuh di Siang Bulan Ramadhan

Hukum Darah yang Keluar dari Orang yang Sedang Berpuasa

Masih makan dan minum saat fajar karena ia tidak tahu.

Menonton Televisi Bagi yang Berpuasa

Seorang Musafir Tidak Berpuasa Lalu Ia Memaksa Isterinya yang Sedang Berpuasa untuk Berhubungan Badan

Wajib Puasa Bagi Wanita yang Telah Haidh

Bila Seorang Wanita Melanjutkan Puasanya Kendatipun Keluar Darah Haidh

Mengqadha’ Puasa Beberapa Tahun

Menyepelekan Puasa Sejak Pertama Kali Mengalami Haidh

Berbuka Karena Kesibukannya Dalam Bangunan dan Persiapan Nikah

Orang yang Meninggal di Bulan Ramadhan Tidak Wajib Mengqadha Sisa Harinya

Puasa dan Terapi

Sekitar Nadzar Puasa

Bertekad Puasa Tiga Hari (Tgl 13, 14, 15)

Puasa Pada Hari Sabtu

Hukum Puasanya Orang Yang Tidak Shalat Tarawih

Hukum Mencium Bagi yang Berpuasa

Darah yang Merusak Puasa

Hukum Berbekam Bagi yang Berpuasa dan Hukum Keluarnya Darah

Meninggal Pada Bulan Ramadhan

Terlihatnya Hilal (Bulan) Ramadhan Atau Syawwal di Suatu Negara Tidak Mengharuskan Negara-Negara Lain Mengikutinya

Tidur Sepanjang Hari Ketika Puasa

Berkumur Sampai Airnya Masuk ke Tenggorokan

Hukum Menggunakan Minyak Wangi di Siang Bulan Ramadhan

Makan Karena Lupa Ketika Puasa

Banyak Mandi Ketika Puasa

Tidak Mengqadha Puasa Karena Menghawatirkan Bayinya

Laksanakan Puasa Qadha Lebih Dulu

Panjangnya Malam dan Siang Saat Ramadhan

Negara yang Terlambat Terbenamnya Matahari

Anak Kecil Tidak Wajib Puasa Tapi Disuruh Melaksanakannya

Berbuka Berdasarkan Pemberitahuan Penyiar

Puasa Wishal

Hukum “Hidangan Orang Tua”

I’tikaf dan Syaratnya

Hukum Makan Sahur Ketika Adzan Subuh Atau Beberapa Saat Setelahnya

Tanda Subuh Adalah Terbitnya Fajar

Berpedoman Pada Ru’yat (Penglihatan) Biasa

Puasa Berdasarkan Satu Ru’yat (Penglihatan)

Minum Karena Tidak Tahu Sudah Subuh

Menggunakan Pasta Gigi Saat Berpuasa

Penderita Mag Dan Puasa

Jika Seorang Wanita Suci Setelah Subuh, Maka Ia Harus Berpuasa Dan Mengqadha’

Puasa Dan Junub

Puasanya Orang Yang Meninggalkan Shalat. Berpuasa Tapi Tidak Shalat

Bersetubuh Di Siang Hari Ramadhan Ketika Safar

Sahur Setelah Subuh

Minum Setelah Adzan Subuh

Minum Ketika Adzan Subuh

Suntikan Di Siang Hari Ramadhan

Hukum Mengeluarkan Darah Dari Orang Yang Sedang Berpuasa

Hukum Cuci Darah Bagi Yang Berpuasa

Hukum Menggunakan Krim Kulit

Hukum Menggunakan Inhaler Bagi Yang Berpuasa

Apakah Debu Membatalkan Puasa?

Hukum Orang Yang Puasa Dan Shalat Hanya Pada Bulan Ramadhan

Hukum Orang Yang Puasa Tapi Tidak Shalat

Menggunakan Siwak Di Bulan Ramadhan

Hukum Bersiwak Bagi Yang Berpuasa Setelah Tergelincirnya Matahari

Apakah Tanggalnya Gigi Geraham Orang Yang Sedang Berpuasa Membatalkan Puasanya?

Hukum Berenang Bagi Orang Yang Sedang Berpuasa

Mencicipi Makanan Oleh Orang Yang Sedang Berpuasa

Menunda Qadha’ Puasa Hingga Tiba Ramadhan Berikutnya

Menghadiahkan Pahala Puasa Untuk Orang Yang Sudah Meninggal

Orang Yang Meninggal Dengan Menanggung Qadha’ Puasa

Apakah orang yang meninggal dengan menanggung utang qadha’ puasa boleh dipuasakan untuknya (diqadha’kan)?

Hukum Mengqadha Enam Hari Puasa Syawwal

Mengqadha Enam Hari Puasa Ramadhan di Bulan Syawwal, Apakah Mendapat Pahala Puasa Syawwal Enam Hari

Apakah Suami Berhak untuk Melarang Istrinya Berpuasa Sunat

Hukum Puasa Sunnah Bagi Wanita Bersuami

Hukum Zakat Yang Diserahkan Ke Lembaga Zakat Atau Instansi Pemerintah

Wajibnya Zakat Pada Perhiasan Wanita Yang Digunakan Sebagai Pehiasan Atau Dipinjamkan, Baik Berupa Emas Maupun Perak

Wajibnya Zakat Pada Perhiasan Wanita Jika Mencapai Nishab Dan Tidak Diproyeksikan Untuk Perdagangan

Apakah Seorang Wanita Harus Menggabungkan Perhiasan Putri-Putrinya Ketika Hendak Mengeluarkan Zakat Perhiasannya?

Apa Hukum Zakat Perhiasan Yang Dikenakan

Hukum Buka Warung Di Siang Hari Bulan Ramadhan

Lupa Meniatkan Puasa Bulan Syawwal Dari Sejak Malam Hari, Sah Tidak?

BAGAIMANA MENENTUKAN AWAL PUASA

HIKMAH DIWAJIBKAN MENGQADHA PUASA TETAPI TIDAK MENGQADHA SHALAT

BAGAIMANA PUASA YANG BENAR?

NIAT BERBUKA,TAPI BELUM MAKAN DAN MINUM APAKAH MEMBATALKAN PUASA?

beberapa tanda Lailatul Qadr

Puasa Muharram dan 'Asyura

Nilai Sosial Puasa

Apa Yang Lazim Dan Yang Wajib Dilakukan Orang Yang Berpuasa

Tetesan Air Mata Tidak Merusak Puasa

Menelan Pil Pencegah Haid

Berlebihan Dalam Hidangan Buka Puasa

Hukum Makan Sahur Ketika Adzan Subuh Atau Beberapa Saat Setelahnya

Menggunakan Pasta Gigi Saat Berpuasa

Penderita Mag Dan Puasa

Bersetubuh Di Siang Hari Ramadhan Ketika Safar

Suntikan Di Siang Hari Ramadhan

Hukum Mengeluarkan Darah Dari Orang Yang Sedang Berpuasa

Hukum Berenang Bagi Orang Yang Sedang Berpuasa

Mencicipi Makanan Oleh Orang Yang Sedang Berpuasa

HUKUM ORANG YANG PUASA TETAPI TIDAK SHOLAT

Meninggal Pada Bulan Ramadhan

Hukum Orang Yang Mengakhirkan Qadha Puasa Hingga Datang Ramadhan Berikutnya

Perbedaan Ru-yah

Shaum (Berpuasa) Berdasarkan Hisab.

Hukum Puasa Bagi Orang Yang Melanjutkan Makan Sahurnya Setelah Adzan?

Hukum Shiam (Puasa) Yang Dilakukan Pada Masa Nifas.

Mengqadha Shiyam (Puasa) Yang Telah Terlupakan Selama Sepuluh Tahun

Bolehkah Membatalkan Shiyam (Puasa) Yang Diqhadha?

Kafarat Bagi Orang Yang Mengumpuli Istrinya Di Siang Hari Bulan Ramadhan

Mengqadha Shiyam Yang Terlupakan Jumlahnya

Beberapa Permasalahan Wanita Dalam Melakukan Shiyam.

Penentuan Hari dan Shiyam (Puasa) Arafah Pada Tiap Negara

Bid’ahkah Puasa 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah ?

Hisab Dijadikan Acuan Dalam Menentukan Awal dan Akhir Ramadhan

Masalah-Masalah Yang Berkaitan Dengan Niat Dalam Melaksanakan Shiyam (Puasa)

Makan Sahur Ketika Fajar Terbit Tanpa Disadari

Air Yang Masuk Ke Tenggorokan Tanpa Sengaja Ketika Berwudhu

KADAR FIDYAH BAGI ORANG YANG TIDAK MAMPU BERPUASA KARENA TUA ATAU SAKIT

Memakai Obat Mata Dan Telinga Ketika Berpuasa

Permasalahan-Permasalahan Yang Berkaitan Dengan I'tikaf

Apakah Ada Perselisihan Pendapat Tentang Dianjurkannya Puasa Di Sembilan Hari Awal Bulan Dzulhijah

Menyikapi Dua Hadits Yang Bertentanggan Dalam Masalah Puasa 1-9 Dzulhijjah

Hukum Tidak Berpuasa Karena Alasan Pekerjaan

Hukum tetap berpuasa selama masa haidh karena tidak tahu

Menelan Pil Pencegah Haid

Apakah malam lailatul qadar jatuh pada malam ke-27 dari bulan Ramadhan

Hukum mengakhirkan qadha puasa Ramadhan sebelumnya sampai memasuki bulan Ramadhan yang baru?

Orang Yang Meninggal Dengan Menanggung Qadha' Puasa

Antara Berbuka atau Berpuasa Saat Safar (Bepergian)

Jika Terjadi Perbedaan Hari Arafah

Jika Puasa Arafah Jatuh Pada Hari Sabtu..?

Berpuasa Tapi Meninggalkan Shalat

Antusias Ibadah Saat Ramadhan Saja

Kesalahan Sebagian Muda-Mudi Saat Puasa


Kajian Ramadhan

Menyambut Bulan Ramadhan

Keutamaan Bulan Ramadhan

Penentuan Awal dan Akhir Ramadhan

Kiat-Kiat Menghidupkan Bulan Ramadhan...!

Panduan Ringkas Puasa Ramadhan

Hikmah dan Manfa'at Puasa

Qiyam Ramadhan

Adab Shalat Tarawih Bagi Wanita

Nuzulul Qur'an Sebagai Peringatan atau Pelajaran

I'tikaf Hukum dan Keutamaanya

Menggapai Lailatul Qadar

Ramadhan Bersama al-Qur'an

Kesalahan-Kesalahan Dalam Bulan Ramadhan (1)

Kesalahan-Kesalahan Dalam Bulan Ramadhan (2)

Zakat Fitrah

Kebahagiaan Bersama Iedul Fithri

Ramadhan Telah Berlalu

Keutamaan Puasa Enam Hari Syawal

Waspada Terhadap Hadits-Hadits Dha'if (Lemah) Seputar Ramadhan


Fatwa Haji & Qurban

Apa hikmah thawaf(disekitar Ka'bah)? Apakah hikmah mencium Hajar Aswad adalah tabarruk (memohon barakah) kepadanya?

Disyari'atkannya menyembelih hewan qurban

Hukum menyembelih hewan qurban dan cara membagikan dagingnya

Mana yang lebih utama, berqurban dengan menyembelih sapi atau domba?

Menyembelih seekor sapi untuk tujuh orang

Seekor unta untuk satu orang

Umur hewan qurban

Hewan Yang Tidak Sah Dijadikan Hewan Qurban

Berqurban dengan harga hewan qurban

Penerima daging hewan qurban

Membagikan hewan qurban kepada orang kafir

Menyembelih sebelum Imam menyembelih

Barang siapa ingin berqurban, maka janganlah mengambil(memotong) rambut dan kukunya

Hukum wanita yang melakukan haji tanpa mahram

Hukum orang yang ingin melakukan haji namun masih memiliki hutang

Mahram Tidak Sanggup Mendampingi Dalam Ibadah Haji

Wanita Yang Mengaku Islam Ingin Menunaikan Haji

Apakah Suami Seorang Perempuan Bisa Menjadi Mahram Bagi Bibi Perempuan Tersebut

Wanita Ingin Haji Didampingi Anak Laki-Lakinya Yang Belum Baligh

Pergi Haji Hanya Ditemani Wanita Yang Dipercaya

Mahram Wanita Meninggal Pada Saat Ibadah Haji

Izin Suami Untuk Pergi Haji

Hukum Haji Bagi Wanita Tidak Mendapat Izin Dari Suaminya

Biaya Haji Ditanggung Wanita

Mengganti Haji Wanita Tua Lagi Buta

Wanita Haji Bersama Lelaki Yang Bukan Mahram

Wanita Pergi Haji Bersama Lelaki Shalih Yang Disertai Keluarganya

Seorang Wanita Mendatangkan Ibunya Untuk Diajak Pergi Haji

Anak Laki-Laki Yang Sudah Mumayyiz Menjadi Mahram

Wanita Pergi Haji Dengan Harta Suaminya

Wanita Haid Melewati Miqat Dengan Tidak Ihram

Puasa di Jeddah Lalu Berihram Haji Tanggal Delapan

Wanita Niat Haji Tamattu', Kemudian Tidak Memungkinkan Thawaf Dan Sa'i Kemudian Dia Menuju Ke Mina Dan Arafah

Mencium Hajar Aswad Pada Waktu Mulai Thawaf

Wanita Shalat di Belakang Maqam Ibrahim

Wanita Mendaki Shafa dan Marwah

Apakah lari-lari kecil pada tiga putaran pertama dari thawaf qudum khusus bagi laki-laki saja

Apakah Wanita Mempercepat Sa'i Tatkala Berada

Wanita Menyesal Karena Berumrah, Tapi Tidak Men-ziarahi Makam Rasul

Wanita Mencium Hajar Aswad

Wanita Keluar Dari Muzdalifah

Wanita Mencukur Rambut Pada Saat Haji Dan Umrah

Bentuk Pakaian Ihram Bagi Wanita

Wanita Telah Menyelesaikan Semua Manasik Haji Kecuali Melempar Jumrah Karena Punya Anak Kecil

Wakil Dalam Melempar Jumrah

Wanita Telah Selesai Dari Seluruh Manasik Kecuali Menggunting Rambut

Thawaf Ifadhah Diganti Dengan Thawaf Wada'

Hikmah Dilarang Mengenakan Pakaian Berjahit Saat Ihram

Melaksanakan Ibadah Haji Tanpa Ihram

Menggauli Istri Disaat Ibadah Haji

Menggauli Istri Setelah Tahallul Awal

Wanita Haid Tinggal di Jeddah Sebelum Thawaf Ifadhah dan Thawaf Wada' Setelah Suci Digauli Suaminya

Wanita Meletakkan Kayu atau Pengikat Untuk Mengangkat Jilbab Dari Wajahnya

Rambut Kepala Rontok Dengan Sendirinya

Wanita Pulang ke Negerinya Sebelum Thawaf Ifadhah

Pakaian Ihram Wanita Dan Hukum Mengenakan Cadar dan Sarung Tangan

Hukum Sarung Tangan Dan Kaos Kaki Saat Ihram

Hukum Mengenakan Purdah Dan Masker Saat Ihram

Hukum Membuka Wajah Dan Telapak Tangan

Menggauli Istri Setelah Selesai Ihram

Hukum Ihram Disaat Haid

Wanita Berihram Dari Miqat Sebelum Suci

Wanita Ihram Bersama Suaminya Dalam Keadaan Haid dan Tatkala Ia Telah Suci, Ia Umrah Sendirian

Wanita Dalam Kondisi Haid Dan Nifas Saat Akan Ihram

Ihram Dari Sail Dalam Keadaan Haid Lalu Pergi ke Jeddah dan Setelah Suci Menyempurnakan Ibadah Haji

Pemalsuan Pasport Tidak Mempengaruhi Keshahan Ibadah Haji

Fadhilah Ibadah Haji Itu Sangat Besar

Tidak Wajib Melakukan Ibadah Haji Kecuali Orang Yang Mampu

Suatu Masalah Penting Bagi Orang Yang Thawaf

Setiap Orang Dari Anda Wajib Bayar Fidyah

Anda Mempunyai Dua Pilihan

Tidak Apa-Apa Istirahat Sejenak Di Waktu Thawaf

Shalat Sunnat Dua Rakaat Thawaf Boleh Di Lakukan Di Setiap Masjid

Hajinya Orang Yang Meninggalkan Shalat

Berihram Dengan Dua Haji Atau Dua Umrah Tidak Boleh?

Perempuan Haid Sebelum Melaksanakan Thawaf Ifadhah Dan Tidak Bisa Menunggu Hingga Suci

Hukum Melontar Dengan Kerikil Bekas Pakai

Apa Yang Sebaiknya Dilakukan Oleh Orang Yang Berkesempatan Menunaikan Ibadah Haji?

Ketaatan-Ketaatan Itu Mempunyai Ciri Yang Tampak Pada Pelakunya

Kewajiban Orang Yang Telah Kembali Ke Kampung Halamannya Terhadap Keluarganya Seusai Melaksanakan Ibadah Haji

Perempuan Telah Berniat Padahal Ia Sedang Haid Atau Nifas

Menghajikan Orang Tua (Ayah) Dengan Harta Yang Telah Diwasiatkan

Melaksanakan Haji Dibiayai Suatu Yayasan

Menunaikan Ibadah Haji Dengan Hutang Atau Kredit

Pakain Berjahit Yang Dilarang Adalah Jahitannya Yang Meliputi Seluruh Tubuh

Mendahulukan Sa’i Daripada Thawaf

Cukur Rambut Itu Gugur Bagi Orang Yang Berkepala Botak (Tidak Berambut)

Harus Melakukan Thawaf Wada’ (Perpisahan) Jika Kepulangannya Tertunda Di Mekkah

Hukum Melontar Jumroh Aqabah Di Malam Hari

Sanggahan Terhadap Orang Yang Berpendapat Bahwa Jeddah Adalah Miqat

Ini Termasuk Sunnah Yang Dilupakan

Tutuplah Kepala Anda... Anda Wajib Bayar Fidyah

Sa’i Itu Adalah Salah Satu Rukun Haji

Nabi Tidak Pernah Menentukan Do’a Khusus Untuk Thawaf

Tidak Ada Kewajiban Bagi Anda

Yang Wajib Adalah Tinggal Di Perkemahan Paling Akhir

Inilah Hari-Hari Tasyriq

Ini Adalah Maksiat Besar

Bagi Orang Yang Akan Menunaikan Ibadah Haji Atau Umrah Wajib Mempelajari Hukum-Hukumnya

Keteladanan Itu Ada Pada Rasulullah

Saat Thawaf atau Sa'i Afdhalnya Adalah Menyibukkan Diri Dengan Dzikir

Hukumnya Berbeda, Tergantung Kepada Perbedaan jenis Iddah

Anda Wajib Bertobat Kepada Allah Dan Mengulangi Thawaf

Anda Wajib Menundukkan Pandangan

Thawaf Wada’ Itu Adalah Nusuk Wajib

Tersentuh Tubuh Wanita Tidak Membatalkan Thawaf

Tidak Boleh Bagi Jama’ah Haji Keluar Ke Jeddah Pada Hari ‘Idul Adha

Bagi Orang Yang Sehat Tidak Boleh Mewakilkan Di Dalam Melontar Jumroh

Jama’ah Haji Pergi Ke Jeddah

Seputar Sa’i Dan Thawaf

Hukum Melontar Jumroh Pada Hari-Hari Tasyriq Sekaligus

Tidak Mabit Di Muzdalifah Apakah Mewajibkan Hadyu?

Waktu Melontar Jumroh ‘Aqabah

Menghadiahkan Pahala Amal Seperti Thawaf

Hak Allah Lebih Penting Daripada Hak Suami

Larangan-Larangan Ihram

Menggunakan Pil Pencegah Haid Untuk Ibadah Haji

Hikmah Di Balik Mencium Hajar Aswad

Hukum Meletakkan Surat Pada Kelambu Ka’bah Dan Menujukannya Kepada Rasulullah a Atau Selain Beliau

Kepergian Wanita Untuk Haji Atau Umrah Tanpa Didampingi Mahramnya

An-Nusuk dan Macam-macamnya

Kepergian Wanita Untuk Haji Atau Umrah Tanpa Didampingi Mahramnya

Hukum Ibadah Haji

Hukum Ibadah Umrah

Kewajiban Melaksanakan Ibadah Haji Itu Segera, Ataukah Dapat Ditunda

Syarat Wajib Haji dan Umrah

Syarat Ijza’ (Tertunaikannya Kewajiban) di Dalam Melaksanakan Ibadah Haji

Etika Bepergian untuk Menunaikan Haji

Apa yang Harus Dipersiapkan Oleh Seorang Muslim untuk Menunaikan Haji dan Umrah?

Mempersiapkan Diri Dengan Taqwa

Waktu Musim Haji

Hukum Melakukan Ihram Haji Sebelum Ketentuan Waktunya Tiba

Penjelasan Tentang Miqat Haji (Tempat-tempat Berihram)

Hukum Berihram Sebelum Sampai di Tempat Ihram (Miqat)

Hukum Orang yang Melalui Miqat Dengan Tidak Berihram

Perbedaan Antara Ihram Sebagai Kewajiban dan Ihram Sebagai Rukun Haji

Hukum Melafalkan Niat di Saat Berihram

Tata Cara Berihramnya Orang yang Datang ke Mekkah Melalui Udara

Tata Cara Melakukan Ibadah Haji

Rukun Umrah

Rukun Haji

Hukum Meninggalkan Salah Satu Rukun Haji atau Umrah

Kewajiban-kewajiban Haji

Hukum Mengabaikan Salah Satu dari Kewajiban Haji atau Umrah

Cara Menunaikan Haji Qiran

Hukum Melakukan Umrah Sesudah Beribadah Haji

Hukum Berpindah Niat dari Satu Bentuk Ibadah Haji ke Bentuk Ibdah Haji yang Lain

Hukum dan Ketentuan-ketentuan Mewakilkan Kepada Orang Lain di Dalam Menunaikan Haji

Syarat Seorang Pengganti Dalam Menunaikan Ibadah Haji

Mencari Uang Dengan Cara Menghajikan Orang Lain yang Niatnya Hanya Mencari Uang Semata

Apakah Orang yang Mengerjakan Haji untuk Orang Lain Mendapat Pahala Sebagian Amalan Haji?

Arti Mewakili Sebagian Amalan Haji

Mengkiaskan Perwakilan Dalam Melontar Kepada Amalan/ Manasik Haji Lainnya

Tidak Mampu Menyempurnakan Salah Satu Manasik, Apa yang Harus Dilakukan?

Hukum Orang yang Wafat di Saat Sedang Ihram Menunaikan Manasik

Cara Bersyarat Jika Tak mampu Menyempurnakan Amalan Haji

Kalimat Bersyarat

Pantangan Ihram

Hukum Meletakkan Sesuatu yang Menempel di Kepala Orang yang Sedang Ihram

Perbedaan Antara Niqab dengan Burqa’

Bagaimana Cara Wanita yang Sedang Berihram Menutup Wajahnya di Hadapan Laki-Laki

Haji Yang Bagaimana Yang Dapat Menghapus Dosa Itu?

Berkurban Untuk Mayit, Bolehkah?

Mengucapkan NIAT Ketika BERQURBAN

Menyembelih Kurban Bagi Seorang Yang Melaksanakan Haji Untuk Orang Lain

Tuntunan Melaksanakan Ibadah Haji

 
YAYASAN AL-SOFWA
Jl.Raya Lenteng Agung Barat No.35 PostCode:12810 Jakarta Selatan - Indonesia
Phone: 62-21-78836327. Fax: 62-21-78836326. e-mail: info@alsofwah.or.id | website: www.alsofwah.or.id | Member Info Al-Sofwa
Artikel yang dimuat di situs ini boleh dicopy & diperbanyak dengan syarat mencantumkan sumber: http://alsofwah.or.id serta tidak untuk komersil.